Anda di halaman 1dari 31

PROPOSAL MANAGEMENT PROYEK

PEMBUATAN JARINGAN SISTEM UJI KOMPETENSI


GURU OLEH DINAS PENDIDIKAN
Di Ajukan sebagai tugas Mata Kuliah Riset Operasional yang diampu oleh
Bapak Hendroyono Dwi P, S. kom

Disusun Oleh :
1. Mutiah Nafar Amaliah

(2014150083)

2. Gustiani Salimah

(2014150088)

3. Fitri syukriasari

(2014150097)

4. Ahmad Husain

(2014150101)

5. Luqman

(2014150105)

Teknik Informatika 01 / Semester IV

Prodi teknik informatika


Fakultas teknik dan ilmu komputer
UNIVERSITAS SAINS AL-QURAN (UNSIQ)
JAWA TENGAH DI WONOSOBO
2016

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
segala limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada

kami sehingga dapat

menyelesaikan makalah ini yang berjudul Pembuatan Jaringan Sistem Ujian


Kompetensi Guru.
Kami menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini tidak lepas dari
bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan
rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
membantu dalam pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih dari
jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Namun demikian,
kami telah berupaya dengan segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki
sehingga dapat selesai dengan baik dan oleh karenanya, kami dengan rendah hati
dan dengan tangan terbuka menerima masukan,

saran dan usul guna

penyempurnaan makalah ini.


Akhirnya kelompok kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi seluruh pembaca.

Wonosobo, 27 Juni 2016

2|Page

BAB I
PENDDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru harus memiliki kualifikasi
akademik minimum sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV), menguasai
kompetensi (pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian), memiliki
sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan
untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Guru mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesional. UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mendefinisikan
bahwa profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh
seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan
keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau
norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Sebagai tenaga
profesional, guru dituntut untuk selalu mengembangkan diri sejalan dengan
kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Kondisi dan situasi yang ada menjadi sebab masing-masing guru
memiliki perbedaan dalam penguasaan kompetensi yang disyaratkan. Untuk
mengetahui kondisi penguasaan kompetensi seorang guru harus dilakukan
pemetaan kompetensi guru melalui uji kompetensi guru. Uji kompetensi guru
(UKG) dimaksudkan untuk mengetahui peta penguasaan guru pada
kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Peta penguasaan
kompetensi guru tersebut akan digunakan sebagai dasar pertimbangan dalam
pemberian program pembinaan dan pengembangan profesi guru. Output
UKG difokuskan pada identifikasi kelemahan guru dalam penguasaan
kompetensi pedagogik dan profesional.

3|Page

UKG wajib diikuti semua guru dalam jabatan baik guru PNS maupun
bukan PNS. Pelaksanaan UKG melibatkan berbagai instansi antara lain
BPSDMPK-PMP, LPMP, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Agar
seluruh instansi yang terlibat dalam pelaksanaan UKG memiliki pemahaman
yang sama tentang mekanisme pelaksanaan UKG, maka perlu disusun
informasi yang lengkap tentang mekanisme pelaksanaan UKG tahun 2012.

B. RUMUSAN MASALAH
a. Bagaiamana Uji Kompetensi Guru bisa dilaksanakan serentak dari segi
efisiensi waktu dan tenaga ?
b. Bagaimana UKG bisa dilaksanakan dengan nilai yang tidak berubahubah?
c. Bagaimana UKG sebagai sarana pengefektifan kelulusan yang cepat?
d. Bagaimana UKG agar tidak ada kecurangan?

C. TUJUAN MASALAH
A. Pemetaan penguasaan kompetensi guru (kompetensi pedagogik dan
profesional)

sebagai

dasar

pertimbangan

pelaksanaan

program

pembinaan dan pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan


pengembangan keprofesian berkelanjutan.
B. Sebagai entry point penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol
pelaksanaan penilaian kinerja guru. Program pengembangan keprofesian
berkelanjutan dan penilaian kinerja guru wajib dilakukan setiap tahunnya
sebagai persyaratan untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru.
C. Membangun sebuah jaringan komputer yang dapat memberikan
kemudahan teknologi dan informasi yang berkaitan dengan Uji
Kompetensi Guru. Proyek ini dimulai dengan menganalisis proses sistem
yang ada, membuat perancangan arsitektur jaringan komputer yang akan
digunakan, perancangan sistem, pengujian jaringan, sampai implementasi
dan pemasangan komputer server maupun client.

4|Page

Proyek ini akan

dikerjakan selama 9 bulan dengan estimasi total biaya yang diperlukan


sebesar Rp. 625.741.500.

D. MANFAAT
Manfaat dari perancangan jaringan komputer ini adalah sebagai
berikut :
1. Dapat mengetahui penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol
pelaksanaan penilaian kinerja guru.
2. Dapat mempertimbangan pelaksanaan program pembinaan dan
pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan pengembangan
keprofesian berkelanjutan.
3. Dapat membangun sebuah jaringan komputer yang dapat memberikan
kemudahan teknologi dan informasi yang berkaitan dengan Uji
Kompetensi Guru.

E. METODOLOGI
1. Project Evaluation and Review Tecnique (PERT)
Kompleksitas sebuah pengelolaan proyek, membutuhkan identifikasi
dan pemetaan atas rangkaian kegiatan yang bisa saja harus dilakukan
secara serial (berurutan) atau dapat dilakukan secara paralel. Pemetaan
ini dapat disusun dalam bentuk model jaringan.
2. Critical Path Method (CPM)
Kegiatan proyek yang digambarkan dalam bentuk jaringan. Kegiatan
yang digambarkan sebagai titik pada jaringan dan peristiwa yang
menandakan awal atau akhir dari kegiatan digambarkan sebagai busur
atau garis antara titik. secara sederhana bermaksud untuk membuat
schedule yang berukuran besar pada proyek besar menjadi schedule yang
lebih kecil. Secara logika kita pahami bahwa schedule yang lebih kecil
berarti schedule tersebut lebih managable atau dapat lebih mudah untuk
dikelola. Inilah intinya peran konsep ini dalam mengatasi kompleksitas
proyek yang besar. Contoh : Membagi seluruh pekerjaan menjadi

5|Page

beberapa kelompok yang dapat dikatakan sejenis. Lalu menentukan


lamanya pekerjaan , hubungan keterkaitan antara kelompok ,kemudian
melihat bagian pekerjaan yang kritis didasari hubungan yang saling
terkait, dan terakhir membandingkan durasi total pekerjaan dengan watu
yang dibutuhkan.
3. Crashing
Merupakan suatu metode untuk mempersingkat lamanya waktu proyek
dengan mengurangi waktu dari satu atau lebih aktivitas proyek yang
penting menjadi kurang dari waktu normal aktivitas, tindakan untuk
mengurangi durasi keseluruhan proyek setelah menganalisa alternatif alternatif

yang

ada

(dari

jaringan

kerja).

Bertujuan

mengoptimalisasikan waktu kerja dengan biaya terendah

6|Page

untuk

BAB II
ANALISIS PERUSAHAAN
A.

B.

Profil Dinas Pendidikan Kab. Wonosobo


a.

Nama Perusahaan : Dinas Pendidikan Kab. Wonosobo

b.

Alamat Perusahaan : Jl. S. Parman No.8 Wonosobo

c.

Telephone : (0286)321078

d.

Email

: datadikwsb@gmail.com

Kebijakan Pembangunan Pendidikan Kab. Wonosobo


1.

Pemerataan dan perluasan akses pendidikan

2.

Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan

3.

Peningkatan tata kelola dan pencitraan publik

4.

Memperluas akses layanan pendidikan , pemuda dan olah ragakepada


semua lapisan masyarakat.

5.

Penerapan SPM dalam semua jalur, jenis dan satuan pendidikan.

6.

Mengakomodasikan semua potensi dari berbagai aspek pendidikan,


kepemudaan dan olahraga secara sinergis.

7.

Penentuan skala prioritas dalam pencapaian target pemenuhan


kebutuhan pembangunan pendidikan, pemuda dan olah raga

C.

Strategi Dinas Pendidikan Kab. Wonosobo


1.

Perluasan kesempatan memperoleh layanan pendidikan.

2.

Peningkatan kualitas pendidikan.

3.

Penerapan

kurikulum

yang

berbasis

kompetensi

dengan

memperhatikan keunggulan daerah.


4.

Peningkatan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan tenaga


kependidikan.

5.

Pengembangan

potensi

penanaman sifat kompetitif.

7|Page

kepemudaan

dan

keolahragaan

serta

6.

Mensinergikan masyarakat peduli pendidikan dalam mewujudkan


pendidikan yang maju & mandiri.

7.

Penerapan profesionalitas birokrasi dalam memberika pelayanan yang


optimal.

D. Tujuan Dinas Pendidikan Kab. Wonosobo


1.

Mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, dan merata dengan


biaya yang terjangkau;

2.

Terselenggaranya

satuan

pendidikan

yang

memenuhi

standar

pelayanan minimal;
3.

Terwujudnya keterkaitan dan kesepadanan antara dunia pendidikan


dan dunia usaha

4.

Tercukupinya kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan.

5.

Tewujudnya kesejahteraan tenaga kependidikan yang memadahi.

6.

Berkembangnya potensi kegiatan kepemudaan dan keolahragaan


secara kompetitif.

7.

Adanya hubungan sinergis antara lembaga pemerintah dengan


masyarakat dalam mengembangkan pendidikan, kepemudaan dan olah
raga.

8.

E.

Tercapainya kinerja aparatur yang responsif, bersih dan berwibawa.

Misi Dinas Pendidikan Kab. Wonosobo


1.

Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh


pendidikan yang terjangkau, bermutu dan berdaya saing bagi seluruh
masyarakat;

2.

Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi warga secara


utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan
masyarakat belajar;

8|Page

3.

Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prose pendidikan untuk


mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral;

4.

Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan


sebagai

pusat

pembudayaan

ilmu

pengetahuan,

keterampilan,

pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global;


5.

Meningkatkan upaya pembinaan dan pengembangan pendidikan non


formal,

pemuda

dan

olah

raga

secara

professional

dan

berkesinambungan
6.

Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan


pendidikan, kepemudaan dan olah raga yang terjangkau, bermutu,
berkualitas dan berdaya saing

F.

Visi Dinas Pendidikan Kab. Wonosobo


Terwujudnya system pendidikan sebagai perantara sosial yang kuat dan
berwibawa untuk memberdayakan semua warga masyarakat agar
berkembang menjadi manusia yang cerdas dan kompetitif.

G.

Bagan Organisasi Dinas Pendidikan Kab. Wonosobo

9|Page

H.
1.

Analisis SWOT
Lingkungan Internal
KEKUATAN/STRENGTHS (S)
a.

Animo masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD)


semakin meningkat;

b.

Banyak bermunculannya lembaga-lembaga PAUD yang didirikan oleh


masyarakat;

c.

Capaian APK/APM pada jenjang SD/sederajat dan SMP/sederajat


yang berdasarkan hasil evaluasi internal dinas pendidikan sudah diatas
rata-rata capaian nasional dan provinsi;

d.

Adanya peningkatan yang cukup signifikan terhadap capaian


APK/APM pada jenjang pendidikan menengah (SMA/sederajat),
terutama dalam dua tahun terakhir;

e.

Lulusan SD/sederajat, SMP/sederajat, SMA/sederajat dari tahunketahun semakin meningkat;

f.

Proporsi SMK terhadap SMA mendekati proporsi ideal, yaitu 60:50;

g.

Penduduk melek aksara sudah mencapai angka 97,10%;

h.

Adanya peningkatan kualifikasi akademik PTK, baik pada jenjang


PAUD, Dikdas, maupun Dikmen.

KELEMAHAN/WEAKNESSES (W)
a.

Tingkat capaian APK PAUD, berdasarkan hasil evaluasi internal,


masih dibawah capaian rata-rata nasional dan provinsi;

b.

Kepastian dalam memperoleh pendidikan dasar yang berkualitas


belum dapat diwujudkan sepenuhnya;

c.

Ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, dan layanan pendidikan


menengah masih belum memadai;

d.

Layanan pendidikan keaksaraan fungsional bagi orang dewasa belum


sepenuhnya dapat menjangkau penduduk yang belum melek aksara;

e.

Peningkatan kualifikasi akademik PTK, baik pada jenjang PAUD,


Dikdas, maupun Dikmen belum sesuai dengan kebutuhan yang ada.

10 | P a g e

2.

Lingkungan Eksternal
PELUANG/OPPORTUNITIES (O)
a.

Komitemen pemimpin daerah dalam menjamin ketersediaan layanan


pembangunan pada sektor pendidikan untuk semua jenjang dan jenis
pendidikan, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan
menegah universal (pendidikan menengah);

b.

Adanya komitmen pemerintah daerah yang menetapkan pembangunan


sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan
lima tahun mendatang;

c.

Semakin meningkatnya daya dukung anggaran dari pemerintah pusat


(APBN), provinsi (APBD Provinsi), maupun kabupaten (APBD
Kabupaten)

dalam

memenuhi

perluasan

daya

tampung

dan

peningkatan mutu pendidikan;


d.

Semakin besarnya perhatian pemerintah pusat dan provinsi dalam


meningkatkan kualifikasi akademik pendidik agar sesuai dengan
standar nasional pendidikan (SNP);

e.

Kepedulian masyarakat dalam DUDI terhadap pembangunan sektor


pendidikan melalui program CSR (corporate social responsibility)-nya
dari tahun ke tahun semakin meningkat, baik secara kualitatif maupun
kuantitatif;

f.

Kepedulian serta partisipasi masyarakat semakin meningkat terhadap


dunia pendidikan;

g.

Adanya kebijakan pemerintah pusat terhadap bantuan operasional


sekolah (BOS), baik untuk tingkat pendidikan dasar maupun
menengah;

h.

Adanya peningkatan koordinasi dan sinergitas antarfungsi baik di


internal maupun internal dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.

11 | P a g e

ANCAMAN/THREATS (T)
a.

Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun semakin meningkat;

b.

Pada jenjang dikmen khususnya SMK, antara kompetensi lulusan


dengan dunia kerja (pelung kerja) masih kurang relevan;

c.

Aksesisibilitas penyelenggraan pendidikan pada jenjang menengah


masih belum merata; d. Angka kemiskinan relatif tinggi

d.

Masih terdapat perusahan yang merekrut karyawan/karyawatinya pada


penduduk yang masih usia sekolah;

e.

Dalam hal kebijakan pengupahan, DUDI masih memperlakukan sama


antara karyawan yang lulusan pendidikan menengah dengan lulusan
yang ada di bawahnya

I. Pelaksanaan Proyek dan Tugas


Pada proyek ini akan dilaksanakan oleh:
1. Ahmad Husain

Analisa rancangan

Merancang jaringan

Mengerimping dan menentukan IP address, subnetmask

Memasang konektor dan memasang kabel ke komputer

2. Luqman

Analisa rancangan

Menyediakan alat dan bahan yang dibutuhakan

Mengukur dan memotong panjang kabel yang dibutuhkan

Merakit komputer

3. Gustiani Salimah

Analisa rancangan

Menginstall aplikasi pada komputer

Menguji komputer

4. Mutiah Nafar Amalia

12 | P a g e

Analisa rancangan

Menguji hasil rancangan keseluruhan

Dokumentasi

5. Fitri Syukriasari

13 | P a g e

Mendesain dan merancang web UKG

Menguji web yang sudah dibuat

Simulasi dan sosialisasi

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Manajemen Proyek
a. Pengertian Manajemen
Manajemen proyek terdiri dari dua kata yaitu Manajemen dan Proyek. Menurut
Hughes dan Cotterell (2002, p8) Manajemen meliputi kegiatan merencanakan,
mengorganisasi,
mencari
sumber
daya,
memberi
instuksi,
memantau
kemajuan,mengontrol, memiliki inovasi dan merepresentasi.
Manajemen adalah suatu proses perencanaan pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber
daya organisasi lainnya agar tercapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Dari beberapa pendapat di atas, maka disimpulkan bahwa manajemen itu adalah
proses
perencanaan,
pengaturan,
pengkontrolan,
dan
pengkoordinasian
kegiatankegiatan kerja dan penggunaan sumber daya agar tercapainya suatu hasil
dan tujuan yang diinginkan.
b.

Pengertian Proyek

Menurut Hughes dan Cotterell (2002, p2) Proyek dapat diasumsikan


sebagai sesuatu yang besar untuk ditentukan bagaimana cara untuk menyelesaikan
suatu pekerjaan.
Beberapa karakteristik proyek dapat disimpulkan antara lain :
1. Pekerjaan yang tidak rutin dilibatkan
2. Diperlukan perencanaan
3. Objektif yang spesifik dapat dillihat atau produk yang spesifik dapat dibuat
4. Pekerjaan diselesaikan oleh beberapa orang
5. Pekerjaan diselesaikan dalam beberapa fase
6. Sumber daya yang dapat digunakan dalam proyek dibatasi
7. Proyek itu besar dan kompleks
Menurut Schwalbe (2004, p4) proyek adalah suatu usaha yang bersifat sementara
untuk menghasilkan suatu produk atau layanan yang unik. Proyek normalnya melibatkan
beberapa orang yang saling berhubungan aktivitasnya.
Menurut Schwalbe ( 2004, pp4-5) atribut suatu proyek antara lain :
1. Sebuah proyek memiliki tujuan yang khusus. Proyek harus menghasilkan suatu produk
khusus, layanan dan hasil akhir
2. Proyek bersifat sementara. Proyek memiliki awal dan akhir yang jelas

14 | P a g e

3. Proyek membutuhkan sumberdaya yang didapat dari berbagai area. Sumberdaya dapat
berupa hardware, softwaredan sumberdaya lainnya yang dilakukan oleh pengguna sistem
tersebut
4. Proyek harus memiliki pelanggan utama (primary customer)atau sponsor.
5. Proyek melibatkan ketidakpastian, karena setiap proyek bersifat unik sehingga
sangat sulit untuk menentukan objektifitas proyek, mengestimasi waktu dan biaya
proyek.
Menurut Schwalbe (2004, pp5-6) setiap proyek memiliki batasan yang berbeda
terhadap ruang lingkup, waktu dan biaya yang biasanya disebut sebagai triple
constraint(tiga kendala). Seperti itu pula seorang project manager harus memperhatikan
hal-hal penting dalam manajemen proyek :
1. Ruang lingkup ( scope ) : apa yang ingin dicapai dalam proyek, produk atau
layanan apa yang pelanggan harapkan dari proyek tersebut.
2. Waktu ( time ) : berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan
proyek dan bagaimana jadwal kegiatan proyek akan dilaksanakan
3. Biaya ( cost ) : berapa biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek
Dari beberapa beberapa pendapat di atas, maka disimpulkan bahwa proyek
adalah proyek bersifat sementara namun dibutuhkan sub-sub pekerjaan dalam halhal waktu, biaya dan sumber daya yang dapat menunjang jalannya proyek agar
dapat menghasilkan produk atau hasil yang baik dan jelas.
c.

Pengertian Manajemen Proyek

Menurut Hughes dan Cotterell (2002, pp8-9), Manajemen proyek adalah suatu cara
untuk menyelesaikan masalah yang harus dipaparkan oleh user, kebutuhan user
harus terlihat jelas dan harus terjadi komunikasi yang baik agar kebutuhan user
bisa diketahui.
Menurut Schwalbe (2004, p8) Manajemen Proyek adalah aplikasi pengetahuan,
keahlian, peralatan dan teknik untuk kegiatan proyek yang sesuai dengan
kebutuhan proyek.
Sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa manajemen proyek adalah cara
mengorganisir dan mengelola sumber penghasilan yang penting untuk
menyelesaikan proyek. (http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_proyek)
Dari beberapa pendapat diatas, maka disimpulkan bahwa manajemen proyek
adalah kegiatan merencanakan, mengatur, mengkoordinasikan seluruh sumber daya,
biaya, waktu untuk menghasilkan suatu hasil yang bersifat sementara atau suatu produk
yang unik dan sesuai dengan kebutuhan yang diminta.
Adapun perbedaan antar manajemen proyek sistem informasi dan teknologi
informasi adalah :
Manajemen proyek sistem informasi ditekankan pada tiga faktor, yaitu : manusia,
masalah dan proses. Dalam pekerjaan sistem informasi faktor manusia sangat berperan
15 | P a g e

penting dalam suksesnya manajemen proyek. Pentingnya faktor manusia dinyatakan


dalam model kematangan kemampuan manajemen manusia (a people
managementcapability maturity model/ PM-CMM)
yang
berfungsi
untuk
meningkatkan kesiapan organisasi perangkat lunak (sistem informasi) dalam
menyelesaikan masalah dengan melakukan kegiatan menerima, memilih, kinerja
manajemen, pelatihan, kompensasi, pengembangan karier, organisasi dan rancangan
kerja serta pengembangan tim.
(www.ilkom.unsri.ac.id/dosen/hartini/materi/IIIManajemenPSI.pdf)
Sedangkan teknologi informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah
teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa
manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima
sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas sebarannya dan
lebih lama penyimpanannya. (http://id.wikipedia.org/wiki/TeknologiInformasi)
Maka dari itu disimpulkan bahwa, manajemen proyek teknologi informasi adalah
merencanakan, menyusun, mengorganisasikan seluruh sumber daya, waktu, dan
biaya untuk membuat suatu rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi
kepada penerima akan lebih cepat, lebih luas sebarannya dan lebih lama
penyimpanannya.

B. Critical Path Method(CPM)


Menurut Schwalbe (2004,p196), pengertian Critical Path Method atau juga
disebut critical path analysis adalah tehnik analisis jaringan kerja proyek yang
digunakan untuk memprediksi durasi total proyek. Jalur kritis untuk sebuah proyek
adalah rangkaian aktivitas yang menentukan waktu tercepat yang digunakan untuk
menyelesaikan suatu proyek.
Adapun pendapat lain menyebutkan,Critical Path Methodyang dikenal dengan
CPM adalah perhitungan matematika yang berbasiskan algoritma untuk menjadwalkan
satu set aktivitas proyek. Ini merupakan alat yang penting bagi manajemen proyek yang
efektif. Teknik yang penting dalam menggunakan CPM adalah untuk suatu model
proyek yang meliputi sebagai berikut :
1. Daftar semua aktivitas yang diperlukan untuk meyelesaikan suatu proyek
2. Durasi waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu proyek
3. Ketergantungan antar aktivitas
CPM menghitung alur yang terpanjang dari aktivitas yang sudah terencana
sampai akhir suatu proyek dan waktu tercepat dan terlama dari aktivitas itu dimulai dan
diselesaikan. Proses ini menentukan aktivitas mana yang kritikal (memakan waktu yang
paling panjang) dan yang mempunyai total float(waktu yang tertunda tanpa membuat
proyek tersebut lebih lama) (http://en.wikipedia.org/wiki/Critical_path_method)
Representasi node criticalpathdapat dilihat pada gambar 2.3,

16 | P a g e

Gambar 2.3 Representasi Node Critical Path


(Sumber : http://www.mindtools.com/critpath.html)
Keterangan :
a = nomor node
b = ES (EarlyStart)
Waktu mulai paling awal dari suatu kegiatan
Mencari mulai dari titik start.
Ambil yang terbesar dari aktivitas yang masuk.
c = LS (LatestStart) :
Waktu paling akhir kegiatan boleh dimulai tanpa memperlambat proyek secara
keseluruhan
Mencari mulai dari titik finish
Ambil yang terkecil dari aktivitas yang keluar
Untuk representasi aktivitas pada criticalpath method, dapat dilihat pada gambar
2.4

Gambar 2.4 Representasi Aktivitas


(Sumber : http://www.mindtools.com/critpath.html)
Keterangan:
Kegiatan D :
Kegiatan D dimulai paling cepat (E.S) hari ke 4.
Rumus : ES = EF Duration (lama kegiatan)
Kegiatan D dimulai paling lambat (L.S) hari ke 18.

17 | P a g e

Rumus : LS = LF Duration (lama kegiatan)


Ada waktu sisa 18 4 hari = 14 hari.
Kegiatan D selesai paling cepat (E.F) hari ke 19.
Rumus : EF = ES + Duration(lama kegiatan)
Kegiatan D selesai paling lambat (L.F) hari ke 33.
Rumus : LF = LS + Duration(lama kegiatan)
Diagram criticalpath dapat dilihat pada gambar 2.5,

Gambar 2.5 Critical Path


(Sumber :http://www.mindtools.com/critpath.html)
Keterangan :
Aktivitas kritis digambarkan oleh:
Garis lurus
Garis saling berhubungan
Start: E.S
Finish: L.S
Sedangkan aktivitas non-kritis digambarkan oleh :
Garis putus-putus
Garis tidak saling berhubungan.
Start: E.S
Finish: L.F

Langkah-langkah :
Dimulai dari node startsampai berakhir di node finish. Mencari aktivitas yang tidak
memungkinkan adanya keterlambatan pengerjaan. Dimana selisih EF ES = durasi
dan selisih LF LS = durasi.

18 | P a g e

Maka jalur kritis atau criticalpathdari proyek diatas adalah B F L H - K


(garis merah)
Slack
Slackadalah selisih jadwal LS dan ES. Kegiatan dengan nilai slack = 0 adalah
kegiatan kritis. Rantai kegiatan kritis dari awal hingga akhir proyek adalah jalur
kritis.
Rumus : Slack = LS-ES
C. Pengertian PERT
PERT adalah alat management proyek yang digunakan untuk melakukan
penjadwalan, mengatur dan mengkoordinasikan bagian-bagian pekerjaan yang ada di
dalam suatu proyek. PERT yang memiliki kepanjangan Program Evaluasi Review
Technique adalah suatu metodelogi yang mengatur program misil. Sedangkan terdapat
metodelogi yang sama pada waktu bersamaan dikembangkan oleh sektor swasta yang
dinamakan CPM atau Critical Path Method. PERT pada awalnya didesain untuk industri
yang menghasilkan produk tidak standar dan mengalami perubahan teknologi yang cepat
sekali, seperti industr seperti industri pertahanan dan ruang angkasa, sehingga masalah
ketidakpastian dalam penyelesaian.
D. Pengertian Crashing
Dapat diartikan sebagai akselerasi proyek. Akselerasi merupakan pengurangan
waktu normal aktivitas. Akselerasi diperoleh dengan menyediakan lebih banyak sumber
daya (diukur dalam satuan mata uang), bagi aktivitas yang akan dikurangi waktunya.
Crashing Project merupakan suatu metode untuk mempersingkat lamanya waktu
proyek dengan mengurangi waktu dari satu atau lebih aktivitas proyek yang penting
menjadi kurang dari waktu normal aktivitas.
Crashing Project merupakan tindakan untuk mengurangi durasi keseluruhan
proyek setelah menganalisa alternatif-alternatif yang ada (dari jaringan kerja). Bertujuan
untuk mengoptimalisasikan waktu kerja dengan biaya terendah. Seringkali dalam
crashing terjadi trade-off, yaitu pertukaran waktu dengan biaya.
E. Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sekumpulan perangkat komputer yang saling
terhubung dan dapat saling bertukar data.
F.

Uji Kompetensi Guru

adalah sebuah kegiatan Ujian untuk mengukur kompetensi dasar tentang bidang
studi (subject matter) dan pedagogik dalam domain content Guru. Kompetensi dasar
bidang studi yang diujikan sesuai dengan bidang studi sertifikasi (bagi guru yang sudah
bersertifikat pendidik) dan sesuai dengan kualifikasi akademik guru (bagi guru yang
belum bersertifikat pendidik). Kompetensi pedagogik yang diujikan adalah integrasi
konsep pedagogik ke dalam proses pembelajaran bidang studi tersebut dalam kelas.

19 | P a g e

BAB IV
MANAGEMENT PROYEK

1.

RENCANA MANAGEMENT BIAYA


Proyek ini akan menggunakan metrik nilai yang diterima untuk melacak dan
mengelola biaya dan dasar biaya menyediakan dasar untuk pelaporan,
pelacakan, dan pengelolaan biaya. Baseline biaya untuk proyek membangun
Pembuatan Jaringan Sistem Uji Kompetensi Guru (UKG) meliputi semua
biaya yang dianggarkan untuk berhasil menyelesaikan proyek. Data
selengkapnya terdapat pada bagian.
BASELINE BIAYA
Jenis Pengerjaan

Max

Type

Fee

Project Manager

100%

Work

Rp. 90.000/hr

Anaalisis

100%

Work

Rp. 90.000/hr

100%

Work

Rp. 60.000/hr

Wiring 100%

Work

Rp. 75.000/hr

Server 100%

Work

Rp. 35.000/hr

Work

Rp. 35.000/hr

& 100%

Work

Rp. 50.000/hr

evaluasi, 100%

Work

Rp. 40.000/hr

Perancangan
Konfigurasi Server
Installasi
Network
Installasi

dan PC Client
Setting

router, 100%

swich dan hub


Simulasi
sosialisasi
Testing,

maintenance (web,
perangkat,
jaringan

20 | P a g e

dan

2.

RENCANA MANAGEMENT PEMBELIAN


Berdasarkan Cakupan Proyek, maka akan diperlukan rencana untuk
pengadaan pembelian kebutuhan proyek, berikut adalah baseline biaya
pembelian barang / alat-alat yang diperlukan :

No. Nama

Spesifikasi

Harga

Jumah

Harga Total

120 unit

Rp. 564.000.000

Rp. 550.000

5 unit

Rp. 2.750.000

Rp. 492800

5 Unit

Rp. 2.464.000

G Rp. 679.000

I Unit

Rp. 679.000

Barang
1

Acer

Core i3 3220

AXC600

3,3ghz, 2gb ddr

LCD 15"

3,500 gb SATA,
DVDRW,gigabite

Rp. 4.700.000

LAN, Intel
HD,K/B + mouse,
DOS
2

HP

Print, scan, copy

Deskjet
2050
3

TP - Link 24-port
Switch

10/100Mbps,

RackMou

Rockmount

nt

Switch, 19 Steel

TLSF1024 case
4

Linksys

Wireless

Wireless-

Broadband

G Router Router,802.11b/g,
[Wrt54gl-

54

Mbps,

with

As]

Linux,WEP. Wifi
Protected
Access(WPAPSK,

21 | P a g e

wpA2-

PSK),

wireless

MAC Filtering
5

HP

Xeon E3-1240v2, Rp.17.660.500

1 Unit

Rp.17.660.500

ProLiant

8gb

ML310eG

PC3-12800E

8 Server

DDR3

Port Rp 663.000

1 unit

Rp 663.000

TP - Link Wireless Modem, Rp.239.000

1 unit

Rp.239.000

(1x

8gb)

ECC,16

DVDROM, VGA
matrox

G200

16MB, GbE NIC,


Tower case, HDD
500gb

SATA

RAID
6

Mikrotik

Router

RB750GL

10/100/1000

- Lev.4
7

Speedy

1 Port LAN, 1

150Mbps

Port WAN

ADSL

TDW8151N
8

Belden

305 meters

Rp.1.099.000

5 roll

Rp. 5.495.000

OEM -64bit

Rp.1.664.000

19 unit

Rp. 31.616.000

Cable
UTP Cat.
5e
(1583A)
9

Windows
7
Profession
al

22 | P a g e

10

11

OS

Ubuntu

Server Free

(Open 1

Ubuntu

13.10 Version 64 Source)

Server 13

BIT

RJ 45

Connector

Rp 35.000

Free

(Open

Source)

5 box

TOTAL

Rp. 175.000
Rp. 625.741.500

Total anggaran yang digunaka dalam proyek ini sebesar


Rp. 625.741.500
Anggaran dari pemerintah dalam pembuatan proyek ini sebesar
Rp. 650.000.000

3. Metode CPM
a.

Langkah 1 dan 2
Kegiatan

No

Nama

Kegiatan

Jangka waktu

Kode

sebelumnya

(minggu)

Analisis rancangan

Analisis kebutuhan

Belanja kebutuhan

A, B

Instalasi perangkat

B, C

Instalasi jaringan

B, C

Desain web

Pembuatan web

D, F

Testing web, perangkat, dan jaringan

Evaluasi

G, H

10

Simulasi dan sosialisasi

H, I

11

Maintenance

12

Dokumentasi

J, K

13

UKG (finishing)

K, L

23 | P a g e

b.

Langkah 3 dan 4

c.

Langkah 5
Mengidentifikasi garis edar/jalur yang mungkin terjadi dari kejadian
dalam proyek, antara lain :

1-2-4-6-7-9-10-12-13

= 6+2+2+8+2+4+4+4

= 32

1-2-3-4-6-7-9-10-12-13

= 6+3+0+2+8+2+4+4+4

= 33

1-2-3-4-5-6-7-9-10-12-13

= 6+3+0+2+2+8+2+4+4+4

= 35

1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-12-13

= 6+3+0+2+2+8+3+0+4+4+4

= 36

1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13 = 6+3+0+2+2+8+3+0+4+4+0+4

= 36

1-2-3-4-6-7-8-9-10-12-13

= 6+3+0+2+8+3+0+4+4+4

= 34

1-2-3-4-6-7-8-9-10-11-12-13

= 6+3+0+2+8+3+0+4+4+0+4

= 34

1-2-3-4-6-7-9-10-11-12-13

= 6+3+0+2+8+2+4+4+0+4

= 33

1-2-4-5-6-7-9-10-12-13

= 6+2+2+2+8+2+4+4+4

= 34

1-2-4-5-6-7-8-9-10-12-13

= 6+2+2+2+8+3+0+4+4+4

= 35

1-2-4-5-6-7-9-10-11-12-13

= 6+2+2+2+8+2+4+4+0+4

= 34

1-2-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13

= 6+2+2+2+8+3+0+4+4+0+4

= 35

1-2-4-6-7-8-9-10-12-13

= 6+2+2+8+3+0+4+4+4

= 33

1-2-4-6-7-9-10-11-12-13

= 6+2+2+8+2+4+4+0+4

= 32

1-2-4-6-7-8-9-10-11-12-13

= 8+2+2+8+3+0+4+4+0+4

= 33

Jadi Waktu Proyeknya adalah 36 minggu dengan garis edar/jalur kritis


pada kejadian 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-12-13.

d.

Langkah 6
Perhitungan Forward pass dan backward pass dan Slack

24 | P a g e

Forward Pass

Backward Pass

Slack

Kejadian

ES

EF

LS

LF

*1-2

*2-3

2-4

*3-4

*4-5

11

11

4-6

11

11

13

*5-6

11

13

11

13

*6-7

13

21

13

21

*7-8

21

24

21

24

7-9

21

23

22

24

*8-9

24

24

24

24

*9-10

24

28

24

28

*10-12

28

32

28

32

*12-13

32

36

32

36

*kejadian pada jalur kritis (critical path)


4.

Metode PERT
a) Menentukan perkiraan waktu aktifitas (t) dan varian (v)
Estimasi Waktu (minggu)
Kejadian

1-2

4/9

2-3

1/9

2-4

1/9

3-4

4-5

1/9

4-6

1/9

5-6

1/9

6-7

12

14/9

25 | P a g e

7-8

1/9

7-9

1/9

8-9

9-10

4/9

10-12

4/9

12-13

4/9

b) Penentuan varian lamanya waktu proyek (vp)


Kejadian

ES

EF

LS

FS

1-2

4/9

2-3

1/9

2-4

1/9

3-4

4-5

11

11

1/9

4-6

11

11

13

1/9

5-6

11

13

11

13

1/9

6-7

13

21

13

21

14/9

7-8

21

24

21

24

1/9

7-9

21

23

22

24

1/9

8-9

24

24

24

24

9-10

24

28

24

28

4/9

10-12

28

32

28

32

4/9

12-13

32

36

32

36

4/9

Varian waktu Proyek (vp)


c) Penentuan rata-rata () dan varian ( 2 ) dari distribusi
tp = = 36 minggu
vp = 2 = 34/9 minggu

26 | P a g e

34/9

Dari dinas Pendidikan memberikan waktu kepada Developer untuk


menyelesaikan Proyek Pembuatan Jaringan Sistem Uji Kompetensi Guru
selama 40 minggu.
Sementara dari tim Developer memperkirakan dapat menyelesaikannya
Proyek ini selama 36 minggu
Maka dapat ditentukan probabilitas penyelesaian proyek adalah sebagai
berikut :
Z=
Z=

( )

= 2 = 9 = 1,95
34

(40 36)
1,95

= 2,05

P (x = 40 minggu)

= Ztabel + 0,5000
= 0,9798 + 0,5000
= 1,4798

5. Metode CRASHING
1. Komponen Waktu dan Biaya
Aktifitas

Durasi normal(m)

1-2
2-3
2-4
3-4
4-5
4-6
5-6
6-7
7-8
7-9
8-9
9-10
10-12
12-13

7
3
2
0
2
2
2
9
3
2
0
5
5
5

27 | P a g e

Durasi
akselerasi(a)
4
2
1
0
1
1
1
4
2
1
0
2
2
2

Biaya normal (s)

Biaya akselerasi

4.4 juta
4 juta
630 juta
0
1juta
500.000
1,3 juta
5,7 juta
850.000
550.000
0
1,8 juta
3,2 juta
3 juta

6 juta
5 juta
1 juta
0
1,5 juta
700.000
1,5 juta
7 juta
1,2 juta
800.000
0
2,4 juta
4,1 juta
3,6 juta

2. Total Waktu Akselerasi, Total Biaya Akselerasi, Dan Total Biaya

Akselerasi Per Unit Waktu


Untuk menetukan total waktu akselerasi, total biaya akselerasi, dan total
biaya akselerasi per unit waktu, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel Total Waktu Akselerasi, Total Biaya Akselerasi, Dan Total Biaya Per Unit Waktu.

Aktifitas
1-2
2-3
2-4
3-4
4-5
4-6
5-6
6-7
7-8
7-9
8-9
9-10
10-12
12-13

28 | P a g e

Total waktu
akselerasi
3
1
1
0
1
1
1
5
1
1
0
3
3
3

Total biaya
1,6 juta
1 juta
370.000
0
500.000
200.000
200.000
1,3 juta
350.000
250.000
0
600.000
900.000
600.000

Biaya akselerasi per


minggu
550.000
1 juta
370.000
0
500.000
200.000
200.000
260.000
350.000
250.000
0
200.000
300.000
200.000

3. Diagram Jaringan

Dari gambar diatas dapat di ketahui garis edar kritis terjadi pada aktivitas 1-23-4-5-6-7-8-9-10-12-13 dengan lama waktu proyek 34 minggu.

4. Aktifitas yang akan di Crash


Aktifitas
Total waktu akselerasi Total biaya
Biaya akselerasi per minggu
1-2
3
1,6 juta
550.000
2-3
1
1 juta
1 juta
3-4
0
0
0
4-5
1
500.000
500.000
5-6
1
200.000
200.000
6-7
5
1,3 juta
260.000
7-8
1
350.000
350.000
8-9
0
0
0
9-10
3
600.000
200.000
10-12
3
900.000
300.000
12-13
3
600.000
200.000
Dari table total waktu akselerasi, total biaya akselerasi, dan biaya akselerasi per
unit waktu. Maka beikut merupakan aktivitas yang memiliki biaya akselerasi per
minggu terkecil, sehingga akan dilakukan crash pada aktivitas ini dengan rincian
sebagai berikut :
1. Aktifitas 9 10 :
Dengan biaya akselerasi perunit waktu terkecil sebesar 200.000
terdapat di aktifitas 910
Dapat di percepat 3 minggu
Waktu normal Waktu akselerasi = 5 3 = 2 minggu
Lama waktu proyek setelah akselerasi 40 3 = 37 minggu
Biaya tambahan setelah akselerasi 200.000 x 3 = 600.000
2. Aktifitas 12 13 :
Dengan biaya akselerasi perunit waktu terkecil sebesar 200.000
terdapat di aktifitas 910
Dapat di percepat 3 minggu
Waktu normal Waktu akselerasi = 5 3 = 2 minggu
29 | P a g e

Lama waktu proyek setelah akselerasi 37 3 = 34 minggu


Biaya tambahan setelah akselerasi 200.000 x 3 = 600.000
5. Kesimpulan dalam crashing projek
Untuk waktu awal projek 40 minggu juga mengalami perubahan seperti :

Tabel Lama Waktu proyek Yang Telah Di Perbaharui


Aktivitas
9-10
12-13

Waktu Akselerasi
Yang Digunakan
3
3

Waktu Proyek
Setelah Akselerasi
37
34

Tabel Biaya tambahan


Aktivitas
9-10
12-13

30 | P a g e

Waktu Akselerasi
Biaya Akselerasi
Yang Digunakan
Per minggu
3
200.000
3
200.000
Total Biaya Tambahan Setelah Akselerasi

Jumlah Biaya
600.000
600.000
1.200.000

BAB V
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Dari uraian materi yang telah dijelaskan pada makalah ini maka dapat

kami simpulkan bahwa Uji kompetensi guru (UKG) dimaksudkan untuk


mengetahui peta penguasaan guru pada kompetensi pedagogik dan kompetensi
profesional. Peta penguasaan kompetensi guru tersebut akan digunakan sebagai
dasar pertimbangan dalam pemberian program pembinaan dan pengembangan
profesi guru. Manfaat dari perancangan jaringan komputer ini adalah :
1. Dapat mengetahui penilaian kinerja guru dan sebagai alat kontrol
pelaksanaan penilaian kinerja guru
2. Dapat

mempertimbangan

pelaksanaan

program

pembinaan

dan

pengembangan profesi guru dalam bentuk kegiatan pengembangan


keprofesian berkelanjutan.
3. Dapat membangun sebuah jaringan komputer yang dapat memberikan
kemudahan teknologi dan informasi yang berkaitan dengan Uji
Kompetensi Guru.

31 | P a g e