Anda di halaman 1dari 2

Page 1 of 5

About
Kontak
Kirim Artikel
Privacy Policy
Daftar Isi

Home
Artikel
Informasi
Tips Dan Trik
Review
Kamera
Lensa
Info Lomba Foto
Info Lokasi Hunting Foto
Info Jadwal Hunting
Home Artikel Definisi dan Fungsi ISO pada Fotografi

Definisi dan Fungsi ISO pada Fotografi


Posted on 11 September, 2012 by Lensa Kita 3 Comments

Share This:

Secara arti ISO atau ASA (dalam fotografi film) adalah


kemampuan atau tingkat sensitifitas sensor pada
kamera terhadap cahaya. Sebagai dasar fungsi ISO
pada fotografi, semakin besar nilai pada setingan ISO
kamera, maka semakin sensitif dan besar cahaya yang
didapatkan. Fitur ISO pada kamera akan menjadi
bagian dari segitiga exposure selain Shutter Speed dan
Aperture.
Ok mari kita berandai lagi, misal ISO=kerikil kemudian
dimasukkan ke gelas yang akan diisi air. Dengan
bantuan kerikil tersebut, untuk mengisi air kedalam
gelas hingga pas di bibir gelas, maka tidak memerlukan
air yang banyak. Begitu juga dengan ISO pada fotografi, semakin tinggi ISO semakin sedikit cahay yang
dibutuhkan untuk mencapai exposure yang tepat.
Selain AUTO, satuan nilai ISO pada kamera ditandai dengan nilai yang dimulai dari angka 50/100, 200, 400,
800, 1600 dan seterusnya sesuai spesifikasi kamera. Pada kamera DSLR profesional, ISO Nikon D600
misalnya mampu mencapai ISO hingga nilai 25000.
Selain bisa menambah sensitifitas cahaya yang didapatkan, ISO juga bisa menimbulkan noise pada hasil
fotonya. Namun untuk kamera digital di era perkembangan teknologi saat ini, ISO tinggi sudah bukan
menjadi kendala. D3 dengan ISO 25600 masih mendapatkan foto dengan noise yang rendah
.

03/07/2013

Page 2 of 5

Ada yang belum tahu istilah fotografi NOISE ? Noise adalah bintik-bintik kecil yang ada pada foto. Selain
Noise, dengan menggunakan nilai ISO yang tinggi juga dapat menyebabkan berkurangnya kualitas foto yang
dihasilkan. Misalkan warna kurang keluar, foto jadi kurang detail/tajem dll.

Kapan Menggunakan ISO


Iso tinggi biasanya digunakan saat kondisi kurang cahaya, misalnya saat motret malam hari atau indoor.
Kapan saat yang tepat memperhatikan atau menggunakan ISO pada kamera ? saat kombinasi 2 bagian
segitiga exposure shutter speed dan Aperture belum mendapatkan exposure atau cahaya yang tepat.
Pada saat kondisi seperti itulah Anda bisa menaikkan nilai ISO sampai mendapatkan cahaya yang cukup dan
memperoleh shutter speed yang ideal. Misalkan pada suatu kesempatan Anda ingin memotret momen yang
bergerak di dalam ruangan yang minim cahaya. Idelanya untuk menangkap momen yang cepat adalah
.
menggunakan kecepatan rana yang tinggi, soal besarnya aperture terserah deh, adanya berapa

Dalam contoh kasus di atas, saya harus menggunakan kecepatan 1/250 agar kamera mampu merekam
momen yang bergerak di ruangan indoor tersebut. Namun lensa hanya memiliki aperture terlebar F3.5.
Tanpa menambah nilai ISO, saya hanya mendapatkan hasil foto yang underexposured (UE) gelaaap. Nah,
dengan mengunci shutter speed 1/250 dan aperture F3.5 saya harus menambah nilai ISO sampai
mendapatkan exposure yang tepat.
Pada umumnya, dalam fotografi banyak yang menganjurkan untuk menggunakan ISO sekecil mungkin.
Untuk menghindari Noise dan mendapatkan foto yang tajam. Apalagi jika hasil foto akan Anda print dengan
ukuran besar, Iso kecil sudah menjadi keharusan. Akan tetapi dalam beberapa kasus, Noise kadang
diperlukan untuk menambah kesan foto yang lebih dramastis, misalnya foto BW.
Semoga artikel fotografi tentang Definisi dan kegunaan ISO dalam fotografi ini bisa berguna untuk bekal

belajar fotografi Anda. Selamat bereskperimen kawan, motret itu menyenangkan !

03/07/2013