Anda di halaman 1dari 22

BAB I

PENDAHULUAN
Latar belakang
Sebagai

mahasiswa

kita

dituntut

untuk

melakukan

penelitian.Penelitian merupakan suatu kegiatan yang dilakukan


untuk membahas atau menyelesaikan masalah-masalah yang
terjadi

dan

berkembang

di

masyarakat.Dalam

penelitian

tersebut, kita dapat menemukan hal-hal yang baru bagi ilmu


pengetahuan.Selain itu, kita juga dapat mengembangkan ide-ide
yang sudah ada sebelumnya.Hasil dari penelitian ini diharapkan
dapat bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
serta menambah pengetahuan masyarakat.
Setelah melakukan penelitian, hasilnya dituangkan dalam
sebuah karya ilmiah. Akan tetapi karya ilmiah tersebut tidak akan
bermanfaat tanpa adanya publikasi ke masyarakat. Maka dari itu,
salah satu cara mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian,
adalah seminar.
Seminar merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan,
dimana terdapat moderator, penyaji, notulen, dan peserta. Di
dalam seminar, terdapat komunikasi dua arah,dimana penyaji
dan peserta dapat berinteraksi secara langsung yang difasilitasi
oleh seorang moderator.
Seminar berbeda dengan kegiatran perkuliahan. Dalam
kegiatan perkuliahan, mahasiswa hanya menerima materi yang
diberikan dosen seperti menerima informasi yang belum pernah
didapatkan, sedangkan seminar, peserta sudah mempelajari
terkebih dahulu materi yang akan disampaikan. Apabila ada hal
yang belum dipahami oleh peserta setelah mempelajari materi,
maka melalui seminar peserta dapat menemukan jawaban atas

pertanyaannya, sehingga materi yang dipublikasikan dapat


dimengerti dan dipahami dengan baik oleh peserta seminar.
Oleh karena itu, setelah melakukan kegiatan penelitian,
perlu dilaksanakan seminar agar tujuan penelitian tersebut dapat
tersampaikan kepada masyarakat dengan mudah dan dapat
dimengerti lebih baik serta dapat menerapkan hasil penelitian
tersebut dalam kehidupannya.
Tujuan
1. Untuk

mempublikasikan

hasil

penelitian

kepada

masyarakat
2. Untuk meningkatkan pengetahuan dan memberi informasi
baru kepada masyarakat
Manfaat
1. Sebagai sumber referensi baru tentang seminar hasil
penelitian bagi pelajar serta masyarakat
2. Sebagai acuan untuk melaksanakan seminar yang baik.

Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.

Apa itu pengertian seminar ?


Apa ciri-ciri dan fungsi seminar ?
Bagaimana mempersiapkan seminar yang efektif ?
Bagaimana kriteria moderator yang baik ?
Apa saja kriteria peserta yang dapat mendukung jalannya

seminar yang efektif ?


6. Bagaimana peran panitia

dalam mempersiapkan dan

melaksanakan seminar ?
7. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan agar seminar
berjalan dengan baik ?

BAB II
ISI
2.1 Definisi Seminar
Seminar berasal dari kata Latin seminarum, yang berarti "tanah tempat
menanam benih".Seminar merupakan suatu pertemuan atau persidangan untuk
membahas suatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar atau
seseorang

ahli).Pertemuan

atau

persidangan

dalam

seminar

biasanya

menampilkan satu atau beberapa pembicaraan dengan makalah atau kertas kerja
masing-masing.Seminar biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara
ilmiah.Yang berpartisipasi pun orang yang ahli dalam bidangnya. Sementara itu,
peserta berperan untuk menyampaikan pertanyaan, ulasan, dan pembahasan
sehingga menghasilkan pemahaman tentang suatu masalah.
2.2 Ciri-ciri Seminar
Seminar adalah satu pertemuan di mana semua para pesertanya terlibat
aktif.Di dalam seminar yang dimaksud ini, tidak ada pembicara dan peserta,
seperti yang dikenal dalam seminar pada umumnya.Tidak ada perbedaan antara
pembicara dan peserta.Dengan demikian seminar dibedakan dari kuliah, di mana
ada seorang pemateri membawakan suatu tema atau ide, dan peserta kuliah
mendengarkan dan bertanya.Pemateri adalah seseorang yang menguasai tema
tersebut, sedangkan peserta adalah orang yang mempelajari tema tersebut.
2.3 Tujuan Seminar
Seminar diadakan untuk mengeksplorasi sebuah ide.Dengan demikian
seminar berbeda dengan pelatihan, di mana di dalam pelatihan, ada sebuah
3

keahlian yang dibawakan oleh seorang yang menguasainya dan di dalam pelatihan
terjadi transfer ilmu.
2.4 Manfaat Seminar
Melalui seminar akan diperoleh beberapa manfaat seperti :
1. Melatih untuk bersikap demokratis
2. Melatih untuk bersikap toleransi
3. Mengembangkan kepribadian
4. Sarana melatih berfikir lebih baik
5. Menambah pengetahuan dan pengalaman
6. Pengembangan kecendekiaan dan kreatifitas
2.5 Unsur-unsur Seminar
Suatu seminar melibatkan beberapa unsur. Unsur tersebut dibagi menjadi 3
bagian, yaitu:
1. Unsur manusia yang meliputi pemandu atau moderator, penulis, penyaji
makalah dan peserta
2. Unsur materi yang meliputi masalah, tema, atau topik pembicaraan
3. Unsur fasilitas yang meliputi ruangan, meja, kursi, alat-alat audiovisual, papan
tulis, kertas dan sebagainya
2.6Persiapan Seminar
Untuk melaksanakan seminar tentu diperlukan persiapan. Persiapan
tersebut harus menjawab pertanyaan siapa yang menjadi pelaksana seminar, siapa
penyaji makalahnya, siapa pesertanya, apa materinya, di mana pelaksaannya, dan
fasilitas apa saja yang harus disediakan agar pelaksanaan seminar tersebut dapat
berjalan dengan lancar.
2.6.1 Fasilitas Seminar

Panitia penyelenggara harus menyediakan fasilitas seminar yang memadai


dan sesuai untuk penyelenggaraan acara tersebut. Hal yang perlu diperhatikan
yaitu:
1. Cara mengatur tempat duduk.
Tempat duduk selain disesuaikan dengan bentuk ruangan juga disesuaikan
dengan maksud seminar. Seminar biasanya sarat dengan pengumpulan ide-ide,
karena itu tata letak tempat duduk harus mencerminkan demokratis. Tata letak
meja yang melingkar atau setengah melingkar cocok untuk seminar atau yang
berbentuk segi empat panjang. Sedangkan yang berbentuk huruf U atau V
apalagi berbentuk klas harus dihindari karena bersifat otoriter. Tata letak
seperti ini hanya cocok untuk rapat yang berisi penjelasan dengan maksud
agar tidak bertele-tele.
2. Lampu penerangan.
Panitia juga harus memperhatikan tata lampu ruang seminar. Harus diperiksa
apakah penerangan yang ada sudah cukup, terlalu terang atau kurang terang.
Usahakan menggunakan bola lampu yang buram sehingga sinar yang keluar
tidak menyilaukan mata.
3. Sistem suara.
Yang dimaksud dengan sistem suara adalah alat-alat pengeras suara beserta
kelengkapannya. Sering terjadi karena alat pengeras suara tidak bekerja
dengan baik, maka seminar yang semula diperkirakan akan berlangsung
sukses akhirnya tidak berjalan lancar hanya karena persoalan pengeras suara
yang macet. Untuk itu perlu persiapan yang cermat dalam penataan sistem
suara ini, baik menyangkut letaknya maupun kekuatan suaranya. Untuk
kelancaran

suara

biasanya

disediakan

pula

pengeras

suara

tanpa

kawat(Wireless Microphone). Semua peralatan ini harus dicoba sebelum acara


yang sebenarnya dimulai.
4. Alat tulis.
Untuk keperluan tulis-menulis,maka alat-alat berikut ini perlu dipersiapkan.
Alat-alat itu adalah: map dengan perlengkapannya(biasanya berupa tas) yang
didalamnya berisi kertas kosong,pulpen,jadwal acara dan bahan-bahan
seminar. Demikian pula perlu dipersiapkan pensil atau ball point dan mesin

tulis. Pada saat sekarang penyelenggaraan seminar telah cukup maju,sehingga


pada sisi tertentu dari ruangan terdapat seperangkat komputer atau laptop.
5. Alat Bantu Peraga (ABP)
Alat bantu peraga (ABP) memiliki peranan penting dalam
menentukan keberhasilansuatu penyajian dan oleh karena itu
diperlukan

persiapan

pembuatan

ABP.

yang

Alat

matang

bantu

serta

peraga

hati-hatidalam

dapat

membantu

mencapai hasil yangdiharapkan apabila :


- Mampu menjelaskan ide yang terkandung

dalam

materibahasan
- Mampu menekankan topik-topik yang ingin disampaikan
- Meningkatkanminat dan perhatian peserta seminar
Alat bantu peraga yang tidak memenuhi kriteria, mungkin
hanya

akan

membuat

peserta

seminar

mengalihkan

perhatiannyaatau bahkan tertidur. Berbagai jenis ABP yang


paling
dan

umum
transparansi,

digunakan
karena

adalah

dianggap

slide

paling

murah,

ketersediaan bahan mudah didapat,pembuatannya sederhana


dan

praktis.

Peralatan

yang

lebih

canggih

digunakan

adalahkomputer dan perlengkapannya, dengan program yang


khusus

untuk

Point.Namun,

tujuan
selain

ketrampilandalam

penyajian,misalnya
mahal,

operasionalnya,

dan
tak

MS

Power

membutuhkan
semua

institusi

memiliki peralatan ini, sehingga menjaditidak praktis. Dalam


pembuatan ABP sendiri perlu diperhatikan berbagai hal
seperti

(a) besar-kecilnya huruf/angka yang digunakan,


(b)tata letak kalimat/kata,
(c) tabel,
(d) grafik,
(e) kombinasi warna (jika digunakan)
(f) intensitas cahayadalam ruang seminar.
Membuat slide dengan latar belakang gelap, huruf kecil dan
berwarna

gelap (abu-abu, biru,

belakang

terang

coklat

tua);

atau latar
dengan
6

kata/gambar berwarna kuning, coklat muda, hijau muda


menyebabkan kata/kalimattidak terbaca. Pemilihan warna
kontras antara latar belakang dengan informasi yangakan
disampaikan

sangat

membantu

para

peserta

mampu

membaca dengan jelas.Yang sangat perlu diperhatikan dalam


pembuatan ABP adalah agar isi ABP tersebutdapat terbaca
oleh

para

peserta

seminar/pertemuan.Harus

selalu

diasumsikan bahwaABP tersebut disediakan bagi peserta yang


duduk paling jauh dari layar proyeksi.Penyebab kegagalan
yang paling sering terjadi dalam penyajian ABP adalahterlalu
banyaknya materi dalam satu ABP dan adanya anggapan
bahwa

apa

yang

bisa dibaca dalam bentuk cetakan (misal buku atau makalah),


juga

bisa

bahwa

dibaca
satu

dalambentuk
halaman

kemudianditransfer

ke

slide/tranparansi.

makalah

dalam

bentuk

mudah

Artinya
dibaca,

transparansi

(satu

halaman penuh), yang akibatnyapeserta tak dapat membaca


dengan

jelas

dan

bahkan

menjadi

segan

untukmembacanya.Jika yang disajikan adalah bentuk yang


demikian, lebih mudahdiberikan fotokopi makalah tersebut
kepada peserta dan peserta cukup menyimak darimakalah
tersebut.
2.6.2 Peserta
Baik panitia maupun penyaji hendaknya memperolehgambaran unsur
manusia yang terlibat di dalam seminar tersebut. Aktivitas untuk memperoleh
gambaran itu penting agar mereka yang terlibat didalamnya mengetahui sifat dan
sikap masing-masing. Hal-hal yang perlu dianalisis yaitu:
1. Analisis pribadi meliputi posisisnya dalam seminar,status,keluarga,pendidikan
dan spesialisasinya.

2. Analisis

sikap

dan

sifat

meliputi

cara

berfikirnya,emosionalitasnya,keterampilan berbicaranya dan perilaku atau


kebiasaan-kebiasaannya.
3. Analisis kelompok meliputi homogenitas dan heterogenitas, sikap kerjasama,
perhatian, toleransi dan prasangkanya
Kemampuan
dan
keterampilan
pendapat.Kemampuan

mengutarakan

pendapat

dalam
dapat

mengutarakan
dilihat

dari

dua

aspek.Pertama dilihat dari kemampuan berbahasa yang meliputi kemampuan


menggunakan bahasa yang baik, tepat dan cermat.Kedua, kemampuan
mengutarakan pendapat secara analitis, logis dan kreatif.
Cara mengutarakan pendapat secara baik berarti mengutarakan pendapat
dalam konteks yang masuk akal, mudah dipahami, yang tercermin dalam
ungkapan bahasa yang digunakan.
Mengutarakan pendapat secara analitis artinya mengutarakan pendapat
secara sistematik dan teratur.Untuk itu diperlukan pengetahuan dan pendalaman
masalah yang dibicarakan dan disampaikan dengan tidak bertele-tele. Selain hal
itu,berfikir kreatifpun dituntut dalam sebuah diskusi. Kreatif disini maksudnya
ialah: (1) hasil pikiran tesebut merupakn hal yang baru. (2) tidak konvensional. (3)
mengandung motivasi yang tinggi dan tahan lama.
Untuk berjalannya sebuah seminar, semua peserta adalah bukan kertas
kosong yang menunggu diisi, seperti halnya kuliah. Mereka harus sudah membaca
tentang tema yang akan diseminarkan. Mereka bisa membuat sebuah esai pendek
tentang tema yang diseminarkan.Bila yang diseminarkan adalah sebuah teks, teks
tersebut telah dibaca secara analitis, ditandai, disertai tanggapan dan kritik.
Dengan terlebih dahulu membaca tentang tema yang akan diseminarkan,
mereka telah mengolahnya di dalam kepala mereka. Mereka telah memiliki
bayangan akan apa yang diseminarkan. Kertas di tangan yang berisi ringkasan
tema yang diseminarkan menurut masing-masing peserta, akan memandu mereka
nantinya di dalam seminar.
Secara umum tugas peserta seminar adalah sebagai berikut:
1. Menunjukkan solidaritas dan partisipasi.
2. Menjaga suasana yang nyaman dan segar.
3. Aktif memberikan usul dan saran.
8

4.
5.
6.
7.

Aktif memberikan informasi dan pendapat.


Aktif meminta pendapat dan informasi.
Mengajukan pertanyaan dan meminta dasar pendirian seseorang.
Mengajukan keberatan dan mengajukan contoh serta bukti jika ia tidak setuju

terhadap gagasan dan pendapat peserta lainnya.


8. Mengusulkan kesimpulan, meminta kesimpulan, atau berusaha untuk
menyimpulkan bersama.
9. Mengikuti dan memusatkan perhatian selama berlangsungnya seminar.
Sejalan dengan tugas-tugas peserta tersebut,dapatlah digambarkan bahwa
setiap peserta mempunyai fungsi:
1. Sebagai penyumbang pendapat atau opini. Peserta seminar harus berani
mengeluarkan pendapat atau opininya. Tidak perlu takut salah. Terkadang
justru dengan kesalahannya itulah muncul kebenaran.
2. Sebagai pembantu penyimpilan. Dapat saja terjadi pemandu seminar kesulitan
untuk menyimpulkan dan merumuskan hasil seminar. Untuk itu peserta
mempunyai kewajiban membantu menyimpulkan dan merumskannya.
3. Sebagai penyumbang data. Keculi opini, seminarpun tentu berharap
memperoleh masukan-masukan berupa data dan informasi yang sangat
berguna untuk memecahkan masalah. Peserta hendaknya aktif memberikan
data dan informasi. Kalaupun tidak memiliki data,ia dapat menunjukkan
dimana data dan informasi itu diperoleh agar mudah untuk ditelusuri.
4. Sebagai pembantu pemandu. Peserta dapat saja membantu pemandu dalam
menjalankan tugasnya. Kita sering melihat pemandu tidak mampu
mengangkat gairah dan semangat peserta seminar. Saat-saat seperti itu, dengan
inisiatif dan cara yang baik,bisa saja seorang peserta mengambil inisiatif untuk
meningkatkan kegairahan dan semangat peserta.
5. Sebagai penerima hasil keputusan. Fungsi ini sangat untuk disadari peserta,
karena apapun keputusan seminar hendaknya ia tunduk dan melaksanakan
keputusan itu.
2.6.3 Moderator
Seorang moderator di dalam seminar berbeda dengan seorang pemateri di
dalam kuliah.Ia bukanlah seorang yang memberikan pelajaran, melainkan orang
yang mengarahkan jalannya seminar.

Seharusnya seorang moderator adalah orang yang paling senior dalam


tema yang akan diseminarkan. Ini bukan berarti pendapatnya yang paling
benar.Senioritas dalam penguasaan materi semata-mata untuk mengarahkan
seminar karena ia mestinya yang paling tahu tentang seluk beluk tema yang
diseminarkan.
Peran seorang moderator ada dua: mengarahkan (directing) dan
memoderasi (moderating). Dalam mengarahkan, ia menjaga agar seminar tidak
menyimpang dari tema. Dengan memoderasi, ia menjaga agar tidak ada satu orang
atau satu ide tertentu yang terlalu mendominasi seminar sehingga seluruh tema
seminar tidak tereksplorasi dengan baik.
Sebelum seminar, seorang moderator harus telah membaca tema yang akan
diseminarkan, menyiapkan catatan tentang tema tersebut, menentukan kata-kata
kunci, dan menyusun pertanyaan-pertanyaan kunci yang nantinya akan ditanyakan
di dalam seminar. Di awal seminar ia dapat menuliskan terlebih dahulu poin-poin
yang

akan

didiskusikan

atau

menggambarkan

sebuah

diagram

yang

mencerminkan ide yang akan didiskusikan.


Seorang moderator yang baik haruslah seorang pendengar dan pembicara
yang baik.Ia mampu menangkap maksud sebuah pembicaraan dan membuatnya
lebih jelas.Ia mampu mengungkapkan sebuah pertanyaan menjadi pertanyaan lain
yang lebih jelas.
Jadi, bila disimpulkan tugas pemandu atau moderator:
1. Menjelaskan tujuan dan maksud seminar.
2. Menjamin kelangsungan seminar secara teratur dan tertib.
3. Memberikan stimulasi,anjuran,ajakan agar setiap peserta

benar-benar

mengambil bagian dalam seminar.


4. Menyimpulkan dan merumuskan setiap pembicaraan dan membuat beberapa
kesimpulan kesepakatan yang berhasil dicapai dalam seminar.
5. Mempersiapkan laporan.
Sementara, fungsi pemandu atau moderator:
1. Sebagai pengarah. Pemandu harus dapat mengarahkan seminar menuju tujuan
yang ingin dicapai. Untuk itu ia harus lebih siap dibanding peserta. Ia punya

10

konsep pemecah. Karena itu ia harus mempunyai data-data yang relevan


dengan seminar tersebut.
2. Sebagai layar pemantul. Maksudnya,pemandu dapat meneruskan pembicaraan
dari peserta satu ke peserta lainnya. Untuk itu ia harus mampu mengambil
intisari setiap pembicaraan. Bila belum jelas ia dapat saja tidak meneruskan
pertanyaan seseorang kepada lainnya. Tetapi ia tanyakan terlebih dahulu
kepada si penanya.
3. Sebagai penengah bila timbul ketegangan. Pemandu harus cakap melerai bila
timbul ketegangan dalam seminar. Untuk itu seorang pemandu atau moderator
harus memiliki sifat adil dan tidak berat sebelah.
4. Sebagai pencari jalan. Bila seminar macet,pemandu harus cakap mencari jalan
keluar,bila perlu minta bantuan kepada peserta yang pandai berinisiatif.
Pemandu harus cepat mengembalikan seminar kepada tujuannya jika terjadi
penyelewengan pembicaraan dalam seminar.
5. Sebagai pemberi semangat. Adakalanya seminar berlangsung dingin,tidak
bergairah dan peserta menjadi pasif. Untuk itu seorang pemandu harus pandai
membangkitkan semangat peserta dengan rangsangan-rangsangan, baik berupa
anekdot, mengemukakan hal-hal yang aneh, mencolok, sekedar untuk
membangkitkan perhatian peserta.
6. Sebagai penyimpul dan penentu keputusan. Pemandu haruslah menyimpulkan
pembicaraan,bila perlu dengan keputusan,jika pembicaraan sudah cukup
memberikan petunjuk tentang kesimpulan apa yang harus dicapai.
Sukses tidaknya suatu seminar banyak tergantung kepada kepiawaian
pemandu atau moderator. Karena itulah maka pemandu harus memelihara
persahabatan antara ia dengan peserta dan antar peserta satu dengan yang
lainnya,sehingga tercipta suasana yang baik dan penuh kebebasan. Selain bersikap
adil dan tidak memihak,seorang pemandu juga dituntut untuk berwibawa.
Pemandu harus memiliki kepribadian yang baik,toleransinya tinggi dan
simpati kepada orang lain. Pada diri seorang pemandu hendaknya ada rasa
humor,karena itu penting pada saat ia menjalankan tugasnya. Selain itu, intelegant
dan berkemampuan untuk menentukan keputusan. Yang paling penting lagi
seorang pemandu memang mempunyai kemampuan berbicara sekaligus mampu
pula menjadi pendengar yang baik.
11

2.6.4 Pemateri
Narasumber

adalah

pembicara

utama

dalam

seminar.Ia

harus

mempersiapkan kertas kerja atau makalah berupa pandangan umum tentang tema
yang akan dibahas. Dalam kertas kerjanya narasumber harus mampu
mengungkapkan permasalahan dengan alternatif pemecahan yang sudah
dilaksanakan, lengkap dengan argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan
beserta contoh-contoh konkret dan bukti nyata.
Dengan adanya argumen tersebut narasumber dapat membuktikan
kebenaran pendapat/pengalamannya yang sangat mendukung dalam meyakinkan
para peserta seminar.Data, fakta, dan informasi yang diperlukan dalam
argumentasi dapat diperoleh melalui observasi, penelitian, dan bibliografi (studi
pustaka) yang telah terbukti. Peserta akan lebih simpatik apabila contoh dan buktibukti itu dilengkapi dengan data-data nyata. Kertas kerja/makalah tersebut
hendaknya dibagikan kepada peserta sebelum seminar dimulai yaitu pada waktu
pendaftaran peserta.
Dalam sebuah seminar, seorang pemateri dapat dikatakan memiliki
kompetensi yang baik jika:
1) Memiliki karakter, pengetahuan dan pertimbangan yang
menimbulkan

rasa

hormat.
2).

Mengetahui
disampaikan,

bahwa

dia

mempunyai

memiliki

pesan

tujuanyang

yang

jelas

akan
dalam

menyampaikan pesan, merasa bertanggung-jawab bahwa


pesandapat tersampaikan dan telah menyelesaikan tujuan
tersebut.
3) Menyadari bahwa tujuan utama penyajian tersebut adalah
komunikasi ide dan perasaanuntuk memperoleh respon yang
diinginkan.
4) Mampu menganalisa dan menyesuaikan dengan setiap situasi
penyajian.
12

5) Mampu memilih topik yang jelas dan layak saji.


6) Mampu membaca dan mendengarkan berbagai perbedaan
(tidak membuta menerimasaran ataupun keras kepala selalu
menolak pertimbangan yang berlawanan dengan idenya)
7) Mampu menjaga fakta dan pendapat melalui penyelidikan
yang

rinci

dan

pemikiran yang hati-hati (sehingga penyajiannya, baik dalam


forum terbatas
ataupun umum, bernilai bagi pendengarnya).
8) Mampu

memilih

dan

mengatur

bahan-bahan

sehingga

membentuk suatu penggabunganyang saling terkait.


9) Mampu menggunakan bahasa yang jelas, langsung, layak dan
nyata.
10) Mampu membuat penyajiannya vital dan bebas dari unsurunsur pengganggu.
Untuk membantu kelancaran seminar dan penyaji mampu
menguasi

suasana

seminar, perlu diperhatikan beberapa hal pada saat penyaji


berbicara
dihadapan peserta seminar, yaitu :
(i)

Kontak mata

(ii) Intonasi suara


(iii) Sikap penyaji
(iv) Penggunaan tata bahasa
(v) Penggunaan catatan
(vi) Lama penyajian
(vii) Entusiasme penyaji
(viii) Penampilan umum membangkitkan rasa hormat

13

2.6.5 Susunan Organisasi Seminar


Bagan susunan kepanitiaan seminar

Adapun tugas masing-masing panitiaadalah :


1. Pembina : Memonitoring & Memberi masukan
2. Ketua Pelaksana : Memberi keputusan & mengawasi
3. Sekretaris : mengkoordinasi
4. Bendahara : mengatur anggaran belanja
5. Ketua Sie : Memonitoring & mengevaluasi tiap sie
6. Sie Acara : Menunjang jalannya acara
7. Sie Marketing : Mempersiapkan sarana pendukung dana & publikasi seminar
8. Sie Konsumsi : Menyediakan hidangan
9. Sie Dekorasi : Merencanakan tata tempat
10. Sie Perlengkapan &Transportasi : Mempersiapkan & Memberi sarana
11. Sie Dokumentasi : Mendokumentasikan awal hingga akir seminar
2.7Pelaksanaan Seminar
Setelah melakukan persiapan yang matang, kemudian dilaksanakanlah
seminar tersebut.Agar seminar tersebut berjalan lancar dan tanpa hambatan, ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan baik bagi peserta, moderator ataupun penyaji
atau pemberi materi.

14

2.7.1 Jalannya Seminar


Seminar dimulai dengan pengantar singkat dari moderator, dan langsung
dilanjutkan dengan pertanyaan kunci yang dibahas oleh semua peserta secara
bergiliran.Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya seminar berjalan baik:
1. Seminar adalah sebuah diskusi dua arah. Tidak ada seorang yang lebih
mendominasi pembicaraan. Ini merupakan tugas seorang moderator.
2. Semua pertanyaan dan pernyataan dinyatakan dengan jelas tanpa ambiguitas.
Jika sebuah pertanyaan atau pernyataan belum jelas, moderator harus bisa
menunjukkan itu dan meminta pihak yang bertanya untuk memperjelasnya.
3. Masih berhubungan dengan poin pertama, setiap pertanyaan haruslah jelas
sebelum ditanggapi dengan jawaban. Pemateri atau pembicara berhak
meminta penjelasan lebih lanjut atas pertanyaan sebelum ia menjawab.
Tanggapan tentunya juga harus relevan dengan pernyataan.
4. Sebuah pertanyaan bisa dilihat sebagai jembatan kepada pertanyaan lain yang
lebih mendasar agar sebuah seminar dapat memberikan lebih banyak manfaat.
5. Bila

ada

istilah

yang

sama,

tetapi

memiliki

pengertian

yang

berbedapadasebagian orang, moderator sebaiknya memperjelas pengertian dari


istilahtersebutsebelum melanjutkan seminar.
6. Etiket harus diperhatikan dalam sebuah seminar. Bahasa harus santun dan
tidak merendahkan. Sebaiknya, moderator memberikan contoh yang dapat
diikuti oleh peserta yang lain. Bukan berarti seminar tidak bisa dilakukan
dengan ringan dan diiringi tawa, namun canda dan tawa dilakukan dengan
wajar dan memberi makna di dalam seminar. Tidak ada yang lebih membantu
untuk mengingat dibandingkan ide-ide kreatif yang kadang membangkitkan
tawa.
7. Seminar adalah sebuah tempat untuk mengeksplorasi ide. Seminar bukanlah
tempat untuk membenarkan diri. Setiap orang harus kritis namun menerima
bila ada pendapat yang lebih baik. Di dalam seminar semua orang memiliki
posisi yang sama.
8. Sebuah seminar yang baik tidaklah harus menghasilkan sebuah kesimpulan
tunggal. Setiap orang bisa pulang dengan pendapatnya masing-masing. Yang
15

terpenting adalah mata mereka lebih terbuka, mereka telah melihat ide-ide
baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka.
Dalam menyelenggarakan seminar kelas, susunlah terlebih dahulu organisasi
peleksanaannya. Seorang yang lain ditugasi sebagai pembahas khusus dari
makalah yang disajikan. Seorang ditugasi sebagai moderator. Guru sebagai
narasumber dan satu atau dua orang bertugas sebagai notulis yang bertugas
menyusun laporan.
Seminar bukan diadakan untuk menetapkan suatu keputusan terhadap masalah
yang dibicarakan. Seminar hanya membahas cara pemecahan masalah.
Karena inti dari sebuah seminar merupakan sebuah diskusi, laporan seminar pun
merupakan laporan hasil diskusi.Oleh karena itu, laporan seminar hendaknya
berisi hal-hal yang penting saja.
Susunan acara seminar dapat dibuat seperti berikut.
a.

Laporan ketua.

b.

Penyajian ketua.

c.

Pembahasan oleh pembahas.

d.

Diskusi.

e.

Penyimpulan.

f.

Penutup.

2.7.2 Peraturan dan Tata Tertib dalam Seminar


Adapun tata krama dalam seminar, baik untuk pemateri atau penyaji,
peserta dan moderator, diantaranya adalah
2.7.2.1 Tata Tertib Pemateri atau Pembicara
Pemateri atau pembicara memiliki tata tertib sebagai berikut
a.

Menyiapkan makalah yang sesuai dengan topik dan landasan pemikiran yang
akurat;

b.

Menyampaikan makalah secara berurutan, singkat, dan jelas;

c.

Menerima kritik dan saran dari berbagai pihak;


16

d.

Menjawab pertanyaan dengan objektif.

2.7.2.2 Tata TertibPeserta


Peserta memiliki tata tertib sebagai berikut
a.

Mempelajari makalah;

b.

Bersikap sopan;

c.

Menjaga kelancaran rapat/ diskusi;

d.

Tidak berbicara pada waktu seminar/ diskusi;

e.

Apabila materi yang disampaikan belum selesai hendaknya jangan ada yang
bertanya, bila ingin bertanya ada waktunya yaitu sesi pertanyaan;

f.

Apabila peserta ingin bertanya sebaiknya peserta sebelum berbicara


mengangkat tangan atau mengacungkan jari. Bila pemandu sudah
mempersilahkan barulah berbicara;

g.

Menyampaikan pertanyaan dengan singkat dan jelas.

2.7.2.3 Tata Tertib Moderator


Moderator memiliki tata tertib sebagai berikut
1. Membuka seminar.
2. Menjelaskan aturan seminar.
3. Mempersilahkan penyaji untuk mempresentasikan proposal
penelitiannya
4. Moderator mengendalikan Visual Aids/Power Points yang
digunakan oleh penyaji atau pemateri.
5. Membatasi waktu presentasi.
6. Menyambungkan presentasi satu dengan presentasi yang
berikutnya.
7. Membuka diskusi, dengan selalu mengingatkan keterbatasan
waktu 45 menit.
8. Mempersilahkan peserta seminar untuk bertanya dengan
masing masing satu pertanyaan bagi setiap peserta.
Asumsinya apabila seminar dibagi menjadi tiga sesi dengan 5
17

penanya untuk 5 Penyaji yang berbeda maka terdapat 15


pertanyaan dari 15 penanya yang berbeda.
9. Moderator berhak memberikan hak jawab atas pertanyaan
kepada peserta diskusi apabila Penyaji terlihat bingung dalam
menjawap pertanyaan yang diberikan.
10.

Mengatur alur diskusi, yaitu tidak ada konfirmasi balik pada


setiap penanya. Setuju atau tidak setuju, Puas atau tidak
puas, harus dilanjutkan oleh peserta lain. Artinya moderator
harus memberikan kesempatan kepada peserta lain untuk
mengungkapkan gagasannya dan atau membantu Penyaji
menjawab atau menjelaskan sesuatu yang terkait dengan
penelitiannya.

11.

Sesi terakhir/keempat hanya digunakan untuk kritik dan


saran dari peserta seminar terhadap proposal penelitian yang
sedang dipresentasikan. Asumsinya ada 8 saran apabila
peserta tidak membantu menjawab Penyaji.

12.

Moderator dapat menolak setiap pertanyaan, kritik dan


saran yang telah disampaikan sebelumnya.

13.

Mempersilahkan para dosen yang hadir untuk memberikan


kritik dan saran serta konfirmasi dalam rangka meluruskan
suatu permasalahan sehingga proposal penelitian tersebut
menjadi lebih baik. Waktu yang disediakan 10 15 menit.

14.

Total waktu yang dipergunakan dalam persiapan seminar


adalah maksimal 90 menit.

15.

Moderator agar mengisi lembar penilaian terhadap Penyaji


maupun peserta seminar.

16.

Menutup seminar

2.8 Laporan Seminar


Adapun aturan-aturan yang harus diperhatikan dalam menyusun laporan
seminar adalah :
18

1. Setiap naskah harus diketik dengan huruf Times New Romans,


Font: 12, Spasi Ganda/double spasi, Kertas A4/Kwarto
naskah/teks BAHASA INGGRIS.
2. Kertas Cover biru/HVS warna biru.
3. Cover Laporan terdiri dari:
a. Laporan Seminar.
b. Logo UM Metro.
c. Nama Moderator, Notulen dan Penyaji.
d. Nama Perguruan Tinggi.
e. Nama Fakultas dan Tahun.
4. Bagian awal terdiri dari:
a. Kata Pengantar.
b. Daftar Isi.
5. Bab I Pendahuluan terdiri dari:
a. Pembukaan Seminar dan situasinya.
b. Tuliskan judul penelitian, nama peneliti dan rangkuman
setiap presentasi.
6. Bab II Pembahasan
a. Tuliskan ada berapa sesi diskusi.
b. Tuliskan setiap pertanyaan peserta dan jawaban atau
penjelasan Penyaji.
c . Tuliskan juga nama penanya dan penjawabnya.
7. Bab III Kritik dan Saran.
Tuliskan seluruh kritik dan saran beserta nama-nama pemberi
kritik dan saran.
8. Bab IV Kesimpulan.
Buatlah kesimpulan dari seminar yang terjadi hari itu.
9. Rekap Seluruh nilai.
10. Lampiran

19

Form-form penilaian dan lain-lain yang dianggap perlu,


misalnya foto/dokumentasi seminar.
11. Masukan dalam Map Plastik warna transparan dan segera
serahkan kepada dosen pengampu mata kuliah seminar paling
lambat satu minggu setelah seminar berlangsung.

BAB III
KESIMPULAN

20

Seminar sangat berbeda dengan kuliah yang biasa dilakukan mahasiswa


sehari-hari, karena seminar berlangsung dalam dua arah.Dalam seminar, juga
diperlukan persiapan yang matang dan pelaksanaan tentunya.Untuk mendapatkan
seminar yang sempurna, diperlukan persiapan yang matang pula.Persiapan
tersebut meliputi segi fasilitas, peserta, penyaji serta moderator.Organisasi
pelaksanaan pun diperlukan agar dapat mengatur persiapan seminar tersebut
dengan baik.Tidak hanya persiapan yang baik yang diperlukan agar mendapatkan
seminar seperti yang kita inginkan, tetapi juga pelaksanaan yang teratur dan sesuai
dengan tata tertib masing-masing peran.Di akhir seminar, juga diperlukan laporan
seminar untuk pertanggungjawaban dan juga merangkum semua isi dari seminar
tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
21

http://treeyoo.wordpress.com/2009/01/16/seminar-dan-diskusi-panel/
Mortimer J. Adler dalam buku Paideia
http://sylvie.edublogs.org/category/managemen-penelitian/
http://massofa.wordpress.com/2010/12/18/pelaksanaan-seminar/
http://prodibingfkipumm.blogspot.com/2010/05/panduanseminar-proposal-penelitian-by.html
http://ukatsukatma.blogspot.com/2009/01/teknik-seminar.html

22