Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENGAJARAN BERMAIN

Topik

: Stimulasi tumbuh kembang anak.

Sub Topik

: Bermain dan alat permainan

Sasaran

: Anak usia 1 tahun 1 bulan

Tempat

: Ruang Daud

Waktu

: 15 menit

A. Latar Belakang
Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa
menggunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi,
memberikan kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak
(Anggraini, 2004).
Bermain tidak dapat dipisahkan dari dunia anak, melalui bermain anak akan
belajar tentang dunia dan kehidupannya serta berhubungan dengan orang lain.
Dengan bermain anak akan menemukan kekuatan dan kelemahannya sendiri,
minat dan cara menyelesaikan masalah dalam permainan. Bermain merupakan
unsur yang penting bagi anak untuk perkembangan fisik, mental, sosial dan
emosional.
Hospitalisasi adalah suatu proses oleh karena suatu alasan yang berencana atau
darurat, mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan
perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah. Anak yang sakit dan harus
dirawat di rumah sakit akan mengalami masa sulit karena tidak dapat melakukan
kebiasaan seperti biasanya. Lingkungan dan orang- orang asing , perawatan, dan
berbagai prosedur yang dijalani oleh anak merupakan sumber utama stres, kecewa
dan cemas, terutama untuk anak yang pertama kali dirawat di rumah sakit.
Oleh karena itu, terapi bermain dapat menjadi salah satu terapi yang
menggunakan kemampuan bermain dan alat permainan. Anak dapat memilih
permainan yang disukai dan perawat ikut serta dalam permainan sehinga anak
bebas mengungkapkan perasaanya.

75

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mengikuti permainan ini, anak bisa terlatih kognitif dan motorik
halusnya.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti permainan ini, anak diharapkan:
a. Mampu mengenal mainan.
b. Mampu mengenal bentuk benda dan melatih kognitif anak dalam
menyusun menara.
C. Perencanaan
1. Jenis Program Bermain

: menyusun menara donat pelangi

2.

Karakteristik Permainan

: Konstruksi

3.

Karakteristik Peserta

: Anak usia 1 tahun 1 bulan


Dalam kondisi tidak bed-rest
Keadaan Umum: Baik

4.

Sasaran

: An. N

5.

Metode

: Demonstrasi

6.

Alat-alat Yang Digunakan

7.

Setting Tempat

:
Keterangan

: 1: Perawat
2. Anak

2
8.

: Menara donat pelangi

Pengorganisasian

:-

D. Strategi Pelaksanaan
No
.
1.

Tahap

Waktu

Kegiatan

Pembukaan

3 menit

2.

Pelaksanaan 10 menit

Media

Memberi salam
Menjelaskan proses bermain kepada
orang tua
Menanyakan apakah anak pernah
bermain menyusun menara donat
pelangi.
Menjelaskan aturan bermain.
Membagikan mainan

Mobilmobilan
dan
Mainan
yang
76

3.

Penutup

2 menit

Membimbing anak bermain

Evaluasi
Memberi reinforcement positif
Memberi salam penutup

berbunyi

E. Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a. Peserta terapi bermain 1 orang
b. Alat: menara donat pelangi.
c. Pengaturan tempat: di atas tempat tidur agar tidak membuat anak lelah dan
mengganggu program pengobatan
d. Praktikan bertugas memimpin permainan
2. Evaluasi proses
a. Anak mengikuti terapi bermain hingga selesai.
b. Anak kurang berperan aktif dalam permainan.
c. Kegiatan dapat dilakukan sesuai rencana.
3. Evaluasi hasil
a. Anak antusias melihat warna warni menara donat pelangi.
b. Anak mampu mengangkat mainan dan meletakkan kedalam menara.
c. Anak belum mampu menyusun menara donat pelangi sesuai urutannya.
d. Anak mendapat tepuk tangan ketika berhasil meletakkan donat tower
pelangi.
e. Anak masih belum fokus dalam urutan bermain.
f. Kecemasan dan rewel anak berkurang.
F. Pustaka
1. Anggani, Sudono. 2004. Sumber Belajar Dan Alat Permainan Untuk
Pendidikan Usia Dini. Jakarta: Grafindo
2. Soetjiningsih. (1998). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC.
3. Staf Pengajar IKA FKUI. (1995). Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. Vol. 3.
Jakarta : FKUI.
4. Suherman. (200). Buku Saku Perkembangan Anak. Jakarta : EGC
G. Lampiran
1. Materi
77

Lampiran Materi
BERMAIN DAN ALAT PERMAINAN
1. Pengertian Bermain
Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan sesuai dengan keinginan untuk
memperoleh kesenangan.(Foster,1989) Bermain adalah kegiatan yang dilakukan
untuk kesenangan yang ditimbulkan tanpa mempertimbangkan hasil akhir
(Hurlock).
Bagi anak bermain merupakan seluruh aktivitas anak termasuk bekerja,
kesenangannya dan merupakan metode bagaimana mereka mengenal dunia.
Bermain tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti
halnya makanan, perawatan, cinta kasih, dll. Bermain adalah unsur yang penting
untuk perkembangan anak baik fisik, emosi, mental, intelektual, kreativitas dan
sosial.
2. Kategori Bermain
a. Bermain aktif
Yaitu anak banyak menggunakan energi inisiatif dari anak sendiri.
Contoh : bermain sepak bola.
b. Bermain pasif
Energi yang dikeluarkan sedikit,anak tidak perlu melakukan aktivitas (hanya
melihat). Contoh : memberikan support.
3. Klasifikasi bermain
a.
Menurut isi
1) Social affective play
Anak belajar memberi respon terhadap respon yang diberikan oleh
lingkungan dalam bentuk permainan,misalnya orang tua berbicara
memanjakan anak tertawa senang,dengan bermain anak diharapkan
dapat bersosialisasi dengan lingkungan.
2) Sense of pleasure play
Anak memproleh kesenangan dari

satu

obyek

yang

ada

disekitarnya,dengan bermain dapat merangsang perabaan alat,misalnya


bermain air atau pasir.
3) Skill play
Memberikan kesempatan bagi anak untuk memperoleh ketrampilan
tertentu dan anak akan melakukan secara berulang-ulang misalnya
mengendarai sepeda.
4) Dramatika play role play
Anak berfantasi menjalankan peran tertentu misalnya menjadi ayah atau
ibu.
b.

Menurut karakteristik sosial


1)

Solitary play
78

Jenis permainan dimana anak bermain sendiri walaupun ada beberapa


orang lain yang bermai disekitarnya. Biasa dilakukan oleh anak balita
Todler.
2) Paralel play
Permainan sejenis dilakukan oleh suatu kelompok anak masing-masing
mempunyai mainan yang sama tetapi yang satu dengan yang lainnya
tidak ada interaksi dan tidak saling tergantung, biasanya dilakukan oleh
anak preschool. Contoh : bermain balok
3) Asosiatif play
Permainan dimana anak bermain dalam keluarga dengan aktifitas
yangsma tetapi belum terorganisasi dengan baik,belum ada pembagian
tugas,anak bermain sesukanya.
4) Kooperatif play
Anak bermain bersama dengan sejenisnya permainan yang terorganisasi
dan terencana dan ada aturan tertentu. Bissanya dilakukan oleh anak usia
sekolah.
5) Fungsi Bermain
Anak dapat melangsungkan perkembangannya:
a) Perkembangan Sensori Motor
Membantu perkembangan gerak dengan memainkan obyek
tertentu,misalnya meraih pensil.
b) Perkembangan Kognitif
Membantu mengenal benda sekitar(warna, bentuk kegunaan)

c) Kreatifitas
Mengembangkan kreatifitas mencoba ide baru misalnya menyusun
balok.
d) Perkembangan Sosial
Diperoleh dengan belajar berinteraksi dengan orang lain dan
mempelajari belajar dalam kelompok.
e) Kesadaran diri (self awareness)
Bermain belajar memahami kemampuan diri kelemahan dan
tingkah laku terhadap orang lain.
f) Perkembangan Moral
Intraksi dengan orang lain bertingkah laku sesuai harapan teman
menyesuaikan

dengan

aturan

kelompok.

Contoh:

dapat

menerapkan kejujuran.
79

g) Terapi
Bermain kesempatan pada anak untuk mengekspresikan perasaan
yang tidak enak misalnya : marah,takut,benci.
h) Komunikasi
Bermain sebagai alat komunikasi terutama bagi nak yang belum
dapat mengatakan secara verbal, misalnya: melukis, menggambar,
bermain peran.
6) Faktor yang mempengaruhi aktivitas bermain
a) Tahap perkembangan, tiap tahap mempunyai potensi/keterbatasan.
b) Status kesehatan,anak sakit perkembangan psikomotor kognitif
terganggu.
c) Jenis kelamin
d) Lingkungan: lokasi, negara, kultur.
e) Alat permainan: senang dapat menggunakan
f) Intelegensi dan status sosial ekonomi
7) Tahap perkembangan bermain
a) Tahap eksplorasi: tahapan menggali dengan melihat cara bermain
b) Tahap permainan: setelah tahu cara bermain,anak mulai masuk
dalam tahap perminan.
c) Tahap bermin sungguhan: anak sudah ikut dalam perminan.
d) Tahap melamun: tahapan terakhir anak membayangkan permainan
berikutnya.
4. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam bermain :
a. Ekstra energi
Untuk bermain diperlukan ekstra energi
b. Waktu
Anak harus mempunyai ukup waktu untuk bermain
c. Alat permainan
Untuk bermain diperlukan alat permainan yang sesui dengan umur dan taraf
perkembangannya
d. Ruangan untuk bermain
Ruangan tidak usah terlalu lebar dan tidak perlu ruangan khusu untuk
bermain. Anak bisa bermain di ruang tamu, halaman bahkan di ruang
tidurnya
e. Pengetahuan cara bermain
f. Teman bermain
5. Keuntungan bermain :
a.
Membuang ekstra energi.
b.
Mengoptimalkan seluruh perkembangan tubuh, seperti
c.

tulang, otot dan organ-organ.


Aktivitas yang dilakukan dapat meningkatkan nafsu
makan anak.

d.

Anak belajar mengontrol diri.


80

e.

Berkembangnya

berbagai

ketrampilan

yang akan

berguna sepanjang hidupnya.


f.
Meningkatkan daya kreativitas.
g.
Mendapatkan kesempatan menemukan arti dari bendah.

benda yang ada di sekitar anak.


Dapat mengembangakan kemampuan intelektualnya.

6. Alat permainan : Anak usia 1-3 tahun


Tujuan :
Masa toddler (1 3 tahun) Pada masa ini anak cenderung untuk melekat pada
satu macam mainan yang dapat diperlakukan sesuka anak tersebut. Tujuan
bermain pada usiatoddler adalah :
a. Mengembangkan keterampilan bahasa.
b. Melatih motorik halus dan kasar.
c. Mengembangkan kecerdasan (mengenal warna, berhitung).
d. Melatih daya imajinasi.
e. Menyalurkan perasaan anak.
Contoh permainan dan aktivitas:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Kotak kotak yang dapat diisi dan dikosongkan.


Permainan yang dapat didorong dan ditarik.
Menyusun menara donat pelangi
Balok balok, bola, mobil mobilan, dan boneka.
Buku buku yang bergambar untuk dibaca.
Kertas kertas untuk dicoret coret.
Objek yang teksturnya berbeda; lempung, pasir, busa sabun, cat kukuyang tidak

berbahaya.
h. Mewarnai dengan menggunakan krayon / pensil warna.
i. Puzzles yang besar.

81