Anda di halaman 1dari 7

EVIDENCE BASED MEDICINE

Comparison of paracetamol (apotel)


and morphine
in reducing post pure head trauma headache

Oleh :
Shafira Aphrodita
1102012273

Pembimbing :
dr. Isna Indrawati, MSc

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI


JAKARTA
2015-2016

SKENARIO
Seorang pria, 30 tahun datang ke rs dengan keluhan sakit kepala, sebelumnya ia
mengaku terjatuh dari sepeda motor. Dokter lalu melakukan pemeriksaan visual analogue
scale dimana didapatkan hasil pasien nyeri kepala >70mm/100mm, hasil pemeriksaan GCS
didapatkan hasil 15. Hasil CT-SCAN didapatkan tidak ada kelainan neurologis. Selanjutnya
dokter akan memberikan paracetamol IV untuk meredakan rasa sakitnya, namun ia lalu
mempertimbangkan pemberian morphine IV untuk mendapatkan efek terapi yang lebih baik.
Pertanyaan

: Diantara paracetamol IV dan morfin IV, manakah obat pereda rasa sakit
terbaik dengan efek samping terkecil sebagai treatment sakit kepala pasca
trauma?

PICO
Patient

: Pria, 30 tahun

Intervention

: morphine IV

Comparison

: paracetamol IV

Outcome

: terapi yang lebih efektif untuk nyeri kepala pasca trauma

Keyword

: post trauma headache and paracetamol and morphine

Hasil

: 1

Judul jurnal : Vahdati, Shams. 2014. Comparison of paracetamol (apotel)


and morphine in reducing post pure head trauma headache.
Anesth Pain
Med. 2014 August; 4(3): e14903
Sumber

: www.pubmed.com

VALIDITY
1. Menentukan ada atau tidaknya randomisasi dalam kelompok dan teknik randomisasi
yang digunakan.
Metode penelitian yang digunakan dalam jurnal ini adalah dengan teknik randomisasi
menggunakam Excel Software.

2. Menentukan ada atau tidaknya persamaan pada kedua kelompok di awal penelitian.
Pasien yang menjadi subjek penelitian jurnal ini didasarkan pada gejala klinis yang
sama.

3. Menentukan ada atau tidaknya blinding pada pasien, klinisi dan peneliti.
Penelitian pada jurnal ini menggunakan sistem double blind dimana pasien maupun
klinisi sama-sama tidak mengetahui obat mana yng diberikan pada pasien.

4.

Menentukan ada atau tidaknya persamaan perlakuan pada kedua kelompok selain
perlakuan eksperimen.
Tidak ada, penguji melakukan prosedur percobaan yang sama pada kedua kelompok,
dan tidak ada eksperimen lain yang dilakukan

5. Menentukan lama dan lengkapnya follow-up.


Penguji melakukan follow up dengan cara menilai rasa sakit yang dirasakan subjek
penelitian berdasarkan penilaian VAS (Visual Analog Pain Scale) pada kedua
kelompok dimulai pada saat datang, 15 menit setelah terapi, 30 menit setelah terapi,
dan 7 hari setelah terapi.

6. Menentukan ada tidaknya analisis pasien pada kelompok randomisasi semula.


Tidak ada, dalam penelitian ini tidak ada persamaan gender maupun usia. Jenis
trauma dan tingkat keparahan trauma juga tidak dijelaskan secara spesifik.

IMPORTANCE
7. Menentukan besar efek terapi (CER,EER,RR,RRR,ARR,NNT).
Didalam jurnal ini hasil penelitian yang diperlihatkan merupakan nilai mean yang
bukan merupakan data dikotomi yang dapat dihitung.

8.

Menentukan presisi estimasi efek terapi (95%CI).

APPLICABILITY
9. Menentukan kemungkinan penerapan pada pasien (spektrum pasien dan setting)
Obat yang digunakan sebagai pembanding terapi pada penelitian jurnal ini dapat
diaplikasikan pada pasien karena didalam jurnal ini dijelaskan tingkat efektifitas dan
efek samping apa saja yang dapat terjadi pada masing-masing obat.
Pasien usia remaja dan dewasa dapat diberikan paracetamol IV karena keefektifan
yang lebih baik dan efek samping yang minimal.

10. Menentukan potensi keuntungan dan kerugian bagi pasien.


Didalam jurnal ini disebutkan keunggulan paracetamol IV dibandingkan dengan
morfin IV serta efek samping yang ditimbulkan morfin IV pun lebih banyak
dibanding dengan paracetamol IV.
Sebagai hasil akhir, didapatkan hasil Paracetamol IV merupakan pilihan terbaik untuk
terapi.

Keuntungan : Paracetamol IV tidak memiliki efek samping dibandingkan dengan


Morfin IV seperti mual, muntah, hipotensi, dll.

Kerugian
: tidak ada kerugian pada penggunaan Paracetamol IV,
hanya saja
dosis yang digunakan lebih tinggi dimana PCT IV 1g/100ml NaCL sedangkan Morfin
IV 0,1mg/100ml NaCL.