Anda di halaman 1dari 8

Gebi- Ajaibnya Gendang Dangdut (SUCI 6 Show 11)

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=HYuc-U0E4uI

Kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 6 (SUCI 6) show ke-11 bertemakan dangdut.
Seperti halnya salah satu peserta SUCI 6 bernama Gebi Ramadhan. Secara garis besar Gebi
membahas tentang Kesejahteraan pedangdut, daya magis gendang dangdut, bayaran biduan
dangdut, tarif saweran untuk biduan dangdut dan yang terakhir efek musik dangdut untuk
bayi. Banyak kelucuan yang terjadi akibat penyimpangan bahasa yang dilakukan oleh Gebi,
diantaranya
1. Kesejahteraan pedangdut
Gebi mengaku sebagai wakil Bina jaringan kesejahteraan pedangdut yang
disingkat BIJI KEDUT untuk membela musik dangdut yang sering
direndahkan dan dianggap kampungan.
2. Daya magis gendang dangdut
Gendang dangdut dapat mengubah musik apapun menjadi dangdut, salah satu
contoh yang diberikan yaitu lagu dari penyanyi pop wanita Indonesia isyana
sarasvati yang diplesetkan menjadi isyana saras 008 (Saras 008 merupakan
sinetron zaman dahulu) selain itu dalam cerita Gebi isyana sarasvati diubah
menjadi penyanyi dnagdut yang naik ke rijing.
3. Tarif Saweran untuk pendangdut
Gebi menyombongkan dirinya bahwa minimal saweran yang dia keluarkan adalah
Rp 50.000 karena dia adalah anak pengusaha. Pernyataan itu dipatahkan sendiri

oleh gebi dengan kalimat selanjutnya yaitu Bapak gue jual ibu gue, ibu gue jual
ginjal bapak gue. usaha jual beli.
Disebutkan pula tarif saweran untuk biduan yang di tentukan oleh BNN (Badan
Nyawer Nasional) antara lain:
Rp 25.000 untuk pinggul, Rp 30.000 untuk paha, Rp 40.000 untuk dada dan
dapat tambahan nasi + pepsi
Pada awalnya pendengar digiring ke makna sebenarnya untuk tarif saweran
kan tetapi, di akhir kalimat secara tersirat.gebi membuat pemaknaan sebelumnya
menjadi harga ayam KFC,.... Rp 40.000 untuk dada dan dapat tambahan nasi
+ pepsi
4. Dangdut sama dengan olahraga
Gebi berimajinasi jika dangdut sama dengan olahraga berarti ada wasit
ditengahnya. Saweran harus dengan uang tunai bukan dengan surat-surat berharga
secara logika itu tidak mungkin.
5. Efek musik dangdut untuk bayi
imajinasi mulai liar ketika berandai-andai musik dangdut diperdengarkan untuk
bayi yang berada didalam kandungan maka ketika lahir suara tangisan akan
berubah menjadi eeeeeee aaaaaa sambil memutar ari-arinya.
Gebi menggiring pendengar untuk bermain imajinasi yang sama dengan dirinya,
selain itu banyak pula singkatan-singkatan diplesetkan seperti BNN yang
seharusnya Badan Narkotika Nasional, diubah menjadi Badan Nyawer Nasional

Insan Nur Akbar : Mencintai Indonesia (SUCI 1 Show 6)


Judul cerita yang di bawakan oleh Insan Nur Akbar pada acara stand up comedy 1 show ke6 adalah mencintai Indonesia. Kalimat pembuka yang di lontarkan akbar yaituSaya mau
mengajak kita untuk merenung dan berpikir, saya tidak mengajak anda untuk tertawa...... ,

ini merupakan kalimat penting yang ditekankan akbar ketika awal pembicaraan, untuk
menarik pendengar agar memperhatikan secara seksama kalimat-kalimat yang akan

Akbar:Mencintai Indonesia (SUCI 1 Show 6) sumber: https://www.youtube.com/watch?v=GAgBjreqxxM

diucapkannya. Austin (dalam Fadillah 2015: 35) menyatakan bahwa dalam mengucapkan
sesuatu, orang biasanya berbuat sesuatu yang lain dari hanya menyatakan sesuatu itu.
Dengan kata lain, seseorang tidak hanya berbicara, tetapi juga melakukan apa yang telah
dibicarakan.1
Kita harus prihatin, kekayaan Indonesia ternyata tidak membuat kita kaya. Banyak
fakir miskin dan anak terlantar di Indonesia. Ini mungkin karena apa?, ingat pasal
34 UUD fakir miskin dan dan anak terlantar di pelihara oleh negara. Logikanya
dipelihara itu sukses kalau makin banyak, pelihara ayam dua sukses jadi empat,
pelihara empat sukses jadi delapan. Jadi saya khawatir jika fakir miskin dipelihara
jadi tambah banyak. (Akbar, suci 1 show 6)
Konteks kata dipelihara dalam kalimat fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh
negara adalah menjaga, merawat, melindungi, mendidik sehingga mereka dapat hidup layak
dan mengenyam pendidikan. Akan tetapi, akbar membuat premis dipelihara itu sukses kalau
makin banyak, pelihara ayam dua sukses jadi empat, pelihara empat sukses jadi delapan,
sehingga kata dipelihara dari kalimat tersebut menjadi sebab sebuah perkembangbiakan,
akbar juga memaksa pendengar menggunakan premis yang sama untuk menarik kesimpulan

1 Fadillah, Emy Rizka. 2015. Humor Dalam Wacana Stand-Up Comedy Indonesia
Season 4 Di Kompas Tv. Skripsi Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri
Semarang (diakses di http://lib.unnes.ac.id/20262/1/2111411046-S.pdf, tanggal
19 April 2016)

sesuai dengan logikanya, saya khawatir jika fakir miskin dipelihara jadi tambah banyak.
Selain itu Akbar juga melontarkan sebuah sindiran bagi pemerintah Indonesia, yaitu:
Indonesia telah merdeka,bagi sebagian orang. Karena apa? Ingat kita tentu diajari
pembukaan UUD "Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah
sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan
rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, (Cuma
sampai pintu gerbang lho ya, masih belum masuk, masih antri, hanya sebagian yang
masuk, pejabat masuk rakyat banyak yang belum masuk) yang merdeka, bersatu,
berdaulat, adil dan makmur." (Makmur? Tinggal Emak sama Sumur?)
Sepenggal pembukaan UUD yang berbunyi .......yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur akbar membuat plesetan dari kata makmur yang mempunyai kepanjangan emak
sama sumur. Maksud dari akronim makmur (emak sama sumur) yaitu tentang kemiskinan.
Kalimat penutup akbar berupa sindiran kepada pemerintah awal tadi saya tidak mengajak
anda untuk tertawa, saya mengajak anda merenung dan berfikir. Tapi apabila anda sudah
tertawa saya berharap gantian pemerintah yang merenung dan berfikir.
Insan Nur Akbar membangun sebuah kritikan dan sindiran menggunakan kata-kata plesetan
yang terdapat pada UUD 1945 melalui cerita humor. Wijana dalam kompasiana berpendapat
bahwa, humor ditinjau dari berbagai aspek yaitu psikologis dan linguistik. Berdasarkan
psikologis humor merupakan aktivitas manusia yang muncul akibat adanya tekanan, rasa
marah, sombong, dan depresi. Berdasar segi linguistiknya humor pada dasarnya merupakan
penyimpangan

aspek-aspek

pragmatik

bahasa.

Kaidah-kaidah

dan

asumsi-asumsi

komunikatif yang bersifat konvensional dengan sengaja tidak dipatuhi untuk mengacaukan
harapan lawan bicara atau pembaca. Tidak terwujudnya harapan inilah secara spontan
potensial mengundang senyum dan tawa.2

STAND UP COMEDY SHOW ALA AHOK: PEJABAT


Jadi pejabat gak susah susah banget, syaratnya apa? Gampang. kalau rakyat susah
berobat kasih KJS dari BPJS, susah sekolah kasih KJP, kalau susah dapat jodoh? Itu ada
2 http://www.kompasiana.com/kiftianprazetya/analisis-percakapan-monolog-pada-stand-upcomedy_552ae16e6ea834de1f552cf9

dua kartu, anda boleh pilih. yang pertama KSS kepanjangannya Kamu Salah Sendiri yang
kedua KDL, Kasihan deh Lu.
Kalau kamu ingin jadi pejabat itu, syaratnya gak susah susah banget. Hanya perlu
makan pil, ada obatnya jadi pejabat itu, pilnya agak gede ada tulisannya PPG itu dua arti
juga pertama Pinter-Pinter Goblok dan yang satu lagi Pura-Pura Gila.(Ahok: Stand up
Comedy ShowMetro TV)
Kalimat-kalimat yang di ucapkan Basuki Tjahaya Purnama atau lebih dikenal dengan nama
Ahok banyak mengandung kata yang diplesetkan antara lain :
1. Jika KJS singkatan dari Kartu Jakarta Sehat dan KJP adalah Kartu Jakarta Pintar, Ahok

sumber: https://www.youtube.com/watch?v=-FiSlFDDirE

memberi pula kartu untuk para jomblo (tidak punya pasangan yaitu) KSS, Kamu Salah
Sendiri dan KDL yang mempunyai kepanjangan Kasian Deh lu.
2. PPG memiliki dua arti yaitu Pura-Pura Gila dan Pinter-Pinter Goblok. Plesetan itu
merupakan sindiran untuk oknum-oknum di DPRD tentang dana 6 milyar untuk
pengadaan UPS.

INSAN NUR AKBAR STAND UP COMEDY INDONESIA KOMPAS TV


Berbicara tentang tawuran anak SMA, itu semua salah televisi. Di televisi selalu di
jelaskan dont try this at home. Karena dilarang di rumah maka mereka tawuran dijalan,

kemudian televisi mulai pintar dan diganti menjadi adegan ini jangan ditiru maka karena
tidak boleh ditiru maka buatlah sendiri. (Akbar, Stamd Up Comedy Indoesia Kompas TV)
Penyempitan makna menjadi kunci utama meteri yang disampaikan oleh Akbar. Contohnya
dalam kalimat Berbicara tentang tawuran anak SMA, itu semua salah televisi. Di televisi
selalu di jelaskan dont try this at home. Karena dilarang di rumah maka mereka tawuran

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=7P1WNDQePsc

dijalan, kemudian televisi mulai pintar dan diganti menjadi adegan ini jangan ditiru maka
karena tidak boleh ditiru maka buatlah sendiri. Konteks dari peringatan dont try this at
home yang biasanya digunakan di televisi mempunyai cakupan yang luas, at home dalam
kalimat tersebut berarti dimanapun penonton televisi berada. Akan tetapi, akbar memnggiring
pendengarnya untuk memaknai at home secara eksplisit, dibuktikan dengan kalimat
selajutnya Karena dilarang di rumah maka mereka tawuran dijalan.
Akbar selalu menggunakan kalimat-kalimat sendiran dalam setiap materinya, sindiransindiran tersebut lebih mengarah ke budaya pelesetan.

UUS: UMR STAND UP COMEDY SHOW

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=YIkFahxhfeY

Gue mau bikin buku judulnya Orang Kaya halaman belakangnya ada Kolam Renang gak
kayak penulis biasanya yang hanya kolom komentar. Terus halaman depannya kosong,
maklum parkiran. Karena jadi orang kaya kemudian gue bertoubat dapat hidayah dari Allah
terus bikin buku lagi judulnya syahadat di dalamnya hanya ada dua kalimat.
Pekerjaan ada yang mulia tapi ngrepotin contohnya Batman, dia kaya, rumahnya gede tapi
dia tinggalnya di gua, ngrepotin gak?(Uus, Stand Up Comedy Show )

Kalimat-kalimat tersebut merupakan sepenggal materi yang dibawakan oleh Uus di stand up
comedy show kompas TV. Kalau dilihat dari konteks, uus sedang membahas tentang buku,
tapi diibaratkan sebagai sebuah rumah sesuai dengan kalimat Gue mau bikin buku judulnya
Orang Kaya halaman belakangnya ada Kolam Renang. Jika dilihat dari penyimpangannya
lebih merujuk ke penyimpangan konteks kalimat. Dalam stand up comedy, uus selalu
mempermainkan konteks kalimat dan membuat plesetan dari kalimat-kalimat yang
diucapkannya.

PENYIMPANGAN BAHASA DALAM STAND UP COMEDY INDONESIA

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Retorika dan Ilmu Komunikasi

Oleh:
Noor rohmah Zakiyyah
13010112130084

Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya


Universitas Diponegoro
2016