Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN KASUS

Hipertensi Renovaskuler pada Remaja:


Pendekatan dan Tatalaksana
di Rumah Sakit Tipe C di Indonesia
Winson Jos
Dokter umum RSUD H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor, Kalimantan Utara, Indonesia

ABSTRAK
Latar Belakang: ipertensi renovask ler mer pakan salah sat enis hipertensi an palin serin dilaporkan pada sia rema a. ipertensi
renovask ler an didia nosis den an tepat dan cepat diintervensi memiliki pro nosis baik. leh karena it pentin nt k men enal tanda
dan e ala hipertensi renovask ler ter tama pada rema a. Kasus: Seoran wanita 1 tah n den an kel han n eri l hati b an air besar cair
dan m al m ntah sat hari sebel m mas k r mah sakit. ada pemeriksaan isik ditem kan tekanan darah 200/100 mm . ada pemeriksaan
pen n an didapatkan anemia penin katan kreatinin dan rea ser m serta protein ria. emeriksaan S men n kkan pielone ritis kronik
bilateral dan pada S Doppler terdapat penin katan resistive index arteri renalis bilateral an menandakan kec ri aan k at ter adin a stenosis
arteri renalis bilateral. asien mendapat terapi obat antihipertensi valsartan diltia em dan ni edipin. Kondisi pasien membaik setelah perawatan
dan dip lan kan den an tekanan darah 140/100 mm . asien dir k nt k men alani terapi revask lerisasi. Diskusi: Onset hipertensi pada sia
m da an
an n si in al pada pemeriksaan laboratori m dan perb r kan n si in al setelah terapi antihipertensi olon an Angiotensin
Receptor Blocker mer pakan pet n k adan a hipertensi renovask ler. emeriksaan S abdomen dan S Doppler memiliki sensitivitas dan
spesi isitas an baik nt k dia nosis stenosis arteri renalis dan dapat dilak kan di r mah sakit den an asilitas terbatas. erapi de initi nt k
stenosis arteri renalis bilateral adalah revask lerisasi. Simpulan: Kec ri aan hipertensi renovask ler perl ter tama pada onset hipertensi sia
m da. Anamnesis pemeriksaan isik pemeriksaan n si in al dan S dapat mene akkan dia nosis hipertensi renovask ler.
Kata kunci: ipertensi rema a renovask ler r mah sakit tipe C stenosis arteri renalis

ABSTRACT
Introduction: enovasc lar h pertension is the most common secondar h pertension in adolescents. It can be dia nosed and immediatel
treated with ood o tcome. It is essential to dia nose renovasc lar h pertension especiall in adolescent. Case: A case o 1 - ear old emale
complainin epi astric pain na sea vomittin and water stool. At ph sical examination blood press re was o nd 200/100mm . aborator
examination showed anemia a otemia and protein ria. S examination showed bilateral chronic p elonephritis while S Doppler showed
increasin resistive index in both renal arteries. ilateral renal arter stenosis was s spected. he patient was treated with antih pertension
dr s - valsartan diltia em and ni edipine. atient s condition impoved and dischar ed with blood pres re 140/100mm . Discussion:
nset o h pertension in o n a e abnormal kidne
nction in laborator examination and worsenin renal nction a ter administration
o An iotensin eceptor locker s pport the dia nosis o renovasc lar h pertension. S Doppler has hi h sensitivit and speci icit
to detect renal arter stenosis and can be per ormed in hospital with limited acilit . De initive treatment o bilateral renal arter stenosis
is revasc lari ation. Conclusion: istor takin ph sical examination kidne
nction examination and S can be per ormed to dia nose
renovasc lar h pertension. enovasc lar h pertension is s spected especiall in h pertension in o n a e. Winson Jos. Renovascular
Hypertension in Adolescent: Management in Type C Hospital in Indonesia
Keywords: Adolescent h pertension renal arter stenosis renovasc lar.

PENDAHULUAN
ipertensi adalah salah sat aktor risiko
pen ebab kematian tama di d nia 12
kematian di d nia did a berh b n an
den an hipertensi seba ai aktor risiko.1
ipertensi pada sia 1 tah n dite akkan ika
tekanan darah sistolik dan diastolik lebih tin i
Alamat Korespondensi

274

dari persentil 95 pop lasi ser pa berdasarkan


sia gender dan tin i badan ata lebih tin i
dari 120/ 0 mm
pre-hipertensi .2 Saat ini
prevalensi hipertensi pada pop lasi kelompok
sia 1 tah n adalah 4 -11 2 .3 4 ada sia
rema a ke adian hipertensi sek nder lebih
serin dibandin kan pada kelompok sia

dewasa.2 leh karena it pada sia rema a


pen ebab hipertensi pentin nt k dideteksi.
en ebab
an
an
in al an
hiperplasia
re matolo

hipertensi sek nder antara lain


parenkim dan pemb l h darah
an endokrin sindrom Cushing,
adrenal dll dan
an
an
i Systemic Lupus Erythematosus

email: winson705@yahoo.com

CDK-239/ vol. 43 no. 4, th. 2016

LAPORAN KASUS
dan vask litis .2 ipertensi akibat an
an
pemb l h darah in al ata dikenal seba ai
hipertensi renovask ler mer pakan salah sat
enis hipertensi an palin serin dilaporkan
pada sia rema a.5 Intervensi hipertensi
renovask ler den an baik dan tepat
men hasilkan pro nosis baik sehin a cara
dia nosis hipertensi renovask ler pentin
nt k diketah i.5 erik t ini dilaporkan seb ah
kas s hipertensi renovask ler pada rema a di
mah Sakit tipe C dan pendekatan an
dapat dilak kan.
LAPORAN KASUS
Seoran wanita 1 tah n datan ke I D S
. Soemarno Sostroatmod o an n Selor
Kalimantan tara den an kel han n eri l
hati se ak 1 hari sebel m mas k r mah sakit.
asien m ntah 3 kali dan b an air besar cair 4
kali disertai ampas tidak ada lendir ata darah
pada tin a pasien se ak 1 hari sebel m mas k
r mah sakit. asien
a men el h n eri
kepala. an air kecil 5-6 kali sehari k nin
ernih. asien bar selesai menstr asi lima hari
sebel m mas k r mah sakit. idak ada kel han
mata kab r m ntah men emprot kelemahan
an ota t b h sesak napas ata n eri dada.
asien tidak men etah i riwa at pen akit
sebel mn a tidak ada riwa at kons msi obat
r tin. ran t a pasien tidak memiliki riwa at
hipertensi ata dislipidemia.
ada pemeriksaan isik pasien tampak sakit
rin an kompos mentis tekanan darah ratarata dari ti a kali pen k ran adalah 200/100
mm
di len an kanan 200/110 mm
di len an kiri rek ensi nadi 0 x/menit
rek ensi pernapasan 20 x/menit dan s h
36oC. ada pemeriksaan isik didapatkan n eri
tekan abdomen di l hati. idak ditem kan
edema t n kai ata kelemahan ekstremitas.
ada pemeriksaan pen n an laboratori m
didapatkan hemo lobin 9 2 /d hematokrit
2 2 eritrosit 3 40x106/
le kosit 10.120/
trombosit 150.000/
kreatinin ser m
2 4 m /d dan rea ser m 1 5 9 m /d .
emeriksaan rin k alitati : protein
darah
tes kehamilan ne ati . Kesan
pemeriksaan K irama sin s normal tanpa
pembesaran ventrikel.
asien didia nosis di I D seba ai
hipertensi emer ensi
a al in al ak t
dan astroenteritis ak t. asien mendapat
diltia em 50 m dalam NaCl 0 9 100 ml
20 tpm tetes per menit mikro attapulgite

CDK-239/ vol. 43 no. 4, th. 2016

3x1200 m p.o per oral loperamid 3x2 m


p.o ondansetron 3x4 m iv intravena dan
in s rin er laktat 20 tpm.
ada perawatan hari pertama pasien
men el h b an air besar cair 2 kali dan
m ntah 1 kali. ekanan darah 150/100 mm
S
abdomen men n kkan
ambaran
pielone ritis kronik.
asien didia nosis
hipertensi stage 2 a al in al kronik dan
astroenteritis ak t. erapi in s rin er laktat
20 tpm diltia em 50 m dalam 100 m NaCl
0 9 drip 20 tpm valsartan 2x 0 m p.o
ni edipin 3x10 m p.o asam olat 2x400
p.o dan ondansetron 3x4 m iv.
ada hari ked a pasien b an air besar 1
kali konsistensi eses padat dan merasa m al.
ekanan darah 140/90 mm
kreatinin ser m
10 2 m /d dan rea ser m 2 5 6 m /d .
ada S Doppler didapatkan nilai resistive
index I arteri renalis dekstra dan sinistra
bert r t-t r t 0 9 0 dan 0 920. ambaran
ini ses ai den an ambaran stenosis arteri
renalis bilateral.
asien didia nosis hipertensi stage 2 stenosis
arteri renalis bilateral dan a al in al kronis.
erapi in s rin er laktat 20 tpm diltia em 3x30
m p.o valsartan 2x 0 m p.o ni edipin 3x10
m p.o dan asam olat 2x400
p.o. asien
dip lan kan pada hari keti a perawatan
tekanan darah pasien 140/90 mm den an
valsartan 2x160 m p.o dan asam olat 2x400
p.o. asien dir k nt k dia nosis dan
terapi lebih lan t.
DISKUSI
asien rema a den an tekanan darah
melebihi
kriteria
hipertensi
stadi m
2 memerl kan pemeriksaan teliti dan
men el r h nt k mencari kem n kinan
pen ebabn a.2
emeriksaan awal
an
disarankan mencak p rinalisis pemeriksaan
n si in al pemeriksaan darah len kap
dan S
in al. ada pasien ini ditem kan
anemia protein ria hemat ria penin katan
kadar kreatinin dan rea ser m. ada S
abdomen ditem kan kesan pielone ritis
kronik. Kem n kinan hipertensi renovask ler
har s dipertimban kan ika didapatkan tanda
dan e ala seba ai berik t Tabel 1 .
ada pasien ditem kan beberapa tanda
an men arah kepada e ala hipertensi
renovask ler ait onset hipertensi pada sia
k ran dari 30 tah n adan a an
an n si
in al dan perb r kan n si in al setelah

men
nakan obat olon an A
ait pada
perawatan hari ked a nilai re m dan kreatinin
ser m pasien menin kat re m: 1 5 9 m /d
2 5 6 m /d
kreatinin: 2 4 m /d
10 2 m /d .
Tabel 1. anda dan e ala hipertensi renovask ler
ACC/A A 2005 6
Onset hipertensi k ran dari 30 tah n
Onset hipertensi berat pada sia lebih dari 55 tah n
ipertensi an memberat mendadak pada hipertensi
terkontrol
ipertensi resisten tidak terkontrol den an ti a obat
anti-hipertensi ata lebih
asien den an perb r kan
n si
in al setelah
mendapat terapi obat olon an AC -inhibitor ata
angiotensin receptor blocker A
an

an

n si in al tanpa sebab an elas

Atro i in al tanpa sebab an


k ran ked a in al 1 5cm

elas ata

perbedaan

dema par mendadak tanpa sebab an elas

rotein ria
a mend k n kec ri aan
hipertensi renovask ler. S Doppler adalah
pemeriksaan skrinin pilihan nt k menilai
keberadaan stenosis arteri renalis ika terdapat
kec ri aan adan a hipertensi renovask ler.6
asil pemeriksaan
S
Doppler pasien
men n kkan nilai resistive index I arteri
renalis dekstra dan sinistra bert r t-t r t
adalah 0 9 0 dan 0 920 ses ai den an kesan
stenosis arteri renalis bilateral. emeriksaan
S dilak kan nt k menilai t rb lensi ata
abnormalitas aliran men hit n rasio renalaorta A dan resistance index I . I normal
0 56 -0 . I lebih dari 0 diketah i memiliki
pro nosis b r k setelah terapi revask larisasi.9
emeriksaan S Doppler memiliki sensitivitas
2 -9
dan spesi isitas 62-99 .6 Dia nosis
stenosis arteri renalis dapat dite akkan melal i
S Doppler nt k menilai renal-aorta ratio
A dan peak systolic velocity S
nt k
kem dian menent kan dera at s mbatan
pada arteri renalis. AS dapat dite akkan ika
dera at stenosis lebih dari 60 . erik t ini
adalah dera at stenosis berdasarkan nilai A
dan S Tabel 2 .
Tabel 2. Kriteria dia nosis stenosis arteri renalis
berdasarkan pemeriksaan S Doppler
Derajat
Stenosis

PSV pada Arteri


Renalis

RAR

Normal

1 0 cm/detik

35

60

1 0 cm/detik

35

60

1 0 cm/detik

35

kl si

idak ada aliran

idak dapat
dinilai

275

LAPORAN KASUS
enin katan I pada pasien men atkan
d aan adan a stenosis arteri renalis bilateral.
asien dir k nt k pemeriksaan bak emas
nt k AS ait an io ra i renal.6

nt k men ontrol tekanan darah pada


pasien stenosis arteri renalis.6 ada kas s ini
sebaikn a pen
naan valsartan dihentikan
karena dapat memperb r k n si in al.

atalaksana pasien di I D bert an nt k


men ontrol tekanan darah karena did a
ter adi hipertensi emer ensi den an
tar et or an in al an diketah i setelah
pemeriksaan n si in al. erapi hipertensi
emer ensi men
nakan obat antihipertensi
intravena. Diltia em mer pakan salah sat
terapi antihipertensi pilihan den an dosis 5-15
/k /min dilan tkan 1-5 /k /min den an
onset ker a 1-5 menit. ada perawatan hari
pertama pasien mendapat tambahan terapi
valsartan
olon an A
dan ni edipin
olon an calcium channel blocker oral nt k
men ontrol tekanan darah.

asien stenosis arteri renalis bilateral baik


tanpa kel han ma p n disertai hipertensi
tidak terkendali ata
n si in al b r k
sebaikn a
men alani
percutaneous
transluminal angioplasty A .6 A m mn a
men hasilkan perbaikan kontrol tekanan
darah dan n si in al ter tama pada pasien
sia m da dan diintervensi cepat.5 ada
kas s ini kel ar a pasien menolak dir k ke
r mah sakit an memiliki asilitas pen n an
dia nostik dan terapi an lebih baik.

ada hari ked a perawatan ser m kreatinin


dan re m menin kat. al ser pa
a
dilaporkan pada pasien stenosis arteri
renalis bilateral an mendapat terapi obat
olon an A .10 en
naan obat antihipertensi an beker a men hambat sistem
renin-an iotensin pada pasien stenosis arteri
renalis diketah i dapat memic ter adin a
a al in al ak t ter tama pada stenosis
arteri renalis bilateral ata stenosis arteri
renalis pada pasien den an sat
in al.11
en
naan ACE-inhibitor ata A
pada
pasien stenosis arteri renalis memperb r k
hipoper si di in al an did a ter adi
akibat dihambatn a e ek an iotensin pada
pemb l h darah e eren in al.12 ada pasien
a al in al ak t terapi ACE-inhibitor ata A
dihentikan nt k memperbaiki n si in al.
Antihipertensi olon an calcium channel
blocker dan beta blocker direkomendasikan

HIPERTENSI RENOVASKULER
ipertensi renovask ler dide inisikan seba ai
penin katan tekanan darah akibat hipoper si
in al an biasan a disebabkan stenosis arteri
renalis dan aktivasi sistem renin-an iotensin.5
ada stenosis arteri renalis
nilateral
hipertensi ter adi karena vasokonstriksi
akibat pen ar h sistem renin-an iotensin
sedan kan pada stenosis arteri renalis
bilateral disertai penin katan vol me cairan
ekstrasel ler 6 pada stenosis arteri renalis
nilateral ter adi pressure diuresis pada in al
kontralateral an men ebabkan pen r nan
vol me cairan t b h dan memic aktivasi
sistem renin-an iotensin ter s-mener s
sedan kan pada stenosis arteri renalis bilateral
ked a in al tidak men alami pressure diuresis,
sehin a ter adi penin katan vol me cairan
ekstrasel ler.13
en ebab
tama stenosis arteri renalis
adalah arterosklerosis 90
dan displasia

ibrom sk ler
D 6 lainn a mencak p
ne ro ibromatosis tipe 1 arteritis aka as
middle aortic syndrome, sindrom
illiams
sindrom hlers-Danlos sindrom Kawasaki dan
poliartritis nodosa.14 erbeda den an stenosis
arteri renalis arterosklerotik
D m mn a
ter adi pada wanita dan pada sia m da.15 D
adalah pen akit vask ler non-in lamatorik
an
men eran
ter tama vask lerisasi
in al.13
D har s dipikirkan pada pasien
hipertensi wanita sia m da disertai n eri
kepala dan riwa at an
an n si in al.
ada kas s ini pen ebab stenosis arteri renalis
did a disebabkan oleh
D dibandin kan
akibat proses arterosklerosis karena pasien
wanita dan ber sia m da tanpa aktor risiko
arterosklerosis seperti obesitas dan riwa at
kel ar a dislipidemia. emeriksaan bak
standar nt k deteksi
D adalah an io ra i
renal.13 Percutaneous Transluminal Angioplasty
A mer pakan terapi pilihan
nt k
men atasi stenosis arteri renalis akibat D.16
A e ekti men ontrol tekanan darah den an
keberhasilan 0 pada b lan pertama postintervensi hin a 93 pada eval asi 2 tah n
setelah intervensi.16
SIMPULAN
Kec ri aan hipertensi renovask ler ter tama
pada pasien sia m da den an hipertensi
stadi m d a. Anamnesis pemeriksaan
isik dan pemeriksaan pen n an seperti
pemeriksaan n si in al dan S
in al
dapat dilak kan di
mah Sakit tipe C
nt k mene akkan dia nosis hipertensi
renovask ler. ipertensi renovask ler an
didia nosis cepat dan diintervensi den an
tepat memiliki pro nosis c k p baik.

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.

l nn
Daniels S
a man
aahs D
cCrindle
scienti c statement rom the American eart Association.

itsne es
et al. pdate: amb lator blood press re monitorin in children and adolescents: A
pertension 2014 63 5 :1116-35.

he o rth report on the dia nosis eval ation and treatment o hi h blood press re in children and adolescents. ediatrics. 2004 114 2 S ppl 4th eport :555- 6.

3.

da Silva A ivera I de So a
and c rrent clinical practice. Ar

4.

de oraes AC acerda
oreno A
edicine altimore . 2014 93 2 :232.

5.

abidi
100.

6.

irsch A askal
ert er N akal C Crea er A alperin et al. ACC/A A 2005 practice idelines or the mana ement o patients with peripheral arterial
disease lower extremit renal mesenteric and abdominal aortic : A collaborative report rom the American Association or asc lar S r er /Societ or asc lar
S r er Societ or Cardiovasc lar An io raph and Interventions Societ or asc lar edicine and iolo Societ o Interventional adiolo and the ACC/
A A ask orce on ractice idelines ritin Committee to Develop idelines or the ana ement o atients ith eripheral Arterial Disease : endorsed b
the American Association o Cardiovasc lar and lmonar ehabilitation National eart n and lood Instit te Societ or asc lar N rsin ransAtlantic
Inter-Societ Consens s and asc lar Disease o ndation. Circ lation 2006 113 11 :463-654.

276

Carvalho AC. lood press re meas rement in children and adolescents:


ras Cardiol. 200
4 :491-5.

o at D Abdel hanim K A ili

orta
Ariba

Carvalho

idelines o hi h blood press re recommendations

. revalence o hi h blood press re in 122 053 adolescents: A s stematic review and meta-re ression.

Abdelha dh N et al. enovasc lar h pertension: A report o 21 cases. Sa di Kidne Dis ranspl. 2014 25 1 :96-

CDK-239/ vol. 43 no. 4, th. 2016

LAPORAN KASUS
.
.
9.

i a a I Sire ar .

pertensive crises in the adolescent: val ation o s spected renovasc lar h pertension. Acta

ed Indones. 2013 45 1 :49-54.

orelli A into I Amodeo C Smanio


Kambara A
etisco AC et al. Anal sis o the sensitivit and speci cit o noninvasive ima in tests or the dia nosis o
renal arter stenosis. Ar ras Cardiol. 2013 101 5 :423-33.
adermacher Chavan A leck
N n l
ed. 2001 344 6 :410- .

it th m A Stoess

ebel

et al. se o doppler ltrasono raph to predict the o tcome o therap or renal-arter stenosis.

10. ohansen
K aer A. eversible renal impairment ind ced b treatment with the an iotensin II receptor anta onist candesartan in a patient with bilateral renal
arter stenosis.
C Nephrol. 2001 2:1.
11.

vans K
ttle K olt DA Dawson
2014 9 :1199-206.

12. Cohen

ownsend

aller S

rewster S et al. se o renin-an iotensin inhibitors in people with renal arter stenosis. Clin Am Soc Nephrol.

. se o renin-an iotensin s stem blockade in patients with renal arter stenosis. Clin Am Soc Nephrol. 2014 9

:1149-52.

13. Chr sant S Chr sant S. reatment o h pertension in patients with renal arter stenosis d e to brom sc lar d splasia o the renal arteries. Cardiovasc Dia n
her. 2014 4 1 :36-43.
14. Sa ed A lsharkawi

Awad AS mil

l-Sa ed . Case report: ilateral renal arter stenosis in a - ear-old child. ethodist Debake Cardiovasc . 2014 10 3 :190-2.

15. Sara ih
S listiowati S ar ono N Siswanto
ed Indon. 2014 23 2 :11 -21.
16. Kim
Do S Shin S
adiol. 200 9 1 :3 -44.

ark K Cho SK Choe

CDK-239/ vol. 43 no. 4, th. 2016

ers narti N Soesanto A . Case report o secondar h pertension d e to renal arter stenosis in o n patient.
et al. erc taneo s transl minal an ioplast o renal arter

brom sc lar d splasia:

id-term res lts. Korean

277