Anda di halaman 1dari 9

Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013

Pengaruh Senyawa Turunan Kaliksarena Dalam Menghambat


Pembentukan Kerak Kalsium Karbonat (CaCO3)
Suharso*, Buhani, dan Liza Aprilia
Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Lampung
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, Indonesia
*Email: suharso@unila.ac.id
Abstrak. Efek penambahan senyawa turunan kaliksarena yang larut dalam air 5,11,17,23tetra(dimetilamino)
metil-4,6,10,12,16,18,22,24-oktahidroksi-2,8,14,20-tetrametil
kalik[4]arena (TDMACMKR) terhadap pembentukan endapan kerak kalsium karbonat telah
diamati dengan menggunakan metode seeded experiment dan bottle roller bath.
Penambahan TDMACMKR terhadap pembentukan endapan kerak kalsium karbonat
menunjukkan bahwa TDMACMKR mampu berperan sebagai inhibitor pembentukan
endapan kerak kalsium karbonat. Efek penambahan TDMACMKR sebagai inhibitor pada
pertumbuhan kerak CaCO3 dianalisis dengan mengukur perubahan berat dari endapan
CaCO3 yang terbentuk. Morfologi dan distribusi ukuran kristal yang terbentuk sebagai
akibat dari penambahan senyawa TDMACMKR dianalisis dengan menggunakan Scanning
Electron Microscopy (SEM) dan particle size analyzer.
Kata Kunci. Inhibitor, kaliksarena, kalsium karbonat.

PENDAHULUAN
Permasalahan serius yang dijumpai
dalam beberapa proses industri seperi
industri minyak dan gas, industri kimia, dan
industri pembangkit listrik tenaga panas
bumi adalah terbentuknya kerak pada
dinding-dinding pipa peralatan industri [16]. Pembentukan kerak ini sangat tidak
diinginkan dan karena itu, perusahaan
minyak
negara
(PERTAMINA)
mengeluarkan dana US$ 6-7 juta atau setara
dengan Rp 60-70 milyar untuk mengganti
pipa industri panas bumi setiap 10 tahun
[7]. Untuk pengendalian ini, penelitian
tentang beberapa inhibitor kerak untuk
menghambat pembentukan kerak telah
dilakukan oleh beberapa peneliti [8-11].
Penggunaan inhibitor untuk tujuan ini
dilakukan karena metode ini memiliki
keunggulan dari sisi biaya yang murah dan
sangat
efektif
dalam
menghambat
pembentukan kerak.
Dalam laporan ini, senyawa
TDMACMKR
telah
disintesis
dan
dikarakterisasi berdasarkan metode yang

telah dilakukan oleh Sardjono[12] untuk


diamati sebagai inhibitor pembentukan
kerak CaCO3. TDMACMKR sebagai salah
satu turunan senyawa kalik[4]arena dari
gugus fungsi amino yang dipilih sebagai
inhibitor potensial dalam menghambat
pembentukan kerak CaCO3.
Penelitian ini mempelajari pengaruh
penambahan inhibitor TDMACMKR untuk
diaplikasikan sebagai inbitor pembentukan
kerak CaCO3. Senyawa ini dipilih karena
beberapa
alasan
seperti;
memiliki
kemampuan yang kuat untuk diaplikasikan
sebagai ligan, pengekstrak, adsorben, dan
ionofor untuk kation-kation logam [13-19].
Keunggulan kaliksarena sebagai inhibitor
ini karena kaliksarena memiliki situs-situs
pengikat yang memiliki peranan untuk
mengadsorpsi kation logam dalam larutan.
Turunan senyawa ini dengan gugus fungsi
seperti ester, amino, keton, asam
karboksilat, dan eter sangat efektif sebagai
adsorben dan pengomplek ion logam alkali
(Golongan I) dan alkali tanah (Golongan II)
[17].

Semirata 2013 FMIPA Unila |495

Suharso dkk: Pengaruh Senyawa Turunan Kaliksarena Dalam Menghambat


Pembentukan Kerak Kalsium Karbonat (CaCO3)

METODE PENELITIAN

Gambar 1. Struktur Kimia Senyawa TDMACMKR.

Sintesis dan karakterisasi senyawa


turunan kaliksarena dari gugus fungsi
amino yang larut dalam air (TDMACMKR)
dilakukan berdasarkan metode yang telah
dilakukan oleh Sardjono[12].
Struktur
kimia senyawa TDMACMKR dapat dilihat
dalam Gambar 1 berikut ini;
Pembuatan Bibit Kristal
Pembuatan
bibit
kristal
CaCO3
dilakukan dengan mencampurkan 1 M
larutan Na2CO3 dan 1 M larutan CaCl2
anhidrat masing-masing ke dalam 50 mL
air pada temperatur 80C.
Kemudian
campuran diaduk dengan pengaduk magnet
dan didinginkan dalam temperatur kamar
selama 2 jam untuk menghasilkan bibit
kristal.
Bibit Kristal yang diperoleh
dipisahkan dengan cara penyaringan
menggunakan kertas saring
,45 m
millipore filter dibersihkan menggunakan
air dan dikeringkan dalam oven pada suhu
105 C. Metode ini diulang beberapa kali
untuk mendapatkan jumlah bibit kristal
yang cukup dalam melakukan percobaan.
Percobaan Kristalisasi
Sebanyak 200 mL 0,2 M larutan CaCl2
anhidrat dan 200 mL 0,2 M larutan Na2CO3
dimasukkan ke dalam 500 mL botol
Nalgene polypropylene pada temperature 80
C, dicampur, diaduk dengan pengaduk
magnet untuk menghasilkan larutan

496|Semirata 2013 FMIPA Unila

pertumbuhan CaCO3 dengan konsentrasi


0,1 M sampai larutan homogen. Larutan
homogen yang terbentuk disaring dengan
,45 m millipore filter.
Larutan
dipindahkan ke dalam 250 mL botol
Nalgene
polypropylene
yang
telah
ditempatkan di dalam bottle-roller bath dan
dibagi ke dalam 6 botol masing-masing
sebanyak 50 mL. Ke dalam masing-masing
botol, sebanyak 200 mg bibit kristal
ditambahkan dalam waktu bersamaan.
Bottle-roller bath diatur secara otomatis
pada putaran 40 putaran/menit. Setelah 1,5
jam percobaan, setiap botol diambil untuk
setiap 15 menit untuk dianalisis berat kristal
yang dihasilkan.
Kristal yang didapat
dicuci dengan air dan dikeringkan selama 1
hari dalam oven pada suhu 105 C. Berat
kristal yang didapat ditimbang dan dihitung
untuk dianalisis [7]. Untuk setiap endapan
yang diamati, standar yang tanpa
ditambahkan inhibitor dilakukan sebagai
pembanding
dengan
pengamatan
penambahan
inhibitor
TDMACMKR.
Untuk
setiap
konsentrasi
larutan
pertumbuhan yang berbeda 0,3 dan 0,6 M,
pengamatan dilakukan dengan metode yang
sama seperti pada konsentrasi larutan
pertumbuhan 0,1 M.
Efek penambahan TDMACMKR
Dengan prosedur yang sama, pengaruh
penambahan
TDMACMKR
untuk
konsentrasi yang berbeda ke dalam larutan
pertumbuhan CaCO3 diamati dengan
menambahkan
sejumlah
senyawa
TDMACMKR berkisar 0, 25, 50, and 75
ppm. Berat kristal yang didapat setelah
penambahan
TDMACMKR
sebagai
inhibitor juga dihitung dan dianalisis.
Analisis Data
Dengan menggunakan MS Excel 2007,
data jumlah endapan terhadap waktu pada
berbagai konsentrasi penambahan senyawa
TDMACMKR dan konsentrasi larutan
pertumbuhan CaCO3 diplot sebagai jumlah
endapan versus waktu untuk setiap
konsentrasi penambahan inhibitor (0, 25,

Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013

50, dan 75 ppm) dan setiap larutan


pertumbuhan CaCO3 yang digunakan 0,1;
0,3; dan 0,6 M. Kemampuan senyawa
TDMACMKR dalam menghambat laju
pertumbuhan pembentukan kerak CaCO3
dapat dianalisis dari berat endapan yang
didapat. Dengan menggunakan SEM (JSM
6360 LA, Buatan Jepang), morfologi kristal
CaCO3 yang dihasilkan dari percobaan
diidentifikasi untuk diamati perubahan
morfologinya. Pembuktian lebih lanjut
kemampuan inhibitor TDMACMKR dalam
menghambat pembentukan kerak CaCO3
diamati melalui distribusi ukuran kristal
CaCO3 yang diperoleh dari percobaan baik
dengan penambahan inhibitor maupun
tanpa penambahan inhibitor dengan
menggunakan particle size analyzer
(Sedigraph III 5120-Micrometrics).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Data hasil pengamatan perubahan berat
endapan CaCO3 terhadap waktu pada
konsentrasi larutan pertumbuhan CaCO3
yang berbeda dan konsentrasi senyawa
TDMACMKR yang bervariasi dapat dilihat
dalam Tabel 1-3. Sedangkan grafik
perubahan berat endapan terhadap waktu
pada berbagai konsentrasi inhibitor dan
larutan pertumbuhan CaCO3 dapat dilihat
dalam Gambar 2-5. Gambar 2 menunjukkan
bahwa semakin besar konsentrasi larutan
pertumbuhan maka laju pertumbuhan
kristal CaCO3 semakin besar. Ini juga
menunjukkan bahwa proses pengkerakan
CaCO3 akan semakin tinggi seiring dengan
meningkatnya konsentrasi CaCO3 dalam
larutan berair. Pada konsentrasi media
pertumbuhan 0,6 M, berat endapan bibit
kristal CaCO3 dalam waktu 90 menit
mencapai 2,6 gram/liter larutan. Sedangkan
pada konsentrasi media pertumbuhan 0,1
M, berat endapan bibit kristal CaCO3 dalam
waktu yang sama mencapai 2,3 gram/liter

larutan. Secara umum, laju pertumbuhan


pembentukan endapan CaCO3 kristal pada
awal waktu pertumbuhan adalah cepat dan
akan melambat bahkan mendekati konstan
pada menit ke 60. Hasil pengamatan ini
memberikan kemiripan yang sama dengan
hasil penelitian yang diperoleh oleh
Suharso, dkk.[7] pada efek penambahan
ekstrak daun gambir terhadap laju
pembentukan kerak CaCO3.
Pengaruh
penambahan
senyawa
TDMACMKR pada berbagai konsentrasi
dari 0-75 ppm pada pengendapan kristal
CaCO3 pada variasi konsentrasi larutan
pertumbuhan 0,1; 0,3; dan 0,6 M dengan
penambahan 100 mg bibit kristal dapat
dilihat dalam Gambar 2-4. Dari Gambar 35 dapat dinyatakan bahwa semakin tinggi
konsentrasi
TDMACMKR
yang
ditambahkan semakin besar kemampuannya
dalam menghambat pembentukan kerak
CaCO3. Penambahan 75 ppm senyawa
TDMACMKR dalam larutan pertumbuhan
CaCO3
0,1
M
secara
signifikan
menghambat laju pertumbuhan endapan
kristal CaCO3 (Gambar 3). Kemampuan
TDMACMKR
dalam
menghambat
pembentukan endapan CaCO3 menurun
seiring dengan naiknya konsentrasi larutan
pertumbuhan CaCO3 dari 0,1 sampai 0,6 M.
Hasil penelitian yang diperoleh dalam
penelitian ini sejalan dengan temuan yang
diperoleh oleh Suharso dkk.[7] pada
pengendapan
CaCO3
menggunakan
inhibitor gambir dan temuan dari Jones dkk.
pada
material
anorganik
dengan
menggunakan aditif senyawa kalik[4]arena
dari gugus fungsi asam aspartat dan
glutamat[20]. Hasil temuan ini juga dapat
dibandingkan dengan penambahan senyawa
komplek
metallosena[21],
green
inhibitor[7,22],
kaliksarena[23],
dan
beberapa inhibitor yang digunakan dalam
industri
[24].

Semirata 2013 FMIPA Unila |497

Suharso dkk: Pengaruh Senyawa Turunan Kaliksarena Dalam Menghambat


Pembentukan Kerak Kalsium Karbonat (CaCO3)

Tabel 1. Efek Penambahan Inhibitor TDMACMKR terhadap Pembentukan Endapan CaCO3


pada Konsentrasi Larutan Pertumbuhan 0,1 M.
Waktu
(menit)
0
15
30
45
60
75
90

0 ppm
2,000
2,140
2,200
2,230
2,254
2,274
2,273

Rerata Berat Endapan (g/L)


25 ppm
50 ppm
2,000
2,000
2,055
2,040
2,088
2,073
2,097
2,085
2,121
2,095
2,122
2,090
2,120
2,093

75 ppm
2,000
2,012
2,011
2,015
2,016
2,017
2,016

Tabel 2. Efek Penambahan Inhibitor TDMACMKR terhadap Pembentukan Endapan CaCO3


pada Konsentrasi Larutan Pertumbuhan 0,3 M.
Waktu
(menit)
0
15
30
45
60
75
90

0 ppm
2,000
2,214
2,335
2,425
2,455
2,463
2,463

Rerata Berat Endapan (g/L)


25 ppm
50 ppm
2,000
2,000
2,112
2,089
2,184
2,154
2,232
2,186
2,243
2,188
2,244
2,190
2,242
2,188

75 ppm
2,000
2,077
2,118
2,121
2,125
2,124
2,126

Tabel 3. Efek Penambahan Inhibitor TDMACMKR terhadap Pembentukan Endapan CaCO3


pada Konsentrasi Larutan Pertumbuhan 0,6 M.
Waktu
(menit)
0
15
30
45
60
75
90

Berat endapan (g L-1)

2.70
2.60
2.50
2.40
2.30
2.20
2.10
2.00

0 ppm
2,000
2,320
2,476
2,597
2,607
2,617
2,607

Rerata Berat Endapan (g/L)


25 ppm
50 ppm
2,000
2,000
2,212
2,211
2,344
2,289
2,378
2,295
2,376
2,297
2,380
2,296
2,378
2,295

75 ppm
2,000
2,211
2,234
2,265
2,253
2,254
2,255

0.1
M

20

40
60
Waktu (menit)

80

100

Gambar 2. Pengaruh konsentrasi larutan pertumbuhan terhadap pengendapan CaCO3 dengan


penambahan 100 mg bibit kristal CaCO3.

498|Semirata 2013 FMIPA Unila

Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013

2.30

0 ppm

Berat endapan (g L-1)

2.25

25
ppm

2.20
2.15
2.10
2.05
2.00
0

20

40
60
Waktu (menit)

80

100

Gambar 3. Pengaruh penambahan senyawa TDMACMKR terhadap pengendapan CaCO 3 pada


konsentrasi larutan pertumbuhan 0,1 M.

2.50
0 ppm

Berat endapan (g L-1)

2.40

25
ppm

2.30
2.20
2.10
2.00
0

20

40
60
Waktu (menit)

80

100

Gambar 4. Pengaruh penambahan senyawa TDMACMKR terhadap pengendapan CaCO 3 pada


konsentrasi larutan pertumbuhan 0,3 M.

Berat endapan (g L-1)

2.70
2.60
2.50
2.40
2.30
2.20
2.10
2.00

0 ppm
25
ppm

20

40
60
Waktu (menit)

80

100

Gambar 5. Pengaruh penambahan senyawa TDMACMKR terhadap pengendapan CaCO 3 pada


konsentrasi larutan pertumbuhan 0,6 M.

Semirata 2013 FMIPA Unila |499

Untuk
membuktikan
bahwa
inhibitor
mampu
menghambat
laju
pertumbuhan bibit kristal CaCO3 dalam
larutan pertumbuhan CaCO3, endapan
CaCO3 yang terbentuk baik tanpa
penambahan dan dengan kehadiran
TDMACMKR pada larutan pertumbuhan
0,1 dan 0,6 M diamati dengan SEM
(Scanning Electron Microscope) dan
ditampilkan dalam Gambar 6-7. Hasil
pengamatan dengan menggunakan SEM
membuktikan
bahwa
penambahan
TDMACMKR dalam larutan pertumbuhan
CaCO3
mampu
menghambat
laju
pertumbuhan bibit kristal CaCO3. Ukuran
dari morfologi kristal CaCO3 dengan
penambahan
senyawa
TDMACMKR
menunjukkan ukuran kristal lebih kecil dari
tanpa penambahan senyawa TDMACMKR.
Hal ini sangat jelas ditunjukkan dalam
Gambar 6 dan 7. Bibit kristal tanpa
penambahan
inhibitor
TDMACMKR
(Gambar 6(a) dan 7(a)) menunjukkan
diameter ukuran kristal yang tampak lebih
besar dari ukuran kristal dengan
penambahan
inhibitor
TDMACMKR
(Gambar 6(b) dan 7(b)). Pada konsentrasi
media pertumbuhan CaCO3 0,1 M,
penambahan inhibitor TDMACMKR secara
dramatis merubah morfologi kristal CaCO3
(Gambar 6). Namun demikian penambahan
senyawa TDMACMKR pada konsentrasi
larutan pertumbuhan 0,6 M tidak mampu
merubah
morfologi
kristal
CaCO3.
Penambahan senyawa TDMACMKR pada
konsentrasi ini hanya menurunkan ukuran
kristal CaCO3.
Perubahan morfologi kristal CaCO3
dapat diakibatkan oleh adsorpsi molekul
inhibitor pada situs-situs pertumbuhan aktif
dari luas permukaan kristal CaCO3 [7,2527].
Adanya adsorpsi dari molekulmolekul
inhibitor
mengakibatkan
terhalangnya situs-situs aktif pertumbuhan
sehingga
berdampak
terhadap
laju
pertumbuhan
kristal
CaCO3.
TDMACMKR sebagai molekul inhibitor
memainkan peranan sebagai pengendali

pembentukan inti heterogen yang pada


akhirnya akan menghambat pertumbuhan
kerak CaCO3.
Pembuktian lebih lanjut terhadap
kemampuan
senyawa
TDMACMKR
sebagai inhibitor dalam menghambat laju
pertumbuhan kristalisasi CaCO3, endapan
kristal CaCO3 yang diperoleh dari
percobaan baik dengan penambahan
inhibitor ataupun tanpa penambahan
inhibitor
diamati
distribusi
ukuran
kristalnya menggunakan particle size
analyzer. Gambar 8 dan 9 menunjukkan
distribusi ukuran kristal CaCO3 tanpa dan
dengan penambahan 75 ppm senyawa
TDMACMKR pada konsentrasi larutan
pertumbuhan 0,1 dan 0,6 M.
Pada
konsentrasi larutan pertumbuhan 0,1 M,
rata-rata distribusi ukuran partikel CaCO3
tanpa inhibitor berkisar 9,15 m dan
dengan penambahan inhibitor turun
menjadi 6,12 m. Dengan hasil serupa,
rata-rata distribusi ukuran partikel CaCO3
tanpa inhibitor pada konsentrasi larutan
pertumbuhan CaCO3 0,6 M berkisar 14,91
m dan dengan penambahan inhibitor
terjadi penurunan menjadi 11,74 m. Datadata tersebut membuktikan bahwa senyawa
TDMACMKR memainkan peranan sebagai
inhibitor pembentukan kerak CaCO3 pada
kondisi percobaan yang telah dilakukan
dalam penelitian ini.
Data rata-rata
distrubusi ukuran partikel kristal CaCO3
yang diperoleh dapat dibandingkan dengan
hasil
penelitian
terdahulu
yang
menggunakan ekstrak gambir sebagai
inhibitor pembentukan kerak CaCO3 yang
menunjukkan kecenderungan yang sama
dengan hasil penelitian ini [7].
(a)

Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013

(b)

Gambar 6. Morfologi kristal CaCO3 (a) tanpa


penambahan inhibitor (b) dengan penambahan 75 ppm
TDMACMKR pada larutan pertumbuhan 0.1 M.

(a)
Gambar 9. Distribusi ukuran partikel kristal
CaCO3 pada tanpa penambahan dan dengan
penambahan 75 ppm TDMACMKR pada
konsentrasi larutan pertumbuhan 0,6 M.

KESIMPULAN
Senyawa TDMACMKR sebagai hasil sintesis
dapat
digunakan
sebagai
inhibitor
untuk
menghambat laju pembentukan kerak CaCO 3.
Penambahan TDMACMKR ke dalam larutan
pertumbuhan CaCO3 0,1 M secara signifikan
merubah morfologi dan ukuran kristal CaCO3. Akan
tetapi penambahan TDMACMKR ke dalam larutan
pertumbuhan CaCO3 0,6 M tidak merubah morfologi
kristal CaCO3, penambahan pada konsentrasi ini
hanya menurunkan ukuran kristal CaCO3.

(b)

UCAPAN TERIMA KASIH


Gambar 7. Morfologi kristal CaCO3 (a) tanpa
penambahan inhibitor (b) dengan penambahan 75
ppm TDMACMKR pada larutan pertumbuhan 0.6
M.

Ucapan terima kasih ditujukan kepada


Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia,
atas dukungan dana melalui Hibah Kompetensi
dengan
nomor
kontrak:
133/SP2H/PL/Dit.
Litabmas/III/2012, 7 Maret 2012. Makalah ini
selanjutnya disempurnakan untuk dipublikasikan di
jurnal internasional Desalination and Water
Treatment sebagai pertanggungjawaban peneliti.

DAFTAR PUSTAKA

Gambar 8. Distribusi ukuran partikel kristal CaCO3 pada tanpa penambahan dan
dengan penambahan 75 ppm TDMACMKR pada

konsentrasi larutan

Y. Tang, W. Yang, X. Yin, Y. Liu, Y.P.


Yin, and J. Wang. (2008). Investigation
of CaCO3 scale inhibition by PAA,

pertumbuhan 0,1 M.

Semirata 2013 FMIPA Unila |501

ATMP, and PAPEMP. Desalination,


Vol. 228, p. 5560.
K.D. Demadis, E. Mavredaki, A.
Stathoulopoulou, E. Neofotistou, and C.
Mantzaridis. (2007). Industrial water
systems: problem, challenges, and
solution
for
process
industries.
Desalination, Vol. 213 p. 3846.
T. Chen, A. Neville, and M. Yuan. (2005).
Calcium carbonate scale formation
assessing the initial
stages
of
precipitation and deposition. J. Pet. Sci.
Eng., Vol. 46, p. 185.
T. Waly, M.D. Kennedy, G.J. Witkamp, G.
Amy, and J.C. Schippers. (2012). The
role of inorganic ions in the calcium
carbonate scaling of seawater reverse
osmosis systems. Desalination, Vol.
284, p. 279287
J.Y. Gal, Y. Fovet, and N. Gatche. (2002).
Mechanisms of scale formation and
carbon
dioxide
partial
pressure
influence. Part I. Elaboration of an
experimental method and a scaling
model. Water Res., Vol. 36, p. 755.

F. Jones, A. Oliveira, A.L. Rohl, G.M.


Parkinson, M.I. Ogden, and M.M.
Reyhani. (2002). Investigation into the
effect of phosphonate inhibitors on
barium sulfate precipitation. J. Cryst.
Growth, Vol. 237, p. 424429.
D.J. Choi, S.J. You, and J.G. Kim. (2002).
Development of an environmentally safe
corrosion, scale, and microorganism
inhibitor for open recirculating cooling
systems. Mater. Sci. Eng. A, Vol. 335, p.
228235.
R.E. Sardjono. (2007). Sintesis dan
penggunaan
tetramer
siklik
seri
kaliksresorsinarena, alkoksikaliksarena,
dan alkenilkaliksarena untuk adsorpsi
kation logam berat. Dissertation,
University of Gadjah Mada, Yogyakarta.
P. Engrand, and J.B. Regnouf-de-Vans.
(2002). A bifunctional calixarene
designed for immobilisation on natural
polymer and for metal complexation.
Tetrahedron Lett., Vol. 43, p. 88638866.

S.J. Dyer and G.M. Graham. (2003).


Thermal stability of generic barium
sulphate scale inhibitor species under
static and dynamic conditions. J. Pet.
Sci. Eng., Vol. 37, p. 171181.

P. Thuery, Z. Asfari, J. Vicens, V. Lamare,


and J.F. Dozal. (2002). Synthesis and
crystal structure of sodium and cesium
ion
complexes
of
unsubstituted
calix[4]arene. New polymeryc chain
arrangements. Polyhedron, Vol. 21, p.
2497-2503.

Suharso, Buhani, S. Bahri, and T.


Endaryanto. (2011). Gambier extracts as
an inhibitor of calcium carbonate
(CaCO3) scale formation. Desalination,
Vol. 265, p. 102106.

C.D. Gutsche. (1998). Calixarene revisited:


Monograph
in
supramolecular
chemistry. Royal Society of Chemistry,
Cambridge.

F. Manoli, J. Kanakis, P. Malkaj, and E.


Dalas. (2002). The effect of aminoacids
on the crystal growth of calcium
carbonate. J. Cryst. Growth, Vol. 236, p.
363370.
R. Fried, and Y. Mastai. (2012). The effect
of sulfated polysaccharides on the
crystallization of calcite superstructures.
J. Cryst. Growth, Vol. 338, p. 147151.

V. Bohmer. (1995). Angewandte Chemie


(International Edition in English), Vol.
34, p. 713-745.
D. Roundhill. (1995). Metal complexes of
calixarenes: Progress in inorganic
chemistry. K. Karlin, John Wily &
Sons, Vol. 43, p. 533-592.
J.M. Harrowfield, M. Mocerino, B. Peachy,
B.W. Skelton, and A.H. White. (1996).
Rare earth solvent extraction with

Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013

calixarene phosponates, J. Chem. Soc.


Dalton Trans., p. 1687-1699.
C. Hill, J.F. Dozol, V. Lamare, H.
Rouquette, S. Eymard, and B. Tounois.
(1994). Nuclear waste treatment by
means of supported liquid membranes
containing calixcrown compounds, J.
Inc. Phen. & Mol. Rec. Chem., Vol. 19,
p. 399-408.
F. Jones, M. Mocerino, M.I. Ogden, A.
Oliveira, and G.M. Parkinson. (2005).
Bio-inspired calix[4]arene additives for
crystal growth modification of inorganic
materials. Cryst. Growth Des., Vol. 5, p.
23362343.
P. Malkaj and E. Dalas. (2002). Effect of
metallocene dichlorides on the crystal
growth of calcium carbonate. J. Cryst.
Growth, Vol. 242, p. 405.
A. Martinod, M. Euvrard, A. Foissy, and A.
Neville. (2008). Progressing
the
understanding of chemical inhibition of
mineral scale by green inhibitors,
Desalination, Vol. 220, p. 345.

Suharso, Buhani, and T. Suhartati. (2009).


The role of C-methyl-4,10,16,22tetrametoxy calix[4]arene as inhibitor of
calcium carbonate (CaCO3) scale
formation. Indo. J. Chem., Vol. 9 (2), p.
206210.
Ch. Tzotzi, T. Pahiadaki, S.G. Yiantsios,
A.J. Karabelas, and N. Andritsos.
(2007). A study of CaCO3 scale
formation and inhibition in RO and NF
membrane processes. J. Membr. Sci.,
Vol. 296, p. 171184.
P.G. Koutsoukos and G.H. Nancollas.
(1987). The mineralization of collagen in
vitro, Colloids Surf., Vol. 28, p. 95.
E. Dalas and P.G. Koutsoukos. (1988).
Crystallization of calcite on collagen
type I. Langmuir, Vol. 4, p. 907.
E.

Dalas. (1991). Crystallization of


sparingly soluble salts on functionalized
polymers, J. Mater. Chem., Vol. 1, p.
473.

Semirata 2013 FMIPA Unila |503

Beri Nilai