Anda di halaman 1dari 5

1. Sejarah Singkat PP.

Ummul Quro Al-Islami

Nama Ummul Quro diambil dari julukan kota Makkah di Saudi Arabia. Maksud pendiri
mengambil nama ini adalah untuk mengambil berkah dari kota Mekkah yang suci yang selalu
dibanjiri oleh kaum muslimin dari segala penjuru dunia. Tabarrukan yang dimaksud adalah
para pengajar dan para santrinya suci dan ikhlas mencari ridha Allah SWT semata serta agar
pesantren ini selalu penuh dibanjiri oleh kaum muslimin yang datang dari berbagai penjuru di
seluruh tanah air. Bahkan tidak menutup kemungkinan datang dari luar Indonesia untuk
menuntut ilmu sebanyak-banyaknya di Pesantren ini. Kata Al-Islami setelah Ummul Quro
untuk memberi ciri khas dan penegasan sebagai lembaga pendidikan Islam.

Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami adalah lembaga pendidikan


dengan menggunakan sistem asrama pendiri (kiayi), dewan guru dan para
santri

belajar

kekeluargaan.

dan

bermukim

Seluruh

insan

di

dalam

pesantren

pesantren
dapat

dengan

nuansa

berhubungan

dan

berkomunikasi langsung selama 24 (dua puluh empat) jam, baik antara


guru dengan kiayi, murid dengan guru, dan sebaliknya. Ditinjau dari segi
historis, Ummul Quro didirikan pada tanggal, 1 Muharram 1414 H atau 21
Juni 1993 M. Di kampung Banyusuci, desa Leuwimekar, kecamatan
Leuwiliang, kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lalu tanggal ini dikenang
sebagai tanggal peletakan batu pertama pesantren. Setelah satu tahun,
Ummul Quro kemudian beroperasi sebagai lembaga pendidikan dan
pengajaran, tepatnya pada tanggal, 10 Juli 1994 M. Dari tanggal inilah
Ummul Quro mulai mengemban tugas mulia melaksanakan pendidikan
dan pengajaran dengan berniatkan mencerdaskan bangsa dengan jalan

pendidikan dan pengetahuan Islam, bermodalkan bismillah wa lillahi


taalla, bersandar dan hanya memohon pertolongan dari Allah semata.
Didirikan pada 1 Muharram 1414H atau 21 Juni 1993, pembangunan
fisik pesantren ini kurang lebih memakan waktu satu tahun. Kegiatan
belajar-mengajarnya dimulai satu tahun kemudian, pada 10 Juli 1994.
Dari sana kami mulai mengemban tugas mulia, yaitu melaksanakan
pendidikan dan pengajaran dengan modal bismillah dan lillahi taalla.
Semua disandarkan kepada Allah, ujar KH. Helmy Abdul Mubin, Lc, pendiri
Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami.
Masa pendidikan di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PM UQI)
adalah enam tahun untuk lulusan SD/MI, dan empat tahun untuk yang
tamatan SLTP/MTs dan SLTA/MA. Jika dilihat dari jenjang pendidikannya,
sistem pendidikan di Peasntren ini identik dengan pendidikan SLTP/MTs
atau SLTA/MA. Namun begitu, tetap ada beberapa perbedaan mendasar.
Pertama, soal nilai kelembagaan. Selain nilai-nilai keislaman dan
Indonesia, Pesantren Modern UQI juga berlandasan pada nilai-nilai
kepesantrenan dan perjuangan. Kedua, seluruh santri dan guru wajib
tinggal di pondok dalam suasana islami, tarbawi, dan ma'hadi. Kecuali
sebagian kecil dari guru, karena adanya kendala-kendala teknis.
Ketiga, sejak dini, para santri UQI telah ditanamkan pengertian yang
sebenarnya tentang tholabul ilmi (menuntun ilmu) menurut pandangan
Islam.

Keempat,

pendidikan

dan

pemberdayaan

lebih

dipentingkan

daripada sekadar pengajaran, sehingga keteladanan dan disiplin menjadi


urat nadi kehidupan sehari-hari.
Proses pendidikan-pengajaran di Pesantren Modern Ummul Quro AlIslami berlangsung terencana, dan terus-menerus

selama 24 jam.

Tekanannya pada upaya taffaquh fid-din (mendalami agama), dan

mencetak kader-kader mundzirul qoum (pemimpin umat). Dan yang


terpenting, arah pendidikannya tidak semata-mata bersifat vertikal (untuk
melanjutkan jenjang lebih tinggi), tapi juga mempersiapkan para santri
agar bisa langsung terjun ke masyarakat. Karena itu tak ada istilah
nganggur bagi alumni Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami.
Setelah menyelesaikan studinya di kelas VI (enam), para alumni
Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami wajib mengabdikan dirinya
selama 1 tahun di lembaga-lembaga pendidikan yang telah dipilih. Selama
pengabdian, mereka akan terus dipantau dan dievaluasi oleh Biro
Pembinaan dan Pengembangan Alumni Pesantren Modern Ummul Quro AlIslami.

2. Pendidikan dan Pengajaran

Pesantren ini mengelola Madrasah Tsanawiyah (MTs) setingkat SMP dan Madrasah
Aliyah (MA) setingkat SMA terdiri dari jurusan IPS dan IPA. Kurikulum yang digunakan
adalah Integrated Curriculum yang mengintegrasikan antara kurikulum pesantren modern dan
salaf, kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional. Dari perpaduan
ini diharapkan lahir output yang mumpuni dalam memanfaatkan IQ (Intelligence Quotient),
EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient), beriman sejati, berilmu luas dan
beramal shaleh.
Masa pendidikan dan pengajaran selama 6 tahun bagi lulusan Sekolah Dasar atau
Madrasah Ibtidaiyah dan selama 4 tahun bagi lulusan MTs/SMP.

Secara singkat, dapat dikatakan bahwa Pesantren Modern Ummul


Quro Al-Islami mencoba menerapkan kurikulum yang utuh dalam mendidik

dan mengajar para santrinya. Bentuknya dikemas dalam nama GBPP


(Garis-Garis Besar Program Pengajaran) yang merupakan perpaduan
antara Kurikulum Nasional dan Kurikulum yang berlaku di pondok
pesantren pada umumnya.
Di bawah tanggung jawab dan pengawasan bagian Pendidikan dan
Pengajaran, GBPP meliputi ulum tanziliyah (ilmu-ilmu yang bersumber
langsung dari Allah dan Rasul-Nya) serta ulum kauniyah dan tathbiqiyah
(ilmu-ilmu yang bersumber dari manusia, alam serta ilmu-ilmu terapan
dan teknologi).
Untuk kedua jenis ilmu yang disebut terakhir, digunakan kurikulum
yang mengacu kepada kurikulum nasional yang berlaku. Selain itu, ada
pula juklak khusus yang dilaksanakan di luar jam sekolah di bawah
bimbingan guru-guru dan para pengurus.
Kegiatan ini meliputi ibadah amaliyah sehari-hari, mulai dari shalat
jamaah lima waktu (wajib), shalat tahajjud setiap malam (wajib), shalat
rawatib (wajib), hingga shalat-shalat nawafil (sangat dianjurkan). Selain
itu, ada juga pembacaan ratib Al-Athos dan Al-Hadad (wajib), puasa seninkamis (sangat dianjurkan), puasa Arofah dan Asyuro (wajib), membaca dan
tadabur Al-Qur'an (wajib), hingga berbagai kegiatan zikir, wirid, shalawat
dan do'a (wajib).
Yang menarik di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami, sejak kelas
II (dua) seluruh mata pelajaran di yang diajarkan disampaikan dengan
bahasa pengantar Bahasa Arab dan Inggris. Tak heran, jika kegiatan yang
juga sangat penting di Pesantren Modern UQI adalah pengembangan
bahasa. Di sini para santri diwajibkan untuk berbahasa Arab selama satu
minggu dan bahasa Inggris selama satu minggu pula, bergantian.

Kegiatan spesifiknya, antara lain, pemberian Mufrodat (kosa kata)


Arab-Inggris setiap hari, dari hari senin-jum'at, Muhadasah (percakapan
berbahasa Arab), broadcasting (siaran dalam bahasa Arab-Inggris),
Muhadoroh (latihan pidato 3 bahasa), praktikum laboratorium (khusus
santri tingkat Aliyah), hingga diskusi, seminar dan bedah buku serta
penerbitan buletin bulanan.
Tak hanya sebatas itu. Di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami
juga terdapat banyak kegiatan lain, seperti praktek adab sopan santun
atau etiket, praktek mengajar atau keguruan, hingga praktek dakwah
kemasyarakatan (bil-Lisan wal-Hal). Semua kegiatan ekstra kurikuler yang
dikemas dalam Garis-garis Besar Program Organisasi Santri (GBPO) itu
dilaksanakan sebagai sunnah atau tradisi (bukan dalam bentuk peraturanperaturan tertulis).
Salah satu contohnya, antara lain, latihan dan praktek berorganisasi
(kepemimpinan dan manajemen), berbagai kursus dan latihan (seperti
Pramuka, PMR, Keterampilan, Kesenian, Rabanna, Hadrah, Kesehatan,
Olahraga, Koperasi, Kewiraswastaan, Bahasa, Jurnalistik, Retorika dan lainlain). Semua kegiatan tersebut dilaksanakan di luar sekolah di bawah
payung Organisasi Santri, yaitu ISPA UQI (untuk putra) dan ISPI UQI (untuk
putri) di bawah bimbingan dan pengawasan bagian kesantrian.