Anda di halaman 1dari 2

2.2.

2 Ruang Lingkup audit Manajemen


Menurut Bayangkara (2008:4) ruang lingkup audit manajemen meliputi
seluruh aspek kegiatan manajemen, dapat berupa seluruh kegiatan atau hanya
mencakup bagian tertentu dari program/aktivitas yang dilakukan. Audit
manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan operasional
objek audit, baik fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
dan pengendalian) maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan (fungsi pemasaran,
produksi dan operasi, SDM, sistem informasi, lingkungan, sistem kepastian
kualitas, perpajakan) yang secara keseluruhan ditunjukan untuk mencapai tujuan
perusahaan. Berikut ini merupakan beberapa pendapat mengenai ruang lingkup
audit manajemen menurut beberapa ahli :
1. Menurut Siagian (2004:75) Ruang lingkup Audit Manajemen Sumber daya
manusia diantaranya, sebagai berikut :
a. Perencanaan tenaga kerja
b) Penyelenggaraan fungsi rekrutmen
c) Penyelenggaraan fungsi seleksi
d) Penyelenggaraan fungsi orientasi dan penempatan
e) Fungsi pelatihan dan Pengembangan
Konsep ruang lingkup audit manajemen sumberdaya manusia milik
Siagian adalah yang paling sederhana dimana Siagian memfokuskan ruang
lingkup audit pada batas perencanaan dan pelaksanaan sumber daya
sedangakan untuk proses evalusasi sumberdaya manusia dan Pemutusan
hubungan kerja tidak termasuk dalam ruang lingkup audit milik siagian.
2. Menurut Bayangkara (2008:15), ruang lingkup audit manajemen sumber
daya manusia meliputi :
1) Perencanaan tenaga kerja
2) Penerimaan (rekrutmen) karyawan
3) Seleksi
4) Orientasi dan penempatan
5) Pelatihan dan pengembangan
6) Penilaian kerja

7) Pengembangan karier
8) Sistem imbalan dan kompensasi
9) Perlindungan karyawan
10) Hubungan karyawan
11) Pemutusan hubungan kerja (PHK)
Konsep ruang lingkup audit manajemen sumber daya manusia milik
Bayangkara bersifat lebih komplek karana ruang lingkup audit yang
dilakukan lebih luas. Ruang lingkup audit bayangkara ini meliputi tidak
hanya meliputi perencanaan dan pelaksanaan sumber daya manusia akan
tetapi juga mencakup evaluasi, dan sistem imbalan serta mencakup
hubungan antar karyawan sampai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK)
3. Menurut Akmal (2009:325) Ruang lingkup audit manajemen sumberdaya
manusia meliputi :
1) Perencanaan tenaga kerja
2) Recruting
3) Seleksi
4) Pengembangan
5) Penilaian prestasi dan kompensasi
6) Pemindahan
7) Pemberhentian
Konsep ruang lingkup audit manajemen sumber daya manusia milik
Akmal juga lebih sederhana dari milik bayangkara, dimana dalam konsep ini
Akmal tidak memasukan elemen sistem imbalan dan pengupahan dalam ruang
lingkup auditnya. Sehingga dalam ruang lingkup ini hanya dicakup elemen
perencanaan dan pelaksaanaan hingga pemberhentian karyawan.