Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN INDIVIDU

MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 86


TAHUN 2013

KECAMATAN SEBATIK TENGAH


KABUPATEN NUNUKAN

SYAMSURYAH
SASTRA
F5 1111 616

UNIVERSITAS HASANUDDIN
UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT)
KULIAH KERJA NYATA (KKN)
2013

LAPORAN INDIVIDU
1

MAHASISWA KKN UNHAS GELOMBANG 86


TAHUN 2013

KECAMATAN SEBATIK TENGAH


KABUPATEN NUNUKAN

Tanggal 16 Desember 2013

Mengetahui,
Camat

Mahasiswa ybs,

HARMAN, S. IP
NIP 19760724 200212 1 004

SYAMSURYAH
NIM F5 1111 616

SUPERVISOR,

AWALUDDIN, SKM, M.Kes


NIP 197003251999031002

DAFTAR ISI
ii
2

HALAMAN JUDUL .......................................................................................

LEMBAR PENGESAHAN .............................................................................

ii

DAFTAR ISI ....................................................................................................

iii

DAFTAR TABEL.............................................................................................

iv

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..........................................................................
B. Tujuan .......................................................................................
C. Sasaran ......................................................................................

II

GAMBARAN UMUM LOKASI KECAMATAN


A.
B.
C.
D.

Kondisi Geografis ........................................................


Penduduk ...................................................................
Kondisi Sosial Budaya .................................................
Kondisi Ekonomi, Pendidikan dan Kesehatan...............

III IDENTIFIKASI MASALAH DAN PEMECAHAN MASALAH


IV PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KECAMATAN
V PENUTUP
A. Kesimpulan..................................................................
B. Saran...........................................................................

LAMPIRAN ....................................................................................................

DAFTAR TABEL

iii

Tabel 1.1 ...........................................................................................................


Tabel 1.2............................................................................................................
Tabel 1.3 ...........................................................................................................
Tabel 1.4............................................................................................................
Tabel 1.5............................................................................................................
Tabel 1.6............................................................................................................
Tabel 1.7............................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

iv

1.1. Latar Belakang


Salah satu Tridarma Perguruan Tinggi yang diemban selama ini adalah Pengabdian
pada Masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, maka Universitas Hasanuddin (UNHAS)
4

selaku perguruan tinggi bersama beberapa perguruan tinggi lainnya menjadi pelopor dalam
suatu bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat yang bernama Kuliah Kerja Nyata
(KKN).
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat
yang timbul akibat adanya dasar konsep-konsep akademis yang terkait dengan realitas
kehidupan masyarakat, mengaplikasikan teori melalui pengalaman-pengalaman di lapangan
dan mahasiswa dituntut pula untuk menjadi manusia yang siap dan percaya diri dalam
kehidupan bermasyarakat, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang
senantiasa berinteraksi dengan sesamanya.
Perwujudan dalam suatu masyarakat perlu dikembangkan demi kesejahteraan dan
kehidupan yang lebih layak. Oleh karena itu, perlu kiranya aplikasi ilmu dalam suatu
masyarakat dengan campur tangan dari perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa KKN.
Dimana, akan dengan mudah meyatupadukan pendapat dalam membangun Desa ke arah
yang lebih baik dan maju.
Kegiatan KKN pada intinya tidak terlepas dari pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan mahasiswa mampu
menjadi motivator di tengah masyarakat dalam membangun daerahnya. Keterlibatan
mahasiswa yang terjun langsung didalam KKN tidak hanya bersifat fisik namun juga
bersifat non-fisik yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan ilmu
yang dimiliki, mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mengatasi
permasalahan yang dihadapi. Masyarakat yang cenderung menerapkan pola sederhana
dalam setiap kehidupannya, dengan kehadiran mahasiswa di tengah-tengah mereka dapat
memberikan masukan tentang metode yang modern dan kompleks. Dengan metode yang
lebih modern diharapkan pemberdayaan potensi dapat memunculkan kemandirian lokal
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Universitas Hasanuddin sebagai institusi keilmuan telah menetapkan mahasiswa
untuk melaksanakan kuliah kerja nyata di tengah-tengah masyarakat, dengan harapan dapat
mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah sebagai wujud kepedulian dan
partisipasi Universitas Hasanuddin dalam peningkatan pembangunan masyarakat.
KKN UNHAS Gelombang 86 di Pulau Sebatik merupakan KKN yang
diselenggarakan atas kerjasama BNN dan Universitas Hasanuddin tersebut untuk yang
kedua kali mengingat pengadobsian Pulau Sebatik sebagai pulau binaan Unhas. Untuk saat
ini, KKN Periode November-Desember Tahun 2013 salah satunya berlokasi di Kecamatan
Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.
1.2. Tujuan KKN
5

KKN adalah program intrakurikuler dengan tujuan utama untuk memberikan


pendidikan kepada mahasiswa. Namun demikian, karena pelaksanaannya mengambil lokasi
di masyarakat dan memerlukan keterlibatan masyarakat, maka realisasinya harus sekaligus
bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Karenanya KKN memiliki arah yang ganda,
yaitu memberikan pendidikan tidak hanya dalam kelas tetapi juga pendidikan pelengkap
kepada mahasiswa untuk pengembangan diri dengan melakukan interaksi sosial
kemayarakatan di luar kelas, dan membantu masyarakat serta pemerintah melancarkan
kegiatan sosial kemasyarakatan dan kegiatan pembangunan di lokasi KKN.
Dengan demikian, melalui KKN akan terlihat bahwa Perguruan Tinggi bukan
merupakan suatu kelembagaan yang terpisah dari masyarakat. Akan tetapi terjadi
keterkaitan dan saling ketergantungan baik secara fisik maupun emosional antara Perguruan
Tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, menjadi lebih
nyata.
Secara eksplisit, tujuan yang harus dicapai melalui KKN adalah:
a. Memberi

Pengalaman

Belajar

Tentang

Pembangunan

Masyarakat

Dan

Pengalaman Kerja Nyata Pembangunan.


Berbagai pengalaman belajar akan diperoleh setiap mahasiswa, seperti pengalaman
belajar mengenai potensi desa dan masyarakat, membuat rencana pembangunan desa,
berkomunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat, menggerakkan dan mengorganisasikan
masyarakat, dan bagaimana menghimpun dana masyarakat.
b. Menjadikan Lebih Dewasanya Kepribadian Mahasiswa Dan Bertambah Luasnya
Wawasan Mahasiswa.
Apabila tujuan ini tercapai dengan baik, maka KKN dapat menghapus isu yang
selama ini dilontarkan sebagai kritik terhadap Perguruan Tinggi. Artinya para sarjana yang
pernah mengikuti KKN akan lebih siap dan matang dalam memasuki lapangan kerja atau
sebagai kader-kader pembangunan.
c. Memacu Pembangunan Masyarakat Dengan Menumbuhkan Motivasi Kekuatan
Sendiri
Kenyataan menunjukkan bahwa dinamisasi masyarakat sangat esensial bagi
pembangunan. Pengalaman mengajarkan bahwa meningkatkan dinamika masyarakat
merupakan bagian dari pembangunan yang tidak mudah. Namun pengalaman juga
membuktikan bahwa para mahasiswa tidak saja berpotensi, tetapi juga berkemampuan
IPTEKS untuk menggerakkan masyarakat dalam pembangunan. Keberhasilan di bidang ini
akan memberikan dampak positif berantai, baik pada diri pribadi mahasiswa, maupun
masyarakat, dan pembangunan pada umumnya.
6

d. Mendekatkan Perguruan Tinggi Kepada Masyarakat


Perguruan Tinggi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat, serta
dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan, teknologi, dan
seni. Karenanya Perguruan Tinggi harus banyak terlihat dengan masalah-masalah yang
dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan KKN tujuan didirikannya Perguruan Tinggi akan
dapat dipenuhi.
1.3. Sasaran KKN
Pada dasarnya KKN (Kuliah Kerja Nyata) mempunyai tiga kelompok sasaran, yaitu
mahasiswa, masyarakat bersama Pemerintah Daerah, dan Perguruan Tinggi. Masing-masing
akan memperoleh manfaat dari pelaksanaan KKN, sebagai berikut:
1.

Mahasiswa.

Memperdalam pengertian mahasiswa tentang cara berpikir dan bekerja secara


interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan kaitan dan
kerjasama antar sektor.
Memperdalam

pengertian

dan

penghayatan

mahasiswa

tentang

pemanfaatan ilmu, teknologi dan seni yang dipelajarinya bagi pelaksanaan


pembangunan.
Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan

yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.


Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadap seluk

beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan perkembangan masyarakat.


Mendewasakan cara berpikir serta meningkatkan daya penalaran

mahasiswa

dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah

secara pragmatis ilmiah.


Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksankan

pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan

IPTEKS secara

interdisipliner atau antar sektor.

Melatih mahasiswa sebagai dinamisator dan problem solver.

Memberikan pengalam belajar dan bekerja sebagai kader pembangunan


sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan masyarakatnya.
Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan, merumuskan,

dan

memecahkan

masalah

secara

langsung,

akan

menumbuhkan

sifat

profesionalisme dan kepedulian sosial dalam diri mahasiswa dalam arti peningkatan
keahlian, tanggung jawab, maupun rasa kesejawatan.
7

2.

Masyarakat Bersama Pemerintah Daerah / Institusi

Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, serta IPTEKS dalam merencanakan dan
melaksanakan pembangunan.
Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan, merumuskan,
dan melaksanakan pembangunan.
Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi swadaya
masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat sehingga
terjamin kelanjutan upaya pembangunan.
Memperoleh manfaat dan bantuan tenaga mahasiswa dalam melaksanakan program
dan proyek pembangunan yang berada di bawah tanggung jawabnya.
3.

Perguruan Tinggi
Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa

dengan proses pambangunan di tengah-tengah masyarakat, sehingga kurikulum,


materi perkuliahan dan pengembangan ilmu yang ada di Perguruan Tinggi dapat
disesuaikan dengan tuntutan nyata pembangunan.
Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai

contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan berbagai masalah untuk


pengembangan penelitian.
Melalui kegiatan mahasiswa, dapat menelaah dan merumuskan

keadaan/kondisi nyata masyarakat yang berguna bagi pengembangan IPTEKS, serta


dapat mendiagnosa secara tepat kebutuhan masyarakat, sehingga IPTEKS yang
diamalkan dapat sesuai dengan tuntunan nyata.
Meningkatkan, memperluas, dan mempererat kerjasama dengan instansi

serta depertemen lain melalui rintisan kerjasama dari mahasiswa yang melaksanakan
KKN.

BAB II
GAMBARAN UMUM LOKASI
2.1. Kondisi Umum
A. Sejarah Kecamatan Sebatik Tengah
Kabupaten Nunukan adalah salah satu daerah otonom dan merupakan wilayah
perbatasan strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.
Terbentuk dan dimekarkan pada tahun 1999 sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang
Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau,
Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang. Wilayah administrasi
Kabupaten Nunukan pada awal pembentukannya meliputi 5 kecamatan yaitu Kecamatan
Nunukan, Kecamatan Sebatik. Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis dan
Kecamatan Krayan.
Posisi
sebagai
NKRI
langsung

pulau

Sebatik

beranda

depan

yang

berbatasan

dengan

negara

tetangga Malaysia dianggap


sangat strategis dan menjadi
kepentingan

nasional

sehingga menjadi salah satu


daerah perbatasan prioritas untuk dikembangkan. Hal ini sesuai dengan PP nomor 19
tahun 2008 tentang kecamatan dimana pada pasal 9 ayat (2) berbunyi Pembentukan
kecamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), atas pertimbangan kepentingan
nasional dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.
Sebagai wilayah perbatasan yang saat ini menjadi perhatian pemerintah untuk
dikembangkan, maka pada tahun 2011 pulau Sebatik kembali dimekarkan dari 2 (dua)
kecamatan menjadi 5 (lima) kecamatan yang ditandai dengan dibentuknya Kecamatan
Sebatik Tengah, Sebatik Utara dan Sebatik Timur. Pemekaran ini ditandai dengan
disahkannya Peraturan Daerah Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pembentukan Kecamatan
Sebatik Timur, Sebatik Utara dan Sebatik Tengah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Nunukan pada tanggal 10 Agustus 2011 yang ditindak lanjuti dengan pengisian Struktur
Pemerintahan Kecamatan pada pelantikan tanggal 27 Juni 2011 berdasarkan Keputusan
Bupati Nunukan Nomor : 821.2/1992/BKDD-III/X/2011.
9

B. Visi, Misi dan Tujuan


Dengan memperhatikan Tugas Pokok dan Fungsi yang dimilki serta kondisi
dan proyeksi yang diinginkan ke depan, maka visi Kecamatan Sebatik Tengah
Kabupaten Nunukan adalah :
UNGGUL DAN TERDEPAN DALAM PELAYANAN PUBLIK DI WILAYAH
PERBATASAN
Pernyataan visi diatas dimaksudkan untuk menjadikan Kecamatan Sebatik
Tengah lebih baik dan lebih profesional dalam penyediaan pelayanan publik di
banding kecamatan maupun satuan atau unit kerja lain yang berada di perbatasan
sesuai dengan tuntutan global, dengan tetap memperhatikan peraturan perundangan
yang berlaku. Oleh sebab itu, dalam pengelolaan administrasi pemerintahan,
pembangunan dan pelayanan akan mengedepankan aspek transparansi, akuntabilitas
dan partisipasi masyarakat guna mendukung terwujudnya pembangunan Kabupaten
Nunukan yang aman, damai dan maju dengan dukungan masyarakat yang agamis dan
harmonis serta aparatur yang berkualitas, jujur, dan bertanggung jawab.
Dalam rangka mewujudkan Visi tersebut di atas, maka ditetapkanlah
beberapa misi sebagai berikut :
1. Meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan kecamatan.
2. Mengupayakan peningkatan peran serta masyarakat

perdesaan

dalam

pembangunan
3. Mengoptimalkan penegakan peraturan perundang-undangan di kecamatan
4. Mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
5. Mengoptimalkan Identifikasi potensi PAD kecamatan
Ada beberapa tujuan dari penetapan misi di atas yang diuraikan sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.
5.

Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik


Terwujudnya partisipasi masyarakat perdesaan dalam pembangunan
Terwujudnya keamanan dan ketertiban
Terwujudnya masyarakat yang sejahtera
Optimalnya penggalian sumber-sumber PAD kecamatan
Guna merealisasikan tujuan tersebut di atas, maka dirumuskan beberapa

sasaran strategis sebagai berikut :


1.
2.
3.
4.
5.

Meningkatnya kualitas pemerintahan kecamatan


Tersedianya sarana dan prasarana perkantoran yang memadai
Meningkatnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan
Menurunnya gangguan keamanan dan ketertiban
Meningkatnya kesejahteraan masyarakat
10

6. Meningkatnya PAD kecamatan


C. Geografis
Kecamatan Sebatik Tengah memilki luas wilayah 47,71 Km2 yang terdiri atas
empat desa dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 1.1
Luas Wilayah Kecamatan Sebatik Tengah
Nama Desa
Luas Wilayah (KM2)
Persentase %
Desa Aji Kuning
6,45
13,52
Desa Sungai Limau
20,82
43,64
Desa Maspul
5,31
11,13
Desa Bukit Harapan Indah
15,13
31,71
JUMLAH
47,71 (4771 Ha)
100%
Sumber : Monografi Desa Se-Kec. Sebatik Tengah Tahun 2013
Jika dilihat dari batas-batas wilayah dan posisinya, Kecamatan Sebatik
Tengah memiliki batas wilayah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara dengan Sabah - Malaysia Timur;
b. Sebelah Timur dengan Sebatik Utara dan Sebatik Timur ;
c. Sebelah Selatan dengan Sebatik Barat; dan
d. Sebelah Barat dengan Sebatik Barat.
Secara topografi, Kecamatan Sebatik Tengah terdiri dari dataran rendah serta
perbukitan. Dataran rendah berada di desa Aji Kuning sedangkan perbukitan berada di
desa Sungai Limau, Maspul dan Bukit Harapan.
2.2. Pemerintahan
A.

Pemerintahan Desa
Pada awal masa pemerintahan, Pulau Sebatik merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari wilayah pemerintahan Kabupaten Bulungan. Pada tahun 1999
terjadi pemekaran Kabupaten Bulungan sehingga terbentuklah Kabupaten Nunukan
yang ditandai dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang
Pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat,
Kabupaten Kutai Timur, dan Kota Bontang. Wilayah administrasi Kabupaten
Nunukan pada awal pembentukannya meliputi wilayah Kecamatan Nunukan,
Kecamatan Sebatik. Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis dan Kecamatan
Krayan.
Pemerintahan pertama kali di Pulau Sebatik adalah berbentuk desa dengan
dua desa induk yaitu : Desa Setabu dan Desa Sungai Pancang yang masuk ke
dalam wilayah Kabupaten Bulungan, kemudian statusnya berubah dari desa
menjadi kecamatan pada tahun 1997. Pada tahun 1999 Kabupaten Bulungan
11

dimekarkan menjadi tiga kabupaten yaitu: Kabupaten Bulungan, Kabupaten


Nunukan, dan Kabupaten Malinau.
Kabupaten Nunukan sebagai daerah otonomi yang terbentuk berdasarkan
Undang-Undang Nomor 47 Tahun 1999, telah beberapa kali melakukan pemekaran
wilayah kecamatan. Khusus Kecamatan Sebatik, telah 2 (dua) kali dimekarkan,
yaitu berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor : 03 tahun 2006
tentang Pembentukan Kecamatan Sebatik Barat dalam Wilayah Kabupaten
Nunukan, dan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Nunukan Nomor : 25
tahun 2011 tentang Pembentukan Kecamatan Sebatik Timur, Sebatik Utara dan
Sebatik Tengah Dalam Wilayah Kabupaten Nunukan. Dengan demikian, sampai
dengan akhir tahun 2011, jumlah keseluruhan wilayah kecamatan di Sebatik adalah
sebanyak 5 kecamatan yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Kecamatan Sebatik dengan ibukota Tanjung Karang


Kecamatan Sebatik Barat dengan ibukota Binalawan
Kecamatan Sebatik Timur dengan ibukota Sei Nyamuk
Kecamatan Sebatik Utara dengan ibukota Sei Pancang
Kecamatan Sebatik Tengah dengan ibukota Aji Kuning
Khusus wilayah Kecamatan Sebatik Tengah, secara administratif meliputi

4 (empat) desa, yaitu : Desa Aji Kuning, Desa Sungai Limau, Desa Maspul Dan
Desa Bukit Harapan Indah seperti pada tabel dibawah ini :

Tabel 2.1
Pemerintahan Desa
Desa

RT

Dusu

Ketua

Kanto

Balai

Aparatu

Adat

r Desa

Desa/

r Desa

BPD

Pertemua
Aji Kuning
13
Sei Limau
14
Maspul
6
Bukit Harapan 7
Jumlah
40

2
2
2
2
8

1
1
2

n
-

9
10
10
6
34

5
5
5
5
20
12

Sumber : Monografi Desa Se- Kec. Sebatik Tengah Periode Juni 2013
B.

Aparatur Kecamatan
Untuk

meningkatkan

efektifitas

penyelenggaraan

Pemerintahan

dan

pelayanan kepada masyarakat di kecamatan, maka perlu ditunjang oleh aparatur


kecamatan yang memadai. Secara kuantitas, aparatur Kecamatan Sebatik Tengah
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 2.2
Jumlah Aparatur Kecamatan Sebatik Tengah Berdasarkan Eselon dan Golongan
Periode s/d Juni 2013
NO
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Eselon/ Gol.
Jumlah
III/a
1
III/b
1
IV/a
IV/b
2
Gol. III/a
2
Gol. II/c
Gol. II/b
Gol. II/a
3
Honorer
3
Total
12
Sumber : Kasubbag Umum Kec. Sebatik Tengah Periode Juni

Jabatan
Camat
Sekcam
Kasi
Kasubbag
Pelaksana
Pelaksana
Pelaksana
Pelaksana
Staf
2013

Tabel 2.2 memberikan gambaran bahwa sampai dengan bulan Juni 2013
jumlah aparatur kecamatan masih sangat minim dan belum seimbang dengan jumlah
pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Kondisi tersebut dapat berdampak pada
efisiensi dan efektivitas waktu pelayanan yang diberikan.
Faktor penyebab permasalahan tersebut adalah masih kurangnya jumlah pegawai
pemerintah Kabupaten Nunukan, di samping pendistribusian pegawai yang ada belum
mengacu pada analisa jabatan dan analisa beban kerja.

13

STRUKTUR ORGANISASI KECAMATAN SEBATIK TENGAH


TAHUN 2013
CAMAT
HARMAN, S. IP
NIP. 19760724 200212 1 004

SEKRETARIS CAMAT
ARIS NUR, S.STP

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL:


UPT- DISDIK
BPP
PLKB

NIP. 19830515 200112 1 005

SUBAG PERENCANAAN PROGRAM

SUBAG UMUM

ABDUL MUIN, S.ST

ROSDIANA, SE

NIP. 19720827 200112 1 003

NIP. 19810109 201001 2 001

SUBAG KEUANGAN

HASR SAPRI, SH
NIP. 19690201 20101 1 001

UL, S.IP
NIP. 19650815 199103 1 003

SEKSI TATA PEMERINTAHAN


MARDIANA, S.STP
NIP. 19830318 200212 2 001

SEKSI TRANTIB

SEKSI PMD
HASRUL, S.IP

SEKSI SOSEK & KESRA


FATMAWATI, S.Ag

SEKSI PENDAPATAN
WINARLAN, SE

NIP. 19861020 200701 1 002

NIP. 19760528 200604 2 020

NIP. 19650815 199103 1 003

14

C.

Instansi Pemerintah Lainnya


Di wilayah Kecamatan Sebatik Tengah terdapat beberapa instansi pemerintah
baik instansi vertikal maupun unit kerja Pemerintah Daerah yang membidangi urusan
tertentu. Instansi maupun unit kerja dimaksud sebagaimana disajikan pada tabel
berikut :
Tabel 2.3
Instansi Pemerintah Lainnya
Periode s/d Juni 2013
Instansi

Jumlah

Jumlah

POLSEK
KORAMIL
SATGAS MARINIR
SATGAS PAMTAS
POS PAMTAS
KUA
POS IMIGRASI
BEA CUKAI
POS POLISI
PUSKESMAS
UPTD

Instansi
1
1
1
1
-

Aparatur
3
39
-

Keamanan
Pertahanan
Pertahanan
Pertahanan
Pertahanan
Agama
Hukum
Hukum
Keamanan
Kesehatan
Pendidikan

Perhubungan
Ketahanan Pangan

PENDIDIKAN
UPT DISHUB
UPT PENYULUH

Bidang Urusan

dan Penyuluhan
PETUGAS

Daerah
Kemanan

BABINSA
BALAI

Penyuluh Lapangan

Keluarga Berencana

PENYULUHAN
PERTANIAN
PENYULUH
KELUARGA

(KB)

BERENCANA
Sumber : diolah dari berbagai sumber

15

2.3. Sosio Geografi


A. Demografi (Kependudukan)
Penduduk Kecamatan Sebatik Tengah umumnya merupakan pendatang yang
berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain : Sulawesi, Jawa dan NTT.
terdiri dari suku Bugis, Jawa, dan Timor( NTT).
Berdasarkan hasil pengumpulan data yang diperoleh dari 4 (empat) desa di
wilayah Kecamatan Sebatik Tengah yaitu : Desa Aji Kuning, Sungai Limau, Maspul,
dan Bukit Harapan, bahwa sampai dengan bulan Juni 2013 jumlah penduduk tercatat
sebanyak 6.479 jiwa dengan rata-rata kepadatan penduduk 135, 44 jiwa per km2.
Jumlah penduduk Kecamatan Sebatik Tengah menurut Desa dapat dirincikan
sebagai berikut :
Tabel 3.1
Keadaan penduduk per desa Periode s/d Juni 2013
Penduduk
Desa

Laki-

Aji

laki
1.394

Kuning
Sei Limau
Maspul
Bukit

1.073
388
525

Harapan
Jumlah
Sumber :

Rumah

Jumlah

Tangga

pddk
per km2
56,25
42,80
15,23
21,50

Perempuan

Jumlah

1.290

2.684

(KK)
581

969
339
501

2.042
727
1.026

429
174
222

3.387
3.092
6.479
1.406
135,78
Laporan Bulanan Kependudukan Desa Se- Kec. Sebatik Tengah

2013
16

Jumlah penduduk per desa menggambarkan pola persebaran penduduk secara


keseluruhan. Sebagaimana disajikan di atas, terlihat tingkat persebaran penduduk
belum merata yang terlihat dari adanya perbedaan jumlah maupun kepadatan
penduduk antar desa.
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk Desa Aji
Kuning dan Sungai Limau merupakan desa dengan populasi penduduk terbesar
dibanding 2 desa lainnya. Faktor penyebab adalah kedua desa tersebut merupakan
wilayah yang berbatasan langsung dan menjadi pintu akses menuju Tawau Malaysia.
Disamping itu, kebanyakan warga yang menghuni desa tersebut adalah merupakan
eks TKI di Malaysia yang kemudian menetap dan bermukim di Desa Sungai Limau
dan Aji Kuning.

Tabel 3.2 Data Penduduk Berdasarkan Agama


Periode s/d Juni 2013
Agama
No

Kelurahan/De
sa

h
Islam Protesta
n

1
2
3
4

Jumla

Aji Kuning
Sungai Limau
Maspul
Bukit Harapan
Jumlah

2.669
1.467
727
1.026
5.889

3
128
131

Katoli

Hind

Budh

12
447
459

2.684
2.042
727
1.026
6.479

Tabel 3.3 Data Penduduk Berdasarkan Status Perkawinan


Periode s/d Juni 2013
No
1
2
3
4

Kelurahan/Des

Belum

a
Aji Kuning
Sungai Limau
Maspul
Bukit Harapan
Jumlah

Kawin
1.191
1.044
403
607
3.245

Kawin
1.394
930
304
370
2.998

Duda

Jand

Jumlah

45
30
7
15
97

a
54
38
13
34
139

2.684
2.042
727
1.026
6.479

Tabel 3.4 Data Penduduk Berdasarkan Kelompok Tenaga Kerja


17

Periode s/d Juni 2013

No
1
2
3
4

Kelurahan/De
sa
Aji Kuning
Sungai Limau
Maspul
Bukit Harapan
Jumlah

Berdasarkan Kelompok Tenaga Kerja


1016- 20 21- 27 28-40 41-50 >=
15
19
22
70
118
229

31
101
61
115
308

300
271
76
111
758

467
386
74
203
1.130

377
238
141
125
881

Jumlah

57
278
146
304
88
816

1.472
1.164
727
760
4.123

Tabel 3.5 Data Penduduk Berdasarkan Pendidikan


Periode s/d Juni 2013
Belu
No

Nama

Desa

Sekol
1.05

695

4
904

Aji

Kuning
Sungai

Limau
Maspul

115

Bukit

SLT

DI

DI

DI

Star

Stra

Star

II

ata I

ta II

ata

Jum

III

lah

2.68

4
2.04

ah
672

Harapan
Jumlah

SD

552

32

32

285

9
15

419

119

0
72

2
727

630

206

77

10

13

1026

2.112

2.58

1.03

0
65

34

16

44

6.47

14

28
2

1
-

Tabel 3.6 Data Penduduk Berdasarkan Kelompok Pendidikan


Periode s/d Juni 2013

No
1
2
3
4

Kelurahan/De
sa
Aji Kuning
Sungai Limau
Maspul
Bukit Harapan
Jumlah

0005
669
35
53
37
794

Kelompok Pendidikan
06- 12 13- 15 16-19 >= 20
1910
344
77
126
2457

67
131
66
59
323

33
98
67
32
230

5
0
463
63
531

Jumlah

2684
608
727
317
4.336
18

B. Pendidikan
Keberhasilan suatu program khususnya pendidikan perlu ditunjang dengan
sarana dan prasarana yang memadai. Untuk melihat perkembangan Pendidikan di
Kecamatan Sebatik Tengah dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.7
Jumlah Sekolah, Murid, Guru, dan Rasio Murid Dan Guru Per Jenjang
Pendidikan di Kecamatan Sebatik Tengah Periode Juni 2013
Jenis Sarana

Tahun 2013
Jumlah

Pendidikan

Sekolah
PAUD Swasta
5
TK Swasta
2
SDN
6
SD Swasta
SLTPN
2
SMA
1
SMKN
Jumlah
16
Sumber:
Laporan Bulanan

Murid

Guru

Rasio Murid dan

Guru
142
16
1 : 12,67
60
8
1 : 20
959
73
1 : 8,05
355
28
1 : 7,95
206
20
1 : 9,39
1.722
145
1 : 8,78
Sekolah Se Kec. Sebatik Tengah Periode Juni

2013

Tabel 3.7, memberikan gambaran bahwa ratio murid berbanding guru telah cukup
baik, bahkan di atas ratio SPM bidang pendidikan yaitu 1 : 20. Khusus untuk
pendidikan dasar (SD) dan pendidikan menengah (SMA), kendala yang dihadapi
adalah masih kurangnya guru bidang studi. Hal tersebut disinyalir disebabkan antara
lain karena pendistribusian guru yang belum merata. Selain itu, tenaga guru yang ada,
pada umumnya lebih memilih untuk mengajar di sekolah-sekolah yang berlokasi di
ibukota Kabupaten ketimbang mengajar di daerah terpencil dan pedalaman seperti
Kecamatan Sebatik Tengah.
Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah pihak Dinas Pendidikan
Nasional Kabupaten Nunukan harus

melakukan pendistribusian ulang tenaga

pendidik dan melakukan rekruitmen tenaga guru melalui formasi CPNSD agar tujuan
dari pembangunan nasional khususnya di sektor pendidikan dapat tercapai. Selain itu,
perlu ada peningkatan fasilitas dan insentif bagi guru yang mengajar di daerah
perbatasan.
C.

Kesehatan
19

Salah

satu

upaya

pemerintah

daerah

Kabupaten

Nunukan

dalam

pembangunan bidang kesehatan khususnya di Kecamatan Sebatik Tengah adalah


melalui peningkatan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan masyarakat yang
memadai. Peningkatan fasilitas kesehatan dilaksanakan dengan tujuan agar berbagai
keluhan kesehatan dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan
yang serius, dengan demikian diharapkan derajat kesehatan masyarakat dapat
meningkat.
Jenis fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Sebatik Tengah secara
kuantitas masih sangat terbatas, sebagaimana dijabarkan pada tabel 3.8 dibawah ini :
Tabel 3.8
Jumlah Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Sebatik Tengah
Tahun 2013
Fasilitas Kesehatan

Jumlah

Rumah Sakit
Puskesmas Induk
1
Puskesmas Pembantu
3
Poskesdes
1
Puskesmas Keliling
1
Posmaldes
4
Klinik/Praktek Dokter
1
Posyandu
11
Bidan Praktek
1
Sumber : Puskesmas Aji Kuning dan PLKB Kecamatan Sebatik Tengah Periode s/d
Juni Tahun 2013
Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa fasilitas kesehatan di
Kecamatan Sebatik Tengah masih sangat minim dan belum mampu mengakomodir
dan menjawab permasalahan kesehatan di Kecamatan Sebatik Tengah. Faktor
penyebabnya antara lain karena sarana dan prasarana pelayanan di setiap puskesmas
pembantu kurang memadai sehingga masyarakat harus berobat ke puskesmas induk
meskipun harus menempuh jarak yang cukup jauh. Hal ini diperparah lagi dengan
kondisi jalan yang buruk dan sarana transportasi yang terbatas.
Jumlah dan kualitas sarana dan prasarana kesehatan dan tenaga kesehatan
sangat berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Untuk mengetahui Jumlah tenaga kesehatan yang ada sebagaimana dirincikan pada
tabel 3.9a dibawah ini :
Tabel 3.9a
20

Jumlah Tenaga Kesehatan di Kecamatan Sebatik Tengah

N
o

Kualifikasi Pendidikan

1
2
3
4

Dokter Umum
Dokter Gigi
Apoteker
Sarjana
Kesehatan

5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

Masyarakat
Sarjana Keperawatan
Akademi Kebidanan
Akademi Keperawatan
Akademi Gizi
Akademi Kesling
Bidan ( D1 )
Perawat ( SPK )
Perawat Gigi
Analis Kesehatan
Administrasi Loket

Status Kepegawaian
PN
TH
DTP
CPNS
S
L
K
1
1
1
3
1
2
5
1
1
1
3
1
-

1
-

1
5
1
1

Keterangan

5
-

Jumlah Tenaga Kesehatan di Kecamatan Sebatik Tengah


Tenaga Kesehatan

Jumlah

Dokter Umum
Dokter Gigi
Perawat
Apoteker
Ahli Kesehatan Masyarakat
Ahli Gizi
Analis Laboratorium
Bidan
Ahli Kesehatan Lingkungan
Dukun Anak
Perawat Gigi
Administrator Kesmas
Jumlah

1
1
20
1
4
1
1
4
1
1
36

Sumber : Puskesmas Kec.Sebatik Tengah, Periode Juni 2013


Dari data di atas jelas tergambar bahwa jumlah tenaga kesehatan masih
sangat minim. Jika mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2011 tentang Pedoman Perhitungan Jumlah
Pegawai Negeri Sipil Untuk Daerah, maka kebutuhan minimal untuk Puskesmas di
21

daerah terpencil/tertinggal/perbatasan minimal sebanyak 17 orang, dengan rincian : 12


tenaga kesehatan (tenaga medis dan paramedic) dan 5 orang tenaga non-kesehatan
(termasuk tenaga administrasi). Sedangkan kebutuhan minimal untuk Puskesmas
Pembantu II/Polindes adalah 2 orang, dengan rincian masing-masing 1 tenaga
kesehatan dan tenaga non-kesehatan.
Kekurangan dan keterbatasan tersebut, berdampak pada pelayanan kesehatan
yang kurang optimal sehingga terdapat kecendrungan masyarakat untuk melakukan
pengobatan secara tradisional dengan bantuan Dukun yang ada di Desa mereka. Bagi
masyarakat yang tingkat perekonomiannya lebih baik, bahkan memilih untuk berobat
di Tawau Malaysia. Penambahan dan peningkatan fasilitas kesehatan dan tenaga
kesehatan baik kualitas dan kuantitasnya masih merupakan kebutuhan mendesak
untuk mengatasi permasalahan kesehatan di wilayah ini.
D.

Sarana Peribadatan
Mayoritas masyarakat Sebatik Tengah memeluk agama Islam, namun
sebagian memeluk agama Kristen terutama warga masyarakat yang bermukim di
daerah Lourdes. Untuk menjalankan aktivitas keagamaan warga masyarakat
menggunakan sarana peribadatan, sebagaimana terlihat pada tabel 3.9b dibawah ini :
Tabel 3.9b
Sarana Peribadatan di Kecamatan Sebatik Tengah
Desa

Rumah Ibadah
Masjid
Gereja
Aji Kuning
4
Sei Limau
7
1
Maspul
2
Bukit Harapan
5
Jumlah
18
1
Sumber : Data Desa se-Kec. Sebatik Tengah s/d Periode Juni 2013
2.4. Infrastruktur, Sarana dan Prasarana
Pembangunan infrastruktur berupa penyediaan sarana dan prasarana dasar

di Sebatik

Tengah terus dikembangkan dalam rangka mendorong perekonomian masyarakat.


Pembangunan sarana dan prasarana masih membutuhkan investasi yang cukup besar
meliputi bidang energi listrik, jalan, air bersih, dan jaringan telekomunikasi.
A. Jalan
Kondisi jalan di Sebatik Tengah pada umumnya termasuk klasifikasi jalan aggregat,
jalan tanah dan sebagian jalan tanah khususnya jalan usaha tani. Beberapa ruas jalan

22

terutama penghubung antara Desa Aji Kuning, Desa Maspul, dan Desa Sungai Limau telah
diaspal dengan panjang 16 km.
Jalan aggregat dan jalan tanah disetiap desa saat ini masih dalam tahap peningkatan
dan merupakan salah satu akses yang cukup vital bagi masyarakat untuk mengangkut dan
memasarkan hasil perkebunannya ke daerah lain. Sedangkan ruas jalan dari Desa Aji
Kuning Sebatik Tengah menuju Desa Bambangan Kecamatan Sebatik Barat merupakan
jalan aspal. Jalan tersebut merupakan jalan alternatif yang dapat mempersingkat waktu
tempuh dari Aji Kuning ke Desa Bambangan menuju Nunukan. Data sarana jalan
berdasarkan kondisi dan status seperti disajikan pada table 4.1 dibawah ini :
Tabel 4.1
Data Sarana Jalan
3.
Berdasarkan kondisi
2

Desa

Beras

(km )
Belum

Berdasarkan status (km2)

Jembat

Nasio

Propi

Kab/

Des

an

nal

nsi

kota

25
5
23
17

4
1,5
10,5
-

5
2
2,5
7

10
15
17,5
11

Harapan
Jumlah
16
70
70
16
16,5
Sumber : Monografi Desa Se-Kec.Sebatik Tengah Periode s/d Juni 2013

53,5

pal
Aji Kuning
Maspul
Sei Limau
Bukit

4
1,5
10,5
-

berasp
al
15
17
20
18

B. Listrik
Pembangunan sarana dan prasarana listrik yang sangat minim telah berdampak pada
suplai listrik ke setiap desa yang tidak merata, bahkan dari 4 (empat) desa yang berada
diwilayah Sebatik Tengah, hanya mampu memberikan pasokan listrik ke salah satu desa
yaitu Desa Aji Kuning. Untuk memenuhi kebutuhan listrik warga, sumber listrik yang
dipergunakan masyarakat saat ini mengandalkan PLTD non PLN bantuan TNI dan PLTD
Program PNPM, serta lampu SEHEN (Super Ekstra Hemat Energi)

yang merupakan

bantuan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan bekerjasama dengan PT.PLN.


Faktor penyebab minimnya pasokan listrik ke masyarakat adalah kapasitas
megawatt PLN yang masih sangat rendah berbanding kebutuhan yang semakin meningkat
seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perekonomian masyarakat, sehingga belum
mampu mengakomodir setiap pengajuan penyambungan pelanggan. Disamping itu,
pemadaman listrik secara bergilir merupakan hal yang sudah biasa ditemukan di wilayah
23

ini. Hal ini kontras sekali dengan pemandangan dan kondisi wilayah Sebatik yang menjadi
bagian Malaysia di mana aliran listrik dengan kapasitas yang lebih dari cukup telah
menjangkau hingga ke pelosok-pelosok desa dan perkebunan di daerah tersebut meskipun
jumlah penduduknya sangat minim.
Salah satu alternatif yang sedang dilakukan Pemerintah Daerah untuk mengatasi
kekurangan pasokan listrik di Sebatik Tengah saat ini adalah dengan mengembangkan dan
memberikan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kepada masyarakat
walaupun dengan jumlah yang terbatas. Untuk masyarakat yang sama sekali belum
mendapatkan bantuan fasilitas listrik, mengatasinya dengan menggunakan mesin diesel
untuk memenuhi kebutuhan listriknya.
C. Air Bersih
Fasilitas air bersih terutama PDAM saat ini belum berfungsi secara maksimal.
Hingga saat ini, suplai air bersih masih mengandalkan air hujan yang ditampung dari tandon
air dan sumur atau bak air yang dibuat secara swadaya serta bantuan pembangunan bak
penampungan air melalui dana CSR PT. Jamsostek. Permasalahan yang muncul ketika
terjadi kemarau berkepanjangan, air bersih menjadi barang langka di Kecamatan Sebatik
Tengah. Sebagian warga khususnya yang berada di Desa Aji Kuning dan Sungai Limau,
bahkan memenuhi kebutuhan air bersih dari negara tetangga Malaysia.
D. Telekomunikasi dan Perbankan
Jaringan telekomunikasi terutama dari Telkom sampai saat ini belum tersedia di
wilayah ini. Khusus untuk jaringan telekomunikasi nir-kabel, sejauh ini telah terdapat 2
operator Telkom seluler yang melayani wilayah ini yaitu Telkomsel dan Indosat namun
hanya mampu menjangkau sebagian kecil wilayah Desa Aji Kuning. Sedangkan 3 desa
lainnya, termasuk sebagian Desa Aji Kuning, belum terjangkau sama sekali jaringan
telekomunikasi ini sehingga memberikan indikasi akan ketertinggalan akses informasi dan
teknologi.
Adapun sektor jasa perbankan saat ini belum tersedia di wilayah Kecamatan Sebatik
Tengah. Untuk melakukan transaksi perbankan, masyarakat mengandalkan jasa perbankan
yang dimiliki oleh Kec. Sebatik Timur yaitu melalui Bank BRI, Bank BPD dan Bank BNI.
E. Aksesibilitas
Akses ke dan dari Sebatik Tengah ke kecamatan lainnya di Pulau Sebatik dilakukan
dengan transportasi darat baik roda 2 maupun roda 4. Sedangkan akses ke Ibu Kota
Kabupaten Nunukan menggunakan perahu bermotor atau yang lebih dikenal oleh
masyarakat setempat dengan sebutan Dompeng dengan waktu tempuh + 35 menit. Namun
sebelum menggunakan transportasi air, terlebih dahulu menggunakan jalur darat dengan
24

rute alternatif yaitu : jalur selatan melalui Bambangan (Sebatik Barat) dan jalur timur
melalui rute 4 kecamatan yaitu, Kecamatan Sebatik Utara, Sebatik Timur, Sebatik (Induk)
dan Sebatik Barat. Sedangkan akses ke Tawau Malaysia dengan menggunakan trasportasi
laut dengan jarak tempuh sekitar +15 menit dengan menggunakan perahu penyeberangan
atau speed boat.
2.5.
A.

Perekonomian
Perekonomian Masyarakat
Perekonomian masyarakat lebih dominan pada sektor perkebunan meskipun masih

ada sebagian kecil yang mengembangkan sektor pertanian. Sektor perkebunan mendominasi
mata pencaharian sebagian besar masyarakat di setiap desa. Sedangkan satu-satunya desa
yang masih mengembangkan sector pertanian (sawah) adalah Desa Bukit Harapan. Potensi
sector pertanian di desa tersebut sebenarnya masih potensial untuk ditingkatkan mengingat
masih tersedia lahan yang cukup memadai untuk dapat dikembangkan menjadi lahan
persawahan, namun memerlukan insentif dan bantuan dari Pemerintah.

Berikut ini adalah tabel sektor ekonomi masyarakat Sebatik Tengah.


Tabel 5.1
Sektor Ekonomi Masyarakat
SEKTOR
Pertanian
Perkebunan
Peternakan
Pasar desa
Koperasi desa

JUMLAH
16 Ha
3.391 Ha
5 Buah
6 Buah

Sumber : PPL Kec.Sebatik Tengah Tahun 2013


Tabel di atas memberikan gambaran bahwa luas lahan untuk sektor perkebunan lebih
banyak dibandingkan dengan sektor lainnya. Hal tersebut mengindikasikan bahwa
perekonomian masyarakat lebih bertumpu pada sektor tersebut. Sektor perkebunan
dimaksud meliputi komoditas sawit, kakao, dan buah-buahan (durian, rambutan, pisang dll).
Sedangkan sektor pertanian meliputi komoditas padi

25

26

BAB III
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
1. Identifikasi Masalah
Hasil survei lokasi pada minggu pertama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ditambah
dengan saran dari beberapa anggota masyarakat Kecamatan Sebatik Tengah memberikan
kami beberapa kesimpulan untuk identifikasi masalah yang ada di Kecamatan terkhusus di
Desa yang terdapat di Kecamatan ini. Adapun masalah yang ditemukan dibagi dalam dua
jenis identifikasi masalah, berdasarkan keilmuan dan berdasarkan pilihan. Masalah-masalah
yang teridentifikasi tersebut, antara lain:

27

a. Kurangnya sarana dan prasarana penunjang bagi siswa-siswi Kecamatan Sebatik


Tengah untuk memperoleh pengetahuan tambahan, seperti penguasaan bahasa
daerah dalam hal ini Bahasa Bugis Makassar.
b. Adanya keinginan untuk menjalin silaturahmi antar mahasiswa dengan ibu-ibu
majelis taqlim se Kecamatan Sebatik Tengah melalui kegiatan rohani.
c. Meningkatkan pengetahuan pada siswa/I Sekolah Dasar tentang pola hidup bersih
dan sehat.
d. Kurangnya inovasi-inovasi baru kepada ibu PKK khususnya pada pemanfaatan
hasil kebun terkhusus pada buah pisang.
e. Adanya keinginan untuk memperintens pelaksanaan senam jumat pagi yang
biasanya dilaksanakan sekali dalam dua minggu.
2. Pemecahan Masalah
Masalah-masalah yang telah teridentifikasi melalui survei lokasi pada minggu pertama
dan saran dari beberapa anggota masyarakat tersebut, selanjutnya ditindaklanjuti dengan cara
mencari pemecahan masalahnya. Penetapan pemecahan masalah untuk masalah yang
teridentifikasi sebelumnya disesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa
KKN TEMATIK dalam hal tenaga, waktu, maupun biaya. Pemecahan masalah yang ada
tersebut dibagi menjadi dua, yaitu kegiatan umum (seluruh mahasiswa KKN TEMATIK
terlibat) dan kegiatan individu (mahasiswa yang menulis laporan ini). Adapun pemecahan
masalah yang telah ditetapkan sedemikian rupa itu adalah sebagai berikut:
a. Mendirikan sekolah harapan bangsa sebagai wadah untuk pembelajaran Bahasa
Daerah Bugis Makassar.
b. Penyuluhan dan Sosialisasi Tentang Kenakalan Remaja
c. Senam Jumat Pagi
d. Malam Renungan Hari HIV AIDS Sedunia
e. Upacara Bendera di Tugu Perbatasan

28

BAB IV
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA KECAMATAN SEBATIK TENGAH
a.Sekolah Harapan bangsa.
Tujuan

Sebagai wujud pelestarian Bahasa, Budaya,

& Aksara Lontara Bugis Makassar.


Sasaran

Siswa/i SMA Binaan Kecamatan Sebatik

tengah, Siswa/i SD N 06 Sebatik Tengah, PAUD.


Waktu Pelaksanaan

Tanggal 20 November 4

Posko KKN Sebatik Tengah,

Desember 2013
Tempat Pelaksanaan

SD N 06 Sebatik Tengah dan PAUD.


Realisasi :

Terlaksana dengan baik yang dapat diamati

dari motivasi siswa/i SMA Binaan Kecamatan Sebatik


Tengah yang turut membantu kegiatan ini.
Tindak Lanjut

Diharapkan untuk Siswa/i SMA

Binaan Kecamatan Sebatik Tengah untuk tetap mencari


informasi atau buku bacaan yang dapat menambah
pengetahuan di luar jam sekolah.
b. Penyuluhan dan Sosialisasi Tentang Kenakalan Remaja
Tujuan

Agar para remaja dan orang tua mampu

mengetahui bahaya kenakalan remaja.

Sasaran

Siswa/i SMA beserta para Orang Tua.

Waktu Pelaksanaan

23 November 2013

Tempat Pelaksanaan

SMAN 1 Sebatik Tengah

Realisasi :

Terlaksana dengan baik.

29

Tindak Lanjut

Diharapkan peran orang tua untuk

dapat mengendalikan perilaku kenakalan remaja terhadap


generasi muda.
c. Senam Jumat Pagi
Tujuan

Mempererat tali silahturahmi antar sesama

Seluruh warga Kecamatan Sebatik Tengah

warga.
Sasaran

Waktu Pelaksanaan

Tanggal 22 , 29 November,

Setiap desa di Sebatik Tengah

06, 13 Desember 2013


Tempat Pelaksanaan
Realisasi :

Terlaksana dengan baik.

Tindak Lanjut

Diharapkan kepad warga untuk tetap

menjaga kesehatan dengan cara senam mingguan.


d. Malam Renungan Hari HIV AIDS Sedunia
Tujuan

Untuk mensosialisasikan Hari HIV AIDS

Siswa/i SMA se Sebatik

Sedunia.
Sasaran

Waktu Pelaksanaan

30 November 2013

Tempat Pelaksanaan

SMAN 1 Sebatik Tengah

Realisasi :

Terlaksana dengan baik.

30

Tindak Lanjut

Diharapkan agar para siswa/i hari

HIV AIDS sedunia.


e. Upacara Bendera di Tugu Perbatasan
Tujuan

Untuk Menjaga jiwa Nasionalisme warga

khususnya di daerah perbatasan Indonesia - Malaysia.


Sasaran

Warga Kecamatan Sebatik Tengah

Waktu Pelaksanaan

13 Desember 2013

Tempat Pelaksanaan

Tugu Perbatasan Indonesia -

Malaysia Desa Sei Limau


Realisasi :

Terlaksana dengan baik.

Tindak Lanjut

Diharapkan kepada warga perbatasan

mampu mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan


Republik Indonesia.

31

BAB V
PENUTUP
1. Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat kami peroleh dari pelaksanaan Program Kerja selama satu
bulan di Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, antara lain :
1. Secara keseluruhan program kerja yang kami lakukan mengarah ke pemberdayaan mulai
dari anak-anak hingga masyarakat umum.
2. Pelaksanaan program kerja secara umum telah mendapat sambutan positif dari
masyarakat dan pihak pemerintah setempat karena program kerja yang kami rencanakan
sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat hal ini terlihat dengan adanya dukungan
baik tenaga, waktu dan biaya dari masyarakat dan pemerintah setempat. Meski demikian,
kendala-kendala tidak terlepas dari setiap program kerja yang kami laksanakan. Namun
semua itu mampu kami selesaikan dengan baik.
2. Saran

32

Adapun saran yang dapat kami berikan demi perkembangan dan kemajuan pelaksanaan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masyarakat guna peningkatan produktifitas kegiatan program
kerja di lapangan, antara lain :
a. Diperlukan perhatian oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat untuk lebih
cermat melihat potensi yang dimiliki oleh Kec. Sebatik Tengah guna mendukung
pembangunan yang lebih baik. Sehingga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sebatik
Tengah dan bangsa Indonesia secara keseluruhan mengingat lokasinya yang berbatasan
langsung dengan negara Malaysia.
b. Perlunya meningkatkan koordinasi antara dinas terkait dan pemerintah daerah agar
komunikasi antar institusi dapat berjalan baik dan tercipta jalur komunikasi yang lebih
efisien antar lembaga.

33

LAMPIRAN 3

CURRICULUM VITAE
Nama

: Syamsuryah

Tempat/ Tanggal lahir

: Citta, 8 November 1991

Jenis kelamin

: Perempuan

Anak ke-

: 2 (dua) dari 3 (tiga) bersaudara

Pekerjaan

: Mahasiswi

Jurusan

: Sastra

Daerah (Bugis-Makassar) Program

PSGBD
Fakultas

: Ilmu Budaya (Sastra)

Institusi

: Universitas Hasanuddin

Alamat rumah

: Jl. Politeknik No. 11 Makassar

Telp/Hp

: 085395337811

e-mail

: syamsuryah91@gmail.com

Cita-cita

: Jadi Guru Profesional

Motto

: Kedisiplinan adalah kunci keberhasilan

Agama

: Islam

Nama orang tua

:
a. Ayah
b. Ibu

Pekerjaan orang tua

:
a. Ayah
b. Ibu

Alamat orang tua

: M. Sahir (Alm)
: Suwaidah

:: Mengurus Rumah Tangga

: Citta Desa Citta

1. Riwayat pendidikan
N

STRATA

INSTITUSI

ALAMAT

TAHUN
34

O
1
2
3
4

TK
SD
SMP
SMK
PERGURUA

Ciddai
Negeri 96 Citta
Negeri 4 Liliriaja
Negeri 1 Liliriaja
Universitas

N TINGGI

Hasanuddin

Citta
Citta
Citta
Cangadi

LULUS
1998
2004
2007
2010

Makassar

2. Pengalaman Organisasi
N
O
1

2
3
4
5

ORGANISASI

JABATAN
Sekertaris Bidang

OSIS SMP Negeri 4

Ketakwaan Terhadap

Liliriaja

Tuhan Yang Maha Esa

Pramuka SMP Negeri 4

2007
2007-

Pimpinan Regu

liliriaja
Seni Tari SMK Negeri 1

2013
2008-

Anggota biasa

liliriaja

2010
Mei

Seni Tari Pusat


6

Kebudayaan Universitas

2013-

Anggota biasa

Sekaran

Hasanuddin

Demikianlah

Curriculum

2006

2006
2004-

Anggota biasa

Liliriaja
Pramuka SMK Negeri 1

2005-

2004-

Pimpinan Regu

Liliriaja
PMR SMP Negeri 4

TAHUN

Vitae

(CV)

ini

saya

buat

dengan

sebenarnya.

Syamsuryah
NIM. F51111616

35

LAMPIRAN 4

DOKUMENTASI KEGIATAN POSKO SEBATIK TENGAH


A. SEKOLAH HARAPAN BANGSA

36

B. PENYULUHAN DAN SOSIALISASI TENTANG KENAKALAN REMAJA DI SMP N 1


SEBATIK TENGAH

37

C. SENAM JUMAT PAGI

D. MALAM RENUNGAN HIV AIDS

E. UPACARA BENDERA DI TUGU PERBATASAN

38

39