Anda di halaman 1dari 8

NUTRITION CARE PROCESS 10

Diagnosa
Nama
Umur

: Bumil KEK
: Jumianti
: 16 Tahun
Assesment
Data Dasar

A. Antropometri
BB 62 kg
TB 154 cm
IMT 26
(n = 18,5 -25)

B. Biokimia
Cholesterol > 300 mg/dl
(n : < 200 mg/dl)

C. Klinik / Fisik
TD 160/90
(n : 120/80)

Jenis Kelamin : Perempuan


BB/TB
: 62 kg/ 154 cm
Alamat
: Gondowangi 1/1
Diagnosis Gizi

Rencana Intervensi

Rencana
Monitoring
Evaluasi

NI 1.7
Perkiraan asupan energi berlebih dibandingkan
dengan perkiraan pemakaian energi

ND 1.2
Modifikasi jenis diet rendah garam
II atau jumlah makanan dan zat gizi
pada waktu makan atau pada waktuwaktu khusus

AD 1.1.5
Pengukuran
antropometri setiap
sebulan sekali

NC 3.3
Berat badan gemuk yang disebabkan pola
makan salah ditandai dengan sering
mengonsumsi jerohan dan minuman soft drink

RC 1.3
Kolaborasi dengan petugas medis
lain yang berkaitan dengan asuhan
gizi untuk menurunkan berat badan

BD 1.7.3
Cholesterol
tinggi

NI 5.4
Penurunan kebutuhan zat gizi (lemak) yang
disebabkan perubahan metabolisme/ regulasi
kolesterol yang ditandai dengan kolesterol
tinggi

ND 1.2
Modifikasi distribusi, jenis, jumlah
makanan dan zat gizi (lemak) pada
waktu makan dengan pemberian diet
rendah lemak

BD 1.7.3
Pemeriksaan kadar
kolesterol sesuai
dengan prosedur
setiap satu bulan
sekali

PD 1.1.9
Tekanan
darah tinggi

NI 5.4
Penurunan kebutuhan zat gizi Na yang
disebabkan hipertensi ditandai dengan tekanan
darah tinggi

ND 1.2
Modifikasi distribusi zat gizi Na
dalam makanan pada waktu tertentu
dengan pemberian diet rendah garam
II (600-800 mg Na atau sdt garam
dapur)

PD 1.1.9
Pemeriksaan
tekanan
darah
sesuai
dengan
prosedur setiap satu
bulan sekali

NC 2.2
Perubahan nilai laboratorium terkait zat gizi

RC 1.3
Kolaborasi dengan tenaga medis lain

Indentifikas
i Masalah
AD 1.1.5
Gemuk

D. Diet / Riwayat Gizi


Riwayat Makan Dahulu
- Sumber protein yang paling disukai
adalah jerohan, bandeng dan daging
- Menyukai gorengan
- Sering minum kopi 3x dalam sehari
dan soft drink
- Menyukai semua jenis sayuran
- Tahu dan tempe setiap hari
Masak
selalu
menggunakan
penyedap
- Buah yang paling sering adalah
pepaya, apel dan pisang
Riwayat Makan Sekarang
E = 1051,6 kkal
P = 46,3 g
L = 31,1 g
KH = 147,4 g
E. Riwayat Pasien
Umur : 61 tahun
Sex : Laki-laki
Mempunyai
kolesterol

riwayat

maag

dan

khusus Na dikarenakan fungsi organ lain


akibat perubahan biokimia dan penurunan
kebutuhan zat gizi Na disebabkan hipertensi
ditandai dengan tekanan darah tinggi

untuk penurunan tekanan


seperti pemberian obat

darah

FH 1.2.2.3
Pola makan
salah

NB 1.5
Kekeliruan pola makan atau sikap yang salah
mengenai makanan ditandai dengan menyukai
jerohan, sering minum kopi dan soft drink
serta masakan selalu menggunakan penyedap

E 1.4
Edukasi mengenai kaitan gizi dengan
kesehatan/ penyakit hipertensi pasien
tentang pola makan yang baik
mengenai diet rendah garam II

FH 1.2.2.3
FFQ
setiap
seminggu sekali

FH 1.2.1.1
Asupan total
kurang

NI 2.1
Kekurangan
asupan
makanan
peroral
dikarenakan terbatasnya makanan yang
diberikan kepada manula ditandai dengan
tingkat konsumsi energi defisit

ND 1.2
Modifikasi distribusi dalam amkanan
dengan pemberian diet rendah garam
II dan diet dislipidemia tahap II

FH 1.2.1.1
Recall 24 jam

Intervensi Diet (ND)


1. Jenis Diet
Diet Rendah Garam II dan Diet Dislipidemia Tahap II
2. Tujuan
Membantu menghilangkan retensi garam atau air dalam jaringan tubuh
Menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi
Menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL dan trigliserida dalam
darah
Meningkatkan kadar kolesterol HDL dalam darah
Mencapai berat badan normal
Mengubah jenis asupan lemak makanan, meningkatkan asupan
karbohidrat kompleks dan menurunkan asupan karbohidrat sederhana
Mengubah jenis dan asupan lemak makanan
3. Prinsip Diet
Rendah garam (pembatasan natrium)
Lemak sedang
Protein cukup
Serat tinggi
Vitamin dan mineral cukup
4. Syarat Diet
a. Energi yang dibutuhkan disesuaikan menurut berat bdadan dan aktivitas
fisik
b. Lemak sedang <30% dari kebutuhan energi total. Lemak jenuh untuk diet
dislipidemia tahap II, <7% dari kebutuhan energi total. Lemak tak jenuh
ganda untuk diet dislipidemia tahp I maupun II adalah 15 % dari kebutuhan
energi total.
c. Protein cukup, yaitu 10-20% dari kebutuhan energi total. Sumber protein
hewani, terutama pada ikan yang banyak mengandung lemak omega-3.
Sumber protein nabati lebih dianjurkan
5. Perhitungan Kebutuhan (Harris Benedict)
BBI = (TB-100) 10% (TB- 100)
= (154-100) 5,4
= 48,6 kg

Intervensi Edukasi dan Konseling (EC)


1. Tujuan
Agar pasien dan keluarga memahami tentang diet rendah garam III dan
mengerti apa saja makanan yang anjurkan dan makanan yang tidak
dianjurkan serta memahami gizi seimbang dengan aneka ragam bahan
makanan.
2. Waktu
15 menit
3. Tempat
Ruang Gizi Puskesmas Wagir
4. Media
Leaflet
5. Materi
Diet rendah garam II, makanan yang dianjurkan (beras, singkong, kentang,
daging dan ikan maksimal 100 g/ hari, telur 1 btr/hari, kacang-kacangan
yang diolah tanpa garam, semua sayuran segar dan buah sergar yang tidak
diawetkan dengan garam dapur dan natrium benzoat) dan makanan yang
tidak dianjurkan (roti, biskuit, cake dengan baking powder atau soda,
jerohan, keju, abon, ikan asin, sarden, dendeng, kornet, ebi, telur asin, telur
pindang, sayuran yang diawetkan seperti sawi asin, asinan, acar serta buahbuahan yang diawetkan dalam kaleng) untuk penderita hipertensi.
Diet Dislipidemia Tahap II, makanan yang dianjurkan (beras tumbuk/ beras
merah, pasta, makaroni, roti tinggi serat, ubi, kentang, iakn, unggas tanpa
kulit, tempe, tahu dan kacang-kacangan, semua sayur dalam bentuk segar,
rebus, kukus, semua buah dalam keadaan segar maupun jus, minyak jagung,
kedelai, kacang tanah) dan tidak dianjurkan (produk makanan jadi : pie, dan
biskuit,daging kambing, jeroan, otak, sarden, kuning telur, dimasak santan
dan digoreng, buah yang diawetkan dengan gula, margarine, kelapa dan
santan) untuk penderita kolesterol.

BEE = 66 + (13,5 x BB) + (5 x TB) (6,8 x U)


= 66 + (13,5 x 48,6) + (5 x 154) (6,8 x 61)
= 66 + 656,1 + 770 414,8
= 1077,3
TEE = BEE x FA x FS
= 1077,3 x 1,2 x 1
= 1292,8 kkal
= 1300 kkal
Protein = (10-20)% x TEE
= 130 260 kkal
= 32,5 65 g
Lemak = (20-25)% x TEE
= 260 325 kkal
= 29 36 g
KH

= (60-65)% x TEE
= 780 845 kkal
= 195 211 g

6. Frekuensi Pemberian
3x makan utama dan 2x snack
7. Bentuk Makanan
Makanan biasa

HOME VISIT
Kunjungan 1/ 9 Maret 2016
Recall 1

Kunjungan II/ 10 Maret 2016


Recall 2

Kunjungan III/ 11 Maret 2016


Recall 3

Pagi
Nasi putih
= 120 g
Tahu rebus bb kuning = 40 g
Kerupuk

Pagi
Nasi putih
Telur dadar
Bali tahu
Bali tempe
Teh

Pagi
Nasi putih
= 120 g
Semur tahu
= 90 g
Tempe goreng = 50 g

Siang
Bakso
- Lontong
- Pentol
- Tahu
Malam
Nasi putih
Sayur sawi
Melon

= 100 g
= 50 g
= 40 g

= 120 g
= 90 g
= 100 g

= 120 g
= 60 g
= 40 g
= 25 g
= 200 ml

Selingan
Siang
Nasi putih
Bali tahu
Bali tempe
Melon

= 120 g
= 40 g
= 50 g
= 100 g

Selingan
-

E
P
L
KH

= 877,4 kkal
= 27,9 g
= 27,3 g
= 128,8 g

Malam
Nasi putih
= 120 g
Semur tahu
= 90 g
Semangka
= 300 g
E
= 1086,6
P
= 51 g
L
= 24,6 g
KH
= 167,4 g

Selingan
Roti selai strawberry
Semangka
= 100 g
Siang
Nasi putih
= 120 g
Sayur sawi
= 90 g
Ikan mujaer goreng = 90 g
Selingan
Malam
Nasi putih
= 120
Sayur sawi
= 90 g
Ikan mujaer goreng = 90 g

E
P
L
KH

= 1190,8 kkal
= 59,9 g
= 41,4 g
= 145,9 g

GRAFIK 3 HARI RECALL 24 JAM


1. ENERGI
1400

Keterangan :

1200

Dari gambar disamping, dapat


dilihat jika energi recall 1, 2 dan 3
mengalami peningkatan. Namun,
dari hari ke hari energi masih
belum memenuhi kecukupan energi
Bapak Jumali.

1000
800
Aktual
600

Kecukupan

400
200
0
Recall 1

Recall 2

Recall 3

2. PROTEIN
70

Keterangan :

60

Dari gambar disamping, dapat


dilihat jika protein recall 1, 2 dan 3
mengalami peningkatan. Hal ini
dikarenakan
bahan
makanan
sumber protein mulai beragam
pada hari kedua dan ketiga.
Meskipun jumlah protein naik, ini
masih dalam jumlah yang tidak
berlebihan yaitu sesuai dengan
kecukupan protein Bapak Jumali

50
40

Aktual

30

Kecukupan

20
10
0
Recall 1

Recall 2

Recall 3

3. LEMAK
45

Keterangan :

40

Dari gambar disamping, dapat


dilihat jika lemak recall 1, 2 dan 3
mengalami
penurunan
dan
peningkatan. Hal ini dikarenakan
makanan yang digoreng pada hari
ketiga mulai beragam sedangkan
pada hari pertama dan kedua
makanan lebih banyak yang diolah
tanpa digoreng.
Keterangan :

35
30
25

Aktual

20

Kecukupan

15
10
5
0
Recall 1

Recall 2

Recall 3

Dari gambar disamping, dapat


dilihat jika karbohidrat recall 1, 2
dan 3 mengalami peningkatan
kemudian penurunan. Namun dari
tiga hari recall, pencapaian

4. KARBOHIDRAT

Keterangan :

250

200

150
Aktual
Kecukupan

100

50

0
Recall 1

Recall 2

Recall 3

Dari gambar disamping, dapat


dilihat jika karbohidrat recall 1, 2
dan 3 mengalami peningkatan serta
penurunan. Namun peningkatan
yang
terjadi
masih
belum
memenuhi kecukupan kebutuhan
karbohidrat Bapak Jumali.