Anda di halaman 1dari 22

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

PRAKTIKUM 1
PENGUKURAN

A. Tujuan
Melakukan pengukuran dengan mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup
B. Dasar Teori
Pengukuran dalam fisika umumnya bertujuan mendapatkan informasi penting lebih
lanjut dari hasil pengukuran yang digunakan untuk riset pengembangn teknologi atau
penemuan sesuatu yang baru. Mengukur adalah membandingkan sesuatu besaran dengan
besaran lain yang sejenis yang dijadikan sebagai standar satuan. Setiap alat ukur memiliki
tingkat ketelitian tertentu. Ketelitian alat ukur sama dengan skala terkecilnya.
Panjang umumnya diukur dengan mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup.
Mistar yang biasa digunakan di sekolah adalah mistar yang memiliki skala terkecil 1 mm
(0,1 cm). Ketelitian mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm. Jangka sorong memiliki ketelitian
0,1 mm atau 0,01 cm. Sedangkan mikrometer sekrup 0,01 mm.
C. Alat dan Bahan
1. Mistar
2. Jangka sorong
3. Mikrometer sekrup

4. Kelereng
5. Uang logam Rp. 100
6. Batang besi

D. Langkah Kerja
1. Ukurlah diameter kelereng dengan mikrometer sekrup dan jangka sorong
2. Ukurlah diameter dan tebal uang logam dengan mikrometer sekrup dan jangka sorong
3. Ukurlah panjang dan diameter batang besi dengan mistar, mikrometer sekrup dan
jangka sorong
4. Catatlah hasil pengukuran ke dalam tabel berikut :
Tabel Hasil Pengamatan
No

Besaran yang di ukur

1.

Diameter Kelereng

Mistar
Jangka sorong
Mikrometer
(mm)
(mm)
sekrup (mm)
............................. .................................. ...........................

2.

Diameter Uang Logam

............................. .................................. ...........................

3.

Tebal uang Logam

............................. .................................. ...........................

4.

Panjang batang besi

............................. .................................. ...........................

5.

Diameter batang besi

............................. .................................. ...........................

E. Pertanyaan
Manakah alat ukur yang lebih teliti ?

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

PRAKTIKUM 2
RESULTAN GAYA

A. Tujuan
Menentukan resultan gaya pada neraca pegas secara jajarangenjang
B. Dasar Teori
Besaran vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Misalnya adalah gaya.
Vektor memiliki sifat salah satunya adalah dapat dijumlahkan. Dua buah vektor dapat
dijumlahkan dengan metode jajarangenjang.
Dua buah vektor yang membentuk sudut
satu dengan lainnya dapat kita tentukan
F1
R
besar dan arah resultannya.

Besar resultannya adalah:


F2

R = F12 + F22 + 2 F1 F2 cos


Arah resultannya adalah:
F1
F2
R
=
=
sin 2 sin 1 sin

C. Alat dan Bahan


1. Neraca pegas
2. Pegas atau karet
3. Busur derajat
D. Langkah Kerja
1. Pasanglah alat alat seperti gambar berikut di atas kertas kosong:

x
2.
3.
4.
5.

Tariklah kedua ujung neraca pegas sehingga membentuk sudut .


Ukurlah panjang pegas tadi (misal x cm)
Catatlah besar gaya pada neraca pegas masing- masing sebagai F 1 dan F 2
Sepanjang tarikan neraca pegas, tariklah garis searah dengan AB yang dinyatakan
sebagai F 1 dan garis searah dengan AC yang dinyatakan sebagai F 2
B (F 1 )
A

C (F 2 )
Tentukan besar sudut dengan busur derajat

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

6. Lepaskan kedua neraca pegas tersebut dan pasanglah neraca pegas F 3 seperti pada
gambar berikut :

F3
x
7. Tariklah neraca pegas tersebut hingga pegas meregang sepanjang x cm seperti langkah
3. Catatlah besar gaya yang ditunjukan neraca pegas dan nyatakan sebagai F 3
8. Ulangi langkah-langkah di atas dengan mengubah posisi kedua neraca pegas sehingga
diperoleh , F 1 dan F 2 yang berbeda-beda.
9. Isikan hasil kegiatan di atas ke dalam tabel berikut :
Tabel Hasil Pengamatan
No

F2

F3

1.

Sudut
F1
( )
........
...........

..............

............................................................

.......................

2.

........

............

..............

............................................................

.......................

3.

........

............

..............

............................................................

.......................

4.

........

..........

..............

............................................................

.......................

R=

F12 + F22 + 2 F1 F2 cos

E. Pertanyaan
1. Lukislah gaya-gaya dan resultan yang bekerja pada masing-masing langkah secara
jajarangenjang!
2. Bandingkan antara R dan F 3 kolom 5 dan 6 ! Kesimpulan apa yang Anda peroleh?
3. Bagaimana arah R terhadap F 2 ?
4. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi ketelitian pengamatan?

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

PRAKTIKUM 3
GERAK VERTIKAL KE ATAS

A. Tujuan
Menentukan kecepatan lemparan pada gerak vertikal ke atas
B. Dasar Teori
Gerak vertikal ke atas adalah gerak gerak suatu benda yang dilempar tegak lurus ke
atas dengan kecepatan awal. Dalam keseluruhan geraknya benda selalu mengalami
percepatan (a) tetap yang sama dengan percepatan gravitasi (g). Karena arah geraknya ke
atas maka gerak benda melawan gaya gravitasi sehingga a = -g. Ketika benda di titik
tertinggi benda sesaat berhenti sehingga v t = 0. Maka persamaannya:
1
1
2h
h = v o t gt 2 menjadi h = gt 2 , sehingga t =
.
g
2
2
Sedangkan vt2 = v02 2 gh menjadi vt = 2 gh

C. Alat dan Bahan


1. Stop watch
2. Meteran
3. Bola tenis
D. Langkah Kerja
1. Lemparkan bola tersebut ke atas sampai ketinggian tertentu
2. Ukurlah ketinggian bola dan catat waktu yang dibutuhkan bola sejak dilempar sampai
ketinggian tersebut
3. Ulangi kegiatan ini untuk tinggi yang berbeda
4. Catat hasil pengamatan ke dalam tabel berikut :
Tabel Hasil Pengamatan
Percobaan Tinggi (m)
ke -

Waktu (s)

.................... ....................

2h
g
.........................................................

.................... ....................

.........................................................

.................... ....................

.........................................................

.................... ....................

.........................................................

Waktu dengan rumus: t =

E. Pertanyaan
1. Bandingkan hasil waktu yang di ukur dengan waktu yang di dapat dari perhitungan!
Kesimpulan apa yang dapat diambil?
2. Tentukan kecepatan lemparan dengan menggunakan persamaan v0 = 2 gh !

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

PRAKTIKUM 4
GERAK JATUH BEBAS

A. Tujuan
Menentukan kecepatan pada gerak jatuh bebas
B. Dasar Teori
Gerak jatuh bebas termasuk gerak vertikal ke bawah hanya saja kecepatan awalnya nol
(v o = 0) sehingga persamaannya menjadi :
v t = gt

h=

1 2
gt t =
2

v t2 = 2 gh v =

2h
g
2 gh

C. Alat dan Bahan


1. Stop watch
2. Meteran
3. Kelereng

4. Bola Tenis
5. Kaleng kosong

D. Langkah Kerja
1. Letakkan kaleng kosong di tanah
2. Jatuhkan kelereng (tanpa kecepatan awal / tanpa dilempar) dari ketinggian tertentu dan
catatlah.
3. Catatlah waktu yang dibutuhkan umtuk sampai membentur kaleng
4. Ulangi kegiatan ini untuk ketinggian yang berbeda
5. Ulangi langkah 2 sampai langkah 4 dan catat hasilnya
6. Catat hasil pengamatan ke dalam tabel berikut :
Percb.
ke -

Tinggi
(m)

Waktu (s)

Waktu (t)

t=

2h
g

Kecepatan (v)

v = 2 gh

Kelereng

Bola Tenis

Kelereng

Bola Tenis

Kelereng

Bola Tenis

...........

..................

..................

.................

....................

.................

..................

...........

..................

..................

.................

....................

.................

..................

...........

..................

..................

.................

....................

.................

..................

...........

..................

..................

.................

...................

.................

..................

E. Pertanyaan
1. Bandingkan hasil waktu yang diukur antara kelereng dan bola tenis (kolom 3)!
Kesimpulan apa yang dapat diambil?
2. Bandingkan hasil waktu yang didapat dari perhitungan antara kelereng dan bola tenis
(kolom 4)! Kesimpulan apa yang dapat diambil?
3. Bandingkan hasil kecepatan antara kelereng dan bola tenis (kolom 5)! Kesimpulan apa
yang dapat diambil?
Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

PRAKTIKUM 5
GAYA SENTRIPETAL

A. Tujuan
Memahami gaya sentripetal
B. Dasar Teori
Pada gerak melingkar selalu diperlukan resultan gaya yang arahnya ke pusat
lingkaran sesuai dengan arah percepatan sentripetalnya. Gaya ini disebut gaya sentripetal.
Besarnya gaya ini adalah:
v2
Fs = ma s = m 2 r = m
r
C. Alat dan Bahan
1. Bambu kecil dengan panjang 30 cm
2. Stopwatch
3. Beban

4. Benang kasur 1,5 m


5. Mistar
6. Neraca pegas

D. Langkah Kerja
1. Tentukan massa beban dan nyatakan sebagai m
2. Putarlah beban seperti gambar berikut:
m

3.
4.
5.
6.

Usahakan tali berputar dalam keadaan mendatar


Ukurlah waktu (t) untuk n = 10 putaran dengan stopwatch
Tentukan periode putaran (T)
Ukurlah jari-jari lintasannya (r)
2r
7. Hitunglah kecepatan putarannya dengan rumus v =
T
8. Ulangi kegiatan di atas dengan massa benda (m) dan jari-jari lintasan yang berbeda (r)
yang berbeda-beda
9. Catatlah data yang Anda peroleh ke dalam tabel berikut
Tabel Hasil Pengamatan
No

1.
2.
3.
4.

Massa benda (m)


(kg)

............................
............................
............................
............................

Jari-jari (r)
(meter)

............................
............................
............................
............................

Periode (T =

t
)
n

(sekon)
............................
............................
............................
............................

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

Kecepatan ( v =

2r
)
T

(m/s)
............................
............................
............................
............................

10. Sesuai Hukum II Newton: F = m.a


F = gaya sentripetal (F s ) = tegangan tali = berat beban
F = w = m.g , dengan g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
a = percepatan sentripetal (a s )
Isilah tabel berikut:
No

1.

F
m
.....................................

v2
r
.................................

2.

......................................

.................................

3.

......................................

.................................

4.

......................................

.................................

a=

E. Pertanyaan
1.
2.

v2
?
r
Kesimpulan apa yang diperoleh dari kegiatan di atas?
Samakah harga a dengan

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

PRAKTIKUM 6
HUKUM I NEWTON

A. Tujuan
Membuktikan sifat kelembaman benda
B. Dasar Teori
Bila resultan gaya yang bekerja pada suatu benda sama dengan nol, maka benda yang
diam akan tetap diam dan benda yang bergerak akan tetap bergerak lurus berubah
beraturan. Secara rumus dapat ditulis : F = 0 . Pernyataan ini dikenal dengan Hukum
I Newton disebut juga hukum kelembaman.
C. Alat dan Bahan
1. Kertas
2. Kelereng
D. Langkah Kerja
1. Letakkan selembar kertas di atas meja dan sebuah kelereng di atas kertas. Tariklah
kertas itu dengan cepat dengan sekali sentakan. Amati yang terjadi pada kelereng.
2. Ulangi kegiatan 1 beberapa kali dengan cara yang sama.
3. Kembalikan kertas pada kedudukan semula dan kelereng diletakkan lagi di atas kertas.
Tariklah kertas tersebut dengan perlahan-lahan tanpa sentakan. Kemudian mendadak
tarikan dihentikan. Amati yang terjadi kelerang.
4. Ulangi kegiatan 1 beberapa kali dengan cara yang sama.
E. Pertanyaan
1. Apa yang terjadi ketika kertas ditarik secara cepat dengan sekali sentakan? Mengapa
bisa terjadi?
2. Apa yang terjadi ketika kertas ditarik secara perlahan-lahan kemudian dihentikan?
Mengapa bisa terjadi?
3. Apa kesimpulan dari kegiatan ini?

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

PRAKTIKUM 7
HUKUM II NEWTON

A. Tujuan
Mengetahui konsep Hukum II Newton
B. Dasar Teori
Hukum II Newton menyatakan bahwa: Percepatan suatu benda berbanding lurus
dengan resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan
F F = ma
massa bendanya. Secara matematis ditulis : a =

m
C. Alat dan Bahan
1. 3 buah balok
2. Neraca pegas
D. Langkah Kerja
1. Susunlah balok benda seperti gambar!

2. Tariklah benda melalui neraca pegas. Amati yang terjadi pada benda!
3. Ulangi langkah 2 dengan gaya tarik yang berbeda seperti pada gambar
4. Susunlah balok benda seperti gambar!
F

5. Tariklah benda melalui neraca pegas. Amati yang terjadi pada benda!
6. Ulangi langkah 2 dengan massa benda yang berbeda seperti pada gambar
E. Pertanyaan
1. Bagaimana hubungan antara percepatan yang dihasilkan jika massa benda tetap, tetapi
gaya tariknya berubah (diperkecil/diperbesar)?
2. Bagaimana hubungan antara percepatan yang dihasilkan jika gaya tariknya tetap, tetapi
massa benda berubah (diperkecil/diperbesar)?
3. Apa kesimpulan dari percobaan ini?
Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

10

PRAKTIKUM 8
HUKUM III NEWTON

A. Tujuan
Membuktikan gaya aksi reaksi
B. Dasar Teori
Bila sebuah benda A melakukan gaya pada benda B, maka benda juga akan
melakukan gaya pada benda A yang besarnya sama tetapi berlawanan arah. Gaya yang
dilakukan A pada B disebut : gaya aksi. Gaya yang dilakukan B pada A disebut : gaya
reaksi. Maka ditulis : F aksi = - F reaksi . Hukum Newton III disebut juga Hukum
Aksi - Reaksi.
C. Alat dan Bahan
Neraca pegas
D. Langkah-langkah Percobaan
1. Susunlah dua neraca pegas seperti gambar di bawah ini :

2. Tariklah neraca pegas B, sementara neraca pegas A dikaitkan pada titik tetap
3. Amati penunjuk skala pada kedua neraca pegas tersebut
4. Catatlah angka yang ditunjukkan oleh masing-masing neraca
E. Pertanyaan
1. Dengan membandingkan kedua angka neraca pegas, apa yang dapat kamu simpulkan?
2. Bagaimana jika posisi kedua neraca diganti, apakah hasil yang didapat tetap sama
dengan yang pertama?
3. Nyatakan kesimpulan tentang hubungan pasangan gaya aksi reaksi!

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

11

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

12

PRAKTIKUM 1
GERAK PARABOLA

A. Tujuan
Mengetahui lintasan dan besar sudut elevasi pada gerak parabola
B. Dasar Teori
Gerak ini adalah gerak dalam dua dimensi dari peluru/bola yang dilempar miring ke
atas. Kita anggap bahwa gerak ini terjadi dalam ruang hampa, sehingga pengaruh udara
pada gerakan peluru dapat diabaikan. Gerak sebuah peluru dipengaruhi oleh suatu
percepatan gravitasi g dengan arah vertikal ke bawah. Pada arah horisontal percepatannya
sama dengan nol. Titik tertinggi yang dapat ditempuh oleh peluru adalah :
2
v sin 2
y max = 0
2g
Jarak terjauh yang dapat ditempuh oleh peluru adalah :
2
v0 sin 2
x max =
g
C. Alat dan Bahan
1. Pistol mainan
2. Peluru plastik
3. Busur derajat
4. Meteran (rol meter)
D. Langkah-langkah Percobaan
1. Letakkan pistol mainan dengan membentuk sudut elevasi 30o
2. Tekan pelatuk pistol hingga peluru melesat keluar
3. Gambarkan lintasan pelurunya
4. Ukurlah jarak tertinggi peluru dengan menggunakan rol meter
5. Ukurlah jarak terjauh peluru dengan menggunakan rol meter
6. Ulangi langkah-langkah di atas sebanyak tiga kali
7. Lakukan langkah-langkah yang sama untuk sudut 45o dan 60o
8. Catat hasil pengamatan ke dalam tabel berikut:
Tabel Hasil Pengamatan

No

Sudut
Elevasi

1.

30o

Percobaan 1
.......................

Percobaan 2
.....................

Percobaan 3
.......................

Rata-rata
.......................

2.

45o

.......................

.....................

.......................

.......................

3.

.......................

.....................

.......................

.......................

60

Jarak tertinggi (y max )

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

13

No

Sudut
Elevasi

Jarak terjauh (x max )

1.

30

Percobaan 1
.......................

Percobaan 2
.....................

Percobaan 3
.......................

Rata-rata
.......................

2.

45o

.......................

.....................

.......................

.......................

3.

60o

.......................

.....................

.......................

.......................

E. Pertanyaan
1. Pada sudut elevasi berapakah peluru mencapai jarak tertinggi?
2. Pada sudut elevasi berapakah peluru mencapai jarak terjauh?
3. Apa kesimpulan dari percobaan ini?

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

14

PRAKTIKUM 2
HUKUM HOOKE

A. Tujuan
Menentukan konstanta pegas
B. Dasar Teori
Hukum Hooke menyatakan bahwa dalam batas elastisitas, gaya F yang menarik
maupun yang menekan benda elastic sebanding dengan pertambahan panjang. Hukum
Hooke dirumuskan dengan persamaan :
F = k. x
Keterangan : F = gaya tarik/tekan (N), k = tetapan gaya pegas (N/m) dan x = pertambahan
panjang (m)
C. Tujuan
Menentukan konstanta pegas
D. Alat dan Bahan
1. Mistar
2. Pegas

3. Statif
4. Beban

E. Langkah Kerja
1. Pasanglah sebuah pegas pada susunan statif seperti gambar!

2.
3.
4.
5.

Gantunglah sebuah beban di ujung pegas, kemudian ukurlah pertambahan panjangnya


Masukkan data pengamatan pada tabel
Ulangi langkah 2 sapai 3 dengan menambah beban
Catatlah hasil pengamatan ke dalam tabel berikut:

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

15

Tabel Hasil Pengamatan


No Massa Beban Gaya Tarik
(kg)
F=m.g (N)

Panjang Pegas
x (cm)

1.
2.
3.
4.

...........................
...........................
...........................
...........................

........................
........................
........................
........................

......................
......................
......................
......................

Pertambahan
panjang
x (cm)
.............................
.............................
.............................
.............................

Konstanta Pegas
k = F/ x
..............................
..............................
..............................
..............................

F. Pertanyaan
1. Apa yang terjadi jika pegas diberi beban? Mengapa?
2. Apa yang terjadi jika beban diambil kembali? Mengapa?
3. Berapakah konstanta pegas tersebut?

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

16

PRAKTIKUM 3
AYUNAN SEDERHANA

A. Tujuan
Menentukan percepatan gravitasi bumi di MAN 1 Purwokerto
B. Dasar Teori
Sebuah ayunan sederhana terdiri atas sebuah bandul yang bermassa m yang digantung
di ujung tali ringan yang massanya dapat diabaikan dengan panjang l. Pada saat bandul
diberi simpangan dengan sudut (< 10o) terhadap vertikal, gaya berat bandul memiliki
komponen sepanjang arah tali dan komponen tegak lurus tali. Periode getaran dapat
l
dihitung dengan persamaan : T = 2
. Sehingga untuk menentukan percepatan
g

l
4 2 l
maka g = 2 .
gravitasinya adalah : T = 4 .
g
T
Keterangan : T = periode (s), g = percepatan gravitasi (m/s2) dan l = panjang tali (m)
2

C. Alat dan Bahan


1. Statif
2. Tali

3. Stop watch
4. Beban / bandul

D. Langkah Kerja
1. Susunlah statif, tali dan beban seperti gambar berikut:

2. Tariklah beban dari kedudukan setimbang ke kiri atau ke kanan dengan sudut simpangan
< 10o.
3. Lepaskan beban, hitunglah waktu yang digunakan untuk melakukan 10 getaran. Satu
getaran adalah gerak dari A-B-C-B-A atau C-B-A-B-C
4. Catatlah waktu yang diperlukan ke dalam tabel
5. Lakukan langkah 2 sampai 3 sehingga tabel terisi

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

17

Tabel Hasil Pengamatan


Tabel 1. Untuk massa beban/bandul m = .............gram

No

Panjang tali
(l)

Jumlah ayunan
(n)

Waktu
(t)

Periode (T)
t
T=
n

Percepatan gravitasi

1.

40 cm

10 kali

...............s

.................s.

4 2l
T2
.........................m/s2

2.

50 cm

10 kali

...............s

.................s

.........................m/s2

3.

60 cm

10 kali

...............s

.................s

.........................m/s2

g=

Rata-rata: ...........m/s

Tabel 2. Untuk panjang tali = .............cm

No

Massa beban
(m)

Jumlah ayunan
(n)

Waktu
(t )

Periode (T)
t
T=
n

Percepatan gravitasi

1.

...............gr

10 kali

...............s

.................s.

4 2l
T2
.........................m/s2

2.

...............gr

10 kali

...............s

.................s

.........................m/s2

3.

...............gr

10 kali

...............s

.................s

.........................m/s2

g=

Rata-rata: ...........m/s

E. Pertanyaan
1. Bandingkan hasil Tabel 1 dan Tabel 2! Apakah massa beban/bandul mempengaruhi
peride ayunan?
2. Bandingkan hasil Tabel 1 dan Tabel 2! Apakah panjang tali mempengaruhi periode
ayunan? Apa pengaruhnya?
3. Faktor apa saja yang mempengaruhi nilai percepatan gravitasi berdasarkan percobaan?
4. Berapa besar percepatan gravitasi di MAN 1 Purwokerto?

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

18

PRAKTIKUM 4
KOEFISIEN ELASTISITAS

A. Tujuan
Menentukan koefisien elastisitas (Koefisien restitusi = e) pada tumbukan lenting sebagian
B. Dasar Teori
Jenis tumbukan dapat dibedakan berdasarkan nilai koefisien elastisitas (koefisien
restitusi). Koefisien elastisitas dari dua benda yang bertumbukan didefinisikan sebagai
harga negatif dari perbandingan antara beda kecepatan kedua benda yang bertumbukan
sesaat sesudah tumbukan dan sesaat sebelum tumbukan. Secara matematis ditulis:
v1' v 2'
e=
. Contoh dari tumbukan lenting sempurna misalnya adalah bola tenis yang
(v1 v2 )
jatuh ke lantai. Untuk tumbukan lenting sebagian, koefisien elastisitas bernilai antara 0 dan
satu (0 < e < 1)
Bola yang dijatuhkan dari ketinggian h 1 , sehingga
dipantulkan dengan ketinggian h 2 akan mempunyai
koefisien elastisitas sebesar :
h2
e=
h1
h1
h2

C. Alat dan Bahan


1. Bola tenis
2. Bola bekel

3. Rol meter

D. Langkah Kerja
1. Jatuhkan bola tenis dari ketinggian tertentu

h1
h2

2.
3.
4.
5.
6.
7.

Catatlah ketinggian mula-mula h 1 dan ketinggian pantulannya h 2


Ulangi dengan ketinggian yang berbeda
Gantilah dengan bola bekel dan jatuhkan
Catatlah ketinggian mula-mula h 1 dan ketinggian pantulannya h 2
Ulangi dengan ketinggian yang berbeda
Masukkan data pengamatan ke dalam tabel berikut:

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

19

Tabel Hasil Pengamatan

No

Tinggi mula-mula (h 1 )

Tinggi pantulan (h 2 )

Koefisien elastisitas
h2
e=
h1

1.

Bola Tenis
..................

Bola bekel Bola Tenis


.................... ...................

Bola bekel
.......................

Bola Tenis
...................

Bola bekel
......................

2.

..................

.................... ...................

.......................

...................

......................

3.

..................

.................... ...................

.......................

...................

......................

4.

..................

.................... ...................

.......................

...................

......................

5.

..................

.................... ...................

.......................

..................

.......

E. Pertanyaan
1. Bandingkan koefisien elastisitas antara bola tenis dan bola bekel! Berapa besar nilai
koefisien elastisitas kedua bola tersebut?
2. Apa kesimpulan dari percobaan ini?

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

20

SISTEMATIKA LAPORAN
Laporan hasil kerja ilmiah (praktikum) harus ditulis mengikuti sistematika yang sudah
baku. Sistematika laporan adalah sebagai berikut :
A. JUDUL
Judul sebaiknya singkat saja karena sifatnya merupakan identifikasi laporan. Misalnya
untuk percobaan pemeriksaan hukum ohm cukup ditulis judul HUKUM OHM,
bukan Pemeriksaan Hukum Ohm dengan Arus Searah , ini terlalu panjang.
B. TEORI
Berisi tentang uraian singkat, tetapi lebih lengkap tentang teori percobaan. Uraian akan
bertambah jelas apabila disertai gambar, diagram dan sebagainya. Kalau ada beberapa
rumus penting,sebaiknya rumus diberi nomor urut. Rumus yang harus dibuktikan, kita
beri buktinya.
Perlu di ingat !! Kalau pada petunjuk praktikum mengandung penjelasan tentang
teori, jangan dikutip mentah mentah. Sebaiknya dilengkapi dengan bahan yang
diambil dari buku acuan.
C. TUJUAN
Berisi tentang hal yang ingin dicapai atau diketahui dari percobaan tersebut.
D. ALAT dan BAHAN
Berisi tentang semua alat dan bahan yang digunakan untuk melakukan percobaan.
E. LANGKAH KERJA
Berisi tentang langkah-langkah bagaimana melakukan suatu percobaan atau
pengukuran.
F. DATA HASIL PERCOBAAN
Berisi tentang semua hasil. Hasil yang ditulis yang cukup representatif dan hasil-hasil
penting.
G. PEMBAHASAN
Berisi tentang :
a. Pengolahan data atau perhitungan dilakukan dan dilaporkan tanpa langkah
perantara. Jadi, sebutkan rumus yang akan dipakai dan data yang berkenaan
serta hasil perhitungan.
b. Pembahasan, isinya tentang analisis hasil, perbandingan dengan teori.
H. KESIMPULAN
Berisi tentang :
c. Simpulan, berisi tentang hasil pengolahan data sesuai dengan tujuan percobaan
yang telah ditetapkan, hasil pembahasan dari hasil percobaan.
d. Saran, berisi tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk percobaan lebih lanjut
supaya percobaan menghasilkan hasil yang lebih maksimal.
I. DAFTAR PUSTAKA
Berisi daftar semua referensi, buku, atau jurnal yang diacu dalam percobaan

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

21

DAFTAR PUSTAKA
Istiyono Edi. 2004. Sains Fisika Untuk Kelas X. Klaten : Intan Pariwara.
Janice VanCleaves. 2004. A+ Proyek-proyek Fisika (terjemahan). Bandung : Pakar Raya.
Janice VanCleaves. 2003. 204 Percobaan yang Menakjubkan (terjemahan). Bandung : Pakar
Raya.
Kanginan M. 2007. Fisika Untuk SMA Kelas X. Jakarta : Erlangga.
Supiyanto. 2007. Fisika Untuk SMA Kelas XI. Jakarta : Phibeta
Tim Penyusun. 2007. LKS Sakti Fisika X. Bandung : CV. Bina Pustaka.
Tim Penyusun. 2007. LKS Sakti Fisika XI. Bandung : CV. Bina Pustaka.

Laboratorium Fisika MAN 1 Purwokerto

22