Anda di halaman 1dari 1

NOTULEN RAPAT

PENYUSUNAN INDIKATOR MUTU KLINIS


DAN PRILAKU PEMBERI LAYANAN MUTU KLINIS
PUSKESMAS II DENBAR
Tanggal 2 Maret 2016

Pimpinan rapat : dr. Lanawati

Sebagai Manajemen mutu klinis penanggungjawabnya drg. Ardani dalam pedoman

akreditasi berhubungan dengan BAB IX


Mutu di layanan klinis erat kaitannya dengan penetapan indikator layanan klinis dan

kesehatan pasien.
Penanggungjawab UKP juga merupakan penanggungjawab layangan klinis.
Manajemen risiko ditetapkan setiap tahun. Tahun ini diambil dari bagian apotek dengan
menggunakan FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). Setiap tahun hanya dipilih satu

manajemen risiko.
Untuk mengukur perilaku pemberi layanan klinis, indikatornya diambil dari kepuasan pasien

yang biasanya diukur dengan menggunakan kartu yang sudah ada di masing-masing poli.
Indikator Mutu Klinis memiliki model yang sama dengan sasaran mutu yang digunakan saat

ISO.
Penetapan indikator mutu klinis boleh disamakan dengan sasaran mutu saat ISO atau

membuat indikator mutu klinis yang baru.


Indikator mutu klinis tidak harus diganti walaupun yang lama sudah mencapai target.

KESIMPULAN
Hasil kesimpulan rapat : sasaran mutu saat ISO masih digunakan sampai akhir Juli dengan
menambahkan analisa di bawah lembaran monitoring evaluasi.

Anda mungkin juga menyukai