Anda di halaman 1dari 87

KD : 1

MENG-IDENTIFIKASI DAN PENJABARAN


FORMAT AUDIO DIGITAL
TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Mempelajari sifat-sifat dan karakteristik audio analog dan audio digital
2. Mendefinisikan karakter audio (amplitudo, sound wave, frekuensi, mono, stereo)
3. Menjelaskan fungsi-fungsi dari karakter audio (amplitudo, sound wave, frekuensi, mono,
stereo) dalam menghasilkan kualitas suara
4. Mempelajari format penyimpanan file audio digital
5. Menjelaskan fungsi dari model format penyimpanan audio digital
6. Memperinci rate data untuk sumber digital besar
7. Mempelajari teknologi MIDI dalam menghasilkan audio digital
OBJECTIVES OF LEARNING
1. Studying the properties and characteristics of analog audio and digital audio
2. Defining audio character (amplitude, sound wave, frequency, mono, stereo)
3. Explain the functions of the audio character (amplitude, sound wave, frequency, mono, stereo) the sound
quality
4. Studying digital audio file storage format
5. Describe the function of models of digital audio storage format
6. Specifies the data rate for the digital source
7. Studying the MIDI technology to produce digital audio
URAIN MATERI

Suara adalah
fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda
getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara
kontinyu terhadap waktu

Gambar 1. Gelombang Suara


A sound wave represented as a visual waveform
A. Zero line
B. Low-pressure area
C. High-pressure area

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

KARAKTER AUDIO
KONSEP DASAR
Bentuk gelombang yang berulang-ulang pada waktu tertentu disebut suatu periode. Suatu bentuk
gelombang yang tidak menghasilkan suara yang periodik sama seperti sebuah noise.
Frekuensi dari suatu suara adalah banyaknya periode gelombang dalam waktu satu detik (Hz).
Frekuensi suara manusia = 20 Hz 20 KHz.
Jenis-jenis frekuensi :
Infra-sound = 0 20 Hz
Ultra-sound = 20 KHz 1 GHz
Hyper-sound = 1 GHz 10 THz
Amplitude adalah tinggi suatu gelombang yang mengisyaratkan besar kecilnya suara yang
dihasilkan.
BASIC CONCEPTS
Waveform repeated at a certain time called a period. A waveform that does not produce the same sound as a
periodic noise.
The frequency of a sound wave is the number of periods in one second (Hz). The human voice frequency = 20
Hz -20 KHz.
The types of frequency:
Infra-sound
= 0-20 Hz
Ultra-sound = 20 KHz - 1 GHz
Hyper-sound = 1 GHz - 10 THz
Amplitude is the height of a wave which suggests the size of the sound produced.
FORMAT FILE AUDIO DIGITAL
Audio Digital menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi suaranya. Sebagai proses
digitalisasi terhadap format rekaman music analog, lagu atau musik digital mempunyai beraneka
ragam format yang bergantung pada teknologi yang digunakan, yaitu :
MP3
MP3 (MPEG, Audio Layer 3) menjadi format paling populer dalam
musik digital. Hal ini dikarenakan ukuran filenya yang kecil dengan
kualitas yang tidak kalah dengan CD audio. Format ini dikembangkan
dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps,
file MP3 sudah berkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3menawarkan kualitas yang sama dengan bitrate setengah dari MP3. MP3 Pro kompatibel dengan
MP3. Pemutar MP3 dapat memainkan file MP3 Pro-namun kualitas suaranya tidak sebagus peranti
yang mendukung MP3 Pro.
WAV
WAV merupakan standar suara di Windows. Awalnya hasil ripping dari CD direkam
dalam format ini sebelum dikonversi ke format lain. Namun sekarang tahap ini sering
dilewati karena file dalam format ini biasanya tidak dikompresi dan karenanya
berukuran besar.
AAC

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

AAC adalah singkatan dari Advanced Audio Coding. Format ini merupakan bagian standar Motion
Picture Experts Group (MPEG), sejak standar MPEG-2 diberlakukan pada tahun
1997. Sample rate yang ditawarkan sampai 96 KHz-dua kali MP3. Format ini
digunakan Apple pada toko musik online-nya, iTunes. Kualitas musik dalam
format ini cukup baik bahkan pada bitrate rendah. iPod, pemutar musik digital
portabel dari Apple, adalah peranti terkemuka yang mendukung format ini.
WMA
Format yang ditawarkan Microsoft, Windows Media Audio (WMA) ini disukai para
vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management
(DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal yang sangat
ditakuti oleh studio musik saat ini. Kelebihan WMA lainnya adalah kualitas musik
yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC. Format ini cukup populer dan didukung
oleh peranti lunak dan peranti keras terbaru pada umumnya.
Ogg Vorbis
Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis.
Format lain yang disebutkan di atas umumnya dipatenkan dan
pengembang peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar
lisensi untuk produk yang dapat memainkan file dengan format terkait.
Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada
bitrate rendah dibandingkan format lain. Peranti lunak populer, Winamp dan pelopor pemutar MP3
portabel Rio sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Walaupun demikian dukungan
peranti keras terhadap format ini masih jarang.
Real Audio
Salah satu format yang biasa ditemukan pada bitrate rendah. Format dari
RealNetworks ini umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Pada bitrate
128 kbps ke atas RealAudio menggunakan standar AAC MPEG-4.
MIDI
Format audio satu ini lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthezer atau
peranti elektronik lainnya, tetapi tidak cocok untuk hasil konversi dari suara analog
karena tidak terlalu akurat. File dengan format ini berukuran kecil dan sering
digunakan dalam ponsel sebagai ringtone.
Digital audio uses digital signals in the voice reproduction. In the process of digitizing the analog music
recording format, song or have a wide range of digital music formats that depend on the technology used,
they are:
MP3
MP3 (MPEG Audio Layer 3) is the most popular format in digital music. This is because a smaller file size
with quality not inferior to an audio CD. The format was developed and patented by the Fraunhofer Institute.
With a bitrate of 128 kbps, MP3 files are of good quality. But the successor to MP3 Pro-MP3-format offers
the same quality with half the bitrate of MP3. MP3 Pro is compatible with MP3. The MP3 player can play
MP3 files Pro-but not as good as the sound quality device that supports MP3 Pro.
WAV
WAV is a sound de-facto standard in Windows. Originally result ripping of CDs recorded in this format

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

before being converted to another format. But now this step is often skipped because the file format is
compressed and therefore usually not large.
AAC
AAC stands for Advanced Audio Coding. This format is a standard part of the Motion Picture Experts Group
(MPEG), since MPEG-2 standard introduced in 1997. Sample rate is offered to 96 KHz or twice MP3. This
format is used Apple on its online music store, iTunes. The quality of music in this format pretty well even at
low bitrate. iPod, portable digital music player from Apple, is the leading devices support this format.
WMA
Format at Microsoft, Windows Media Audio (WMA) is the preferred vendor for support for online music
Digital Rights Management (DRM). DRM is a feature to prevent the piracy of music, it was feared by the
current music studio. Excess WMA music quality is better than MP3 or AAC. This format is quite popular
and is supported by software and the latest hardware in general.
Ogg Vorbis
Ogg Vorbis is the only file format that is open and free. Other formats mentioned above are generally
patented and software developer or hardware manufacturer must pay a license for a product that can play
the file associated with the format.
In terms of quality, excess Ogg Vorbis is a high quality at low bitrates than other formats. Popular software,
Winamp and pioneer Rio portable MP3 player supports this format in the models. Nevertheless, hardware
support for this format is still rare.
Real Audio
One format that is commonly found in low bitrate. The format of RealNetworks is commonly used in audio
streaming services. At 128 kbps bitrate up RealAudio using the standard MPEG-4 AAC.
MIDI
One audio format is better suited to the sound produced by synthezer or other electronic devices, but not
suitable for the conversion of the analog voice because terllu not accurate. Formatted files are small and are
often used in cell phones as a ringtone..

TEORI DASAR RECORDING


Disadari atau tidak, teknologi yang biasa kita nikmati saat ini tidak luput dari penemuanpenemuan pelopor pada zaman terdahulu.
Alat Phonograph yang ditemukan oleh Thomas Edison pada tahun 1877, merupakan ujung
tombak dimana suara sudah bias direkam kedalam suatu alat. Dengan tabung silinder (wax

cylinder) yang dibungkus oleh material yang halus seperti lilin yang merupakan media untuk dapat

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

merekam suara ke dalam satu media. Untuk melakukan play back, diperlukan alat yang seperti
jarum pada Phonograph yang diguratkan pada silinder tadi, dan akan menghasilkan getaran yang
secara mekanik akan menghasilkan suara pada corong Phonograph.
Pada tahun 1887 Emile Berliner, mengembangkan Phonograph menjadi Gramophone. Dengan
bentuk yang tidak begitu berubah, hanya system rekaman yang pada terdahulunya secara vertical,
pada saat itu diubah menjadi horizontal, yang membuat kedalaman alur silinder menjadi lebih
konstan. Sehingga bentuknya menjadi seperti CD (compact disc) yaitu flat, tidak lagi silinder dan
dinamakan gramophone record/phonograph record.

Magnetic recording diperkenalkan oleh Valdemar poulsen dengan menggunakan telegraphone


pada tahun 1898. Dengan menggunakan kekuatan magnet, media yang bergerak secara konstan
dengan kecepatan yang konstan pula melewati head perekam. Sinyal elektrik, yang secara analog
menjadi suara yang ingin direkam, melewati head dan menghasilkan pola magnet yang serupa
dengan sinyal yang menghasilkan suara yang lebih baik dari teknologi sebelumnya.

Tape recorder mulai diperkenalkan di Jerman tahun 1932. Titik awanya pada saat hari natal
1932, dimana British Broadcasting Corporation kali pertama dengan menggunakan kekuatan
magnet, pita yang semakin kecil dengan suara stereo yang sudah baik, membuat para seniman
music sudah dapat melakukan rekaman dengan dukungan alat yang sudah makin ringkas.
Di akhir tahun 1990-an, digital recording sudah menjadi standar industry rekaman. Karena
kualitas suara pada digital recording sudah semakin bagus dan semakin mudah,ringkas, canggih,
dan praktis. Asal mula pita rekaman yang tadinya besar sudah diringkas menjadi harddisk dan
corong Gramophone disulap menjadi speaker dengan teknologi digital yang canggih.
BASIC THEORY OF RECORDING
Knowingly or not, the technology we used to enjoy at this time does not escape from the findings of the
pioneers in the days preceding.
Tool phonograph invented by Thomas Edison in 1877, is spearheading where sound is recorded into an
instrument bias. With a cylindrical tube (wax cylinder) is wrapped by a soft material such as wax which is a
medium to be able to record sound into a single medium. To do play back, needed a tool like a needle on a
phonograph that had been wrought in the cylinder, and will result in mechanical vibrations that will produce
sound on phonograph funnel .In 1887 Emile Berliner, developed the phonograph became Gramophone. With
a shape that is not so changed, only the records that the previous system in a vertical, when it was changed to
horizontal, which makes the depth of groove cylinders become more constant. So it looks to be like a CD
(compact disc) is flat, and the cylinder is no longer called gramophone record / phonograph record.
Magnetic recording introduced by using telegraphone Valdemar Poulsen in 1898. By using the power of
magnets, the media constantly moving with constant velocity past the recording head anyway. Electrical
signal, which is analogous to the sound to be recorded, through the head and produce a similar pattern of
magnetic signal produces a better sound than previous technologies. Tape recorders were introduced in
Germany in 1932. Awanya point during Christmas 1932, where the British Broadcasting Corporation was
the first time using the power of magnets, ribbon gets smaller with stereo sound is good, making the artists
music has been able to record with the support tools that are more compact.
At the end of the 1990s, digital recording has become the industry standard recording. Because the sound
quality in digital recording is getting good and more convenient, quick, powerful, and practical. The origin
of the tape that had been condensed into a disk and funnel Gramophone transformed into a speaker with
advanced digital technology.
Tracking
Merekam suara ke dalam track atau tracking merupakan proses dari perekaman suara
kedalam suatu track terhadap apa yang direkam. Konsep dari tracking merupakan suatu
perpindahan dari tape-based recording (perekaman dengan pita).
Tracking merupakan satu permasalahan besar dengan alat perekaman analog, terutama
ketika alat perekam analog hanya mempunyai beberapa track. Jika kebutuhan untuk merekam lima
track dan alat perekam analog hanya mempunyai empat track. Ini mencakup penggabungan salah

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

satu track yang sebelumnya sudah direkam dengan perekaman yang baru. Hal ini merupakan salah
satu kerugian yang disebabkan oleh re-recording (perekaman ulang) salah satu track. Kerugian
yang terjadi ketika membuat satu salinan dari apapun di domain analog. Dengan kata lain telah
merekam perbedaan kualitas dari pita audio bahkan lebih buruk. Masalah lain dari penggabungan
track adalah penggabungan dua track menjadi satu track, sehingga sulit melakukan penyesuaian
volume keduanya dengan bebas. Oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam penggabungan track
tersebut.
Satu perbedaan besar antara digital recording dengan perekaman analog adalah definisi
jumlah track. Pada alat perekam analog, jumlah track menentukan track bisa merekam atau
memainkan kembali pada saat bersamaan. Jika alat perekam analog hanya mempunyai 8-track
berarti hanya bisa merekam 8 track instrument yang berbeda dan bisa memainkan kembali hanya
delapan track pada saat bersamaan. Pada digital recording tidak terbatas jumlah track yang akan
direkam dan memainkan kembali pada saat yang bersamaan. Sebagai contoh, satu perekam digital
tertentu memungkinkan untuk merekam empat track pada saat yang bersamaan dan memainkan
kembali sebanyak 24 track. Dengan komputer, jumlah track bisa merekam secara menerus atau
berulang tergantung pada jumlah channel pada soundcard.
Tracking
Record sound to the track or tracking is the process of voice recording into a track of what is recorded. The
concept of tracking is a movement from tape-based recording (recording to tape).
Tracking is one major problem with analog recording equipment, especially when the analog recording
devices only have a few tracks. If you need to record a five-track analog tape recorder and only had four
tracks. This includes the incorporation of one of the tracks that have previously been recorded with a new
recording. This is one of the harm caused by re-recording (re-recording) one track. Losses incurred when
making a copy of any analog domain. In other words, has recorded a difference in the quality of the audio
tape is even worse. Another problem of merging track is combine two tracks merge into one track, making it
difficult to adjust the volume of both freely. Therefore the required accuracy in the track merging.
One big difference between digital recording with analog recording is the definition of the number of tracks.
In analog recording devices, the number of tracks can determine the track record or play back at the same
time. If the recorder has only an analog 8-track means can only record 8 tracks of different instruments and
can play back only eight tracks at a time. Digital recording on an unlimited number of tracks to be recorded
and played back at the same time. For example, one particular digital recorder allows you to record four
tracks at the same time and play back as many as 24 tracks. With computers, the number of tracks can be
recorded continuously or repeated depending on the number of channels on the soundcard.
Mixing
Mixing adalah suatu proses untuk mengatur persentase volume dari masing-masing alat
musik maupun vocal yang ada. Mixing memerlukan keterampilan khusus dimana seorang sound
enginer harus bisa menghidupkan suara dari tiap track yang direkam

dengan mengedit atau

menambahkan effect tertentu sehingga kualitas suara dari tiap track menjadi lebih baik dari
sebelumnya.
Dasar mixing yang pasti dilakukan oleh sound enginer adalah :
1. Editing
Editing track merupakan proses untuk mengubah rekaman suara secara langsung
terhadap rekaman digital. Editing dilakukan pada hasil rekaman agar menghasilkan suara
musik yang lebih baik. Beberapa contoh dasar yang bisa dilakukan di adobe audition
antara lain undo-redo, cut, copy, paste, delete dan lain-lain.
2. Balance
Balance adalah proses menyelaraskan volume antar instrumen. Dalam proses ini kita
harus menata volume masing-masing instrument agar tidak saling bertabrakan. Sebelum

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

melakukan balance, ada baiknya bila kita membuat gambar letak dari instrumen-instrumen
yang akan kita balance, seperti contohnya : vokal diletakkan di depan, gitar diletakkan
sedikit di belakang vokal, dan seterusnya sesuai kreasi masing-masing.
3. Pan
Pan atau Panning adalah peletakkan suara atau instrumen di sebelah kanan, di sebelah
kiri, dan di tengah, yang bertujuan memberikan kesan Stereo. Sebagai contoh : suara gitar
di kanan, piano di kiri, vokal di tengah, dan sebagainya. Fungsi lain dari panning ini juga
untuk memberikan kesan luas atau megah pada sebuah lagu sehingga dimensinya
terbentuk dengan baik.
4. EQ
EQ adalah proses pewarnaan suara, yang dimaksudkan di sini adalah perlakuan
terhadap instrument maupun vocal, di mana frekuensi tiap instrumen tidak saling
mengganggu satu sama lain. Seperti contoh : suara bass yang dirasa kurang efek bas
perlu dilakukan penambahan frekuensi yg dapat dilakukan dengan manambah nilai band.
5. Effect
Effect atau efek perlu dilakukan untuk melakukan proses perubahan terhadap data
audio menjadi lebih baik yang sudah direkam kedalam komputer. Karena karakteristik
suara akhir yang dihasilkan bergantung pada proses efek itu. Beberapa efek yang sering
digunakan adalah :
a. Fade in Fade out , Fade in dan fade out digunakan pada klip dalam suatu track
untuk mengendalikan volume, suara pada permulaan klip yang terdengar kecil lalu
membesar otomatis disebut Fade in. Fade out kebalikan dari fade in, biasanya fade
out digunakan pada potongan klip yang paling akhir agar suara terdengar besar lalu
mengecil otomatis.
b. Equalizer, equalizer digunakan untuk menaikan atau menurunkan volume suara pada
frekuensi yang dibagi menjadi tiga bagian, low, midle dan high.
c.

Reverb, reverb dipakai untuk mengubah gema pada sebuah sumber suara, dengan
reverb suara yang direkam akan seperti berada disuatu tempat seperti room, hall,
tunel dan lain-lain.

d. Echo, echo adalah efek pantul yang dihasilkan seperti ketika anda berteriak pada
ruangan tertutup maka akan terdengar suara yang berulang.
e. Amplify, Efek ini berfungsi untuk memperkuat atau memperlemah ampitudo sinyal
audio.
f.

Noise Reduction, Efek ini pada dasarnya digunakan untuk mengurangi atau
menghilangkan noise. Efek ini akan membuat suara yg dihasilkan akan lebih soft
karena cara kerja dengan menurunkan amplitudo.

Mixing
Mixing is a process to adjust the percentage of the volume of each instrument or vocal there. Mixing requires
special skills which a sound engineer should be able to turn on the sound of each track recorded by editing or
adding a certain effect so the sound quality of each track to be better than ever.
Basic mixing that would have been done by a sound engineer is:
1. Editing
Editing is the process to change the track record sound directly to digital recording. Editing performed on
sound recordings to produce better music. Some basic examples that can be done in adobe audition such as
undo-redo, cut, copy, paste, delete, etc..

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

2. Balance
Balance is the process of aligning the volume between instruments. In this process we have set the volume of
each instrument so as not to collide with each other. Before making a balance, it is better if we make a
picture layout of the instruments that we will balance, such as for example: vocals placed in front, the guitar
is placed slightly behind the vocals, and so on according to their creations.
3. Pan
Panning Pan or voice or instrument is laying on the right, on the left, and in the center, which aims to give
the impression Stereo. For example: the sound of the guitar on the right, on the left piano, vocals in the
middle, and so on. Another function of the panning is also to give the impression of broad or grand on a song
so that its dimensions is well established.
4. EQ
EQ is the process of coloring the sound, which is meant here is the treatment of the instruments and vocals,
where the frequency of each instrument does not interfere with each other. As an example: a perceived lack
of bass sound effects need to be adding bass frequencies that can be done with adding grade band.
5. Effect
Effect or effects needed to make the changes to get better audio data that has been recorded into the
computer. Due to the characteristics of the final sound produced depends on the effect. Some of the effects
that are often used are:
a. Fade in - Fade Out, Fade in and fade out to use the clip in a track to control the volume, the sound at the
beginning of the clip that sounded small and grow automatically called Fade in. Fade out the opposite of
fade in, fade out normally used in the final piece of the clip so that the voice sounded great and shrink
automatically.
b. Equalizer, equalizer is used to raise or lower the volume at a frequency which is divided into three parts,
low, and high midle.
c. Reverb, echo reverb used to transform a sound source, the reverb sound will be recorded as live in some
place like room, hall, tunnels and others.
d. Echo, echo is generated as a rebound effect when you yell at a confined space then the sound will be
repeated.
e. Amplify, these effects serve to strengthen or weaken ampitudo audio signals.
f. Noise Reduction, the effect is basically used to reduce or eliminate the noise. This effect will make the
resultant sound will be soft due to the nature with lower amplitude.Amplitude is the height of a wave which
suggests the size of the sound produced.
DATA AUDIO DIGITAL
Suara yang di dengar sehari-hari adalah gelombang analog yang berasal dari tekanan udara
disekitar dan dapat di dengar dengan bantuan gendang telinga. Gendang telinga bergetar lalu
getaran dikirim dan diterjemahkan menjadi informasi suara yang dikirim ke otak, sehingga dapat
mendengar suara. Pita suara akan bergetar dan menyebabkan perubahan tekanan udara
sehinggga mengeluarkan suara.
Komputer hanya mampu mengenal sinyal dalam bentuk digital. Bentuk digital yang dimaksud
adalah tegangan yang diterjemahkan dalam angka 0 dan 1 atau disebut juga bit. Tegangan
mendekati 5 volt bagi angka 1 dan mendekati 0 volt bagi angka 0. Angka 1 sebagai simbol ON,
sedangkan angka 0 simbol OFF. Dengan kecepatan perhitungan yang dimiliki, komputer mampu
melihat susunan angka-angka 0 dan 1 menjadi kumpulan bit dan menterjemahkan karya menjadi
sebuah informasi yang bernilai.
Digital audio menggunakan apa yang disebut sample untuk merepresentasikan gelombang
suara. Gelombang suara dinamakan waveform, sebuah waveform menunjukan ukuran kekerasan
atau amplitudo getaran sejalan dengan waktu.
Pada dasarnya, suara audio pada digital audio adalah bentuk representasi suara yang dapat
didengar, tapi dalam bentuk deretan angka 1 dan 0 yang tersusun sedemikian rupa sehingga
Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

komputer dapat memahaminya. Melalui komputer, susunan angka 1 dan 0 dipresentasikan kembali
menjadi suatu rangkaian suara yang dapat di dengar.
DIGITAL AUDIO DATA
The voice that is heard everyday from analog waves of air pressure around and can be heard with the help of
the eardrum. The eardrum vibrates and the vibrations sent and translated into sound information sent to the
brain, so it can hear the sound. Vocal cords will vibrate and cause changes in air pressure so as a sound.
The computer is only able to recognize signals in digital form. Digital form in question is translated into
voltage numbers 0 and 1, also known as bits. Voltage of approximately 5 volts for the numbers 1 and close to
0 volts for the number 0. Number 1 as a symbol of ON, OFF while the 0 symbol. With the speed of
calculation which is owned, the computer was able to see the composition of the numbers 0 and 1 into a
collection of bits and translate the work into a valuable information.
Digital audio uses what is called a sample to represent the sound waves. Sound waves called waveform, a
waveform shows the size of force or vibration amplitude over time.
Basically, the audio on the digital audio is a form of representation of the sound that can be heard, but in the
form of a row of numbers 1 and 0 are arranged in such a way that the computer can understand. Through the
computer, the composition of the numbers 1 and 0 were presented back to a set of sounds that can be heard..
DIGITAL RECORDING
Digital recording adalah proses perekaman suara asli berupa sinyal analog menjadi sinyal
digital. Contoh prosesnya adalah ketika bernyanyi didepan microphone yang akan menangkap
getaran udara dan mengirim sinyal elektronis, komputer akan menyimpan sinyal dalam bentuk
data digital. Agar dapat mendengarkan suara yang telah direkam, komputer mengubah data digital
menjadi data analog yang dapat didengar melalui headphone atau speaker.
Proses mengubah sinyal audio analog menjadi sinyal audio digital disebut Analog to Digital

Convertion atau A-to-D convertion. Sebaliknya, proses mengubah sinyal audio digital menjadi sinya
analog disebut Digital to Analog Convertion atau D-to-A convertion. Proses mengubah sinyal
disebut Sampling.
Kemampuan A-to-D converter atau D-to-A converter pada DAW (Digital Audio Workstation).
DAW pada dasarnya seperti sound card pada komputer yang bisa dikatakan saat ini telah menjadi
bagian tak terpisahkan dari komputer, apalagi komputer yang menyandang predikat komputer
multimedia.
Semakin bagus A-to-D converter atau D-to-A converter suatu DAW, semakin baik DAW
tersebut digunakan untuk aplikasi musik yang menggunakan data audio.
Untuk mengenali kualitas DAW, cara paling

mudah adalah dengan merekam suara

menggunakan program perekam suara pada windows, misalnya program Sound Recorder,
kemudian dengarkan hasilnya. Apabila suara terdengar bersih, berarti proses sampling DAW cukup
baik. Namun bila hasilnya ada tambahan suara mengganggu berupa desis atau noise, berarti DAW
kurang baik untuk digunakan dalam aplikasi musik.
Analog recording mempunyai beberapa kekurangan dibanding digital recording, yaitu dalam
kualitas suara dan keterbatasan untuk melakukan perekaman.
Pada sistem digital yang baik, kualitas suaranya sangat bersih dan mempunyai frekuensi yang
lebar. Selai itu, data digital audio dapat diperbanyak tanpa mengalami penurunan kualitas suara.
Sebaliknya, pada data analog kualitas suara semakin menurun bila diperbanyak, misalnya rekaman
suara dari sebuah kaset. Apabila merekam kembali kaset, berarti merekam secara analog sehingga
akan mengalami penurunan kualitas dan akan menambah noise. Hal ini tidak akan terjadi pada
digital recording. Penggunaan berulang-ulang menghasilkan data yang benar-benar sama persis
dengan data asli karena datanya berupa susunan angka 1 dan 0. Namun susunan angka sama

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

sekali tidak terlihat selama mengolah data digital sejak proses merekam sampai menampilkan
kembali suara hasil rekaman.

Gambar 2. ADC (Analog to Digital Conversion) dan DAC (Digital to Analog Conversion)
DIGITAL RECORDING
Digital recording is the process of recording the original sound in the form of analog signals into digital
signals. Examples of the process is when singing in front of a microphone that will capture the vibrations of
the air and send electronic signals, the computer will keep the signal in the form of digital data. In order to
listen to the sounds that have been recorded, the computer converts digital data into analog data that can be
heard through headphones or speakers.
The process of changing the analog audio signals into digital audio signals called Analog to Digital
Conversion or A-to-D Conversion. Instead, the process of changing the digital audio signals into analog
signal called Digital to Analog Conversion or D-to-A Conversion. The process of change is called the signal
sampling.
The ability of A-to-D converter or a D-to-A converter on a DAW (Digital Audio Workstation). DAW basically
like a sound card on your computer that could be said has now become an integral part of a computer, let
alone computers bearing the title of a multimedia computer.
The better the A-to-D converter or a D-to-A converter of a DAW, the better DAW is used for music
applications using audio data.
To recognize the quality DAW, the easiest way is to record sound using the sound recorder program on
windows, such as Sound Recorder program, then listen to the results. If the voice sounded clean, meaning the
DAW pretty good sampling. But if the results are no additional noise to disturb the form of hiss or noise,
meaning less DAW for use in music applications.
Analog recording has some shortcomings compared to digital recording, the sound quality and limitations to
do the recording.
In a digital system is good, the sound quality is very clean and has a wide frequency. Thus, the audio digital
data can be reproduced without decreasing sound quality. Instead, the data analog sound quality decreases
when propagated, for example the sound of a tape recording. If recording back tapes recorded by analog
means so will decrease quality and increase the noise. It will not happen to digital recording. Repetitive use
produce data that actually the exact same as the original data because the data is an array of numbers 1 and
0. But the arrangement did not look at the numbers for processing the digital data from the recording process
to bring back a recorded voice.
Analog to Digital Digital to Analog Conversion (AD-DA Conversion)
1. Proses analog to digital :
Proses mengubah dari tegangan analog ke data digital terdiri dari beberapa tahap:

Membatasi frekuensi sinyal yang akan diproses.

Melakukan sampling.

Hasil sampling diberi nilai berbentuk data digital.

2. Proses digital to analog:

Menghitung data digital menjadi amplitudo-amplitudo analog.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

10

Menyambung amplitudo analog menjadi sinyal analog.

Memberi filter keluaran dengan low pass filter agar output lebih baik.

Analog to Digital-Digital to Analog Converter (ADDA Converter)


Agar dapat merekam sinyal audio ke dalam komputer, membutuhkan suatu alat untuk
melakukan konversi sinyal audio analog menjadi digital dan sebaliknya. Alat tersebut dinamakan
ADDA Converter (ADDAC), diantaranya soundcard yang terpasang pada komputer multimedia.
JENIS DATA DIGITAL
Pada audio digital recording ada dua jenis data yang digunakan untuk melakukan proses
recording, yaitu data MIDI (Musical Instrument Digital Interface) dan Audio.
1. Data MIDI
Data MIDI adalah data yang direkam kedalam komputer menggunakan instrumen MIDI
(keyboard,gitar, alat musik tiup, dan perkusi elektrik yang dilengkapi dengan MIDI interface).
Midi file berisi satu atau lebih track midi, dengan informasi waktu dan tempo untuk
masing-masing suara, format ini mendukung berbagi jenis track.
Apa yang begitu berguna dari MIDI adalah dari suatu protokol standard industri yang
mengijinkan alat musik elektronik dapat berkomunikasi dengan yang lainnya. Sebelumnya, alatalat musik yang berbeda dengan masing-masing konfigurasi-konfigurasi yang berbeda.
Sekarang, ini memungkinkan untuk menulis sesuatu dengan hanya pada synthesizer, dan
kemudian mengirimnya ke "Digital Audio Workstation" untuk menggunakan suara-suara yang
disukai. Data-data MIDI ini tidak mempunyai suara, data MIDI tersebut dapat dimainkan untuk
seluruh jenis "event-event". Kabel MIDI biasanya digunakan didalam sebuah konfigurasi INOUT, tetapi ada juga konfigurasi MIDI Thru, yang mentransfer secara langsung data dari MIDI
IN ke sumber/alat lainnya, tanpa sebuah delay.
MIDI data
MIDI data is recorded data into a computer using the MIDI instrument (keyboard, guitar, wind instruments,
and percussion electrically equipped with MIDI interface).
Midi file contains one or more midi track, with time and date information for each sound, this format
supports the sharing kind of track.
What is so useful from MIDI is of an industry standard protocol that allows electronic musical instruments to
communicate with each other. Previously, the musical instruments are different with each different
configurations. Now, is it possible to write something with just the synthesizer, and then send them to the
"Digital Audio Workstation" to use the preferred sounds. MIDI data has no sound, MIDI data can be played
on all types of "events". MIDI cables are typically used in an IN-OUT configuration, but there is also a MIDI
Thru configuration, which transfers the data directly from the source to the MIDI IN / other devices, without
a delay..
2. Data Audio
Data audio adalah data suara yang direkam kedalam komputer melalui DAW
menggunakan transducer, perangkat audio player, dan istrumen musik melalui kabel audio, baik
digital (fiber optic dan coaxial) maupun analog (XLR atau TRS). Hasilnya adalah file bertipe
WAVE, yang pada komputer ditampilkan berupa file dengan ektensi *.wav dan file bertipe
*.mp3. berikut ini tipe file dari data audio yaitu:
1. WAV adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris waveform audio format merupakan
format berkas audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM. WAV merupakan varian
dari format bitstream RIFF (Resource Interchange File Format) dan mirip dengan format
IFF (Interchange File Format) dan AIFF yang digunakan komputer Amiga dan Macintosh.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

11

Baik WAV maupun AIFF kompatible dengan sistem operasi windows dan Macintosh.
Walaupun WAV dapat menampung audio dalam bentuk terkompresi, umumnya format
WAV merupakan audio yang tidak terkompres.
2. MPEG-1 Audio Layer 3 atau lebih dikenal sebagai MP3 dikembangkan oleh seorang insiyur
Jerman Karlheinz Brandenburg. MP3 merupakan tipe file musik tanpa mengurangi (atau
hanya sedikit mengurangi) kualitas suara yang dihasilkan. MP3 merupakan bagian dari
keluarga MPEG, singkatan dari Motion Pictures Expert Group, suatu sebutan untuk format
video dan audio yang menggunakan sistem kompresi.
Audio data
Audio data is recorded voice data into the computer through a DAW using the transducer, audio player, and
istrumen music through audio cable, either digital (fiber optic and coaxial) and analog (XLR or TRS). The
result is a WAVE file type, which is displayed in the form of a computer file with the extension *. Wav and file
type *. Mp3. The following types of files are audio data:
1. WAV is an abbreviation of the term in the English language audio waveform audio file format is a format
developed by Microsoft and IBM. WAV is a variant of the RIFF bitstream format (Resource Interchange
File Format) and the format is similar to the IFF (Interchange File Format) and AIFF used Amiga and
Macintosh computers. Both WAV and AIFF compatible with Windows and Macintosh operating systems.
Although it can accommodate WAV audio in compressed form, usually WAV format is uncompressed
audio.
2. MPEG-1 Audio Layer 3, or better known as MP3 was developed by a German engineer Karlheinz
Brandenburg. MP3 is a type of music files without reducing (or only slightly reduced) sound quality.
MP3 is part of the MPEG family, stands for Motion Pictures Expert Group, a name for the video and
audio format that uses a compression system.Amplitude is the height of a wave which suggests the size of
the sound produced.
3. Perbedaan Data Audio dengan Data MIDI
Pada data audio digital selain suara instrumen musik, dapat juga merekam suara manusia
(vocal). Pada data MIDI hanya bisa merekam istrumen musiknya saja, data MIDI tidak
menyimpan data suara asli tapi hanya sederetan perintah MIDI Message. Kualitas suara MIDI
tergantung pada kualitas sound card yang dipakai tetapi data MIDI mempunyai keunggulan
karena bisa menampilkan notasi (not balok).
3. Difference with Data Audio MIDI Data
In addition to the digital audio data sounds musical instruments, can also record human voice (vocal). The
data can only record MIDI musical instrument only, MIDI data is not saving data original sound but only a
series of MIDI commands Message. MIDI sound quality depends on the quality of the used sound card but
MIDI data has the advantage of being able to display the notation (musical notes).
ISTILAH DALAM AUDIO DIGITAL
1. Channel
Channel terdiri atas dua jenis yaitu mono dan stereo. Format mono menghasilkan sebuah
suara yang menyatu pada kanal kanan dan kiri, format stereo dapat menghasilkan dua suara
yang terpisah antara kanal kiri dan kanan. Jika memainkan file audio dengan format mono
maka suara akan sama antara kiri dan kanan, dan jika melakukan paning pada channel mono
akan terdengar lebih jelas antara kiri dan kanan sehingga disarankan pada saat tracking
dengan menggunakan channel mono untuk setiap track yang direkam agar pada saat paning
tidak ada suara yang terdengar berada di tengah. sedangkan pada file audio dengan format
stereo, suara yang keluar antara kanal kiri dan kanan berbeda dan saling melengkapi
sehingga terdengar dinamis namun pada saat melakukan paning full kiri atau kanan suara

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

12

tersebut tidak terdengar di kiri atau kanan namun akan terdengar kiri-tengah dan kanantengah sehingga stereo tidak di anjurkan pada saat tracking.
Channel
Channel consists of two types of mono and stereo. Mono format produces a sound that blends the left
and right channels, stereo format can produce two separate sound between the left and right channels. If
you play an audio file format with mono sound it would be the same between left and right, and if it did
Paning on mono channel will be heard more clearly between the left and right so that the tracking is
recommended when using mono channel for each track is recorded that at the time did not Paning No
sound is heard in the middle. while the audio file format with stereo sound coming out between the left
and right channels are different and complement each other so it sounds dynamic, but at the time Paning
full left or right sound is not audible on the left or right but it will sound the center-left and center-right
so that the stereo is not recommended during tracking.
Dibawah ini merupakan gambar channel format mono.

Gambar 3. Mono
Dibawah ini merupakan gambar channel format stereo dimana channel tersebut dibagi
menjadi kiri dan kanan.

Gambar 4. Stereo
2. Sample Rate
Sample rate merupakan angka yang menunjukan nilai sinyal audio dalam hitungan detik.
Satuan sample rate adalah Herz (Hz). Nilai sample rate menunjukan kualitas audio yang
dihasilkan saat dimainkan. Semakin tinggi nilai sample rate, kualitas suara semakin baik.
Berikut beberapa nilai sample rate yang umum digunakan dalam audio digital:
11.025 Hz, kualitas suara setara radio AM(low-end multimedia)
22.050 Hz, kualitas sura setara radio FM
44.100 Hz, kualitas setara CD Audio
48.000 Hz, kualitasnya setara dengan standar DVD
96.000 Hz, kualitas audionya terbaik dan setara dengan high-end DVD.
Semakin tinggi sample rate, semakin baik kualitas suara tetapi juga semakin besar
memori dan ruang harddisk yang dibutuhkan juga kerja prosessor yang semakin intensif.
Dibawah ini menunjukan kebutuhan ruang hardisk untuk satu menit data audio pada
berbagai sampling rate secara teoritis :
RATE

MONO 16

STEREO 16

BIT

BIT

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

13

11025 Hz

1,3 MB

2,5 MB

22050 Hz

2,8 MB

5,0 MB

44100 Hz

5,0 MB

10,1 MB

48000 Hz

5,5 MB

11,0 MB

96000 Hz

11,2 MB

22,0 MB

Tabel Sample rate


Tabel sampling rate hanya menunjukan perkiraan ruang harddisk yang dibutuhkan untuk
data audio pada durasi tertentu.
2. sample Rate
Sample rate is a number that indicates the value of the audio signal in seconds. Unit sample rate is Herz
(Hz). Values indicate sample rate audio quality produced when played. The higher the sample rate, the better
the sound quality. Here are some sample rate values are commonly used in digital audio:
11,025 Hz, sound quality equivalent to AM radio (low-end multimedia)
22,050 Hz, sura equal quality FM radio
44100 Hz, equivalent quality Audio CD
48 000 Hz, the quality is equivalent to a standard DVD
96 000 Hz, and the best audio quality equivalent to high-end DVD.
The higher the sample rate, the better the sound quality but also the more memory and disk space required is
also working more processor intensive.
3. Bit Depth
Pada Audio digital, bit depth diartikan sebagai resolusi atau kedalaman suara yang
menandakan jangkauan level suatu volume. Sebagai contoh audio dengan 8-bit hanya
menyediakan 256 volume suara sedangkan pada resolusi 16-bit volume yang dihasilkan
hingga 65.536. Adobe audition 3 mendukung pengaturan bit depth hingga 32-bit. Semakin
tinggi bit depth maka ukuran file yang dihasilkan semakin besar.
Dibawah ini merupakan gambar sinyal suara terhadap jumlah bit.

Gambar 5. Bit Depth


Dibawah ini menunjukan nilai dari bit depth terhadap kualitas audio.
Bit

Kualitas

Nilai

Dynamic

Depth

Audio

Amplitudo

Range

8-bit

Telepon

256

48 dB

(Terendah)
16-bit

CD

65,536

96 dB

24-bit

DVD

16,777,216

144 dB

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

14

32-bit

Terbaik

4,294,967,296

192 dB

Table Bit Depth


Bit Depth
In digital audio, bit depth is defined as the resolution or depth of sound that signifies a range of volume
levels. For example, with 8-bit audio only provide volume 256 resolution while the 16-bit volume produced
up to 65,536. Adobe audition 3 support setting the bit depth to 32-bit. The higher the bit depth of the resulting
file size increases.
4. Bit Rate
Sebelum mendefinisikan apa itu Bit Rate, kita definisikan terlebih dahulu apa itu Bit dan
apa itu Rate. Rate dalam bahasa Indonesia adalah suatu kecepatan. Sedangkan Bit (kepanjangan
dari Binary Digital) dalam bahasa Indonesia adalah kepingan atau potongan.
Dari definisi tersebut, definisi Bit agak rancu bila kita gabungkan dengan definisi Rate. Namun akan
lebih mudah bila kita mendefinisikan Bit menjadi suatu digit antara 1 atau 0 yang merupakan awal
pembentukan sebuah char (huruf) atau bilangan. Dari sini kita ketahui bahwa setiap huruf atau
bilangan itu dibentuk dari kumpulan bit-bit. Pembentuk kata Komputer terdiri dari beberapa bit
pembentuk huruf K,o,m,p,u,t,e, dan r.
Ada hal penting yang harus kita pahami bahwa Byte biasanya digunakan untuk mengetahui
kapasitas ukuran data pada suatu media penyimpanan seperti harddisk, flashdisk, dan lain-lain.
Ukurannya pun dibagi-bagi menjadi Kilo Byte (KB), Mega Byte (MB), Giga Byte (GB), dll.
Sedangkan Bit digunakan untuk mengetahui ukuran kecepatan suatu transfer data dari tempat
satu (terminal) ke tempat lain. Jadi kalau kita sedang mendownload data, lalu kita lihat kecepatan
transfernya yaitu 60Kbps, maka artinya adalah kecepatan data masuk adalah 60 Kilo Bit per
Second (detik) bukan 60 Kilo Byte per Second.
Dari uraian di atas, dapat kita definisikan bahwa bit rate adalah suatu ukuran kecepatan bit

suatu data dari tempat satu ke tempat lain yang biasanya diukur dengan waktu seperti Kbps
(Kilobit per second), Mbps (Megabit per second) dan seterusnya.
Bit Rate
Before defining what Bit Rate, we first define what it is and what it is Bit Rate. Rate in Indonesian is a speed.
While Bit (stands for Binary Digital) in the Indonesian language is a piece or pieces.
From the definition, the definition a little bit confused when we combine it with the definition of Rate. But it
would be easier if we define Bit into a digit between 1 or 0, which is the beginning of the formation of a char
(letters) or numbers. From this we know that each letter or number was formed from a collection of bits.
Forming the word "Computer" consists of several bits forming the letter "K", "o", "m", "p", "u", "t", "e" and
"r".
There are important things that we must understand that Byte is usually used to determine the capacity of the
size of the data on a storage media such as hard drives, flash, etc.. Any size divided into Kilo Byte (KB),
Mega Byte (MB), Giga Byte (GB), etc.
.While bits are used to determine the size of a data transfer rate of the single (terminal) to another place. So
if we're downloading the data, and then we see the transfer speed 60Kbps, it means the incoming data rate is
60 Kilo Bits per Second (sec) instead of 60 Kilo Bytes per Second.
From the above, we can define the bit rate is a measure of the bit rate of the data from one place to another
is usually measured in time as Kbps (kilobits per second), Mbps (megabits per second) and beyond.
5. Kualitas Suara
Baik atau buruknya kualitas suara yang dihasilkan tergantung dari beberapa permasalahan.
Permasalahan yang sering kali muncul pada saat tracking dan mixing yang mempengaruhi kualitas
dari suara adalah:

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

15

a. Noise, noise terjadi ketika terdapat suara mendesis yang tidak seharusnya ikut terekam,
contohnya

merekam saat keadaan hujan deras sehingga suara hujan tersebut ikut

terekam dan menimbulkan suara desisi hujan pada background suara atau instrumen.
Noise juga bisa ditimbulkan dari perangkat hardware yang kurang baik seperti kabel yang
tidak pas pada port soundcard atau microphone. Untuk mengatasinya kita dapat
menggunakan efek noise reduction. Berikut merupakan contoh dari noise :
Noise terlihat jelas pada kolom putih, noise ini disebabkan oleh penggunaan microphone
multimedia komputer yang kualitasnya jelek.
Sound Quality.
Good or poor sound quality depends on several issues. Problems often arise when tracking and mixing that
affect the quality of sound is:
a. Noise, noise occurs when there is a hissing sound that was not supposed to participate recorded, for
example, to record the current state of the heavy rain that was co-recorded the sound of rain and the rain
noise in the background desisi voice or instrument. Noise can also result from poor hardware devices such as
cables that do not fit the soundcard or microphone port. To overcome this we can use the noise reduction
effect. Here is an example of the noise:
Noise is evident in the white field, noise is caused by the use of multimedia computer microphone quality is
bad..

Gambar 6. Noise
Dibawah ini gambar setelah noise dihilangkan oleh efek noise reduction.

Gambar 7. Noise hilang


b. Kualitas Hardware yang kurang baik juga membuat kualitas suara yang direkam menjadi
buruk. Contohnya rekaman dengan menggunakan microphone standar computer yang
menyebabkan artikulasi tidak jelas dan sering menimbulkan noise seperti di contohkan
pada gambar 6.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

16

c.

Penggunaan efek yg berlebih terkadang dapat menyebabkan kualitas suara menjadi jelek,
contohnya ketika menerapkan efek noise reduction dengan level reduction yg tinggi sering
suara menjadi tidak bersih seperti asli atau kadang juga terdengar seperti suara robot.
Gunakan efek seperlunya sesuai kebutuhan agar kualitas suara tetap baik.

d. Volume level yang berlebih dikarenakan volume dari instrument atau suara yang besar
sehingga mengakibatkan suara terdengar pecah.
e. Ketukan atau beat yang tidak sama antara instumen saat merekam suara yang
mengakibatkan suara instrumen tidak rapih atau berantakan sehingga mempengaruhi
kualitas suara. Penggunaan metronome saat tracking instrumen akan membantu agar
suara ketukan instrument sama.
b. Hardware quality is not good also makes the quality of the recorded sound to be bad. Examples recording
using a standard computer microphone causing articulation unclear and often cause noise as demonstrated
in Figure 6.
c. Excessive use of effects that can sometimes lead to poor sound quality, for example when applying noise
reduction effect by the high level of reduction that often sound to be not as clean as the original or sometimes
sounded like a robot. Use as needed as needed in order to effect the sound quality remains good.
d. Volume levels due to excessive volume from the instrument or voice sounded broken resulting sound.
e. Beats or beat that is not the same between the instrument when recording sound resulting instrument
sound is not neat or messy thus affecting the sound quality. Use a metronome when tracking instruments will
help to knock the same instrument.
LINGKUNGAN PERANGKAT LUNAK
1. Adobe Audition 3
Teknologi digital telah banyak membawa perubahan dalam dunia komputer dan perangkat
lunak, salah satunya adalah proses recording. Proses recording yang biasanya dilakukan
dengan teknologi elektronika analog dapat lebih mudah dilakukan dan menghasilkan proses
yang lebih baik dengan menggunakan teknologi digital. Yang memungkinkan hal ini adalah
dengan cara memberikan nilai digit sinyal audio analog. Suatu sinyal audio analog dapat
menimbulkan suatu sample waktu. Sample-sample ini lah yang kemudian digunakan untuk
membangkitkan kembali sinyal audio tersebut dengan lebih baik. Menjadi lebih baik
dikarenakan sinyal-sinyal yang dibangun kembali melalui sample-sample tersebut telah melalui
proses filtering dan pengkoreksian sinyal amplitudo sehingga menjadi lebih baik.
Adobe Audition adalah program multitracker yang dapat digunakan untuk merekam data
audio yang cukup populer digunakan, adobe audition juga mendukung format audio file
antara lain waveform (wav), mp3, dan lain-lain.
Adobe audition dapat digunakan juga sebagai sequencer (memainkan, merekam, dan
mengedit lagu dalam data Midi dengan menggunakan banyak instrumen musik) dan sebagai
software perekam audio multitracker.
Saati ini Adobe audition 3 merupakan versi terbaru dari aplikasi pengolahan audio milik
Adobe System Corporate. Aplikasi ini secara khusus digunakan untuk membantu para
pengguna komputer mengolah audio dan membuat komposisi audio dengan baik.Aplikasi ini
memiliki banyak tools yang lengkap, proses editing yang mudah, serta dukungan terhadap
beberapa teknologi audio plugin.
Aplikasi Adobe Audition 3 mengadopsi peralatan editing konvensional dan melengkapinya
dengan berbagai. Beberapa proses utama dalam editing audio seperti proses importing audio,
membuat komposisi audio, recording, equalizing, penambahan beragam efek audio, dukungan

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

17

berbagai clip termasuk video, hingga exporting dan burning format cd audio dapat ditangani
oleh aplikasi ini.
Adobe Audition 3
Digital technology has brought many changes in the world of computers and software, one of which is the
process of recording. The process of recording is usually done with analog electronics technology can be
easier and produce a better process by using digital technology. That allows this is to provide value-digit
analog audio signals. An analog audio signal can lead to a sample time. These samples is then used to revive
the audio signal is better. Be better because the signals were reconstructed through the samples through the
process of filtering and correction of signal amplitude to become better.
Adobe Audition is multitracker program that can be used to record audio data that is popularly used, adobe
audition also supports audio formats including waveform file (wav), mp3, etc..
Adobe audition can be used also as a sequencer (play, record, and edit Midi tracks in the data by using a lot
of musical instruments) and as an audio recording software multitracker.
This Saati Adobe audition 3 is the latest version of the audio processing applications owned by Adobe
Systems Corporate. This application is specifically used to help computer users to process audio and audio to
create a good composition. This application has a lot of tools that are comprehensive, easy editing process,
as well as support for multiple audio plugin technology.
Adobe Audition 3 adopts conventional editing tools and equip it with variety. Some of the key processes in
audio editing as the process of importing audio, audio composing, recording, equalizing, addition of various
audio effects, support for a variety of clips, including video, to exporting and burning an audio cd format can
be handled by the application.
Dibawah ini merupakan tampilan area kerja Adobe audition 3 pada multitrack view.

Gambar 8. Adobe Audition 3


Spesifikasi Sistem untuk menjalankan Adobe audition 3 adalah sebagai berikut:
1. Prosesor Intel atau AMD yang setara intel Pentium 4, intel Centrino, Intel Xeon, Intel Core
Duo atau yang lebih tinggi.
2. Microsoft Windows XP SP1, XP SP2, XP SP3,Vista, dan Windows 7.
3. Memori sebesar 512Mb.
4. Ruang harddisk kosong sebesar 10Gb.
5. Resolusi monitor 1024x786 pixel atau lebih.
6. Soundcard yang kompatibel dengan Microsoft DirectX atau teknologi ASIO. ASIO (Audio
Stream Input/Output) merupakan driver audio khusus Adobe audition 3 yang dapat
meningkatkan performa sistem dalam memainkan dan merekam audio.
2. Plug-in
Plug-in merupakan perangkat lunak yang diterapkan pada perangkat lunak lainnya,
artinya plug-in dapat digunakan bila ada perangkat lunak pendukung. Adapun Plug-in yang
nantinya akan digunakan pada studi kasus adobe audition 3 adalah:
a.

Auto Tune

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

18

Auto-Tune mengoreksi permasalahan intonasi pada suara atau instrumen-instrumen


musik, auto tune banyak digunakan oleh orang yang tidak memiliki suara bagus dan banyak
juga yang menggunakan plugin ini untuk memberikan efek variasi pada suara vokal supaya
terdengar menarik, cara menggunakan cukup set nilai dari tiap parameter. Dibawah ini
merupakan tampilan Auto tune.

Gambar 9. Auto Tune


Plug-in
Plug-in is a software that applied to other software, which means that plug-ins can be used when there is
software support. The plug-in that will be used in the case study adobe audition 3 is:
a. Auto Tune
Auto-Tune corrects intonation problems in voice or musical instruments, auto tune is widely used by people
who do not have a good voice, and many also use this plugin to give the effect of variations in vowel sounds
that sounded interesting, I use quite set the value of each parameter. Below is a display Auto tune.
Lingkungan Perangkat Keras
Beberapa perangkat keras yang memiliki peranan penting dalam pengolahan audio adalah :
1. Soundcard (Kartu suara)
Sound card (Kartu suara) adalah suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk
mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awalnya, sound card hanyalah sebagai
pelengkap dari komputer. Namun sekarang, sound card adalah perangkat wajib disetiap
komputer. Dilihat dari cara pemasanganya, sound card dibagi 3:

Soundcard Onboard, yaitu sound card yang menempel langsung pada motherboard
komputer. Dibawah ini merupakan contoh gambar dari soundcard onboard.

Gambar 10. Soundcard Onboard


Soundcard Offboard, yaitu sound card yang pemasanganya di slot ISA/PCI pada
motherboard. Sekarang menggunakan PCI. Dibawah ini merupakan contoh gambar dari
soundcard offboard

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

19

Gambar 11. Soundcard Offboard

Soundcard External, adalah sound card yang penggunaannya disambungkan ke


komputer melalui port eksternal, seperti USB atau Fire Wire. Dibawah ini merupakan
contoh gambar dari soundcard External.

Gambar 12. Soundcard External


Sound card (sound card) is a computer hardware that is used to make a sound and voice recording. At first,
the sound card of a computer is only as a complement. But now, the sound card is required on each
computer. Judging from the way of installation, sound card divisible by 3:
Onboard Soundcard, which is directly attached to the sound card on the computer motherboard. Below is
an example image of the onboard soundcard.
Soundcard Offboard, pemasanganya the sound card in slot ISA / PCI on the motherboard. Now using PCI
. Below is an example image of the offboard soundcard
External Soundcard, sound card use is connected to the computer via an external port such as USB or Fire
Wire. Below is an example image of the external soundcard..
Untuk memainkan musik MIDI, pada awalnya menggunakan teknologi FM Synthesis,
namun sekarang sudah menggunakan Wavetable Synthesis sedangkan untuk urusan digital
audio, yang dulunya hanyalah 2 kanal (stereo), sekarang sudah menggunakan 4 atau lebih
kanal suara (Surround). Kualitasnya sudah meningkat dari 8 bit, kemudian 16 bit, dan sekarang
sudah 24 bit, bahkan 32 bit.
Hal pertama yang perlu diingat dalam memilih sound card yang baik adalah sesuai
dengan kebutuhan. Apakah hanya membutuhkan channel stereo atau banyak chennel dalam
suatu sound card. Berapa banyak track yang dibutuhkan untuk melakukan perekaman dalam
waktu bersamaan. Saat ini, banyak sound card menawarkan solusi lebih dari 16 bit, bahkan ada
yang mencapai 32bit.
Ada kriteria khusus yang harus dipenuhi oleh pengguna komputer dalam memilih sound
card yang akan digunakan, dimana hal tersebut tergantung pada pemilihan software yang
nantinya akan digunakan, kembali lagi pada software audio developer dan produsen sound card
itu sendiri, sebaik apa kompatibilitas sound card dengan software itu sendiri.
To play MIDI music, at first using FM Synthesis technology, but now it uses Wavetable Synthesis affairs
while for digital audio, which was once just a 2-channel (stereo), now using 4 or more voice channels
(Surround). Its quality has been increased from 8 bit, then 16 bit, and now it is 24 bit and even 32 bit.
The first thing to remember in choosing a good sound card is in accordance with the requirement. Is it just
takes a lot Chennel channel stereo or a sound card. How many tracks are needed to do the recording at the

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

20

same time. Today, many sound cards offer a solution more than 16 bits, even reaching 32bit.
There are specific criteria that must be met by the computer user in choosing a sound card that will be used,
where it is dependent on the selection of the software that will be used, returned again to the audio software
developer and manufacturer of the sound card itself, as well as what sound card compatibility with software
that itself.
2. Microphone
Microphone fungsinya dapat disamakan dengan telinga atau selaput dengar. Microphone
dapat mengubah variasi tekanan suara menjadi tegangan listrik. Pemakaian microphone pada
teknik audio yang sedemikian bervariasi sehingga banyak diciptakan tipe-tipe microphone yang
masing-masing mempunyai karakter dan kekhususan sendiri-sendiri. Microphone adalah suatu
alat yang merubah informasi dari satu format ke format lain, atau merubah energi
akustik/gelombang suara ke energi listrik.
Ditinjau dari bahan dasar dan prinsip kerjanya, microphone sedikitnya ada 6 jenis
microphone yaitu dinamic microphone, carbon microphone, crystal microphone, electret
microphone, ribon microphone, moving coil microphone. Dari jenis/type microphone yang
sering digunakan untuk keperluan kegiatan profesional, biasanya dipergunakan dynamic
microphone dan condensor microphone.
Microphone
Microphone function can be likened to the ear or mucous hear. Microphone can change the sound pressure
variations into electrical voltage. The use of microphones in audio engineering are so varied that many
microphone types are created, each of which has the character and the specificity of their own. Microphone
is a device that converts information from one format to another, or changing energy acoustic / sound waves
into electrical energy.
Judging from the base material and working principle, there are at least six types of microphone microphone
is dynamic microphone, carbon microphone, crystal microphone, electric microphone, Ribon microphone,
moving coil microphone. Of the kind / type of microphone that is often used for professional activities,
usually used dynamic microphone and condensor microphone.
Jenis Microphone :
a. Dynamic Microphone dalam prinsipnya pemungut suara dynamic mempunyai sytem
imbasan elektromagnetik dalam rangka menghasilkan suatu isyarat keluaran atau output,
dengan mempunyai keunggulannya adalah sebagai berikut.

tahan cuaca lembab

mampu untuk frekuensi yang mempunyai tekanan tinggi

frekuensi respon baik

Gambar 13. Dynamic microphone


Dynamic Miccrophone dibagi lagi menjadi dua jenis yaitu ribbon microphone dan
moving coil microphone.
Ribbon Microphone cara kerja dan prinsipnya sama dengan Moving Coil, dalam hal ini
yang berbeda adalah konstruksi dan bahan. Pada ribbon lipatan pita atau ribbon berfungsi
juga sebagai membran/diaphragm.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

21

Jenis Moving Coil Microphone ini terdiri dari kumparan kawat, membran / diaphragm,
dan magnet. Jika membran bergetar akibat tekanan gelombang suara maka akan
menggetarkan kumparan yang terpasang mengelilingi magnet, sehingga kumparan terjadi
induksi medan magnet, dan menghasilkan tegangan listrik. Tegangan listrik yang
dihasilkan sebanding dengan energi mekanik yang menggetarkan membran/ diaphragm.
b. Condenser Microphone terdiri dari membran/diaphragm dan backplate yang dipenuhi
dengan keelektrikan statik dari suatu kapasitor. Plat yang tipis lembut sebagai
membran/diaphragm dipasang sejajar dengan plat yang tidak bergerak. Karena adanya
getaran gelombang suara yang diterima membran/diaphragm dengan kapasitas yang
berbeda, maka akan memproduksi tegangan serupa sesuai dengan gelombang suara.
Selama ini banyak studio rekaman menggunakan microphone condenser karena kepekaan
terhadap suara dan level noise yang sangat kecil. Keunggulan Condensor microphone di
bandingkan dengan Dynamic Microphone adalah sebagai berikut.

lebih peka

level output lebih besar

level noise lebih rendah

frekuensi respon paling baik

Gambar 14. Condenser Microphone


Microphone Type:
a. Dynamic Microphone in principle collector has dynamic sound sytem electromagnetic imbasan in order to
produce an output signal or output, by having the advantages are as follows
humid weather resistant
be able to have the frequency of high pressure
frequency response of both
Dynamic Miccrophone subdivided into two types: ribbon microphone and moving coil microphone.
Ribbon Microphone way of working and the Moving Coil principle is the same, in this case different is the
construction and materials. In the folds of ribbon or ribbon ribbon also serves as the membrane / diaphragm.
Moving Coil Type Microphone consists of coils of wire, membrane / diaphragm, and a magnet. If the
membrane vibrates due to the pressure of sound waves vibrate the coil it will be installed around the magnet,
so that the magnetic field induction coil occurs and produces an electric voltage. The voltage generated is
proportional to the mechanical energy that vibrate the membrane / diaphragm.
b. Condenser Microphone consists of the membrane / diaphragm and backplate are filled with static
keelektrikan of a capacitor. Soft thin plate as a membrane / diaphragm mounted parallel to the plate do not
move. Due to the vibration of sound waves received by membrane / diaphragm with different capacity, it will
produce the same voltage in accordance with sound waves. During this time many studio recordings using a
condenser microphone because of sensitivity to sounds and noise levels are very small. Excellence condensor
microphone in comparison with Dynamic Microphone is as follows.
more sensitive
greater output level
lower noise levels

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

22

The best response frequency


3. Speaker
Baik tidaknya suara rekaman yang dihasilkan juga bergantung kepada pemilihan speaker
itu sendiri. Karena speaker adalah sebuah alat yang berguna bagi kepentingan monitoring hasil
rekaman, sebaiknya menggunakan sebuah speaker yang berkarakteristik flat (tanpa
equlizer/amplifier). Music Digital Recording (MDR) adalah sebuah teknik sistem rekaman musik
secara digital dengan mempergunakan alat-alat digital, yang akhir-akhir ini telah banyak
beredar seiring dengan berkembangnya teknologi komputerisasi itu sendiri.
Karena seperti diketahui, banyak hal yang dapat digunakan dengan menggunakan
bantuan komputer mulai dari hal-hal yang sederhana atau bahkan hingga hal-hal yang rumit
sekalipun, dan ini berlaku pula halnya dengan MDR. Karena jika benar-benar memahami dan
memiliki dasar yang cukup mengenai sistem komputer, maka akan cukup mudah untuk
memahami bagaimana sebuah sistem komputer membantu dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar 15. Speaker Flat


Speaker
Whether or not the sound recording produced also depends on the selection of the speakers themselves.
Because the speaker is a useful tool for monitoring the interests of the recording, the speaker should use a
characteristic flat (without equlizer / amplifier). Digital Music Recording (MDR) is a technique of digitally
recording music system by using digital tools, which lately has been widely circulated along with the
development of computerized technology itself.
Because as is known, a lot of things that can be used with the help of computers ranging from simple things
or even to complicated things though, and this is also the case with the MDR. Because if you really
understand and have a sufficient basis on the computer system, it will be quite easy to understand how a
computer system helps in everyday life.

TUGAS INDIVIDU
Praktikkan latihan dibawah ini secara mandiri !
Lakukan browsing/surfing data di internet / perpustakaan tentang :
1.

Karakteristik Audio

2.

Macam-macam software Audio Editing

TUGAS KELOMPOK

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

23

Bentuk kelompok maksimal 3 siswa per kelompok.


Bersama dengan kelompok belajar kalian, diskusikan jenis-jenis file audio yang bisa digunakan
untuk HandPhone yang dimilik oleh masing-masing anggota kelompok. Catat Merk/type HP, jenis
file audio.
Jalankan masing-masing audio, catat jenis file audio, durasi dan kapasitas file.

PORTOFOLIO
Pembahasan diatas telah dijelaskan format file audio digital. Baca kembali pembahasan diatas dan
pahami jenis-jenis file. Buatlah direktori di D:\ atau E:\ dalam komputer/laptop dengan nama
KELAS\LATIHAN. Carilah file audio minimal 3 file dalam format yang berbeda dan simpan dalam
direktori LATIHAN.

DAFTAR ISTILAH
Bit rate

adalah suatu ukuran kecepatan bit suatu data dari tempat satu ke tempat lain
yang biasanya diukur dengan waktu seperti Kbps (Kilobit per second), Mbps
(Megabit per second) dan seterusnya.

Suara

adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda.

Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa
informasi dengan mengubah karakteristik gelombang .
Sinyal digital

adalah merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami
perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1 .

Periode

adalah Bentuk gelombang yang berulang-ulang pada waktu tertentu.

Frekuensi

adalah banyaknya periode gelombang dalam waktu satu detik (Hz).

Amplitude

adalah tinggi suatu gelombang yang mengisyaratkan besar kecilnya suara yang
dihasilkan.

ULANGAN HARIAN
Aspek Kognitif
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas.
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Audio ? (10 %)
2. Sebutkan software pengolah AUDIO (minimal 3) ? (10%)
3. Jelaskan istilah audio dibwah ini : (30%)
a. Periode
b. Frekwensi
c.

Amplitudo

4. Sebutkan dan jelaskan 3 format audio digital 15 (15%)


5. jelaskan bagian dari suara seperti pada gambar dibawah ini : (35%)

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

24

Aspek Afektif
Praktikkan tugas dibawah ini secara mandiri untuk melatih keterampilan penggunaan komputer
khususnya pencarian data di internet.
Menurut pendapat kalian, perlukah kita mengetahui jenis audio digital / format audio digital ?
Alasan apakah yang mendasari pendapat kalian tersebut ? uraikan dengan jujur pendapat kalian
secara tertulis pada selember kertas dan kumpulan pada guru kalian.
Aspek Psikomotorik
Praktikkan tugas dibawah ini secara mandiri untuk melatih keterampilan penggunaan komputer
(Program Adobe Audition) serta menambah pemahaman kalian tentang AUDIO.
1. Aktifkan komputer
2. Jalankan program Adobe Audition
3. Masukkan kedalam menu HELP
4. Cari minimal 3 istilah dan penjelasan yang berhubungan dengan AUDIO
Perbaikan
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Tuliskan perkembangan format audio
2. Tulikan perbedaan sinyal digital dan sinyal analog.
Pengayaan
1. Siapkan software audio : Adobe Audition
2. Lakukakan Installasi program Adobe Auditon
3. Catat tiap langkah installasi
4. Lakukan uji coba program

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

25

KD : 2
MENGGUNAKAN SOFTWARE AUDIO DIGITAL
TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Menginstall software pengolah audio digital

Menjalankan software pengolah audio digital

Mengidentifikasi bagian- bagian software multimedia pengolah audio digital

Menjelaskan fungsi dari bagian-bagian software multimedia pengolah audio digital

Mengidentifikasi menu dan fitur yang tersedia

Menjelaskan fungsi dan cara penggunaan menu

Menjelaskan fungsi dan cara penggunaan fitur

Merekam suara dengan memanfaatkan alat perekam audio

Menyimpan dan membuka file audio digital dengan format tertentu

OBJECTIVES OF LEARNING
Installing digital audio processing software.
Running digital audio processing software.
Identify the parts of multimedia processing software digital audio.
Explain the functions of the parts of the software digital multimedia audio processor.
Identify the menus and features available.
Explain the functions and how to use the menu.
Explain the functions and how to use the features.
Record sound using audio recording devices.
Save and open a digital audio file with a specific format.

URAIAN MATERI
Menginstall software pengolah audio digital.

Adobe Audition adalah software aplikasi penyunting suara standard yang profesional untuk
memproduksi suara yang baik. Apakah untuk menciptakan berbagai format File suara, mengEdit
dan mencampur suara, menganalisa suara, merekam suara pada cd. Anda akan temukan
fleksibilitas dan kemudahan Adobe Audition yang ideal untuk kreativitas penyuntingan suara anda.
1.

Instalasi Adobe Audition Versi 1.5


Ikuti langkah ini untuk instalasi Adobe Audition pada komputer
a. Masukkan Adobe Audition CD kedalam CD-ROM drive komputer.
b. Lakukan langkah-langkah berikut:
1) Pada Windows pilih Start >klik kanan mouse>Explore klik kanan dan pilih File

Setup.exe pada CD Adobe Audition

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

26

Gambar 16. Letak File Setup.exe Adobe Audition


2) Klik pada File Setup.exe untuk mulai instalasi.
3) Ikuti instruksi-instruksi yang muncul pada layar, seperti yang ditunjukkan oleh
gambar-gambar dibawah ini, klik next untuk melanjutkan pada proses berikutnya.

Gambar 17. Memulai Instalasi pada Adobe Audition

Gambar 18. Memilih Bahasa

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

Gambar 19. Persetujuan Lisensi

27

Gambar 20. Menuliskan nomor serial Adobe Audition

Gambar 21. Menentukan Lokasi Folder Program

Gambar 22. Pemilihan Komponen Adobe Audition

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

28

Gambar 23. Proses Intalasi

Gambar 24. Proses Copy File pada Folder yang Ditentukan

Gambar 25. Proses Instalasi sedang berjalan

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

29

Gambar 26. Proses Instalasi telah selesai


2. Menjalankan dan Keluar Program Adobe Audition
Untuk menjalankan Adobe Audition ikuti langkah-langkah berikut:
a. Nyalakan computer
b. Tunggu sampai jendela sistem Windows tampil pada komputer anda.
c.

Klik kanan Start Menu yang berada pada bagian pojok kiri bawah layar.

Gambar 27. Start Menu pada Windows XP


d. Geser mouse anda ke sub menu Program, kemudian akan tampil grup menu.
e. Geser mouse anda ke Adobe Audition kemudian klik kiri
f.

Klik Kanan mouse anda pada pilihan Adobe Audition, tunggu beberapa saat,
setelah proses berhasil maka ditampilkan dialog menu seperti Gambar 26.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

30

Gambar 28. Tampilan Edit Singletrack Adobe Audition

Gambar 29. Tampilan Edit Multitrack Adobe Audition

Gambar 30. Multitrack


Basic components of Edit, Multitrack, and CD View (Multitrack View shown)

A.View buttons B.Menu bar C.Toolbar D.Shortclut bar E.Main panel F.Various other panels
G.Status bar

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

31

g. Dengan tampilnya menu Adobe Audition anda sudah dapat bekerja. Untuk proses
penyutingan suara dan effek suara akan dibahas pada materi selanjutnya.
h.

Untuk keluar dari Program Adobe Audition, anda dapat memilih File pada menu
bar, kemudian pilih Exit, atau dengan short cut Ctrl+Q.

Installing digital audio processing software.


Adobe Audition sound editing software is application of professional standards to produce a good sound. Is it
to create a variety of sound file formats, Edit and mix sounds, analyzes sound, recording sound on the cd.
You will find the flexibility and ease of Adobe Audition are ideal for your sound editing creativity.
1. Installing Adobe Audition Version 1.5
Follow these steps to install Adobe Audition on a computer
a. Enter Adobe Audition CD into the CD-ROM drive of the computer.
b. Perform the following steps:
1) In Windows select Start> right click> Explore right-click and select the Setup.exe file on the CD
Adobe Audition
2) Click on the Setup.exe file to begin the installation.
3) Follow the instructions that appear on the screen, as shown by the pictures below, click next to proceed
to the next process.
2. Running and Exit Program Adobe Audition
To run Adobe Audition follow these steps:
a. Turn on the computer
b. Wait until Windows system window appears on your computer.
c. Right-click the Start menu located at the bottom left corner of the screen.
d. Drag your mouse to the sub menu program, then the group menu will appear.
e. Drag your mouse to the left and then click Adobe Audition
f. Right click your mouse on the choice of Adobe Audition, wait a few moments, after the process is
successful then the dialog menu shown in Figure 26.
g. With the appearance of the menu you have Adobe Audition can work. For the penyutingan voice and
sound effect will be discussed at the next material.
h. To exit the program Adobe Audition, you can select File on the menu bar, then choose Exit, or the short
cut Ctrl + Q.
Menggunakan Toolbars pada Adobe Audition
Perlengkapan perintah didalam Toolbars

Adobe Audition mengijinkan kita untuk melakukan


memproses File suara, memilih dan serta mengubah. Adobe Audition memiliki dua bentuk
tampilan yaitu Singletrack dan Multitrack. Berikut ini adalah gambar Toolbars Adobe Audition
yang dimaksud:

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

32

Menu Bar

Membuka file

Toolbars

Tampilan Gelombang

Garis fps

Penunjuk Waktu
Tombol untuk
Menjalankan file

Tombol Zoom
Tingkat Suara

Gambar 31. Bentuk Layar Edit Singletrack


a. Toolbars Edit Singletrack dibagi menjadi:
1) Bagian Menubar berisi File, Edit, View, Effects, Generate, Analyze, Favorites, Options,

window dan Help


2) Bagian Toolbars berisi tools dapat digunakan langsung
3) Bagian tampilan gelombang berisi bentuk gelombang suara
4) Bagian membuka File menampilkan File-File yang akan dipilih kemudian dijalankan
5) Bagian Tombol untuk menjalankan File berfungsi untuk menjalankan File suara atau
lagu yang telah dipilih. Disamping menjalankan kita juga dapat menghentikan,
mengulang dan mempercepat.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

33

Tombol Master

Toolbars

Tombol Track
Membuka file
Tampilan Gelombang

Tombol untuk
Menjalankan file

Penunjuk Waktu

Tingkat Suara

Tombol Zoom
Gambar 32. Bentuk Layar Edit Multitrack

b. Toolbars Edit Multitrack dibagi menjadi:


1) Bagian Menubar berisi File, Edit, View, insert, Effects, Options dan Help
2) Bagian Toolbars berisi tools dapat digunakan untuk penyuntingan suara
3) Bagian Tampilan gelombang berisi bentuk gelombang tekanan suara
4) Bagian Membuka File menampilkan File-File yang akan dipilih untuk dijalankan
5) Bagian Tombol untuk menjalankan File berfungsi untuk menjalankan File suara atau
lagu yang telah dipilih. Disamping menjalankan kita juga dapat menghentikan,
mengulang dan mempercepat.
c.

Memilih Menubars dapat dilakukan dengan cara berikut:


Klik menubars yang anda ingin gunakan, pada kotak perintah akan tampil menubars atau
dengan menekan tombol keyboard berdasarkan shortcut tool yang bersangkutan.

d. Menggunakan Menubars pada Singletrack

Tool menubars membantu anda untuk mengorganisir dan mengubah track dari suatu
suara. Pilihan yang tersedia pada Singletrack antara lain:
1) File, berisi perintah antara lain: New, Open, Close, Extract, Save dan Exit

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

34

Gambar 34. Perintah pada Menu File


2) Edit, berisi perintah antara lain: Undo, Redo, Copy, cut, paste, insert dan lain-lain

Gambar 35. Perintah pada Menu Edit


3) View, berisi perintah antara lain: Multitrack View, Waveform View, Spectral View, show
play list dan lain-lain

Gambar 36. Perintah pada Menu View

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

35

Gambar 37. Tampilan Specral View


4) Effects, berisi perintah antara lain: Invert, Reverse, silent, Amplitude, Delay Effects,
Filter, Special, time/pitch dan lain-lain

Gambar 38. Perintah pada Menu Effects


5) Generate, berisi perintah antara lain: Silence, DTMF Signal, Noise, Tone dan lain-lain.

Gambar 39. Perintah pada Menu Generate


6) Analyze, berisi perintah antara lain: Show Frenquency Analysis, Show Phase Analysis

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

36

Gambar 40. Perintah pada Menu Analyze


7) Favorites, berisi perintah antara lain: Vocal Cut, Fade in, Fade Out, Chamber Reverb
dan lain-lain.

Gambar 41. Perintah pada Favorites


8) Options berisi perintah antara lain : Loop Mode, Timed Record Mode, Monitor Record
Level, Device Properties, Settings dan lain-lain

Gambar 42. Perintah pada Options


9) Window, berisi perintah BritStackChord21_D.cel dan Switch to
10) Help berisi perintah antara lain: Contents, OverView, Search for Help On dan lain-lain
e. Menggunakan Menubars pada Multitrack
Tool menu bar membantu anda untuk mengorganisir dan mengubah track dari suatu
suara. Pilihan yang tersedia pada Multitrack antara lain:

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

37

1) File, berisi perintah antara lain: New Session, Open Session, Close Session, Append
Session dan lain-lain

Gambar 43. Perintah File pada Multitrack


2) Edit, berisi perintah antara lain: Undo Insert Wavaform, Mix Down to File, Mix Down to
Empty Track4, Sellect All Blocks

Gambar 44. Perintah Edit pada Multitrack


3)

View, berisi perintah antara lain: Edit Waveform View, Show Session Properties, Show
Zoom Buttons dan lain-lain

Gambar 45. Perintah View pada Multitrack


4) Insert, berisi perintah antara lain: Wave from File, MIDI from File, Video from File,
Audio from File dan lain-lain.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

38

Gambar 46. Perintah Insert pada Multitrack


5) Effect, berisi perintah Envelope Follower, Frequensi Band Splitter dan Vocoder
6) Options, berisi perintah antara lain: Loop Mode, Monitor Record Level, Show Levels on
Play and Record, Metronom, Setting dan lain-lain.

Gambar 47. Perintah Options pada Multitrack


b. Help, berisi perintah antara lain: Contents, Multitrack Editting, Technical Support
dan lain-lain.

Gambar 48. Tampilan Help


2. ShortCut

ShortCut adalah metode untuk meng-aktifkan menu-menu pilihan melalui penekanan


tombol atau kombinasi beberapa tombol. Dengan metode ini proses pekerjaan akan
menjadi lebih cepat dari pada melalui drag and drop menu dengan mouse. Namun

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

39

kekurangannya adalah pengguna harus menghafal shortcut tersebut untuk dapat


menggunakannya.
Tabel berikut ini menunjukkan shortcut yang ada pada Adobe Audition. Label diatas
tabel adalah nama menu atau submenu, sedangkan kolom sebelah kiri tabel adalah
perintah yang dapat dikerjakan dengan penekanan tombol shortcut pada kolom sebelah
kanan tabel. Tanda plus (+) merupakan tanda kombinasi dari tombol yang ditekan,
misal : Control + N, maka tombol yang ditekan adalah tombol Control diikuti tombol N,
ditekan secara bersamaan. Tanda Plus (+) tidak ikut ditekan.
Tabel 4. ShortCut Menu File
Perintah

Shortcut

New

Ctrl+N

Open

Ctrl+O

Close

Ctrl+W

Save

Ctrl+S

Close

Ctrl+F4

Print

Ctrl+P

Exit

Ctrl+Q
Tabel 5. ShortCut Menu Edit

Perintah

Shortcut

Undo

Ctrl+Z

Redo

Ctrl+Y

Paste

Ctrl+V

Copy

Ctrl+C

Cut

Ctrl+X

Display the Mix Paste

Ctrl+Shift+V

Delete selection

Delete

Cut

Shift+Del

Copy

Ctrl+Insert

Paste

Insert+Shift

Undo

Alt+Backspace

Multitrack View

Ctrl+M

Enable both channels

Ctrl+B

Enable the left channel

Ctrl+L

Enable the right channel

Ctrl+R

Group/Ungroup Blocks

Ctrl+G

Refresh the display

F5

Tabel 6. ShortCut Menu View


Perintah

ShortCut

Toggle between Multitrack View and Edit View

F 12

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

40

Toggle display of Organizer window

Alt+9

Toggle display of the Cue List

Alt+8

Toggle display of the Sel/View Controls

Alt+6

Toggle display of the Session Properties

Alt+3

window
Toggle display of the Mixer window

Alt+2

Toggle display of the EQ window

Alt+5

Toggle display of the Track Properties window

Alt+4

Set focus to the main display

Alt+1

Activate the previous floating window

Alt+Page Up

Activate the next floating window

Alt+Page
Down

Flash the window thats currently in focus

Alt+/

Zoom in horizontally

Alt+Right
Arrow

Tabel 7. ShortCut Menu Analyze


Perintah

ShortCut

Toggle the display of the

Alt+Z

Frequency Analysis window

Tabel 8. ShortCut Menu Options


Perintah

ShortCut

Toggle the monitoring of the

F10

input signal in the Level Meters


Display the Adobe Audition

F4

Settings dialog
MIDI Trigger Enable

F6

SMPTE Slave Enable

F7

Open the Shortcuts (Keyboard

Alt+K

& MIDI Triggers) dialog


MIDI Panic (reset all MIDI

devices)
Tabel 9. ShortCut Menu Transport
Perintah

ShortCut

Play Normally

Alt+P

Stop Playback

Alt+S

Toggle between Play and

Space

Stop

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

41

Toggle between Record and

Ctrl+Space

Pause
Toggle between Play to End

Shift+Space

and Pause
Move Play Cursor to previous

Ctrl+Alt+Home

cue or beginning of waveform


or session
Move Play Cursor to next cue

Ctrl+Alt+End

or end of waveform or
session

a. Rangkuman
1. Toolbox Menubars
Berisi simbol-simbol yang dapat digunakan untuk perintah penyutingan suara.
Perlengkapan perintah didalam menu Toolbars mengijinkan kita untuk melakukan
proses mengEdit, memilih, dan modifikasi suara dari suatu tahapan proses
penyuntingan suara.
a. Untuk memilih salah satu Tool pada Menubars dapat dilakukan dengan
cara berikut:
Klik tool yang anda ingin gunakan yang tampil pada Toolbars, atau dengan
menekan tombol keyboard berdasar dari shortcut tool yang bersangkutan.
b. Menggunakan Toolbars

Menu Toolbars membantu anda untuk mengorganisir dan menyunting amplituda


dari File suara. Pilihan yang tersedia pada Toolbars mengendalikan karakteristik
dari elemen terpilih. Toolbars didalam Adobe Audition mengijinkan anda bekerja
dengan Singletrack dan Multitrack. Sebagai contoh menubars dan Toolbars
Singletrack adalah sebagai berikut :

Gambar 49. Menubars dan Toolbars Singletrack


untuk memilih menubars dan Toolbars Multitrack seperti dibawah ini

Gambar 50. Menubars dan Toolbars Multitrack


1) ShortCut

ShortCut adalah metode untuk meng-aktifkan menu-menu pilihan melalui


penekanan tombol atau kombinasi beberapa tombol. Dengan metode ini
proses pekerjaan akan menjadi lebih cepat dari pada melalui drag and drop

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

42

menu dengan mouse. Namun kekurangannya adalah pengguna harus


menghafal shortcut tersebut untuk dapat menggunakannya.
2) Menyimpan File Suara
Ikuti salah satu langkah berikut:
a)

Untuk menumpuk (overwrite) File yang aktif pada disk, pilih File > Save.

b) Untuk menyimpan File pada lokasi yang berbeda atau nama yang berbeda
pilih File > Save As.
Jika anda memilih perintah Save As, atau jika File belum pernah disimpan
masukkan nama File dan dan lokasi kemudian Klik Save.
summary
1. Toolbox Menubars
Contains symbols that can be used for voice commands penyutingan. Equipment orders in the Toolbars
menu allows us to make the process of editing, selecting, and modifying the sound of a sound stage editing
process.
a. To select a tool on Menubars to do in the following ways:
Click the tool you want to use that appear on the Toolbars, or by pressing the keyboard shortcut tool, based
out of the question.
b. using the Toolbars
Toolbars menu helps you to organize and edit the amplitude of the sound file. The options available on the
Toolbars controlling the characteristics of the selected element. Toolbars in Adobe Audition lets you work
with singletrack and Multitrack. For example menubars and Toolbars singletrack is as follows:
1) ShortCut
ShortCut is a method to activate menu options by pressing a key or combination of keys. With this method the
work will be faster than through a drag and drop menu with the mouse. However, the drawback is the user
must memorize the shortcut to use it.
2) Saving Sound Files
Follow one of the following:
a) To accumulate (overwrite) an active file on the disk, select File> Save.
b) To save the file in a different location or a different name choose File> Save As.
If you choose the Save As command, or if the file has not been saved file and enter a name and location and
then click Save.
Latihan
1. Bukalah Program Adobe Audition
2. Buka View Singletrack arahkan pointer mouse pada Menubars kemudian klik, amati screen tips
yang tampil pada tombol-tombol menubars.

Screen Tips

Gambar 51. Screen Tips Sigletrack


3. Pahami perintah dengan gambar icon pada Toolbars sigletrack dibawah ini.

Gambar 52. Perintah pada Toolbars Singletrack

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

43

4. Huruf didalam tanda kurung adalah shortcut dari tool yang bersangkutan.
5. Coba tekan tombol dari screen tips yang tampil, yang berada didalam tanda kurung. Misal :
tekan tombol N (New Session).
6. Buka View Multitrack arahkan pointer mouse pada Menubars kemudian klik, amati screen tips
yang tampil pada tombol-tombol menubars.

Screen Tips

Gambar 53. Screen Tips Multitrack


7. Pahami perintah dengan gambar icon pada Toolbars Multitrack dibawah ini.

Gambar 54. Perintah pada Toolbars Multitrack


8. Cobalah pada tool-tool yang lain.
9. Simpan pekerjaan anda dengan klik File > Save.

TUGAS INDIVIDU
Praktikkan latihan dibawah ini secara mandiri !
Lakukan browsing/surfing data di internet/perpustakaan tentang:
1. Software editing audio Adobe Audition versi terbaru.
2. Langkah-langkah installasi Adobe Audition

TUGAS KELOMPOK
Bentuk kelompok maksimal 3 siswa per kelompok.
Bersama dengan kelompok belajar kalian, diskusikan jenis-jenis software audio (selain adobe
audition)
1. Download satu buah software Aplikasi Editing Audio yang open source, lakukan installasi.
2. Lakukan proses instalasi Program Adobe Audition, Apabila dikomputer sudah terdapat Program
ini lakukan proses Uninstal Program atau Add/remove Program melalui control panel !
3. Jalankan Program Adobe Audition dan kemudian cobalah keluar untuk kembali ke sistem
operasi Windows xp!

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

44

DAFTAR ISTILAH
Mixiing

: Adalah proses menggabungkan /memadukan semua sumber bunyi yang sudah


direkam menjadi satu project.

Mastering

: adalah final touch atau sentuha akhri dari lagu yagn sudah dilakukan mixing
sebelumnya
Adalah pembuatan CD Master atas karya musik.

ShortCut

: adalah metode untuk meng-aktifkan menu-menu pilihan melalui penekanan


tombol atau kombinasi beberapa tombol.

Adobe Audition: adalah software aplikasi penyunting suara standard yang profesional untuk
memproduksi suara yang baik.
Edit View

: Merupakan tampilan yang bisa digunakan untuk mengedit single waveforms.

Waveform

: adalah tampilan visual dari sebuah sinyal audio.

Multitrac

: digunakan untuk melakukan editing atas berbagai waveform dan membuat


multitrack mixes.

Destructive editing

: editing merubah data audio aslinya

Non Destructive editing : editing yang tidak merubah data audio aslinya.

ULANGAN HARIAN
Aspek Kognitif
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas.
2. Jelaskan perbedaan antara destructive editing dengan non destructive editing (10 %)
3. Jelaskan perbedaan Edit View dengan Multitrac View ?
4. Sebutkan minimal 3 jenis file audio yang bisa di edit dengan menggunakan adobe audition.
Aspek Afektif
Suara bising merupakan sumber polusi suara yang sangat mengganggu
indera pendengaran kita.
Di zaman serba maju seperti sekarang, bukan hanya polusi air dan udara saja
yang menjadi permasalahan sehari-hari. Polusi suara yang disebabkan oleh
berbagai kondisi pun sangat sulit dihindari. Suara bising kendaraan bermotor,
pesawat terbang, deru mesin pabrik, hingga radio/tape recorder yang
berbunyi keras merupakan sumber-sumber polusi suara yang sangat
mengganggu indera pendengaran kita.
Menurut pendapat kalian, perlukah kita mengatur volume suara suatu hasil karya Audio (Music),
mengapa ? jelaskan pengaruhnya / efek negatif terhadap lingkungan (manusia) jika kita
mengabaikan volume suara (suara yang terlalu keras) yang menyebabkan polusi suara.
Aspek Psikomotorik
1. Buka aplikasi Program Adobe Audition, lakukan pengamatan dengan membuka beberapa
pilihan menu yang ada pada Program tersebut!

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

45

2. Kliklah beberapa tombol yang berada di bawah pilihan menu. Pilihan/perubahan apa yang
tampil pada layar monitor!
3. Buatlah File suara baru, dengan menggunakan shortcut.
4. Buatlah gambar-gambar dibawah ini dengan menggunakan shortcut,
a. membuka File suara
b. mengCopy File suara
c.

memotong File suara

d. melekatkan potongan File suara


5. Simpan pekerjaan anda dengan nama coba1.ses
Langkah Kerja
1. Periksa semua kabel penghubung pada computer
2. Hidupkan komputer dengan menekan saklar pada komputer, jangan menghidupkan komputer
dengan memasukkan colokan ke stop kontak ketika saklar dalam keadaan on
3. Jika komputer telah hidup, panggil aplikasi Adobe Audition. Tunggulah hingga proses loading
selesai
4. Buka File suara yang akan dilakukan penyuntingan
5. Pada Menubars File klik Open klik File yang akan buka
6. Tentukan kanal suara kiri aktif sedangkan kanal suara kanan mati/tidak aktif.

Gambar 55. Tampilan Bentuk Amplituda Kanal Kiri


7. Simpan File tersebut dengan nama Left.ses
8. Tentukan kanal suara kanan aktif sedangkan kanal suara kiri mati/tidak aktif.

Gambar 56. Tampilan Bentuk Amplitudo Kanal Kanan


9. Simpan File tersebut dengan nama Right.ses

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

46

10. Jika telah selesai, tutuplah Adobe Audition dikomputer anda dan matikanlah komputer dengan
benar.
Perbaikan
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1.

Tuliskan shortcut dalam menu file pada program adobe audition.

2.

Tulikan kebutuhan system komputer untuk program adobe audition.

Pengayaan
1.

Siapkan software audio : Adobe Audition

2.

Aktifkan menu help

3.

Carilah informasi perihal tahapan editing audio

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

47

KD : 3
MERANCANG DAN MENGEDIT AUDIO
TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Mengedit frame audio single dan multiple.

Menggabungkan audio digital track multiple.

Menentukan encoding waktu pada track audio digital single dan multiple.

Mengaplikasikan encoding waktu pada track audio digital single dan multiple.

Mengaplikasikan desain storybook ke produksi rangkaian audio digital Menggabungkan


track audio yang telah dihasilkan ke rangkaian multimedia .

OBJECTIVES OF LEARNING
Editing the single and multiple audio frames.
Combine multiple tracks of digital audio.
Determine the encoding of time in the digital audio track single and multiple.
Apply audio encoding time on track digital single and multiple.
Apply storybook design to the production of digital audio circuit Combine audio tracks that have been
produced to a series of multimedia.

URAIAN MATERI
1. File Suara

File suara adalah hasil rekaman suara yang telah disimpan pada format tertentu dan
akan didapat hasil suara lagi jika File suara tersebut dijalankan (open) dengan
memakai software tertentu. Format File suara antara lain: *.mp3, *.wav, *.aif, *.ses
dll
a.

Membuka File Suara


Langkah-langkah untuk membuka File suara:
1) Pilih File Open untuk memulai membuka File.
2) Klik Open.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

48

Gambar 57. Perintah Open File


3)

Arahkan pointer mouse ke File yang akan dipilih, lalu Klik pada kotak tulisan open
atau klik dua kali File tersebut.

Gambar 58. Memilih File


4) Tunggu proses loading hingga 100%

Tanda Proses Loading

Gambar 59. Proses Loading


5) Setelah selesai loading maka akan tampak bentuk dari amplitude File suara
tersebut.

Bentuk Amplitude

Gambar 60. Bentuk Amplituda dari File


6) Untuk menjalankan File suara dengan mengarahkan pointer mouse ke tombol

transport atau menekan Alt+P bersamaan

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

49

Tombol Transport

.
Gambar 61. Menjalankan File Suara
2. Menyunting File Suara
Menyunting suara adalah mengubah amplitude suara dari suara sebelumnya. Untuk
masuk penyuntingan dapat dilakukan dengan cara:
a. Klik satu kali pada Menubars

Gambar 62. Menjalankan Perintah pada Effects

b. Klik dua kali pada Window Organizer

window organizer

Gambar 63. Perintah pada Window Organizer


1) Untuk mengamati bentuk amplitude secara jelas dapat dilakukan dengan
mengatur lebar dan sempitnya Horizontal Partion Bars

Horizontal Partion Bars

Gambar 64. Horizontal Partion Bars Lebar

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

50

Horizontal Partion Bars

Gambar 65. Horizontal Partion Sempit


2) Untuk mengamati bentuk frekuensi secara jelas dapat dilakukan dengan
memilih Analyze klik Show Frequency Analysis atau tekan Alt+Z

Area Frekuensi kiri

Gambar 66. Area Frekuensi Kanal Kiri

Area Frekuensi kanan

Gambar 67. Area Frekuensi Kanal Kanan


3) Selain berbentuk area frekuensi dapat juga ditampilkan dalam bentuk garis
seperti berikut:

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

51

Garis Frekuensi

Gambar 68. Garis Frekuensi


4) Untuk mengamati bentuk frekuensi secara jelas dapat dilakukan dengan
memilih Analyze klik Show Phase Analysis

Garis Phase

Garis Frekuensi

Gambar 69. Garis Frekuensi dan Garis Phase


5) Untuk mengatur Efek yang diinginkan dapat dilakukan dengan memilih fungsi
yang tersedia pada Menubars kemudian klik. Contoh dibawah ini mengunakan
pilihan Filters. Filter digunakan untuk menyaring atau mengatur suara yang
dikehendaki. Untuk melakukan pemfilteran dengan cara sebagai berikut:
a) Arahkan pointer mouse ke Menubars Effects Filters Graphic

Equalizer

Gambar 70. Pilihan Filters

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

52

b) Selanjutnya pilih Graphic Equalizer lalu klik

Tombol Pengatur (Bands)


Area Frekuensi

Gambar 71. Graphic Equalizer 10 band (1 Octave)


c) Pilihan yang tersedia pada Graphic Equalizer ada 10 bands (1 Octave), 20
bands (1/2 Octave) dan 30 bands (1/3 Octave)
3. Menyimpan File Suara
Setelah dilakukan penyuntingan suara langkah berikutnya adalah menyimpan hasil
penyuntingan. Untuk menyimpan File suara dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut:
a. Arahkan pointer mouse pada Menubars File kemudian klik sekali
b. Dari File Pilih Save As terus klik atau tekan Ctrl+S secara bersamaan
c.

Dari File Pilih Save Copy As jika ingin memberi format atau nama lain dari File
suara yang telah di edit.

Amplitude setelah
Penyuntingan
Amplitude sebelum
Penyuntingan

Gambar 72. Bentuk Amplitude Penyuntingan

Perintah Save As

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

53

Gambar 73. Memilih Perintah Save As


d. Untuk menentukan Folder tempat penyimpanan File klik Save As lalu pada kotak

Save in pilih Folder yang dikehendaki

nama folder

Save

Gambar 74. Memilih Folder Penyimpanan


e. Untuk melakukan penyimpanan arahkan pointer mouse pada kotak Save kemudian
klik
f.

Untuk memberi nama ketik nama pada kotak File name

g. Untuk membatalkan proses penyimpanan, klik kotak cancel


1. Sound Files
The sound file is the result of sound recording that has been saved in a particular format and we got the
result will sound again if the sound file is run (open) using specific software. The sound file format include:
*. Mp3, *. Wav, *. Aif, *. Ses etc.
a. Sound File Opening
Steps to open a sound file:
1) Choose File - Open to start the File open
2) Click Open
3) Move the mouse pointer to the file you want to select, then click on the text box open or double-click
the file.
4) Wait for the process of loading up to 100%
5) When finished loading then it would seem a form of amplitude sound files.
6) To run a sound file by pointing the mouse pointer to the transport or press Alt + P simultaneously
2. Editing Sound Files
Editing sounds is to change the amplitude noise of the sound before. To enter editing can be done by:
a. Click once on Menubars
b. Double click on Window Organizer
1) To observe the shape amplitude clearly can be done by adjusting the width and narrowness partion
Horizontal Bars
2) To observe the form of frequency clearly can be done by selecting Analyze - click Show Frequency
Analysis or press Alt + Z
3) In addition to the frequency-shaped area can also be displayed as a line like the following:
4) To observe the form of frequency clearly can be done by selecting Analyze - click Show Phase Analysis
5) To set the desired effects can be done by selecting the functions available on Menubars then click.
Example below using Filters option.
Filters are used to filter or adjust the desired sound.
To perform filtering in the following way:
a) Move the mouse pointer to Menubars - Effects - Filters - Graphic Equalizer
b) Then select and click Graphic Equalizer
c) The options available on the Graphic Equalizer there are 10 bands (1 Octave), 20 bands (1/2 Octave)
and 30 bands (1/3 Octave)
3. Saving Sound Files
After editing the sound next step is to save the edits.
To save the sound file can be done in the following way:

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

54

a. Point your mouse pointer on Menubars - File and then click once
b. From the File - Save As then click Select or press Ctrl + S simultaneously
c. From the File - Select the Save Copy As if it wanted to format or another name of the sound file that has
been edited.
d. To determine the storage folder click File and then Save As the Save in box select the desired folder
e. To make a storage point the mouse pointer on the box and then click Save
f. To give a name to type a name in the File name box
g. To cancel the storage process, click the cancel
Rangkuman

File suara adalah File hasil rekaman suara yang telah disimpan pada format tertentu dan akan
didapat hasil suara lagi jika File suara tersebut dijalankan (open) dengan memakai software
tertentu
1. Membuka File Suara
Langkah-langkah untuk membuka File suara:
a. Jalankan Program Adobe Audition
b. Pilih File - Open untuk memulai membuka File
c.

Klik Open

d. Tunggu proses loading File sampai selesai (100%)


e. Untuk menjalankan dengan menekan tombol Play atau Alt+P
f.

Untuk menghentikan dengan tombol Stop atau Alt+S

2. Menyunting File Suara


Menyunting suara adalah mengubah amplitude suara dari suara asli atau sebelumnya.
Langkah-langkah untuk menyunting File suara adalah:
a. Pilih File yang akan dilakukan penyuntingan
b. Buka File suara tersebut
c.

Pilih Effects pada Menubars

d. Klik Effects sekali maka muncul menu pilihan yang dapat digunakan untuk
menyunting suara
e. Pilih Graphic Equalizer jika akan menyunting amplitude
f.

Atur tombol-tombol pengatur frekuensi agar didapat suara yang seperti


dikehendaki

3. Menyimpan File Suara


Setelah dilakukan penyuntingan langkah berikutnya adalah menyimpan File hasil
penyuntingan. Untuk menyimpan File dapat dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
a. Arahkan pointer mouse pada Menubars File kemudian klik sekali
b. Dari File Pilih Save As terus klik atau tekan Ctrl+S secara bersamaan
c.

Untuk menentukan Folder tempat penyimpanan File klik Save As lalu pada kotak

Save in
d. Untuk memberi nama, ketik nama pada kotak File name
e. Kemudian Klik Save
Summary
The sound file is recorded sound files that you have saved in a particular format and we got the result will
sound again if the sound file is run (open) using specific software
1. Sound File Opening

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

55

Steps to open a sound file:


a. Run the program Adobe Audition
b. Choose File - Open to start the File open
c. click the Open
d. Wait for the process to finish loading files (100%)
e. To execute by pressing the Play button or Alt + P
f. To stop the Stop button or Alt + S
2. Editing Sound Files
Editing sounds is to change the amplitude noise of the original sound or earlier.
Steps to edit the sound files are:
a. Choose File to be done editing
b. Open the sound file
c. Select the Effects on Menubars
d. Click the Effects menu option once it emerged that can be used for editing sounds
e. Select if you would edit the Graphic Equalizer amplitude
f. Set the frequency control buttons in order to obtain the desired sound like
3. Saving Sound Files
After editing the next step is to save file edits. To save the file to do the following steps:
a. Move the mouse pointer to File - Menubars then click once
b. From the File - Select Save As then click or press Ctrl + S simultaneously
c. To determine the storage Folder File then click Save As on the Save in
d. To give a name, type a name in the File name box
e. Then click Save
MELAKUKAN PENGATURAN BITRATE PADA FILE SUARA
Langkah-langkah :
1. Aktifkan Adobe Audition.
2. Buka file audio.
3. Simpan file tersebut, Adobe audition menyediakan pilihan save ke beragam format audio file,
bisa itu PCM, RAW, CEL, MP3, dan sebagaianya. Namun kita pakai yang umum saja yaitu mp3.
4. Pertama kita pilih dulu save as type - MP3. Kemudian save. Namun kita bisa mengatur
option-option MP3, menngenai bitrate, sample rate, channel.

Gambar 75 Encoder Option

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

56

Disana akan ada CBR dan VBR. CBR merujuk pada constant bitrate sedangkan VBR merujuk pada
variable bitrate. Intinya, VBR lebih baik namun akan membuat file menjadi tambah besar.
Umumnya kita gunakan CBR. Pada bitrate atur settingan sesuai selera kita. Aturannya cuma satu,
makin tinggi bitrate maka kualias lagu makin baik. Makin tinggi sample rate maka suara akan
makin tajam, begitu pula sebaliknya.
Settingan default:

Normal use 128 kbps 44100 khz

CD quality 192 kbps 44100 khz

Studio quality 320 kbps 44100 khz

DVD quality 224 kbps 48000khz

5. Setelah selesai, klik OK lalu simpan


MAKING ARRANGEMENTS TO FILE SOUND BITRATE
Steps:
1. Enable Adobe Audition.
2. Open the audio file.
3. Save the file, Adobe audition provides the option to save a variety of audio file formats, be it PCM, RAW,
CEL, MP3, and sebagaianya. However, we use only the common mp3.
4. First we select the first save as type - MP3. Then save. But we can set options, MP3, menngenai bitrate,
sample rate, channel.
There will be no CBR and VBR. CBR refers to the constant bitrate VBR while referring to the variable
bitrate. In essence, VBR is better but it will make the file become bigger. Generally we use CBR. At bitrate
adjust settings to suit our tastes. The rule is just one, the higher the bitrate the better kualias song. The higher
sample rate then the sound will be more sharp, and vice versa.
Default settings:
Normal use 128 kbps 44 100 kHz
CD quality 192 kbps 44 100 kHz
Studio quality 320 kbps 44 100 kHz
DVD quality 224 kbps 48000khz
5. When finished, click OK and then save our song.
MEMBUAT EFEK SUARA LOSE POWER
Kita sering dengar lagu-lagu Dj remix atau lagu-lagu dance ? Ada bagian-bagian tertentu dimana
suara tiba-tiba menjadi berat kemudian melambat dan berhenti. Untuk membuat efek itu, kita tidak
perlu memiliki turntable (meja DJ) Berikut trik membuat efek lose power music dengan adobe
audition.
Langkah-langkah :
1. Aktifkan Adobe Audition.
2. Import lagu
3. Kemudian pilih tab effects Time and Pitch - pitch bender.
4. Akan muncul kotak dialog ini. Tapi sebelum membuka pitch bender, terlebih dulu kita
seleksi bagian mana pada lagu yang akan diterapkan efek ini (biasanya dibagian akhir).

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

57

Gambar 76. Pitch Bender


5. Kembali ke pitch bender, disana akan ada beberapa efek default termasuk efek losing
power ini. Kita tinggal klik ke sana kemudian OK. Maka efek akan di terapkan pada bagian
yang kita seleksi tadi. Kalau hasilnya tidak memuaskan bisa kita setting sesuai keinginan.
Makin tinggi, tempo lagu akan makin cepat, begitu sebaliknya. Tekan preview untuk
mendengar hasilnya. .....
MAKING SOUND EFFECTS LOSE POWER
We often hear the Dj remix songs or dance songs? There are certain parts where the sound suddenly
becomes heavy then slows and stops. To create that effect, we do not need to have the turntables (DJ table)
Here's a trick to make the effect lose power music with adobe audition.
Steps:
1. Enable Adobe Audition.
2. import songs
3. Then select the tab effects - Time and Pitch - pitch bender.
4. This dialog box will appear. But before the opening pitch bender, we first section where the song selection
that will apply this effect (usually the last part).
5. Back to the pitch bender, there will be some effect of default including the effect of losing this power. We
stayed in there and then click OK. Then the effect will be applied in the selection we had. If the results are
not satisfactory we can setting as desired. The higher, the faster the tempo of the song will be, and vice
versa. Press preview to hear the results.
MEMBUAT SUARA VERSI KARAOKE
Lagu versi karaoke maksudnya lagu yang digunakan untuk nyanyi dimana antara vocal dan
musicnya dibuat terpisah. Tentunya lagu tipe ini harus dihilangkan dulu vokal penyanyi aslinya.
Jadi lagu tipe ini terdiri dari 2 channel, 1 channel instrumental dan 1 channel instrument + vokal.
Langkah-langkah :
Sediakan lagu yang akan dibuat jadi karaoke version. Syarat mutlak yaitu lagu harus stereo (2
channel).
1. Aktifkan Adobe Audition.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

58

2. Pilih tab effects Stereo Imagery - channel mixer. Pada channel mixer, atur
settingan seperti ini.

Gambar 77. Channer Mixer


3. Setelah itu pilih preview. Jika vokal hanya muncul di salah satu channel berarti telah
berhasil.
4. Sentuhan akhirnya. Kita bisa memperbesar volume suara khusus untuk musik saja (karena
biasanya volume instrumental akan lebih kecil) dengan menyeleksinya saja. Seperti ini:

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

59

Gambar 78. Waveform


5. Setelah diseleksi, pilih effects - amplitude - amplify/fade. Masukkan berapa dB
penguatan suara. Disarankan antara nilai 2 sampai 7 (kalau lebih dari itu biasanya over
gain sehingga suara pecah).
6. Klik OK, maka level suara instrumental akan mengimbangi level suara vokalnya.
7. Simpan dan kita telah mendapatkan suara versi karaoke.

Gambar 79. Waveform


MAKING SOUND KARAOKE VERSION
Mean karaoke version of the song used to sing a song where the vocals and musicnya made separately. Of
course this type of song should be eliminated first vocal original singer. So this type of song consists of 2
channels, 1 channel 1 channel instrumental and vocal + instrument.
Steps:
Provide a song that will be made into a karaoke version. Necessary condition that the song must be stereo (2
channels).
1. Enable Adobe Audition.
2. Select the tab effects - Stereo Imagery - channel mixer. In the channel mixer, set the setting like this.
3. After that select the preview. If vowels only appear on one channel means it has succeeded.
4. The touch eventually. We can increase the volume specifically for music (as those volumes will be smaller
instrumental) by selecting it
5. Once selected, choose effects - amplitude - Amplify / Fade. Enter how many dB sound reinforcement.
Suggested the value of 2 to 7 (if more than that are usually over the gain so that the noise burst).
6. Click OK, then the instrumental sound levels to compensate for his vocal sound level.
7. Store and we have gained sound karaoke version.

TUGAS INDIVIDU
Praktikkan latihan dibawah ini secara mandiri !
1.

Aktifkan software adobe auditon, buka 3 file audio dengan format MP3

2.

Berikan efek yang berbeda untuk masing masing audio / lagu

3.

Lakukan penyimpanan audio dengan nama yang berbeda.

TUGAS KELOMPOK

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

60

Bentuk kelompok maksimal 3 siswa per kelompok.


Bersama dengan kelompok belajar kalian, diskusikan fitur-fitur penyunting suara dibawah ini.

PORTOFOLIO
Pembahasan diatas telah dijelaskan tentang penyuntingan audio digital. Lakukanlah penyuntingan
dari suatu File suara dengan mengubah amplitude dari suatu File suara yang ber-extensi *.mp3
dikomputer anda! Simpan pekerjaan anda dengan nama Latihan.ses

DAFTAR ISTILAH
Editing track

merupakan proses untuk mengubah rekaman suara secara langsung terhadap


rekaman digital.

Balance

adalah proses menyelaraskan volume antar instrumen.

Pan

atau Panning adalah peletakkan suara atau instrumen di sebelah kanan, di


sebelah kiri, dan di tengah, yang bertujuan memberikan kesan Stereo.

EQ

adalah proses pewarnaan suara, yang dimaksudkan di sini adalah perlakuan


terhadap instrument maupun vocal, di mana frekuensi tiap instrumen tidak
saling mengganggu satu sama lain.

Effect

Proses perubahan terhadap data audio menjadi lebih baik yang sudah direkam
kedalam komputer. Karena karakteristik suara akhir yang dihasilkan bergantung
pada proses efek itu.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

61

ULANGAN HARIAN
Aspek Kognitif
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas.
1. Sebutkan dan jelaskan minimal 3 jenis effect dalam adobe audition (40 %)
2. Apa yang kamu ketahui tentang KARAOKE, jelaskan ! (30%)
3. Apa yang dimaksud dengan efek lose power, jelaskan ! (30%)
Aspek Afektif
Menurut pendapat kalian, mengapa perlu adanya editing terhadap audio yang sudah kita rekam ?
berikan alasannya, uraikan dengan jujur pendapat kalian secara tertulis pada selember kertas dan
kumpulan pada guru kalian.
Aspek Psikomotorik
1. Siapkanlah 3 buah File suara dengan ekstensi *.wav, di Folder dikomputer anda, rangkai FileFile suara kemudian beri nama berbeda!
2. Bukalah Program Adobe Audition lalu insert File video dari suatu Folder kemudian mainkan
(Play)!
3. Lakukanlah penyuntingan File suara dengan menggunakan filters Graphic Equalizer. Simpanlah
pekerjaan anda dengan nama File coba. Ses
Perbaikan
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Tuliskan langkah menyimpan file
2. Jelaskan istilah dibawah ini :
a. Balance
b. PAN / PANNING
c.

EQ

Pengayaan
1. Dengan menggunakan alat perekam seadanya (HP) , lakukan perekaman suara terhadap
hewan disekitarmua : Kucing, Ayam, Kambing
2. Export file ke computer/laptop dan buka file tersebut dalam adobe audition

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

62

KD : 4
MENGINTEGRASIKAN FILE SUARA KE
DALAM MUTIMEDIA
TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN

Menerapkan teknik menangkap suara pada rangkaian multimedia

Menghilangkan dan atau memperbaiki gangguan yang terjadi akibat penangkapan suara

Menambahkan efek khusus pada track audio

Melakukan mixing audio

Menggunakan fitur composer untuk membuat track audio baru

Menggunakan MIDI dan sound card untuk menghasilkan track audio baru

Menggunakan software konstruksi track untuk menghasilkan track audio baru

Menggunakan hardware konstruksi track untuk menghasilkan track audio baru

OBJECTIVES OF LEARNING
Implement techniques to capture the sound of a multimedia series
Eliminate and or correct the interference caused by the arrest of the sound
Adding special effects to audio tracks
Perform audio mixing
Using the feature composer to create a new audio track
Using MIDI and sound card to generate a new audio track
Using software to track construction produces a new audio track
Using construction hardware track to generate new audio track.

URAIAN MATERI
TEKNIK MENANGKAP SUARA / DUBBING
PADA RANGKAIAN MULTIMEDIA

proses

erangkat yang dibutuhkan minimal PC


dengan software audio editing beserta
microphone.
mengisi

Dubbing

atau

merupakan

memperbarui

suara

dalam suatu klip, bisa klip audio saja maupun


klip audio visual. Selain dubbing, juga terdapat
istilah lain yaitu voice over.
Dubbing bisa digunakan dalam pentas drama,
jadi pemainnya hanya melakukan gerak-gerik
tanpa perlu mengeluarkan suara. Selain itu
dubbing juga digunakan untuk menambahkan
naskah narasi pada video klip, dan sebagainya.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

63

Gambar 80. perangkat perekaman sederhana


Tanpa peralatan yang lengkap pun kita bisa melakukan proses dubbing sendiri dengan hasil yang
bagus.
CATCH TECHNICAL VOICE / dubbing CIRCUITS ON MULTIMEDIA
The device takes minimal PC with audio editing software and its microphone. Dubbing is the process of
filling out or updating the sound in a clip, can clip any audio and audio visual clips. Besides dubbing, there
are also other terms that voice over.
Dubbing can be used in the play, so players only perform movements without making a sound. Besides
dubbing is also used to add text narration on the video clip, and so on.
Without any equipment that we can complete the process of dubbing himself with great results.
Hal yang perlu diperhatikan saat melakukan proses dubbing / rekaman:
1. Tingkat kebisingan
Pastikan tempat kita dubbing bebas dari suara-suara gaduh, misalnya suara motor, kipas angin
atau anak-anak. Suara gaduh akan mengganggu hasil dubbing kita. Namun bila tempat kita
memang bising, bisa disiasati dengan menurunkan level mikrofon dan suara kita harus lebih kuat.
2. Mixer
PC memiliki mixer terintegrasi didalamnya. Yang kita butuhkan hanyalah set input mixer ke
mikrofon saja, supaya suara-suara dari PC tidak ikut terekam.
3. Mikrofon
Lebih bagus dalam hal ini kita menggunakan dynamic microphone karena ruang respon mic tipe ini
lebih sempit sehingga suara-suara di background bisa diminimalisir. Kalau tidak ada, maka kita bisa
gunakan condenser mic yang ada di headphone.
Usahakan jarak mikrofon ke mulut sejauh 4 cm, jarak yang terlalu dekat akan menyebabkan suara
kurang jelas.
4. Check noise
Sebelum memulai semuanya, kita bisa cek besar noise yang ada dengan cara merekam dan mic
dalam kondisi hidup. Berikut perbandingan antara idle (input off) dan ready (input mic on) di
adobe audition. Noise memang bisa direduksi saat editing, namun alangkah baik kalau kita
mereduksinya sebelum memulai proses rekam.
idle: tidak ada sinyal masuk
Bisa dilihat kuat sinyal sekitar -60dB

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

64

gambar 81. waveform


ready: sinyal dari mikrofon
Suasana hening, kuat sinyal sekitar -30dB

Gambar 82. waveform


Jika tidak terdengar dengung atau suara desis yang berlebihan, maka cek noise selesai. Kita bisa
lanjut ke proses berikutnya.
5. Atur kekuatan suara
Cobalah kita mengatur volume di mic sambil berbicara dengan suara keras. Usahakan rekaman
suara tidak mencapai puncak atas dan bawah dari workspace.
Rekaman yang bagus adalah rekaman dengan volume yang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu
besar. Jadi usahakan untuk tetap normal levelnya.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

65

Gambar 83 wafeworm
Contoh rekaman yang tidak bagus. Hal ini menyebabkan suara overloud (pecah) sehingga sangat
sulit diperbaiki. Jadi hindari yang seperti ini.
Perlu diingat volume rekaman yang terlalu kecil juga tidak bagus, walaupun bisa kita kuatkan
(gain) sekian dB namun noisenya juga akan ikut dikuatkan.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

66

Gambar 84. Wafeworm


6. Perhatikan desahan napas
Hal lain yang harus diperhatikan adalah desahan napas ketika berbicara. Hal ini kerap terjadi dalam
rekaman. Jika terjadi, jangan segan-segan untuk mengulang rekam. Masalah ini bisa dihindari
dengan meletakkan posisi mikrofon agak menyamping dari mulut pembicara.
Things to consider when doing the dubbing / recording:
1. The noise level
Make sure the place we are dubbing free of noises, such as the sound of motor, fan or children. Noise will
interfere with the results of our dubbing. But if our place is noisy, can be tricked by lowering the level of the
microphone, and we have a stronger voice.
2. Mixer
PC has an integrated mixer in it. All we need is to set the mixer to the microphone input only, so that the
voices of the PC did not participate recorded.
3. Microphone
Better in this case we use a dynamic mic microphone for this type of response space more narrow so that
background noises can be minimized. If no, then we can use the existing condenser mic in the headphones.
Keep the microphone to his mouth as far as the distance of 4 cm, the distance is too close will cause the
sound is less clear.
4. Check noise
Before starting it all, we can check that there is great noise by recording and the mic is on. Here's a
comparison between idle (input off) and ready (on mic input) in adobe audition. Noise can be reduced when
editing it, but it would be nice if we reduce it before starting the recording process.
idle: no incoming signal
Strong signals can be seen around - 60dB
ready: the signal from the microphone
There was silence, a strong signal about-30dB
If you do not hear buzzing or hissing sound excessive, then the noise checks completed. We can go to the next
process.
5. Set the power of sound
We try to adjust the volume on the mic while talking in a loud voice. Try to sound recordings did not reach
the peak top and bottom of the workspace.
Good Records is a recording with the volume is not too small and not too big. So try to keep a normal level.
Examples of good footage. This causes overloud voice (broke) so it is very difficult repair. So avoid this kind.
Keep in mind that the recording volume is too small is not good, even though we can strengthen (gain) so dB
but noisenya will also be strengthened.
6. Note sigh sigh
Another thing to consider is the sigh of breath when speaking. This often happens in the recording. If this
happens, do not hesitate to repeat the record. This problem can be avoided by placing the microphone
position of the mouth of the speaker slightly sideways.
MEREKAM SUARA DAN MUSIK SECARA HI-FI KE KOMPUTER / AUDIO CAPTURING
Peralatan yang harus kita miliki adalah mikrofon. Kalau pada PC desktop mungkin harus pakai mic
eksternal, namun jika menggunakan laptop kita bisa mencoba langsung soalnya laptop sudah
memiliki mic built-in.
Selain itu kita juga bisa menggunakan headphone kita sebagai mic asal jack mic-nya di colok pada
lubang yang tepat :
1. Klik Icon Edit

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

67

Gambar 85. Icon Edit


2. Pilih file - new akan tampil kotak dialog new, seperti berikut

Gambar 86. new Waveform


3. Klik OK saja maka kita akan dihadapkan pada workspace baru bernama untitled.
4. Selanjutnya klik Record (tombol merah bulat) di bagian sudut bawah workspace, maka
rekaman akan berjalan. Selajutnya lakukan perekaman suara.

Jika workspacenya muncul

wave-wave sesuai dengan level suara maka suara kita telah berhasil di rekam.
5. Jika kita menginginkan penghentian proses rekam klik stop
6. dan Klik play untuk mendengar hasil rekam audio OK, selesai.
7. Klik save untuk menyimpan format mp3.
Agar kualitas rekaman baik dan tidak pecah, kita harus mematikan equalizer mixernya.
Tips:
Selain menggunakan input mic, kita juga bisa menggunakan input berupa line in. Jadi kita bisa
menggunakan adobe audition untuk men-digitalisasi kaset-kaset lama kita dengan cara
merekamnya ke adobe audition. .....
MUSIC AND SOUND RECORDING IN HI-FI TO COMPUTERS / AUDIO Capturing
The equipment should we have is a microphone. If the desktop PC may have to use an external mic, but if we
can try to use the laptop because the laptop directly own built-in mic.
In addition we can also use our headphones as a mic jack mic its origin in the hole plug on the right:
1. Click the Edit Icon
2. Select the file - new new dialog box will appear, as shown below
3. Click OK, then we will be faced with a new workspace named untitled.
4. Then click the Record (round red button) at the bottom corner of the workspace, then the recording starts.
Following that do voice recording. If workspacenya emerging wave-wave according to the level of the sound
and then the sound we have successfully recorded.
5. If we want to halt the process of recording click the stop
6. and click play to hear an audio record results OK, finished.
7. click Save to save the mp3 format.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

68

In order for the recording quality is good and does not break, we had to turn off the equalizer mixer.
Tips:
In addition to using the mic input, we can also use the line-in input form. So we can use to download adobe
audition digitizing our old tapes by recording them to adobe audition..
MENERAPKAN EFEK STUDIO PADA REKAMAN SUARA
Efek studio disini maksudnya suara yang memiliki latar belakang. Latar belakang ini bisa berupa
gema ataupun gaung. Umumnya studio rekaman menggunakan efek gaung untuk rekamannya.
Berikut tips membuat efek suara studio dengan adobe audition.
Tujuan menggunakan efek latar belakang (backsound) adalah agar suara menjadi lebih hidup dan
memiliki kesan 3 dimensi (stereo widening). Tanpa backsound, suara terkesan menjadi monoton
dan tidak dinamis.
Langkah-langkah
1. Untuk membuat efek ini buatlah dulu rekaman sederhana suara kita.
2. Setelah itu seleksi hasil tes rekaman tadi lalu pilih tab effects - delay effects - studio
reverb.

Gambar 87. Studio Reverb


3. Pilih satu-satu preset untuk mendengar perbedaannya. Kita juga bisa mengatur settingan
secara manual sehingga didapatkan efek yang benar-benar dapat meningkatkan kualitas
suara kita. Selamat mencoba.
APPLYING THE STUDIO TO RECORD SOUND EFFECTS
Effects studio here means that a background noise. This background may be an echo or reverberation.
Generally, using the recording studio to tape echo effects. Here are tips for making sound effects with adobe
audition studio.
The purpose of using background effects (backsound) is that the sound becomes more alive and have the
impression of three-dimensional (stereo widening). Without backsound, sounds seem to be monotonous and
not dynamic.
Steps
1. To create this effect first make a simple recording voice.
2. After that the tape test selection and select the tab effects - delay effects - studio reverb.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

69

3. Choose one of the presets to hear the difference. We can also manually adjust the settings so that the
obtained effects that can really improve the quality of our voice. Good luck.
......
MENGATUR TEMPO LAGU DENGAN ADOBE AUDITION
Adobe audition menawarkan pengalaman edit audio yang sangat kompleks dan lengkap. Kali ini
saya akan memberikan secuil tutorial di adobe audition mengenai cara mengatur tempo lagu. Jadi
dengan ini lagu atau klip suara apapun bisa dipercepat atau diperlambat temponya.
Langkah pertama, import dulu file audio kita ke adobe audition. Buka tab effect - time/pitch stretch. Kotak dialog strecth akan ditampilkan, seperti dibawah ini:

Gambar 88. Dialog Box Stretch


Ubah streching mode menjadi time stretch lalu sesuaikan tempo lagu sesuai keinginan.
SETTING WITH ADOBE AUDITION tempo songs
Adobe audition audio editing offers a very complex and complete. This time I will give a tutorial on adobe
audition piece on how to set the tempo of the song. So with this song or any sound clips can be accelerated or
slowed down tempo.
The first step, used to import audio files into adobe audition us. Open the tab effect - time / pitch - stretch.
Change streching mode to time stretch and adjust the tempo of the song as you wish
MENGEKSTRAK AUDIO SECARA CEPAT DARI VIDEO
Bagaimana cara kita mengambil audio dari video? Umumnya dengan video converter bukan?
Convert dari format video ke format audio, contohnya mp3. Berapa lama waktu yang kita
butuhkan? umumnya 2 menit, tergantung durasi video. Dengan adobe audition kita akan 10x lebih
cepat daripada itu.

Buatlah shortcut dari programnya (audition.exe)

Selanjutnya

paste shortcut tersebut di folder c:\documents and settings\Nama

user\Send to.

Jadi tiap kita ingin mengambil suara dari video tertentu, klik kanan pada video itu
kemudian send to audition.exe.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

70

Gambar 89. Dialog Box Extracting Audio


Maka otomatis adobe audition akan loading dan memulai proses extracting audio. Atau jika diberi
kotak dialog, tekan cancel saja. Setelah audio selesai diloading, kita tinggal save as dengan format
mp3 seperti sebelumnya dan jadilah file tersebut dalam hitungan detik saja.
tips:
Kita bisa menghapus bagian paling awal waveform karena biasanya ada suara "klik" yang
mengganggu.

Gambar 90. Waveform


Extract audio RAPID FROM VIDEO
How do we take the audio from the video? Generally, the video converter is not it? Convert video formats to
audio formats, such as mp3. How much time do we need? generally 2 minutes, depending on the duration of
the video. With adobe audition we would be 10x faster than that.
Make a shortcut of the program (audition.exe)
Then paste the shortcut in the folder c: \ documents and settings \ user name \ Send to.
So we want to take every sound from a particular video, right click on the video and then send to
audition.exe.
Adobe audition will then automatically load and start the process of extracting audio. Or if given a dialog
box, press cancel it. Once the audio is loading is complete, we just save as mp3 format as before and be a file
in a matter of seconds.
tips:
We can remove the very beginning because there is usually a sound waveform "click" is disturbing.
Membuat Audio CD dengan Software Nero Express
1. CD Audio
CD Audio adalah CD yang berisi track music dan dapat dimainkan pada semua CD-players. CD
Audio mendukung format mp3 dan wma.
2. Membuat Audio CD dengan Software Nero Express
Anda dapat membuat AudioCD ketika File telah di format dalam mp3 atau wma. Nero
Express memberi 4 pilihan untuk burning music, adapun pilihannya sebagai berikut:
a. Audio CD
b. Audio and Data CD
c.

MP3 disc

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

71

d. WMA disc

Gambar 91. Pilihan Burn Music


Berikut langkah-langkah membuat CD Audio dengan Nero Express.
1) Klik icon 'Music' pada kotak dialog what would you like to burn. Jika telah muncul kotak pilihan,
maka pilihlah Audio CD terus anda klik untuk dapat membuka kotak dialog ini

Gambar 92. Pilihan Burn Audio CD


2) Klik icon Audio CD kemudian arah pointer mouse pada kotak Add maka sejumlah pilihan FileFile suara akan tampak

Gambar 93. Memilih File suara


3) Untuk memilih File yang akan diburn arahkan pada File tersebut lalu klik dua kali atau arahkan
pointer mouse ke kotak Add. Bila telah selesai klik Finished
4) Pada langkah berikutnya anda dapat untuk masukan File suara yang akan disimpan akan
dipanggil dan diubah formatnya secara otomatis pada saat burning CD
5) Klik Next untuk melanjutkan proses burning
6) Ketik Title dan Artist untuk memberi identitas CD kemudian klik Burn.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

72

Gambar 94. Memberi Nama File

Gambar 95. Burning Process

Gambar 96. Proses burning selesai


Hasil dari kompilasi CD Audio dapat anda coba pada CD player atau Program komputer seperti

Windows media player dengan cara jalankan Windows media player.


Mengeksport Audio untuk Digunakan pada Web.
Audio yang telah disunting simpan sebagai File suara dalam format *.ses. Format ini adalah format
milik Adobe Audition, yang digunakan ketika membuat dan mengEdit File. File dengan format *.ses
tidak baik digunakan untuk aplikasi web dengan beberapa alasan, antara lain tidak dapat dibaca
langsung oleh software web browser maka ubahlah formatnya menjadi *.wav pada saat
menyimpannya.
Exporting Audio for Use on the Web.
.The edited audio saved as sound files in *. Ses. This format is the format of Adobe Audition, which is used
when creating and editing files. File with the *. Ses not used for web application on several grounds, among
others, can not be read directly by the web browser software then change the format to *. Wav at store.

TUGAS INDIVIDU

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

73

Praktikkan latihan dibawah ini secara mandiri !


Siapkan minimal 3 lagu format MP3 , stereo
Lakukan proses terhadap lagu tersebut dan jadikan versi karaoke

TUGAS KELOMPOK
Bentuk kelompok maksimal 3 siswa per kelompok.
Carilah audio / lagu instrumen (tanpa vokal). Selanjutnya lakukan proses dubbing dengan mengisi
lagu tersebut dengan suara kalian.

ULANGAN HARIAN
Aspek Kognitif
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas.
1. Sebutkan software yang dapat digunakan untuk penyuntingan suara pada sistem operasi

Windows!
2. Jelaskan kebutuhan sistem personal komputer untuk menginstalasi software Adobe Audition!
3. Jelaskan urutan menginstalasi Adobe Audition!
4. Sebutkan perintah-perintah pada Menubars dari Edit Singletrack!
5. Sebutkan perintah-perintah pada Menubars dari Edit Multitrack!
6. Lakukanlah menyunting File suara/music dengan menggunakan Filters hingga diperoleh
suara/music yang keras pada nada rendah (bas) dan nada tinggi (treble)!
Aspek Afektif
Menurut pendapat kalian, apakah musik bisa mewakili sifat seseorang, carilah referensi di internet
untuk jawaban yang kalian berikan.
Aspek Psikomotorik
1. Buatlah CD Audio dengan mengambil sembarang File suara di komputer anda, kemudian
kompilasi File tersebut menjadi CD Audio dengan software Nero Express!
2. Buatlah File suara tersebut untuk dapat dijalankan di internet browser sebagai web!
Perbaikan
1. Cobalah kembali untuk mengkompilasi File audio latihan.mp3 untuk menjadi CD Audio!
2. Cobalah kembali untuk menjalankan File audio latihan.wav untuk dapat digunakan pada web!
Pengayaan
Lakukakan Browsing di internet, cari informasi perihal software pengolah audio - open source
(selain adobe Audition)
Download minimal 2 program audio yang berbeda.
Operasikan software tersebut.
Catat kelebihan da kekurangannya dibandingkan softaware adobe audition.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

74

LATIHAN PRAKTIKUM
A. MENGUBAH KEY LAGU DENGAN ADOBE AUDITION
Berikut ini cara bagaimana mengubah key/nada lagu dengan adobe audition. Dengan cara ini kita
akan bisa menaikkan atau menurunkan nada suatu lagu sehingga cocok untuk nada suara kita.
Key merupakan fitur yang umumnya terdapat dalam karaoke box atau built in pada DVD player
dan komputer. Key bisa menyesuaikan nada dengan kemampuan suara sehingga kita bisa
menyanyikan lagunya dengan nada yang benar
Fitur key pada realtek audio di komputer

Gambar fitur Realtek


Key biasanya dilambangkan dengan tanda #(kres) untuk menaikkan nada dan tkita b(mol) untuk
menurunkan nada. Tempo lagu tidak akan berubah walaupun nada lagu diubah.
Untuk menerapkan key pada lagu dengan menggunakan adobe audition, kita bisa memakai fitur
strecth di bagian effects - time/pitch
Buka file lagu kita kemudian buka tab effects - time/pitch - strecth seperti gambar :

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

75

Gambar Jendela Effect


Maka akan muncul kotak dialog ini. Untuk menaikkan nada lagu pilih saja preset raise pitch, untuk
menurunkan nada, pilih lower pitch.

Gambar Stretch
Tekan tombol preview untuk memainkan audionya. Sambil preview kita bisa coba menyanyikan
lagunya, kalau dirasa sudah cocok, tinggal klik OK dan lagu akan di proses pitchnya.

B. MENGUBAH LAGU KARAOKE MENJADI VERSI STEREO


Kita memiliki lagu yang bagus namun sayangnya itu karaoke version. Karaoke version disini
maksudnya suara vokalnya hanya berada pada 1 channel saja, yaitu kiri atau kanan. Pastinya
kurang nyaman saja mendengarnya karena suara yang tidak balance kiri dan kanan. Berikut ini
cara mengkonversi lagu dari karaoke version ke stereo version layaknya lagu biasa.

Pertama kali, buka file lagunya di adobe audition.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

76

Kemudian pilih ke tab effects - amplify - channel mixer.

Berikut tampilan channel mixer. :

Gambar Channel Mixer


Disini ada 2 kemungkinan. Kalau lagu kita vokalnya berada di channel kanan, maka pilih pan center
left seperti gambar di atas kemudian OK, kalau vokalnya di channel kiri, pilih pan center right.
Maka lagu kita yang tadinya sebelah saja vokalnya akan menjadi stereo layaknya lagu biasa

C. PENGARUH EQUALIZER PADA SAAT MEREKAM AUDIO


Setelah melakukan perekaman suara mungkin

terasa sedikit aneh, mengapa kualitas audio

rekaman tersebut tidak maksimal.


Suaranya bagus tapi terkesan berlebih pada penguatan nadanya. Jadi nada treble dan bass agak
pecah sehingga audio rekaman menjadi "kasar" suaranya.
Masalahnya adalah aktifnya equalizer saat perekaman berlangsung. Ketika melakukan perekaman
(audio capturing), sinyal audio yang masuk telah dikuatkan oleh equalizer yang aktif sehingga
ketika di playback, audio tersebut dikuatkan sekali lagi oleh equalizer, hal inilah yang
menyebabkan terjadinya penguatan berlebihan.
Biar masalah ini tidak terjadi sebaiknya equalizer mixer dimatikan saat melakukan proses
perekaman. Tampak di gambar berikut adalah equalizer realtek, chip audio yang umum digunakan
pada PC dan laptop, untuk mematikannya tinggal tekan tombol power ditengahnya.

Gambar Jendela Equalizer.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

77

Dengan dimatikannya fitur equalizer maka audio yang masuk akan natural sehingga tidak terjadi
lagi penguatan berlebihan.
Setelah kita bisa merekam audio secara bagus, maka tahap selanjutnya adalah menambahkan
efek-efek tertentu pada rekaman, seperti membalikkan audio, efek loosing power serta efek
studio.

D. MELAKUKAN CUT AUDIO SECARA RAPI


Kalau sudah sampai pada workspace audition, maka lagu sudah siap untuk dibedah. Kali ini kita
akan berlajar basic audio editing yaitu cut lagu.

Gambar Waveform
Cut adalah proses memotong bagian-bagian lagu, seperti mengambil reff lagu buat dijadikan
ringtone, dan sebagainya.

Pastikan lagi yang akan dipotong sudah tampak di workspace.

Pertama kita harus menentukan dulu bagian mana lagu yang akan di potong.

Geser pointer kuning selanjutnya tekan spasi (shortcut default buat play) maka lagu pada
bagian tersebut akan di jalankan. tekan F8 untuk menandai bagian yang akan di potong
(cue).

Kemudian tentukan akhir lagu lalu tekan lagi F8, maka akan muncul cue lagi.

Lalu, bagian yang tidak diperlukan bisa dihapus dengan men-drag pointer kuning menutupi
bagian tersebut kemudian tekan delete.

Sekarang kita sudah memiliki audio pilihan yang kita cut. Tinggal memberi sentuhan akhir yaitu
fade point. Fade poit terdiri dari 2 jenis yaitu fade in dan fade out. Fade ini artinya suara kecil
ke besar sedangkan fade out sebaliknya. Pengaturan mengenai fade ini telah otomatis ada di
tab favorites. Caranya :

Seleksi dulu sedikit saja bagian awal lagu

Kemudian klik 2x pada tulisan fade in di tab favorites.

Lakukan hal yang sama dengan akhir lagu namun dengan menggunakan fade out,
kira-kira hasilnya seperti gambar dibawah ini :

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

78

Gambar Tab Favorite-Fade in

Gambar Tab Favorite-Fade out


Fade in dan fade out disini maksudnya supaya lagu tidak dimulai dan diakhiri secara tiba-tiba
sehingga lebih bagus. Nah, setelah kita selesai mengedit saatnya kita save. Perlu diperhatikan save
ada 2 pilihan yaitu save dan save as. Kalau kita pilih save (ctrl +s) maka file asli akan tertimpa dan
diganti dengan file hasil editan tadi, sedangkan kalau kita pilih save as (ctrl + shift + s) maka lagu
asli

tidak

di

gantikan

dan

audition

akan

membuat

file

baru

dari

gubahan

kita.

Audio setelah fade in - fade out :

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

79

Gambar Fade-in dan Fade-out


Default save option pada audition adalah audio master yang tidak di kompres (*.wav). File ini bisa
sangat besar.

D. CARA LAIN MEMBUAT FADE IN DAN FADE OUT


Tampilkan frame lagu (hasil dari cut)

Klik icon Move/copy tool


Klik frame 1 x

Klik icon Fade in Linear dan drag kekanan untuk membuat fade in
Klik icon Fade Out Linear dan drag kekiri untuk membuat fade oout, hasilnya seperti dibawah ini

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

80

E. MELAKUKAN AUDIO CONVERT SECARA CEPAT (BATCH


CONVERT)
Jika kita ingin mengkompres sekitar 100 file mp3 untuk menjadikannya lebih hemat memori,
maka, selain bisa menggunakan audio converter umum, ternyata adobe audition juga bisa
digunakan untuk mengakomodasi hal tersebut (lebih cepat dan praktis tentunya).
Langkah-langkah :
1. Aktifkan Adobe Audition
2. Pilih menu file - batch processing seperti gambar dibawah.

3. Setelah itu jendela batch processing akan muncul.


4. Masukkan dulu file-file yang ingin di convert.
5. Pilih destination. Defaultnya di folder my music.
6. Lalu pilih new format.
7. Mengatur settingan output audio, atur settingan seperti ini:

output format *.mp3

Channel mono (beri checklist "convert to mono")

pilih yang 56kbps, 44100hz

run batch

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

81

Gambar Batch Processing


Maka proses akan berlangsung secara otomatis. File akan di load ke workspace kemudian di
convert dalam sekian detik tiap lagu. Proses ini tentunya lebih cepat dan efisien karena tidak
memakan resource CPU.

F. MEMBALIKKAN AUDIO
Membalikkan audio atau audio reverse, biasanya efek ini diterapkan pada lagu-lagu remix.
Membalik audio disini maksudnya mengubah yang akhir menjadi awal, begitu sebaliknya. Jadi
kalau audionya abcde, maka setelah dibalik akan menjadi edcba.
Langkah-langkah :
1. Aktifkan Program Adobe Audition
2. Buka file yang ingin kita balikkan audionya.
3. Kemudian seleksi bagian audio yang mau di balik.
4. Pilih menu effects reverse, seperti gambar dibawah.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

82

Gambar Effect Reverse


Maka secara otomatis area seleksi akan dibalik. Jadi terkesan file diputar dari belakang ke depan.
Tips:
Kita bisa menggunakan efek ini untuk mengirimkan rekaman rahasia. Misalnya kita rekam suatu
pesan kemudian membalikkannya. Maka orang akan bingung jika mendengarnya tanpa memproses
dulu audio tersebut.

G. MENGHILANGKAN SUARA VOKAL LAGU


Digunakan untuk membuat audio karaoke.
Langkah-langkah :
1. Aktifkan Adobe Audition
2. Masukkan dulu file kita ke workspace,
3. Pilih tab effects - filter - center channel extractor.
Tidak seperti vocal remover yang lain, adobe audition hanya akan membuang vokal tengah saja
(center channel) sehingga channel kiri dan kanan tidak terpengaruh. Jadi lagu kita tetap pada dual
channel (stereo).

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

83

Gambar Center Channel Extractor


4. Disana ada beberapa pilihan, kita bisa pilih karaoke untuk menyisakan sedikit vokal utama atau
pilih vocal remove untuk menghilangkan seluruh vokal utama.
5. Atur sesuai keinginan hingga didapat hasil yang diinginkan (tekan preview untuk mendengar
efek secara realtime) Terlalu tinggi settingannya akan membuat suara menjadi jelek (efek
robot) jadi sesuaikan dengan lagu kita. Setelah didapat settingan yang optimum, klik OK.
Catatan:
Lagu yang akan di remove harus memiliki kualitas tinggi (min. 128 kbps) supaya hasil efek lebih
bagus.

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

84

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, penulis telah dapat menyelesaikan
modul ini. Seiring dengan tujuan pemerintah yang dari tahun ke tahun selalu berupaya
meningkatkan mutu pendidikan nasional, serta tiap tahun standar nilai kelulusan siswa yang terus
meningkat, maka penulis berusaha menghadirkan Modul mata pelajaran Produktif SMK Jurusan
Multimedia yang disesuaikan dengan silabus yang berkarakter pada UPT SMK Negeri 1 Pasuruan.
Modul mata pelajaran Produktif

Standart Kompetensi Menggabungkan Audio Ke Dalam

Sajian Multimedia dikhusukan untuk siswa dan guru SMK Jurusan Multimedia. Untuk menguji
pemahaman siswa terhadap kompetensi yang dipelajari, diberikan uji kompetensi pada akhir
kompetensi dasar. Modul ini juga dilengkapi denan Pegangan guru yang mencantumkan Silabus
Pendidikan Karakter.
Akhir kata, semoga modul ini dapat bermanfaat bagi para pengguna dalam belajar dan
hasilnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kritik dan saran dari pengguna, penulis
harapkan demi kesempurnaan modul ini.
Penulis,

Hedi Ruswanto

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

85

DAFTAR ISI
Daftar Isi .......................................................................................................

Kata Pengantar...............................................................................................

ii

KD-1 : Mengidentifikasi dan penjabaran format audio digital..............................

Evaluasi KD -1 ................................................................................................

23

KD-2 : Menggunakan software audio digital .....................................................

25

Evaluasi KD -2 ................................................................................................

44

KD-3 : Merancang dan mengedit audio digital ..................................................

48

Evaluasi KD -3 ................................................................................................

60

KD-4 : Membangun track audio digital ..............................................................

63

Evaluasi KD -4 ................................................................................................

73

Latihan Pratikum ..........................................................................................

75

Daftar Pustaka

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

86

DAFTAR PUSTAKA
1. Purwacaraka, Pandan P. 2007.

Home Recording dengan Adobe Audition 1.5.

Yogyakarta : CV Andi Ofset.


2. Help Desk Adobe Audition 3.0

Menggabungkan Audio Kedalam sajian Multimedia

87