Anda di halaman 1dari 5

KONTROL DIRI

Mujahadah An-Nafs
Pengertian
Mujahadah an nafs sering disebut juga dengan kontrol diri, yaitu
perjuangan sungguh-sungguh atau jihad melawan ego atau nafsu
pribadi. Kontrol diri seringkali diartikan sebagai kemampuan untuk
menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku
yang dapat membawa kearah konsekuensi positif, kontrol diri pun
merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan dan
digunakan individu selama proses-proses dalam kehidupan.
Jika kita menilik secara hakiki, nafsu diri atau disebut sebagai hawa
nafsu merupakan poros kejahatan. Karena, nafsu diri memiliki
kecenderungan untuk mencari berbagai kesenangan. Inilah kenapa
Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa jihad melawan nafsu lebih
dahsyat daripada jihad melawan musuh.
Surah Al Anfal Ayat 27 tentang Mujahadah An Nafs

27. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan
Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat
yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui

3. Kandungan Surah Al Anfal Ayat 72


Kandungan Surah Al Anfal ayat 72 dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Allah memberikan derajat tertinggi dan mulia disisi Allah bagi orang
yang berhijrah bersama Nabi Muhammad SAW. Nabi yang rela
berkorban dan meninggalkan nafsu duniawi dan memilih berjuang di
jalan Allah.
b. Hendaknya umat islam turut berjuang di jalan Allah, bersedia
menanggung segala resiko dan duka perjuangan dan siap berkorban
dengan harta dan jiwa.
c. Umat Islam hendaknya bertindak sesuai dengan ketentuan-ketentuan
yang telah ditetapkan ALLAH SWT. Karena Allah selalu melihat dan
mengetahui apa yang dilakukan hamba-Nya.
Manfaat dan Hikmah Mujahadah An Nafs (Kontrol Diri)
Mujahadah An Nafs sangat penting dalam kehidupan kita. Hal ini dapat
dijabarkan sebagai berikut :
a. Kontrol diri berperan penting dalam hubungan seseorang dengan
orang lain (interaksi sosial). Hal ini dikarenakan kita senantiasa hdup
dalam kelompok/masyarakat dan tidak bisa hidup sendirian, seluruh
kebutuhan hidup kita pun terpenuhi dari bantuan orang lain, begitu
juga kebutuhan psikologis dan dan sosial kita. Oleh karena itu kita
harus kerjasama dengan orang lain.

b.

Kontrol diri memiliki peran dalam menunjukkan siapa diri kita (nilai
diri)
c. Kontrol diri berperan dalam pencapaian tujuan pribadi.
Dengan mengembangkan kemampuan mengendalikan diri sebaikbaiknya, maka kita akan dapat menjadi pribadi yang efektif.
Kemampuan mengendalikan diri menjadi sangat berarti untuk
meminimalkan perilaku buruk yang selama ini banyak kita jumpai
dalam kehidupan di masyarakat juga dalam tatanan kenegaraan.
Ciri-ciri Mujahadah An Nafs (Kontrol Diri)
Ciri-ciri seseorang yang mempunyai kontrol diri antara lain :
a.
Kemampuan untuk mengontrol perilaku yang ditandai dengan
kemampuan mengahadapi situasi yang tidak diinginkan.
b. Kemampuan menunda kepuasan dengan segera mengatur perilaku.
c. Kemampuan mengantisipasi peristiwa dengan mengantisipasi keadaan
melalui pertimbangan secara objektif.
d. Kemampuan menafsirkan peristiwa dengan melakukan penilaian dan
penafsiran suatu keadaan dengan cara memperhatikan segi-segi
positifnya.
e. Kemampuan mengontrol keputusan.
Orang yang rendah kemampuan mengontrol diri cenderung akan
reaktif dan terus tidak stabil.
Prinsip-prinsip dalam Muhajahad An Nafs
a. Prinsip Kemoralan
Agama islam mengajarkan moral yang baik bagi setiap umatnya,
misalnya tidak mencuri, tidak membunuh dan lainnya.
b. Prinsip Kesadaran
Prinsip ini mengajarkan kepada kita agar senantiasa sadar saat suatu
bentuk pikiran yang negatif muncul.
c. Prinsip Perenungan
Dengan melakukan perenungan, maka kita akan cenderung mampu
mengendalikan diri.
d. Prinsip Kesabaran
Perlu adanya kesadaran akan kondisi emosi yang kita miliki.
e. Prinsip Pengalihan Perhatian
Manakala kita menyibukkan diri dengan aktifitas yang positif.
9. Contoh Perilaku Mujahadah An Nafs dalam Kehidupan Seharihari
Contoh perilaku Mujahadah An Nafs adalah sebagai berikut :
a. Mampu mengendalikan hawa nafsu saat melihat hal-hal yang
disenangi.
b. Menolong orang lain meskipun dalam keadaan sulit.
c. Menguasai diri kita.
d. Saat ada dorongan hati untuk berniat negatif, maka segera ingat Allah.
e. Bersabar saat menghadapi masalah dan berpikir untuk melakukan
respon yang bijaksana dan bertanggung jawab.
Hadis tentang Anjuran Mujahadah An Nafs

Mulailah (berbuat baik) kepada dirimu sendiri, makan beri nafkahlah


dirimu lebih dahulu. Bila masih ada yang akan engkau nafkahkan
berikanlah kepada keluargamu. Bila masih ada lagi sesudah memberi
keluargamu, berikanlah kepada karib kerabatmu. Dan bila masih ada
lagi sesudah memberi karib kerabatmu, maka bertindaklah seperti itu,
yakni utamakanlah yang lebih erat hubungannya dengan orang yang
akan di beri nafkah itu, dan demikianlah seterusnya. (H.R An Nasai
dari Jabir)
B. Ukhuwah
Pengertian
Ukhuwah adalah ikatan jiwa yang melahirkan perasaan kasih sayang,
cinta dan penghormatan yang mendalam terhadap setiap orang,
dimana keterpautan jiwa di tautkan oleh ikatan akidah Islam, iman dan
taqwa. Ukhuwah ini sangat identik dengan kerukunan yang dimiliki
umat islam
Surah Al Hujurat ayat 10 tentang Ukhuwah















10. Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah
(perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap
Allah, supaya kamu mendapat rahmat

Kandungan Surah Al Hujurat ayat 10


a.
Hendaknya umat Islam menciptakan rasa persaudaraan dan
perdamaian di muka bumi ini.
b. Hendaknya umat Islam membina persatuan dan persaudaraan antar
sesama manusia
c. Hendaknya umat Islam mendamaikan suadaranya yang berselisih dan
mencari jalan keluar yang paling bijak.
d. Umat islam harus senantiasa bertakwa kepada Allah.
Ukhuwah untuk Menjaga Kerukunan dan Persatuan
Kata kerukunan berasal dari rukun, yang berarti damai, tidak
bertengkar. Adapun maksud perlunya persatuan dan kerukunan adalah
karena manusia diciptakan sebagai makhluk individu sekaligus sebagai
makhluk sosial.
Manfaat dan Hikmah Ukhuwah
a. Akan mendapatkan rasa manis dan lezatnya iman, sebagaimana
sabda Rasulullah: Tiga perkara yang barangsiapa mendapatinya, dia
akan merasakan manisnya iman, yaitu dia mencintai Allah dan RasulNya melebihi daripada kecintaan kepada selain keduanya, dia
mencintai
saudaranya dan dia tidaklah mencintainya melainkan
karena Allah, dia membenci untuk kembali kepada kekufuran

b.
c.
d.
e.

sebagaimana dia membenci untuk dilemparkan ke dalam An Nar.


(HR. Al Bukhari dan Muslim)
Allah akan melindungi dari kengerian pada hari kiamat kelak
Mencintai karena Allah akan mendatangkan iman yang akan
mengantarnya ke surga
Ukhuwah akan melahirkan akhlak yang sempurna
Ukhuwah akan memperkokoh kekuatan kaum muslimin.

Contoh Perilaku Ukhuwah dalam Kehidupan


a. Menegakkan sholat berjamaah di masjid
b. Menebarkan salam
c. Membantu meringankan beban yang sedang menghimpit saudaranya
d. Saling memaafkan
e. Menajuhi perbuatan maksiat
f. Saling mendoakan dengan kebaikan
C. Husnuzhan
Pengertian
Kata Husnuzhan berarti berprasangka baik atau sering disebut juga
positive thinking. Lawan kata husnuzhan adalah suuzhan, artinya
berprasangka buruk. Dalam penerapannya husnuzhan ada tiga, yaitu
husnuzhan kepada Allah SWT, husnuzhan kepada diri sendiri, dan
husnuzhan kepada sesama manusia.
a. Husnuzhan kepada Allah SWT
Husnuzhan kepada Allah SWT tidak sebatas ucapan lisan saja, namun
benar-benar direflesikan dalam bentuk tindakan nyata, antara lain sebagai
berikut :
1) Mencintai Allah SWT.
Dibuktikan dengan sikap senang mendengar panggilan-Nya, senang
menjalankan perintah-Nya.
2) Taat kepada Allah SWT
Dibuktikan dengan selalu menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.
3) Selalu mohon ampunan-Nya
Dilakukan agar kita menyadari bahwa kita penuh dengan dosa, agar kita
senantiasa selalu berdoa kepada-Nya.
b. Husnuzhan kepada diri sendiri
Husnuzhan kepada diri sendiri erat kaitannya dengan sifat percaya diri.
Kita yakin bahwa diri kita sanggup mengerjakan banyak hal.
c. Husnuzhan kepada sesama manusia
Maksudnya kita berbaik sangka terhadap apapun yang dilakukan orang
lain atas dasar ketidaktahuan atau kepastian.
2. Surah Al Hujurat Ayat 12 Tentang Husnuzhan

12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan),


karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan
orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara
kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah
Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang
Kandungan Surah Al Hujurat Ayat 12
a. Hendaknya umat Islam tidak mempunyai dugaan buruk terhadap orang
lain dan mempergunjingkannya.
b. Hendaknya tidak memberikan tuduhan tentang adanya suatu yang perlu
diwaspadai
c. Hendaknya umat Islam tidak mencari-cari kesalahan orang lain

Manfaat dan Hikmah Husnuzhan


a. Tumbuh rasa cinta kepada Allah SWT
b. Tercipta ketenangan dan kedamaian dalam hati
c. Terjalin ukhuwah (persaudaraan)
d. Terhindar dari fitnah
e. Terhindar dari rasa iri dan dengki
f. Memperoleh pahala dari Allah SWT.
Contoh perilaku Husnuzzhan
a. Selalu memperhatikan kepentingan umum, bangsa dan negara
b. Suka memberikan pembinaan yang baik kepada sesama
c. Gemar memberikan pertolongan kepada sesama
d. Selalu menjauhkan diri dari perilaku egois
e. Meyakini bahwa Allah benar benar Maha Esa
f. Umat muslim wajib bertaqwa kepada Allah
g. Beribadah dan berdoa kepada Allah
h. Bertawakal kepada Allah
i. Menerima dengan ikhlas semua keputusan dari Allah Swt.
Hadist tentang Anjuran Bersikap Husnuzzhan
Janganlah kalian berprasangka (curiga) , karena sesungguhnya
prasangka itu pembicaaran yang paling dusta. Janganlah kalian saling
mencari cari berita atau mendengarkan aib orang, janganlah kalian
mencari cari keburukan orang, janganlah kalian saling menipu, janganlah
kalian saling mendengki, janganlah kalian saling membenci, janganlah
kalian memboikot, dan jadilah kalian hamba hamba Allah yang
bersaudara. (HR. Bukhari)