Anda di halaman 1dari 121

PETRONAS

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Basic Lubrication
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Materi Training

Materi 1 : Friksi & Fungsi Pelumas


Materi 2 : Komponen Pelumas
Materi 3 : Spesifikasi Pelumas
Materi 4 : Klasifikasi Pelumas

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Materi 1:

Friksi & Fungsi Pelumas

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Materi 1:

Friksi & Fungsi Pelumas

Tujuan:

Memahami bagaimana friksi terjadi.


Memahami fungsi-fungsi pelumas.
Memahami jenis-jenis pelumasan.

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Friksi:
Ketika dua permukaan saling bergerak relatif, maka akan
timbul friksi untuk mempertahankan gerak tersebut.
Gaya
1
Gerak

Panas

Friksi
Energi Hilang
Hilang !
!

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Keausan

Besarnya friksi tergantung dari kondisi dua permukaan


yang saling bersinggungan dan beban yang dimiliki masingmasing permukaan.

Semakin besar beban


Semakin kasar permukaan

5 kg
permukaan lantai halus

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Friksi
semakin besar !

10 kg
permukaan lantai kasar

Friksi

Friksi
Dihindari:

Dikehendaki:

sepatu vs lantai
tangan vs handrail
brake-shoes vs drum
ban vs aspal
dll.

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

engsel pintu
pedal
sistem kemudi
piston vs cylinder
dll.

Jenis Friksi:

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Friksi padatan

Friksi fluida

Friksi Padatan:
Permukaan logam yang telah digosok seperti ini
sebenarnya kasar sekali pada skala mikroskopik

asperities
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Friksi Fluida:
Liquid ada Viscous Friction
Viscous friction adalah friksi yang terjadi pada
lapisan internal liquid pada saat liquid bergeser
Liquid yang kental memiliki viscous friction yang lebih
tinggi dibandingkan liquid encer

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Apakah friksi dapat dikurangi .....?


Friksi dapat dikurangi dengan menempatkan suatu medium
perantara (pelumas) untuk memisahkan dua permukaan
yang saling berinteraksi.
pelumas

A
B

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Definisi
PELUMAS:
suatu produk yang ditempatkan diantara dua
permukaan yang saling berinteraksi, berfungsi
untuk mengurangi gesekan.

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Fungsi Pelumas:

Mengurangi gesekan & mencegah keausan


Meredam panas
Sebagai penyekat
Mengontrol kontaminan (sebagai pembersih)
Mengontrol terjadinya karat & korosi
Meneruskan daya (hydraulic oil)
Peredam kejut (shock absorber)
Isolator (transformer oil)

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

V-6

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Straight-4

Flat-4 (Boxer)

800C

Deposits
Build-up

Stuck
Piston Ring

Varnish

Excessive Wear

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Blow-by Gases

Bentuk Pelumas:
Liquid : minyak pelumas
pelumas,, air
engine oil untuk melumasi bagian
-bagian dari
bagian-bagian
dari mesin
mesin

Semi
-liquid : grease, wax
Semi-liquid
grease untuk melumasi open gear, dsb
dsb..

Solid : graphite, molybdenum disulphite


md untuk dipakai pada suhu yang sangat
sangat tinggi
tinggi

Gas : udara
udara,, steam
udara untuk melumasi bagian
-bagian dari
bagian-bagian
dari pneumatic
pneumatic tools
tools

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Jenis-jenis Pelumasan

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pelumasan Hydrodynamic
Pelumasan Elasto-Hydrodynamic
Pelumasan Boundary

Pelumasan Hydrodynamic
Lapisan pelumas memisahkan 2 permukaan,
tidak terjadi kontak permukaan logam-denganlogam

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pelumasan Elasto-Hydrodynamic
Lapisan pelumas terbentuk akibat tekanan yang
sangat tinggi

Elastic deformation
of surfaces

Very thin layer of


oil under extreme
pressure

Dengan bertambahnya beban, tekanan yang bekerja pada lapisan


pelumas juga semakin besar, sehingga lapisan pelumas menjadi tipis.
Akibat tekanan yang sangat tinggi, viskositas pelumas akan meningkat.
Apabila beban berkurang, maka viskositas pelumas kembali turun dan
secara efektif akan bekerja secara elastis sehingga dari sinilah muncul
istilah pelumasan elasto-hydrodynamic.
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pelumasan Boundary
Lapisan pelumas tidak cukup tebal, sehingga
terjadi kontak logam-logam

Lapisan pelumas sama dengan atau lebih tipis dari kekasaran


(boundary conditions)
Pelumasan boundary harus dihindari, kecuali untuk beban dan
kecepatan rendah

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Materi 2:

Komponen Pelumas

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Materi 2:

Komponen Pelumas

Tujuan:
Memahami jenis-jenis Base Oil.
Memahami jenis & fungsi aditif pelumas.

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

=?
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Komponen Pelumas

Blender

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Filling

Temp.
Putaran
Waktu

Komponen Pelumas
Base Oil
>75%

Additives
<25%

Mineral
Sintetis

Detergent
Dispersant
Anti-Wear
Anti-Foam
Anti-Oxidant
VI Improver
Corrosion Inhibitor

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Base Oil

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Base Oil
Base Oil adalah komponen utama dari pelumas
(>75%).
Kualitas Base Oil yang rendah akan
menghasilkan kualitas pelumas yang rendah
pelumas mudah teroksidasi dan menimbulkan
deposit.
Kualitas suatu pelumas dapat berubah akibat
kualitas Base Oil yang tidak konstan.

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi Base Oil - API


Saturates
(%wt)

Sulphur
(%wt)

Visc. Index
(VI)

Group I

<90

>0.03

80[VI<120

Group II

m90

[0.03

80[VI<120

Group III

m90

[0.03

m120

Group IV

Poly Alpha Olefins (PAO), Ester, Glycol, dll.

Group V

Selain GI, GII, GIII, GIV

Klasifikasi API

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Dikelompokkan berdasarkan saturates (paraffinic/naphtenic),


kandungan sulphur dan viscosity index.

Base Oil Mineral


1. Liquid Petroleum Gas (LPG)

2. Aviation Spirit (Avtur)


3. Gasoline (Bensin)
4. Kerosine (Minyak tanah)
5. Diesel
6. Heavy Fuel Oil

Crude Oil
Residue
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pemrosesan Base Oil


((Pemurnian
Pemurnian Solvent)
LPG
Atmospheric
Distillation

Furfural
Extraction

Fuel Oil
NEUTRAL
DISTILLATES

Atmospheric
Residue

WAXY
RAFFINATES

Aromatic
Extraction
DEWAXED
OILS

Vacuum
Distillation

Crude
Oil

Gasoline

Hydrogen
Finish or
Clay
LUBES BASE
STOCK
SN 65
SN 100
SN 500

Vacuum
Residue

Propane
De
Asphalt
Asphalt

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

PD
Raffinate

MEK
Dewaxing
Slack Wax

Bright
Stock

Pemurnian Konvensional
(Separation)

aromatic

wax

base oil
aromatics

base oil

Distillate
base oil
aromatics
wax

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

wax

wax

aromatic

base oil tetap


setelah
dipisahkan
dengan
komponen
lain yang
tidak
dikehendaki

base
oil
aromatic
s

Pemrosesan Base Oil


Non
-Konvensional
Non-Konvensional
((Hydrocracking)
Hydrocracking)

Hydrocracking
Reaction

Feedstock

Molecule
Restructuring

Hydrogenation

LUBES BASE
STOCK
N 110

Waxy
gas oil
molecules

N 260
N 650
Bright
Stock

Vacuum
Distillation
Unit

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Hydrocracking
Unit

Hydrocracking & Hydrogenation


wax
aromatics

wax

wax

wax

base
oil

base
oil

base
oil

base
oil

base
oil

aromatics

aromatics

base
oil

base
oil

base oil
aromatics

Distillate
base oil
aromatics

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Konvensional vs. Non


-Konvensional
Non-Konvensional
Characteristics
Characteristics
Colour

Gr. II &IIIII
Gr. I
Group
Group I
Significant
&
III
Clear &
Yellowish
Blending flexibility

Colourless

to dark

Viscosity Index

Higher

Lower

Oil thin-out less at high temp.

Oxidation Resist

Higher

Lower

Longer oil life

Thermal Stability

Higher

Lower

Longer oil life

Carbon Residue

Lower

Higher

Less deposit formation

Demulsibility

Higher

Lower

Faster oil/water separation

Toxicity

Lower

Higher

Safer

Biodegradability

Higher

Lower

Environmentally friendly

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Base Oil Synthetic


O
O

O
O

Struktur molekul yang


disesuaikan
Jenis B.O. sintetis yang biasa
digunakan
digunakan::
Ester
O
O
Glycol
O
O
Alkylbenzene
O
O
Poly Alpha Olefin (PAO)
O
O
Phosphate Ester
O
O
Silicon Fluid
O
O

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Ester & Phosphate Ester


Ester dibuat dari asam dan
alkohol
Mutu pelumas memuaskan
Aplikasi:
Pelumas penerbangan
Pelumas otomotif
Pelumas hidrolik tahan api

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Glycols

h
Polimer yang mengandung
hPolimer
karbon dan oksigen
h
Memiliki pour point yang
hMemiliki
rendah dan karakteristik
yang baik pada temperatur
rendah
rendah,, flash point yang
tinggi
tinggi,, kestabilan thermal &
oksidasi yang baik
h
Aplikasi:
hAplikasi:
hMinyak rem
hPelumas industri

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Olefin (PAO & PIO)


PAO
PIO

: Poly Alpha Olefin


: Poly Internal Olefin

hDibuat dengan kombinasi


beberapa molekul yang lebih
kecil untuk membuat isoparafin proses oligomerisasi
hNon sulfur, non aromatik, VI
tinggi, pour point rendah
hMahal
hAplikasi:
hPelumas otomotif
hPelumas industri

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Silikon & Alkylbenzena


hSilikon & Alkylbenzena
secara kimia sangat stabil
hPour point rendah, flash point
tinggi, volatility rendah, VI
tinggi
hAplikasi:
Silikon
hHeat transfer oil
Alkylbenzena
hRefrigeration oil
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Finished Base Oil


Viscosity
Viscosity Index
Index Pour
Pour Point
Point
Normal
Normal Paraffins
Paraffins

Very
Very High
High

Very
Very High
High

Iso
Iso Paraffins
Paraffins

High
High

Low
Low

Naphthenes
Naphthenes

Intermediate
Intermediate

Low
Low

Some
Some Aromatics
Aromatics

Low
Low

Low
Low

Sulphur/Nitrogen
Sulphur/Nitrogen Compounds
Compounds

Low
Low

Low
Low

Note:
Note: This
This is
is aa simplification
simplification
there
there are
are many
many thousands
thousands of
of different
different
chemical
chemical compounds
compounds the
the above
above represent
represent broad
broad types
types only.
only.

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Additives

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Fungsi Aditif
n
n

n
n

n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Meningkatkan unjuk kerja pelumas


n
n Meningkatkan VI
n
n Menurunkan pour point
n
n Mengurangi friksi
Memberikan properti baru pada pelumas
n
n Detergent / Dispersant
n
-wear
n Anti
Anti-wear
Melindungi pelumas
n
n Menetralkan asam
-oxidant
n
n Anti
Anti-oxidant

Jenis-jenis Aditif
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
n
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Antiwear & EP Agent


Corrosion & Rust Inhibitor
Detergent
Dispersant
Friction Modifier
Pour Point Depressant
Viscosity Modifier (VM)
Antifoam
Antioxidant
Seal Sweal Agent
Dye

Antiwear & Extreme Pressure


Mengurangi friksi dan keausan untuk mencegah scoring
dan seizure

Anti
-wear mencegah kontak logam
Anti-wear
logam-dengan
-logam
dengan-logam
Dapat berupa penyerapan
penyerapan fisik
fisik ke
permukaan atau reaksi kimia untuk
membentuk senyawa baru dengan
logam
h Extreme Pressure (EP) bekerja melalui reaksi
dengan permukaan logam pada temperatur
tinggi

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Corrosion & Rust Inhibitor


Mencegah karat dan korosi pada bagian
logam yang bersentuhan dengan pelumas
h Korosi terjadi apabila
substansi reaktif
seperti oksigen atau
sulfur dan air
bereaksi bersama
pada permukaan
logam
h Corrosion Inhibitor
mencegah akses
substansi
-substansi
substansi-substansi
ini ke permukaan
logam
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Detergent & Dispersant


Menjaga permukaan tetap bersih
h Detergents menjaga
permukaan tetap bersih dan
bebas dari endapan
bekerja melalui reaksi
dengan lumpur untuk
membuatnya tetap larut
Dispersants menjaga
komponen insoluble tetap
terdispersi ditahan dalam
bentuk suspensi untuk
mencegah pengendapan
dan penyumbatan jalan oli
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pour Point Depressant


Memungkinkan oli tetap mengalir pada
temperatur yang sangat rendah
h Pour Point Depressants
tidak mengurangi jumlah
wax dalam base oil tetapi
mengubah cara
pembentukan kristal pada
wax
h Ukuran kristal wax menjadi
lebih kecil sifat aliran oli
mengalami peningkatan
pada temperatur rendah
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Viscosity Modifier
Mengurangi laju perubahan viskositas pada
perubahan temperatur
h Viscosity modifiers adalah
polimer yang digunakan dalam
membuat formulasi oli
multigrade
h Bekerja seperti pegas memuai pada temperatur
tinggi sehingga menghambat
aliran oli dan menyusut pada
temperatur rendah sehingga
memungkinkan oli mengalir
dengan mudah
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Anti
-Foam
Anti-Foam
Mencegah pembentukan busa
h Anti
-Foam bekerja dengan
Anti-Foam
mengubah tegangan
permukaan pada interface
udara
-liquid
udara-liquid
h Busa kemungkinan akan
terbentuk bilamana terjadi
agitasi dalam udara
udara,, terutama
apabila emulsifiers atau aditif
detergent terdapat dalam
formulasi oli atau ketika oli
terkontaminasi
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Anti
-Oxidants
Anti-Oxidants
Menghambat dekomposisi akibat oksidasi
melindungi oli
h Oksidasi oli menyebabkan
dekomposisi oli disebabkan
oleh reaksi kimia rantai radikal
bebas ((dari
dari base oil) dengan
oksigen
h Antioxidant bekerja dengan
menstabilkan radikal
radikal,,
mencegah radikal melanjutkan
reaksi berantainya
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Antioxidant
Polymeric Oxidation Product
Oxygen
+
Heat

Oxygen
+
Antioxidant
+
Heat

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

AO +
Oxygen

Dyes
Pewarna pada pelumas
h Dyes ditambahkan pada
pelumas sebagai alat untuk
memasarkan dan untuk
membedakan pelumas yang
sama sekali tidak boleh
dicampur dan menimbulkan
masalah jika dicampur
dengan grade lain

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Aditif yang lazim dipakai


dalam formulasi pelumas
Additive Type
Metallic Detergents
Ashless Dispersants
Anti-oxidants
Anti-wear agents
Rust Inhibitors
Friction Modifiers
Extreme Pressure
Anti-foam
Viscosity Improvers
Pour Point Depressant
Seal Swell

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Engine
Oil

ATF

Axle
Oil

Hydraulic
Oil

Gear
Oil

Turbine
Oil

Metalworking
Fluid

Formulasi Pelumas
PETRONAS PROPRIETARY INFORMATION & DATA

PETRONAS
Product Development & Services
Lubricant Unit

PRODUCT FORMULATION

SYNTIUM 3000 SL
SAE 5W-40

Components

Weight %

PAO 6
PAO 8
NA 270
NA 201
NA 251

xx.xx
xx.xx
xx.xx
xx.xx
xx.xx

TOTAL

100.00

Specifications

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Tests

Unit

Method

Density @ 15C
Pour Point
Flash Point (COC)
Colour
Appearance
Kinematic Viscosity
@ 40 C
@ 100 C
Viscosity Index

kg/l
C
C

D 1298
D 97
D 92
D 1500
Visual
D 445

cSt

D 2270

Minimum

Typical

0.8616
<-42
200
230
3.0
Bright & Clear

14.0
150

97.33
15.4
167

Maximum
-35
4.5

16.3

Materi 3:

Spesifikasi Pelumas

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Materi 3:

Spesifikasi Pelumas

Tujuan:
Memahami spesifikasi teknis pelumas.

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Spesifikasi Pelumas

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Viscosity (Kinematic & Dynamic)


Viscosity Index (VI)
Pour Point
Flash Point
Total Base Number (TBN)
Demulsibility
Foaming
Sulphated Ash
Colour

Viskositas

Adalah ketahanan lapisan


internal pelumas untuk mengalir
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Jenis-jenis Viskositas
Dinamik
Temperatur rendah
.)
n
n Grade SAE W (15W, 20W, dst
dst.)
cP)
n
n mPa.s ((cP)
n
n

Kinematik
n
n

n
n
n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Temperatur tinggi
Grade SAE dan ISO
mm22/s ((cSt)
cSt) pada 40ooC dan 100ooC

Viskositas Dinamik
Brookfield Viscometer:
untuk mengukur
viskositas pelumas pada
temperatur rendah
Cold Cranking
Simulator (CCS):
untuk mengukur
viskositas pelumas
pada temperatur
temperatur
rendah dan
dan kondisi
kondisi
geser
geser yang rendah
rendah..

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Viskositas Kinematik

Viscometer:
untuk mengukur viskositas pelumas pada
temperatur tinggi (40C dan 100C)
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pemilihan Viskositas
Tergantung pada :
Temperatur
n Beban
n Kecepatan
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pemilihan Viskositas
n

Temperatur

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Temperatur vs Viskositas

n
n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Temperatur turun Viskositas naik


Pelumas menjadi lebih kental
Pelumas mengalir lebih sulit

Temperatur vs Viskositas

n
n
n
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Temperatur naik Viskositas turun


Pelumas menjadi lebih encer
Pelumas mengalir lebih mudah

Viscosity

Temperatur vs Viskositas

Temperature
Persamaan Walther :
Garis lurus pada skala logaritma

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Viskositas Index (VI)

Ketahanan viskositas
pelumas terhadap
perubahan temperatur

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Viskositas Index (VI)


Kinematic Viscosity, cSt

1000

100

High VI Oil
10

Low VI Oil
1

50

100
Temperature, C

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

150

200

Pemilihan Viskositas
Temperatur
n Beban
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Beban vs Viskositas

Pelumas dengan
viskositas rendah
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pelumas dengan
viskositas tinggi

Pemilihan Viskositas
Temperatur
n Beban
n Kecepatan
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Kecepatan vs Viskositas

Aplikasi:
kecepatan tinggi viskositas pelumas rendah
kecepatan rendah viskositas pelumas tinggi

Pelumas yang terlalu kental akan menyebabkan panas berlebih


(overheat)

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Cara memilih viskositas

load capacity

Viskositas pelumas akan


turun bila temperatur naik.

Pada saat yang


bersamaan, kapasitas
beban berkurang dengan
turunnya viskositas.

Artinya kita mengetahui


viskositas pada temperatur
operasi agar dapat
menghitung kapasitas
beban pada kondisi tsb.

viscosity

increasing oil temp.

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pour Point

Temperatur minimum dimana pelumas masih dapat


mengalir

Metoda : ASTM D 97

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Flash Point

Temperatur maksimum dimana akan mendukung


terjadinya pembakaran bila adanya sumber api.

Untuk keamanan, bukan daya atau kinerja

Metoda : ASTM D 92 - Cleveland Open Cup (COC)

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Total Base Number (TBN)

n
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Menunjukkan tingkat kebasaan pelumas


yang dipersiapkan untuk menetralisasi asam
Metoda : ASTM D 2896

Demulsibility

n
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Kemampuan pelumas untuk memisahkan


diri dari air
Metoda : ASTM D 1401

Foaming

n
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Kecenderungan pelumas untuk membentuk


busa
Metoda : ASTM D 892

Sulphated Ash
Klasifikasi

Sulfated Ash
(mass %)

Produk PETRONAS
(contoh)

High Ash

> 1.5

Disrol 400

Mid Ash

1.0 s/d 1.5

Motolub CS3 CH-4

Low Ash

< 1.0

Sprinta 4T 1000

Ashless

< 0.1

Outboard Special

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Menunjukkan kandungan abu sulfat

Metoda : ASTM D 874

Colour

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Cerah dan jernih


bebas dari air dan
kontaminan lain

Penting karena inilah


hal pertama yang
akan terlihat dan
menjadi perhatian
pelanggan

Metoda : Visual

Materi 4:

Klasifikasi Pelumas

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Materi 4:

Klasifikasi Pelumas

Tujuan:
Memahami klasifikasi viskositas & kinerja
Memahami klasifikasi kinerja otomotif & industri

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Mengapa klasifikasi diperlukan ?


n Untuk

mendefinisikan kinerja dan mutu oli


n Untuk memberikan pengesahan yang bersifat
independen atas mutu
n Untuk menetapkan persyaratan mutu minimum
untuk aplikasi tertentu
n Untuk melindungi OEM selama masa garansi
n Memperbarui persyaratan mutu untuk
rancangan mesin baru atau mengidentifikasi
permasalahan di lapangan
n Untuk image pemasaran oli

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Perubahan & Pembaruan


Klasifikasi
Pembaruan diadakan sehubungan
dengan perubahan pada :
n
n
n
n
n
n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Metalurgi
Ukuran mesin
Kecepatan mesin
Tenaga yang dihasilkan
Design
Pengesahan (Emisi / Energy)
Ketersediaan bahan uji

Klasifikasi Pelumas
Pelumas diklasifikasikan
dalam dua katagori dasar:
n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi Viskositas
Klasifikasi Kinerja

Klasifikasi Viskositas

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi Viskositas
n

Diklasifikasikan oleh dua lembaga

Pelumas
Otomotif
Pelumas
Industrial
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi Kekentalan SAE


n

SAE (Society of Automotive Engineers)

Menetapkan karakteristik kekentalan untuk


oli mesin dan oli roda-gigi otomotif

Klasifikasi viskositas SAE

SAE J300 (Oli mesin)


SAE J306 (Gardan & Transmisi manual)
n
Bukan ukuran mutu oli
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Grade Viskositas untuk Oli Mesin


(SAE J300)
SAE
Viscosity
Grade

Low Temperature
Cranking Viscosity
max, cP @ oC

0W
5W
10W
15W
20W
25W
20
30
40
50
60

min

max

6200 at -35
6600 at -30
7000 at -25
7000 at -20
9500 at -15
13000 at -10
-

3.8
3.8
4.1
5.6
5.6
9.3
5.6
9.3
12.5

<9.3
<12.5
<16.3

16.3
21.9

<21.9
<26.1

(1) SAE 0W-40, 5W-40 and 10W-40 grades


Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

High Temperature
Viscosity, Kinematic
cSt @ 100oC

High Temperature
High Shear Viscosity,
cP @150oC & 106S-1

2.6
2.9
2.9(1)
3.7(2)
3.7
3.7

(2) SAE 15W-40, 20W-40, 25W-40 and 40 grades

Grade Viskositas untuk Oli Mesin


(SAE J300)
SAE J300 menetapkan kekentalan
oli pada temperatur tinggi :
n
n

100C
Geseran tinggi pada 150C

Grade ini menentukan tebal lapisan oli


pada temperatur operasi mesin
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Grade Viskositas untuk Oli Mesin


(SAE J300)

Viskositas pada 100C


SAE 40
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Grade Viskositas untuk Oli Mesin


(SAE J300)
SAE J300 menetapkan viskositas oli
pada temperatur rendah:
n

Kemampuan cold cranking pada temperatur

Dapat dipompa pada temperatur rendah

Dijamin bahwa pelumas bekerja


dengan baik pada saat mesin
dihidupkan
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Grade Viskositas untuk Oli Mesin


(SAE J300)

Viskositas pada temperatur rendah


SAE 15W
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Oli Mesin - Monograde

atau

SAE 15W
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

SAE 40

Oli Mesin - Multigrade


dan

SAE 15W-40
Oli mesin multigrade mempunyai kelebihan :
n
Rentang temperatur operasi lebih lebar
n
Start lebih mudah
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Grade Viskositas Oli Gardan &


Transmisi Manual (SAE J306)
SAE
Viscosity
Grade

Max Temperature
for Viscosity of
150,000 cP

70W
75W
80W
85W
90
140
250

-55
-40
-26
-12
-

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Viscosity @ 100oC
cSt
min

max

4.1
4.1
7.0
11.0
13.5
24.0
41.0

<24.0
<41.0
-

Grade Viskositas ISO


Oli Industri
ISO VG

32
46
68
100
150
220
...

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Midpoint
Viscosity
cSt @ 40oC
32
46
68
100
150
220
...

Limits of
Viscosity,
cSt @ 40oC
min

max

28.8
41.4
61.2
90.0
135
198
...

35.2
50.6
74.8
110
165
242
...

Hubungan Sistem Viskositas

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi Kinerja

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi Kinerja
Diklasifikasikan menurut jenis aplikasi
n

Pelumas Otomotif
n
n

Pelumas Industri
n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Standard Industri
OEM

OEM
Badan Setempat (DIN)

Pelumas Otomotif

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi Kinerja Otomotif


n

Standard Industri

n
n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

API SL
ACEA A3-98 / E5 -95
JASO FC / MA

Klasifikasi Kinerja Otomotif


n

Produsen Mesin (OEM)

n
n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

MB p 229.3
BMW Long Life-98
VW 505.1/ 502.0

Klasifikasi Kinerja API


API = American Petroleum Institute
O Jenis kategori :
O
O
O

Bensin (Kategori S = Service)


Diesel (Kategori C = Commercial)
Oli 2T (Kategori T)

O Banyak dipakai di seluruh dunia

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Quality

Klasifikasi Kinerja API


(Mesin Bensin)

SA

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

SB

SC

SD

SE

SF

SG

SH

SJ

SL

SM

Kategori API Servis

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

SL

SM

SJ

SK

SH

SI

Quality

Klasifikasi Kinerja API


(Mesin Diesel)

CA

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

CB

CC

CD

CE

CF

CF-4

CG-4

CH-4

CI-4

Klasifikasi Kinerja
Oli Sepeda Motor
n

Dua-Tak
Pendingin
Udara

n JASO/ISO

API
n TISI (Thai only)
n

Pendingin Air
n NMMA

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Empat-Tak
API
n JASO
n

Quality

Klasifikasi Kinerja API


(MCO 2-Tak)

TA

TB

TC

TD *

* Spesifikasi API TD (outboard engines) diganti spesifikasi NMMA TCW


Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi JASO / ISO


JASO/ISO Klasifikasi 2-Tak
FA

Beban ringan, asap sedikit

FB/EGB

Persyaratan pelumasan dan


detergency lebih tinggi, asap sedikit

FC/EGC

Persyaratan pelumasan, detergency,


kebersihan saluran exhaust dan
pengurangan asap lebih tinggi

EGD
Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Detergency tertinggi

Peringkat Indeks1 2-Tak


JASO/ISO
ISO Global Specification

GB

GC

GD

JASO Specification

FA

FB

FC

Lubricity, min

90

95

95

95

Initial Torque, min

98

98

98

98

Detergency, min

80

85

95

125

Exhaust Smoke, min

40

45

85

85

Exhaust System Blocking, min

30

45

90

90

Piston Varnish2, min

85

90

95

1 Indeks = (oli yang diusulkan / oli referensi) x 100


Technical Support Dept.
PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

2. Hanya untuk kategori ISO

Spesifikasi 2-Tak
TISI1
Requirement

Exhaust Port Blocking

Kawasaki KH125M Stage 2 - 8500 rpm, fuel ratio 20:1,


plug set temp 260 C, 3 hrs test

8 min

TISI Detergency
Kawasaki KH125M

Stage 1

48 min

Stage 2

25 min

Stage 1

No hard
deposit

Stage 2

10 % max

TISI Lubricity
8000 rpm 01 minutes each at fuel
Kawasaki KH125M oil ratios 60:1, 100:1, 150:1 & 200:1

Lubricity
Smoke

JASO M342
1 TISI

Criteria
8 min

TISI Detergency
Kawasaki KH125M

Piston Cleanliness

Properties
Stage 1 - 7500 rpm, fuel ratio 40:1,
plug set temp 200 C, 5 hrs test

TISI Detergency

Top Ring Sticking

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Test Method

= JASO FC (smoke index) + TISI Tests requirements

no scuffing
85 min

Klasifikasi NMMA
Kategori

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Aplikasi

TC-W

Pre-1985 outboards

TC-W II

Pre-1992 outboards

TC-W 3

All outboards

Klasifikasi 4-Tak MCO


n

API
n

Sesuai kategori S bensin

n JASO
JASO MA
n JASO MB
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Spesifikasi JASO 4-Tak


Standard Kinerja
Standard

Classification

API

SE, SF, SG, SH, SJ, SL dst

ILSAC

GF-1, GF-2 dst

ACEA

A1, A2, A3 dst

CCMC

G-4 & G-5

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi API Service


Oli Gardan & Transmisi Manual

MT -1 : Heavy-duty
GL - 5 : High EP
GL - 4 : Milder EP

GL - 3 : Mild EP

GL - 2 : Very Mild EP
GL - 1 : Straight mineral

n
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Manual transmissions
Hypoid axles
Spiral bevel axles
Manual transmissions
Spiral bevel axles
Manual transmissions
Worm gear axles
Manual transmissions

Spesifikasi
Fluida Transmisi Otomatis
Yang paling banyak diterima pakai
n General Motors - DEXRON III
n Ford Motor Co. - MERCON
Spesifikasi lain
n Mitsubishi - ATF 8
n Chrysler - ATF +3
Berbeda dalam karakteristik gesekan
n Statik & Dinamik

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Pelumas Industri

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Klasifikasi Kinerja
Pelumas Industri
Banyak sekali OEM terkait dengan spesifikasi
badan setempat
n

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005

Oli Turbin
n
GEK 32568E
n
Solar Turbine ES9-224
n
DIN 51515 (teil I)
Oli Kompresor
n
Ingersol-Rand, Sabroe
n
DIN 51506 VDL
Oli Roda-Gigi
n
US Steel 224, AGMA

Thank You

Technical Support Dept.


PT. Petronas Niaga Indonesia
2005