Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Laporan keuangan bertujuan umum ( selanjutnya disebut sebagai laporan keuangan )
adalah laporan keuangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar
pengguna laporan.
Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja
keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi
keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan
pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan
hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada
mereka. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan menyajikan informasi
mengenai entitas yang meliputi:
(a)

Aset;

(b)

Laibilitas;

(c)

Ekuitas;

(d)

Pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian;

(e)

Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik;dan

(f)

Arus kas.
Informasi tersebut, beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan

keuangan, membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan,
khususnya, dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Apa yang dibahas dalam PSAK No. 1 Tahun 2009 ?
2. Apa yang dibahas dalam PSAK No. 1 Tahun 2013 ?
3. Apa saja perbedaan antara PSAK No. 1 Tahun 2009 dengan PSAK No. 1 Tahun 2013 ?

1.3 TUJUAN PENULISAN


1. Mengetahui apa yang dibahas dalam PSAK No. 1 Tahun 2009
2. Mengetahui apa yang dibahas dalam PSAK No. 1 Tahun 2013
3. Membahas apa saja perbedaan antara PSAK No. 1 Tahun 2009 dengan PSAK No. 1
Tahun 2013
1.4 MANFAAT PENULISAN
Tulisan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan para pembaca,
khususnya para mahasiswa jurusan akuntansi, agar nantinya dapat lebih memahami serta
mendalami tentang materi yang akan dibahas pada kesempatan kali ini.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PSAK No. 1 Tahun 2009
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 1 (revisi 2009) terdiri dari paragraf 1-138 dan
Lampiran. Seluruh paragraf tersebut memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang
dicetak dengan huruf tebal dan miring (bold italic) mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 1
(revisi 2009) harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan

dan Penyajian Laporan Keuangan. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang
tidak material.

2.1.1 Tujuan
Pernyataan ini menetapkan dasar-dasar bagi penyajian laporan keuangan bertujuan umum
(general purpose financial statements) yang selanjutnya disebut laporan keuangan agar dapat
dibandingkan baik dengan laporan keuangan periode sebelumnya maupun dengan laporan
keuangan entitas lain. Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan,
struktur laporan keuangan, dan persyaratan minimum isi laporan keuangan.

2.1.2 Ruang Lingkup


Entitas menerapkan Pernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan
bertujuan umum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Pernyataan ini tidak berlaku bagi
penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas syariah.

2.2 PSAK No. 1 Tahun 2013


Penerbitan ED PSAK 1 (2013): Penyajian Laporan Keuangan bertujuan untuk meminta
tanggapan atas seluruh pengaturan dan paragraf dalam ED PSAK 1 (2013) tersebut. Untuk
memberikan panduan dalam memberikan tanggapan, berikut ini hal yang diharapkan
masukkannya :

Perubahan Judul

DSAK mengusulkan perubahan judul Laporan Pendapatan Komprehensif Lain menjadi


Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ketika merujuk kepada PSAK/ISAK
lain dan publikasi lainnya.

Penyajian laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif


ED PSAK ini mensyaratkan entitas untuk menyajikan laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain dalam dua bagian yaitu; Laba Rugi dan Pos Penghasilan Komprehensif Lain.
DSAK meyakini hal ini akan memberikan lebih banyak konsistensi dalam penyajian dan
membuat pelaporan keuangan menjadi lebih dapat diperbandingkan.

Penyajian pos penghasilan komprehensif lain


ED PSAK ini mensyaratkan entitas untuk menyajikan pos penghasilan komprehensif lain
(OCI) yang akan direklasifikasi ke laporan laba rugi pada periode berikutnya setelah penghentian
pengakuan terpisah atas pos dari OCI yang tidak akan direklasifikasi ke laporan laba rugi.

Pajak penghasilan
ED PSAK ini juga mensyaratkan pajak penghasilan atas pos yang disajikan dalam OCI
harus dialokasikan antara pos yang mungkin akan direklasifikasi ke laporan laba rugi dan yang
tidak akan direklasifikasi ke laporan laba rugi, jika pos dalam OCI disajikan sebelum pajak.

Penerapan dini (paragraf 139)


Ketentuan transisi IAS 1: Presentation of Financial Statements memperkenankan
penerapan dini, sementara ED PSAK 1 (2013) tidak menawarkan opsi tersebut. PSAK 1 sebagai

produk final dari ED PSAK 1 (2013) direncanakan untuk berlaku efektif 1 Januari 2015, bersama
dengan seluruh perubahan yang terkait dengan PSAK 1 atas PSAK/ISAK lain. Opsi penerapan
dini tidak ditawarkan dengan pertimbangan keselarasan penerapan (pemberlakuan efektif) antara
PSAK 1 dengan PSAK/ISAK lain yang terkena dampaknya.

2.3 Perbedaan Antara PSAK No. 1 Tahun 2009 dengan PSAK No. 1 Tahun 2013
Terdapat perubahan antara PSAK No. 1 Tahun 2013 dengan PSAK No. 1 Tahun 2009.
Perubahan tersebut didasarkan atas:
1. Perbaikan dengan penggunaan istilah yang lebih tepat
2. Pengaruh perkembangan PSAK lain yang belum dikeluarkan tahun 2009
3. Mengikuti perubahan terakhir IAS 1 Tahun 2010 yaitu pemisahaan penghasilan
komprehensif lain dan penyajian informasi komparatif
4. Sikronisasi dengan IAS terkait format
5. Pendekatan penyajian standar dengan revisi tidak menyajikan ulang semua standar
6. Efektif berlaku 1 Januari 2015, tidak ada penerapan dini
7. Terdapat perbedaan IAS 1 dengan PSAK 1.
Berikut beberapa perubahan yang terjadi dalam hal judul laporan, definisi, komponen laporan
keuangan, informasi komparatif dan penyajian penghasilan komprehensif lain :
Hal

PSAK 1 2013

PSAK 1 2009

Laporan Laba Rugi dan


Laporan Laba Rugi
Judul Laporan

Penghasilan Komprehensif
Komprehensif
Lain
Tidak memberikan definisi:Memberikan definisi:-Laba
Laba Rugi-PemilikRugi-Pemilik-Penyesuaian

Definisi

Penyesuaian
ReklasifikasiTotal Laba Rugi
ReklasifikasiTotal Laba Rugi
Komprehensif
Komprehensif
Laporan posisi keuanganLapoean laba rugi dan

Laporan posisi keuangan-

penghasilan komprehensif

Laporan laba rugi

Komponen Laporan

lain-Laporan perubahan

komprehensif-Laporan

Keuangan

ekuitas-Laporan arus kas-

perubahan ekuitas-Laporan

Catatan atas laporan

arus kas-Catatan atas laporan

keuangan-Informasi

keuangan

komparatif
Informasi komparatif
Informasi Komparatif

minimum-Informasi

Tidak terdapat pengaturan

Penyajian Penghasilan

komparatif tambahan
Disajikan berdasarkan

Disajikan dalam kelompok

Komprehensif Lain

kelompok:1. Pos-pos yang

Penghasilan komprehensif lain

akan direklasifikasikan ke
laba rugi2. Pos-pos yang tidak

akan direklasifikasikan ke
laba rugi

Peubahan PSAK 1 Tahun 2013

Judul Laporan Pendapatan Komprehensif Lain menjadi Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif lain.

Format laporan disesuaikan dengan format yang digunakan oleh IASB

Penyajian laporan dalam dua bagian: Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain.

Pemisahan penghasilan komprehensif yang akan direklasifikasikan ke


laporan laba rugi periode berikutnya setelah penghentian pengakuan dengan OCI (missal
surplus revaluasi aset) yang tidak akan direklasifikasi ke laporan laba rugi.

Pemisahan pajak penghasilan atas pos yang disajikan dalam OCI yang akan
direklasifikasikan ke laporan laba rugi dan yang tidak direklasifikasi ke dalam laporan
laba rugi.

Sinkronisasi dengan terbitnya PSAK lain PSAK 65 Konsolidasian, PSAK 4 Laporan


Keuangan Tersendiri.

Perubahan PSAK 1 Tahun 2009:

Nama menjadi Laporan Posisi Keuangan (Neraca), tambahan neraca untuk sinkronisasi
dengan regulasi di Indonesia.

Perubahan definisi-definisi seperti Kewajiban menjadi Liabilitas dan hak minoritas


menjadi kepentingan non pengendali (non-controlling interest).

Penyajian kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan
sebagai pengurang laba LK konsolidasian.

Laporan keuangan awal periode (dr periode sajian) untuk penyajian retroaktif perubahan
kebijakan dan koreksi kesalahan.

Minimum line item Penyajian Neraca Properti Investasi, Investasi dengan menggunakan
metode ekuitas, Aset yang dimiliki untuk dijual, Pajak tangguhan, Pajak kini, dll.

Urutan penyajian laporan keuangan dalam ilustrasi menurut PSAK 1 berbeda dengan IAS
1 (Aset tidak lancar di atas).

Laporan Laba rugi dan Laporan Laba Rugi Komprehensif.

Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif

Laba dialokasikan untuk pemegang saham minoritas dan mayoritas

Ketentuan minimum item dalam laporan laba rugi Pendapatan, Biaya keuangan, Beban
pajak, pendapatan investasi asosiasi, Pendapatan komprehensif, dll

Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada
pengungkapan berdasarkan sifat

Penyajian pos luar biasa / extraordinary item tidak diperkenankan lagi.

Penyajian laba rugi komprehensif dengan digabung atau dalam bentuk dua laporan

PSAK 1 Tahun 2013


Penyajian Laporan Keuangan
Entitas dapat menyajikan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan dua
metode:

Laporan tunggal Bagian tersebut disajikan bersama, dengan bagian laba rugi disajikan
pertama kali mengikuti secara langsung dengan bagian penghasilan komprehensif lain.

Laporan terpisah laporan laba rugi mendahului laporan yang menyajikan penghasilan
komprehensif. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain akan akan dimulai
dengan laba rugi.

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain

Penghasilan komprehensif lain: Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi
laba pada periodeberjalan
o Selisih revaluasi aset tetap
o Perubahan nilai investasi available for sales
o Dampak translasi laporan keuangan

Penyajian dengan cara tunggal atau penyajian dengan dua laporan

Dalam dua laporan :

o Laporan laba rugi (tanpa penghasilan komprehensif lain)


o Laporan laba komprehensif dimulai dari laba/rugi bersih

Informasi dalam Bagian Penghasilan Komprehensif Lain

Bagian penghasilan komprehensif lain menyajikan pos-pos untuk jumlah penghasilan


komprehensif lain dalam periode berjalan, diklasifikasikan berdasarkan sifat (termasuk
bagian penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan ventura bersama yang
dicatat menggunakan metode ekuitas) dan dikelompokkan, sesuai dengan PSAK/ISAK
lainnya:

(a) Tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi; dan


(b) Tidak akan direklasifikasi lebih lanjut ke laba rugi ketika kondisi tertentu terpenuhi.
Minimum Line Item Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif

Pendapatan;

Biaya keuangan;

Bagian laba rugi dari entitas asosiasi dan joint

Ventures yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas;

Beban pajak;

Suatu jumlah tunggal yang mencakup total dari:

o Laba rugi setelah pajak dari operasi yang dihentikan; dan

o Keuntungan atau kerugian setelah pajak yang diakui dengan pengukuran nilai
wajar dikurangi biaya untuk menjual atau dari pelepasan aset atau kelompok yang
dilepaskan dalam rangka operasi yang dihentikan;

Laba rugi;

Setiap komponen dari pendapatan komprehensif lain yang diklasifikasikan sesuai dengan
sifat (selain jumlah dalam huruf (h));

Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang dicatat
dengan menggunakan metode ekuitas;

Ketika pos-pos pendapatan atau beban bernilai material, maka entitas mengungkapkan
sifat dan jumlahnya secara terpisah. Penyebab pengungkapan terpisah:
o Penurunan nilai persediaan /aset tetap dan pemulihannya
o Restrukturisasi atas aktivitas-aktivitas suatu entitas dan untuk setiap liabilitas
diestimasi atas biaya restrukturisasi;
o Pelepasan aset tetap;
o Pelepasan investasi;
o Operasi yang dihentikan;
o Penyelesaian litigasi; dan

o Pembalikan liabilitas diestimasi lain.

Entitas menyajikan analisis beban yang diakui dalam laba rugi dengan menggunakan
klasifikasi berdasarkan sifat atau fungsinya dalam entitas, mana yang dapat menyediakan
informasi yang lebih andal dan relevan.