Anda di halaman 1dari 14

1

BUKU PEGANGAN MAHASISWA

MODUL

INDERA KHUSUS - MATA

Diberikan pada mahasiswa semester V


Fakultas Kedokteran Unhas

BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA

SISTEM INDERA KHUSUS


Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin
2009

TUGAS MAHASISWA :
1. Setelah membaca dengan teliti diatas, mahasiswa harus mendiskusikan kasus tersebut
pada suatu kelompok diskusi yang dipimpin oleh seorang ketua dan memilih seorang
notulen untuk mencatat semua hasil diskusi
2. Melakukan aktivitas pembelajaran individual dengan mencari bahan informasi yang
mendukung diskusi
3. Melakukan diskusi kelompok mandiri ( tanpa tutor)
4. Berkonsultasi pada narasumber yang ahli pada permasalahan yang dimaksud untuk
memperoleh pengertian yang lebih mendalam
5. Mengikuti kuliah (kuliah pakar) dalam kelas untuk masalah yang belum jelas

PROSES PEMECAHAN MASALAH


Dalam diskusi kelompok, mahasiswa diharapkan memecahkan problem yang terdapat dalam
skenario ini yaitu dengan mengikuti 7 langkah penyelesaian masalah yaitu :
1. Klasifikasi istilah yang tidak jelas dalam skenario diatas dan tentukan kata/kalimat
kunci skenario diatas
2. Indentifikasi problem dasar skenario diatas, dengan membuat beberapa pertanyaan
penting
3. Analisa problem problem tersebut dengan menjawab pertanyaan diatas
4. Klassifikasi jawaban atas pertanyaan pertanyaan tersebut diatas.
5. Tentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai mahasiswa atas kasus diatas
6. Cari informasi tambahan tentang kasus diatas diluar kelompok tatap muka
7. Laporkan hasil diskusi dan sintesis informasi-informasi yang ditemukan
Keterangan :
-

Langkah 1-5 dilakukan dalam diskusi pertama bersama tutor

Langkah 6 dilakukan dengan belajar mandiri,dapat dilakukan berkelompok atau


sendiri-sendiri, yang kemudian didiskusikan ulang bersama kelompok (tanpa
kehadiran tutor)

Langkah tujuh dilakukan dalam diskusi dengan tutor

JADWAL KEGIATAN
1. Pertemuan pertama dalam kelas besar dengan tatap muka satu arah dan tanya jawab.
Tujuan : menjelaskan tentang modul dan cara menyelesaikan modul, dan membagi
kelompok diskusi. Pada pertemuan pertama buku modul dibagikan.
2. Pertemuan kedua : diskusi mandiri. Tujuan :
*

Memilih ketua dan sekretaris kelompok,

Brain-storming untuk proses 1 3,

Membagi tugas

3. Pertemuan ketiga: diskusi tutorial dipimpin oleh mahasiswa yang terpilih menjadi ketua
dan penulis kelompok, serta difasilitasi oleh tutor. Tujuan: untuk melaporkan hasil diskusi
mandiri dan menyelesaikan proses sampai langkah 5.
4. Anda belajar mandiri baik sendiri-sendiri. Tujuan: untuk mencari informasi baru yang
diperlukan,
5. Pertemuan keempat: diskusi tutorial. Tujuan: untuk melaporkan hasil diskusi lalu dan
mensintesis informasi yang baru ditemukan. Bila masih diperlukan informasi baru
dilanjutkan lagi seperti No. 2 dan 3.
6. Pertemuan terakhir: dilakukan dalam kelas besar dengan bentuk diskusi panel untuk
melaporkan hasil diskusi masing-masing kelompok dan menanyakan hal-hal yang belum
terjawab pada ahlinya (temu pakar).

TIME TABLE
PERTEMUAN
I

II

III

IV

VI

VII

Pertemuan I

Pertemuan

Tutorial I

Mandiri

Kuliah

Tutorial II

Pertemuan

(Penjelasan)

Mandiri

Pengum-

kosultasi

(Laporan & Terakhir

(Brain

pulan

Praktikum

Stroming)

informasi

CSL

Diskusi)

(Laporan)

Analisa &
sintese

STRATEGI PEMBELAJARAN
1. Diskusi kelompok mandiri tanpa tutor, melakukan curah pendapat bebas antar anggota
kelompok
2. Diskusi kelompok yang diarahkan oleh tutor untuk melihat pertanyaan alternatif terhadap
masalah tertentu
3. Konsultasi pada nara sumber yang ahli pada permasalahan dimaksud untuk memperoleh
pengertian yang lebih mendalam
4. CSL : anamnesis, pemeriksaan visus, pemeriksaan segmen anterior, pemeriksaan
tekanan bola mata, pemeriksaan lapangan pandang, dan pemeriksaan funduskopi
5. Praktikum : Anatomi mata, Histologi, PA
6. Aktivitas pembelajaran individual di perpustakaan dengan menggunakan buku ajar,
majalah, slide, dan internet.

SUMBER BACAAN
A. Buku Ajar
1. Kanski. Clinical of Ophthalmology
2. Basic and Clincal Science Course, AAO. Section 2, Fundamentals and Principles of
Ophthalmology. 2009-2010
3. Basic and Clincal Science Course, AAO. Section 5, Neuro-Ophthalmology. 20092010
4. Basic and Clincal Science Course, AAO. Section 10, Glaucoma. 2009-2010
5. Basic and Clincal Science Course, AAO. Section 11, Lens and Cataract. 2009-2010
6. Basic and Clincal Science Course, AAO. Section 12, Retina and Vitreous. 20092010

B. Sumber lain
Internet, VCD, Journal, Majalah-majalah ilmiah lainnya

NARA SUMBER
TLP.
No.

NAMA DOSEN

BAGIAN

KANTOR

HP/FLEXI

Prof.Dr.dr.Rukiah Syawal, Sp.M (K) Mata

580678

0811442007

dr. Ahmad Afifuddin, Sp.M

Mata

580678

0811411770

dr. Noro Waspodo, Sp.M

Mata

580678

08124189703

Dr. dr. Habibah, Sp.M-KVR

Mata

580678

0811449366

dr. Hamzah, Sp.M

Mata

580678

08164384460

dr. Halimah Pagarra, Sp.M

Mata

580678

08124238285

dr. Budu, Ph.D, Sp.M-KVR

Mata

580678

08152541665

dr. Noor Syamsu, Sp.M, MARS

Mata

580678

08124207786

dr. Djunaedi, Sp.M

Mata

580678

0811449345

10

dr. Suliati Paduppai, Sp.M

Mata

580678

081524181888

11

dr. A.M.Ichsan, Ph.D.

Mata

580678

081342280880

12

dr. Batari Todja Umar, Sp.M

Histologi

580678

0811414327

13

dr. Nikmatia Latief, Sp.Rad

Anatomi

14

dr. Mahmud Ghaznawie, Sp.PA

PA

15

dr. Nurlaily Syarifuddin, Sp.Rad

Radiologi

16

dr. Ikhsan Madjid

IKM/IKP

BUKU PEGANGAN MAHASISWA


MODUL 1

PENURUNAN TAJAM
PENGLIHATAN

Diberikan pada mahasiswa semester V


Fakultas Kedokteran Unhas

BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA

SISTEM INDERA KHUSUS


Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin
2009

MODUL PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN


PENDAHULUAN
Modul 1 dengan judul

Penurunan Tajam Penglihatan ini diberikan pada

mahasiswa Fak. Kedokteran simester lima yang mngambil mata kuliah Sistem Indra Khusus.
Tujuan pemberian modul ini adalah untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam
penanganan keadaan-keadaan yang bisa menyebabkan penurunan tajam penglihatan. Pada
modul ini diberikan satu yang menunjukkan satu penurunan tajam penglihatan pada seorang
penderita. Mahasiswa diharapkan mendiskusikan bukan hanya pada inti masalah tapi juga
semua hal yang berhubungan dengan permasalahan tersebut, misalnya patomekanisme
penyakit dimana harus dibicarakan

tentang anatomi, histologi, fisiologi,

sistem panca

indera, gejala-gejala dan cara penanganan penyakit yang menyebabkan penurunan tajam
penglihatan. Yang dipentingkan disini adalah bagaimana memecahkan masalah yang
diberikan dan bukan pada nya.
Sebelum menggunakan modul ini, tutor dan mahasiswa harus membaca TIU & TIK
terlebih dahulu sehingga diharapkan diskusi tidak menyimpang dari tujuan dan dapat dicapai
kompetensi yang diharapkan. Peran tutor dalam mengarahkan tutorial sangat penting. Bahan
untuk diskusi dapat diperoleh dari bahan perkuliahan yang telah diberikan serta referensi
yang diberikan oleh masing-masing dosen pemberi kuliah.
Penyusun mengharapkan modul ini dapat membantu mahasiswa dalam menegakkan
dan cara penanganan penyakit yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan.

Makassar, Agustus 2009


Penyusun,

Dr.dr.Habibah S.Muhiddin, SpM-KVR


dr. Budu, PhD, SpM-KVR
dr. A.M.Ichsan, PhD
dr. Halimah Pagarra, SpM
dr. Batari Todja Umar, SpM
dr. Adelina T. Poli
dr. Muh. Abrar Ismail
7

MODUL PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) :


Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa akan dapat menjelaskan tentang penyebab,
patomekanisme, gambaran klinik, pemeriksaan penunjang, penalaksanaan, komplikasi,
pencegahan dan pengendalian penyakit-penyakit yang menyebabkan penurunan tajam
penglihatan.

KASUS
Seorang pasien laki-laki, 56 tahun,

datang ke poliklinik mata dengan keluhan

penurunan ketajaman penglihatan. Tidak ada riwayat memakai kaca mata, mata
merah dan trauma pada mata sebelumnya.

BUKU PEGANGAN MAHASISWA


MODUL 2

MATA MERAH

Diberikan pada mahasiswa semester V


Fakultas Kedokteran Unhas

BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA

SISTEM INDERA KHUSUS


Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin
2009

10

MODUL MATA MERAH


PENDAHULUAN
Modul 2 dengan judul

Mata merah ini diberikan pada mahasiswa Fak.

Kedokteran simester lima yang mngambil mata kuliah Sistem Indra Khusus. Tujuan
pemberian modul ini adalah untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam

penanganan

keadaan-keadaan yang bisa menyebabkan mata merah. Pada modul ini diberikan satu
skenario yang menunjukkan satu penyakit mata merah pada seorang penderita. Mahasiswa
diharapkan mendiskusikan bukan hanya pada inti masalah tapi juga semua hal yang
berhubungan dengan permasalahan tersebut, misalnya patomekanisme penyakit dimana harus
dibicarakan tentang anatomi, histologi, fisiologi, sistem panca indera, gejala-gejala dan cara
penanganan penyakit yang menyebabkan penyakit mata merah. Yang dipentingkan disini
adalah bagaimana memecahkan masalah yang diberikan dan bukan diagnosisnya.
Sebelum menggunakan modul ini, tutor dan mahasiswa harus membaca TIU & TIK
terlebih dahulu sehingga diharapkan diskusi tidak menyimpang dari tujuan dan dapat dicapai
kompetensi yang diharapkan. Peran tutor dalam mengarahkan tutorial sangat penting. Bahan
untuk diskusi dapat diperoleh dari bahan perkuliahan yang telah diberikan serta referensi
yang diberikan oleh masing-masing dosen pemberi kuliah.
Penyusun mengharapkan modul ini dapat membantu mahasiswa dalam menegakkan
diagnosa dan cara penanganan penyakit yang menyebabkan penyakit mata merah.
Makassar, Agustus 2009
Penyusun :
Dr.dr.Habibah S.Muhiddin, SpM-KVR
dr. Budu, PhD, SpM-KVR
dr. A.M.Ichsan, PhD
dr. Halimah Pagarra, SpM
dr. Batari Todja Umar, SpM
dr. Adelina T. Poli
dr. Muh. Abrar Ismail

10

11

MODUL MATA MERAH

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) :


Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa akan dapat

menjelaskan tentang penyebab,

patomekanisme, gambaran klinik, pemeriksaan penunjang, penalaksanaan, komplikasi,


pencegahan dan pengendalian penyakit-penyakit yang menyebabkan mata merah.

KASUS
Skenario:
Seorang pasien wanita, 33 tahun, datang ke poliklinik mata dengan keluhan mata
merah dan nyeri. Dialami sejak 1 hari yang lalu

11

12

BUKU PEGANGAN MAHASISWA


MODUL 3

GANGGUAN
PENGLIHATAN JAUH

Diberikan pada mahasiswa semester V


Fakultas Kedokteran Unhas

BAGIAN ILMU PENYAKIT MATA

SISTEM INDERA KHUSUS


Fakultas Kedokteran
Universitas Hasanuddin
2009

12

13

MODUL SISTEM INDERA KHUSUS


PENDAHULUAN
Modul 3 dengan judul Gangguan Penglihatan Jauh ini diberikan pada mahasiswa
Fak. Kedokteran simester lima yang mngambil mata kuliah Sistem Indra Khusus. Tujuan
pemberian modul ini adalah untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam

penanganan

keadaan-keadaan yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan jaun. Pada modul ini
diberikan satu skenario yang menunjukkan satu gangguan penglihatan jauh pada seorang
penderita. Mahasiswa diharapkan mendiskusikan bukan hanya pada inti masalah tapi juga
semua hal yang berhubungan dengan permasalahan tersebut, misalnya patomekanisme
penyakit dimana harus dibicarakan

tentang anatomi, histologi, fisiologi,

indera, gejala-gejala dan cara penanganan

sistem panca

penyakit yang menyebabkan gangguan

penglihatan jauh. Yang dipentingkan disini adalah bagaimana memecahkan masalah yang
diberikan dan bukan diagnosisnya.
Sebelum menggunakan modul ini, tutor dan mahasiswa harus membaca TIU & TIK
terlebih dahulu sehingga diharapkan diskusi tidak menyimpang dari tujuan dan dapat dicapai
kompetensi yang diharapkan. Peran tutor dalam mengarahkan tutorial sangat penting. Bahan
untuk diskusi dapat diperoleh dari bahan perkuliahan yang telah diberikan serta referensi
yang diberikan oleh masing-masing dosen pemberi kuliah.
Penyusun mengharapkan modul ini dapat membantu mahasiswa dalam menegakkan
diagnosa dan cara penanganan penyakit yang menyebabkan gangguan penglihatan jauh.

Makassar, Agustus 2009


Penyusun
Dr.dr.Habibah S.Muhiddin, SpM-KVR
dr. Budu, PhD, SpM-KVR
dr. A.M.Ichsan, PhD
dr. Halimah Pagarra, SpM
dr. Batari Todja Umar, SpM
dr. Adelina T. Poli
dr. Muh. Abrar Ismail
13

14

MODUL GANGGUAN PENGLIHATAN JAUH

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) :


Setelah mempelajari modul ini, mahasiswa akan dapat

menjelaskan tentang penyebab,

patomekanisme, gambaran klinik, pemeriksaan penunjang, penalaksanaan, komplikasi,


pencegahan dan pengendalian penyakit-penyakit yang menyebabkan gangguan penglihatan
jauh.

KASUS
Skenario:
Seorang anak wanita, 9 tahun,

diantar oleh ibunya ke poliklinik mata dengan

keluhan sulit membaca tulisan di papan tulis. Kakak dan ibunya memakai kaca
mata.

14

Anda mungkin juga menyukai