Anda di halaman 1dari 2

UJIAN TENGAH SEMESTER

PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA PASCASARJANA


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Nama
: M. Agus Prayitno
NIM.
: 0402513027
Mata Kuliah : Kapita Selekta IPA

Pengampu
Hari/Tgl.

: Dr.Hartono,M.Si
Dr.dr.Nugrahaningsih WH,M.Kes
: Sabtu, 9 Mei 2014

2. Radikal bebas dapat dikatakan sebagai pedang bermata dua, di satu sisi menguntungkan dan di
sisi lain merugikan. Keseimbangan radikal bebas yang terganggu dapat menyebakan kerusakan
pada sel yang akhirnya menimbulkan penyakit pada manusia. Lingkungan terpolusi merupakan
salah satu sumber radikal bebas yang berasal dari luar tubuh. Dalam lingkungan tersebut, tidak
hanya terdiri dari manusia tetapi juga terdapat hewan. Apakah menurut anda radikal bebas juga
berpengaruh terhadap hewan. Dengan mengingat pada jenis sel dan sifat molekul/atom, jelaskan
jawaban anda! Sebutkan pula referensi yang anda gunakan!
Jawab !
Radikal bebas atau sering disebut oksidan merupakan molekul-molekul yang sangat reaktif di
dalam tubuh dan pada hakekatnya dapat merusak bio molekul penting di dalam sel-sel, termasuk
DNA. Hal ini merupakan penyebab utama penyakit fatal seperti serangan jantung, kanker hingga
penuaan dini. Berdasarkan penelitian ilmuwan Moses Gomberg dan ilmuwan lainnya, istilah
radikal bebas diartikan sebagai molekul yang relatif tidak stabil di dalam sel, mempunyai satu
atau lebih elektron yang tidak berpasangan di orbit luarnya. Molekul tersebut bersifat reaktif
dalam mencari pasangan elektronnya, yang biasanya dicuri dari sel tubuh lain. Hal inilah yang
merusak sel-sel tubuh, sehingga berujung pada penuaan dini. Radikal bebas yang bersifat reaktif
tersebut juga dapat menimbulkan perubahan kimiawi dan merusak berbagai komponen sel hidup
seperti protein, lipid, karbohidrat, dan asam nukleat. Lebih bahayanya lagi, jika radikal bebas
sudah terbentuk di dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas
baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah.
Radikal bebas pada umumnya dapat mempunyai efek yang sangat menguntungkan, seperti membantu
destruksi sel-sel mikroorganisme dan kanker. Akan tetapi, produksi radikal bebas yang berlebihan dan
produksi antioksidan yang tidak memadai dapat menyebabkan kerusakan sel-sel jaringan dan enzimenzim. Kerusakan jaringan dapat terjadi akibat gangguan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas
asam lemak atau dikenal sebagai peroksidasi lipid.

Tanggapan saya tentang apakah radikal bebas berpengaruh terhadap hewan atau tidak, dapat
dijelaskan sebagai berikut:
Sebelum saya memaparkan pendapat saya tentang radikal bebas pada hewan, terlebih dahulu saya
gambarkan sel manusia/hewan berikut:

Menurut pendapat saya, jika dilihat berdasarkan jenis selnya, sebagian besar sel manusia dan sel
hewan memiliki kesamaan jenis. Dengan adanya kesamaan jenis tersebut, maka radikal bebas
juga dapat berpengaruh terhadap hewan, hanya saja pengaruh radikal bebas terhadap hewan
tidak setinggi seperti pengaruh radikal bebas terhadap manusia. Hal ini disebabkan karena ada
berbagai faktor yang mempengaruhinya, misalnya manusia merokok tetapi hewan tidak, manusia

sering minum obat yang mengandung zat kimia sedangkan hewan tidak, manusia sering
berhubungan dengan pestisida dan polusi udara (pembakaran) kendaraan/ pabrik, sedangkan
hewan tidak, dan masih banyak faktor yang lainnya.
Sebagai pendukung pendapat saya bahwa hewan juga dapat terkena dampak radikal bebas yaitu
telah dilakukan percobaan pada tikus putih yang diberi paparan Lipopolisakarida (LPS)
intrasulkurel, ternyata setelah diberi paparan Lipopolisakarida dan diberikan perlakuan tertentu,
ternyata tikus putih tersebut mengalami peningkatan kadar molondialdehid (MDA) jaringan
parotis yang diduga sebagai akibat peningkatan radikal bebas.Adanya paparan senyawa toksik
seperti Lipopolisakarida (LPS) dapat memicu peningkatan produksi radikal bebas yang berlebih
dan pada akhirnya menyebabkan stres oksidatif. Stres oksidatif merupakan keadaan dimana
terjadi ketidakseimbangan antara jumlah oksidan (radikal bebas) dengan antioksidan yang ada di
dalam tubuh. Radikal bebas bersifat sangat reaktif, dapat menimbulkan perubahan biokimiawi
dan merusak berbagai komponen sel hidup seperti protein, lipid, karbohidrat dan nukleat
membran sel yang terdiri dari komponen-komponen lipid. Serangan radikal bebas terhadap
komponen lipid akan menimbulkan reaksi peroksidasi lipid yang menghasilkan produk akhir
yaitu Molondialdehid (MDA) yang bersifat sangat toksik terhadap sel.
Selain itu tikus putih yang diberikan perlakuan khusus, misalnya diberikan stressor renjatan listrik
juga dapat mengalami kerusakan sel. Dengan demikian hewan juga dapat terkena dampak
radikal bebas.
Referensi yang digunakan diantaranya:
Darwadi, Rizky P., dkk., 2013. Pengaruh Terapi Kurkumin Terhadap Kadar Malondialdehid
(MDA) Hasil Isolasi Parotis dan Profil Protein Tikus Putih yang Terpapar
Lipopolisakarida (LPS). Unibraw: Malang. Vol.1: 133-139.
Maslachah, Lilik, dkk., 2008. Hambatan Produksi Reactive Oxygen Species
Radikal Superoksida oleh Antioksidan Vitamin E yang Menerima
Stressor Renjatan Listrik. Unair: Surabaya. Vol.24.
Unud-13-1741110549-bab ii kajian pustaka.pdf