Anda di halaman 1dari 5

ANALISA KASUS ENRON CORPORATION

Kesalahan Enron corporation:


1. Manipulasi laporan keuangan dengan melebih-lebihkan laba selama 7
tahun terakhir hingga kebangkrutan akhir tahun 2001.
2. Ribuan pegawai kehilangan pekerjaan serta tabungan pensiun. Enron
menanamkan seluruh tabungan pensiunan dari pegawai-pegawainya
dalam

bentuk

saham

perusahaan.

Yang

menyedihkan

adalah

kenyataan saham Enron bernilai 80 dolar AS per lembar pada bulan


Februari 2001 tetapi berharga hanya 26 sen per lembarnya saat
perusahaan itu mengumumkan kepailitan Enron.

Peranan Arthur Andersen


Andersen

sebagai

auditor

independen

malah

ikut

berperan

dalam

"menyusun" pembukuan kreatif Enron. Sebagai akuntan publik, Andersen


seharusnya

mengungkapkan

apa

sebenarnya

yang

terjadi

dalam

perusahaan. Selain itu, Andersen juga melenyapkan ratusan kertas kerja


(working papers) dan surat elektronik (e-mail) yang berhubungan dengan
Enron.
Kode Perilaku Professional yang telah dilanggar oleh Arthur Andersen:
1. Peraturan 101 - INDEPENDENSI
Seorang CPA yang berpraktik publik harus bersikap independen
dalam melaksanakan jasa professional sebagaimana disyaratkan oleh
standar resmi yang diumumkan oleh badan-badan yang ditunjuk oleh
Dewan.
Beberapa tema dalam interpretasi independensi, meliputi pengaruh
dari:

1.
2.
3.
4.

Kepentingan keuangan
Hubungan bisnis
Arti ungkapan CPA
Jasa lainnya yang meliputi jasa akuntansi, jasa audit yang diperluas,

dan jasa konsultasi manajemen


5. Litigasi
6. Imbalan yang diperluas oleh klien
Arthur Andersen sebagai auditor sudah tidak lagi independen dalam
mengaudit laporan keuangan perusahaan Enron. Budaya perusahaan
Andersen yang menjadikan pertumbuhan perusahaan menjadi prioritas
utama dan mempertahankan klien-klien besar. Enron merupakan klien
terbesar bagi Andersen sehingga Andersen tetap mempertahankan
Enron demi kepentingan keuangan. Andersen telah mengingkari
kode etik profesionalisme akuntan independen dengan menerbitkan
laporan audit yang menyesatkan.
Selain menjadi auditor, Andersen juga dibayar atas jasa konsultasi
perusahaan Enron. Andersen juga memiliki hubungan bisnis yang
dekat dengan Enron, yaitu:
1. Mantan Chief Audit Executif Enron (Kepala internal audit) semula
adalah partner KAP Andersen yang ditunjuk sebagai akuntan publik
perusahaan.
2. Direktur keuangan Enron berasal dari KAP Andersen.
3. Sebagian besar Staf akunting Enron berasal dari KAP Andersen.
2. PERATURAN 102 - INTEGRITAS DAN OBJEKTIVITAS
Dalam pelaksanaan setiap jasa professional, seorang CPA harus
menjaga objektivitas dan integritas, harus bebas dari pertentangan
kepentingan, dan tidak diperbolehkan salah menyajikan fakta atau
mensubordinasikan pertimbangannya kepada pihak lain.
Menurut

peraturan

102

ini,

sebuah

seorang

CPA

tidak

diperbolehkan salah menyajikan fakta. Namun, yang dilakukan

oleh Andersen malah sebaliknya. Andersen ikut andil di dalam


menyusun pembukuan keuangan kreatif yang disusun oleh Enron.

3. PERATURAN 203 - PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI


Menurut peraturan 203 mengenai Prinsip-prinsip akuntansi, Seorang
CPA

tidak

dibenarkan

untuk

(1)

menyatakan

pendapat

atau

menyatakan bahwa laporan keuangan atau data keuangan lain dari


setiap entitas yang diauditnya telah disajikan sesuai dengan prinsipprinsip akuntansi yang berlaku umum atau (2) menyatakan bahwa ia
tidak mengetahui setiap modifikasi material yang dilakukan pada
laporan

atau

data

tersebut

agar

sesuai

dengan

prinsip-prinsip

akuntansi yang berlaku umum, apabila laporan atau data tersebut


mengandung

penyimpangan

dari

prinsip

akuntansi

yang

telah

ditetapkan yang mempunyai dampak material terhadap keseluruhan


laporan atau data...
Yang terjadi dalam Enron Corporation adalah modifikasi material
agar terlihat sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku
umum.

Enron

melebih-lebihkan

laba

sebesar

$600

juta,

dan

menyembunyikan hutangnya sebesar $1,2 miliar. Menggelembungkan


nilai pendapatan dan menyembunyikan utang sejumlah itu tentu tidak
bisa dilakukan sembarang orang. Diperlukan keahlian khusus dari para
profesional yang bekerja atau disewa oleh Enron untuk menyulap
angka-angka, sehingga selama bertahun-tahun kinerja keuangan
perusahaan ini tampak tetap terlihat baik. Dengan kata lain, telah
terjadi sebuah kolusi tingkat tinggi antara manajemen Enron, analis
keuangan, para penasihat hukum, dan termasuk Arthur Andersen
sebagai auditor.
4. PERATURAN 301 INFORMASI RAHASIA KLIEN
Salah satu isi dari peraturan 301 adalah seorang CPA dilarang untuk
menghalangi

review

atas

praktik

professional anggota

menurut

wewenang AICPA atau masyarakat CPA Negara bagian atau Dewan


Akuntansi serta dan tidak boleh membatasi pertukaran informasi
dalam kaitannya dengan kegiatan invertigasi dan disiplin yang
dilakukan oleh badan-badan tersebut.
Dalam kasus ini, yang menjadi kesalahan terbesar Andersen
adalah peristiwa penghancuran dokumen yang dilakukan oleh David
Duncan, ketua partner dari Andersen untuk Enron. Panik karena
menerima undangan untuk diminta kesaksiannya di Dewan Perwakilan
Rakyat Amerika (Congress), Duncan memerintahkan anak buahnya
untuk menghancurkan ratusan kertas kerja (workpapers) dan e-mail
yang berhubungan dengan Enron. Padahal, kertas kerja merupakan
dokumen penting dalam dunia profesi akuntan yang berhubungan
dengan laporan keuangan dari klien. Secara umum, setiap kertas kerja,
komunikasi dan laporan keuangan harus didokumentasikan dengan
baik selama 6 tahun. Baru setelah 6 tahun, dokumen tersebut bisa
dihancurkan. Peristiwa penghancuran dokumen ini memberi keyakinan
pada publik dan Congress bahwa Andersen sebenarnya mengetahui
bisnis buruk dari Enron, tetapi tidak mau mengungkapkannya dalam
laporan audit mereka, karena mereka takut kehilangan Enron sebagai
klien.

KESIMPULAN
Dari kasus ini bisa simpulkan bahwa Enron dan KAP Arthur Andersen
sudah melanggar kode etik yang seharusnya menjadi pedoman dalam
melaksanakan

tugasnya

dan

bukan

untuk

dilanggar.

Mungkin

saja

pelanggaran tersebut awalnya mendatangkan keuntungan bagi Enron, tetapi


akhirnya dapat menjatuhkan kredibilitas bahkan menghancurkan Enron dan
KAP Arthur Andersen. Dalam kasus ini, KAP yang seharusnya bisa bersikap
independen tidak dilakukan oleh KAP Arthur Andersen. Karena perbuatan

mereka inilah, kedua-duanya menuai kehancuran dimana Enron bangkrut


dengan meninggalkan hutang milyaran dolar sedangakan KAP Arthur
Andersen sendiri kehilangan keindependensiannya dan kepercayaan dari
masyarakat terhadap KAP tersebut.