Anda di halaman 1dari 23

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP): UPAYA PENINGKATAN

PEMELIHARAAN KESEHATAN DENGAN PENDIDIKAN


KESEHATAN LATIHAN FISIK SELAMA HEMODIALISA
DI POLI HEMODIALISA RSD dr. SOEBANDI JEMBER

oleh:
Yayang Putra Pratama, S. Kep
Suhariyati, S. Kep
Siti Muawanah, S. Kep

NIM 102311101061
NIM 112311101001
NIM 112311101008

PROGRAM PENDIDIKAN NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Topik/materi : Pendidikan Kesehatan Tentang Latihan Fisik Selama Hemodialisa
Sasaran

: Pasien dan keluarganya

Waktu

: 10.00-10.30 WIB (1x30 menit)

Hari/Tgl

: Jumat, 18 Desember 2015

Tempat

: Poli Hemodialisa RSD. dr. Soebandi Jember

A. Standar Kompetensi
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, pasien dan keluarganya dapat
menerapkan pengetahuannya tentang latihan fisik selama hemodialisa.
B. Kompetensi dasar
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan, pasien dan keluarganya
dapat mempratekkan latihan fisik selama hemodialisa minimal 90% dengan benar.
C. Pokok Bahasan
Konsep dasar latihan fisik selama hemodialisa.
D. Sub Pokok Bahasan
a. Pengertian
b. Manfaat
c. Frekuensi, intensitas, volume, dan progresifitas
d. Waktu Pelaksanaan
e. Indikasi
f. Kontraindikasi
g. Tahapan Gerakan
E. Waktu
1 x 30 menit
F. Bahan / Alat yang digunakan

a. Leaflet
b. LCD
G. Model Pembelajaran
a. Jenis model pembelajaran : demonstrasi
b. Landasan Teori
: Konstruktivisme
c. Landasan Pokok
:
1. Menciptakan suasana ruangan yang baik
2. Membuat keputusan nilai personal
3. Mengidentifikasi pilihan tindakan
4. Memberi komentar
5. Menetapkan tindak lanjut
H. Persiapan
Pemateri menyiapkan materi tentang katarak
I. Kegiatan Penyuluhan
Tindakan
Kegiatan Penyuluh
Pendahuluan 1. Memberikan salam,
Proses

memperkenalkan diri, dan


membuka pendidikan kesehatan.
2. Menjelaskan materi secara umum
dan manfaat pasien dan

Waktu
Kegiatan Peserta
Mendengarkan
2 menit
dan menjawab
salam
Memperhatikan

keluarganya.
3. Menjelaskan tujuan umum dan
tujuan khusus pendidikan
Penyajian

kesehatan.
a. Menjelaskan pengertian latihan
fisik selama hemodialisa.
1) Menanyakan kepada
mahasiswa dan audiens lain

Memperhatikan
Memperhatikan
Memberikan
pertanyaan

mengenai materi yang baru


disampaiakan.
2) Mendiskusikan bersama
jawaban yang diberikan.

Memperhatikan
dan memberi
tanggapan

15 menit

b. Menjelaskan manfaat latihan


fisik selama hemodialisa.
1) Menanyakan kepada
mahasiswa dan audiens lain
mengenai materi yang baru
disampaiakan.
2) Mendiskusikan bersama
jawaban yang diberikan.
c. Menjelaskan frekuensi, intensitas,

Memperhatikan
Memberikan
pertanyaan
Memperhatikan
dan memberi
tanggapan

volume, dan progresifitas dari


latihan fisik selama hemodialisa

Memperhatikan

1) Menanyakan kepada
mahasiswa dan audiens lain
mengenai materi yang baru
disampaiakan.
2) Mendiskusikan bersama
jawaban yang diberikan.
c. Menjelaskan waktu pelaksanaan

Memberikan
pertanyaan
Memperhatikan
dan memberi
tanggapan

latihan fisik selama hemodialisa


1) Menanyakan kepada
mahasiswa dan audiens lain
mengenai materi yang baru
disampaiakan.
2) Mendiskusikan bersama
jawaban yang diberikan.
d. Menjelaskan indikasi dan
kontraindikasi dari latihan fisik
selama hemodialisa
1) Menanyakan kepada
mahasiswa dan audiens lain

Memperhatikan
Memberikan
pertanyaan
Memperhatikan
dan memberi
tanggapan
mengenai
pembahasan
jawaban
Memperhatikan

mengenai materi yang baru


disampaiakan.
2) Mendiskusikan bersama
jawaban yang diberikan.

Memberikan
pertanyaan

e. Menjelaskan langkah-langkah

Memperhatikan

gerakan latihan fisik selama

dan

hemodialisa
1) Menanyakan kepada

tanggapan

mahasiswa dan audiens lain

memberi

Memperhatikan

mengenai materi yang baru


disampaiakan.
2) Mendiskusikan bersama
jawaban yang diberikan.

Memberikan
pertanyaan
Memperhatikan
dan

memberi

tanggapan
mengenai
pembahasan
Memperhatikan
Memberikan
Penutup

1. Menutup pertemuan dengan

pertanyaan
Menjawab

3 menit

memberi kesimpulan dari materi

pertanyaan yang

yang disampaikan.

diajukan

2. Mengajukan pertanyaan kepada


pasien dan keluarganya lain.
3. Mendiskusikan bersama
jawaban dari pertanyaan yang
telah diberikan.

pemateri
Memberi saran
Memberi
komentar

dan

menjawab
pertanyaan

4. Menutup pertemuan dan


memberikan salam.

bersama
Memperhatikan
dan membalas
salam

10 menit

J. Evaluasi
a. Evaluasi Struktur
1) Pasien dan keluarganya berada di tempat pertemuan sesuai kontrak.
2) Penyelenggaraan pendidikan kesehatan tentang Latihan fisik selama
hemodialisa di Poli Hemodialisa RSUD dr. Soebandi Jember.
3) Pengorganisasian penyelenggaraan kegiatan dilakukan

sebelum

pelaksanaan.
b. Evaluasi Proses
1) Pasien dan Keluarganya antusias terhadap kegiatan yang dilakukan.
2) Pasien dan Keluarganya berpartisipasi dalam kegiatan.
c. Evaluasi Hasil
1) Pasien dan Keluarganya dapat menjawab pertanyaan yang diberikan
oleh pemateri terkait latihan fisik selama hemodialisa yaitu meliputi.
2) Pengertian
3) Manfaat
4) Frekuensi, intensitas, volume, dan progresifitas
5) Waktu Pelaksanaan
6) Indikasi
7) Kontraindikasi
8) Tahapan Gerakan
DAFTAR PUSTAKA
Hidayati. W. 2009. Laporan Analisis Praktek Residensi Spesialis Keperawatan
Medikal Bedah Peminatan Sistem Perkemihan di RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo dan RS PGI Cikini. Jakarta: RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo
Knap B, Ponikvar B.J, Ponikvar R, Bren F.A. 2005. Regular Exercise as a Part Of
Treatment For Patients With End Stage Renal Disease. Therapeutic
Apheresis and Dialysis. http://www.onlinelibrary.wiley.com [30 November
2015]
Parsons, T.K., Tosselmire E.D., King-VanVlack C.E. 2006. Exercise Training
During Hemodialysis Improves Dyalisis Efficacy and Physical
Performance. Exercise Arch Phys Med Rehabil: 87:680-7.
http://www.interscience.com [30 November 2015]

Sulistyaningsih, Dwi Retno. 2010. Efektivitas Latihan Fisik Selama Hemodialisis


Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Penyakit Ginjal Kronik di
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang. Depok: FIK UI

Lampiran 1

KEMENTERIAN
RISET,
TEKNOLOGI,
PENDIDIKAN TINGGI RI
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

DAN

BERITA ACARA
Pada hari ini, tanggal Desember 2015 jam
s/d
WIB bertempat di Poli
Hemodialisa RSD dr. Soebandi Jember telah dilaksanakan kegiatan Pendidikan
Kesehatan tentang Latihan Fisik selama Hemodialisa oleh Mahasiswa Program
Pendidikan Profesi Ners PSIK Universitas Jember. Kegiatan ini diikuti oleh
orang (daftar hadir terlampir).

Jember,

Desember 2015

Mengetahui,
Kepala Ruang Poli Hemodialisa

Lampiran 2
KEMENTERIAN
RISET,
TEKNOLOGI,
PENDIDIKAN TINGGI RI
UNIVERSITAS JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

DAN

DAFTAR HADIR
Kegiatan
Waktu

: Pendidikan Kesehatan Tentang Latihan Fisik selama Hemodialisa


:
Jam
WIB selesai
Tempat: Poli Mata RSD dr. Soebandi Jember
No.
Nama
Alamat
Tanda Tangan
1
1.
2
2.
3
3.
4
4.
5
5.
6
6.
7
7.
8
8.
9
9.
10
10.
11
11.
12
12.
13
13.
14
14.
15
15.
Jember,

Desember 2015

Mengetahui,
Kepala Ruang Poli Hemodialisa

Lampiran 3. Materi
MATERI LATIHAN FISIK SELAMA HEMODIALISA
A. Pengertian
Latihan fisik didefinisikan sebagai pergerakan terencana, terstruktur yang
dilakukan untuk memperbaiki atau memelihara satu atau lebih aspek
kebugaran fisik. Latihan fisik secara teratur menjadi salah satu bagian dari
program terapi dan rehabilitasi pada pasien penyakit ginjal tahap akhir (Knap
et al, 2005)
B. Manfaat
Manfaat yang didapat dari latihan fisik yang dilakukan pada saat hemodialisis
yaitu sebagai berikut.
a. Meningkatkan aliran darah pada otot
b. Memperbesar jumlah kapiler, memperbesar luas, dan permukaan kapiler
sehingga meningkatkan perpindahan urea dan toksin dari jaringan ke
vaskuler yang kemudian dialirkan ke dializer atau mesin HD (Parson et
al, 2006)
c. Latihan fisik yang dilakukan selama satu jam pertama hemodialisis
dapat menjadi satu pilihan rehabilitasi yang terbaik (Knap et al, 2005)
C. Frekuensi, intensitas, volume, dan progresifitas
a. Latihan dilakukan 2 kali seminggu selama dialisis dibawah pengawasan
b. Latihan dilakukan sebanyak 2 set dan setiap gerakan dilakukan sebanyak
8 hitungan
D. Waktu Pelaksanaan
a. Latihan fisik efektif dilakukan pada saat jam pertama hemodialisis
selama pasien melakukan hemodialisa reguler

b. Latihan dapat dilakukan selama 30 sampai dengan 45 menit dan secara


umum diberikan sebelum hemodialisis selesai dilakukan (Parsons, 2006;
Hidayati 2009)
c. Latihan fisik yang dilakukan selama satu jam pertama hemodialisis dapat
menjadi satu pilihan rehabilitasi yang terbaik (Knap et al, 2005)
E. Indikasi
a. Pasien yang rutin menjalani hemodialisa
b. Diijinkan oleh dokter untuk melakukan latihan fisik selama hemodialisis
F. Kontraindikasi
a. Pasien yang mengalami penyakit pada sistem persyarafan (neurologi)
b. Pasien yang mengalami gangguan pada sistem muskuloskeletal
c. Pasien yang mengalami gangguan hemodinamik
d. Pasien yang terpasang akses femoral
e. Pasien yang mengalami komplikasi hemodialisis (hipotensi, kram, sakit
kepala/pusing)
G. Tahapan Gerakan
Latihan yang dilakukan meliputi tiga tahap yaitu pemanasan, latihan (inti)
dan pendinginan (Sulistyaningsih, 2010)
a. Latihan peregangan (pemanasan)
Merupakan kegiatan awal yang harus dilakukan oleh siapa pun yang
melakukan latihan. Pemanasan merupakan upaya tubuh untuk menyesuaikan diri
dengan peningkatan sirkulasi secara bertahap. Pemanasan ditujukan agar otot
rangka yang akan digerakkan mulai beradaptasi sehingga akan mencegah
terjadinya cidera pada otot sekaligus meminimalkan hutang oksigen dan
pembentukan asam laktat. Dengan melakukan pemanasan maka pembuluh darah
pada otot yang bergerak akan melebar dan akan terjadi peningkatan sirkulasi ke
otot-otot yang bergerak.
1. Peregangan leher

Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur

Tundukkan kepala sampai dagu menyentuh dada

Tolehkan kepala ke arah telinga kiri dan kanan bergantian

Ulangi peregangan pada leher

Dengan perlahan gerakan kepala ke arah bahu kanan kembali tegak


kemudian gerakkan kepala ke arah bahu kiri

Setiap gerakan dilakukan 8 hitungan

Gambar 1. Peregangan pada leher


2. Peregangan tangan / lengan (tangan dan pergelangan)

Posisi duduk atau berbaring

Angkat tangan, luruskan sejajar dengan bahu

Regangkan semua jari-jari tangan kemudian ikuti gerakan mengepal

Tiap gerakan dilakukan sebanyak 8 hitungan

Gambar 2. Peregangan tangan dan pergelangan

3. Peregangan bahu, punggung atas, dan dada (gerakan mengangkat bahu dan
memutar bahu)

Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur

Angkat bahu ke arah telinga dengan gerakan turun naik

Putar bahu kanan ke arah belakang kemudian ke arah depan. Ganti


bahu kiri dengan gerakan yang sama

Putar secara bersamaan kedua bahu ke arah belakang dan depan

Setiap gerakan dilakukan sebanyak 8 kali

Gambar 3. Peregangan bahu, punggung atas dan dada


4. Peregangan dada dan punggung bagian atas

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

Letakkan tangan di atas bahu dengan siku menekuk

Gerakan memutar siku. Pertama kedepan, kemudian ke belakang

Gerakan memutar dengan gerakan memutar siku, pertama ke arah


depan lalu ke belakang

Hentikan putaran dan sentuhkan kedua siku di depan dada

Buka kedua siku ke arah luar dan tarik bahu bagian belakang bersamasama. Rasakan regangan di dada

Ulangi gerakan sebanyak 8 kali

Gambar 4. Peregangan dada dan punggung bagian atas


5. Peregangan bagian leher dan bagian samping

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

Angkat kedua tangan atau salah satu tangan yang tidak diakses lurus
ke atas, kemudian tangan diturunkan. Rasakan peregangan pada dada
bagian samping

Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

Gambar 5. Peregangan bagian leher dan bagian samping


b. Latihan penguatan (inti)
Latihan inti dilakukan setelah pemanasan dilakukan. Latihan disesuaikan
dengan kemampuan sesuai dengan umur, jenis kelamin, kebiasaan latihan,
penyakit dan taraf kesehatan masing-masing.
1. Penguatan lengan atas, depan (lengkungan lengan)

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur

Pertahankan siku tetap berada di depan badan dan tekuk lengan

Putar telapak tangan ke atas dan buat kepalan, begitu juga dengan
tangan yang lain

Perlahan-lahan naikkan satu kepalan (dengan atau tanpa beban) ke


arah bahu dan ke bawah

Gambar 6. Penguatan lengan atas dan depan


2. Penguatan bagian paha

Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur dengan kaki lurus

Dengan perlahan tekuk kaki kanan ke arah badan kemudian kaki


diluruskan

Secara bergantian dilakukan antara gerakan kaki sebelah kanan


dengan kaki yang sebelah kiri

Lakukan gerakan sebanyak 8 kali

Gambar 7. Penguatan bagian paha

3. Penguatan paha

Sandarkan punggung di kursi atau tempat dengan kaki dinaikkan di


tempat kaki (footrest)

Lengan berpegangan di kursi atau sisi tempat duduk untuk


keseimbangan

Perlahan angkat kaki tanpa menekuk kaki (beban untuk pergelangan


kaki dapat digunakan)

Hitung sampai hitungan 5 kali

Perlahan turunkan. Ulangi untuk kaki yang lain

Gambar 8. Penguatan kaki


4. Penguatan paha depan, belakang, dan perut

Sandarkan punggung di kursi / tempat tidur dan kaki dinaikkan di


tempat kaki (footrest)

Tekuk kaki pada lutut, dalam satu waktu, perlahan arahkan ke dada
seperti mengayuh sepeda

Gambar 9. Penguatan paha depan, belakang, dan perut

5. Penguatan paha samping

Tiduran dengan posisi berbaring di atas tempat tidur

Luruskan kedua kaki

Gerakkan kaki kanan ke arah samping dengan bertumpu pangkal paha

Kemudian gerakkan ke arah posisi semula (lurus dengan badan)

Secara bergantian lakukan gerakan pada kaki yang sebelahnya

Lakukan gerakan masing-masing sebanyak 8 kali hitungan

Gambar 10. Penguatan paha samping


c. Latihan pendinginan
Terjadi penurunan aktivitas secara bertahap. Pada tahap ini tekanan darah,
denyut jantung, nadi diusahakan turun secara bertahap. Pemulihan berguna agar
otot-otot yang dipakai latihan akan melemas sehingga akan memulihkan otot yang
baru dipakai dan sisa pembakaran akan dikeluarkan dan tidak tertumpuk di dalam
tubuh.
1. Tarik nafas melalui hidung dan keluarkan melalui mulut, sambil angkat
kedua tangan setinggi kepala
2. Lakukan 8 kali hitungan

Gambar 11. Latihan pendinginan


H. Evaluasi
a. Mengobservasi keadaan umum pasien
b. Mengukur tanda-tanda vital meliputi tekanan darah, denyut nadi, frekuensi
pernapasan, dan suhu tubuh jika perlu
I. Hal-hal yang perlu diperhatikan
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat pelaksanaan latihan fisik selama
hemodialisis yaitu sebagai berikut.
a. Lakukan gerakan sesuai dengan kemampuan pasien
b. Apabila pasien tidak mampu atau sudah tidak sanggup melanjutkan gerakangerakan latihan, segera hentikan latihan
REFERENSI
Hidayati. W. 2009. Laporan Analisis Praktek Residensi Spesialis Keperawatan
Medikal Bedah Peminatan Sistem Perkemihan di RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo dan RS PGI Cikini. Jakarta: RSUPN Dr. Cipto
Mangunkusumo
Knap B, Ponikvar B.J, Ponikvar R, Bren F.A. 2005. Regular Exercise as a Part Of
Treatment For Patients With End Stage Renal Disease. Therapeutic
Apheresis and Dialysis. http://www.onlinelibrary.wiley.com [30 November
2015]

Parsons, T.K., Tosselmire E.D., King-VanVlack C.E. 2006. Exercise Training


During Hemodialysis Improves Dyalisis Efficacy and Physical
Performance. Exercise Arch Phys Med Rehabil: 87:680-7.
http://www.interscience.com [30 November 2015]
Sulistyaningsih, Dwi Retno. 2010. Efektivitas Latihan Fisik Selama Hemodialisis
Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Penyakit Ginjal Kronik di
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang. Depok: FIK UI

Lampiran 4. SOP

SOP
LATIHAN INTRA
HEMODIALISIS
(INTRADIALYTIC EXERCISE)
Pengertian

Suatu pergerakan terencana, terstruktur yang


dilakukan untuk memperbaiki atau memelihara satu

Tujuan

Indikasi

atau lebih aspek kebugaran fisik (Orti, 2010)


1. menguatkan
otot-otot
pernafasan,
mempermudah aliran udara masuk dan keluar
dari paru-paru
2. menguatkan dan memperbaiki efisiensi pompa
jantung, menurunkan denyut jantung saat
istirahat
3. menguatkan seluruh otot tubuh
4. memperbaiki sirkulasi dan menurunkan tekanan
darah
5. memperbaiki
kemampuan
otot
untuk
melakukan latihan
6. memperbaiki kesehatan mental, termasuk
mengurangi stress dan menurunkan insidensi
depresi (Nasution, 2010)
1. pasien dewasa, pria dan wanita (Usia> 18
tahun).
2. Telah menjalani hemodialisis minimal 3 bulan.
3. Tidak menjalani rawat inap
4. Tidak ada kondisi medis akut atau kronis yang
akan membuat hasil latihan olahraga yang
berpotensi berbahaya atau tidak memungkinkan
untuk dinilai.
5. Menerima hemodialysis tiga kali / minggu,
selama tiga atau empat jam / sesi.
6. Tidak memiliki masalah di arteriovenous (AV)
fistula. [18]
7. terapi dialisis memadai: Indeks kecukupan
dialisis - Kt / V> 1,2.
8. Untuk semua pasien, membran dialisis highflux telah digunakan.
9. Hanya pasien yang menggunakan larutan
bikarbonat
10. Kriteria asupan diet: asupan diet rendah protein

Kontraindikasi

Persiapan pasien

Persiapan alat

<1 g / kg berat badan ideal / hari selama


minimal 2 bulan, rendah asupan energi
makanan <30 kkal / kg berat badan ideal / hari
selama minimal 2 bulan.
11. Menyelesaikan tes kesehatan
12. Untuk
menyelidiki
kelayakan
pasien
mengambil Informed consent dari pasien.
1. hipertensi yang tidak terkontrol
2. Gagal jantung kongestif
3. Aritmia yang memerlukan pengobatan
4. angina tidak stabil
5. penyakit katup jantung major
6. Infark miokard
7. arteriosklerosis signifikan
8. pasien yang berisiko patah tulang
9. Gangguan Muskuloskeletal
10. stenosis aorta berat
11. Miokarditis
12. Partisipasi dalam penelitian lain
13. dialisis yang tidak adekuat Kt / V <1.2
14. hemoglobin <10 g / dl
15. tidak stabil terhadap dialisis
1. menjelaskan tujuan dan manfaat latihan
2. mengkaji keadaan umum pasien
3. mengukur tanda-tanda vital pasien
4. memberikan lingkungan yang nyaman
1. alat beban (barble)
2. layar monitor (proyektor)
3. Booklet
4. Video panduan latihan

Prosedur kerja
1. Latihan peregangan
a. Peregangan leher
1) Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur
2) Tundukkan kepala sampai dagu menyentuh dada
3) Tolehkan kepala kearah telinga kiri dan kanan bergantian
4) Ulangi peregangan pada leher
5) Dengan perlahan gerakan kepala kea rah bahu kanan kembali
tegak kemudian gerakkan kepala kea rah bahu kiri
6) Setiap gerakan dilakukan 8 hitungan
b. Peregangan tangan/lengan (tangan dan pergelangan)
1) Posisi duduk atau berbaring
2) Angkat tangan, luruskan sejajar dengan bahu
3) Regangkan semua jari-jari tangan kemudian ikuti gerakan
mengepal
4) Tiap gerakan dilakukan sebanyak 8 hitungan

c. Peregangan bahu, punggung atas dan dada


Gerakan mengangkat bahu dan memutar bahu
1) Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur
2) Angkat bahu kea rah telinga dengan gerakan turun naik
3) Putar bahu kanan ke arah belakang kemudian ke arah depan.
Ganti bahu kiri dengan gerakan yang sama
4) Putar secara bersamaan kedua bahu ke arah belakang dan depan
5) Setiap gerakan dilakukan sebayak 8 kali
d. Peregangan dada dan punggung bagian atas
1) Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur
2) Letakkan tangan di atas bahu dengan siku menekuk
3) Gerakkan memutar siku, pertama ke depan kemudian ke
belakang
4) Gerakan memutar dengan gerakan memutar siku, pertama ke
arah depan lalu belakang
5) Hentikan putaran dan sentuhkan kedua siku di depan dada
6) Buka kedua siku kea rah luar dan Tarik bahu bagian belakang
bersama-sama, rasakan regangan di dada
7) Ulangi gerakan sebanyak 8 kali
e. Peregangan bagian leher dan bagian samping
1) Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur
2) Angkat kedua tangan atau salah satu tangan yang tidak diakses
lurus ke atas, kemudian tangan diturunkan. Rasakan peregangan
pada dada bagian samping
3) Lakukan gerakan sebanyak 8 kali
2. Latihan penguatan
a. Penguatan legan atas, depan (lengkungan lengan)
1) Posisi duduk atau berbaring di tempat tidur
2) Pertahankan siku tetapberada di depan badan dan tekuk lengan
3) Putar telapak tangan ke atas dan buat kepalan, begitu juga
dengan tangan yang lain
4) Perlahan-lahan naikkan satu kepalan (dengan atau tanpa beban)
kea rah bahu dank e bawah
b. Penguatan bagian paha
1) Posisi duduk atau berbaring di atas tempat tidur dengan kaki
lurus
2) Dengan perlahan tekuk kaki kanan kea rah badan kemudian kaki
diluruskan
3) Secara bergantian dilakukan antara gerakan kaki sebelah kanan
dengan kaki sebelah kiri
4) Lakukan gerakan sebanyak 8 kali
c. Penguatan paha
1) Sandarkan punggung di kursi atau tempat tidur dengan kaki
dinaikkan ke tempat kaki 9footrest)
2) Lengan berpegangan di kursi atau sisi tempat duduk untuk
keseimbangan

3) Perlahan angkat kaki tanpa menekuk kaki (bebean untuk


pergelangan kaki dapat digunakan)
4) Hitung sampai hitungan 5 kali
5) Perlahan turunkan, ulangi untuk kaki yang lain
d. Penguatan paha depan, belakang dan perut
1) Sandarkan punggung di kursi/ tempat tidur dan kaki dinaikkan di
tempat kaki (footrest)
2) Tekuk kaki dan lutut dalam satu waktu, perlahan arahkan ke
dada seperti mengayuh sepeda
e. Penguatan paha samping
1) Tiduran dengan posisi berbaring di tempat tidur
2) Luruskan kedua kaki
3) Gerakkan kaki kanan kea rah samping dengan bertumpu pada
pangkal paha, kemudian gerakkan ke posisi semula (lurus
dengan badan)
4) Secara bergantian lakukan gerakan pada kaki yang sebelahnya
5) Lakukan gerakan masing-masing sebanyak 8 kali hitungan
3. Latihan pendinginan
a. Tarik nafas melalui hidunr dan keluarkan melalui mulut, sambil
angkat kedua tangan setinggi kepala
b. Lakukan 8 kali hitungan
4. Evaluasi
a. Mengobservasi keadaan umum pasien
b. Mengukurtanda-tanda vital
Hal-hal yang perlu diperhatikan
1.
Ukur tanda-tanda vital dinilai minimal sekali selama latihan
2.
Sampaikan pada pasien untuk melaporkan jika terjadi efek samping
mual, palpitasi dan sakit kepala
3.
Pantau kondisi pasien selama latihan