Anda di halaman 1dari 3

SEDIKIT CATATAN

PAMAN SAM

PERJALANA

KE

NEGERI

ari masih pagi, tapi kami sudah harus bersiap-siap menuju kantor
PT ANTAM (Persero)Tbk. Beruntung jalan di Jakarta tidak seramai
hari baisanya, karena hari ini adalah H-3 menuju Lebaranh Idul
Fitri 1434 H. Persiapan acara pelepasan keberangkatan kami, pak
Nasir dan pak Agusmawanda untuk mengikuti program Non Degree di
Montana State University (MSU), Bozeman, US telah rapi dirancang. Pak
Agus Yulianto, Direktur CSR PT ANTAM (Persero)Tbk dalam sambutannya,
beliau memberikan harapan besar kepada kami bertiga untuk berusaha
semaksimal mungkin menyerap ilmu dan pengalaman yang baik untuk
dibawa pulang nanti ke Indonesia. Beliau juga menerangkan programprogram apa yang akan kami jalani selama setahun di MSU dan
menekankan bahwa kepergian kami
membawa nama baik Indonesia, PT
ANTAM
dan
juga
tentunya
nama
Universitas Khairun dan Universitas
Muhammadiyah Maluku Utara.
Perjalanan panjang kamipun dimulai,
dengan menumpang pesawat
Boeing
777-300 milik maskapai penerbangan
KLM
Royal
Dutch
Airlines.
Kami
diterbangkan tanggal 5 Agustus 2013
pukul 18.50 WIB dari Bandara Soekarno
Hatta, Jakarta, menuju Schiphol International Airport, Amsterdam dengan
transit sebentar di bandara Kuala Lumpur International Airport, Malaysia.
Tepat pukul 06.00 waktu Amsterdam, kami tiba di Bandara Schiphol
International setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas jam
melintasi benua Asia dan Eropa. Badan ini sudah mulai terasa capek setelah
duduk berjam-jam di kursi pesawat, namun kami harus terus mengejar
waktu karena keberangkatan selanjutnya menuju San Francisco, US, harus
bertukar pesawat yang lain dan hanya diberi waktu transit sekitar tiga jam.
Penerbangan ke San Francisco dijadwalkan jam 9.50 waktu Amsterdam,
dengan menggunakan pesawat Boeing 747-400 berpenumpang sekitar 400
orang dengan waktu tempuh ke San Francisco sekitar dua belas jam.
Selama perjalanan kami disuguhi pemandangan yang indah, melewati
Iceland yang tertutup salju dan daerah kutub Utara. Tepat pukul 15.00
waktu SF, pesawat kami landed dengan sempurna di San Francisco
International Airport. Perbedaan waktu antara Amsterdam dan San Francisco
kurang lebih lima jam. Kami sempat tidak percaya kalau perjalanan kami
telah menempuh waktu seharian alias dua puluh empat jam. Kelelahan yang
luar biasa terasa, namun terobati dengan megahnya Bandara International
San Francisco. Bangunan bersusun tinggi dengan fasilitas yang serba

automatic. Untuk fasilitas check in dan bagasi misalnya, dapat dilakukan


oleh penumpang sendiri dengan sistem online.
Tiba di San Francisco, kami langsung
diantar ke hotel Holiday Inn. Kurang
lebih setengah jam perjalanan dari
Bandara. Disini kami menginap dua
malam, karena dijadwalkan bertemu
dengan Konsulat Jenderal Republik
Indonesia (Konjen RI) di San
Francisco.
Pukul
16.00
waktu
setempat, kami dijemput Pak Rully,
protokuler konjen untuk bertemu
langsung dengan Konjen RI di San
Francisco, Bapak Asianto Sinambela. Sesuatu yang sangat menyenangkan
bisa ketemu dengan semua pengawai di Konjen RI yang siap membatu kami
kapan saja. Banyak pesan yang disampaikan, namun intinya adalah kami
harus menjaga nama baik Indoneisa, PT ANTAM dan Universitas, selain itu
kami juga banyak mempelajari budaya yang positif dari MSU. Diakhir
pertemuan, kami memberikan plakat Universitas Khairun kepada Konjen RI
sebagai kenang-kenangan.
Menunggu perjalanan ke Bozeman, Montana, kami menghabiskan waktu
seharian untuk menikmati suasana kota San Francisco. Kota yang sangat
padat dengan bangunan pencakar langit yang menjulang tinggi namun
masih dihiasi dengan taman kota yang penuh dengan mekarnya bungabunga. Suasana jalan raya yang cukup ramai dengan kendaraan namun
tetapi sangat tertib dan mematuhi trafic light. Untuk menyeberangi jalan,
kami hanya memencet tombol yang akan menyalakan lampu pertanda
bahwa pejalan kami boleh melintas. Suasana kota pelabuhan sangat terasa
dengan hadirnya pelabuhan-pelabuhan penyeberangan dan tambatan
kapal-kapal
nelayan
di
daerah
Fishermans Wrarf. Burung-burung camar
yang
terbang
dan
jinak
sangat
memeriahkan keindahan kota.

Kami pun menyempatkan diri untuk mengunjungi The Golden Gate Bridge,
jembatan dengan panjang kurang lebih 2.7 kilometer dan tinggi 200 meter,
yang melintas antara San Francisco Peninsula ke Marin County. Terik
matahari di siang hari tidak membuat kami
kepanasan, namun suhu udara yang mencapai 14
derajat celcius malah membuat kami merasa
kedinginan. Latar belakang kota yang sangat indah
dengan penjara Alcatras yang tampak dari kejauhan,
serta suasana pingir jalan dengan iringan musik
jalanan menambah kenikmatan kami merasakan
suasana yang berbeda di kota ini. Malampun tiba,
kami pun harus menyudahi perjalanan di Kota San
Francisco, karena besok bersiap-siap menuju kota
Bozeman, MT.

Anda mungkin juga menyukai