Anda di halaman 1dari 22

Bab 2:

Gambaran Umum Wilayah

Petunjuk Umum:
Bab ini menjelaskan kondisi umum Kabupaten/Kota yang mencakup: kondisi fisik, kependudukan, administratif,
keuangan dan perekonomian daerah, kebijakan penataan ruang, dan struktur organisasi serta tugas dan
tanggung jawab setiap perangkat daerah.
Minimum informasi yang harus tersedia adalah tabel/peta/gambar yang tercantum di dalam Box. Pokja dapat
menambahkan informasi yang relevan dan penting dalam penyusunan strategi pembangunan sanitasi. Berikan
penjelasan ringkas untuk masing-masing tabel/peta/gambar dan informasi mengenai sumber data.
Batasi jumlah halaman Bab ini hanya 10 (sepuluh) halaman.
Penjelasan atau data yang lebih rinci dimasukkan di dalam Lampiran (misalnya data di tingkat kelurahan).
CANTUMKAN dengan jelas Rujukan Sumber Data dalam bentuk foot note atau di tulis di bawah tabel
Hapus seluruh teks dan Box ini setelah Bab 2 selesai disusun

Contoh huruf: 11 pt Arial Narow spasi single.

2.1

Geografis, Administratif, dan Kondisi Fisik

Berikan penjelasan ringkas mengenai kondisi geografis, administratif, dan kondisi fisik Kabupaten/Kota.
Selain informasi minimum di dalam Box, Pokja perlu memberikan penjelasan singkat mengenai:
- Letak atau posisi kabupaten/kota di permukaan bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur.
- Kondisi air tanah (ketinggian air tanah)
- Kondisi umum iklim dan curah hujan
- Wilayah yang dipengaruhi pasang surut (rob) atau wilayah dengan topografi berada di bawah muka air laut,
nama kelurahan/kecamatan, luasnya dan jumlah penduduk yang bermukim di kelurahan/kecamatan tersebut
Lengkapi dengan tabel-tabel berikut:
- Tabel 2.1: Daerah Aliran Sungai (DAS) di Wilayah Kabupaten/Kota
- Tabel 2.2: Nama, luas wilayah per-Kecamatan dan jumlah kelurahan
(data rinci mengenai nama kelurahan ataupun jumlah RT dan RW di masing-masing kelurahan dimasukkan di
dalam Lampiran JANGAN dalam laporan ini)
Lengkapi dengan peta:
- Peta 2.1: Peta Administrasi Kabupaten/Kota dan Cakupan Wilayah Kajian (cantumkan orientasi terhadap
Provinsi) (ukuran A4 atau A3)
Hapus seluruh teks ini setelah sub-bab 2.1 selesai disusun

2.1.1. Letak Geografis dan Batas Administrasi


Kabupaten Indramayu mempunyai letak yang strategis karena dilalui oleh
jalur regional yang menghubungkan antara Ibukota Provinsi Jawa Barat, yaitu
Bandung dan Ibukota Jakarta. Secara geografis, Kabupaten Indramayu berada pada
posisi 1070 51 1080 32 BT dan 060 13 060 40 LS, dengan luas wilayah
Kabupaten Indramayu seluas kurang lebih 209.942 Ha, dengan panjang pantai
kurang lebih 147 Km yang membentang sepanjang pantai utara Laut Jawa antara

Kabupaten Cirebon Kabupaten Subang, dimana sejauh 4 mil dari pantai


merupakan kewenangan Kabupaten, dan secara administratif berbatasan :

Sebelah Utara

: Laut Jawa

Sebelah Selatan

: Kabupaten Majalengka, Sumedang dan Cirebon

Sebelah Barat

: Kabupaten Subang

Sebelah Timur

: Laut Jawa dan Kabupaten Cirebon

Perkembangan wilayah administrasi di Kabupaten Indramayu sampai dengan


tahun 2012 terdiri dari 31 kecamatan, 309 desa dan 8 kelurahan. Adapun beberapa
wilayah yang berbatasan langsung dengan laut di sepanjang pesisir pantai utara
Indramayu sejumlah 11 wilayah kecamatan dengan jumlah wilayah desa sebanyak
38 desa. Untuk mengetahui peta wilayah administrasi Kabupaten Indramayu dapat
di lihat pada Gambar 2.1
2.1.2. Topografi
Berdasarkan topografinya sebagian besar merupakan dataran atau daerah
landai dengan kemiringan tanahnya rata-rata 0 2 % yang mengakibatkan bila
curah hujan tinggi, genangan air akan muncul di daerah-daerah tertentu. Kisaran
ketinggian Wilayah Kabupaten Indramayu berada pada ketinggian 0-100 m di atas
permukaan air laut. Bagian utara memiliki dataran rendah dan semakin tinggi ke
arah selatan. Secara garis besar topografi Kabupaten Indramayu dapat dibagi atas
3 (tiga) kelompok, yaitu :
1. Ketinggian antara 0-7 m di atas permukaan laut (dpl), meliputi : wilayah
Kecamatan Anjatan, Sukra, Patrol, Kandanghaur, Losarang, Sindang, Lohbener,
Arahan,

Cantigi,

Pasekan,

Indramayu,

Balongan,

Sliyeg,

Juntinyuat,

Karangampel, Kedokanbunder dan wilayah Kecamatan Krangkeng.


2. Ketinggian antara 7- 25 m dpl, meliputi : wilayah Kecamatan Bongas, Kroya,
Gabuswetan, sebagian wilayah Kecamatan Anjatan, Lelea, Terisi, Widasari,
Jatibarang, Kertasmaya, Cikedung, Sukgumiwang, Tukdana dan Bangodua.
3. Ketinggian antara 25-100 m dpl, meliputi : sebagian wilayah Kecamatan
Cikedung, Terisi, Kroya, Haurgeulis dan keselurahan wilayah Kecamatan Gantar.
2.1.3. Geologi
Wilayah Kabupaten Indramayu merupakan dataran rendah dan daerah
endapan di bagian Timur Laut Provinsi Jawa Barat. Jenis tanah yang terdapat di
wilayah Kabupaten Indramayu terdiri dari :

Aluvial hadromorf.

Aluvial kelabu tua.

Asosiasi aluvial kelabu dan aluvial cokelat kelabu.

Asosiasi glie humus rendah dan aluvial kelabu.


Regosal kelabu.
Grumusal kelabu.
Kompleks grumusal dan mediteran.
Asosiasi latosol cokelat dan regosol kelabu.
Asosiasi latosol merah, latosol cokelat kemerahan dan laterit.
Asosiasi podsolik kuning dan hidromorf kelabu.
Batuan yang ada di Kabupaten Indramayu terutama disusun oleh endapan

aluvium dan beberapa satuan batuan yang tersusun dari tua ke muda berdasarkan
umur geologi berikut ini :

Satuan batu lempung serpihan.

Satuan batu lempung.

Satuan batu pasir.

Satuan konglomerat dan batu pasir tufaan.

Endapan hasil gunungapi muda dan tak teruraikan.

Endapan aluvium.

Sedangkan endapan aluvium tersebut terbagi menjadi :

Endapan pantai.

Endapan pematang pantai.

Endapan limpah banjir.

Endapan delta.

Endapan sungai tua.


2.1.4. Hidrologi
Berdasarkan kondisi geografis dan fisiografi wilayah yang merupakan
dataran rendah dan pantai serta berada pada bagian hilir daerah aliran sungai yang
besar, yaitu DAS Cimanuk dan DAS Cipunagara serta SWS Citarum dan SWS
Cimanuk- Cisanggarung. Kabupaten Indramayu menjadi salah satu wilayah di Jawa
Barat sebagai daerah sentra pertanian dan merupakan daerah penyangga
pengadaan stok pangan Provinsi dan Nasional.

Daerah Aliran Sungai (DAS)


Wilayah Kabupaten Indramayu memiliki 14 aliran sungai yang mengalir ke arah
utara yaitu ke Laut Utara Jawa dan sungai yang tergolong besar adalah Sungai
Cimanuk, Sungai Cipanas, Sungai Cipunegara, Sungai Cilalanang, Sungai
Kumpulkuista, Sungai Pamengkang dan Sungai Cimanis.

Satuan Wilayah Sungai (SWS)


SWS Citarum di wilayah pantai Jawa Barat bagian utara merupakan bagian dari
SWS Citarum Hilir yang mempunyai luas 6.154 km (sekitar 30% dari luas SWS
Citarum). SWS Kabupaten Indramayu mempunyai luas 648 km. Aliran rata-rata
di bagian hilir mencapai 13,0 milyar m/tahun yang dimanfaatkan untuk
keperluan pertanian, industri dan sebagainya.

SWS

Cimanuk

termasuk

wilayah

kewenangan

Provinsi

Jawa

Barat

dan

mempunyai luas 4.325 km. Wilayah Kabupaten Indramayu termasuk kedalam


SWS Cimanuk dengan luas 1.238 km. Potensi aliran rata-rata mencapai
kapasitas sebesar 4,0 milyar m/tahun.
Potensi Sumber Air

Wilayah Kabupaten Indramayu yang memiliki kemampuan sebagai lahan mata


air di wilayah bagian selatan Kecamatan Haurgeulis dan Cikedung dan sebagian
besar di Wilayah Kabupaten Indramayu mempunyai zona lahan air tanah bebas
(zona air tanah dangkal), sedangkan kemampuan lahan hidrologi pantai sangat
mempengaruhi tata air dengan fungsi penahan intrusi air laut dan abrasi pantai.
Kawasan pantai terdapat di sepanjang pantai timur dan utara Indramayu
termasuk sebagian Kecamatan Krangkeng, Juntinyuat, Balongan, Indramayu,
Pasekan, Cantigi, Losarang, Karangampel, Kandanghaur, Patrol dan Sukra.
Kemampuan hidrologi pantai ini dibagi dua zona yaitu zona pantai dan zona
rawa.
Air tanah tawar dapat diperoleh dengan cara membuat sumur bor dalam yang
selanjutnya akan memancarkan air tanah tawar. Daerah Kedungdawa-KedokanGabus-Cibereng-Losarang, merupakan akumulasi air tanah dalam tawar yang
cukup besar, serta juga di sekitar Jatibarang-Krasak-Kaplongan-Jengkok. Kualitas
air tanah tertekan umumnya cukup baik, air bening, pH berkisar antara 6,43
8,53. kandungan Cl di bagian selatan jalur jalan provinsi umumnya rendah yaitu
antara 11,2 582,6 mg/l. Beberapa air tanah dangkal yang diambil di Desa
Lohbener, Juntinyuat, Sindang dan Krangkeng menunjukkan kandungan Cl cukup
tinggi antara 603-3.120 mg/l, bahkan mencapai 111,0 mg/l yaitu Desa
Krangkeng.
2.1.5. Klimatologi
Keadaan iklim dan cuaca di Kabupaten Indramayu dapat diuraikan sebagai
berikut:

Curah hujan rata-rata per bulannya adalah 200,08 mm dan


rata-rata hari hujan per bulannya 3,25 hari.

Tipe iklim di Kabupaten Indramayu menurut klasifikasi Schmid


& Ferguson termasuk Iklim Tipe D atau iklim sedang.

Suhu udara harian berkisar antara 27 0 340 C, dengan suhu


tertinggi 300 C dan yang terendah 180 C.

Kelembaban udara berkisar 70-80%.

Curah hujan rata-rata tahunan 1.428,45 mm dengan jumlah

hari hujan 75 hari. Curah hujan minimum adalah 47 mm yang terjadi pada bulan
Desember, sedangkan curah hujan maksimum adalah 6.024 mm yang terjadi
pada bulan Pebruari. Curah hujan tertinggi meliputi Kecamatan Anjatan berkisar
1.869 mm/tahun, Kecamatan Haurgelis berkisar 1.865 mm/tahun. Hari hujan
terbanyak adalah Kecamatan Cikedung dan Gabuswetan yaitu sebanyak 94 hari
hujan/tahun.
Angin Barat dan Timur bertiup bergantian setiap 5-6 bulan

sekali. Angin Barat bertiup bulan Desember sampai April sedangkan angin TImur
bertiup bulan Mei sampai Nopember. Selama periode 14 tahun (1980-1993),
angin umumnya berasal dari barat laut (29,35%), timur laut (22,01%) dan utara
(18,32%).
Kecepatan angin di wilayah pesisir Indramayu umumnya

(41,35%) bertiup dengan kisaran 3-5 m/det, sedangkan (0,62%) kecepatan


angin sangat lemah yaitu < 1m/det yang dapat diklasifikasikan pada kondisi
teduh.

2.2

Demografi
Gambarkan secara ringkas kondisi demografi di tingkat kecamatan (data untuk tingkat desa/kelurahan
dimasukkan di dalam lampiran.
Laju pertumbuhan penduduk (population growth rate) mengacu pada dokumen kependudukan setempat
(Kabupaten/Kota dalam Angka atau RTRW).
Cantumkan rumus yang digunakan untuk menghitung proyeksi penduduk.
Lengkapi dengan tabel berikut:
Tabel 2.3 Jumlah dan kepadatan penduduk saat ini dan proyeksinya untuk 5 tahun
Hapus seluruh teks ini setelah sub-bab 2.2 selesai disusun

2.2.1. Jumlah Penduduk


Jumlah penduduk Kabupaten Indramayu tahun 2010 sebanyak 1.668.395
jiwa, dengan komposisi jumlah laki-laki sebanyak 858.942 jiwa dan jumlah
perempuan sebanyak 809.453 jiwa. Jumlah rumah tangga Kabupaten Indramayu
tahun 2010 sebanyak 488.546 KK. Kecamatan Indramayu merupakan kecamatan
dengan jumlah penduduk terbesar sebanyak 106.688 jiwa. Konsentrasi sebaran
jumlah penduduk terpusat pada kecamatan-kecamatan bagian utara Kabupaten
Indramayu. Untuk lebih jelas jumlah tiap penduduk tiap kecamatan dapat dilihat
pada tabel 2.1
Tabel 2.1
Jumlah Penduduk Tiap Kecamatan di Kabupaten Indramayu
N
O
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

KECAMATAN
2
Haurgeulis
Gantar
Kroya
Gabuswetan
Cikedung
Terisi
Lelea
Bangodua
Tukdana
Widasari
Kertasemaya
Sukagumiwang
Krangkeng
Karangampel
Kedokanbunde
r
Juntinyuat
Sliyeg
Jatibarang
Balongan
Indramayu
Sindang

JUMLAH
RUMAH
TANGGA
3
23.795
16.326
17.495
16.090
13.349
17.192
16.008
8.399
16.602
9.550
16.213
10.559
18.119
16.887
12.456
22.408
17.905
20.253
10.481
29.920
13.439

JUMLAH PENDUDUK
LAKIPEREMPUA
LAKI
N
4
5
45.058
43.022
30.727
30.017
31.126
29.480
27.443
26.572
19.480
19.208
27.193
25.470
23.654
23.327
13.804
13.222
25.783
24.271
17.487
16.094
30.554
29.311
18.515
18.395
32.343
30.184
31.781
29.413
22.549
40.320
30.184
36.515
19.744
54.857
25.263

20.951
36.091
27.653
33.248
18.281
51.831
24.060

TOTAL
6
88.080
60.744
60.606
54.015
38.688
52.663
46.981
27.026
50.054
33.581
59.865
36.910
62.527
61.194
43.500
76.411
57.837
68.763
38.025
106.688
49.323

N
O
1
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

KECAMATAN
2
Cantigi
Pasekan
Lohbener
Arahan
Losarang
Kandanghaur
Bongas
Anjatan
Sukra
Patrol
TOTAL

JUMLAH
RUMAH
TANGGA
3
6.512
6.091
16.257
9.279
15.870
25.615
14.160
23.883
12.444
14.988
488.546

JUMLAH PENDUDUK
LAKIPEREMPUA
LAKI
N
4
5
11.743
10.788
12.231
11.197
27.718
26.148
16.165
15.226
28.366
26.670
43.576
41.096
23.530
22.580
41.579
39.270
22.669
20.426
27.995
25.951
858.942
809.453

TOTAL
6
22.531
23.428
53.866
31.391
55.026
84.672
46.110
80.849
43.095
53.946
1.668.39
5

Sumber : Indramayu Dalam Angka Tahun 2011

2.2.2. Laju Pertumbuhan Penduduk


Pada akhir Tahun 2009 berdasarkan hasil Registrasi Penduduk
penduduk

Kabupaten

Indramayu

tercatat

sebanyak

1.744.897

jumlah
jiwa.

Sedangkan pada akhir Tahun 2010 berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010
angkanya hanya tercatat 1.668.395 jiwa. Turunnya jumlah penduduk bukan
berarti terjadi laju pertumbuhan negatif tetapi karena terabaikannya laporan
migrasi keluar penduduk Indramayu selama beberapa tahun terakhir. Bila
dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk 2000 maka terdapat kenaikan
rata-rata laju pertumbuhan penduduksetiap tahunnya 0,54 persen. Untuk
mengetahui Jumlah pertumbuhan penduduk Kabupaten Indramayu Tahun
2005-2010 dapat di lihat pada Tabel 2.2
Tabel 2.2
Penduduk Akhir Tahun Kabupaten Indramayu
Menurut Kecamatan Tahun 2005-2010
KECAMATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

(1)
Haurgeulis
Gantar
Kroya
Gabuswetan
Cikedung
Terisi
Lelea
Bangodua
Tukdana
Widasari
Kertasemaya
Sukagumiwang

TAHUN
2005
(2)
90.496
64.643
62.010
57.298
38.644
51.991
48.410
27.514
52.957
34.936
58.796
34.060

2006
(3)
91.041
65.210
62.411
57.681
38.876
52.287
48.730
27.694
53.298
35.175
59.178
34.268

2007
(4)
91.505
65.538
62.729
57.976
39.075
52.555
48.981
27.835
53.569
35.353
59.478
34.442

2008
(5)
92.412
66.245
63.251
58.437
39.386
52.986
49.377
28.081
54.006
35.644
59.975
34.732

2009
(6)
93.086
66.347
63.704
58.858
39.672
53.364
49.747
28.286
54.406
35.901
60.403
34.986

2010
(7)
88.080
60.744
60.606
54.015
38.688
52.663
46.981
27.026
50.054
33.581
59.865
36.910

2015

KECAMATAN
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.

(1)
Krangkeng
Karangampel
Kedokanbunder
Juntinyuat
Sliyeg
Jatibarang
Balongan
Indramayu
Sindang
Cantigi
Pasekan
Lohbener
Arahan
Losarang
Kandanghaur
Bongas
Anjatan
Sukra
Patrol

TAHUN
2005
(2)
65.942
63.167
43.662
82.227
58.599
69.993
39.493
101.028
49.592
23.562
22.997
54.118
33.146
56.321
84.296
45.162
85.115
44.644
53.167

JUMLAH PENDUDUK 1.697.986

2006
(3)
66.386
63.543
43.930
82.760
58.966
70.466
39.766
101.723
49.918
23.713
23.133
54.481
33.364
56.666
84.881
45.448
85.653
44.940
53.542
1.709.128

2007
(4)
66.723
63.865
44.153
83.179
59.265
70.817
39.967
102.216
50.173
23.832
23.250
54.758
33.534
56.954
85.318
45.680
86.089
45.169
53.815
1.717.793

2008
(5)
67.280
64.459
44.531
83.855
59.749
71.451
40.334
103.227
50.563
24.053
23.465
55.274
33.833
57.458
86.038
45.992
86.793
45.552
54.235
1.732.674

2009
(6)
67.774
64.917
44.845
84.476
60.193
71.969
40.624
103.980
50.919
24.235
23.642
55.683
34.074
57.883
86.657
46.318
87.448
45.875
54.625
1.744.897

2010
(7)
62.527
61.194
43.500
76.411
57.837
68.763
38.025
106.688
49.323
22.531
23.428
53.866
31.391
55.026
84.672
46.110
80.849
43.095
53.946

2015

1.668.395

Sumber : Indramayu Dalam Angka Tahun 2011

Ada pun rata-rata laju pertumbuhan penduduk tiap kecamatan dapat


dilhat pada tabel 2.3.

KECAMATAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.

(1)
Haurgeulis
Gantar
Kroya
Gabuswetan
Cikedung
Terisi
Lelea
Bangodua
Tukdana
Widasari
Kertasemaya
Sukagumiwang
Krangkeng
Karangampel
Kedokanbunder
Juntinyuat
Sliyeg
Jatibarang
Balongan
Indramayu

1971
s.d
1975
(2)
0,97
*)
*)
0,16
0,73
*)
0,60
0,12
*)
0,13
0,35
*)
1,14
0,70
*)
0,82
0,73
0,41
*)
0,72

1975
s.d
1980
(3)
3,36
*)
*)
5,36
2,97
*)
3,21
5,66
*)
5,66
5,35
*)
3,16
4,72
*)
2,47
3,45
4,52
*)
4,03

1980
s.d
1985
(4)
0,45
*)
*)
0,41
0,50
*)
0,88
0,41
*)
1,08
0,53
*)
1,30
0,03
*)
0,62
0,75
0,40
*)
0,42

1985
s.d
1990
(5)
2,40
*)
*)
1,92
1,48
*)
0,97
1,85
*)
1,80
2,52
*)
2,29
3,11
*)
2,07
1,80
1,76
*)
2,87

1990
s.d
2000
(6)
2,39
*)
*)
1,08
0,72
*)
0,41
0,83
*)
1,09
1,51
*)
2,11
1,95
*)
1,16
1,02
0,58
*)
1,61

2000
s.d
2010
(7)
0,64
2,00
0,75
0,47
0,39
0,63
0,22
0,45
-0,29
0,22
0,79
1,65
0,17
0,30
0,06
-0,23
0,24
0,08
0,85
1,52

1971
s.d
1975
(1)
(2)
21. Sindang
0,53
22. Cantigi
*)
23. Pasekan
*)
24. Lohbener
0,50
25. Arahan
*)
26. Losarang
0,58
27. Kandanghaur
0,89
28. Bongas
0,97
29. Anjatan
0,96
30. Sukra
*)
31. Patrol
*)
KABUPATEN INDRAMAYU
0,66
Sumber : Indramayu Dalam Angka Tahun 2011
KECAMATAN

1975
s.d
1980
(3)
2,96
*)
*)
3,50
*)
3,50
4,09
4,01
4,01
*)
*)
3,89

1980
s.d
1985
(4)
0,79
*)
*)
0,47
*)
1,00
1,15
0,52
0,19
*)
*)
0,58

1985
s.d
1990
(5)
2,04
*)
*)
1,61
*)
2,02
2,47
0,93
1,96
*)
*)
1,91

1990
s.d
2000
(6)
1,84
*)
*)
0,92
*)
1,14
1,79
0,79
1,01
*)
*)
1.32

2000
s.d
2010
(7)
0,73
0,04
0,77
0,34
0,17
0,74
0,61
0,65
-0,03
0,31
1,07
0.54

Tabel 2.5
Rata-rata Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kecamatan
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30

KECAMATAN
2
Haurgeulis
Gantar
Kroya
Gabuswetan
Cikedung
Terisi
Lelea
Bangodua
Tukdana
Widasari
Kertasemaya
Sukagumiwang
Krangkeng
Karangampel
Kedokanbunder
Juntinyuat
Sliyeg
Jatibarang
Balongan
Indramayu
Sindang
Cantigi
Pasekan
Lohbener
Arahan
Losarang
Kandanghaur
Bongas
Anjatan
Sukra

1971 s.d
1975
3
0,97
*)
*)
0,16
0,73
*)
0,6
0,12
*)
0,13
0,35
*)
1,14
0,7
*)
0,82
0,73
0,41
*)
0,72
0,53
*)
*)
0,5
*)
0,58
0,89
0,97
0,96
*)

1975 s.d
1980
4
3,36
*)
*)
5,36
2,97
*)
3,21
5,66
*)
5,66
5,35
*)
3,16
4,72
*)
2,47
3,45
4,52
*)
4,03
2,96
*)
*)
3,5
*)
3,5
4,09
4,01
4,01
*)

1980 s.d
1985
5
0,45
*)
*)
0,41
0,5
*)
0,88
0,41
*)
1,08
0,53
*)
1,3
0,03
*)
0,62
0,75
0,4
*)
0,42
0,79
*)
*)
0,47
*)
1
1,15
0,52
0,19
*)

1985 s.d
1990
6
2,4
*)
*)
1,92
1,48
*)
0,97
1,85
*)
1,8
2,52
*)
2,29
3,11
*)
2,07
1,8
1,76
*)
2,87
2,04
*)
*)
1,61
*)
2,02
2,47
0,93
1,96
*)

1990 s.d
2000
7
2,39
*)
*)
1,08
0,72
*)
0,41
0,83
*)
1,09
1,51
*)
2,11
1,95
*)
1,16
1,02
0,58
*)
1,61
1,84
*)
*)
0,92
*)
1,14
1,79
0,79
1,01
*)

2000 s.d
2009
8
1.26
3.00
1.31
1.43
0.67
0.78
0.86
0.96
0.64
0.97
0.89
1.05
1.07
0.96
0.40
0.89
0.68
0.58
1.59
1.23
1.09
0.86
0.87
0.71
1.09
1.31
0.87
0.70
0.84
1.01

NO
1
31

KECAMATAN
2
Patrol
TOTAL

1971 s.d
1975
3
*)
0,66

1975 s.d
1980
4
*)
3,89

1980 s.d
1985
5
*)
0,58

1985 s.d
1990
6
*)
1,91

1990 s.d
2000
7
*)
1.32

2000 s.d
2009
8
1.21
1.04

Sumber : Indramayu Dalam Angka Tahun 2009

b. Struktur Penduduk

Adapun komposisi jumlah penduduk Indramayu Tahun 2009 ini terdiri


dari Laki-laki 888.579 jiwa dan penduduk perempuan 856.318 jiwa, dengan
sex ratio 103,77. Komposisi Penduduk Kabupaten Indramayu menurut
struktur umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 2.6
Tabel 2.6
Penduduk Kabupaten Indramayu Menurut Kelompok Umur
PENDUDUK

UMUR/KELOMPOK UMUR
(1)
0
1

2
3
4
0 - 4
5
6
7
8
9
5- 9
10
11
12
13
14
10 - 14
15 - 19
20 - 24
25 - 29
30 - 34
35 - 39
40 - 44
45 - 49

Laki-laki
(2)
15.752
16.089
16.124
16.139
16.220
80.324
16.489
16.516
16.884
16.944
16.949
83.782
16.999
17.184
17.187
17.306
17.226
85.902
84.687
73.456
69.704
68.772
66.498
64.307
54.815

Perempuan
(3)
15.501
15.712
15.844
15.977
15.991
79.025
16.501
16.499
16.523
16.578
16.530
82.631
16.478
16.635
16.649
16.851
16.974
83.587
82.562
70.425
63.058
61.128
62.215
62.654
54.471

Jumlah
(4)
31.253
31.801
31.968
32.116
32.211
159.349
32.990
33.015
33.407
33.522
33.479
166.413
33.477
33.819
33.836
34.157
34.200
169.489
167.249
143.881
132.762
129.900
128.713
126.961
109.286

PENDUDUK

UMUR/KELOMPOK UMUR
(1)
50 - 54
55 - 59
60 - 64
65 - 69
70 - 74
75 +

Laki-laki
(2)
50.674
32.606
22.667
20.145
17.031
13.209

Perempuan
(3)
47.680
31.572
24.190
18.510
17.362
15.248

Jumlah
(4)
98.354
64.178
46.857
38.655
34.393
28.457

TAHUN 2009

888.579

856.318

1.744.897

Sumber : Indramayu Dalam Angka Tahun 2009

c. Mutasi Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten pada akhir tahun 2009 sebanyak
1.744.897 jiwa, mengalami kenaikan dibanding dengan penduduk awal
tahun 2009 sebanyak 1.732.674. Jumlah kenaikan ini disebabkan faktor
angka kelahiran lebih besar dari angka kematian, sedangkan perpindahan
penduduk antara penduduk yang datang dan penduduk yang pindah jumlah
selisihnya tidak banyak.
Tabel 2.7
Mutasi Penduduk Menurut Kecamatan
NO
1
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

KECAMATAN
2
Haurgeulis
Gantar
Kroya
Gabuswetan
Cikedung
Terisi
Lelea
Bangodua
Tukdana
Widasari
Kertasemaya
Sukagumiwang
Krangkeng
Karangampel
Kedokanbunder

PENDUDUK
AWAL
TAHUN 2009
3
92.412
66.245
63.251
58.437
39.386
52.986
49.377
28.081
54.006
35.644
59.975
34.732
67.280
64.459
44.531

M U TAS I
LAHIR
4
1194
856
817
755
509
685
638
363
698
461
775
449
870
833
576

MATI
5
490
366
336
310
213
293
262
149
286
189
319
184
371
343
236

DATANG
6
796
561
545
505
341
455
427
242
465
306
515
299
580
554
383

PINDAH
7
826
949
573
529
351
469
433
251
477
321
543
310
585
586
409

PENDUDUK
AKHIR
TAHUN 2009
8
93.086
66.347
63.704
58.858
39.672
53.364
49.747
28.286
54.406
35.901
60.403
34.986
67.774
64.917
44.845

NO
1
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

KECAMATAN
2
Juntinyuat
Sliyeg
Jatibarang
Balongan
Indramayu
Sindang
Cantigi
Pasekan
Lohbener
Arahan
Losarang
Kandanghaur
Bongas
Anjatan
Sukra
Patrol
TOTAL

PENDUDUK
AWAL
TAHUN 2009
3
83.855
59.749
71.451
40.334
103.227
50.563
24.053
23.465
55.274
33.833
57.458
86.038
45.992
86.793
45.552
54.235
1.732.674

M U TAS I
LAHIR
4
1084
772
924
521
1334
653
311
303
715
438
742
1112
595
1122
589
701
22.395

MATI
5
445
317
379
214
559
269
133
128
294
180
305
470
244
456
239
283
9.262

Sumber : Indramayu Dalam Angka Tahun 2009

DATANG
6
720
512
614
346
888
435
207
202
475
292
494
740
400
748
392
468
14.907

PINDAH
7
738
523
641
363
910
463
203
200
487
309
506
763
425
759
419
496
15.817

PENDUDUK
AKHIR
TAHUN 2009
8
84.476
60.193
71.969
40.624
103.980
50.919
24.235
23.642
55.683
34.074
57.883
86.657
46.318
87.448
45.875
54.625
1.744.897

2.3

Keuangan dan Perekonomian Daerah


Jelasan mengenai kondisi keuangan dan perekonomian daerah yang meliputi: pendapatan dan belanja modal
sanitasi daerah, kapasitas keuangan daerah, kemampuan fiskal/ruang fiskal, data peta perekonomian, dan data
realisasi belanja modal sanitasi untuk tiap SKPD.
Penjelasan rinci mengenai cara mendapatkan data tersebut, lihat PT-04: Profil Keuangan dan Perekonomian
Daerah dalam Lampiran Petunjuk Praktis ini.
Lengkapi dengan tabel-tabel berikut:
- Tabel 2.4 Ringkasan realisasi APBD 5 tahun terakhir
Tabel 2.5 Ringkasan anggaran sanitasi dan belanja modal sanitasi per penduduk 5 tahun terakhir
Tabel 2.6 Data mengenai ruang fiskal Kabupaten/Kota 5 tahun terakhir
Tabel 2.7 Data perekonomian umum daerah 5 tahun terakhir
Hapus seluruh teks ini setelah sub-bab 2.3 selesai disusun

2.4

Tata Ruang Wilayah


Tuliskan informasi mengenai kebijakan penataan ruang kabupaten/kota sesuai dengan dokumen RTRW yang
berlaku.
Peta-peta yang digunakan minimal berskala 1:25.000 atau 1:50.000. Peta dalam skala lebih kecil dan cukup
jelas untuk digambarkan dalam format A3, dapat dicantumkan dalam Laporan ini. Bila ukuran peta A2 atau A1,
maka dicantumkan dalam Lampiran.
Cantumkan informasi mengenai wilayah rawan bencana dan kebijakan penataan ruang untuk wilayah
perbatasan (apabila ada).
Lengkapi dengan peta:
- Peta 2.2 Rencana pusat layanan Kabupaten/Kota (ukuran A3)
- Peta 2.3 Rencana pola ruang Kabupaten/Kota (ukuran A3)
Hapus seluruh teks ini setelah sub-bab 2.4 selesai disusun

2.4.1. Kebijakan dan Strategi RTRW


Kebijakan dan strategi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Indramayu
Tahun 2011-2031 disusun dalam rangka mewujudkan rencana tata ruang ruang
berkelanjutan dan operasional, serta mengakomodasi paradigma baru dalam
perencanaan. Kebijakan dan strategi perencanaan tata ruang, terdiri dari :
1. Pengendalian dan pengembangan pemanfaatan lahan pertanian.
Kebijakan

ini

bertujuan

untuk

mengendalikan

dan

mengembangkan

pemanfaatan lahan pertanian sesuai dengan kaidah penataan ruang.


Strategi :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.


Mengembangkan produktivitas pertanian.
Meningkatkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan pertanian.
Mengembangkan irigasi pertanian.
Mengoptimalkan kawasan pertanian lahan basah.
Mengoptimalkan kawasan pertanian lahan kering.
Menetapkan kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan.

h. Mengembangkan kawasan pusat pengembangan agropolitan.


2. Pengoptimalan produktivitas kawasan peruntukan perikanan.
Kebijakan

ini

bertujuan

untuk

mengoptimalkan

produktivitas

kawasan

peruntukan perikanaan sehingga menjadi lebih berdaya guna dan berhasil


guna.

Strategi :
a. Mengembangkan perikanan tangkap dan budidaya.
b. Mengoptimalkan produktivitas kawasan peruntukan perikanan.
c. Mengembangkan minapolitan.
d. Mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan
3. Pengelolaan dan pemanfaatan potensi hutan.
Kebijakan ini bertujuan untuk merinci arahan pengelolaan dan pemanfaatan
potensi hutan.
Strategi :
a. Mengelola potensi sumber daya hutan.
b. Meningkatkan produksi mutu dan tanaman perkebunan.
c. Memanfaatkan potensi tanah terlantar dan lahan kritis.
4. Pengembangan kawasan industri.
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik investasi.
Strategi :
a. Mengembangkan kawasan peruntukkan industri.
b. Mengembangkan industri kecil dan menengah.
c. Mengembangkan pusat promosi dan pemasaran hasil industri kecil dan
menengah.
5. Pengembangan kawasan pariwisata terpadu berbasis potensi alam.
Kebijakan

ini

bertujuan

untuk

mengembangkan

kawasan

peruntukkan

pariwisata.
Strategi :
a. Mengembangkan obyek wisata unggulan.
b. Mengembangkan zona wisata terpadu di bagian utara wilayah kabupaten.
c. Mengembangkan sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan.
6. Pengembangan usaha pertambangan mineral, minyak dan gas bumi.
Kebijakan ini bertujuan mengoptimalkan, menata, dan mengendalikan usaha
pertambangan mineral, minyak dan gas bumi.
Strategi :
a. Mengoptimalkan usaha pertambangan mineral, minyak dan gas bumi.
b. Menata dan mengendalikan usaha pertambangan mineral, minyak dan gas
bumi.
7. Pengembangan kawasan permukiman.
Kebijakan ini bertujuan menyediakan sarana dan prasarana permukiman,
meningkatkan
pertumbuhannya.

kualitas,

menata

kawasan,

serta

mengendalikan

Strategi :
a. Menjamin ketersediaan sarana dan prasarana permukiman.
b. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana permukiman.
c. Menata kawasan permukiman.
d. Mengendalikan pertumbuhan permukiman.
8. Pengembangan pusat-pusat pelayanan.
Kebijakan ini bertujuan membentuk pusat kegiatan yang terintegrasi dan
berhirarki serta meningkatkan interaksi yang sinergis antara pusat kegiatan
perkotaan dan perdesaan.
Strategi :
a. Membentuk pusat kegiatan yang terintegrasi dan berhirarki.
b. Meningkatkan interaksi antara pusat kegiatan perdesaan dan perkotaan
secara sinergis menjamin ketersediaan sarana dan prasarana permukiman.
9. Pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah.
Kebijakan ini bertujuan mengembangkan sistem jaringan prasarana wilayah.
Strategi :
a. Mengembangkan prioritas jaringan sarana dan prasarana wilayah dalam
mendukung kegiatan pertanian, perikanan, kehutanan dan industri.
b. Mengembangkan dan memantapkan jaringan jalan dalam mendukung sistem
perkotaan, mendorong pertumbuhan dan pemerataan wilayah.
c. Mengembangkan infrastruktur pendukung pertumbuhan wilayah.
d. Mengoptimalkan dan mengembangkan jaringan kereta api.
e. Meningkatkan

jangkauan

pelayanan

dan

mutu

sistem

jaringan

telekomunikasi.
f. Meningkatkan sistim dan optimalisasi sistem jaringan sumber daya air.
g. Mengembangkan pelayanan prasarana energi.
h. Mengembangkan prasarana pengelolaan lingkungan.
i. Menetapkan jalur evakuasi kawasan rawan bencana.
10. Pengendalian dan pelestarian kawasan lindung
Kebijakan ini bertujuan mengendalikan dan dan melestarikan kawasan lindung.
Strategi :
a. Memulihkan fungsi lindung.
b. Mencegah perkembangan kegiatan budidaya di kawasan lindung.
c. Meningkatkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan swasta dalam
pengelolaan kawasan.
d. Menghindari kawasan yang rawan bencana sebagai kawasan terbangun.

11. Pengembangan kawasan strategis sesuai kepentingan fungsi daya dukung


lingkungan.
Kebijakan ini bertujuan mengembangkan kawasan strategis sesuai dengan
fungsi daya dukung lingkungannya.
Strategi :
a. Meningkatkan kegiatan yang mendorong pengembalian fungsi lindung.
b. Menjaga kawasan lindung dari kegiatan budidaya.
c. Mempertahankan luasan kawasan lindung.
d. Meningkatkan keanekaragaman hayati kawasan lindung.
e. Mengembangkan ruang terbuka hijau pada kawasan perlindungan setempat
dan ruang evakuasi bencana alam.
12. Pengembangan kawasan strategis sesuai kepentingan pertumbuhan ekonomi
Kebijakan ini bertujuan mengembangkan kawasan strategis sesuai dengan
kepentingan pertumbuhan ekonominya.
Strategi :
a. Mengembangkan kegiatan ekonomi skala besar.
b. Menyediakan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi.
c. Menetapkan hierarki simpul-simpul pertumbuhan ekonomi wilayah.
d. Mengembangkan kerjasama dalam penyediaan tanah.
e. Memanfaatkan potensi tanah terlantar dan lahan kritis.
13. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan negara
Kebijakan ini bertujuan meningkatkan fungsi kawasan untuk pertahanan dan
keamanan negara.
Strategi :
a. Mendukung penetapan kawasan strategis nasional dengan fungsi khusus
Pertahanan dan Keamanan.
b. Mengembangkan kegiatan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar
kawasan strategis nasional untuk menjaga fungsi pertahanan dan keamanan.
c. Mengembangkan

kawasan

lindung

dan/atau

kawasan

budidaya

tidak

terbangun di sekitar kawasan strategis nasional yang mempunyai fungsi


khusus pertahanan dan keamanan.
d. Turut serta menjaga dan memelihara aset-aset pertahanan dan keamanan.

2.4.2. Daerah Rawan Bencana


Kabupaten Indramayu baik secara geologi maupun berdasarkan topografi
memiliki tingkat kerawanan yang tinggi terhadap beberapa jenis bencana,
diantaranya adalah banjir, gerakan tanah, dan abrasi. Untuk potensi bencana

kegempaan baik tektonik maupun vulkanik di Kabupaten Indramayu relatif kecil,


hal ini disebabkan karena letak Indramayu yang berada di pantai utara Jawa, dan
relatif jauh dari pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia
yang berada pantai selatan jawa serta jauh dari lokasi keberadaan gunung berapi.
Kawasan rawan bencana dapat dilihat pada Gambar 1.6.
Penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Indramayu

disebabkan oleh

intensitas curah hujan yang tinggi dengan durasi di atas normal sehingga
menghasilkan air limpasan yang melebihi daya dukung sistem drainase, perubahan
penggunaan lahan yang tidak terkendali serta kondisi geologi dan morfologi lahan
terutama pada Daerah Aliran Sungai (DAS). Selain itu potensi banjir juga terjadi
pada daerah sepanjang Sungai Cimanuk, terutama pada daerah-daerah dengan
kondisi tanggul yang kritis.
Selain itu banjir rob juga sering terjadi di wilayah pesisir Indramayu, hal ini
salah satunya karena gelombang laut pasang serta karena kondisi geografis yang
relatif landai. Perubahan iklim yang sudah menjadi isu global diyakini telah
menyebabkan perubahan sistem alam termasuk wilayah pesisir. Gelombang pasang
yang terjadi

pada setiap awal dan akhir tahun semakin meluas jangkauannya,

dengan periode yang semakin singkat dan intensitas yang semakin meningkat.
Sementara itu bencana abrasi di Kabupaten Indramayu memiliki tingkat kerawanan
yang sangat tinggi, dimana sampai dengan tahun 2009 luasan daerah yang
terabrasi yaitu seluas 1.653,5 Ha dengan panjang pantai terabrasi yaitu sepanjang
42,6 km. Sedangkan kawasan bencana rawan gerakan tanah di Kabupaten
Indramayu seluas 14 Ha berada di Kecamatan Gantar.

2.5

Sosial dan Budaya

Informasikan kondisi sosial budaya kabupaten/kota seperti:


Data fasilitas pendidikan (SD, SMP, dan SMA dan yang setara),
Jumlah KK penduduk miskin,
Jumlah rumah/KK.
Berikan deskripsi tentang wilayah kumuh di kawasan perkotaan (apabila ada)
Lengkapi dengan tabel-tabel berikut:
- Tabel 2.8 Fasilitas pendidikan yang tersedia di Kabupaten/Kota
- Tabel 2.9 Jumlah penduduk miskin per kecamatan
- Tabel 2.10 Jumlah rumah per kecamatan
Hapus seluruh teks ini setelah sub-bab 2.5 selesai disusun

2.6

Kelembagaan Pemerintah Daerah


Jelaskan mengenai struktur organisasi Pemerintah Daerah dan SOTK yang ada sesuai perundangan yang
berlaku (untuk mendapatkan penjelasan rinci mengenai cara mendapatkan data tersebut, silakan lihat PT-03:
Kajian Kelembagaan dan Kebijakan dalam Lampiran Petunjuk Praktis ini).
Masukkan gambar berikut:
- Gambar 2.1 Struktur organisasi pemerintah daerah Kabupaten/Kota (ukuran A3)
Hapus seluruh teks ini setelah sub-bab 2.6 selesai disusun

Dalam rangka meningkatkan kapasitas pelayanan yang dilakukan oleh


pemerintahan desa dan kelurahan di Kabupaten Indramayu, maka dilakukan
pemekaran terhadap desa dan kelurahan. Kabupaten Indramayu terdiri dari 31
Kecamatan, 309 desa dan 8 kelurahan dengan jumlah satuan kerja perangkat
daerah sebanyak 2 Sekretariat, 1 Inspektorat, 7 Badan, 15 Dinas, 2 Kantor, 1
Satuan Polisi Pamong Praja, 2 Rumah Sakit, 31 Kantor Kecamatan dan 8 Kantor
Kelurahan.
Permasalahan yang dihadapi dalam aspek pemerintahan antara lain masih
belum optimalnya peran pemerintah baik sebagai fasilitator, regulator dan
motivator, hal ini terlihat dari masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam
pembangunan.
Tabel 1.14
Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Indramayu
NO
I
II
III

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH


Sekretariat, terdiri dari:
1. Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu.
2. Sekretariat DPRD Kabupaten Indramayu.
Inspektorat Kabupaten Indramayu
Badan, terdiri dari :
1. Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Indramayu.

JUMLAH
2
1
7

NO

IV

V
VI
VII

VIII

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH


2. Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Indramayu.
3. Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat
Kabupaten Indramayu.
4. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berancana
Kabupaten Indramayu.
5. Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Indramayu.
6. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu.
7. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian Kabupaten
Indramayu.
Dinas, terdiri dari :
1. Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Kabupaten Indramayu.
2. Dinas Pertanian dan Peternaakan Kabupaten Indramayu.
3. Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu.
4. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Indramayu.
5. Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan
Perdagangan Kabupaten Indramayu.
6. Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.
7. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu.
8. Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu.
9. Dinas Bina Marga Kabupaten Indramayu.
10. Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.
11. Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan, dan Energi
Kabupaten Indramayu.
12. Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten
Indramayu.
13. Dinas Kebersihan dan Pertamananan Kabupaten Indramayu.
14. Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu.
15. Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Indramayu.
Kantor, terdiri dari :
1. Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Indramayu.
2. Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu.
Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indramayu.
Rumah Sakit, terdiri dari :
1. Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Indramayu.
2. Rumah Sakit Umum Daerah Pantura MA. Sentot Patrol Kabupaten
Indramayu.
Kecamatan, terdiri dari :
1. Kecamatan Indramayu.
2. Kecamatan Sindang.
3. Kecamatan Balongan.
4. Kecamatan Pasekan.
5. Kecamatan Arahan.
6. Kecamatan Cantigi.
7. Kecamatan Lohbener.
8. Kecamatan Juntinyuat.
9. Kecamatan Karangampel.
10. Kecamatan Krangkeng.
11. Kecamatan Kedokanbunder.
12. Kecamatan Sliyeg.
13. Kecamatan Jatibarang.
14. Kecamatan Kertasemaya.
15. Kecamatan Sukagumiwang.
16. Kecamatan Tukdana.
17. Kecamatan Bangodua.
18. Kecamatan Widasari.
19. Kecamatan Lelea.
20. Kecamatan Cikedung.
21. Kecamatan Terisi.

JUMLAH

15

2
1
2

31

NO

IX

SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH


22. Kecamatan Losarang.
23. Kecamatan Kandanghaur.
24. Kecamatan Gabuswetan.
25. Kecamatan Kroya.
26. Kecamatan Bongas.
27. Kecamatan Patrol.
28. Kecamatan Sukra.
29. Kecamatan Anjatan.
30. Kecamatan Haurgeulis.
31. Kecamatan Gantar.
Keluarahan, terdiri dari :
1. Keluarahan Paoman.
2. Keluarahan Margadari.
3. Keluarahan Lemahabang.
4. Keluarahan Lemahmekar.
5. Keluarahan Karanganyar.
6. Keluarahan Karangmalang.
7. Keluarahan Kepandean.
8. Keluarahan Bojongslawi.

JUMLAH