Anda di halaman 1dari 25

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Belt Conveyor
Belt conveyor atau konveyor sabuk adalah pesawat pengangkut yang
digunakan untuk memindahkan muatan dalam bentuk satuan atau tumpahan,
dengan arah horizontal atau membentuk sudut dakian/inklinasi dari suatu sistem
operasi yang satu ke sistem operasi yang lain dalam suatu line proses produksi,
yang menggunakan sabuk sebagai penghantar muatannya. Belt Conveyor pada
dasarnya merupakan peralatan yang cukup sederhana. Alat tersebut terdiri dari
sabuk yang tahan terhadap pengangkutan benda padat. Sabuk yang digunakan pada
belt conveyor ini dapat dibuat dari berbagai jenis bahan misalnya dari karet,
plastik, kulit ataupun logam yang tergantung dari jenis dan sifat bahan yang akan
diangkut (Zainuri, ST, 2006).
Belt Conveyor (konveyor sabuk) memiliki komponen utama berupa sabuk
yang berada diatas roller-roller penumpu. Sabuk digerakkan oleh motor penggerak
melalui suatu pulley, sabuk bergerak secara translasi dengan melintas datar atau
miring tergantung kepada kebutuhan dan perencanaan. Material diletakkan diatas
sabuk dan bersama sabuk bergerak kesatu arah. Pada pengoperasiannya konveyor
sabuk menggunakan tenaga penggerak berupa motor listrik dengan perantara roda
gigi yang dikopel langsung ke puli penggerak. Sabuk yang berada diatas rollerroller akan bergerak melintasi roller-roller dengan kecepatan sesuai putaran dan
puli penggerak
Ada beberapa pertimbangan yang mendasari dalam penelitian pesawat
pengangkut :
1) Karakteristik pemakaian, hal ini menyangkut jenis dan ukuran material,
sifat material, serta kondisi medan atau ruang kerja alat.
3

2) Proses produksi, mengngkut kapasitas perjam dari unit, kontinuitas


pemindahan, metode penumpukan material dan lamanya alat beroperasi.
3) Prinsip-prinsip ekonomi, meliputi ongkos pembuatan, pemeliharaan,
pemasangan, biaya operasi dan juga biaya penyusutan dari harga awal alat
tersebut.
Berdasarkan pertimbangan diatas maka dipilihnya belt conveyor sebagai
pesawat pengangkut yang paling sesuai untuk mengangkut pasir kedalam proses
mixer dalam pembuatan tiang beton.

2.1.1 Kelebihan dan Kelemahan Belt Conveyor


A. Kelebihan belt conveyor
1) Mampu membawa beban berkapasitas besar.
2) Kecepatan sabuk dapat diatur untuk menetapkan jumlah material yang
dipindahkan persatuan waktu
3) Dapat bekerja dalam arah yang miring tanpa membahayakan operator yang
mengoperasikannya
4) Memerlukan daya yang lebih kecil, sehingga menekan biaya operasinya
5) Tidak mengganggu lingkungan karena tingkat kebisingan dan polusi yang
rendah.
6) Lebih ringan dari pada konveyor rantai maupun bucket conveyor.
7) Aliran pengangkutan berlansung secara terus menerus/kontinu
Belt conveyor adalah mesin pemindah yang paling universal karena kapasitas
3

cukup besar (500 s.d 5000 m /jam atau lebih), sanggup memindahkan material
pada jarak relatif besar (500 s/d 1000 m atau lebih), desain yang sangat sederhana
dan pengoperasian yang baik (http://www.hksystems.com,conveyor). Belt
conveyor dapat digunakan untuk memindahkan berbagai unit material sepanjang
arah horizontal atau pada suatu kemiringan tertentu pada berbagai industri.

Contohnya pada industri pengecoran logam, tambang batubara, produksi beton,


industri makanan dan lain-lain.
B. Kelemahan belt conveyor
1) Sabuk sangat peka terhadap pengaruh luar, misalnya timbul kerusakan
pada pinggir dan permukaan belt, sabuk bisa robek karena batuan yang
keras dan tajam atau lepasnya sambungan sabuk.
2) Biaya perawatannya sangat mahal.
3) Jalur pemindahan (transfer line). Karena untuk satu unit belt conveyor
hanya bisa dipasang untuk jalur lurus.
4) Kemiringan/sudut inklinasi yang terbatas.
2.1.2 Geometri Belt Conveyor
Geometri dari belt conveyor dapat dilihat pada Gambar 2.1 yang
memperlihatkan lintasan dari belt conveyor.

Gambar 2.1 Geometri belt conveyor


Sudut kemiringan terhadap garis horizontal () tergantung pada faktor
gesekan antara material yang dibawa dengan belt yang bergerak, sudut kemiringan
tetap dari tumpukan material dan bagaimana cara material dibebankan keatas belt.
Kemiringan yang dapat diizinkan pada belt conveyor dapat dilihat pada Tabel 2.1.
5

Tabel 2.1 Sudut kemiringan maksimum yang diizinkan pada geometri belt
conveyor untuk beberapa jenis material.

Material
Coal briquetted
Gravel, washed and sized
Grain
Foundry sand, shaken out
(burnt)
Foundry sand, damp (ready)
Crushed stone, unsized
Coke, sized
Coke unsized
Sawdust, fresh
Lime, powdered

Maximum
angle of
incline
()
12
12
18
24
26
18
17
18
27
23

Material
Sand, dry
Sand, clamp
Ore, large-lumped
Ore, crushed
Anthracite, pebbles
Coal, run of mine
Coal, sized, small
Cement
Slag,
anthraciote,
damp

Maximum
angle of
incline
()
18
27
18
25
17
18
22
20
22

Sumber : Charles G. Wilson head Agronomist 1964.


2.1.3 Komponen-Komponen Utama Pada Belt Conveyor
Komponen-komponen utama konveyor sabuk dapat dilihat pada gambar 2.2.

Gambar 2.2 Konstruksi konveyor sabuk

Konveyor sabuk yang sederhana terdiri dari :


1) Rangka (Frame)
2) Pulli penggerak (Drive pulley)
3) Pulli yang digerakkan (Tail pulley)
4) Pulli Pengencang (Snub pulley)
5) Sabuk (Belt)
6) Rol pembawa (Carrying roller idler)
7) Rol Kembali (Return roller idler)
8) Rol pemuat
9) Motor penggerak
10) Unit pemuat (Chutes)
11) Unit pengeluar (Discharge spout)
12) Pembersih sabuk (Belt cleaner)
13) Pengetat sabuk (Belt take-up)
A. Belt
Belt terbuat dari bahan tekstil, baja lembaran atau jalinan kawat baja. Belt
yang terbuat dari tekstil berlapis karet paling banyak ditemukan dilapangan.
Syarat-syarat belt:
1) Tahan terhadap beban tarik.
2) Tahan beban kejut.

3) Perpanjangan spesifik rendah.


4) Harus fleksibel.
5) Tidak menyerap air.
6) Ringan.
Belt yang digunakan pada belt conveyor terdiri dari beberapa tipe seperti bulu
unta, katun dan beberapa jenis belt tekstil berlapis karet. Belt harus memenuhi
persyaratan, yaitu kemampuan menyerap air rendah, kekuatan tinggi, ringan,
lentur, regangan kecil, ketahanan pemisahan lapisan yang tinggi dan umur pakai
panjang. Untuk persyaratan tersebut, belt berlapis karet adalah yang terbaik. Belt
tekstil berlapis karet terbuat dari beberapa lapisan yang dikenal dengan plies.
Lapisan-lapisan tersebut dihubungkan dengan menggunakan (vulkanisasi) atau
dengan karet alam maupun sintetis. Belt dilengkapi dengan cover karet untuk
melindungi tekstil dari kerusakan-kerusakan. Karena beberapa jenis material yang
dibawa mempunyai sifat abrasif. Bentuk penampang belt diperlihatkan pada
Gambar 2.3.

Gambar 2.3 Penampang belt

: lapisan

: cover

b: tebal belt
1 : bagian yang dibebani 2 :
bagian pembalik
Jumlah lapisan belt tergantung lebar belt. Hubungan antara lebar belt dengan
jumlah lapisan dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut.
Tabel 2.2 Jumlah lapisan belt yang disarankan.
(B) Belt width
(mm)
300
400
500
650
800
1000
1200
1400
1600
1800
2000

Minimum and maximum number of plies (i)


3-4
3-5
3-6
3-7
4-8
5-10
6-12
7-12
8-12
8-12
9-14

Sumber : MF. Spot, 1985


Tabel 2.3 Tebal cover yang disarankan pada belt tekstil berlapis karet untuk
beban tumpukan dan beban satuan.
Cover thickness, mm
Loaded
Return
Load characteristics
Material
slide 1
slide, 2
Granular and powdered, non
Section 1.01 Bulk
15
1.0
abrasive
load Grain, col dust
Fing-grained and small
Lumped, abrasive, medium and
heavy weight (a<60 mm, <2
tons/m3)

Sand, foundry sand,


cement, crushed
stone, coke

1.5 to 3.0 1.0

Medium-lumped, slightly,
abrasive, medium and heavy
weight (a<160 mm, < 2
tons/m3)

Coal, peat briquettes

3.0

1.0

Ditto, abrasive

Gravel, clinker,
stone, ore, rock salt

4.5

1.5

Large-lumped, abrasive, heavy


weight (a<160 mm, < 2
tons/m3)

Manganese ore,
brown iron ore

6.0

1.5

Light load in paper and clocth


packing

Section 1.02 Unit


loads

1.0

1.0

Load in soft containers

Parcels, packages,
books
Bag, bales, packs
Boxes, barrels,
baskets

1.5 to 3.0 1.0

Ditto weighin over 15 kg

Boxes, barrels,
baskets

1.5 to 4.5 1.0 to 1.5

Untared loads

Machine parts,
ceramic articles,
building elements

1.5 to 6.0 1.0 to 1.5

Load in soft containers weighin


up to 15 kg

1.5 to 3.0 1.0

Sumber : Dyachkov, 1975


Berat tiap meter belt (qb) berdasarkan Gambar 2.3 adalah :
(qb) = 1.1B (i + 1 + 2) kg/m
Tebal tiap lapisan () bervariasi menurut jenis belt : 1,25 mm untuk belt berlapis
katun, 2,0 mm untuk belt kekuatan tinggi, 0,9 s.d 1,4 mm untuk sintetik.
Jumlah lapisan (number of plies) dapat ditentukan dari persamaan :

KS

maks

(2.2)

10

B
Kt

Dimana:
Smaks = gaya tarik maksimum teoritis dari belt, kg
Kt

= gaya tarik ultimate per cm dari lebar per lapisan, kg/cm

K = faktor keamanan (dari Tabel 2.4)


B = lebar belt, cm

Tabel 2.4 Faktor keamanan sesuai dengan jumlah lapisan belt.


Number of plies (i)
Safety factor (k)

2 to 4

4 to 5

6 to 8

9,5

10

9 to 11

12 to 14

10,5

11

Sumber : Sularso, 1987


Menurut standar USSR, tegangan tarik maksimum untuk belt adalah 55
kg/cm untuk belt tipe b-820, 115 kg/cm untuk belt tipe OIIb-5 dan OIIb-12, 119
kg/cm untuk belt katun dan 300 kg/cm untuk belt sintetik.
B. Idlers
Belt disangga oleh idler. Jenis idler yang digunakan kebanyakan adalah
roller idler. Berdasarkan lokasi idler di conveyor, dapat dibedakan menjadi idler
atas dan idler bawah. Gambar susunan idler atas dapat dilihat pada Gambar 2.4.
Sudut antara idler bawah dan idler atas dapat divariasikan sesuai keperluan.

11

Gambar 2.4 Idler bagian atas


Idler atas menyangga belt yang membawa beban. Idler atas bisa merupakan
idler tunggal atau tiga idler. Sedangkan untuk idler bawah digunakan idler
tunggal. Gambar idler bawah dapat dilihat pada Gambar 2.5 di bawah ini.

Gambar 2.5 Idler bagian bawah

Idler dibuat sedemikian rupa sehingga mudah untuk dibongkar pasang. Ini
dimaksudkan untuk memudahkan perawatan. Jika salah satu komponen idler
rusak, dapat dilakukan penggantian secara cepat. Kontruksi idler dapat dilihat pada
Gambar 2.6.

Gambar 2.6 Kontruksi roller Idler

12

Komponen-komponen roller idler diatas adalah:


1) selubung bagian luar, yang langsung berfungsi untuk menopang belt.
2) Selubung bagian dalam.
3) Bantalan.
4) Karet perlindung, yang berfungsi untuk melindungi bantalan dari debu atau
kotoran lainnya.
5) Pengunci bantalan.
6) Poros idler.
7) Baut.
8) Bantalan
Diameter (D) idler tergantung pada lebar belt (B) yang disangganya.
Hubungan antara lebar belt dengan diameter idler dapat dilihat pada Tabel 2.5.
Tabel 2.5 Hubungan antara diameter roller idler dengan lebar belt.
(D) Roller diameter (mm)
(B) Belt width (mm)
108
400 to 800
159
800 to 1600
194
1600 to 2000
Sumber : Sularso, 1987
Dalam perancangan, panjang idler Lid dibuat lebih panjang 100 s/d200 mm dari
lebar belt. Untuk saluran pemasangan komponen belt conveyor dapat dilihat pada
Gambar 2.7.
Jika idler pada loading zone adalah 11 0.51 dan pada belt bagian bawah
12 21. Training idler berfungsi untuk menjaga agar belt berjalan lurus dan
efektif jika dipasang pada belt conveyor yang panjangnya lebih dari 50 meter.
Jarak idler tergantung pada belt dan berat jenis dari beban seperti tertera pada
Tabel 2.7.

13

14

Gambar 2.7 Susunan Idler pada belt conveyor Tabel 2.6 Jarak maksimum idler pada
belt conveyor.
Bulk weight
of load,
(ton/ m 3 )
<1
= 1 to 2
>2

400
1500
1400
1300

( B ) Spacing 1 for belt width (mm)


500 650 800
1000
1200
1400 16002000
1500 1400 1400 1300
1300
1200 1100
1400 1300 1300 1200
1200
1100 1000
1300 1200 1200 1100
1100
1000 1000

Sumber : Sularso, 1987


C. Unit penggerak
Daya penggerak pada belt conveyor ditransmisikan kepada belt melalui
gesekan yang terjadi antar belt puli penggerak yang digerakkan dengan motor
listrik. Unit penggerak terdiri dari beberapa bagian, yaitu puli, motor serta roda
gigi transmisi antara motor dan puli. Tipe-tipe susunan puli penggerak untuk belt
conveyor dapat dilihat pada Gambar 2.8.
Gambar a dan b menunjukkan pulli penggerak tunggal (single pulley drive)
0

dengan sudut = 180 dan 210 s.d 230 . Peningkatan sudut kontak seperti
Gambar b dapat diperoleh jika idler pembalik diletakkan lebih keatas dan jarak
dengan puli penggerak lebih dekat. Gambar c dan d menunjukan dua puli
0

penggerak dengan sudut kontak 350 dan 480 . Pada gambar e dan f diperlihatkan
puli penggerak khusus, dan digunakan pada conveyor yang panjang serta beban
yang berat. Susunan puli penggerak pada gembar e menggunakan pegas tekan pada
gambar f menggunakan beban take-up (Metriadi, 2005). Tetapi dalam aplikasi
dilapangan, konstruksi seperti pada Gambar 2.8 (b) lebih banyak digunakan.
\

15

(c)

(d)

Gambar 2.8 Susunan puli pengegrak belt conveyor a dan b puli tunggal;
c dan d sistem dua puli; e dan f menggunakan bagian penekan
Untuk kondisi tak ada slip antara belt dengan puli seperti pada Gambar 2.8,
diperoleh persamaan berikut :

St Ss1 e
Keterangan notasi :

(2.3)

St

= gaya tarik pada sisi belt yang kencang

St

= gaya tarik pada sisi belt pembalik

= koefisien gesekan antara belt dengan puli

= sudut lilit

2,718

16

Gaya tarik keliling Wo pada puli penggerak, dengan mengabaikan losses


pada puli penggerak dengan mengacu pada kekuatan belt, diberikan oleh
persamaan :
W0 = St St1

(2.4)

Sehingga:

Wo = St Ss1 St1 e

= Ss1 (e
Atau; Wo

Ss1

1)

(2.5)

-1

Sumber : Bell, Idler An Pulley Catalogue


Dari persamaan di atas, besar gaya tarik yang dapat ditransmisikan oleh puli
penggerak ke belt meningkat dengan penambahan sudut kontak. Koefisien gesek dan
tegangan belt. Besar koefisien gesek tergantung pada permukaan puli dan sudut
kontak. Dan dapat dilihat pada Tabel 2.7, yaitu hubungan antara sudut kontak dan
bagaimana belt dililitkan pada puli. Tegangan belt tergantung dari kekuatan belt.
Sedangkan kekuatan belt ditentukan lebar dan jumlah lapisan belt.

Tabel 2.7 Harga koefisien gesek dan e .


Type of pulley and Friction e for wrap angles , deg and radians
0
atmospheric
factor 1800 2100 2400 3000 3600
400
3,14 3,66 4,19 5,24 6,28 7,0
conditions
Cast
iron of steel 0.1
1.37
1.44 1.52 1.69 1.87 2.02
pulley and very
humid
(wet)
atmosphere; dirty

480

8,38
2.32

Wood or
ruber
lagged
pulley and
very humid (wet)
atmophere; dirty

0.15

1.60

1.73

1.87

2.19 2.57

2.87

3.51

Cast iron or steel

0.20

1.87

2.08

2.31

2.85 3.51

4.04

5.34

17

Cast
iron or steel
pulley and
dry
atmosphere; dusty

0.30

2.56

3.00

3.51

4.81 6.59

8.17

12.35

Wood
lagged
pulley and
dry
atmosphere; dusty

0.35

3.00

3.61

4.33

6.25 9.02

11.62 18.78

Rubber
lagged
pulley and
dry

0.45

3.15

4.33

5.34

8.12 12.35 16.41 28.56

Sumber : Bell, Idler An Pulley Catalogue


Puli penggerak terbuat dari besi cor atau baja lembaran (sheet steel) yang
dibuat menggunakan proses pengelasan. Permukaan puli harus lebih besar 100 s.d
200 mm dari lebar belt. Diameter puli Dp ditentukan oleh jumlah lapisan belt yang
diberikan oleh persamaaan berikut :
Dp > Kp . i, mm

(2.6)

Dimana :
Dp

= diameter puli, mm

Kp

= faktor proporsional

= jumlah lapisan belt

Harga Kp adalah 125 s.d 150 (Kp = 150 untuk I = 8 s/d 12). Diameter puli dihitung
dari persamaan diatas dan dibulatkan ke diameter terdekat yaitu: 250, 320, 400,
500, 630, 800, 1000, 1250, dan 1600 mm.
D. Pengencang Belt (take up)
Pengencang belt dapat dibedakan atas 2 jenis yaitu screw take up dan
gravity take up, atau sering juga disebut pengencang horizontal dan vertical.
Gravity take up terdiri dari tiga puli seperti pada gambar 2.9.

18

(b)

(a)

(c)
a. Horizontal Gravity type

b. Vertical Gravity type

c. Screw type

Gambar 2.9 Berbagai cara pengencangan sabuk/belt


E. Penekuk Belt
Belt ditekuk dengan puli atau roller pembelok. Penggunaan roller
pembelok adalah untuk merubah kemiringan sistem seperti dari arah horizontal
menjadi seperti miring. Tekukan belt dapat dibedakan atas dua macam yaitu
tekukan kearah pembalik (Gambar 2.10a) dan tekukan kearah pembebanan
(Gambar 2.10b), kedua jenis tekukan tersebut mempunyai jari-jari tekukan
minimum yang berbeda.

a. Tekukan kearah pembalik b. Tekukan kearah pembebanan


Gambar 2.10 Pembeloken belt

19

Untuk kondisi pada gambar 2.10a, jika B adalah lebar belt maka harga R
12 B dan I2 = (0,4-0,5). Sedangkan untuk kondisi seperti gambar 2.10b, lintasan
belt berubah dari arah horizontal menjadi miring. Harga jari-jari kelengkungan
minimum (Rmin) diberikan pada persamaan berikut :
Rmin S

K1 (m)

(2.7)

qb
S = Gaya tarik belt pada akhir lengkungan (kg)
qb = Berat beban tiap meter panjang belt (kg/)

K1 = Factor numerik (K1 = 1 untuk 7, k1 =1,05) untuk = 8-25 )


dan K1 = 1, 1 untuk = 16-20
Diameter dan panjang idler yang digunakan untuk penekuk belt sama dengan
digunakan untuk system horizontal
2.1.3.6 Conveyor Frame
Struktur penyangga (frame) terbuat dari susunan baja batangan atau besi
siku yang disambung dengan menggunakan las listrik. Frame dibuat kaku (rigit).
Atruktur tersebut terbuat dari batangan membujur, tegak dan menyilang. Tinggi
dari frame biasanya 400 s/d 500 mm dan jarak batang tegak/tiang adalah 2 s/d 3,5
meter.
F. Komponen-komponen Pendukung
Dalam pengoperasian belt conveyor dilapangan, ada beberapa komponen
pendukung yang ditambahkan pada sistim tersebut seperti :
1) Hopper, berfungsi untuk mencurahkan bebas keatas belt conveyor.
Kapasitas beban dapat diatur dari curahan hopper tersebut.
2) Peralatan

pembongkar

(discharging

membongkar muatan belt conveyor

20

device),

berfungsi

untuk

3) Rem penahan otomatis (automatic hold back brakes) berfungsi untuk


mematikan sistem seketika jika ada gangguan.
4) Pembersih belt, yang dipasangkan pada puli bagian depan. Alat ini
dipasang untuk conveyor yang membawa material basah dan lengket
5) Feeder, sebagai pengumpan dari hopper ke belt, feeder ini memiliki
dua bentuk yaitu sudu dan screw.
2.1.4

Perhitungan Belt Conveyor

Dalam merancang belt conveyor, ditetapkan data awal perancangan.


Kemudian dipilih belt dan motor penggerak yang sesuai.
A. Data Awal Perhitungan
Untuk merancang dimensi utama dan daya motor yang diperlukan untuk
belt conveyor diperlukan data awal sebagai dasar perancangan. Seperti
karakteristik material, kapasitas perjam, geometri belt dan kondisi operasi dari belt
conveyor.
B. Lebar Belt
Untuk beban tumpukan, lebar belt ditentukan berdasarkan kapasitas conveyor dan
ukuran material yang dibawa atau sebaliknya. Untuk material aliran bebas seperti
gambar 2.11

Gambar 2.11 Tumpukan bulk material diatas belt

21

Luas penampang irisan aliran material pada gambar 2.11 dibagian atas (A1 ) adalah
luas segitiga :
A =

bh

0,8 0,4C1 tan1


2
Bila kemiringan idler samping adalah 20 dan panjang

idler tengah 11 = 0,4B

maka luas penampang irisan A2 adalah luas trapezium, yaitu :


2

A2 = 0,0435B
Maka luas total aliran tersebut adalah :

(2.8)

A = A1 + A 2
2

= 0,16B C1 tan 0,35 + 0,043B


(2.9)
Jika persamaan tersebut disubstitusikan ke persaaman sebelumnya maka didapat
persamaan untuk kapasitas yaitu :
2

Q = 3600AFv = F v [576C1 tan (0,35) + 1 ]


2

= 160 B v [3,6C1 tan (0,35) + 1 ] (ton/ jam)


(2.10)
Harga factor koreksi bervariasi tergantung harga sudut kemiringan idler.
Harga C1 = 1, untuk = 0-10, C1 = 0,95 untuk = 10-15, C1 = 0,85 untuk
20.
Lebar belt yang dihitung dari persamaan diatas disesuaikan dengan ukuran ukuran
butir material (lump-sized) sesuai dengan ukuran berikut :
Untuk unsized material :
B 2a + 200 mm

(2.11)

Untuk sized material :


B 3,3a + 200 mm

(2.12)

22

Lebar belt yang dipilh adalah pembulatan terhadap harga terbesar yang
terdekat dari lebar standar. Kecepatan belt tergantung pada sifat material yang
dibawa, lebar belt dan kemiringan konstruksi conveyor, kecepatan belt dengan
berbagai variasi diberikan pada Tabel 2.8 berikut :
Tabel 2.8 Kecepatan belt yang direkomendasikan
Bulk load
characteristics

Material
400

Belt width B (mm)


500 and 800 and
650
1000

1200
and
1600

Nonbrasive and
abrasive material,
crusched, without
downgrading.

Coal, run of
mine, salt,
sand, peat

1.01.6

Belt speed v (m/sec)


1.25
2.0-4.0 2.0-4.0
2.0

Abrasive, small and


medium lumped,
a<160 mm

Gravel, ore,
stone Rock,
ore, stone

1.0-1.25

1.01.6

Abrasive, large
lumped, a>160 mm

Coke, sizedcoal, charcoal

Fragile load,
downgraded by
crushing
Pulverized load,
dusty
Grain

2.3-3.0

1.0-1.6
1.6-2.0 1.6-2.0
1.0-1.6
1.01.25

Flour,
cement,
apatile
Rye, wheat

1.25-1.6 1.6-2.0
1.0-1.6
0.4-1.0
2.0-4.0

Sumber : MF. Spot, Machine Element , 1985


C. Penentuan Tahanan Gerak Belt
Untuk belt yang dijalankan diatas idler, losses (rugi-rugi) tahanan
disebabkan gesekan pada bantalan idler, belt slip diatas roller dan tekukan dari
idler. Gaya dari tahanan belt conveyor ditentukan dari persamaan berikut :
Untuk belt yang membawa beban :

23

W1 = (q + qb + qp) L cos (q + qb) L sin


= (q + qb + qp) Lhor cos (q + qb) H (kg)
Dan untuk belt pembalik :
W1 = (qb + qp) Lhor cos qb H (kg)
Arti notasi : q

(2.13)

= berat beban (kg/m)

qb

= berat belt (kg/m)

qp

= berat bagian berotasi pada idler beban (kg/m)

= berat bagian berotasi pada idler pembalik (kg/m)

= sudut kemiringan kontruksi conveyor, ()

= Panjang lintasan conveyor

(m)

= Panjang proyeksi horizontal lintasan conveyor, (m)


= beda ketinggian awal dan akhir conveyor

= koefisien tahanan belt

hor

Pada persamaan diatas, tanda plus berarti gerakan naik dan tanda minus
berarti gerakan turun. Berat idler tergantung pada disainnya. Jika berat bagian
berotasi untuk satu idler adalah Gp maka berat permeter dari bagian berotasi idler
dari persamaan berikut :

G
qp=
q p =

I
Gp
I2

(kg/m)
(kg/m)

Arti notasi :
I

= jarak idler yang menahan beban (m)

I2

= jarak idler pembalik (m)

Harga koefisien tahanan rolling bearing diberikan pada tabel 2.9, sedangkan
untuk sliding bearing harga akan lebih besar 3 s/d 4 dari rolling hearing.

24

Tabel 2.9 Faktor tahanan untuk rolling hearing


Operating
condition
Favorable

Medium

Adverse

Characteristics of the operating


condition
Operating in clean, dry premises
in the absence of abrasive dust
Operation in heated premises in
the presence of a limited amount
of abrasive dust, normal air
humanity
Operation in unheated premises
or out-of-door, large amount of
abrasive dust, excessive moisture
or other factor present
adversely affecting the
operation of the bearing

Faktor for idlers


Flat
troughing
0.018
0.020

0.022

0.025

0.035

0.040

Sumber : MF. Spot, Machine Element , 1985


Tahanan gerak puli penekuk diberikan oleh persamaan berikut dengan harga
faktor K = 1.05 untuk sudut lilit = 180 dan K = 1.07 untuk sudut lilit = 180

Gambar 2.12 Sudut Lilit Pada Puli

25

D. Penentuan Daya Motor Penggerak


Pada belt conveyor , tegangan dari titik-titik yang terpisah pada sistem
dapat diketahui dari persamaan berikut :
Si = S1-1 = W(i-1).1 , kg
Arti notasi : i = 1,2,3
S = gaya tarik, kg
W = tahanan gerak (kg)
Gaya tarik efektif pada belt adalah :
Wo = St Ssl, kg

(2.18)

Jika efisiensi transmisi adalah g maka daya motor penggerak yang dibutuhkan
adalah :

ov

N = 75 g

(HP)

ov

= 102g
(KW)
Faktor tahanan total dari belt conveyor adalah :

(2.19)

= 270
QL
Daya spesifik motor adalah :

(2.20)

N' =

270

N
QL

(2.21)

26

27