Anda di halaman 1dari 7

ALIRANALIRAN YANG ADA DI DALAM GEREJA

Kharismatik

1. Latar belakang
Kenyataan yang ada dimsyarakat saat ini adalah gerakan aliran
karismatik telah
semakin berkembang demikian pesat seperti munculnya, GPDI
( Gereja Pentakosta di
Indonesia), GKII (Gereja Kemenangan Iman Indonesia), GKKI (Gereja
Kristen Kudus
Indonesia), GBISuccesfull Bethany Families, Gereja Baithany, Gereja
Sidang Rohul Kudus,
Gereja Sidang Jemaat Allah, GKB (Gereja Kristen Baithany) dan
perkembangan gereja aliran
karismatik ini tidak hnaya mendirikan suatu bangunan di satu
wilayah, melainkan memiliki
cabang atau mendirikan gerejanya dimana-mana. Gerakan
karismatik tersebut menarik
banyak hati orang. Praktik doa kesembuhan ilahi dengan beragam
manifestasinya seakan
menegaskan bahwa gerakan ini menjadi jawaban bagi kekristenan
masa kini
(http:www.sarapanpagi.org/buku-terbaru-gerakan-karismatik-dennyt-s-vt6098.html).
Pengikut aliran ini didominasi oleh anggota gereja yang sudah ada
atau terdaftar di
gereja-gereja konvensional seperti HKBP (Huria Kristen Batak
Protestan), GBKP (Gereja
Batak Karo Protestan), GKI (Gereja Kristen Indonesia), GKPS (Gereja
Kristen Protestan
Simalungun), GBKP (Gereja Punguan Kristen Batak) dan lain-lain
yang masih dalam
naungan PGI (Persekutuan Gereja Indonesia). Pengikut aliran ini
biasanya adalah anak muda
yang memiliki sifat yang ekspresif, enerjik, kreatif, dan penuh
semangat sehingga mereka
lebih tertarik pada gereja karismatik dibandingkan gereja
konvensional yang monoton.
Fenomena ini semakin menarik adalah para pengikut gereja
konvensional dikenal
sebagai masyarakat yang selalu mewariskan tradisi lama dan
cenderung memaksa untuk tidak.
Sikap berbeda terjadi di kalangan anak muda yang cenderung
memilih untuk menjadi
anggota gereja aliran karismatik. Banyak anak muda lebih memilih
untuk beribadah di gereja
karismatik karena pengaruh media yang memang memusatkan diri
pada dunia kaum muda

dan budaya modern. Aliran karismatik lebih mudah menerima


budaya kaum muda. Human
Capital Theory meramalkan bahwa pergantian keagamaan (pindah
agama) akan cenderung
terjadi seperti orang yang sedang mencari pekerjaan yang cocok
dengan kemampuan dan
konteksnya (Koolj Van 2007 : 175). Pergantian keagamaan sendiri
dipengaruhi oleh 4 faktor,
yaitu kepelbagaian pilihan, penguasaan pasar, persaingan dan
peraturan. Ke-empat hal ini
memberikan pengaruh yang berbeda dalam konteksnya masingmasing (Koolj Van 2007 :
175). Gereja beraliran karismatik biasa berlaku sebagai kompensasi
bagi orang-orang yang
merasa tidak puas dengan gereja konvensional.
Dalam skripsi ini penulis tertarik untuk meneliti Gereja Karismatik
GKB (Gereja
Kristen Baithany) Hotel Pardede yang berada di jalan Mangonsidi,
alasannya karena gereja
ini adalah salah satu gereja yang berkembang atau bertumbuh yang
dapat dilihat dari jumlah
jemaatnya yang sangat banyak. Dalam gereja ini terdapat tiga
cabang yaitu GKB di jalan
Setia Budi, GKB Hotel Pardede yang terletak dijalan Mangonsidi.
Setiap cabang Gereja
memiliki 3 (tiga) gelombang untuk menjalankan ibadahnya setiap
minggu yaitu yang pertama
divisi Youth untuk kalangan mahasiswa dan pelajar, kedua divisi
profesi orang-orang yang
sudah bekerja dan yang ketiga divisi keluarga yaitu bagi orang yang
sudah menikah atau
berkeluarga. Menurut data yang ada, bahwa gereja ini memiliki
jemaat tetap atau yang
terdaftar sebanyak 1.500 orang dan hampir 70% dari jumalh
anggotanya adalah anak mudah

2.perkembang aliran kharismatik


Gerakan karismatik adalah suatu gerakan baru dalam sejarah gereja.
Meskipun pada abad ke-2 C.E telah muncul gerakan Montanus yang
mempraktekkan glossolalie, namun barulah pada abad ini glossolalie
dan kharismata lainnya dimunculkan dengan kuat oleh gerakan
kharismatik, yang lahir sebagai salah satu aliran khusus dalam gerakan
Pentakosta yang berkeyakinan bahwa setiap orang Kristen haruslah
dibaptis dengan Roh Kudus dan dibuktikan dengan berbicara
menggunakan bahasa Roh. Hal itu digunakan untuk meyakini bahwa
orang tersebut telah menerima Roh Kudus.[2]
Kharismata bukan merupakan suatu perhiasan bagi tubuh Kristus yang
dapat diadakan atau yang tidak dapat diadakan. Kharismata bagi gerakan
karismatik itu merupakan suatu keharusan yang mesti ada dalam jemaatjemaat. Jemaat-jemaat tanpa kharismata dianggap sebagai jemaat-jemaat
yang mati, tetapi jemaat-jemaat yang penuh dengan kharismatadianggap
sebagai jemaat-jemaat yang hidup. Di mana Roh Kudus turun dan bekerja,
di sanakharismata dikaruniakan kepada setiap orang yang bertobat dan
dengan demikian mengalamireborn atau kelahiran kembali.
1. 2. Teologi Karismatik
Salah satu ciri gerakan karismatik adalah adanya alergi terhadap hal-hal
ritual dan dogmatis. Maka dari itu mereka menggantikan hal-hal itu
dengan kebebasan dan dinamika roh yang nampak dalam fenomena
spiritual. Antusiasme, semangat yang menggebu-gebu serta hal-hal yang
supranatural itu yang mewarnai spiritualitas karismatik. Maka dari itu,
pengalaman pribadi setiap orang diberi ruang yang sangat besar dalam
pengalaman spiritualitas mereka, sedangkan penalaran teologis gerakan
karismatik ini diminimalkan.
Gerakan Karismatik tidak mengajarkan dan menunjukkan permbedaan seperti:

Mengalami Yesus dalam perjumpaan pribadi menempatkan itu ke


dalam posisi menerima baptisan Roh, yang memungkinkan setiap individu
untuk memiliki Yesus tidak hanya sebagai Penyelamat, tetapi juga sebagai

Tuhan.
Kuasa itu diperoleh melalui baptisan Roh membawa kepada kehidupan

orang Kristen yang berkemenangan


Ibadah ada pada dimensi yang lebih tinggi karena baptisan Roh

Doa itu lebih berkuasa dan sukses (termasuk berdoa dalam bahasa-

bahasa roh yang tidak diketahui artinya) karena baptisan Roh


Tanda-tanda karunia sebagaimana tercantum di dalam 1 Korintus 12:810 ditujukan bagi gereja saat ini

Wahyu yang baru diberikan saat ini sebagai perkataan Allah secara
langsung dan teratur kepada umatNya sama seperti ketika Dia berbicara

kepada umatNya di abad pertama


Alkitab itu ditinggikan dan diyakini sebagai sumber wahyu Ilahi,
meskipun Allah mengungkapkan kebenaran secara mendalam kepada

mereka yang diurapi


Aktivitas iblis itu sangat ditekankan sebagaimana kebutuhan orang

Kristen untuk terlibat dalam pelayanan pembebasan


Penginjilan juga ditekankan dan dilakukan berdasarkan baptisan Roh
yang memberi kuasa yang lebih besar dan efektivitas untuk bersaksi

Dampak Negatif

Hampir seluruh gereja di dunia telah terpengaruh pengajaran-pengajaran


dari Gerakan Karismatik. Baik itu Gereja Katholik Roma dengan segala
pengajarannya juga ikut masuk ke dalam Gerakan Karismatik Katholik.
Semua gereja dan denominasi telah banyak pula membicarakan mengenai
bahasa Roh, baik itu melalui diskusi, penerimaan, dan penolakan.[18]

Kemudian, Gerakan ini selalu menekankan pada teologi kesejahteraan,


dimana mereka sering menekankan bahwa orang Kristen haruslah kaya
karena itu adalah bagian dari keselamatan. Hal ini berpengaruh buruk
terhadap sikap orang Kristen di seluruh dunia karena menyebabkan mereka
melihat pada hal-hal duniawi dan tidak lagi melihat pada keuntungan
materi. Ini juga dikaitkan dengan rencana keselamatan yang sudah
dikumandangkan. Jika seseorang memberikan banyak, maka Allah juga akan
memberikan yang banyak. Ini memberikan kesan buruk terhadap apa yang
orang Kristen lakukan yakni hanya semata-mata mencari dan mendapatkan
berkat yang melimpah saja.

Gerakan ini seperti yang telah banyak disinggung di bagian awal, lebih
menekankan pada doktrin Roh Kudus. Seringkali ayat yang mendasari hal itu
terambil dari Yohanes 16:13-14, ayat itu menjelaskan kepada kita bahwa
misi Roh Kudus adalah mengajarkan kita tentang Yesus Kristus Tuhan dan
menerangi makna Kitab Suci.[19] Hal semacam ini yang seringkali menjadi
pertanyaan bagi sesama jemaat di dalam gerakan ini mengenai apakah
mereka juga sudah sama-sama dapat berbahasa Roh. Dalam pikiran itu
dapat menimbulkan rasa sombong manakala orang lain belum mendapat
baptisan Roh sedangkan dirinya sudah lebih dalu mendapatkannya.
Seseorang bisa jadi menilai kerohanian sesorang hanya dari kemampuan
orang lain untuk dapat berbahasa Roh atau mungkin juga karunia-karunia
Roh yang lainnya.

Dampak Positif

Memang perlu diakui bahwa Gerakan Karismatik juga membawa dampak


positif dari kehidupan kekristenan secara pribadi. Salah satu hal yang paling
menonjol pengaruhnya adalah membawa orang-orang untuk lebih antusias
mengenai hal-hal yang bersifat rohani atau ada sangkut-pautnya dengan
Tuhan. Orang-orang dapat lebih bebas dan dengan luwes memuji Tuhan
secara impresif maupun ekspresif baik itu di tempat umum dan tempat
pribadi masing-masing. Orang-orang tidak lagi takut atau malu menyaksikan
Tuhan kepada sesama mereka, baik itu sesama orang Kristen atau juga
dengan orang non-Kristen. Gerakan ini juga memberi pengaruh dalam hal
spiritualitas. Orang-orang menjadi semakin terbuka terhadap pengalaman
diri mereka untuk dibagi kepada sesama mereka agar orang lain juga dapat
merasakan pengalaman diri orang tersebut. Orang-orang di dalam Gerakan
Karismatik kebanyakan sangat menikmati apapun yang mereka lakukan
dalam keseharian mereka. Karena mereka menganggap bahwa hal-hal yang
mereka lakukan itu adalah hal-hal yang bermakna dan tidak ada sesuatu siasia dari apa yang mereka lakukan. Sehingga, kehidupan sosial mereka,
khususnya terhadap sesama menjadi terasa sangat baik. Saat mereka
bersama dengan kerabat atau dengan rekan yang lain, mereka adalah
pribadi yang sangat ramah dan bersahabat. Melihat suasana yang diciptakan
itu terasa sangat hangat sehingga mereka juga tidak segan untuk berbicara
mengenai Tuhan dalam hidup mereka. Selain itu, Alkitab dan doa adalah hal
penting dalam kehidupan mereka. Mereka gemar bersekutu dan
mempelajari Alkitab. Mereka sangat menikmati waktu-waktu untuk
bernyanyi dan menyembah Tuhan. Ketika mereka mulai mempelajari Alkitab,
mereka juga mulai mengambil hal-hal baik dari Alkitab dan kembali
berkomitmen untuk hidup rohani mereka yang lebih baik.

3. Pokok- pokok pengajaran