Anda di halaman 1dari 6

.

Konduktivitas Panas Komposit HDPE dengan Pengisi AIJO J alau Cu (Aloma K.K)

KOMPOSIT

KONDUKTIVITAS
PANAS
HDPE DENGAN PENGISI AI203 ATAl

Co

Aloma K.K.1, IDdra GUDaWaW,Sudirmaw daDSujud. A.S!


IPuslitbang Iptek Bahan (P3IB) -BATAN

KawasanPuspiptek,Serpong,Tangerang15314
2Jurusan Fisika, FMWA, ITS
JI. Sukolilo, Surabaya

ABSTRAK
KONDUKTIVITAS
PANAS KOMPOSIT HDPE DENGAN PENGISI A~ OJ ATAU Cu. Telah dilakukan pengukuran
dan perhitungan teoritis konduktivitas panas bahan komposit HOPE dengan pengisi Al2O3 atau Cu. Tujuan penelitian ini adalah
mempelajari pengaruh jenis pengisi terhadap konduktivitas panas komposit bermatriks HOPE. Pembuatan komposit HOPE
dengan pengisi Al2O3 atau Cu dilakukan dengan pencampuran HOPE sebanyak40 g dengan bahan pengisi Al2O3 atau Cu yang
telah dicampur dengan APT : 3-Amino Propyl Triethoxylane 0,5 % dan DCP : Dicumyl Peroxide 2 %) dengan variasibahan pengisi
5, 10, 15,20,25 dan 30 % berat menggunakan alat [aho plastomill, sedangkanpengukuran konduktivitas panasdilakukan dengan
menggunakan alat C-Matic thermal conductance teste/:Pengkajian teoritis konduktivitas panas dilakukan dengan menggunakan
model Maxwell, model Cheng-Vachon dan model Lewis-Nielsen. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa konduktivitas panas
komposit HOPE- Al2O3 maupun komposit HOPE-Cu model Cheng -Vachon lebih mendekati basil pengukuran.
Kata kunci .' komposit, konduktivitas panas. isolator

ABSTRACT
THERMAL CONDUCTIVITY
OF HDPE COMPOSITE WITH A~03 OR Cu AS FILLER. The measurementand
calculation of thermal conductivity are done tor the HDPE composite with AI203 or Cu as filler. The aim of this research is to
study the effect of the filler to thermal conductivity of composites with the HDPE as matrix. HDPE composite with AI203 or Cu
as filler preparation is done by mixing of appropriate amount of filler which is varied of5, 10, 15,20,25 and 30 % by weight and
blended with APT 0.5 % and DCP 2 % by using labo plastomill apparatus,Using C-Matic thermal conductance tester does the
measurementof thermal conductivity. Theoretical modelings are calculated by Maxwell model, Cheng-Vachon model and LewisNielsen model, The result shown that from theoretical modeling it is found that Cheng-Vachon model is more accurate for both
of'HDPE-AI2O3 composite and HDPE-Cu composite.
Key words: composite, thermal conductivity, isolator

PENDAHULUAN
Polietilen termasuk polimer termoplastik yang
banyak digunakan tetapi pada aplikasi tertentu dibatasi
oleh titik lelehyang rendah,kelarutan dalam hidrokarbon
dan cendemng retak ketika pembebanan. Radiasienergi
tinggi (seperti sinar-y) digunakan secara luas untuk
meningkatkan ikat silang pacta polietilen, sedangkan
pada polietilen komersial kebanyakan menggunakan
radiasi berkaselektron. Penggunaanradiasienergi tinggi
untuk ikat silang polimer memerlukan biaya tinggi dan
terbatas pada benda dengan penampang lintang tipis.
Selain dengan cara radiasi, ikat silang pacta polietilen
dapatjuga ditingkatkan dengan cara konvensional yaitu
menggunakansenyawaperoksida. Untuk mendapatkan
ikat silang polietilen yang uniform, peroksida hams
tersebarmeratada1ampolimer. Beberapapolietilen terikat
silang banyak dijumpai di pasaran [1]. Temtama

digunakan dalam pipa, pipa gas (gas piping), pipa air


panas (hot-water piping), se/ang (hose), barang
cetakan, industri pembuatan kawat dan kabel.
Polietilen merupakan isolator panasdan listrik
yang efektif, akan tetapi masih menunjukkan sifat
mekanik rendah. Untuk meningkatkan sifat mekanik,
dilakukan pembuatankomposit bermatriksHDPE dengan
jenis pengisi tertentu, dengan memperhatikan harga
konduktivitas panas tetapi masih bersifat isolator untuk
mengurangi panasyang dibangkitkan. Banyak pengisi
polimer yang menyebabkan peningkatan konduktivitas
listrik juga memperbaiki konduktivitas panas komposit
plastik [2]. Padaindustri kawat, kabel,dan dinamo listrik,
konduktivitas panas yang tinggi diperlukan untuk
mengurangi panas yang dibangkitkan. Konduktivitas
panasmerupakan parameter yang sangatpenting dalam
235

Prosiding Pertemuanlbniah llmu Pengetahuandan TeknologiBahan 2002


Serpong,22 -23 Oktober2002
pemrosesanpolimer. Untuk mendapatkan keteraturan
produk akhir dengan keinginan sifat fisis dan mekanis
tertentu, polimer sering diproses dengan penambahan
variasi bermacam-macam pengisi dan bahan tambahan
(adifive). Logam pengisi polimer juga telah digunakan
cukup luas untuk pelindung interferensi elektromagnet.
Komposit plastik mempunyai keunggulan, lebih murah,
lebih ringan dibandingkan logam, lebih kaku dan tahan
mulur [3].
Pactapenelitian ini digunakan pengisi alumina
dan tembaga,dimana keduabahan tersebutmempunyai
daya hantar panas tinggi sehingga mampu mengalirkan
panas yang dibangun sistem dan secaramekanis lebih
kuat. Struktur komposit sang at menguntungkan
dikarenakan sifat bahanyang akan dibentuk dapatdiatur
dengan melakukan pemilihan terhadap jenis bahan
matriks dan pengisi yang akan dipakai, meliputi sifat
mekanik, listrik maupun panas. Sifatpanastiap-tiapjenis
bahan mempunyai karakteristik berbeda-beda yang
dinyatakandalam besarankonduktivitas panas termasuk
bahankomposit [4].
Konduktivitas panas dipengaruhi oleh struktur
bahan sepertikristalinitas. Secaraumum konduktivitas
panas polimer semi kristalin lebih tinggi dibandingkan
polimer amorf [5]. Dari tingkat hantaran panas polimer
yang rendah, dalam makalah ini dibahas konduktivitas
panas bahan komposit -polimer khususnya komposit
polietilen yang diisi dengan bahan keramik dan logam
pacta fraksi volume yang bervariasi [6], sehingga
diharapkan pactabahan yang diteliti dapat diidentiftkasi
karakter konduktivitas panasnya (dalam hal ini bahan
masih bersifat isolator). Kemudian membandingkan
antara basil eksperimen dengan pengkajian
konduktivitas panasbahan komposit ini didasarkanpacta
model Maxwell, model Cheng & Vachon, dan model
Lewis & Nielsen [7].

ISSN1411-2213

Dengan menggunakan teori potensial, Maxwell


mendapatkanhubungan sederhanauntuk konduktivitas
daTidistribusi acak kedudukan homogen tak berinteraksi
dalam medium kontinyu homogen:
kc --

km + 2kp + 2tjJ(km -kp)


km + 2k P -2tjJ(km -k p)

dengan k , k dan k adalah konduktivitas


komposit,rasakontinu (polimer) dan rasa diskrit (partikel
logam); <IIadalah konsentrasi pengisi. (fasa diskrit).
Model ini memperkirakan dengan baik konduktivitas
komposit
pacta konsentrasi
pengisi
rendah
II< 10 % v/v). Nilai numerik konduktivitas panas rasa
kontinu (polimer) k = 0,1387 kkal/jamMC, sedangkan
konduktivitas panasrasa diskrit k = 0,5988 kkalIjamM C
m

untuk AI2O) dan km = 340,56 kkal/jamM C. Untuk


P

anas

konduktivitas panas komposit kc adalah besaran yang


akan ditentukannilai numeriknya secaraeksperimendan
dibandingkandengannilai numerik perhitungan teoritis.
Cheng dan Vachon mengasumsikan distribusi
parabola daTirasa dan menentukan distribusi parabolik
konstan dengan analisis, kehadirannya sebagai fungsi
daTifraksi volume rasadiskontinu. Konduktivitas efektif
untuk k > k adalah:
m p

1-B
kp

Perumusan Konduksi Panas


Konduktivitas panasadalah ukuran kemampuan
suatubahan untuk menghantarkanenergi panas. Energi
panas dihantarkan di dalam zat padat melalui getaran
kisi atom. Hubungan dasar perpindahan panas secara
konduksi mengikuti hukumFourier:
dT
-kA

dx
Konduktivitas panas, k adalah sifat termal bahan
yang menunjukkan jumlah panas yang mengalir
melintasi satu satuan luas jika gradien suhunya
berhargasatu. Satuank yang dipergunakanadalahkalori
per meter per detik per derajat Celcius (kal/m del C),
atau watt per meter per derajat Kelvin (W/mK).
Model konduksi termal yang sudah dikenal
menggunakan analisis campuran sistem dua rasa.
Banyak teori dan model empiris diusulkan untuk
memprediksi konduktivitas panas daTi sistemdua rasa.

236

km / k P -1
..8=

dan
km/kp+,4

I-tj)
IJI = 1 + --!!!-

tj)

tP~
."J

Konstanta A bergantung bentuk partikel yang


tersebardan bagaimanaorientasipartikel padaarab aliran
panas, <Pm
adalah fraksi pembungkus maksimum yang
didefinisikan sebagaivolume partikel sebenarnyadibagi
volume partikel yang kelihatan menempati ketika

Konduktivitas Panas Komposit HDPE dengan Pengisi AlzO 3 atau Cu (Aloma KK.)

pembungkusnyapada batas maksimum. Untuk bungkus


random partikel berbentuk bola, A=I,5 dan 4>=0,637
padahal untuk sejumlahbungkus random daTi~la atau
untuk bungkus random partikel berbentuk tak teratur,
A=3 dan 4>m=0,637.
Pada perhitungan yang dilakukan
digunakan nilai A=I,5 dengan anggapan bungkus
random partikel betbentuk bola.

BAHAN DAN ALAT


Bahan
Polietilen kerapatan tinggi (HOPE), Massajenis
0.954 g/cm3, Titik leleh 150 C, Ukuran rerata butiran
(kemurnian 94,28%) 115 ~ Alumina (AI2O3)'buatan
E. Merck. Damstadt, Germany, Tembaga (Cu), buatan
Cerac, Inc., Ukuran butiran <63 im (>230 meshASTM),
M= 63.55 g/mol, 3-Amino Propyl Triethoxysilane(APT),
produksi E. Merck, Damstadt, Germany, digunakan
sebagaibahan penggandeng (coupling agent), Dicumyl
peroxide (DCP), produksi Gaoqiao Petrochemical, Co.,
China, digunakan sebagaibahan ikat silang (cros.\'link
agent).

Alat
Labo Plastomill. C-Matic thermalconductance
tester,Holometrix,Inc.,Cambridge,USA.

TATA KERJA
APT sebagai bahan penggandeng dihidrolisis
di dalam air pacta konsentrasi 0,5 % vivo Dimasukkan
bahan pengisi (Al2O3 atau Cu) dengan konsentrasi
tertentu dan didiamkan selama 1 jam dan dipanaskan
pactasuhu 100C sampai mengering. Penggunaanbal1an
ikat silang (DCP) pactakonsentrasi 2 % berat HDPE .
Dilakukan pencampuran HDPE sebanyak 40 g
dengan bahan pengisi (A12O3atau Cu) dengan variasi
bahan pengisi 5, 10, 15, 20, 25 dan 30 % berat
menggunakan alat laho plastomill. Suhu operasi
pencampuran 150or, kecepatanputar 16,5 rpm selama
5 menit.
C-Matic
digunakan
untuk
mengukur
konduktivitas panas bahan padat dengan metode
guarded heat flow mete!: Sampel uji diletakkan antara
dua lempengan dengan dikontrol pada suhu yang
berbeda, sehingga menghasilkan aliran panas daTi
lempengan pemanaske lempengan pendingin. Banyak
panas diukur dengan tranduser fluks panas yang
ditempelkan pada salah satu lempengan pengontrol
suhu. Sampel dikelilingi silinder guard heater untuk
menjaga suhu sampel uji dan meminimalkan transfer
panas yang arahnya menyamping.
Pada kedua
permukaan penjepit sampel uji semua suhunyaberbeda
dan diukur dengantermokopel. Nilai pengukuran fluks
panas (mY) dapat dibaca pada panel digital. Sampel
selalu dilapisi dengan lapisan tipis yang sesuaidengan

heat sink untuk mengurangi hambatan panas sampel


dengan permukaan yang berdekatan.
Pada kesetimbangan
panas (thermal
equilibrium) persamaan Fourier untuk aliran panas
dapat dipakai pada pengukuran dengan menggunakan
alat ini. Persamaantersebutadalah sebagaiberikut,
dengan R, = hambatan panas sampel
N = konstanta penyesuai
T 1= suhu permukaan bawah
T u= suhu permukaan atas
Q = finks panas tranduser
Ro= hambatan panas kontak
Padapersamaandiatas,N dan RoadaIahparameter
yang bergantung pada suhu. Untuk menentukan
parameter ini, C-Matic harns dikalibrasi pada beberapa
level suhu menggunakan paling sedikit dua sampel
standar yang berbeda dimana hambatan panasnya
sudahdiketahui. Sekali kalibrasi dilakukan, nilai N dan
Ro menjadi tetap dan selanjutnya dapat digunakan
berulang kali. Parameter N (slope) ditentukan oleh
tranduserfluks panas (heatflux tranducer). Parameter
Ro (perpotongan dengan sumbu-y) merupakan
hambatan kontak antara permukaan sampel dengan
permukaanlempengan C-Matic. Untuk merninimalisasi
Ro' ditambahkan agen pentransfer panas seperti Dow
Coming 340 atauDow Coming 710 silicone pada kedua
perrnukaan sampel. Untuk menjamin bahwa Rosarna
selama pengukuran, C-Matic menyediakan penjepit
(clamped Pneumaticaity) dengan gaya 320 N (70 Ibs).

BASIL DAN PEMBABASAN


Dari data-<latapengukuran denganmenggunakan
alat C-Matic H%metrix Model CHM-DV dapatdihitung
konduktivitas panas komposit HDPE-AI2O) dan
HDPE-Cu terterapada Tabell dan Tabel2. Secaraumum
konduktivitas
panas komposit, baik komposit
HDPE-Al2O) atau HDPE-Cu keduanya menunjukkan
peningkatan nilai konduksi dengan kenaikan persen
berat bahan pengisi.
Kenaikan konduktivitas panasyang terjadi pada
komposit HDPE dibandingkan dengan HDPE tanpa
pengisi dikarenakan peningkatan konduksi panas
tersebut berasal dari sisipan rasa kedua yang bersifat
konduktor. Mekanisme perpindahan panas terjadi
apabila ada perbedaanpanas dari bahan. Padadaerahdaerah bersuhu tinggi kecepatanpergerakan atom lebih
tinggi dari pergerakan atom yang ada di suhu lebih
rendah. Atom-atom tersebut bergerak dan saling
bertumbukan satusarna lain sehingga energi atom yang
lebih besar akan menyerahkan energinya waktu
bertumbukan tersebutdengan atomyang energinya lebih
rendah [8]. Terlihat kesesuaian percobaan yang telah
dilakukan dengan teori, bahwa dengan penambahan
pengisi yang semakin banyak menyebabkan
meningkatnya gerak translasi, rotasi dan vibrasi dari
molekul dan atom sehinggamemudahkan transferenergi

237

Prosiding Pertemuan llmiah llmu Pengetahuan dan Teknologi Bahan 2002


Serpong, 22 -23 Oktober 2002

Tabell. Hasil pengukurankonduktivitaspanaskomposit


HOPE.AltO) pada berbagaikomposisi.
Sampel

I
~

Fraksi vol=

k (W ImK) OJ

k(kkal/jmC)

ISSN1411-2213

Tabel 2, Hasil pengukuran konduktivita.~ panas komposit


HDPE.Cu pada berbagai komposisi.
Sampel

Flaksi volume

Al,a,

k (W/mK),

k(kkal/jmC)

Cu

()Ofo

0,16

0,14

HDPE

0%

0,16

0,14

HDPE-Al203 5%

1,35 %

0,24

0,20

HDPE-Cu5%

0,56%

0,23

0,20

HDPE-Al203 10 %

2,80 %

0,30

0,26

HDPE-Cu10%

1,18%

0,25

0,22

4.37~

0,31

0,26

HDPE-Cu15%

1,86%

0,23

0,19

6,09 o~

0,28

0,24

HDPE-Cu200/0

2,62%

0,26

0,22

7,95%

0,32

0,27

HDPE-Cu25%

3,46%

0,33

0,28

10,00%

0,30

0,25

HDPE-Cu300/0

4,41 %

0,34

0,29

HDPE

HDPE-Al20315%

--lmPE-AI20320./.
lmPE-AI203

25%

lmPE-AI203 300/.

, 1 kkal/j = 1,16 W

O)1 kkal/j = 1,16 W

termal atau fonon dalam konsep kuantum. Pada


penelitian ini, komposit yang dibuat merupakan bahan
isotropik dimana distribusi suhupada aliran panastidak
tergantung pada arab.
Berdasarkan data referensi daTi bahan yang
digunakan dalam penelitian ini, seharusnya terjadi
perbedaankonduktivitas panas komposit HDPE-A12O)
dan HDPE-Cu dimana konduktivitas komposit HDPECu lebih besardari konduktivitas komposit HDPE-AI2O)
dikarenakan partikel Cu konduktivitas panasnya340.56
kkal/jam moClebih besardari konduktivitas panas AI2O)
yang hanya sekitar 0,59878 kkaVjam maC. Hal demikian
ini dikarenakan logam Cu, proses penghantaran
panasnya dilakukan oleh elektron yang lebih efisien
daripada kontribusi oleh fonon pada keramik AI20).
Elektron tidak mudah menghamburkan panas seperti
fonon dan mempunyai kecepatanyang lebih tinggi.
Bahan logam mengandung elektron bebasrelatif
besar, seharusnya dengan kemudahan pembentukan
medium konduktif pada komposit oleh pengisi partikel
Cu diikuti pula oleh peran yang cukup besar dalam
menaikkan konduktivitas komposit secara menyeluruh
(bulk). Dari sini dapat diketahui adanya indikasi yang
menunjukkan bahwa terdapat faktor yang menghalangi
partikel Cu dalam menghantarpanasyang menyebabkan
konduktivitas panasnyatidak dapat naik dengantajam.
Hal ini dimungkinkan karena pada pembuatankomposit
HDPE dengan pengisi Cu atau AI2O) ini ditambahkan
APT sebagai bahan penggandeng (coupling agent)
yang berfungsi untuk meningkatkan kekuatan adisi
antara pengisi dengan matriks, sehingga meningkatkan
kekuatanmekaniknya. Bahan penggandeng(3-APT) ini
melingkupi partikel Cu menyebabkandapatmenghambat
perpindahan panas dan ikat silang yang terjadi pada
rantai molekul HDPE menyebabkanatom-atornnyasulit
untuk bergerak (translasi, rotasi, dan vibrasi) sebagai
mekanisme transfer energi termal. Perilaku partikel
pengisi AI2O)dan Cu pada komposit HDPE terkait erat
dengan kehadiran bahan penggandengdan inisiator ikat
silang. Sehingga perilaku keseluruhan (bulk) komposit
HDPE ini berbeda sekali dengan sifat-sifat intrinsik daTi
masing-masing komponen penyusunnya.

238

Perhitungan Teoritis Konduktivitas Panas


Dari hasil pengukuran dan perhitungan teoritis
konduktivitas panaskomposit HDPE-Al2O3 dan HDPECu tertera pada Tabel 3 dan Tabel 4 dapat dibuat grafik
seperti tertera pada Gambar I dan Gambar 2 untuk
mengetahui perbandingan antara hasil pengukuran
konduktivitas panas dengan perhitungan teoritis.
Per hi tung an teoritis konduktivitas
panas
komposit dengan menggunakan ketiga model tertera
pada lampiran. Dengan membandingkan nilai numerik
konduktivitas panas komposit hasil pengukuran dan
hasil perhitungan didapat perbedaan nilai yang sangat
besar pada pendekatan dengan menggunakan model
Maxwell yaitu 300 % untuk komposit dengan bahan
pengisi Al2O3dan 322 % untuk komposit dengan bahan
pengisi Cu. Pada pendekatan dengan menggunakan
model Cheng-Vachon perbedaan nilai numerik
konduktivitas panas adalah 32,5 % untuk komposit
denganbahan pengisi Al2O3dan 22,5 % untuk komposit
dengan bahan pengisi Cu. Sedangkan pendekatan
dengan menggunakan model Lewis-Nielsen diperoleh
perbedaan nilai numerik konduktivitas panas adalah
35 % untuk komposit dengan bahan pengisi Al2O3dan
30,8 % untuk komposit dengan bahan pengisi Cu.
Dari perbandingan nilai numerik konduktivitas
panas komposit hasil pengukuran daDhasil perhitungan
didapat untuk komposit HDPE-Al2O3' daTiketiga model
teoritis yang digunakan, model Cheng-Vachon yang
mendekati hasil pengukuran konduktivitas panas.
Dernikianjuga pada komposit HDPE-Cu model teoritis
konduktivitas panas yang mendekati hasil pengukuran
adalah model Cheng -Vachon.

KESIMPULAN
1. Konduktivitas panas HDPE dapat ditingkatkan
dengan menggunakan bahan pengisi A12:l
atau Cu.
2. Tidak terdapat perbedaan nyata pada konduktivitas
panas komposit HDPE dengan bahan pengisi A12:l
atau Cu pada penambahan bahan pengisi sampai

[3].

KonduktivitasPanasKompositHDPE denganPengisiAIJ.l atau Cu (Aloma K.K)

Tabel 3. Hasil pengukuran dan prediksi teoritis konduktivitas panas komposit HDPE-AlzO, pada
berbagaikomposisi.
Fraksivolume

Sampel

Ah03

k (W/mK)
Hasil
Model
pengukuran Ma~11

~
~
~

~
~

0%

~
4,3Z
~.~

10,00%

Model ChengVachon

0,16

~
~~~

~
~

-.J.E-

0,30

Model LemsNielsen

P.J.:!.

!!.z!1~

0,19

1..43

_O,19

Tabel 4. Hasil pengukuran dan prediksi teoritis konduktivitas panas komposit HDPE-Cu pada
berbagaikomposisi.
Sampel

'\

Fraksi
volumeCu

k (W/mK)
Ha.~il

pengukuran

HDPE

0%

HDPE-Cu5%
HDPE-Cu 10%
HDPE-Cu 15%
HDPE-Cu20%
HDPE-Cu25%
HDPE-Cu30%

0,56%
1,18 %
1,86%
2,62%
3,46%
4,41 %

0,16
0,23
0,25
0,23
0,26
0,33
0,34

Model
Maxwell

Model ChengVachon

Model LewisNielsen

- 0,16

0,16

1,19
1,22
1,25
1,29
1,33
1,38

0,18

0,16
0,16

1.6

1.6

1.4

1 4

1.2

1.2

0,19

0,17
0,17
0,17
0,18
0,18

0,19
0,20
0,21
0,22

-1

-1

E
-0.8

~
~

~
~ 0.6

0.8
0.6
0.4

0.4

0.2

0.2

0
0

0
0

10

fraksi
fraksi

volume

15
volume

Cu

AI203

Gombar 1. Hubunganantara fraksi volume AI'O3 terhadap


konduktivitas panas bahankompositHDPE AI.O3

dengan15% beratdikarenakanbahanpenggandeng
(3-APT) yang melingkupi partikel AI2O, atau Cu
dapatmenghambataliranpanas.
3. Dari pendekatan ketiga model teoritis yang
digunakan,model ChengVachonlebih mendekati
hasil pengukurankonduktivitaspanas,baik untuk
kompositHDPE-AI2O,dankompositHDPE-Cu.

DAFTAR PUSTAKA
[1]. HOLMAN, J.P.,JASJFI,E.,PerpindahanKalor,
edisi6,Erlangga,Jakarta,(1994).

Gambar2. Hubunganantarafraksi volume Cu terhadap


konduktivitas panasbahankomposit HDPE.Cu

[2J. MANLEY, T.R., QAYYUM, M.M., The Effect of


Varying Peroxide Concentration in Crosslinked
Linear Polyethylene,Pol., 12 (3) (1971) 176-188.
SCRAGER, M., The Effect of Spherical Inclusion
on the Ultimate Strength of Polymer Composites,
J. AppI. Pol., 27 (1978)2379-2381
[4]. DANUSSO, F., TIEGHI, G., Strength versus
Composition of Rigid Matrix Particulate
Composites,Pol., 27 (1994) 1385-1390
TAVMAN,
I.H., Thermal and Mechanical
[5].
Properties of CopperPowder Filled Poly(ethylene)
Composites,Powder Tech.,91 (1997) 63-67
239

Pro.~idingPertemuanlbniah llmu Pengetahuandan TeknologiBahan 2002


Serpong,22 -23 Oktoher2002

[6]. BAJAJ, P., iliA, N.K., KUMAR, R.A., "Effect of


Coupling Agent on the Mechanical Properties of
Mica/Epoxy and Glass Fiber/Mica/Epoxy
Composites", J. Appl. Pol. Sci., 44 (1992)
1921-1930

[7].

ISSN1411-2213

AGANI, Y, UNO, T.,"Estimation on Thennal Conductivities of Filled Polymer", J. Appl. Pol. Sci.,

32(1997)5705-5712
[8]. LU, X., XU, G., "Thermally Conductive Polymer
Compositesfor Electronic Packaging",J. Appl. Pol.
Sci.,65 (1997)2733.2738.

LAMPIRAN
REM PERHITUNGANKONDUKTIVITAS PANAS KOMPOSIT
REM MENGGUNAKAN
MODELMAXWELL, CHENG-VACHON,DAN LEWIS-NIELSEN
CLS
INPUT " FRAKSI VOLUME PENGISI

=";

FV

KP = .1387
'KONDUKTIVITAS PANAS POLIMER SEBAGAI MATRIKS
KM = 340.56
'KONDUKTIVITAS BAHAN PENGISI (Cu)
PRINT "MODELMAXWELL"
KCM = (KM + 2 * KP + 2 * FV * (KM -KP))
/ (KM + 2 * KP -2 * FV *
KP) )
PRINT "KC ="; KCM; "KKAL/JmC";
PRINT "MODEL CHENG-VACHON"
B ~ (3 * FV / 2) " .5
C = 4 *

t2

3 /

FV) "

KCM * 1.16;

"W/mK"

.5

P1 = (C * (KM -KP)
* (KP +
P2 = (KP + B * (KM -KP))
"
P3 = (KP + B * (KM -KP))
"
KC1 = 1 / P1 * LOG(P2 / P3)
KCC = 1 / KC1
PRINT "KC =";

"=";

KCC; "KKAL/JmC";

B * (KM -KP)))
" .5
.5 + (B / 2) * (C * (KM -KP))
.5 -(B
/ 2) * (C * (KM -KP))
+ (1 -B)
/ KP
"=";

KCC * 1.16;

"W/mK"

PRINT "MODEL LEWIS-NIELSEN"


A = 1.5
PM = .637
BETHA = (KM / KP -1)
/ (KM / KP + A)
PSI = 1 + (1 -PM) / PM " 2 * FV
KCL = KP * (1 + A * BETHA * FV) / (1 -BETHA * FV * PSI)
PRINT "KC ="; KCL; "KKAL/JmC"; "=";
KCL * 1.16; "W/mK"
END

240

"
"

.5
.5

(KM-