Anda di halaman 1dari 77

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Praktek Kerja Industri, merupakan unsur terpenting yang harus diikuti oleh
seluruh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Jember, yaitu sebagai salah satu syarat
kelulusan dan kegiatan penunjang yang nyata bagi mahasiswa khususnya mahasiswa
jurusan Diploma III Teknik Mesin, di samping pembekalan materi secara teori dalam
kegiatan perkuliahan.
Dari ketentuan Sistem Kredit Semester (SKS) mata kuliah Praktek Kerja Industri.
Laporan ini d buat dalam melakukan Praktek Kerja Industri yang bertujuan untuk
memenuhi mata kuliah yang telah ditentukan oleh Universitas Jember.
Praktek Kerja Industri merupakan suatu Mata Kuliah yang sangat signifikan
karena dunia Kerja atau pun Lapangan kadang-kadang memiliki perbedaan dengan
konsep yang telah kami pelajari dibangku kuliah dan kadang pula kasus yang terjadi di
lapangan malah tidak kami pelajari di bangku kuliah. Dan hal tersebut tentu akan
membuka cakrawala dan paradigma pemikiran kami tentu Kompleksnya permasalahan
di dunia kerja.
Dunia pendidikan sering kali dianggap hanya dapat memberikan teori teori yang
tidak dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan praktek. Tetapi tidaklah
demikian, karena teori yang ada adalah landasan bagi kita untuk mempunyai kerangka
berpikir yang sistematis dalam melihat sesuatu permasalahan. Teori bukannya tidak
dapat diterapkan melainkan sebelum dipakai teori tersebut membutuhkan penyesuaian
yang harus disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini dimaksudkan untuk menerapkan ilmu ilmu yang telah diperoleh pada saat proses perkuliahan dan membandingkan dengan
kenyataan yang ada di lapangan., disamping itu juga diharapakan para mahasiswa
dalam melakukan Praktek Kerja Industri memperoleh gambaran yang sesungguhnya
tentang situasi kerja di lapangan, sehingga mahasiswa sudah siap jika saatnya nanti
harus terjun langsung dan berhadapan dengan dunia industri secara nyata dalam kondisi
kerja.

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Selain beberapa harapan diatas setiap mahasiswa yang melaksanakan Praktek
Kerja Industri juga akan mendapatkan tambahan wawasan ilmu setelah terjun serta
melakukan pengamatan secara langsung sehingga akan mempersiapkan mahasiswa
secara dini untuk terjun ke masyarakat. Pelaksanaan Praktek Kerja Industri ini kami
laksanakan di PT. Putri Gelora Jaya.

1.2 Tujuan dan Manfaat


Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa kegiatan ini merupakan salah satu
syarat kelulusan pada Fakultas Teknik Universitas Jember khususnya jurusan Teknik
Mesin, dan Praktek Kerja Industri yang kami laksanakan di PT. Putri Gelora Jaya
Memiliki tujuan dan maksud tertentu untuk mengembangkan daya pemikiran kami
yang belum kami dapat kan dan untuk penerapan pengetahuan kami yang telah di
pelajari di bangku kuliah, diantaranya :
1.2.1 Tujuan
1. Mengetahui sistem kinerja permesinan dalam proses produksi dan distribusi di PT.
Putri Gelora Jaya.
2. Setelah melihat proses-proses tersebut, maka mahasiswa diharapkan berpikir dan
mampu mengembangkan ilmunya untuk menciptakan sebuah aplikasi sederhana
dan hal-hal lain yang sangat berdaya guna.
3. Dapat mempelajari dan mengetahui tentang manajemen industri atau perusahaan.
4. Dapat mempelajari sistem permesinan terbaru yang telah diterapkan oleh PT. Putri
Gelora Jaya. Sehingga Mahasiswa mampu melakukan improvement bahkan
pengembangan sistem teknologi permesinan yang telah diterapkan.
5. Efisiensi proses produksi dengan penambahan proses lanjutan pada proses laminasi
karton.
6. Optimalisasi man power di dalam proses produksi.
7. Optimalisasi penggunaan material lem pada proses produksi.
1.2.2 Manfaat
1. Dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dalam masa

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
perkuliahan dan menambah wawasan serta pengalaman.
2. Dapat berpikir mampu membangkitkan ilmunya untuk menciptakan sebuah aplikasi
sederhana dan hal-hal yang sangat berdaya guna.
3. Dapat mengetahui tentang manajemen industry atau perusahaan.
4. Dapat mengetahui pemesinan terbaru yang telah diterapkan di PT Putri Gelora
Jaya.
5. Dapat meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam kerja.

1.3 Batasan Masalah


Dalam Laporan kerja Praktek di PT. Putri Gelora Jaya ini,Penulis hanya akan
menjelaskan mengenai kegiatan selama ditempat magang dan juga ditambah dengan
data-data yang didapat dari perusahaan yaitu proses pembuatan mesin press laminasi
yang di gunakan untuk mengepres kertas E-Float dan B-Float.

1.4 Waktu Pelaksanaan


Praktek Kerja Industri yang kami lakukan di PT. Putri Gelora Jaya yang berlokasi
di Gresik dilaksanakan selama 45 hari dengan rentang pelaksanaan pada tanggal 4
Januari s/d 17 Februari 2016.

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

BAB 2. LANDASAN TEORI


2.1 Besi Kanal UNP
Besi Kanal UNP adalah salah satu produk Besi yang sudah distandarisasi
Internasional. Dalam penggunaannya sendiri, Besi Kanal UNP ini sangat banyak
digunakan untuk bangunan yang berstruktur baja (Steel Structure Construction), seperti
pembuatan rangka baja pada ceiling bangunan dan untuk bahan penyangga yang
digunakan pada alat-alat yang menopang beban yang berat, sama halnya dengan
material besi baja lainnya seperti Besi Baja H - Beam, maupun Besi Plat Kapal atau
Plat Hitam. Besi UNP dan besi - besi lain memiliki jenis material yang berbeda - beda,
adapun jenis material Besi Kanal U (UNP) yaitu :
-

ASTMA A36

BS 4360

DIN 17 100 JIS G 3101

JIS 3106

SNI 07 0052

Gambar 2.1 Besi kanal UNP

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
2.2 Motor Listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
Alat yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik
disebut generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah
tangga seperti kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.

Gambar
Gambar 2.3
2.2 Motor
Motor Listrik
Listrik
Motor listrik yang umum digunakan di dunia

Industri adalah motor listrik

asinkron, dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC
berbasis metrik (milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch),
dalam aplikasi ada satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW).
Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang
dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan
EFF3. EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, karena dinilai paling sedikit
menghabiskan tenaga.
Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah
energi listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya,
memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat
beban, dll. Motor listrik digunakan juga di rumah ( mixer, bor listrik, fan angin) dan
di Industri. Motor listrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
diperkirakan bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di
industri. Motor listrik memiliki mekanisme kerja motor sebagai berikut :
a. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya
b. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/ loop,
maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan
gaya pada arah yang berlawanan.
c. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar kumparan
d. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga
putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan
elektromagnetik yang disebut kumparan medan.
Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang
mengatur rotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor,
tetapi hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga
mengikuti arahan level efisiensi dari EU. Banypak produsen elektrik motor yang tidak
mengikuti standar IEC dan EU supaya produknya menjadi murah dan lebih banyak
terjual, banyak negara berkembang manjadi pasar untuk produk ini, yang dalam jangka
panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab tagihan listrik yang semakin tinggi
setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah
konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama,
dengan tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran
karbon secara global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik.
Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor
listrik adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang
efisien akan mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing
produk, apalagi dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor
listrik EFF1 sudah waktunya menjadi keharusan. Bagian ini menggambarkan ciri-ciri
utama motor listrik :
1. Dimana motor digunakan

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Motor listrik merupakan sebuah perangkat elektromagnetis yang mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya,
memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor, mengangkat
bahan, dll. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di
industri. Motor listrik kadangkala disebut kuda kerja nya industri sebab diperkirakan
bahwa motor-motor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.
2. Bagaimana sebuah motor bekerja
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum sama :

Gambar 2.3 Prinsip kerja motor listrik


Keterangan :
1.) Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya
2.) Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop,
maka kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya
pada arah yang berlawanan.
2.) Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torque untuk memutar kumparan.

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
3.) Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga
putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan
elektromagnetik yang disebut kumparan medan. Dalam memahami sebuah motor,
penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban motor. Beban mengacu
kepada keluaran tenaga putar/ torque sesuai dengan kecepatan yang diperlukan.
Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok (BEE India, 2004) :
1. Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya
bervariasi dengan kecepatan operasinya namun torque nya tidak bervariasi. Contoh
beban dengan torque konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement
konstan.
2. Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan
kecepatan operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan
fan (torque bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).
3. Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang berubah
dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan
adalah peralatan-peralatan mesin.

2.3 Bahan Plat


Bahan plat terdiri dari berbagai jenis bahan. Secara garis besar bahan plat ini
dikelompokkan menjadi dua bagian besar yakni : bahan plat logam ferro dan plat logam
non ferro . Bahan plat logam ferro ini diantaranya adalah plat baja lembaran yang
banyak beredar di pasaran. Bahan plat dari logam non ferro ini diantaranya bahan plat
allumanium, tembaga, dan kuningan. Sifat-sifat bahan plat sangat penting untuk
diketahui. Sifat-sifat bahan ini sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan yang
akan dilakukan pada bahan plat tersebut. Kualitas suatu bahan sangat ditentukan oleh
sifat mampu bentuk dari bahan. Biasanya bahan plat dihasilkan dari proses pengerolan
dengan tekanan tinggi. Proses ini menghasilkan plat dengan struktur memanjang.
Struktur mikro yang terbentuk memanjang dari hasil pengerolan ini memberikan
kontribusi yang baik terhadap proses pembentukan plat. Struktur memanjang ini

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
memberikan sifat yang lebih elastis dari bahan plat lembaran tersebut. Kondisi ini perlu
diketahui. Secara umum bahan-bahan logam ini mempunyai sifat-sifat fisik dan sifat
kimiawi terhadap efek kualitas pengerjaannya.
Sifat-sifat bahan logam ini diantaranya:
a. Setiap bahan logam mempunyai masa jenis yang berbeda antara satu dengan yang
lainnya.
b. Warna bahan logam juga merupakan ciri khusus dari setiap bahan.
c. Bahan logam mempunyai titik lebur yang berbeda untuk setiap jenis bahan logam.
d. Bahan logam dapat juga sebagai penghantar panas dan sebagai penghantar listrik.
Bahan logam yang paling baik untuk penghantar panas dan penghantar listrik
diantarnya tembaga dan perak.
e. Sifat kemagnitan juga dimiliki oleh setiap bahan logam. Bahan logam yang baik
sifat kemagnitannya antara lain: baja, cobal, nikel dan sebagainya.
f. Sifat elastis atau kemampuan logam untuk kembali kekeadaan semula setelah
mengalami pembebanan, juga dimiliki setiap bahan logam. Elastisitas dari suatu
bahan logam mempunyai batasan menurut jenisnya masing-masing.
g. Bahan logam mempunyai ukuran kekerasan yang dapat diukur tingkat
kekerasannya dengan berbagai macam pengujian kekerasan. Uji kekerasan untuk
bahan logam ini diantaranya: Brinell, Vickerss, Rockwell, Shore. Biasanya
kekerasan suatu bahan logam dipengaruhi oleh kandungan karbon pada bahan
logam tersebut. Semangkin besar kandungan karbonnya pada bahan logam maka
kekerasannya juga akan bertambah.
h. Sifat kelunakan juga dimiliki oleh setiap bahan logam. Kelunakan suatu bahan
logam ini perlu diperhitungkan pada pekerjaan pembentukan. Apabila logam
mempunyai tingkat kekerasan yang tinggi maka akan sangat menyulitkan untuk
dilakukan proses pembentukan.
i. Sifat rapuh dimiliki setiap bahan logam khususnya pada besi tuang. Sifat rapuh atau
mudah pecah ini sangat kurang baik terhadap proses pembentukan plat. Untuk

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
mengatasi sifat rapuh ini biasanya dibutuhkan penambahan unsur yang bersifat
mengikat seperti: Si (silisium).
j. Keuletan yang dimiliki bahan logam tidak sama dengan kelunakan ataupun
elastisitas. Keuletan ini sangat dibutuhkan untuk beberapa komponen-komponen
permesinan. Sifat ulet ini biasanya dikombinasikan dengan sifat kekerasannya,
Kombinasi ini mengahsilkan bahan yang keras tetapi ulet. Contoh penggunaan
bahan untuk komponen permesinan ini digunakan untuk menerima beban dinamis.
k. Setiap bahan logam mempunyai sifat rentangan yang berbeda. Sifat rentangan ini
sangat dibutuhkan untuk pekerjaan-pekerjaan pembentukan khususnya pada
pekerjaan deep drawing.
Lembaran-lembaran plat yang tersedia di pasaran terdiri berbagai macam jenis
bahan diantaranya:
1. Plat Seng
2. Plat Baja
3. Plat Baja Paduan
4. Plat Alumunium
5. Plat Alumunium campuran (alloy)
6. Plat Tembaga
7. Plat Kuningan
8. Plat Perunggu
Bentuk palat yang umum dipasaran adalah bentuk rata yang terdiri dari semua
jenis bahan plat. Ukuran dan bentuk lembaran plat ini disesuaikan menurut standar
ukuran dan bentuknya. Bentuk-bentuk lembaran plat ini umumnya di pasaran terdiri
dari dua jenis yakni plat rata dan plat berusuk, plat bentuk setengah lingkaran dan plat
bentuk trapesium. Plat yang banyak beredar di pasaran adalah plat rata yang terdiri dari
berbagai jenis bahan. Plat berusuk ini biasanya hanya terdiri dari bahan plat baja saja.
Gambar plat rata dan plat berusuk ini dapat dilihat pada gambar berikut:
1. Bentuk Rata Plat yang mempunyai permukaan Datar
2. Bentuk Berusuk Plat yang mempunyai permukaan berusuk atau tidak licin

10

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
3. Bentuk Bergelombang Setengah Lingkaran. Plat yang mempunyai
permukaan bergelombang membentuk setengah lingkaran
4. Bentuk Gelombang Trapesium Plat yang mempunyai Permukaan
Bergelombang Trapesium

Gambar 2.4 Plat Baja Rata

Gambar 2.5 Plat Baja Berusuk

2.4 Rantai
Rantai berfungsi untuk menghubungkan roda gigi. Camshaft adalah penggerak
atau penekan rocker arm. Roda gigi poros camshaft di gerakkan oleh roda gigi
crankshaft. Secara garis besar rantai mesin berfungsi untuk menggerakkan in valve dan
out valve agar proses pembakaran pada sepeda motor menjadi sempurna.

11

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 2.6 Rantai


2.5 AS
Besi adalah unsur kimia dengan simbol Fe (dari bahasa Latin: ferrum) dan nomor
atom 26. Merupakan logam dalam deret transisi pertama.[3] Ini adalah unsur paling
umum di bumi berdasarkan massa, membentuk sebagian besar bagian inti luar dan
dalam bumi. Besi adalah unsur keempat terbesar pada kerak bumi. Kelimpahannya
dalam planet berbatu seperti bumi karena melimpahnya produksi akibat reaksi fusi
dalam bintang bermassa besar, di mana produksi nikel-56 (yang meluruh menjadi
isotop besi paling umum) adalah reaksi fusi nuklir terakhir yang bersifat eksotermal.
Akibatnya, nikel radioaktif adalah unsur terakhir yang diproduksi sebelum keruntuhan
hebat supernova. Keruntuhan tersebut menghamburkan prekursor radionuklida besi ke
angkasa raya. Seperti unsur golongan 8 lainnya, besi berada pada rentang tingkat
oksidasi yang lebar, 2 hingga +6, meskipun +2 dan +3 adalah yang paling banyak.
Unsur besi terdapat dalam meteorit dan lingkungan rendah oksigen lainnya, tetapi
reaktif dengan oksigen dan air. Permukaan besi segar nampak berkilau abu-abu
keperakan, tetapi teroksidasi dalam udara normal menghasilkan besi oksida hidrat,
yang dikenal sebagai karat. Tidak seperti logam lain yang membentuk lapisan oksida
pasivasi, oksida besi menempati lebih banyak tempat dari pada logamnya sendiri dan
kemudian mengelupas, mengekspos permukaan segar untuk korosi.

12

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Logam besi telah digunakan sejak zaman purba, meskipun paduan tembaga, yang
memiliki titik lebur lebih rendah, yang digunakan lebih awal dalam sejarah manusia.
Besi murni relatif lembut, tapi tidak bisa didapat melalui peleburan. Materi ini
mengeras dan diperkuat secara signifikan oleh kotoran, karbon khususnya, dari proses
peleburan. Dengan proporsi karbon tertentu (antara 0,002% dan 2,1%) menghasilkan
baja, yang lebih keras dari besi murni, mungkin sampai 1000 kali. Logam besi mentah
diproduksi di tanur tinggi, dimana bijih direduksi dengan batu bara menjadi pig iron,
yang memiliki kandungan karbon tinggi. Pengolahan lebih lanjut dengan oksigen
mengurangi kandungan karbon sehingga mencapai proporsi yang tepat untuk
pembuatan baja. Baja dan paduan besi berkadar karbon rendah bersama dengan logam
lain (baja paduan) sejauh ini merupakan logam yang paling umum digunakan oleh
industri, karena lebarnya rentang sifat-sifat yang didapat dan kelimpahan batuan yang
mengandung besi.
Senyawa kimia besi memiliki banyak manfaat. Besi oksida dicampur dengan
serbuk aluminium dapat dipantik untuk membuat reaksi termit, yang digunakan dalam
pengelasan dan pemurnian bijih. Besi membentuk senyawa biner dengan halogen dan
kalsogen. Senyawa organologamnya antara lain ferosen, senyawa sandwich pertama
yang ditemukan.

Gambar 2.7 Besi As


Besi memainkan peranan penting dalam biologi, membentuk kompleks dengan
oksigen molekuler dalam hemoglobin dan myoglobin; kedua senyawa ini adalah
protein pengangkut oksigen dalam vertebrata. Besi juga logam pada bagian aktif

13

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
sebagian besar enzim redoks yang berperan dalam respirasi seluler serta oksidasi dan
reduksi dalam tumbuhan dan hewan.

2.6 Grease
Grease berbentuk seperti gel atau cairan yang memiliki kadar viskositas yang
tinggi. Banyak sekali manfaat grease, selain melumasi parts, grease juga berfungsi
untuk mencegah karat. Untuk pelumasan, grease dapat difungsikan untuk melumasi
bearing, brake system, shaft dll. Sifat grease yang sangat kental tentunya lebih lama
menempel pada permukaan parts yang dilumasi dibanding oli atau pelumas cair. Tetapi
grease memiliki kelemahan, yaitu sifatnya yang lengket lebih mudah menangkap
kotoran. Oleh karena itu tidak dianjurkan untuk melumasi rantai karena dapat
memperpendek usia rantai. Gunakan chainlube atau pelumas khusus untuk rantai agar
dapat memperpanjang usia rantai.

Gambar 2.8 Grease


2.7 Pillow Block
Pillow block biasanya disebut dengan plummer block atau bearing housing adalah
alas yang digunakan untuk memberikan dukungan untuk poros berputar dengan
bantuan bantalan kompatibel & berbagai aksesoris. Bahan dari housing untuk pillow
block biasanya terbuat dari besi cor atau baja cor. Pillow block juga bisa disebut
housing yang terdapat bearings didalamnya.
Blok bantal, jenis yang paling umum digunakan dari unit terpasang, yang
dirancang untuk memberikan dukungan poros di mana permukaan pemasangan sejajar

14

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
dengan sumbu poros. Lubang baut biasanya ditempatkan untuk penyesuaian selama
pemasangan. Blok Bantal disediakan dalam berbagai konfigurasi.Bantal baja blok
bantalan ditekan juga tersedia untuk aplikasi ringan

Gambar 2.9 Pillow Block

2.8 Kertas Flute (gelombang)


Lengkungan kertas, yang umumnya disebut sebagai "Flute", ditempel pada lapisan
luar (linerboard) dengan perekat berbasis semacam glukosa yang tahan terhadap
lenturan , benturan , dan tekanan dari segala arah. Flute dideskripsikan sebagai
strukture bahan kardus yang berbentuk gelombang yang membentuk banyak
gelombang gelombang di kertas kardus. Flute terdiri dari beberapa ukuran , diketahui
sebagai profile flute. terdiri dari flute A (flute terbesar) sampai flute F (fluteterkecil).
Umumnya flute yang lebih besar lebih kuat perlindungannya dan kuat terhadap
tekanan, sedangkan flute yang lebih kecil lebih mudah di cetak, dilipat, serta tidak
mudah retak. Flute profile dapat di gabung gabungkan , misalnya CE double wall lebih
awet dan tahan lama karena C flute mempunyai kekuatan sedangkan E flute
memberikan permukaan cetak yang halus.
C flute merupakan flute yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, hampir
80% dari total kertas karton box di dunia menggunakan C-flute, akan tetapi secara
kualitas cetak E flute masih lebih bagus dibandingkan C flutes, di indonesia F flutes
masih belum ada.

15

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Sebuah lembar corrugated dapat dibuat dengan ketebalan yang berbeda beda
untuk memanipulasi kemudahan dalan pencetakan, kekuatan tekanan dan kekuatan
perlindungan. Tabel di bawah ini memberikan garis besar dari segi ukuran, kualitas,
dan penggunaan setiap jenis flute .

Gambar 2.10 Macam-macam Kertas Flute


A-flute = 36 flutes/linear foot
B-flute = 49 flutes/linear foot
C-flute = 41 flutes/linear foot
E-flute = 90 flutes/linear foot
F-flute = 128 flutes/linear foot

16

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 2.11 Lekukan Kertas Flute

17

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Tabel 2.1 Jenis Kertas Flute


Jenis Jumlah
Flute
A

Flute
36

Tinggi
Gelombang
4.0 4.0 mm

Kualitas

Penggunaan

Lebih kuat dalam

Untuk Barang yang

tekanan dan lebih

mudah pecah;

bantalan

digunakan pada

perlindungannya;

kekuatan structural

mempunyai kekutan
susun yang baik
B

49

2.1 3.0 mm

Memiliki ketahanan

Sebagai bantalan

terhadap keretakan

dalam sebuah kemasan

yang sangat baik dan

seperti partisi

permukaan cetak
yang sangat bagus ;
memiliki ketahan
tusuk yang bagus
C

41

3.5 4 mm

Memiliki permukaan

Flute yang paling

cetak , ketahanan

sering dipake di dunia

tekanan , dan

sebagai box

ketahanan keretakan

pengiriman , untuk

yang baik

kekuatan struktural;
digunakan pada gelas,
furniture , makanan
dan lain2nya

90

1 2 mm

Memiliki ketahanan

Kemasan yang baik

retak yang sangat

untuk konsumen akhir

baik, terutama,

seperti kemasan

18

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
memiliki permukaan

kosmetik, gelas,

cetak yang sangat

keramik; untuk display

luar biasa, dengan

dan kemasan pizza

konstruksi yang tipis


ini membantu
mengurangi ruang
penyimpanan
F

128

0,75 mm

Paling baik dalam

Kemasan yang baik

permukaan cetak

untuk konsumen akhir

dibanding yang

seperti kemasan

lainnya, ketahanan

kosmetik, perhiasan

retak yang sangat

dan sepatu, digunakan

baik, konstruksi tipis

untuk kemasan

yang digunakan untuk software ( di indonesia


box yang kaku

mash belum ada)

dengan serat yang


lebih tipi

2.9 Perhitungan
2.9.1 Rumus Menghitung Kecepatan Sinkron
jika yang diketahui frekuensi dan jumlah kutup pada motor AC.

Ns =

120 .

Dimana :
Ns = kecepatan sinkron motor (Rpm)
F = Frekuensi (Hz)
P = Jumlah kutup motor

19

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
2.9.2 Menghitung Slip Pada Motor

% slip =

100

Dimana :
n = kecepatan motor (Rpm)
2.9.3 Menghitung Arus/Ampere
ketika diketahui daya(watt), tegangan(volt), dan faktor daya(cos ).

I=

2.9.4 Menghitung Daya Motor 3 phasa ketika Diketahui Arus, Tegangan, dan Faktor
Daya.
P = 3. . .

2.9.5 Menghitung Daya Output Motor


P Output = 3. . . .

2.9.6 Efisiensi Daya Motor

n=

100

Bagian ini menjelaskan tentang bagaimana mengkaji kinerja motor listrik.


1. Efisiensi motor lisrik
Motor mengubah energi listrik menjadi energi mekanik untuk melayani beban
tertentu. Pada proses ini, kehilangan energi ditunjukkan pada gambar :

20

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 2.12 Kehilangan Motor


Efisiensi motor ditentukan oleh kehilangan dasar yang dapat dikurangi hanya oleh
perubahan pada rancangan motor dan kondisi operasi. Kehilangan dapat bervariasi dari
kurang lebih dua persen hingga 20 persen.

Tabel 2.2 Jenis Kehilangan pada Motor Induksi

Efisiensi motor dapat didefinisikan sebagai perbandingan keluaran daya motor yang
digunakan terhadap keluaran daya totalnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi adalah:


a. Usia
Motor yang baru lebih efisien.
b. Kapasitas
Sebagaimana pada hampir kebanyakan peralatan, efisiensi motor meningkat
dengan laju kapasitasnya.
c. Kecepatan

21

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Motor dengan kecepatan yang lebih tinggi biasanya lebih efisien.
d. Jenis
Sebagai contoh, motor kandang tupai biasanya lebih efisien daripada motor cincingeser.
e. Suhu
Motor yang didinginkan oleh fan dan tertutup total (TEFC) lebih efisien dari pada
motor screen protected drip-proof (SPDP)
f. Penggulungan ulang motor dapat mengakibatkan penurunan efisiensi
g. Beban, seperti yang dijelaskan dibawah
Jika tidak memungkikan untuk memutuskan sambungan motor dari beban,
perkiraan nilai efisiensi didapat dari tabel khusus untuk nilai efisiesi motor. Nilai
efisiensi disediakan untuk:
a. Motor dengan efisiesi standar 900, 1200, 1800 dan 3600 rpm
b. Motor yang berukuran antara 10 hingga 300 HP
c. Dua jenis motor: motor anti menetes terbuka/ open drip-proof (ODP) dan motor
yang didinginkan oleh fan dan tertutup total/ enclosed fan-cooled motor (TEFC)
d. Tingkat beban 25%, 50%, 75% dan 100%.
Survei beban motor dilakukan untuk mengukur beban operasi berbagai motor di
seluruh pabrik. Hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi motor yang terlalu kecil.
(mengakibatkan motor terbakar) atau terlalu besar (mengakibatkan ketidak
efisiensian). US DOE merekomendasikan untuk melakukan survei beban motor yang
beroperasi lebih dari 1000 jam per tahun. Terdapat tiga metode untuk menentukan
beban motor bagi motor yang beroperasi secara individu:
a. Pengukuran daya masuk
Metode ini menghitung beban sebagai perbandingan antara daya masuk (diukur
dengan alat analisis daya) dan nilai daya pada pembebanan 100%.
b. Pengukurann jalur arus
Beban ditentukan dengan membandingkan amper terukur (diukur dengan alat
analisis daya) dengan laju amper. Metode ini digunakan bila faktor daya tidak

22

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
diketahui dan hanya nilai amper yang tersedia. Juga direkomendasikan untuk
menggunakan metode ini bila persen pembebanan kurang dari 50%
c. Metode Slip
Beban ditentukan dengan membandingkan slip yang terukur bila motor beroperasi
dengan slip untuk motor dengan beban penuh. Ketelitian metode ini terbatas namun
dapat dilakukan dengan hanya penggunaan tachometer (tidak diperlukan alat
analisis daya).
Karena pengukuran daya masuk merupakan metode yang paling umum digunakan,
maka hanya metode ini yang dijelaskan untuk motor tiga fase

V x I x PF x 3
1000

Dimana :
Pi = Daya tiga fase dalam kW
V = RMS (akar kwadrat rata-rata) tegangan, nilai tengah garis ke garis 3 fase
I = RMS arus, nilai tengah 3 fase\
PF = Faktor daya dalam decimal

Alat analisis daya dapat mengukur nilai daya secara langsung. Industri yang tidak
memiliki alat analisis daya dapat menggunakan multi-meters atau tong-testers untuk
mengukur tegangan, arus dan faktor daya untuk menghitung daya yang masuk.

= Hp

0.7457
r

Dimana

Pr = Daya masuk pada beban penuh dalam kW


HP = Nilai Hp pada nameplate
r = Efisiensi pada beban penuh (nilai pada nameplate atau dari table efisiensi motor).

23

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Beban =

100%

Dimana :
Beban = Daya keluar yang dinyatakan dalam % nilai daya
Pi = Daya tiga fase terukur dalam kW
Pr = Daya masuk pada beban penuh dalam kW
2.9.7 Menghitung daya semu motor (VA)
Pada motor 1 phasa
S (VA) = V . I
Pada motor 3 phasa
S = 3 . V . I

2.10 Pulley (Katrol)

Gambar 2.13 Pulley


Pulley atau katrol adalah suatu roda dengan bagian berongga di sepanjang sisinya
untuk tempat tali atau kabel. Katrol biasanya digunakan dalam suatu rangkaian yang
dirancang untuk mengurangi jumlah gaya yang dibutuhkan untuk mengangkat suatu
beban. Walaupun demikian, jumlah usaha yang dilakukan untuk membuat beban
tersebut mencapai tinggi yang sama adalah sama dengan yang diperlukan tanpa
menggunakan katrol.

24

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Besarnya gaya memang dikurangi, tapi gaya tersebut harus bekerja atas jarak yang
lebih jauh. Usaha yang diperlukan untuk mengangkat suatu beban secara kasar sama
dengan berat beban dibagi jumlah roda. Semakin banyak roda yang ada, sistem semakin
tidak efisien. karena akan timbul lebih banyak gesekan antara tali dan roda. Katrol
adalah salah satu dari enam jenis pesawat sederhana.

2.11 Kabel

Gambar 2.14 Kabel


Kabel merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal dari
satu tempat ke tempat lain. Kabel seiring dengan perkembangannya dari waktu ke
waktu terdiri dari berbagai jenis dan ukuran yang membedakan satu dengan lainnya.
Berdasarkan jenisnya, kabel terbagi menjadi 3 yakni kabel tembaga (copper), kabel
koaksial, dan kabel serat optik.

25

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Warna kabel diperuntukkan bagi penggunaan sistem tenaga.untuk kabel
informasi dan data sampai saat ini belum ada standar pemberian warna kabel. Warna
untuk kabel tenaga sesuai standar PUIL meliputi :
Earth (pentanahan) : warna majemuk hijau-kuning, tidak boleh untuk tujuan lain
Kawat netral : warna biru,jika instaasi tanpa hantaran netral
Kawat Fase :
Fase 1 (fase R) : Merah
Fase 2 (fase S) : Kuning
Fase 3 (fase T) : Hitam
Atau
Earth (pentanahan) : hijau / kuning + garis kuning
Netral : Hitam
Fase 1 (fase R) : Merah
Fase 2 (fase S) : Kuning
Fase 3 (fase T) : Biru

2.12 Kontaktor

Gambar 2.15 Kontaktor

26

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Kontaktor adalah salah satu alat listrik yang prinsip kerjanya hampir sama dengan
saklar berfungsi sebagai pemutus dan atau penghubung arus listrik ke beban listrik
seperti lampu dan lain-lain serta alat yang berfungsi sebagai pemutus dan penghubung
suatu rangkaian instalasi listrik. Kontaktor biasa digunakan untuk rangkaian tegangan
listrik bertegangan tinggi.
Bagian- bagian kontaktor :

Coil.

Kontak utama.

Kontak bantu(NO= normaly open/ NC= normaly close).


Prinsip kerja kontaktor adalah apabila coil terhubung dengan tegangan listrik 220/

110 Volt, maka kontak

utama dan kontak bantu NO akan terhubung, sehingga

rangkaian instalasi listrik pada bebab seperti lampu akan menyala. Apabila coil tidak
mendapat tergangan maka dalam keadaan normal, kontak utama dan kontak bantu NC
akan terhubung kembali, sehingga rangkaian instalasi listrik yang terhubung dengan
beban seperti lampu akan kembali padam, begitu seterusnya.
Aplikasi Kontaktor

Biasa di pasang pada panel box instalasi listrik bertegangan tinggi.

Digunakan pada rangkaian AC (air conditioner).

Rangkaian Instalasi Motor Listrik.

2.13 Push Button

Gambar 2.16 Push Button

27

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar sederhana yang
berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik dengan sistem
kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini berarti saklar akan
bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus listrik saat tombol
ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar akan kembali pada kondisi
normal.
Sebagai device penghubung atau pemutus, push button switch hanya memiliki 2
kondisi, yaitu On dan Off (1 dan 0). Istilah On dan Off ini menjadi sangat penting
karena semua perangkat listrik yang memerlukan sumber energi listrik pasti
membutuhkan kondisi On dan Off.
Karena sistem kerjanya yang unlock dan langsung berhubungan dengan operator,
push button switch menjadi device paling utama yang biasa digunakan untuk memulai
dan mengakhiri kerja mesin di industri. Secanggih apapun sebuah mesin bisa
dipastikan sistem kerjanya tidak terlepas dari keberadaan sebuah saklar seperti push
button switch atau perangkat lain yang sejenis yang bekerja mengatur pengkondisian
On dan Off.

Gambar 2.17 Fungsi Kerja Push Button

Berdasarkan fungsi kerjanya yang menghubungkan dan memutuskan, push button


switch mempunyai 2 tipe kontak yaitu NC (Normally Close) dan NO (Normally Open).
a.

NO (Normally Open), merupakan kontak terminal dimana kondisi normalnya


terbuka (aliran arus listrik tidak mengalir). Dan ketika tombol saklar ditekan,
kontak yang NO ini akan menjadi menutup (Close) dan mengalirkan atau

28

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
menghubungkan arus listrik. Kontak NO digunakan sebagai penghubung atau
menyalakan sistem circuit (Push Button ON).
b.

NC (Normally Close), merupakan kontak terminal dimana kondisi normalnya


tertutup (mengalirkan arus litrik). Dan ketika tombol saklar push button ditekan,
kontak NC ini akan menjadi membuka (Open), sehingga memutus aliran arus
listrik. Kontak NC digunakan sebagai pemutus atau mematikan sistem circuit (Push
Button Off)
.

2.14 MCB (Miniature Circuit Breaker)

Gambar 2.18 MCB


MCB merupakan kependekan dari Miniature Circuit Breaker. Biasanya MCB
digunakan oleh pihak PLN untuk membatasi arus sekaligus sebagai pengaman dalam
suatu instalasi listrik. MCB berfungsi sebagai pengaman hubung singkat (konsleting)
dan juga berfungsi sebagai pengaman beban lebih. MCB akan secara otomatis dengan
segera memutuskan arus apabila arus yang melewatinya melebihi dari arus nominal
yang telah ditentukan pada MCB tersebut. Arus nominal yang terdapat pada MCB
adalah 1A, 2A, 4A, 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A dan lain sebagainya. Nominal MCB
ditentukan dari besarnya arus yang bisa ia hantarkan, satuan dari arus adalah Ampere,
untuk kedepannya hanya akan saya tulis dengan A. Jadi jika MCB dengan arus nominal
2 Ampere maka hanya perlu ditulis dengan MCB 2A.

29

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
2.15 Rangkaian Listrik

Gambar 2.19 Rangkaian Listrik


Rangkaian listrik (Inggris: electrical circuit) adalah sambungan dari bermacammacam elemen listrik pasif seperti resistor, kapasitor, induktor, transformator, sumber
tegangan, sumber arus, dan saklar (switch). Istilah sirkuit listrik sedikit dibedakan dari
jaringan listrik (electrical network atau electrical distribution network), di mana
jaringan listrik membahas penggunaan sirkuit listrik dalam skop yang lebih luas seperti
dalam jaringan distribusi pembangkit listrik dari generator pembangkit sampai pada
pelanggan listrik di masing-masing rumah. Sebetulnya kedua macam rangkaian ini
menggunakan prinsip dasar yang sama, hanya dalam jaringan listrik dibahas mengenai
jalur transmisi yaitu mengenai sifat kabel pada frekuensi tinggi.
Sirkuit listrik ini sering dibahas dan dianalisis dalam tiga macam respons (tanggap
waktu): respons-nya terhadap arus atau tegangan DC (Direct Current, atau arus baterai
misalnya), respons-nya terhadap arus atau tegangan AC (Alternating Current, seperti
arus PLN misalnya), dan respons-nya terhadap waktu transien. Listrik arus DC sering
dikenal juga sebagai listrik arus searah, dan listrik arus AC diartikan juga sebagai listrik
arus bolak-balik.
2.15.1 Rangkaian Seri
Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar
(seri). Baterai dalam senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.
2.15.2 Rangkaian Paralel
Rangkaian Paralel adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara
berderet (paralel). Lampu yang dipasang di rumah umumnya merupakan rangkaian

30

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
paralel. Rangkaian listrik paralel adalah suatu rangkaian listrik, di mana semua input
komponen berasal dari sumber yang sama. Semua komponen satu sama lain tersusun
paralel. Hal inilah yang menyebabkan susunan paralel dalam rangkaian listrik
menghabiskan biaya yang lebih banyak (kabel penghubung yang diperlukan lebih
banyak). Selain kelemahan tersebut, susunan paralel memiliki kelebihan tertentu
dibandingkan susunan seri. Adapun kelebihannya adalah jika salah satu komponen
dicabut atau rusak, maka komponen yang lain tetap berfungsi sebagaimana mestinya
Gabungan antara rangkaian seri dan rangkaian paralel disebut rangkaian seri-paralel
(kadang disebut sebagai rangkaian campuran atau rangkaian kombinasi).

2.16 Bearing

Gambar 2.20 Bearing


Bearing dalam Bahasa Indonesia berarti bantalan. Dalam ilmu mekanika bearing
adalah sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi gerak relatif antara dua
atau lebih komponen mesin agar selalu bergerak pada arah yang diinginkan. Bearing
menjaga poros (shaft) agar selalu berputar terhadap sumbu porosnya, atau juga
menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya.
Bearing dapat diklasifikasikan berdasarkan gerakan yang diijinkan oleh desain
bearing itu sendiri, berdasarkan prinsip kerjanya, dan juga berdasarkan gaya atau jenis
beban yang dapat ia tahan. Berikut adalah macam-macam bearing dilihat dari berbagai
aspek :

31

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
a. Jika berdasarkan gesekan yang terjadi pada bearing, maka bearing terbagi menjadi
dua jenis yakni:
1.

Anti-friction bearing : yaitu bearing yang tidak akan menimbulkan gesekan.


Contoh: roller dan ball bearing

2.

Friction bearing : yakni bearing kerjanya dapat menimbulkan gesekan.


Contoh: bush dan plain bearing.

b. Jika dilihat dari beban yang ditahan oleh bearing, maka berikut adalah jenisjenisnya:
1.

Journal Bearing: adalah bearing yang didesain untuk menahan beban yang
tegak lurus terhadap sumbu shaft horisontal.

2.

Foot step atau pivot bearing: adalah bearing yang didesain pada poros vertikal
untuk menahan beban yang paralel terhadap sumbu poros tersebut.

3.

Thrust bearing: adalah bearing yang didesain untuk menahan beban horisontal
yang paralel dengan sumbu poros horisontal.

2.17 Spur Gear (Sprocket)


Roda gigi adalah bagian dari mesin yang berputar yang berguna untuk
mentransmisikan daya. Roda gigi memiliki gigi-gigi yang saling bersinggungan
dengan gigi dari roda gigi yang lain. Dua atau lebih roda gigi yang bersinggungan dan
bekerja bersama-sama disebut sebagai transmisi roda gigi, dan bisa menghasilkan
keuntungan mekanis melalui rasio jumlah gigi. Roda gigi mampu mengubah kecepatan
putar, torsi, dan arah daya terhadap sumber daya. Tidak semua roda gigi berhubungan
dengan roda gigi yang lain; salah satu kasusnya adalah pasangan roda gigi dan pinion
yang bersumber dari atau menghasilkan gaya translasi, bukan gaya rotasi.
Transmisi roda gigi analog dengan transmisi sabuk dan puli. Keuntungan transmisi
roda gigi terhadap sabuk dan puli adalah keberadaan gigi yang mampu mencegah slip,
dan daya yang ditransmisikan lebih besar. Namun, roda gigi tidak bisa
mentransmisikan daya sejauh yang bisa dilakukan sistem transmisi roda dan puli
kecuali ada banyak roda gigi yang terlibat di dalamnya.

32

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Rasio kecepatan yang teliti berdasarkan jumlah giginya merupakan keistimewaan
dari roda gigi yang mengalahan mekanisme transmisi yang lain (misal sabuk dan puli).
Mesin yang presisi seperti jam tangan mengambil banyak manfaat dari rasio kecepatan
putar yang tepat ini. Dalam kasus di mana sumber daya dan beban berdekatan, roda
gigi memiliki kelebihan karena mampu didesain dalam ukuran kecil. Kekurangan dari
roda gigi adalah biaya pembuatannya yang lebih mahal dan dibutuhkan pelumasan
yang menjadikan biaya operasi lebih tinggi.
Spur adalah roda gigi yang paling sederhana, yang terdiri dari silinder atau
piringan dengan gigi-gigi yang terbentuk secara radial. Ujung dari gigi-giginya lurus
dan tersusun paralel terhadap aksis rotasi. Roda gigi ini hanya bisa dihubungkan secara
paralel.

Gambar 2.21 Roda Gigi Spur

2.18 Gearbox

Gambar 2.22 Gearbox


Dalam beberapa unit mesin memiliki sistem pemindah tenaga yaitu gearbox yang
berfungsi untuk menyalurkan tenaga atau daya mesin ke salah satu bagian mesin

33

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
lainnya, sehingga unit tersebut dapat bergerak menghasilkan sebuah pergerakan baik
putaran maupun pergeseran. Gearbox merupakan suatu alat khusus yang diperlukan
untuk menyesuaikan daya atau torsi (momen/daya) dari motor yang berputar, dan
gearbox juga adalah alat pengubah daya dari motor yang berputar menjadi tenaga yang
lebih besar.
Gearbox atau transmisi adalah salah satu komponen utama motor yang disebut
sebagai sistem pemindah tenaga, transmisi berfungsi untuk memindahkan dan
mengubah tenaga dari motor yang berputar, yang digunakan untuk memutar spindel
mesin maupun melakukan gerakan feeding. Transmisi juga berfungsi untuk mengatur
kecepatan gerak dan torsi serta berbalik putaran, sehingga dapat bergerak maju dan
mundur. Transmisi manual atau lebih dikenal dengan sebutan gearbox, mempunyai
beberapa fungsi antara lain :
a.

Merubah momen puntir yang akan diteruskan ke spindel mesin.

b.

Menyediakan rasio gigi yang sesuai dengan beban mesin.

c.

Menghasilkan putaran mesin tanpa selip

2.18.1 Komponen Gearbox


1.

Input shaft cover berfungsi sebagai penerus putaran dari motor pengerak.

2.

Oil seal Berfungsi sebagai penahan oli supaya tidak bocor dari poros.

3.

Oil hole cover Berfungsi sebagai saluran pemasukan oli

4.

Worm

5.

sebagai penutup lubang output shaft

6.

Frame Berpungsi sebagai rumah dari gear box

7.

Paking Berfungsi sebagai penahan oli supaya tidak bocor

34

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

BAB 3. METODOLOGI PRAKTEK KERJA INDUSTRI

3.1 Metode Praktek Kerja Industri


Metode yang digunakan dalam Praktek Kerja Industri adalah :
1. Studi Pustaka / Kasus / Observasi
Untuk membantu dalam mempelajari kerja suatu alat maupun kemapuan suatu alat,
profil perusahaan dan proses pembuatan kemasan.
2. Orientasi Lapangan
Untuk mengamati dan mempelajari sistem kerja suatu alat, proses pemesinan
diperusahaan, dan keadaan sebenarnya dilapangan.
3. Membuat alat Press
8.

Untuk membuat alat ini di lakukan perancangan, pemilihan material part,


pembelian part, proses shaft Berfungsi sebagai penerus putaran dari worm wheel
ke outputshaft

9.

Worm wheel Berfungsi sebagai penerus putaran dari input shaft outputshaft
Out cover Berfungsi pengerjaan, proses perhitungan dan pengujian alat terhadap
produk, serta standarisasi.

4. Pengerjaan Laporan
Pembuatan laporan dilakukan dengan menulis data yang di perolah dari kegiatan
Praktek Kerja Industri yang di laksanakan selama di PT. Putri Gelora Jaya.

3.2 Metode Perancangan


Metodelogi perancangan adalah langkah-langkah

yang di buat

untuk

mempermudah proses perancangan produk . Metodelogi perancangan juga dapat


memberikan informasi bagi pembaca dalam memahami langkah-langkah penulis
dalam melakukan perancangan produk. Kebutuhan perancangan tersebut dapat
diketahui dari tinjauan langsung di lapangan dan wawancara. Berikut adalah metode
perancangan Alat Pengepres kertas

35

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
3.2.1 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah dilakukan dengan tinjauan langsung ke lapangan dan
melakukan wawancara kepada pihak yang berkaitan dengan Alat.
3.2.2 Pengumpulan Data
Data data yang di butuhkan untuk perancangan diperoleh dari wawancara secara
langsung dan melakukan percobaan secara langsung . Data ini kemudian di gunakan
untuk pedoman perancangan dan menentukan pemilihan spare part yang di butuhkan
untuk produk.
3.2.3 Penentuan Spesifikasi Produk
Data-data yang sudah di peroleh selanjutnya digunakan untuk menentukan
spesifikasi produk yang akan dibuat.
3.2.4 Pemilihan Konsep
Pada tahap ini sebelumnya sudah dilakukan pembuatan konsep-konsep. Konsepkonsep ini di pilihn yang terbaik dan disortir sesuai dengan kriteria-kriteria nilai yang
sudah ditetapkan. Setelah didapat konsep-konsep yang terbaik selanjutnya dikualifikasi
lagi untuk didapat satu konsep terpilih. Konsep terpilih ini yang nantinya akan di
kembangkan lebih lanjut.
3.2.5 Detail Desain Rancangan
Dari konsep terpilih yang sudah di dapat selanjutnya akan dikembangkan dan di
buat desainnya. Desain yang akan dibuat menggunakan software Autocad.
3.2.6 Analisis Teknik Rancangan
Analisis teknik rancangan dilakukan pada semua komponen-komponen produk
dan transmisi daya, dan gaya-gaya yang terjadi pada beban yang diberikan. Selanjutnya
data-data ini digunakan untuk menentukan material yang akan dipilih dari dimensi
komponen.
3.2.7 Kesimpulan
Tahap ini merupakan tahap pengambilan kesimpulan dari semua hasil proses
perancangan yang dilakukan . tahapan ini dapat digunakan untuk pembuatan produk.

36

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Start

Identifikasi Masalah

Pengumpulan Data

Penentuan Spesifikasi Produk

Pemilihan Konsep

Detail Desain Rancangan

Analisis Rancangan

Sesuai syarat
perancangan ?

Menganalisis
Rancangan

Penelitian Masalah

Selesai
Gambar 3.1 Alur Perencanaan

37

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

BAB 4. PEMBAHASAN
4.1 Kegiatan Umum di Perusahaan
Praktek kerja industri selama empat puluh lima hari di PT Putri Gelora Jaya
tentunya banyak kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan disana, tentunya banyak pula
pengalaman, kemampuan dan kepercayaan diri yang telah didapat selama melakukan
kegiatan Praktek Kerja Industri disana. Mulai dari mengelas menyetel alat,
menggerinda, begitu pula dengan divisi engineering banyak sekali ilmu yang didapat
dari perencanaan alat, pembuata rangka, pengelasan, pendempulan, finishing.
Berikut akan dijelaskan kegiatan praktek kerja industri selama empat puluh lima
hari di PT Putri Gelora Jaya adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui alur pembuatan berbagai produk kemasan makanan serta beberapa
produk kemasan untuk peralatan rumah tangga.
2. Mengetahui prosedur penggunaan alat-alat produksi serta berbagai komponen
yand ada di PT Putri Gelora Jaya.
3. Melakukan pendataan terhadap ketersediaan bahan baku untuk proses produksi.
4. Melakukan troubleshooting terhadap alat yang mengalami masalah saat proses
produksi.
5. Melakukan analisa terhadap masalah yang dihadapi di PT Putri Geora Jaya.
6. Memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi, yakni terhadap proses lem
yang kurang merekat pada bahan produksi, yakni menggunakan mesin press.
7. Melakuka pembelian terhadap komponen yang dibutuhkan guna merakit alat
press.
8. Melakukan perakitan alat yang digunakan sebagai ssecondary process guna
meningkatkan efektifitas.
9. Pengenalan proses finishing dari berbagai macam pesanan yang ada.

Kegiatan yang tercantum diatas tersebut merupakan kegiatan yang dilakukan


selama menjalani Praktek Kerja Industri.

38

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
4.2 Waktu Operasional Perusahaan
Seperti halnya perusahaan-perusahaan lain, PT Putri Gelora Jaya juga menerapkan
waktu operasional kerja yang sesuai dengan tagta tertib perusahaan dan perundang
undangan yang berlaku. Agar men power dapat tetap terjaga sehingga proses produksi
tidak terganggu.
Di PT Putri Gelora Jaya terdapat beberapa jenis jam kerja, antara lain:
1. Jam Kerja Normal
Jam kerja normal di PT Putri Gelora Jaya berlangsung mulai dari hari senin
hingga sabtu, pada pukul 08.00 16.30 WIB.
2. Jam Kerja Lembur
Kerja lembur adalah kerja yang dilakukan di waktu selebihnyadari jadwal
kerja yang telah ditetapkan diatas, serta kerja yang dilakukan pada hari liburlibur resmi, atau istirahat mingguan.
3. Jam Istirahat
Jam istirahat diberikan oleh pihak perusahaan untuk membuat para
operator tetap dalam kondisi yang fit ketika dalam bekerja. Jam istirahat
diberikan pada pukul 11.30 13.00 WIB. Setelah jam tersebut maka masuk jam
kerja normal.
4. Hari Libur
Perusahaan juga menetapkan hari libur yaitu pada hari minggu dan pada
hari libur nasional dan keagamaan. Untuk berbagai pekerjaan yang dilakukan
pada hari libur maka jam kerja operator akan dimasukkan pada jam kerja
lembur.

4.2 Tugas Umum


4.2.1 Gambaran Umum Perusahaan
Berikut adalah gambaran umum tentang PT. PUTRI GELORA JAYA.
4.2.2 Tinjauan Umum Perusahaan
Berikut adalah data perusahaan tempat melakukan kerja praktek :

39

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Nama Perusahaan

: PUTRI GELORA JAYA

Bentuk Perusahaan

: Perseroan Terbatas (PT)

Alamat Perusahaan

: Jl. Ngasinan No.9, Desa Kepatihan, kec. Menganti, Kab.


Gresik, Jawa Timur

4.2.3 Produk produkyang di hasilkan yakni :

Doos Roti dan Makanan Ringan

Doos Obat dan Kosmetik

Doos Rokok

Bungkus Bumbu Masakan

Bungkus Minuman Serbuk


Jenis aktivitas produksi yang dilakukan yakni :

Percetakan Offset

Pengemasan (Packaging)

4.2.4 Sejarah perusahaan


Pada mulanya perusahaan ini bernama PUTRI GELORA DJAJA, sejak tahun
1968 perusahaan ini bergerak dibidang industry rokok dengan merk Galan, Hibur, dan
Wismilak. Perusahaan ini membuat cetakan dan kemasan dari ketiga merk rokok
tersebut. Lambat laun usaha percetakan tersebut mengalami perkembangan dan
memperluas usaha, yang semula memproduksi kemasan dari ketiga merk rokok
selanjutnyajuga memproduksi kemasan produk lain. Sehinggabagian percetakan dan
pengemasan berkembang menjadi divisi unit usaha tersendiri dan bersifat mandiri.
Selanjutnya divisi unitusaha tersebut disahkan sebagaiAn perusahaan hasil diverifikasi
usaha yang menamakan diri menjadi PT. PUTRI JAYA kemudian pada tanggal 27
November 1979 nama perusahaan ini menjadi PT. PUTRI GELORA JAYA pada
tanggal 5 juni 1981 (Anggaran Dasar PT. PUTRI GELORA JAYA No.36 tanggal 27
November 1979)
Semula kegiatan usaha bertempat di jalan banyu urip 191-193, Surabaya.
Kemudian sejak 27 september 1997 PT. Putri Gelora Jaya memiliki gedung pabrik dan

40

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
perkantoran yang baru, yakni di jalan ngasinan No. 9 . desa kepatihan , kecamatan
mengangti, kabupaten gresik , provinsi jawa timur )
PT Putri Gelora Jaya didirikan sebagai cabang dari perusahaan PT Gelora Jaya
dengan produksi utama untuk menghasilkan berbagai macam kemasan, salah satunya
adalah kemasan rokok untuk salah satu merek terkenal "Wismilak". Dengan hampir
26.000 meter persegi tanah dan 6.500 meter persegi wilayah kerja, PT Putri Gelora
Jaya memiliki besar lapangan untuk memberikan kapasitas produksi +/ - 500.000.000
pcs setiap tahun.
4.2.5 Tenaga Kerja dan Jam Kerja
PT. Putri Gelora Jaya ini memiliki 162 tenaga kerja yang meliputi staff kantor
dan staff produksi. PT. Putri Gelora Jaya beroperasi mulai hari senin sampai jumat.
Pembagian shift kerja terinci sebagai berikut :

Shift 1 : 07.30 15.00

Shift 2 : 15.00 23.00

Shift 3 : 23.00 07.00

Sedangkan hari sabtu dan minggu merupakan hari libur bagi PT. Putri gelora Jaya.
Khusus karyawan produksi, hari sabtu tetap masukuntuk produksi. Produksi di lakukan
mulai pukul 07.30 12.00.

41

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
4.2.6 Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi pada PT. Putri Gelora Jaya adalah sebagai berikut

Direktur

General Manager

Departmen
Accounting

Kasir

Departmen
Purchasing

Personalia
Dan
General
Affair

Management
Information
System

Production
Planning
and
Inventory
Control

Sales
Marketing

Produksi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

4.2.7 Job Description Perusahaan


1. Direktur
Penanggung jawab dan pemimpin utama peruahhan
Melakukan koordinasi terhadapgeneral managerdan semua staf karyawan
Memantau aktifitas dan proses produksi di perusahaan

42

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
2. General Manager
Melakukan koordinasi terhadap pembagian kerja dalam perusahaan
Memantau dan meningkatkan kinerja para karyawan di perusahaan
Memantau aktivitas kerja dan produksi di perusahaan
3. Kasir
Mengatur dan menyiapkan pembagian gaji karyawan perusahaan
Membuat laporan kas harian dan bukti memorial
Meminta pengisisan kembali kas kecilsetiap minggu
Membuat pengeluaran yang berhubungan dengan kas kecil
4. Department Accounting
Memeriksa cash flow per periode
Membuatanggaran tahunan
Membuat analisis laporan keuangan bulanan
Membuat laporan overtime bagi karyawan yang mengambil lembu
5. Department Purchasing
Merencanakan system pembelian yang berkaitan dengan eksternal dan internal
Menjaga prosedur pembelian di bagian-bagian terkait
Mengatur alur prosedur pembelian, serta melakukan pembagian tugas kepada
staff pembelian
Mengambil keputusan terhadap proises-proses pembelian
Melaksanakan pemesanan peralatan dan bahan baku
Bertanggung jawab atas pengadaan barang yang diminta oleh masing-masing
bagian, keseluruhan prosedur pembelian, bukti pembelian, dan rating supplier
6. Management Information System
Mengatur perencanaan sistem informasi
Mengorganisasi data-data antardepartemen untuk dikelola menjadi ssebuah
informasi
Evaluasi sistem yang dijalankan olehsistem administrasi untuk mengadakan
perbaikan-perbaikan atau penyempurnaan jika dibutuhkan

43

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Menyusun biaya, jadwal maintenance, perbaikan, dan pengembangan
7. Personalia and general affair
Menyusun jadwal untuk perawatan gedung, taman, halaman, ruang kerja
perusahaan
Membuat data inventaris rumah tangga
Menyusun pembagian tugas dan menentukan personal yang melaksanakan
Membuat pengajuan rencana anggaran dan analisa belanja bulanan rumah tangga
Mengajukan pembelian barang kebutuhan rumah tangga
8. Production Planning and Inventory Control (PPIC)
Membuat jadwal pelaksanaan produksi
Mengarahkan proses produksi sesuai dengan jadwal
Mengevaluasi dan mengontrol proses produksi
Mengevaluasi dan menjaga hasil produksi agar dapat memenuhi pesanan
Memantau dan mengatur aktifitas produksi, pengadaan material bahan baku,
delivery planning
Bertanggung jawab terhadap keberhasilan PPIC
9. Marketing
Membuat target order untuk jangka waktu satu tahun (disesuaikan dengan
kapasitas mesin) dengan cara menggali potensi pasar baru dan mempertahankan
atau meningkatkan kapasitan dari pelanggan lama
Menerima permintaan penawaran dari konsumen dan membuat kalkulasi harga
Melakukan pengecekan (harga, film atau art work, status order kertas,dan proses
akhir).
Menerima survey dari pelanggan
Menyetujui jadwal kunjungan yang telah dibuat CS (cutomerServive).
Membuat analisa pasaruntuk kepentingan target dan sasaran marketing
10. Produksi
Menyusun dan menerapkan rencana mutu yang meliputi kegiatan cetak, plong ,
pretel sortir, glue dan pengiriman

44

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Menerapkan prosedxur kerja dan melakukan proses produksi
Mengawasi prestasi kerja dan hasil aktivitas pekerjaan karyawan dibagian
produksi
Memonitor hasil pelaksanaan kerja
Melakukan koordinasi pembagian tugas dan wewenang kepada bagian PPIC dan
gudang.
4.2.8 Peralatan dan Mesin-mesin yang dimiliki perusahaan

Mesin Printing :

1. Heidelberg Speedmaster CD 102 V, 1020 x 720 mm


1

2. Heidelberg SORZ, 640 x 915 mm 25 4 x 36


3. Roland Ultra, 1230 x 920 mm
4. Lithrone 40
5. Bobst SA SP 102 SE, 1020 x 720 mm
1

6. SBD, 640 x 900 mm 25 4 x 35

3"
8

7. RRC, 900 x 540 mm


8. Hotprint, 350 x 250 mm

Mesin Cutting :

1. Polar Mohr Type 137Em (1 unit)


2. Polar Mohr Type 115EL (1 unit)
3. Wohlenberg Type 90H (1 unit)

Mesin Lem :

1. Sugano Type G650 (1 unit)


2. Jinn Yeu, Taiwan (1 unit)
3. W88 (1 unit)

45

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
4.2.9 Layout Perusahaan
Bentuk layout atau petaPT.Putri Gelora Jaya beserta keterangannya dapat di lihat
pada gambar 2.2 dibawah ini.

R. KAWUL
WASTE
PAPER
DEPT.

R. PRODUKSI DAN
PACKAGING
R. PRODUKSI
DAN

ENGINEERIN
G
DEPT.

PACKAGING

ENGINEERING

TOILET
GUDANG

R. QC

TOILET

GUDANG

R. QC
R. HR
GA&
R.&HR

KANTIN

LOADING
BAHAN
LOADING
BAKU
BAHAN
BAKU

GA
RECEP
TIONIS
RECEPT
TIONIST

R. PRE
PRESS
R.
PRE1
PRESS

KANTIN
MUSHOLLAH

MUSHOLLAH

R.
MAKAN
R.
MAKAN

KOPERASI
KOPERASI
POS 2
POS 2

PARKIR
R.4
PARKIR

PARKIR
R.2
PARKIR

R.4

R.2

POS I
POS I

Gambar 4.2 Denah Perusahaan

46

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
4.3 Kegiatan Khusus di Perusahaan
Tugas khusus yang diberikan kepada praktikan dari pihak universitas berupa
mencari solusi terhadap masalah yang ada di perusahaan yaitu terdapat pada mesin
press roll laminasi yang dalam prosesnya menggunakan lem berkualitas rendah, namun
kami diminta untuk meningkatkan kualitas dari hasil produksi tersebut agar dapat
bersaing dengan lem yang bekualitas tinggi. Disini kami melakukan pembuatan alat
press guna secondary process. Dimana, kami melakukan observasi selama
melaksanakan Praktek Kerja Industri disana, yakni dengan mengumpulkan data dari
sample yang kami buat untuk pembuatan mesin press ini.bahan yang di press adalah
karton flat dengan karton float. Selama masa kerja praktik praktikkan diberi waktu 45
hari di bagi menjadi :
1. Pada miggu pertama melakukan observasi ketahanan lem dan melakukan
perancangan
2. Pada minggu kedua sampe minggu kelima perencanaan pembelian sparepart
dan proses perakitan alat pengepres hingga dapat di operasikan.
3. Pada minggu keenam loading alat pengepres dan Analisa sekaligus penulisan
laporan.

Pada pembahasan laporan ini hanya dijelaskan tentang desain perancangan,


kegiatan dalam pembuatan Alat , perhitungan yang di perlukan dan perakitan Alat
penpres ini. Alat ini merupakan secondary process dari Roll laminasi yang guna untuk
membuat kertas karton dan kertas Float yang di berikan lem lebih merekat. Alat
pengepres terdiri dari :
1. Meja
2. Tiang
3. Pres atas
4. Rangkaian pengendali
Setiap bagian dari masing-masing komponen ini dirakit menjadi sebuah alat
pengepres kertas karton dengan kertas E-Float. Tugas yang diberikan kepada

47

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
praktikkan selama menjalani praktik kerja adalah memberi inovasi dalam proses
produksi.
4.3.1

Langkah langkah Pembuatan

Adapun langkah kerja yang dilakukan dan pembuatan alat Press :


1. Desain Produk
Pendesainan merupakan awalan dalam membentuk sebuah produk atau benda.
Perancangan di mulai dari menentukan dimensinya dan menentukan bentuk dari alat
mesin press ini agar nantinya produk ini dapat direalisasikan secara baik. Selanjutnya
menentukan komponen yang di perlukan ,oleh karena itu desain pun harus dibuat. Pada
pembuatan Alat press ini kami merancang dan mengerjakan bersama Tim Enggineer
di PT. Putri Gelora Jaya .

Gambar 4.3 Desain 2D mesin Pres

48

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Plat

Beban plat 95 kg
Luas plat 90 x 120 = 10800 cm2
Tebal plat 1 cm

AS ST 60

Panjang 140 cm
Diameter 2,8 cm
Massa jenis = 7850 kg/m3
Berat = 8,61616 x 10 -4 x 7850 = 6,7636856 kg

Panjang 120 cm
Diameter 2,8 cm
Massa jenis = 7850 kg/m3
Berat = 5,8875 x 10-4 x 7850 = 4,6216875

Panjang 32 cm
Diameter 2,8 cm
Massa jenis = 7850 kg/m3
Berat = 1,57 x 10-4 x 7850 = 1,23245

49

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

AS ST 40

Panjang 58 cm
Diameter 1,5 cm
Massa jenis = 7850 kg/m3
Berat = 1,024425 x 10 -4 x 7850 = 0,804173625 kg

Besi UNP

Panjang 260 cm
10 x 5 cm
Massa jenis = 7850 kg/m3

Elbow

Panjang 120 cm
Berat 1,884 kg

Panjang 90 cm
Berat 1,413 kg

Panjang 120 cm
Berat 1,224 kg

50

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Berat pembebanan atas

= 95 kg + 5,41 kg + (08 x 4) kg = 103,61 kg


1. Pulley
Kecepatan motor AC 3 phase = 1400 Rpm
pulley motor AC = 5,5 cm
In PulleyTransmisi = 30 cm
Out Pulley Transmisi = 5,5 cm
Pulley AS = 16 cm

2. Perhitungan Transmisi (gear box)


Perhitungan Rpm pada AS mesin press dari putaran 1400 rpm dari Motor Listrik AC 3
Phase
Perbandingan Transmisi
In : Out
40 : 1
Rpm pada in Transmisi
Rpm motor x Pulley Motor = in pulley motor x Rpm in transmision
1400 x 5,5 cm = 30 cm x Rpm
Rpm =

1400 5,5
30

= 256,67 Rpm

51

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Rpm Out Transmisi
Rpm

256,67
40

= 6,41 Rpm

3. Perhitungan Pada As
Rpm Out Transmission x Pulley Transmission = in pulley As x Rpm As
6,41 x 5,5 cm = 16 cm x Rpm
Rpm =

6,41 5,5
16

= 2,2 Rpm
Jadi, Rpm pada As utama penggerak adalah 2,2 Rpm, guna Pulley dan transmisi untuk
mereduce putaran karena Rpm yang di minta untuk kecepatan AS adalah 2 Rpm agar
gerakan meja penekan bisa perlahan dan bisa di sesuaikan.

4. Perhitungan Roda gigi

Gambar 4. 4 Sketsa Roda Gigi

52

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
5. Perhitungan V-Belt pada motor terhadap Transmisi
b

AB2 = CD2 (R - r)2


= 302 (15 - 2,75)2
AB = 27,38498676

1
1
=
2
2
1

3,14 5,5

= 8, 635

1
2

=
=

1
2

1
3,14 30
2

= 47,1
Sehingga panjang V-Belt = (27,38498676 x 2) + 8, 635 + 47,1
= 110,5049735 cm

6. Analisis perhitungan V-Belt pada Transmisi terhadap AS


a

53

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
AB2 = CD2 (R - r)2
AB2 = 502 (8-2,75)2
AB = 49,72361109

1
1
= 3,14 5,5
2
2
= 8, 635

1
1
= 3,14 16
2
2
= 25,12

Sehingga panjang V-Belt = (49,72361109x 2) + 8, 635 + 25,12


= 133,2022228 cm

7. Perhitungan Gaya pada beban motor


Jika panjang rantai pada saat mencapai 15 detik mendapatkan panjang 24 cm ,
sehingga dapat di ketahui v = 8 10-3
Pada saat turun

2
2

v2
103,61 (8 x 10-3)2

= 0,41444 Joule

Potensi pada saat beban diam


Ep

=mxgxh
= 103,61 x 9,8 x 178
= 180737,284 Joule

8. Perhitungan Usaha yang di perlukan mengangkat beban


Jika panjang rantai pada saat mencapai 15 detik mendapatkan panjang 24 cm ,
sehingga dapat di ketahui v = 8 10-3
Pada saat turun

54

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
=

v2

103,61 (8 x 10-3)2

= 0,41444 Joule

Potensi pada saat beban diam


Ep

=mxgxh
= 103,61 x 9,8 x 178
= 180737,284 Joule

9. Perhitungan Usaha yang di perlukan mengangkat beban


Pada motor yang digunakan memiliki daya sebesar 1 Hp, dan didapat daya yang
digunakan motor dalam alat press ini adalah sebagai berikut:
F=mxg
= 103,61 x 9,8
= 1015,378
Usaha = f x s
= 1015,378 x 0,3
= 304,6161 Nm

Daya =
=

304,6161
15

= 20,30774 watt
Sehingga dapat di konversi ke satuan Hp (Horse Power) menjadi 0,0265 Hp

55

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
10. Perhitungan Daya motor 3 phase

Gambar 4.5 Name plate Three Phase Motor


-

Daya aktif

= 745,7 x 10-3 kw

Daya semu

= 3 2
= 3 380 2
= 1316,358614 VA

Cos = 0,01561696797

Jumlah kutup kalor

60

6050
1400

= 2,142857143 half, Sehingga menghasilkan 4 kutup


-

Kecepatan singkron motor

=
=

Slip pada motor ( % ) =


=

120

120 50
4

= 1500 Rpm

100%

1500 1400
1500

x 100

= 6,67 %

56

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Daya Motor 3 phase = 3 Cos
= 3 380 2 0,01561696797
= 20,55753031
-

Daya output motor 3 phase

= 3 .V. I . eff . cos


= 3 380 2 0,9 0,01561696797
= 18,50177728

Effesiensi daya motor =


=

x 100%

20,55753031
18,50177728

x 100% = 90 %

2. Peralatan Pendukung
Untuk peralatan yang digunakan dalam merakit alat press ini adalah sebagai
berikut :
a. Gerinda
b. Bor listrik
c. Las listrik
d. Kunci pas
e. Palu besi
f. Palu karet
g. Obeng bintang
h. Obeng min
i. Tespen
j. Mesin bubut
k. Masker
l. Meteran
m. Mistar
n. Penggaris siku
o. Cat
p. kuas

57

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
3. Bahan
Untuk bahan yang digunakan dalam perakitan Alat press ini adalah sebagai
berikut :
a. Pulley
b. Gear
c. Besi As
d. Kanal H panjang 5 m
e. Bearing
f. Plat baja tebal 1 cm
g. Gear box
h. Motor Listrik
i. V- belt
j. Besi bulat
k. Besi L
l. Rantai
m. Kabel
n. Kontraktor
o. Pillow block
p. Push button
q. Limit switch
r. MCB
s. Isolasi wire
t. Jalur kabel
u. Box kabel
v. Terminal kabel
w. Kabel

58

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
4. Peralatan Keamanan Diri / Safety :
Setelah alat-alat kerja disiapkan, kita harus menggunakan peralatan keamanan
diri untuk menghindari atau mengurasi kecelakaan kerja. Berikut peralatan keamanan
diri :
a. Sarung tangan las
b. Sarung tangan kerja
c. Pengamanan kepala
d. Sepatu safety
e. Masker kerja
f. Masker las
g. Kacamata safety
h. Topeng las
i. Pakaian kerja
j. Penutup telinga
5. Proses pembuatan
Setelah semua bahan dan perlengkapan disiapkan maka proses pengerjaan dapat
dilakukan. Berikut merupakan langkah langkah pengerjaan.
a. Pengukuran
Bahan bahan yang telah ada di ukur kemudian dilakukan penandaan pada bahan
tersebut menggunakan alat penanda.
b. Pemotongan bahan
Bahan yang telah ditandai dilakukan pemotongan sesuai dengan ukuran yang
telah ditentukan sebelumnya. Kemudian bahan di potong ddengan gerinda potong.
c. Penyambungan
Bahan- bahan yang telah dipotong disambung dengan gambar instruksi yang telah
di buat , kemudian disambung satu persatu hingga menjadin suatu kontruksi yang utuh.
Konstruksi ini juga diberikan penahan agar dapat lebih kokoh untuk menahan beban.
d. Penambahan alat bantu

59

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
Pemasangan alat bantu berupa wibbing yang di gunakan untuk mengangkat plat
agar tidak jatuh pada saat proses assembling.
e. Finishing
Proses finishing dilakukan untuk membuat alat press ini Nampak lebih indah dan
memiliki daya tahan terhadap korosi , sehingga alat ini dapat bertahan lama dan dapat
digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
f. Proses uji coba
Proses pengerjaan dilakukan dengan menyiapkan peralatan yang akan dibutuhkan
kemudian proses penyambungan komponen dan perakitan di mulai secara berurutan
sesua dengan perancangan yang telah di buat.

Gambar 4.6 Mesin Press yang telah di buat

4.4 Kegiatan Khusus di Perusahaan


Tugas khusus yang diberikan kepada praktikan dari pihak universitas berupa
analisa terhadap alat press yang kami buat, cara kerja serta kelebihan serta kekurangan

60

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
yang ada dalam alat press kami ini. Dimulai dari apa yang dibutuhkan di perusahaan
sehingga kita bisa menyesuaikan alat kami mau dibuat seperti apa.

Gambar 4.7 Kertas karton , E-Float , dan Lem


4.4.1 Analisa
Alat kami ini adalah secondary process dari press roll yang telah ada sehingga,
kami membuat alat press ini dengan tujuan untuk meningkatkan hasil dari first process
yang hanya merekatkan lem sesaat saja, kemudian di distribusikan ke alat press yang
kami buat dengan tumpukan tertentu yang kemudian di press selama dua jam, sehingga
hasilnya bisa merekat dengan sempurna.
Alat press kami ini memiliki kapsitas press objek setinggi satu meter, kami
menggunakan patokan satu meter karena saat observasi, waktu yang optimal untuk
melakukan proses press adalah selama dua jam. Press roll pada awal proses dalam satu
shift mampu memproduksi seribu tumpukan karton yang telah di lem, sehingga dalam
dua jam mampu memproduksi sebanyak tigaratus tigapuluh tumpuk karton, dan tinggi
dari tumpukan tersebut adalah satu meter. Pada saat tumpukan mencapai tigaratus
tigapuluh, lalu di press selama dua jam selagi menunggu tumpukan selanjutnya
mencapai tigaratus tigapuluh.
Alat press ini beroperasi sebanyak tiga kali dalam satu shift. Kami dapat
memangkas men power yang ada dengan menghilangkan satu operator pada mesin

61

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
press roll untuk mengoprasikan alat press kami. Dengan adanya alat kami ini, diharapan
dapat membuat proses menjadi lebih efisien daripada menolak pesanan terhadap karton
jenis float hanya dikarenaka keterbatasan alat yang ada.
Cara mengoprasikan aat kami juga dapat dilakukan dengan cara menekan tombol
up and down pada rangkaian control untuk menaikkan serta menurunlkan plat besi
yang fungsnya sebagai press kami ini. Pada saat menekan terdapat limit sehingga
karton float tersebut tidak terlalu menekan yang mengakibatkan karton tersebut
menjadi tidak memiliki float.

Gambar 4.8 Mesin Press Roll Laminasi


Gambar diatas adalah mesin press roll yang menggunakan mekanisme ulir untuk
mengatur kerapatan dari roll tersebut. Mesin ini adalah first process dalam proses glue.
Yang hasil dari proses mesin ini kurang optimal dikarenakan jumlah roll yang sedikit
dan kurangnya waktu dari press roll dalam menjepit karton.

62

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
4.4.2 Proses Uji Coba
Proses pengujian dilakukan dengan menyiapkan peralatan yang akan dibutuhkan
kemudian proses penyambungan rangkaian kendali ke sumber daya. Berikut adalah
proses uji coba yang kami lakukan terhadap mesin press kami:
1. Mengeset alat press
2. Memasang sumber listrik pada ragkaian control
3. Menempatkan karton setinggi satu meter kedalam space alat press
4. Menekan tombol down pada panel
5. Ditahan selama dua jam
6. Menekan tombol up pada panel
7. Mengecek hasil dari proses press tersebut
8. Didistribusikan ke proses finishing
4.4.3 Kelebihan dan Kekurangan
Pada alat press yang kami buat ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang akan
dijelaskan sebagai berikut:
1. Keunggulan
a. Dengan danya alat ini tentunya proses pengerjaan karton float dapat dilakukan
sehingga dapat meningkatkan pemasukan.
b. Proses pengeleman juga lebih efisien karena lebih cepat dari pada saat
observasi dikarenakan luas permukaan yang lebih besar dan berat sehingga
hasilnya lebih optimal.
2. Kekurangan
a. Alat kami masih menggunakan rantai dan gear sehingga terjadi kebisingan
akibat gesekan disbanding menggunakan hidrolis.
b. Letak plat penekan bagian atas terlalu tinggi pada saat tidak digunakan,
dikarenakan terhalang oleh beberapa penyangga yang mengakibatkan plat besi
tidak dapat turun sepenuhnya.

63

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 4.9 Tampak Depan Mesin Press


Dari gambar di atas terlihat gambar mesin press yang utuh telah selesai kami buat,
dapat dilihat alat press ini memiliki space ditengah sebagai tempat objek yang akan di
press yaitu sebanyak tigaratus tigapuluh buah karton setinggi satu meter dengan tenaga
penggerak adalah motor listrik yang didistribusikan ke gearbox menggunakan pulley
dan kemudian di distribuskan ke poros utama menggunakan pulley. Kecepatan motor
yang mula-mula 1400 Rpm dapat di reduce menjadi 2 Rpm saja dengan menggunakan
gearbox dan pengendalian naik atau trunnya alat press ini menggunakan 2 tombol,
yaitu tombol up dan down.

64

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 4.10 Tampak Samping Mesin Press


Mesin press dilihat tampak samping, terlihat terdapat kolom penyangga untuk
menopang plat penekan yang berada diatas.

Gambar 4.11 Tampak samping Mesin Pengepres Bagian Tengah

65

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 4.12 mekanisme bagian atas pada mesin press

Gambar 4.13 Mekanisme pada rantai tampak atas


Dimana penyangga utama plat penekan adalah rantai yang dihubungkan langsung
ke poros utama, sehingga naik atau turunnya plat diatur oleh perputaran poros utama
di bagian bawah yang menggerakkan rantai.

66

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 4.14 Sistem transmisi perputaran dari gearbox menuju Poros utama
Pada alat ini menggunakan transmisi pulley dan v-belt. Pulley didalam mesin
ini di pasang dengan ukuran yang berbeda dengan tujuan untuk me-reduce putaran agar
putaran pada poros dapat sesuai yang diinginkan yaitu 2 Rpm.

Gambar 4.15 Motor listrik pada mesin pres


Penggerak utama dari alat press ini adalah motor listrik dengan daya 1 Hp dengan
putaran 1400 Rpm.

67

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 4.16 Sambungan 2 pillow block dengan As


Pillow block digunakan untuk housing poros utama yang diletakkan tepat
dibawah meja.

Gambar 4.17 Spur Gear

68

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Gambar 4.18 Mekanisme Rantai bagian bawah


Pada poros utama menggunakan spur gear untuk mekanisme penggerak antara
poros yang satu dengan yang lain.

4.4.4 Kendala saat Praktek Kerja Industri


Adapun kendala mendasar yang kami hadapi adalah keterbatasan waktu yang
mengakibatkan kurangnya observasi serta mendalami semua system yang ada sehingga
berdampak pada kekurangan materi yang kami pelajari sebagai dasar dalam pembuata
alat press kami ini.

69

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil kuliah kerja industri selama empat puluh lima hari di PT Putri Gelora
Jaya, maka kami dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Kapasitas produksi semula 300 lembar per 24 jam, sekarang menjadi 1000 lembar
per 8 jam.
2. Sebelumnya alat ini tidak dapat beroprasi dengan baik, sekarang sudah dapat
beroprasi dengan baik.
3. Efektifitas tenaga kerja yang semula 4 menjadi 3.
4. Sebelumnya pengerjaan dilakukan diluar pabrik, sekarang dapat dilakukan di
dalam pabrik.
5. Kualitas hasil pengeleman dapat bersaing dengan produk lain.

5.2 Saran
5.2.1 Bagi Mahasiswa
a. Sebaiknya mahasiswa praktikan hendaknya dalam perencanaan serta perakitan alat
press ini harus

melakukan tugasnya sesuai dengan prosedur yang sudah

direncanakan sebelumnya.
b. Sebaiknya mahasiswa praktikan dapat berfikir kritis, cerdas dan mampu menyerap
semua ilmu yang diberikan di perusahaan.
c. Sebaiknya mahasiswa praktikan harus sering konsultsai dengan dosen agar
laporannya cepat selesai, tentunya konsultas saat hari libur sehingga tidak
mengganggu kegiatan kuliah kerja industry.
d. Sebaiknya mahasiswa praktikan mematuhi aturan yang ada di perusahaan, sehingga
dapat berjalan dengan baik dan lancar.
e. Sebaiknya mahasiswa praktikan harus berani memberi kritik dan saran kepada
perusahaan mauun karyawan jika memang untuk kemajuan perusahaan, sehingga
keberadaan kita disana jadi bermanfaat.

70

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
f. Sebaiknya mahasiswa praktikan selalu berhati-hati dalam bekerja dan gunakan alat
pelindung diri.
5.2.2 Bagi Jurusan Teknik Mesin Universitas Jember
a. Sebaiknya pihak Universitas Fakultas Teknik harus bisa menyeleksi perusahaan
yang akan dijadikan sebagai tempat praktek kerja industry para mahasiswanya
ketika dalam proses pengajuan proposal, tujuannya untuk mengetahui bahwa
perusahaan yang akan menjadi tempat praktek kerja industry memang benar-benar
sesuai dengan penjurusannya.
b. Sebaiknya dosen pembimbing melakukan pengontrolan tentang aktifitas yang
dilakukan mahasiswanya disetiap perusahaan praktek kerja industry untuk
mengetahui kesesuaian perkembangan dan mempererat hubungan perusahaan
dengan pihak fakultas.
5.2.3 Bagi Perusahaan (PT. PUTRI GELORA JAYA)
a. Sebaiknya perusahaan perlu adanya peningkatan sarana seperti alat-alat dan hal-hal
lainnya untuk kenyamanan proses produksi dan karyawan.
b. Sebaiknya perlu adanya pengawasan terhadap keselamatan kerja para karyawan
dan peserta praktek kerja industry harus diperhatikan baik dilakukan oleh pihak
perusahaan maupun kewaspadaan dari karyawan itu sendiri.
c. Sebaiknya lebih memaksimalkan keberadaan mahasiswa di perusahaan sebagai
wujud pengabdian perusahaan dalam bidang pendidikan kepada masyarakat.
d. Sebaiknya perusahaan menanggapi keluhan pekerja dalam hal kenyamanan bekerja
sehingga pekerja dapat bekerja dengan nyaman dan bisa meningkatkan
produktifitas perusahaan.
e. Sebaiknya perusahaan untuk mempertegas aturan tentang larangan merokok dan
pelaksanaan 5R, mengingat hal tersebut masih belum optimal terlaksana.

71

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER

Contents
BAB 1. PENDAHULUAN .......................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................. 1
1.2 Tujuan dan Manfaat ........................................................................................ 2
1.2.1 Tujuan .......................................................................................................... 2
1.2.2 Manfaat ........................................................................................................ 2
1.3 Batasan Masalah ............................................................................................... 3
1.4 Waktu Pelaksanaan ......................................................................................... 3
BAB 2. LANDASAN TEORI ..................................................................................... 4
2.1 Besi Kanal UNP ................................................................................................. 4
2.2 Motor Listrik ..................................................................................................... 5
2.3 Bahan Plat .......................................................................................................... 8
2.4 Rantai ............................................................................................................... 11
2.5 AS...................................................................................................................... 12
2.6 Grease ............................................................................................................... 14
2.7 Pillow Block ..................................................................................................... 14
2.8 Kertas Flute (gelombang) ............................................................................... 15
2.9 Perhitungan ..................................................................................................... 19
2.9.1 Rumus Menghitung Kecepatan Sinkron .................................................... 19
2.9.2 Menghitung Slip Pada Motor ..................................................................... 20
2.9.3 Menghitung Arus/Ampere ......................................................................... 20
2.9.4 Menghitung Daya Motor 3 phasa ketika Diketahui Arus, Tegangan, dan
Faktor Daya. ........................................................................................................ 20
2.9.5 Menghitung Daya Output Motor................................................................ 20
2.9.6 Efisiensi Daya Motor ................................................................................. 20
2.9.7 Menghitung daya semu motor (VA) .......................................................... 24
2.10 Pulley (Katrol) ............................................................................................... 24
2.11 Kabel .............................................................................................................. 25
2.12 Kontaktor ....................................................................................................... 26
2.13 Push Button ................................................................................................... 27
2.14 MCB (Miniature Circuit Breaker) .............................................................. 29
2.15 Rangkaian Listrik ......................................................................................... 30

72

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
2.15.1 Rangkaian Seri ......................................................................................... 30
2.15.2 Rangkaian Paralel..................................................................................... 30
2.16 Bearing ........................................................................................................... 31
2.17 Spur Gear (Sprocket) .................................................................................... 32
2.18 Gearbox .......................................................................................................... 33
2.19.1

Komponen Gearbox .............................................................................. 34

BAB 3. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................... 35


3.1 Metode Praktek Kerja Industri ..................................................................... 35
4.

Pengerjaan Laporan .......................................................................................... 35

3.2 Metode Perancangan ...................................................................................... 35


3.2.1 Identifikasi Masalah .................................................................................. 36
3.2.2 Pengumpulan Data .................................................................................... 36
3.2.3 Penentuan Spesifikasi Produk ................................................................... 36
3.2.4 Pemilihan Konsep ..................................................................................... 36
3.2.5 Detail Desain Rancangan .......................................................................... 36
3.2.6 Analisis Teknik Rancangan....................................................................... 36
BAB 4. PEMBAHASAN .......................................................................................... 38
4.2

Tugas Umum ............................................................................................... 39

4.2.1 Gambaran Umum Perusahaan ........................................................................ 39


4.2.2 Tinjauan Umum Perusahaan ...................................................................... 39
4.2.3 Produk produkyang di hasilkan ............................................................... 40
4.2.4 Sejarah perusahaan .................................................................................... 40
4.2.5 Tenaga Kerja dan Jam Kerja ...................................................................... 41
4.2.6 Struktur Organisasi Perusahaan ................................................................. 42
4.2.7 Job Description Perusahaan ....................................................................... 42
4.2.8 Peralatan dan Mesin-mesin yang dimiliki perusahaan ............................... 45
4.2.9 Layout Perusahaan ..................................................................................... 46
4.3 Kegiatan Khusus di Perusahaan ........................................................................ 47
4.3.1
1.

Langkah langkah Pembuatan ............................................................. 48


Desain Produk ........................................................................................... 48

1. Pulley .............................................................................................................. 51
2. Perhitungan Transmisi (gear box) ................................................................... 51

73

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
3. Perhitungan Pada As ....................................................................................... 52
4. Perhitungan Roda gigi ..................................................................................... 52
5. Perhitungan V-Belt pada motor terhadap Transmisi ....................................... 53
6. Analisis perhitungan V-Belt pada Transmisi terhadap AS ............................. 53
7. Perhitungan Gaya pada beban motor .............................................................. 54
8. Perhitungan Usaha yang di perlukan mengangkat beban ............................... 54
9. Perhitungan Usaha yang di perlukan mengangkat beban ............................... 55
4.4 Kegiatan Khusus di Perusahaan .................................................................... 60
4.4.1 Analisa ....................................................................................................... 61
4.4.2

Proses Uji Coba ..................................................................................... 63

4.4.3

Kelebihan dan Kekurangan ................................................................... 63

4.4.4 Kendala saat Praktek Kerja Industri .......................................................... 69


BAB V PENUTUP ..................................................................................................... 70
5.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 70
5.2 Saran ................................................................................................................ 70
5.2.2 Bagi Jurusan Teknik Mesin Universitas Jember ........................................ 71
5.2.3 Bagi Perusahaan (PT. PUTRI GELORA JAYA) ....................................... 71

BAB 1. PENDAHULUAN ........................................ Error! Bookmark not defined.


1.1 Latar Belakang ................................................ Error! Bookmark not defined.
1.2 Tujuan dan Manfaat ...................................... Error! Bookmark not defined.
1.2.1 Tujuan ........................................................ Error! Bookmark not defined.
1.2.2 Manfaat ...................................................... Error! Bookmark not defined.
1.3 Batasan Masalah ............................................. Error! Bookmark not defined.
1.4 Waktu Pelaksanaan ....................................... Error! Bookmark not defined.
BAB 2. LANDASAN TEORI ................................... Error! Bookmark not defined.
2.1 Besi Kanal UNP ............................................... Error! Bookmark not defined.
2.2 Motor Listrik ................................................... Error! Bookmark not defined.
2.3 Bahan Plat ........................................................ Error! Bookmark not defined.

74

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
2.4 Rantai ............................................................... Error! Bookmark not defined.
2.5 AS...................................................................... Error! Bookmark not defined.
2.6 Grease ............................................................... Error! Bookmark not defined.
2.7 Pillow Block ..................................................... Error! Bookmark not defined.
2.8 Kertas Flute (gelombang) ............................... Error! Bookmark not defined.
2.9 Perhitungan ..................................................... Error! Bookmark not defined.
2.9.1 Rumus Menghitung Kecepatan Sinkron .... Error! Bookmark not defined.
2.9.2 Menghitung Slip Pada Motor ..................... Error! Bookmark not defined.
2.9.3 Menghitung Arus/Ampere ......................... Error! Bookmark not defined.
2.9.4 Menghitung Daya Motor 3 phasa ketika Diketahui Arus, Tegangan, dan
Faktor Daya. ........................................................ Error! Bookmark not defined.
2.9.5 Menghitung Daya Output Motor................ Error! Bookmark not defined.
2.9.6 Efisiensi Daya Motor ................................. Error! Bookmark not defined.
2.9.7 Menghitung daya semu motor (VA) .......... Error! Bookmark not defined.
2.10 Pulley (Katrol) ............................................... Error! Bookmark not defined.
2.11 Kabel .............................................................. Error! Bookmark not defined.
2.12 Kontaktor ....................................................... Error! Bookmark not defined.
2.13 Push Button ................................................... Error! Bookmark not defined.
2.14 MCB (Miniature Circuit Breaker) .............. Error! Bookmark not defined.
2.15 Rangkaian Listrik ......................................... Error! Bookmark not defined.
2.15.1 Rangkaian Seri ......................................... Error! Bookmark not defined.
3.15.2 Rangkaian Paralel..................................... Error! Bookmark not defined.
2.16 Bearing ........................................................... Error! Bookmark not defined.
2.17 Spur Gear (Sprocket) .................................... Error! Bookmark not defined.
2.18 Gearbox .......................................................... Error! Bookmark not defined.
2.19.1

Komponen Gearbox .............................. Error! Bookmark not defined.

BAB 3. TINJAUAN PUSTAKA ............................... Error! Bookmark not defined.


3.1 Metode Praktek Kerja Industri ..................... Error! Bookmark not defined.
4.

Pengerjaan Laporan .......................................... Error! Bookmark not defined.

3.2 Metode Perancangan ...................................... Error! Bookmark not defined.


3.2.1 Identifikasi Masalah .................................. Error! Bookmark not defined.
3.2.2 Pengumpulan Data .................................... Error! Bookmark not defined.
3.2.3 Penentuan Spesifikasi Produk ................... Error! Bookmark not defined.

75

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
3.2.4 Pemilihan Konsep ..................................... Error! Bookmark not defined.
3.2.5 Detail Desain Rancangan .......................... Error! Bookmark not defined.
3.2.6 Analisis Teknik Rancangan....................... Error! Bookmark not defined.
3.2.7 Kesimpulan ............................................... Error! Bookmark not defined.
BAB 4. PEMBAHASAN .......................................... Error! Bookmark not defined.
4.2

Tugas Umum ............................................... Error! Bookmark not defined.

4.2.1 Gambaran Umum Perusahaan ........................ Error! Bookmark not defined.


4.2.2 Tinjauan Umum Perusahaan ...................... Error! Bookmark not defined.
4.2.3 Produk produkyang di hasilkan ............... Error! Bookmark not defined.
4.2.4 Sejarah perusahaan .................................... Error! Bookmark not defined.
4.2.5 Tenaga Kerja dan Jam Kerja ...................... Error! Bookmark not defined.
4.2.6 Struktur Organisasi Perusahaan ................. Error! Bookmark not defined.
4.2.7 Job Description Perusahaan ....................... Error! Bookmark not defined.
4.2.7 Peralatan dan Mesin-mesin yang dimiliki perusahaan .... Error! Bookmark
not defined.
4.2.8 Layout Perusahaan ..................................... Error! Bookmark not defined.
4.3 Kegiatan Khusus di Perusahaan ........................ Error! Bookmark not defined.
4.3.1
1.

Langkah langkah Pembuatan ............. Error! Bookmark not defined.


Desain Produk ........................................... Error! Bookmark not defined.

1. Pulley .............................................................. Error! Bookmark not defined.


2. Perhitungan Transmisi (gear box) ................... Error! Bookmark not defined.
3. Perhitungan Pada As ....................................... Error! Bookmark not defined.
4. Perhitungan Roda gigi ..................................... Error! Bookmark not defined.
5. Perhitungan V-Belt pada motor terhadap Transmisi...... Error! Bookmark not
defined.
6. Analisis perhitungan V-Belt pada Transmisi terhadap AS .. Error! Bookmark
not defined.
7. Perhitungan Gaya pada beban motor .............. Error! Bookmark not defined.
8. Perhitungan Usaha yang di perlukan mengangkat beban .... Error! Bookmark
not defined.
9. Perhitungan Usaha yang di perlukan mengangkat beban .... Error! Bookmark
not defined.
4.4 Kegiatan Khusus di Perusahaan ........................ Error! Bookmark not defined.
4.4.1 Analisa ....................................................... Error! Bookmark not defined.

76

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI


D3 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS JEMBER
4.4.2

Proses Uji Coba ..................................... Error! Bookmark not defined.

4.4.3

Kelebihan dan Kekurangan ................... Error! Bookmark not defined.

4.4.4 Kendala saat Praktek Kerja Industri .......... Error! Bookmark not defined.
BAB V PENUTUP ..................................................... Error! Bookmark not defined.
5.1 Kesimpulan ...................................................... Error! Bookmark not defined.
5.2 Saran ................................................................ Error! Bookmark not defined.
5.2.2 Bagi Jurusan Teknik Mesin Universitas Jember ....... Error! Bookmark not
defined.
5.2.3 Bagi Perusahaan (PT. PUTRI GELORA JAYA) ...... Error! Bookmark not
defined.

77