Anda di halaman 1dari 29

RADIOISOTOP

oleh :
Elisabeth Lusitania P.
M. Areva Prastama
Nur Ghaffar
Sarah Maulina
XII-5 | Kelompok 5
SMK-SMAK BOGOR

KATA PENGANTAR
Segala puji tuhan Yang Maha Esa. Yang telah memberikan kami
kesempatan agar kami dapat menyelesaikan makalah Fisika ini dengan
baik. Makalah ini kami buat untuk menyelesaikan ujian Praktik Fisika
mengenai RADIOISOTOP.
Makalah ini meliputi pembahasan tentang RADIOISOTOP, meliputi
pengertian, jenis-jenis, aplikasi, dan lain sebagainya.
Setelah membaca makalah ini, diharapkan agar pembaca dapat
mengerti, memahami, serta menguasai semua materi yang dibahas di
dalam makalah ini.

Bogor, Maret 2016

Penyusun

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 1


DAFTAR ISI ......................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 3
A.

Latar Belakang ......................................................................................... 3

B.

Rumusan Masalah ................................................................................... 4

C.

Tujuan ...................................................................................................... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................... 5


A.

Pengertian Radioisotop ............................................................................ 5

B.

Sifat-sifat Radioisotop............................................................................... 5

C.

Kegunaan Radioisotop dalam Bidang Industri .......................................... 7

D.

Aplikasi Teknik Nuklir dalam Industri ...................................................... 12

E.

Soal dan Pembahasan Radioisotop........................................................ 19

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 28

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita telah mengetahui bahwa atom terdiri atas inti atom dan elektronelektron yang beredar mengitarinya. Reaksi kimia biasa (seperti reaksi
pembakaran dan penggaraman), hanya menyangkut perubahan pada kulit
atom, terutama elektron pada kulit terluar, sedangkan inti atom tidak
berubah. Reaksi yang menyangkut perubahan pada inti disebut reaksi inti
atau reaksi nuklir (nukleus=inti).Reaksi nuklir ada yang terjadi secara
spontan ataupun buatan. Reaksi nuklir spontan terjadi pada inti-inti atom
yang tidak stabil. Zat yang mengandung inti tidak stabil ini disebut zat
radioaktif
.Adapun reaksi nuklir tidak spontan dapat terjadi pada inti yang stabil
maupun, inti yang tidak stabil. Reaksi nuklir disertai perubahan energi
berupa radiasi dan kalor. Berbagai jenis reaksi nuklir disertai pembebasan
kalor yang sangat dahsyat, lebih besar dan reaksi kimia biasa.Ternyata,
banyak unsur yang secara alami bersifat radioaktif. Semua isotop yang
bernomor atom di atas 83 bersifat radioaktif. Unsur yang bernomor atom 83
atau kurang mempunyai isotop yang stabil kecuali teknesium dan
promesium. Isotop yang bersifat radioaktif disebut isotop radioaktif atau
radioisotop, sedangkan isotop yang tidak radiaktif disebut isotop stabil.
Dewasa ini, radioisotop dapat juga dibuat dari isotop stabil. Jadi di samping
radioisotop alami juga ada radioisotop buatan. Penggunaan teknik
radioisotop dewasa ini telah meluas dalam berbagai bidang, seperti : bidang
kedokteran, bidang peternakan dan pertanian, bidang industri baja, bidang
industri makanan, bidang hidrologi dan bidang sedimentologi. Aplikasi
tersebut ditujukan untuk kesejahteraan manusia di berbagai bidang.
Radioisotop yang sering digunakan dalam berbagai bidang kebutuhan
manusia seperti bidang kesehatan, pertanian, hidrologi dan industri, pada
umumnya tidak terdapat di alam karena kebanyakan umur paruhnya relatif
pendek. Radioisotop dibuat di dalam suatu reaktor nuklir yang mempunyai
kerapatan (fluks) neutron tinggi dengan mereaksikanantara inti atom

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

tertentu dengan neutron. Selain itu, radioisotop dapat juga diproduksi


menggunakan akselerator melalui proses reaksi antara inti atom tertentu
dengan suatu partikel, misalnya alpha, neutron, proton atau partikel lainnya.

B. Rumusan Masalah
1.

Apakah yang dimaksud dengan radioisotop?

2.

Apakah sifat-sifat radioisotop?

3.

Apakah jenis-jenis dari radioisotop?

4.

Apakah kegunaan radioisotop dalam bidang lainnya?

C. Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui sifat dan jenis
radioisotop.

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Radioisotop
Radioisotop adalah isotop

dari zat radioaktif, dibuat dengan

menggunakan reaksi inti dengan netron. Isotop suatu unsur, baik yang
stabil maupun radioaktif memiliki sifat kimia yang sama. Radioisotop dapat
digunakan sebagai perunut (untuk mengikuti unsur dalam suatu proses
yang menyangkut senyawa atau sekelompok senyawa) dan sebagai
sumber radiasi/sumber sinar. Penggunaan radioisotop sebagai perunut
didasarkan pada ikatan bahwa isotop radioaktif mempunyai sifat kimia yang
sama dengan isotop stabil. Radoisotop ditambahkan ke dalam suatu sistem
untuk mempelajari sistem itu, baik sistem fisika, kimia maupun sistem
biologi. Oleh karena radioisotop mempunyai sifat kimia yang sama seperti
isotop stabilnya, maka radioisotop dapat digunakan untuk menandai suatu
senyawa sehingga perpindahan perubahan senyawa itu dapat dipantau.
Sedangkan penggunaan radioisotop sebagai sumber radiasi didasarkan
pada kenyataan bahwa radiasi yang dihasilkan zat radioaktif dapat
mempengaruhi materi maupun makhluk. Radiasi dapat digunakan untuk
memberi efek fisis, efek kimia, maupun efek biologi.

B. Sifat-sifat Radioisotop
Peran radioisotop sebagai pencari jejak tidak terlepas dari sifat-sifat
khas yang dimilikinya.
1. Radioisotop memancarkan radiasi manapun dia berada dan mudah
dideteksi. Radioisotop ibarat lampu yang tidak pernah padam
senantiasa memancarkan cahayanya Radioisotop dalam jumlah sedikit
sekali pun dapat dengan mudah diketahui keberadaannya. Dengan
teknologi pendeteksian radiasi saat ini, radioisotop dalam kisaran
pikogram (satu per satu trilyun gram) pun dapat dikenali dengan mudah.
Sebagai ilustrasi, jika radioisotop dalam bentuk carrier free (murni tidak

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

mengandung isotop lain) sebanyak 0,1 gram saja dibagi rata ke seluruh
penduduk bumi yang jumlahnya lebih dari 5 milyar, jumlah yang
diterima oleh masing-masing orang dapat diukur secara tepat.
2. Laju peluruhan tiap satuan waktu (radioaktivitas) hanya merupakan
fungsi jumlah atom radioisotop yang ada, tidak dipengaruhi oleh kondisi
lingkungan baik temperatur, tekanan, pH dan sebagainya. Penurunan
radioaktivitas ditentukan oleh waktu paro, waktu yang diperlukan agar
intensitas radiasi menjadi setengahnya. Waktu paro ini merupakan
bilangan khas untuk tiap-tiap radioisotop. Misalnya karbon-14 memiliki
waktu paro 5.730 tahun, sehingga radioaktivitasnya berkurang menjadi
separonya setelah 5.730 tahun berlalu. Seluruh radioisotop yang telah
berhasil ditemukan telah diketahui pula waktu paronya. Waktu paro
radioisotop bervariasi dari kisaran milidetik sampai ribuan tahun. Waktu
paro ini merupakan faktor penting dalam pemilihan jenis radioisotop
yang tepat untuk keperluan tertentu.
3. Intensitas radiasi ini tidak bergantung pada bentuk kimia atau senyawa
yang disusunnya. Hal ini dikarenakan pada reaksi kimia atau ikatan
kimia yang berperan adalah elektron, utamanya elektron pada kulit
atom terluar, sedangkan peluruhan radioisotop merupakan hasil dari
perubahan pada inti atom.
4. Radioisotop memiliki konfigurasi elektron yang sama dengan isotop lain
sehingga sifat kimia yang dimiliki radioisotop sama dengan isotopisotop lain dari unsur yang sama. Radioisotop karbon-14, misalnya,
memiliki karakteristik kimia yang sama dengan karbon-12.
5. Radiasi yang dipancarkan, utamanya radiasi gamma, memiliki daya
tembus yang besar. Lempenganlogam setebal beberapa sentimeter
pun dapat ditembus oleh radiasi gamma, utamanya gamma dengan
energitinggi. Sifat ini mempermudah dalam pendeteksian.

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

C. Kegunaan Radioisotop dalam Bidang Industri


1. Pemeriksaan tanpa merusak.
Pemeriksaan tak merusak dalam menentukan kualitas suatu
sistem dapat dilakukan baik dengan metode teknik nuklir maupun
non-nuklir. Radiasi berdaya tembus tinggi dapat dipakai untuk
melakukan pemeriksaan bahan tanpa merusak bahan yang
diperiksa (non destructive testing). Teknik pemeriksaan dengan
radiasi ini disebut juga radiografi industri. Uji tak merusak ini
biasanya memanfaatkan radiasi jenis foton berdaya tembustinggi,
baik berupa sinar gamma yang dipancarkan oleh radioisotop
maupun sinar-X darisuatu pesawat. Sifat dari radiasi itu sendiri
adalah sebagian diserap dan sebagianditeruskan oleh bahan yang
diperiksa. Oleh sebab itu, radiasi akan mengalami pelemahan di
dalam bahan. Tingkat pelemahannya bergantung pada tebal bagian
bahan yang menyerap radiasi.Prinsip dasar dalam uji tak merusak
ini adalah bahwa radiasi akan menembus benda yang diperiksa,
namun karena adanya cacat dalam bahan maka banyaknya
radiasiyang diserap oleh bagian-bagian pada bahan tidak sama.
Dengan memanfaatkan sifat interaksi antara radiasi foton dengan
bahan seperti ini, maka radiasi dapat dimanfaatka nuntuk
memeriksa cacat yang ada di dalam bahan. Rongga maupun retak
sekecil apapun dapat dideteksi dengan teknik radiografi ini. Apabila
radiasi yang diteruskan dan keluar dari bahan ditangkap oleh film
fotografi yang dipasang di belakang bahan tersebut, maka
perbedaan intensitas radiasi akan menimbulkan kehitaman yang
berbeda pada film, sehingga cacat dalam bahan yang diperiksa
akan tergambar pada film. Dengan teknik ini dapat diketahui mutu
sambungan las, kualitas logam cor dan juga keadaan dalam diri
suatu sistem. Untuk mendapatkan ketelitian pemeriksaan yang lebih
tinggi, maka teknik radiografi dapat dikombinasikan dengan teknik
pemeriksaan lainnya karena tiap cacat pada benda menimbulkan
gambar yang berlainan. Maka untuk membaca gambar pada film

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

diperlukan

pengalaman

dan

keahliantersendiri,

sehingga

kemungkinan terjadinya salah interpretasi dapat dihindari atau


dikurangi.

Gambar 1. Gambar contoh pengujian pada pipa

2. Untuk menentukan kehausan atau keroposan yang terjadi


pada bagian pengelasan atau logam.
Radioisotop digunakan untuk mendeteksi kebocoran pipa
yang ditanam di dalam tanah atau dalam beton dengan
memasukannya ke dalam aliran pipa yang diperkirakan terjadi
kebocoran pipa di dalamnya sehingga kebocoran dapat dideteksi
tanpa penggalian tanah atau pembongkaran beton. Radiasi sinar
gamma dapat digunakan untuk memeriksa cacat pada logam atau
sambungan las, yaitu dengan meronsen bahan tersebut. Teknik ini
berdasarkan sifat bahwa semakin tebal bahan yang dilalui radiasi,
maka intensitas radiasi yang diteruskan makin berkurang, jadi dari
gambar yang dibuat dapat terlihat apakah logam merata atau ada
bagian-bagian yang berongga di dalamnya. Pada bagian yang
berongga itu film akan lebih hitam. Jika bagian pengelasan atau
logam ini disinari dengan sinar gamma dan dibalik

bahan itu

diletakkan film foto maka pada bagian yang terdapat kehausan atau
kekeroposan akan memberikan gambar yang tidak merata.
RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

3. Untuk mengetahui adanya cacat pada material.


Pada bidang industri aplikasi baja perlu dianggap bahwa
semua bahan selalu mengandung cacat. Cacat dapat berupa cacat
bawaan dan cacat yang terjadi akibat penanganan yang tidak benar.
Cacat pada material merupakan sumber kegagalan dalam industri
baja. Penyebab timbulnya cacat pada material meliputi desain yang
tidak tepat, proses fabrikasi dan pengaruh lingkungan. Desain yang
tidak tepat meliputi pemilihan bahan, metode pengerjaan, panas
yang tidak tepat dan tidak dilakukannya uji mekanik. Proses
fabrikasi meliputi keretakan karena penggerindaan, cacat proses
fabrikasi dan cacat pengelasan. Kondisi operasi lingkungan meliputi
korosi. Untuk mengetahui adanya cacat pada material maka
digunakan suatu pengujian material tak merusak yang salah
satunya adalah dengan metode radiografi sinar gamma. Teknik
radiografi merupakan salah satu metode pengujian material takmerusak yang selama ini sering digunakan oleh industri baja untuk
menentukan jaminan kualitas dari produk yang dihasilkan. Teknik ini
adalah pemeriksaan dengan menggunakan sumber radiasi (sinar-x
atau sinar gamma) sebagai media pemeriksa dan film sebagai
perekam gambar yang dihasilkan. Radiasi melewati benda uji dan
terjadi atenuasi dalam benda uji. Sinar yang akan diatenuasi
tersebut akan direkam oleh film yang diletakkan pada bagian
belakang dari benda uji. Setelah film tersebut diproses dalam kamar
gelap maka film tersebut dapat dievaluasi. Bila terdapat cacat pada
benda uji maka akan diamati pada film radiografi dengan melihat
perbedaan kehitaman atau densitas. Pemilihan sumber radiasi
berdasarkan pada ketebalan benda yang diperlukan karena daya
tembus sinar gamma terhadap material berbeda. Pada sumber
pemancar sinar gamma tergantung besar aktivitas sumber.
Sedangkan pemilihan tipe film sangat mempengaruhi pemeriksaan
kualitas material. Film digunakan untuk merekam gambar material
yang diperiksa. Pemilihan tipe film yang benar akan menghasilkan

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

kualitas hasil radiografi yang sangat baik. Pada umumnya kita


mengenal dua macam jenis film, yaitu film cepat dan film lambat.
Pada film cepat butir-butirannya besar, kekontrasan dan definisinya
kurang baik. Sedangkan pada film lambat butir-butirannya kecil,
kekontrasan dan definisinya lebih baik. Penentuan jarak sumber ke
film (SFD) juga mempengaruhi hasil kualitas film radiografi.
Penghitungan SFD yang tidak benar mempengaruhi tingkat
kehitaman atau density hasil film radiografi sehingga akan
mempengaruhi tingkat sensitivitas atau tingkat ketelitian.
4. Digunakan

dalam

pengujian

kualitas

las

pada

waktu

pemasangan pipa minyak/gas serta instalasi kilang minyak.


Teknik radiografi merupakan teknik yang sering dipakai
terutama pada tahap-tahap konstruksi. Pada sektor industri minyak
bumi, teknik ini digunakan dalam pengujian kualitas las pada waktu
pemasangan pipa minyak/gas serta instalasi kilang minyak. Selain
bagian-bagian konstruksi besi yang dianggap kritis, teknik ini
digunakan juga pada uji kualitas las dari ketel uap tekanan tinggi
serta uji terhadap kekerasan dan keretakan pada konstruksi beton.
Radioisotop yang sering digunakan adalah kobal-60 (60Co). Dalam
bidang industri, radioisotop digunakan juga sebagai perunut
misalnya untuk menguji kebocoran cairan/gas dalam pipa serta
membersihkan pipa, yang dapat dilakukan dengan menggunakan
radioisotop

iodoum-131

dalam

bentuk

senyawa

CH3131l.

Radioisotop seng-65 (65Zn) dan fosfor-32 (32P) merupakan perunut


yang sering digunakan dalam penentuan efisiensi proses industri,
yang meliputi pengujian homogenitas pencampuran serta residence
time distribution (RTD). Sedangkan untuk kalibrasi alat misalnya
flow meter, menentukan volume bejana tak beraturan serta
pengukuran tebal material, rapat jenis dan penangkal petir dapat
digunakan radioisotop kobal-60, amerisium-241 (241Am) dan
cesium-137 (137Cs). Kebocoran dan dinamika fluida di dalam pipa
pengiriman gas maupun cairan dapat dideteksi menggunakan

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

10

radioisotop. Zat yang sama atau memiliki sifat yang sama denganzat
yang dikirim diikutsertakan dalam pengiriman setelah ditandai
dengan

radioisotop.

Keberadaan

radioisotop

di

luar

jalur

menunjukkan terjadinya kebocoran. Keberadaan radioisotop ini


dapat dicari jejaknya sambil bergerak dengan cepat, sehingga pipa
transmisi minyak atau gas bumi dengan panjang ratusan bahkan
ribuan km dapat dideteksi kebocorannya dalam waktu relatif singkat.
Radioisotop dapat digunakan pula untuk menguji kebocoran tangki
penyimpanan ataupun tangki reaksi. Pada pengujian ini biasanya
digunakan radioisotop dari jenis gas mulia yang inert (sulit bereaksi).
5. Mengontrol ketebalan bahan.
Ketebalan produk yang berupa lembaran, seperti kertas film
atau lempeng logam dapat dikontrol dengan radiasi. Prinsipnya
sama seperti diatas, bahwa intensitas radiasi yang diteruskan
bergantung pada ketebalan bahan yang dilalui. Detektor radiasi
dihubungkan dengan alat penekan. Jika lembaran menjadi lebih
tebal, maka intensitas radiasi yang diterima detektor akan berkurang
dan mekanisme alat akan mengatur penekanan lebih kuat sehingga
ketebalan dapat dipertahankan.
6. Pengawetan bahan.
Radiasi juga telah banyak digunakan untuk mengawetkan
bahan seperti kayu, barang-barang seni dan lainlain. Radiasi juga
dapat meningkatkan mutu tekstil karena mengubah struktur serat
sehingga lebih kuat atau lebih baik mutu penyerapan warnanya.
Berbagai jenis makanan juga dapat diawetkan dengan dosis yang
aman sehingga dapat disimpan lebih lama.

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

11

D. Aplikasi Teknik Nuklir dalam Industri


Dalam bidang industri, aplikasi teknik-teknik yang dapat digunakan
yaitu :
1. Teknik radiografi.
Aplikasi teknologi nuklir dalam bidang industry radiografi
sebenarnya hamper mirip dengan pemakaian pesawat sinar-X
pada bidang kedokteran, yaitu untuk melihat keadaan dalam
tubuh manusia dengan cara difoto dengan sinar-x. Sedangkan
dalam teknik radiografi yang difoto adalah benda atau obyek yang
akan dilihat keadaan bagian dalamnya. Sumber radiasi dalam
teknik radiografi pada umumny adalah:
a. Sumber Radiasi Sinar-X
Sinar-X atau yang lebih dikenal dengan sinar Rontgen
adalah delombang elektromagneti yang berasal dari kulit
electron. Sumber sinar-X berasal dari mesin pembangkit sinarX yang energy dan intensitasnya dapat diatur sesuai keperluan.
Mesin pembangkit sinar-X ada 2 macam, yaitu:
1) Tabung sinar-X berkatoda dingin ( gas).
2) Tabung sinar-X berkatoda panas ( vakum).
b. Sumber Radiasi Sinar Gamma
Dalam bidang teknik radiografi, radiasi banyak digunakan
karena daya tembusnya sangat kuat dan radioisotopnya
relative mudah dibuat dan umur paroya relative cukup panjang,
sehingga bias dipakai dalam waktu yang cukup lama. Beberapa
sumber radiasi sinar gamma yang banyak digunakan dalam
radiografi adalah sebagai berikut:

c. Sumber Radiasi Neutron.


Sumber radiasi neutron seringkali juga digunakan dalam
teknik radiografi, karena daya tembusnya kuat. Pemakaian

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

12

sumber

radiasi neutron perlu kehati-hatian karena neutron

walaupun tak bermuatan tetapi neutron punya massa yang


berdampak pada obyek benda yang akan diperiksa dengan
teknik radiografi. Sumber radiasi neutron ada tiga macam,
yaitu:
1)

Reaktor nuklir

2)

Akselerator

3) Radioisotope yang dapat bereaksi menghasilkan neutron.


Prinsip cara kerja teknik radiografi adalah radiasi yang
dating dari arah sumber radiasi diarahkan ke obyek yang akan
diperiksa dan dibalik obyek sudah diletakkan film yang akan
merekam hasil pemotretan radiografi. Setelah melalui proses
pencucian film, keadaan dalam obyek tersebut dapat dilihat.
Kelebihan teknik radiografi sebagai salah satu manfaat
radioisotop dalam bidang industry, yaitu:
1) Peralatan mudah dibawa ke lapangan.
2) Pengoperasian tanpa menggunakan listrik.
3) Biaya perawatan alat-alat rendah, terlebih lagi bila sumber
radiasi yang digunakan berumur paro panjang.
4) Modal awal untuk pembelian peralatan relatif rendah.
2. Teknik gauging.
Teknik

Gauging

adalah

teknik

pengukuran

dengan

menggunakan radioisotop dan teknik pengukuran ini ada beberapa


macam, yaitu

thickness gauging, level gauging, dan density

gauging. Cara kerja teknik pengukuran ini berdasarkan :


a. Cara Transmisi.
Teknik pengukuran dengan cara transmisi adalah dengan
memanfaatkan sifat atenuasi atau peneyerapan zarah radiasi
oleh suatu bahan. Perbedaan intensitas radiasi sebelum
melewati suatu bahan dan sesudah melewati suatu bahan

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

13

digunakan untuk mengukur bahan tersebut. Jadi cara


transmisi adalah sebagai berikut:

I=Ioe-X
Io

= Intensitas radiasi sebelum melewati bahan.

= Intensitas radiasi setelah melewati bahan.

= Koefisien atenuasi bahan.

= Tebal bahan.

b. Cara Back Scaterring.


Cara Back Scaterring atau hamburan balik banyak
digunakan dalam industry karena dapat di singkat. Cara pakai
seara luas di berbagai bidang kegiatan dan hasilnya dapat
diperoleh dalam waktu singkat. Cara hamburan balik ini, sering
juga disebut dengan uji tak merusak, karena radiasi yang
datang tidak bereaksi dengan bahan yang diamati, tetapi hanya
sekedar memanfaatkan pantulan radiasi atau hamburan balik
dari radiasi yang mengenai bahan.
Cara hamburan balik yang pada umunya digunakan adalah
sesuai dengan sumber radiasi yang digunakan yaitu:
1) Cara hamburan balik radiasi neutron.
2) Cara hamburan balik radiasi fluorescensi sinar-X ( XRF).
3) Cara hamburan balik radiasi sinar-X dan radiasi Gamma.
4) Cara hamburan balik radiasi Beta.
Analisis bahan dengan cara tak merusak yang banyak
dijumpai dalam bidang industry dan hasilnya dapat diperoleh
dalam waktu singkat adalah teknik fluorescensi sinar-X( XRF),
karena peralatannya mudah dibawa ke lapangan dan hasilnya
segera diketahui.
3. Teknik perunut atau teknik tracing.
Teknik perunut atau teknik tracing adalah satu cara yang paling
efektif untuk merunut suatu proses indistri. Sebelum teknik perunut

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

14

dengan zat radioaktif dikenal orang, cara merunut sebenarnya


sudah sebenarnya sudah lama dikenal dalam proses industry, yaitu
dengan cara konvensional memakai zat kimia berwarna atau gugus
molekul ( senyawa) yang digabungkan dengan secara paksa pada
molekul ( senyawa) yang akan dirunut. Cara konvensional ini pada
saat ini sudah tidak dipakai lagi, karena ada kekurangannya, antara
lain:

Senyawa perunut (zat kimia) yang digabungkan secara paksa


pada senyawa yang alan dirunut seringkali tidak selalu satu alur
ata sukar bergabubg dengan senyawa yang dirunut, sehingga
seringkali menyulitkan dalam mengikuti dan menganalisisnya.

Senyawa perunut (zat kimia) yang ditamahkan kedalam


senyawa yang kan dirunut, karena sukar bergabung, maka
jumlahnya harus relative banyak, sehingga kemungkinan
pengaruhnya

terhadap

senyawa

yang

dirunut

harus

diperhatikan.

Pemakaian radioisotop dalam teknik perunut atau teknik tracing


berkembang

pesat

karena

memilki

beberapa

keunggulan.

Keunggulan radioisotope tersebut diantaranya:


1. Radioisotop yang digunakan dapat dipilih yang mempunyai
waktu paro panjang sehingga tidak mempengaruhi analisis
selama proses berlangsung.
2. Radioisotop walaupun dalam jumlah sedikit, dapat dideteksi
dengan detector nuklir yang sangat peka.
3. Radioisotop yang digunakan bisa dari senyawa yang sama
dengan senyawa yang akan dirunut sehingga sepenuhnya bias
menyatu dengan senyawa yang dirunut

selama proses

berlagsung.
4. Radiasi radioisotop dapat menembus bahan dan wadahnya
sehingga selama proses berlangsungnya dapat diikuti dari luar
tanpa menghentikan prosesnya.

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

15

Dalam bidang industri perunut radioaktif sering digunakan


untuk mempelajari dinamika suatu system dari bahan-bahan
seperti cairan, gas, tepug, adonan yang terjadi pada proses industri.
Sebagai contoh pemakaian teknik perunut dalam bidang industri
adalah :
1. Penelitian proses pencampuran.
2. Gerakan suatu materi ( komponen) dalam suatu laju aliran.
3. Waktu tinggal ( residence time).
4. Proses terjadinya pengaratan (korosi).
5. Perilaku suatu komponen dalam proses industri.

Tabel 1. Beberapa radioisotope yang digunakan dalam teknik perunut.

No

Radioisotop
H3

Waktu

12,3 th

Radiasi

Beta

Energi

Bentuk

(KeV)

senyawa

19

H2O atau

Sistem
penggunaan
-nya
Uap atau air

H2
2

C14

5730 th

Beta

155

Senyawa

Biosistem

organik
3

Na24

15,02 j

Gamma

1370

Na2CO3

2755
4

S36
Ar41

87,2 h

1,83 j

Beta

Gamma

167

1294

Padatan /
cairan.

S atau

Gas dan

SO4

uap.

Gas

Padatan /
cairan.

Ca45

165h

Beta

254

CaCO3

Padatan /
cairan.

Se46

83, 8 h

Gamma

320
889

Se2O3

Padatan /
cairan.

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

16

Ga68

68 d

Gamma

510

Ga dalam

Caiaran

1080

larutan

atau organik

Gacow

10

11

12

13

As76
Br68

Kr85
Xe133
La140

26,5 j

35,4 j

10,7 th

5,25 th

40,2 j

Gamma

Gamma

560

As2O3ata

Cairan atau

2080

u AsH3

gas

550

NH4Br

Caiaran

1480

atau

atau

C2H4Br2

organic.

Gas

Gas atau

Beta

840

Gamma

510

Beta

346

Gamma

81

Gamma

487

La2O3,

Caiaran

1597

LaCl3,

atau

La(NO)3

padatan
Cairan

uap.
Gas

Gas atau
uap

14

Au198

2,7 th

Gamma

412

Au

15

Hg203

46,7 h

Gamma

279

Hg

4. Teknik analisis aktivasi neutron.


Teknik analisis aktivasi neutron adalah suatu cara analisis
unsure yang didasarkan pada pengukuran radioaktivitas imbas bila
suatu cuplikan (bahan, sampel) diiradiasi dengan neutron. Hampir
semua dapat menjadi unsur radioaktif bila bereaksi dengan
neutron.
Cara kerja dari teknik

analisis aktivasi neutron adalah

memanfaatkan radiasi neutron yang mengubah unsur yang semula


tidak aktif menjadi unsure radioaktif. Reaksi yang terjadi pada
umunya adalah reaksi (n, ), akan tetapi bias juga terjadi reaksi (n,
), (n,p),( n, 2n) walaupun kebolehjadiannya sangat kecil. Unsure
radioaktif ini kemudian dideteksi untuk mengetahui energy
radiasinya dan waktu paronya. Apabila energy radiasi dan waku

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

17

paro diketahui maka unsurnya (unsure radioaktif) dapat diketahui.


Sedangkan untuk mengetahui unsure aslinya(sebelum menjadi
radioaktif), nomor massa unsur radioaktif dikurangi dengan nomor
massa neutron. Jadilah nomor massa unsure yang dicari, sesuai
dengan radiasi berikut:

Langkah-lanhgkah yang ditempuh dalam melakukan teknik


analisi aktivasi neutron, sebagai berikut:
a. Penyiapan Sampel
Ada

beberapa

hal

yang

perlu

diperhatikan

dalam

penyipapan sampel dengan teknik pengaktisan neutron, yaitu:


1) Bila sampel berupa padatan, maka sampel harus dibuat
sehomogen

mungkin

dengan

cara

penggerusan,

pengayakan, dan pengeringan. Keadaan sampel dan


standar harus sama.
2) Sampel dan standar diusahakan mempunyai wadah,
bentuk senyawa kimia, dan letak geometri yang sama.
3) Sampel harus dijaga agar tidak sampai menimbulkam
kontaminsai ke lingkungan, detector dan peralatan lainnya.
b. Irradiasi Sampel
Ada

beberapa

hal

yang

perlu

diperhatikan

dalam

penyipapan sampel dengan teknik pengaktisan neutron, yaitu:


1) Fasilitas Irradiasi.
2) Wadah Irradiasi.
3) Waktu Irradiasi.
c. Spetkrometri Gamma.
Setelah sampel selesai diiradiasi maka selanjutnya siap
dilakukan pencacahan dengan peralatan spektrometri gamma.
Untuk melakukan pencacahan dengan spektrometri, perlu

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

18

diingat bahwa peralatan-peralatan detector seperti sintilasi atau


semikonduktor,

pre-amplifer,

counter,

multichannel

analyzer/single channel analyzer dan printer sudah terangkai


sesuai prosedur untuk spektrometri gamma. Selain dari pada
masalah peralatan deteksi tersebut, juga perlu meperhatikan
hal-hal berikut:
1) Sumber standar untuk kalibrasi energy.
2) Penentuan efisiensi detector.
3) Penentuan radioaktivitas imbas.

E. Soal dan Pembahasan Radioisotop


1. Berapakah jumlah neutron dalam nuklida 23892U .
a.
b.
c.
d.
e.

156
146
234
137
247

Jawaban: B
AX
Z

238U92

Jumlah proton = Z = 92
A = p + n = 238
n = 238 p
n = 238 92
n = 146

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

19

2. Suatu nuklida terdiri atas 6 proton dan 8 neutron. Bagaimanakah


notasi atau lambang nuklida itu?
a.
b.
c.
d.
e.

12

6C
8 He
6
14 C
6
4 He
2
20 Ne
10

Jawaban: C
Tanda suatu atom nuklida bergantung pada nomor atomnya (Z).
Atom dengan nomor atom Z = 6 adalah suatu karbon (C). Nuklida
dengan 6 proton dan 8 neutron mempunyai nomor massa = 14
Jadi lambangnya 146C.
3. Suatu zat radioaktif mempunyai waktu paruh 20 tahun. 25 gram zat
itu disimpan selama 60 tahun. Berapakah gram sisanya .
a.
b.
c.
d.
e.

4,251 gram
2,165 gram
1,135 gram
3,211 gram
3,125 gram

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

20

4. Suatu zat radioaktif mula-mula menunjukkan keaktifan 2400 dps.


Setelah 10 tahun keaktifannya menjadi 300 dps. Berapa waktu
paruh zat radioaktif itu?
a.
b.
c.
d.
e.

5 tahun
2,5 tahun
7,45 tahun
3,33 tahun
50 tahun

5. Proses peluruhan radioaktif umumnya mengikuti kinetika reaksi


orde1. Suatu isotop memiliki waktu paruh 10 menit. Jumlah
radioaktif yang tersisa setelah 40 menit adalah .
a.
b.
c.
d.
e.

1/8 semula
1/10 semula
1/16 semula
1/20 semula
1/40 semula

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

21

6. Waktu paruh suatu unsur radioaktif adalah 8 jam. Bila mula-mula


terdapat 64 g unsur tersebut, sisa unsur setelah satu hari adalah
.
a.
b.
c.
d.
e.

32 gram
24 gram
16 gram
8 gram
4 gram

7. Isotop 146C adalah zat radioaktif yang menyinarkan sinar beta.


Setelah zat ini melepaskan sinar beta akan dihasilkan .
a.
b.
c.
d.
e.

isotop 126C
isotop 147N
isotop 168O
isotop 136C
isotop 146C

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

22

8. Bila 16 g isotop radioaktif disimpan selama 60 hari, sisa yang


diperoleh adalah 2 g. Waktu paruh isotop radioaktif ini adalah .
a.
b.
c.
d.
e.

7,5 hari
10 hari
20 hari
30 hari
15 hari

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

23

9. Bila suatu unsur radioaktif Z sesudah 42 bulan masih tersisa 1/64


bagian dari berat semula, maka dapat dinyatakan bahwa waktu
paruh unsur Z adalah .
a.
b.
c.
d.
e.

5 bulan
6 bulan
7 bulan
8 bulan
10 bulan

10. Perhatikan persamaan reaksi inti berikut ini.


86Rn

222

84P218 + X

Partikel X yang tepat adalah .


a.
b.
c.
d.
e.

0
1e
1
1P
4
2
1
0n
0
1e

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

24

11. Setelah 6 tahap penguraian dengan memancarkan sinar dan 7


tahapan penguraian sinar , isotop radioaktif 23490Th akhirnya
menghasilkan isotop stabil (tidak radioaktif lagi), yaitu .
a.
b.
c.
d.
e.

208 Pb
82
210 Pb
83
210 Ti
83
206 Bi
83
206 Pb
82

12. Berikut beberapa contoh penggunaan radioisotop:


1.
2.
3.
4.

Na 24 untuk menyelidiki kebocoran pipa


miny 60 untuk mensterilkan alat-alat kedokteran.
I 131 untuk mengetahui letak tumor pada otak manusia.
P 32 untuk memberantas hama tanaman.

Radio isotop di atas yang berfungsi sebagai perunut adalah .


a.
b.
c.
d.
e.

1 dan 4
2 dan 4
1 dan 2
3 dan 4
1 dan 3

Jawaban: E
Isotop yang berperan sebagai perunut adalah:

Na24 untuk menyelidiki kebocoran pipa minyak dalam tanah.


I131 untuk mengetahui letak tumor pada otak manusia.

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

25

13. Isotop radioaktif


dengan cara .
a.
b.
c.
d.
e.

928 U
23

mengalami peluruhan menjadi

904 Th
23

menangkap sinar alfa


memancarkan positron
menangkap elektron
memancarkan sinar alfa
membebaskan elektron

14. Tipe peluruhan radioaktif meliputi, kecuali .


a.
b.
c.
d.
e.

alfa
beta
gamma
positron
neutron

Jawaban: E
Neutron bukan merupakan salah satu tipe peluruhan radioaktif,
yang termasuk reaksi peluruhan:

peluruhan alfa
peluruhan beta
peluruhan gama
peluruhan nuklida buatan

15. Penggunaan isotop Co60 dalam pengobatan penyakit kanker


adalah karena zat ini memancarkan .
a.
b.
c.
d.
e.

sinar beta
sinar inframerah
sinar gamma
sinar ultraviolet
sinar alfa

Jawaban: C
Isotop Co60 dalam pengobatan kanker memancarkan sinar
gama.

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

26

16. Berikut beberapa contoh penggunaan radio isotop :


1. Na - 24 untuk menyelidiki kebocoran pipa minyak dalam tanah
2. Co - 60 untuk mensterilkan alat-alat kedokteran
3. I - 131 untuk mengetahui letak tumor pada otak manusia.
4. P - 32 untuk memberantas hama tanaman.
Radio isotop di atas yang berfungsi sebagai perunut adalah ........
A.
1 dan 2
D.
2 dan 4
B.
1 dan 3
E.
3 dan 4
C.
1 dan 4
Jawaban : B

17. Pada proses peluruhan polonium


menjadi timbal:
212
208 + X
84 Po
82 Pb
maka X adalah .
A. neon
B. proton
C. neutron
D. deteron
E. helium
Jawaban : E
18. Radioisotop yang dipakai untuk
memperoleh citra organ tubuh
di rumah sakit adalah .
A. Na24
B. Tc99
C. Mo99
D. U235
E. Po238
Jawaban : B

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

27

DAFTAR PUSTAKA

Pusat Dimensi IPTEK Nuklir. Aplikasi Tenaga Nuklir dalam Hidrologi. Badan
dan Tenaga Nuklir Batan Nasional ISSN 0215.0611
Arya Wardhana, Wisnu. 2007. Teknologi Nuklir: Proteksi Radiasi Dan
Aplikasinya. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
http://www.scribd.com/doc/88427754/Makalah-Radioisotop-Pada-BidangIndustri, diakses pada tanggal 8 Maret 2016 pukul 12.30.
http://yi2ncokiyute.blogspot.co.id/2013/12/radio-isotop-dalam-bidangindustri.html
https://sylviaoctavia.wordpress.com/2014/08/11/resume-aplikasi-tekniknuklir-dalam-hidrologi-teknik-perunut-atau-teknik-tracing/

RADIOISOTOP | KELOMPOK 5 | XII-5 | SMK-SMAK BOGOR

28