Anda di halaman 1dari 9

PROFIL PERUSAHAAN

PT. Yakult merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produksi susu
fermentasi. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 2 Februari 1990. Pabrik Yakult mulai
berproduksi pada bulan Januari tahun 1991 dengan menggunakan dana Penanaman Modal Asing
100% dari Yakult Jepang. Awalnya pabrik Yakult berada di Jakarta. Akan tetapi karena jumlah air
bersih semakin sulit di Jakarta maka pabrik ini dipindahkan ke Sukabumi. Lokasi pabrik Yakult
ini berada di Desa Pewawahan Cicurug Sukabumi, Jawa Barat, dengan luas tahan 50.000 m 2 dan
luas bangunan 12.925 m2. Kapasitas produksi PT. Yakult adalah 3.300.000 botol/hari. Kapasitas
produksi yang dilakukan tergantung permintaan pasar.
PT. Yakult memiliki distributor diberbagai daerah, salah satunya adalah di Semarang.
Distributor yakult yang ada di Semarang terletak di Jl Raya Gaharu No 13, Srondol Wetan,
Banyumanik. Distributor yakult Semarang inilah yang menjadi tempat pengamatan tugas
Warehouse Kelompok 7. Distributor Yakult ini senantiasa menjaga kualitas produknya. Hal yang
sangat berperan penting dalam proses menjaga kualitas produk adalah keadaan dan sistem
gudang yang baik.

KARAKTERISTIK GUDANG
Berdasarkan jenisnya gudang ini termasuk gudang perishable. Gudang ini termasuk pada
jenis perishable disebabkan karena produknya merupakan minuman yang memiliki ketahanan
dengan suhu tertentu dan dengan memiliki batas waktu kadaluarsa.
Berdasarkan jenis storage, gudang pada Distributor Yakult Semarang merupakan pallet
storage. Artinya gudang tersebut memiliki pallet yang berguna untuk menjadi alas dalam
meletakkan semua produk Yakult tersebut.

ANALISIS BASIC PROSES


1. Receiving
Receiving (proses penerimaan) terjadi setiap 2 hari sekali. Produk Yakult dikirim dari Pabrik
Yakult di Sukabumi dengan kapasitas pengiriman/2 hari sekali : 300-400 ribu (sesuai
dengan permintaan pasar di daerah Semarang, Kendal, dan sekitarnya). Proses Receiving ini
biasanya dilakukan pada pagi hari, yaitu pada 08.00 WIB.
2. Put Away
Put Away merupakan proses ketika barang yang telah diterima diletakkan sesuai dengan
tempatnya agar memudahkan operator dalam melakukan proses pencarian. Sistem
meletakkan barang pada produk Yakult adalah FIFO (First In First Out). Artinya setiap
barang yang masuk pertama ke dalam gudang, maka barang yang pertama kali masuk itulah
yang akan pertama kali keluar. Cara meletakkan barang tersebut berdasarkan aturan FIFO
yang dilihat dari tanggal pengiriman dan tanggal kadaluarsa dari produk tersebut.
3. Order Picking
Order Picking merupakan proses ketika operator akan melakukan proses persiapan sebelum
produk dikirim ke customer. Salah satu proses dalam order picking adalah pencarian,
pemindahan, dan pembuatan surat jalan. Dalam proses order picking produk Yakult di
Distributor Yakult Semarang, produk tidak membutuhkan proses pencarian, namun produk
yang akan dikirim sudah tersusun/terletak pada baris depan gudang tersebut. Kemudian untuk
proses pemindahan pun, pemindahan dilakukan dengan manual ke dalam truk box ataupun
trolly. Pembuatan surat jalan sesuai dengan bagian administrasi yang menentukan sesuai
dengan jadwal yang telah ada.
4. Shipping
Shipping (proses pengiriman) kepada customer dapat dilakukan dengan 2 cara, yakni: dengan
cara mendistribusikan langsung ke toko-toko maupun supermarket dan menawarkan
langsung kepada customer. Proses shipping ini dilakukan setiap hari.

ANALISIS LAYOUT
Gudang pada Distributor Yakult Seamarang menyimpan produk Yakult dengan kapasitas
300-400 ribu botol Yakult. Gudang ini memiliki luas 48 m2 dan juga memiliki 2 pintu. Kedua
pintu ini dapat digunakan untuk proses receiving maupun proses shipping.

Berikut ini merupakan layout Distributor Yakult Semarang secara keseluruhan:

Pada layout di atas, dapat dilihat bahwa Distributor Yakult Semarang hanya memiliki 1
pintu sebagai pintu masuk dan pintu keluar. Hal ini dapat mengakibatkan adanya back tracking.

ANALISIS CODING/MATERIAL HANDLING


Material Handling merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam proses receiving pada
Distributor Yakult Semarang. Material Handling yang digunakan adalah trolly dan conveyor.
Trolly digunakan untuk memudahkan proses order picking dari dalam gudang ke dalam mobil
box. Sedangkan conveyor pada Distributor Yakult Semarang hanya akan dipakai dan dipasang
ketika ada proses receiving produk dari Pabrik Yakult Sukabumi. Apabila tidak ada proses
receiving produk dari Pabrik Yakult Sukabumi, maka conveyor akan diletakkan di luar gudang
seperti gambar beikut ini:

Tidak ada teknologi yang digunakan atau diterapkan langsung pada Distributor Yakult
Semarang saat operasi pergudangan. Namun, teknologi yang digunakan dan sudah terdapat pada
produk Yakult yakni, barcode. Barcode merupakan kode identifikasi dari setiap produk Yakult
yang akan didstribusikan ke toko-toko maupun supermarket. Barcode ini bertujuan untuk
memudahkan identifikasi sistem saat pembayaran di toko-toko maupun supermarket yang
menjadi tempat retailer untuk produk Yakult.
Tidak adanya teknologi pada opersi pergudangan ini disebabkan perusahaan ini tidak
melakukan pengecekan kembali terhadap barang masuk (saat proses receiving) dan barang keluar
(saat proses shipping). Proses yang dilakukan adalah pengecekan manual oleh operator gudang
yang disebut stockman. Oleh karena itu, pada Distributor Yakult Semarang, proses Warehouse
Management System (WMS) dilakukan secara manual.

ANALISIS KEY PERFORMANCE INDICATOR


1. Receiving
Pengumpulan dan pengecakan data
Yakult yang datang harus dicek data atau dokumennya, dimana jumlah dan
kondisi yakult harus sesuai dengan yang tertera pada dokumen. Tanggal
kadaluarsa merupakan hal terpenting yang harus dicek. Proses pengecekan ini

dilakukan secara manual.


Proses receiving dilakukan max 1 hari
Hal ini dikarenakan Yakult merupakan minuman fermentasi yang harus disimpan

dalam suhu tertentu agar kualitasnya tetap terjaga.


2. Put Away
Proses peletakan barang dengan sistem FIFO
3. Order Picking

4. Shipping

ANALISIS KEKURANGAN
1. Tidak menggunakan sistem terkomputerisasi pada operasi pergudangan. Hal ini
mengakibatkan ketika terjadi penerimaan barang dari pabrik Yakult di Sukabumi, pekerja di
Sidtributor Yakult Semarang harus dilakukan pengecekan jumlah secara manual.
Solusi: menggunakan sistem terkomputerisasi, dengan menerapkan barcode pada seluruh
produk Yakult agar barang yang diterima dari Pabrik dan barang yang akan keluar dari
gudang tercatat secara komputerisasi. Sehingga, barcode yang ada tidak hanya digunakan
untuk memproses produk Yakult ketika proses pembayaran di supermarket atau retailer saja.
Namun juga untuk memudahkan proses pergudangan.
2. Letak warehouse yang kurang strategis sehingga mengakibatkan backtracking ketika ingin
melakukan proses pergudangan (seperti recieving dan shipping).
Solusi: diperlukan adanya perubahan layout pada Distributor Yakult Semarang. Perubahan
dilakukan dengan memisahkan pintu masuk dan pintu keluar yang ada agar tidak terjadi back
tracking, serta mengubah letak pintu keluar pada gudang. Perubahan Layoutnya adalah
sebagai berikut:

3. Material handling (conveyor) yang digunakan dibiarkan tergeletak di luar gedung yang
mungkin mengakibatkan terjadinya kerusakan pada conveyor tersebut selain itu proses
setting ketika ingin menggunakannya akan menjadi lebih lama karena letaknya yang tidak
dekat dengan gudang.
Solusi: meletakkan conveyor pada pintu gudang agar memudahkan proses loading saat
recieving maupun shipping serta mengurangi kemungkinan berkaratnya conveyor karena
terkena terik matahari akibat diletakkan di luar gedung.