Anda di halaman 1dari 3

DIARE

SPO
Puskesmas
Jalan Kutai

1. Pengertian

2. Tujuan
3. Kebijakan
4. Referensi
5. Prosedur/Langkah-

langkah

No Dokumen :
No Revisi :
Tanggal Terbit :
Halaman :
Dr. Tri Retno
Wulandari
NIP :
19780805200801201
50

Gastritis adalah nyeri epigastrium yang hilang


timbul/menetap
dapat
disertai
dengan
mual/muntah.
Untuk memberikan tata laksana yang tepat pada pasien
gastritis
Penatalaksanaan pasien gastritis di BP Umum dengan
menggunakan SPO ini
Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2011, Kapita
Selekta Kedokteran Jilid I, hal 492-493, 2001
1. Perawat memanggil pasien sesuai nomor urut,
2. Perawat mencocokkan identitas pasien dengan Rekam
Medis, jika ada ketidaksesuaian data petugas
mengkonfirmasikan dengan sub unit pendaftaran,
3. Perawat melakukan pemeriksaan Tanda Vital,
4. Perawat mencatat hasil pemeriksaan Tanda vital di
form Rekam Medis,
5. Perawat melaporkan hasil pemeriksaan tanda vital
kepada Dokter Pemeriksa,
6. Perawat menyerahkan form Rekam Medik kepada
Dokter Pemeriksa,
7. Dokter melakukan anamnesa :
a. Dokter menayakan keluhan utama pasien,
b. Dokter menanyakan apakah pasien merasakan
nyeri/perih/tidak enak pada ulu hati,
c. Dokter menanyakan apakah pasien mengalami
mual/muntah,
d. Dokter menanyakan apakah pasien merasakan
perut kembung,
e. Dokter menanyakan apakah pasien mengalami
muntah darah atau buang air besar darah,
f. Dokter menanyakan riwayat penyakit terdahulu
pasien,

8. Dokter mencatat hasil anamnesa di form Rekam


Medis,
9. Dokter melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien,
10. Apabila pemeriksaan fisik pada perut (Abdomen)
didapatkan :
a. Perkusi : Hipertimpani
b. Palpasi : Nyeri Tekan Epigastrium, Nyeri Tekan
perut kiri atas,
Maka hasil diagnosa adalah Gastritis,
11. Dokter mencatat hasil pemeriksaan fisik di form
Rekam Medis,
12. Dokter menentukan terapi Gastritis :

6. Unit Terkait

a. Antasid 3 x 1 tablet dikunyah 30 menit sebelum


makan,
b. Bila muntah sampai mengganggu dapat diberikan
tablet metoklopramid 10 mg, 1 jam sebelum makan
(dewasa) atau domperidon (anak).
c. Bila nyeri hebat dapat dikombinasikan dengan
ranitidin 150 mg 2x sehari
13. Dokter menulis terapi Gastrtis di blangko resep,
14. Dokter menyerahkan blangko resep kepada pasien,
15. Dokter mencatat terapi Gastritis di form Rekam
Medik
16. Dokter memberikan nasehat :
a. Makan teratur, menghindari makanan dan minuman
yang merangsang (sambal, cuka, nanas, kopi, teh
kental, minuman mengandung alkohol)
b. Makan dengan porsi kecil dan sering
c. Hindari obat-obatan tertentu, misal : aspirin,
AINS
17. Apabila Pasien dengan tanda pendarahan seperti
hematemesis atau melena perlu segera dirujuk ke rumah
sakit,
18. Dokter meyerahkan form Rekam Medis kepada
Perawat utuk dicatat di buku Regiter pasien,
Perawat mencatat diagnosa dan terapi di buku register
pasien.
Ruang BP Dewasa