Anda di halaman 1dari 4

Finishing dan polishing

Polishing merupakan prosedur yang berfungsi untuk mengurangi atau


menghilangkan goresan-goresan yang terjadi dari proses pekerjaan sebelumnya.
Tujuan daripada polishing untuk menciptakan permukaan yang halus pada
gigi tiruan yang dibuat. Permukaan yang halus menyebabkan pengurangan adhesi
dari plak stain, kalkulus dan juga untuk mengingkatkan estetik daripada gigi
tiruan itu sendiri.
Penghalusan pertama dilakukan dengan alat abrasif yang kasar atau dapat
pula dilakukan dengan alat bur. Pemilihan alat abrasif yang lebih kasar pada
proses penghalusan pertama dimaksudkan untuk mempercepat pengikisan.
Selanjutnya goresan-goresan yang masih tersisa dihilangkan dengan
menggunakan alat abrasif yang lebih halus. Semakin halus alat abrasif, semakin
kecil partikel yang dilepaskan atau dipotong dari permukaan dan goresan yang
dihasilkan lebih halus.
Bahan abrasif ini terdiri dari:
1. Kapur
Merupakan salah satu bentuk mineral dari calcite. Kapur adalah abrasif
putih yang terdiri atas kalsium karbonat. digunakan sebagai pasta abrasif ringan
untuk memoles email gigi, lembaran emas, amalgam, dan bahan plastis.

2. Pumice
Merupakan bahan silika yang berwarna abu-abu muda. Biasanya
digunakan dalam bentuk pasir tetapi juga dapat ditemukan pada abrasif karet.
Kedua bentuk ini digunakan untuk memoles bahan plastik.
3. Pasir
Campuran partikel mineral kecil yang terutama terdiri atas silika.
diaplikasikan dengan tekanan udara untuk menghilangkan bahan tanam dari
logam campur pengecoran.
4. Cuttle
Merupakan bubuk putih calcareus yang digunakan untuk prosedur abrasi
yang halus seperti memoles tepi logam dan restorasi amalgam gigi.
5. Aluminium oxide
Abrasif sintetik kedua yang dikembangkan setelah silikon karbid.
Aluminium oxide berupa bubuk berwarna putih. dapat lebih keras daripada
korundum (alumina alami) karena kemurniannya. Aluminium oxide banyak
digunakan untuk merapikan email gigi, logam campur, maupun bahan keramik
Faktor-faktor yang meningkatkan abrasi yaitu kekuatan partikel abrasi
harus lebih kuat daripada permukaan yang diabrasi, ukuran daripada partikel
abrasif, semakin lebar permukaan maka akan menghasilkan goresan yang lebih
dalam daripada partikel yang lebih kecil, tekanan yang cukup selama prosedur
polishing dan finishing menyebabkan tingkat abrasif yang tinggi didasarkan pada

kedalaman pemotongan partikel abrasif pada permukaan,dan bahan lubrikan yang


digunakan, biasanya bahan yang digunakan adalah air. Bahan ini digunakan
dengan handpiece dan bur untuk mendinginkan gigi pada saat preparasi kavitas.
Selama finishing dan polishing, lubrikasi dianjurkan untuk mengurangi
pemanasan yang dihasilkan dari tindakan abrasif.
Remounting dan Selective Grinding
Prosedur flasking, packing dan

processing resin akrilik dapat

menghasilkan perubahan dimensi yang menyebabkan hubungan oklusi yang tidak


harmonis dan peninggian dimensi vertikal oklusal.
Hal tersebut dapat disebabkan oleh:
1.

Perubahan dimensi wax ketika penanaman kuvet (flasking)


2. Anasir gigi tiruan yang tertekan ke dalam bahan tanam akibat pengepresan
3.
4.

sewaktu pengisian akrilik.


Pemasangan bagian bagian kuvet yang tidak tepat
Sisa akrilik yang berlebih karena adonan resin akrilik terlalu elastis atau

5.

pengepresan yang kurang pada saat pengisian akrilik


Perubahan thermis pada saat polimerisasi resin akrilik
Remounting merupakan suatu prosedur pemasangan kembali gigitiruan ke

artikulator yang bertujuan untuk mengkoreksi hubungan oklusi yang tidak


harmonis dari gigi tiruan yang baru selesai diproses. Biasanya incisal guidance pin
dari artikulator tidak berkontak dengan incisal guidance table dan gigitiruan harus
digrinding untuk memperbaiki dataran bidang oklusi.

Selective grinding merupakan pengasahan permukaan oklusal gigitiruan


pada tempat tertentu untuk memastikan bahwa oklusi sentrik gigitiruan tepat
dengan hubungan rahang sentrik dan juga gigitiruan harus dalam kontak eksentrik
yang seimbang pada semua sisi. Merupakan salah satu tahap terpenting untuk
mencapai oklusi seimbang dari gigitiruan.
Oklusi yang seimbang memastikan bahwa tekanan akan jatuh merata
disetiap bagian lengkung rahang sehingga kestabilitan gigi tiruan dapat
dipertahankan ketika rahang bawah berada pada posisi sentrik maupun eksentrik.

1. Anusavice JK. Philips buku ajar ilmu bahan kedokteran gigi. Edisi 20.
2. Rudd Kd, Merrow RM, Rhoads JE. Dental laboratory procedures
removable partianl denture. 1nd ed. St Louis. CV Mosby Company
3. Zarb GA, Bolender CL, Hickey JC, Carlsson GE. Buku ajar prostodonti

untuk pasien tak bergigi menurut Boucher. Ed 10,Alih bahasa. Mardjono


D.Jakarta: EGC, 2001: