Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN STUDI DAN KUNJUNGAN TENTANG MANAJEMEN

OPERASIONAL LABORATORIUM
Oleh : Iwan Cony Setiadi
PENDAHULUAN
Manajemen laboratorium (laboratory management) adalah usaha untuk mengelola
laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan baik sangat ditentukan oleh
beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Beberapa alat-alat
laboratorium yang canggih, dengan staf profesional yang terampil belum tentu dapat
berfungsi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya manajemen laboratorium yang
baik. Oleh karena itu manajemen laboratorium adalah suatu bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari.
Idealnya, laboratorium memiliki fungsi untuk mewujudkan tujuan universitas yang
berkaitan dengan tri dharma perguruan tinggi yakni, pendidikan, penelitian, dan
pengabdian masyarakat. Laboratorium adalah bagian integral dari bidang akademik
(bukan bagian dari rumah tangga atau administrasi). Peranan laboratorium sangat besar
dalam menentukan mutu pendidikan karena laboratoriumlah yang menghasilkan
karyakarya ilmiah yang membanggakan, yang tak dapat dihasilkan oleh badan dalam
sebuah institusi lainnya. Dalam hal pendidikan salah satu kegiatan yang dilakukan
adalah melayani praktikum perkuliahan. Dalam hal penelitian kegiatan yang dilakukan
bervariasi seperti riset dan pemutakhiran perangkat keras/lunak, melakukan studi,
modifikasi dan inovasi sesuatu yang telah existing dan lain sebagainya. Dalam hal
pengabdian masyarakat kegiatan yang bisa dilakukan adalah pelatihan, pendampingan,
konsultasi, ataupun penerapan dan penggunaan produk hasil dari penelitian yang tepat
guna sehingga bisa membantu masyarakat.
Untuk mengatur dan mengakomodir segala aktivitas dan kegiatan laboratorium yang
cukup padat dan banyak serta banyaknya alat dan infrastruktur penunjang maka
diperlukan manajemen laboratorium yang baik agar setiap fungsi bisa bekerja dengan
optimal untuk mencapai visi dari laboratroium, jurusan, fakultas, dan universitas. Oleh
karena itu, sebagai calon dosen yang memang diproyeksikan untuk mengurusi

laboratorium, perlu sebuah pembelajaran terhadap aturan main laboratorium yang telah
exist dan mempunyai reputasi, dalam hal ini yakni salah satu laboratorium dari ITS.
Secara umum hal yang dipelajari meliputi, fungsi, aktivitas dan perencanaan kegiatan
laboratorium, administrasi laboratorium, organisasi laboratorium, inventarisasi dan
infrastruktur, maintenance, arsip dan dokumentasi, kegiatan praktikum, kegiatan riset,
pengabdian masyarakat pengembangan SDM dan kegiatan dan lain-lain. Semua
perangkat-perangkat tersebut di atas, jika dikelola secara optimal akan mendukung
terwujudnya penerapan manajemen laboratorium yang baik. Dengan demikian
manajemen laboratorium dapat dipahami sebagai suatu tindakan pengelolaan yang
kompleks dan terarah
FUNGSI DAN AKTIVITAS
Fungsi laboratorium adalah sebagai tempat mewujudkan tri dharma perguruan tinggi
yang selain sebagai wahana belajar dan ujicoba (eksperimen) mahasiswa dan dosen,
laboratorium yang modern harus memiliki fungsi riset dan pengembangan serta
mempunyai suatu hal yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat baik berupa alat ataupun
jasa. Dalam kunjungan ke laboratorium Arsitektur dan Jaringan Komputer (AJK)
setidaknya fungsi tri dharma perguruan tinggi tersebut dapat dilihat dari berbagai
aktivitas berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Praktikum Sistem Digital


Praktikum Sistem Operasi
Praktikum Jaringan Komputer
Pekerjaan tugas mata kuliah (Final Project)
Pekerjaan tugas akhir
Penelitian yakni dalam bidang desain dan manajemen jaringan, Jaringan

Nirkabel & Komputasi Bergerak


7. Pengabdian pada masyarakat yakni penyuluhan, pelatihan IT terhadap guru
SMK, sebagai tempat konsultasi, dan pembinaan UMKM.
ADMINISTRASI LABORATORIUM
Administrasi laboratorium meliputi segala kegiatan administrasi yang ada di
laboratorium, yang antara lain terdiri atas.
1. Inventarisasi peralatan laboratorium
2. Daftar kebutuhan alat baru, alat tambahan, alat yang rusak, alat yang
dipinjam/dikembalikan

3. Pengelolaan surat masuk dan surat keluar.


4. Pengelolaan perizinan peminjaman laboratorium.
5. Daftar pemakai laboratorium, sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum/
penelitian.
6. Sistem evaluasi dan pelaporan.
Kegiatan administrasi ini adalah merupakan kegiatan rutin yang berkesinambungan,
sehingga perlu dipersiapkan dan dilaksanakan secara berkala dengan baik dan teratur.
Kegiatan administrasi ini dilakukan oleh setiap anggota pada laboratorium sesuai
kapasitasnya baik mahasiswa ataupun dosen.
ORGANISASI LABORATORIUM
Organisasi laboratorium pada idealnya meliputi struktur organisasi, deskripsi pekerjaan,
dan susunan personalia yang mengisi dan mengelola laboratorium tersebut. Untuk lab
AJK memiliki strukur organisasi berikut.
1.
2.
3.
4.

Kepala Laboratorium
Teknisi
Dosen anggota laboratorium berdasarkan minat terhadap bidang AJK
Asisten laboratorium dari mahasiswa untuk membantu kegiatan praktikum

Kepala Laboratorium bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan
juga bertanggung jawab terhadap seluruh peralatan yang ada. Para anggota laboratorium
yang berada di bawah Kepala Laboratorium juga harus sepenuhnya bertanggung jawab
terhadap semua pekerjaan yang dibebankan padanya. Untuk mengantisipasi dan
menangani kerusakan peralatan diperlukan teknisi yang memadai.
Anggota laboratorium terdiri dosen dan mahasiswa dari masing-masing tingkat yang
memiliki minat dan bakat bidang AJK dan untuk mahasiswa harus melalui seleksi
rekruitasi. Untuk dosen penentuan sebagai anggota laboratorium dilakukan sesuai minat
dan bakat berdasarkan kuisioner dari jurusan dan disepakati melalui mekanisme rapat
bersama. Seleksi dilakukan biasanya pada awal semester, namun jika ada kebutuhan
mendadak maka bisa dilakukan pada tengah semester. Untuk mempermudah koordinasi,
asisten ataupun anggota mahasiswa diharuskan memiliki organisasi tersendiri,
strukturnya adalah sebagai berikut.

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Koordinator
Sekretaris Bendahara
Bidang SDM
Bidang Pengabdian Masyarakat
Bidang Riset
Bidang Maintenance

INVENTARISASI
Inventaris adalah suatu kegiatan ataupun usaha untuk menyediakan data rekaman dari
setiap barang ataupun alat dalam laboratorium. Bagi laboratorium yang memiliki
aktivitas yang sibuk (lab AJK) sangat penting untuk mendata fasilitas atau
menginventaris alat laboratorium untuk kegiatan pembelajaran.
Dengan adanya rekaman yang memadai tersebut maka akan memudahkan dalam
mempersiapkan anggaran atau mempersiapkan kegiatan pada tahun yang akan datang
ataupun pengambilan kebijakan yang lain. Untuk kasus lab AJK, daftar inventaris
menjadi referensi untuk penggantian alat yang rusak, perbaikan alat atau penambahan
alat yang baru. Inventaris juga akan mempermudah dalam pergantian tanggung jawab
contohnya pergantian ketua laboratorium ataupun koordinator asisten laboratorium.
Inventaris juga bisa digunakan sebagai sumber informasi letak barang ataupun fasilitas
sehingga memudahkan dalam pengontrolan. Kegiatan inventarisasi meliputi,
1.
2.
3.
4.
5.

Pemberian klasifikasi dan kode barang inventaris


Pengecekan status ataupun kondisi barang inventaris
Pencatatan informasi penting barang inventaris
Pengelolaan buku manual dari inventaris
Pembuatan dokumen inventaris

Gambar 1. berikut adalah skema inventaris serta perawatan alat yang perlu diperhatikan.

Gambar 1. Mekanisme Inventaris dan Perawatan


MAINTENANCE
Kegiatan maintenance dilakukan untuk memastikan kondisi peralatan yang ada
sehingga bisa digunakan dengan maksimal. Maintenance dilakukan oleh teknisi yang
dibantu mahasiswa anggota laboratorium. Untuk maintenance dalam skala kecil biasa
dilakukan secara langsung, namun jika kondisi alat cukup parah maka harus melalui
berbagai macam prosedur. Gambar 2. berikut adalah skema maintenance yang
umumnya dilakukan pada laboratorium jurusan informatika ITS.

Gambar 2. Mekanisme Maintenance

TATA KELOLA ARSIP DAN DOKUMEN


Arsip dan dokumentasi berisi kegiatan pengelolaan dokumen baik untuk kebutuhan riset
ataupun pengabdian masyarakat, form yang digunakan pada praktikum ataupun
dokumen tata tertib laboratorium. Pengelolaan yang terkait dengan kegiatan praktikum
dilakukan oleh asisten laboratorium. Pengelolalan terkait kegiatan riset dan pengabdian
masyarakat dikoordinasi oleh kepala laboratorium ataupun personalia laboratorium
Berikut adalah beberapa dokumen yang harus dikelola.
1. Rencana kegiatan penelitian jangka pendek, menengah, dan jangka panjang
2. Rencana kegiatan praktikum, yang meliputi
a. Modul dan Soal Pembahasan (Bank Soal) praktikum
b. Presensi mahasiswa dan asisten
c. Tata tertib praktikum
d. Jadwal dan Timeline Praktikum
e. Format laporan akhir praktikum
f. Form penilaian praktikan, dll.
3. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat.
4. Hasil penelitian dan tugas akhir
5. Tata tertib laboratorium
6. Struktur dan personalia laboratorium
7. SOP laboratorium
a. Instalasi perangkat
b. Pengajuan dan pengadaan
c. Peminjaman
d. Perawatan dan Maintenance
e. Rekruitasi asisten, dll.
KEGIATAN PRAKTIKUM
Kegiatan praktikum dilakukan untuk menunjang beberapa mata kuliah yang
memerlukan praktik dalam pengajaran terhadap mahasiswa. Kegiatan praktikum
dikoordinir oleh dosen pengampu mata kuliah yang berkoordinasi dengan kepala
laboratorium serta asisten yang membantu praktikum. Hal yang perlu diperhatikan
dalam penyelenggaraan praktikum adalah sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Dokumen praktikum
Dana mendesak ataupun operasional untuk kebutuhan praktikum
Penjadwalan praktikum dan pembagian kelompok
Penjadwalan praktikum susulan jika memungkinkan
Aturan penilaian beserta rekap nilai praktikan
Feedback dan evaluasi dari praktikan dan asisten yang bersangkutan terkait
peralatan, modul, ataupun perorangan.

KEGIATAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT


Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat berkoordinasi terhadap lembaga terkait
(LPPM) beserta dosen ataupun mahasiswa yang memiliki minat sesuai topik yang
dipilih. Kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat dirancang sedemikian rupa
sehingga menjadi acuan/roadmap untuk bisa diterapkan dan dievaluasi kinerjanya.
Rencana kegiatan disusun oleh kepala dan dosen anggota laboratorium dengan
mengetahui kajur ataupun dekan fakultas. Rencana kegiatan penelitian meliputi,
1. Perumusan Topik Peneletian
Permusuan topik penelitian berdasarkan beberapa parameter yakni,
pendefinisian isu-isu strategis, konsep pemikiran, pemecahan masalah, topik
riset yang mungkin bisa dilakukan
2. Peta Jalan Penelitian
Peta jalan penilitian berdasarkan target dan capaian dalam satu tahun.
Pencapaian target jangka panjang juga penting sebagai ambisi dan mimpi yang
akan dicapai pada masa depan. Pada tahap ini juga dibedakan jenis penelitian
yang akan dilakukan yakni penelitian fundamental, terapan, dan industri.
3. Rencana Pengabdian Masyarakat
Rencana pengabdian masyarakat meliputi jenis kegiatan, nama kegiatan,
frekuensi, tempat, kerjama dan informasi lainnya.
4. Indikator Kinerja Kunci
Indikator kinerja meliputi jenis luaran, base line, serta jumlah target capaian.
Jenis luaran adalah sebagai berikut.
a. Publikasi ilmiah
Jurnal Internasional
Jurnal Nasional Terakreditasi
Jurnal Nasional Tak Terakreditasi
Seminar Lokal
Seminar Internasional
Bab dalam Buku Internasional
Bab dalam Buku Nasional
b. Sebagai Pemakalah dalam pertemuan ilmiah baik skala lokal, nasional,
dan internasional.
c. Sebagai pembicara utama keynote speaker dalam pertemuan ilmiah baik
skala lokal, nasional, dan internasional
d. Visiting Lecturer baik outgoing ataupun incoming.
e. Hak Atas Kekayaan Intelektual
Hak Paten biasa
Hak Cipta Software
Desain Produk Industri

f.
g.
h.
i.
j.
k.

Teknologi Tepat Guna


Model/Prototype/Desain/Karya Seni
Buku Ajar
Jumlah dana kerjasama penelitian
Angka partisipasi dosen pada penelitian
Jumlah pengabdian masyarakat
Pelatihan
Pemberdayaan
Pembinaan UMKM
Konsultasi/Kajian
Difusi/Alih Teknologi
l. Lulusan yang dihasilkan melalui penelitian
m. Prestasi mahasiswa dari penelitian dan pengabdian masyarakat
PENGEMBANGAN SDM
Pengembangan SDM adalah kegiatan yang harus dilakukan agar pengetahuan,
kemampuan, dan ketrampilan mereka sesuai dengan tuntutan pekerjaan yang mereka
lakukan. Pengembangan SDM meliputi kegiatan.
1.
2.
3.
4.
5.

Rekruitasi anggota mahasiswa


Pemberian pelatihan terhadap calon asisten praktikum
Pengenalan topik-topik baru (Pembukaan Wawasan)
Pemberian tata cara dan format penelitian untuk tim riset
Evaluasi kinerja dan pembinaan, dll

KESIMPULAN
Agar setiap aktivitas yang dilakukan di dalam laboratorium dapat berjalan dengan
lancar, dibutuhkan sistem pengelolaan operasional laboratorium yang baik dan sesuai
dengan situasi kondisi setempat. Untuk mencapai hal tersebut, beberapa hal yang telah
dijelaskan di atas, perlu diperhatikan dalam manajemen pengelolaan laboratorium.

PROYEKSI DAN PELUANG UNTUK PENGEMBANGAN DAN


MANAJERIAL LABORATORIUM STITEK BONTANG
ANALISIS SWOT
1. Strength
a. Jumlah Dosen
Jumlah dosen yang memadai bisa digunakan dalam pengorganisasian
laboratorium sehingga dengan semakin banyak tenaga maka semakin
mungkin untuk mencapai tujuan
b. Support internal/eksternal
Support penuh dari yayasan dan jurusan sangat penting dan bisa
dijadikan motivasi
c. Fasilitas Laboratorium
Fasilitas laboratorium yang cukup bisa menjadi modal penting untuk
bisa melakukan kegiatan apasaja terkait riset, praktikum ataupun
pengabdian masyarakat.
d. Mahasiswa Calon Asisten
e. Komitmen Untuk Maju
2. Weakness
a. Pengalaman
Pengalaman dalam mengkoordinasi laboratorium adalah guru dalam
segala hal.
b. Aktivitas dan Budaya
Rutinitas aktivitas dan budaya dalam laboratorium adalah hal yang
paling susah untuk diubah dalam waktu dekat. Harus dibutuhkan
komiten.
c. Pengaturan Jadwal
3. Opportunity
a. Kurikulum Baru
Dengan kurikulum baru maka menjadi kesempatan untuk mengubah
ataupun menata ulang yang telah menjadi budaya
4. Threat
a. Resistensi Internal
Adanya penolakan untuk mengikuti hal atau kebijakan yang baru.
b. Waktu
Hanya ada waktu yang singkat hingga diberlakukannya kurikulum baru
dan semester baru.

HAL YANG BISA DIADOPSI


Hal yang (harus) bisa diadopsi untuk diterapkan dalam manajerial dan kegiatan
laboratorium adalah sebagai berikut.
1. Perencanaan Aktivitas dan parameter-parameternya tentu disesuaikan
dengan kondisi.
2. Pelibatan mahasiswa dalam urusan laboratorium
3. Kegiatan pengabdian masyarakat yang sederhana salah satu contoh
adalah pelatihan.
4. Budaya tertib laboratorium dari hal kecil hingga yang lebih kompleks.
5. Dokumen, SOP, dan Arsip Laboratorium
6. Isu strategis penelitian, topik bisa dikembangkan berdasarkan
kemampuan SDM dan perangkat
7. Parameter Penilaian Praktikum
8. Sistem Pelaporan dan Pertanggung Jawaban.