Anda di halaman 1dari 28

STOPWATCH TIME STUDY

ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

BAB I
PENDAHULUAN
.1 Latar Belakang
Dalam proses produksi, manusia berperan sebagai perencana, pelaksana,
pengendali

dan

pengevaluasi

proses

produksi,

sehingga

untuk

dapat

menghasilkan produk yang baik perlu dikenali sifat-sifat, keterbatasan serta


semua

kemampuan

improvement.

Salah

yang
satu

dimiliki
fokus

manusia

perhatian

sehingga
dalam

dapat

dilakukan

menciptakan

process

improvement adalah melakukan perencanaan dan pengendalian aktivitas proses


produksi dengan cara melakukan pengukuran atas setiap aktivitas kerja yang ada
untuk mengetahui seberapa lama waktu yang dibutuhkan oleh tenaga kerja dan
seberapa banyak tingkat aktivitas yang dilakukan untuk menghasilkan produk.
Melihat pentingnya pengukuran setiap aktivitas ini, maka dibutuhkan metode
pengukuran yang akurat untuk dapat memberikan informasi yang tepat atas
waktu

yang

dibutuhkan

dan

efisiensi

pergerakan

setiap

aktivitas

untuk

menghasilkan produk. Salah satu metode yang digunakan untuk melakukan


pengukuran waktu atas aktivitas yang digunakan adalah dengan metode time
and motion study menggunakan stopwatch. Menurut Wignjosoebroto, definisi
time and motion study adalah sebuah pembelajaran sistematis dari sistem kerja
dengan

tujuan

mengembangkan

sistem

dan

metode

yang

lebih

baik,

menstandarkan sistem dan standar menentukan standar waktu dan melatih


operator. Studi kasus yang kami gunakan adalah analisa waktu baku pada
penjual minuman CokelatKlasik menggunakan metode stopwatch time study.
.2 Batasan Penelitian
Batasan pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data yang diambil merupakan data primer.
2. Metode stopwatch time study yang digunakan adalah continuous timing.
1.3

Asumsi

Asumsi dalampenelitian ini adalah sebagai berikut:


1. Tingkat kepercayaan (confidence level) yang digunakan sebesar 0,95 dan
tingkat signifikansi (degree of error) sebesar 0,05.
2. Operator bekerja secara normal.
1.4

Tujuan Praktikum

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:


1

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

1. Mampu menentukan jumlah pengamatan elemen kerja dari uji kecukupan


data yang sesuai dengan aktifitas kerja studi kasus.
2. Mampu menentukan rating performance operator dengan menganalisa
performansi kerja operator.
3. Mampu menentukan allowance pekerja dengan menganalisa keadaan dan
lingkungan kerja operator saat bekerja.
4. Untuk mengetahui waktu normal, waktu baku dan output standar dari
aktifitas kerja studi kasus.
1.5

Manfaat Praktikum

Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:


3. Dapat digunakan sebagai masukan untuk melakukan perbaikan terhadap
metode dan waktu kerja kepada pekerja (penjual).
4. Sebagai sarana untuk memperdalam dan mengaplikasikan ilmu yang telah
dipelajari oleh penulis.
5. Diharapkan dapat memberikan wawasan dan informasi mengenai analisis
stopwatch time study kepada pembaca.

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Time and Motion Study
Time and motion study adalah suatu aktivitas untuk menentukan waktu yang
dibutuhkan oleh seorang operator yang memiliki skill rata-rata dan terlatih baik
dalam melaksanakan sebuah kegiatan kerja dalam kondisi dan tempo kerja yang
normal (Adi, 2009).
Kriteria seorang operator dianggap bekerja secara normal adalah:
1. Memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman pekerjaan yang cukup.
2. Bekerja

tanpa

menunjukkan

usaha-usaha

(tempo

kerja

yang

terlalu

berlebihan atau tidak wajar).


3. Menguasai cara atau metode kerja yang ditetapkan secara standar.
Menunjukkan

kesungguh-sungguhan

atau

serius

dalam

melaksanakan

pekerjaannya.
Menurut Marvin E. Mundel, istilah time and motion itu sendiri dapat diartikan
atas dua hal, yaitu:
1. Motion study
Aspek

motion

study

terdiri

dari

deskripsi,

analisis

sistematis

dan

pengembangan metode kerja dalam menentukan bahan baku, desain output,


proses, alat kerja, tempat kerja, dan perlengkapan untuk setiap langkah
dalam suatu proses, aktivitas manusia yang mengerjakan setiap aktivitas itu
sendiri. Tujuan metode motion study adalah untuk menentukan atau
mendesain metode kerja yang sesuai dalam menyelesaikan sebuah aktivitas.
2. Time study
Aspek utama time study terdiri atas keragaman prosedur untuk menentukan
lama waktu yang dibutuhkan dengan standar pengukuran waktu yang
ditetapkan, untuk setiap aktivitas yang melibatkan manusia, mesin atau
kombinasi aktivitas.
2.1.1 Teknik Pengukuran Time and Motion Study
Wignjosoebroto (1995) menjelaskan bahwa terdapat dua macam teknik
pengukuran time and motion study, yaitu:
1. Pengukuran waktu secara langsung.
Cara pengukurannya dilaksanakan secara langsung yaitu dengan mengamati
secara langsung pekerjaan yang dilakukan oleh operator dan mencatat waktu
yang diperlukan oleh operator dalam melakukan pekerjaannya dengan
terlebih dahulu membagi operasi kerja menjadi elemen-elemen kerja yang
3

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

sedetail mungkin dengan syarat masih bisa diamati dan diukur. Cara
pengukuran langsung ini dapat menggunakan metode jam henti (stopwatch
time study) dan sampling kerja (work sampling).
2. Pengukuran waktu secara tidak langsung.
Cara pengukurannya dengan melakukan penghitungan waktu kerja dimana
pengamat tidak berada di tempat pekerjaan yang diukur. Cara pengukuran
tidak langsung ini dengan menggunakan data waktu baku (standard data)
dan data waktu gerakan (predetermined motion time system).
2.2 Stopwatch Time Study
Stopwatch time study merupakan pengukuran waktu kerja secara langsung
yang biasa diaplikasikan untuk pekerjaan-pekerjaan yang berlangsung singkat
dan berulang-ulang atau repetitive (Wignjosoebroto, 1995). Hasil pengukuran
metode ini adalah waktu baku untuk menyelesaikan suatu siklus pekerjaan,
dimana waktu ini akan dipergunakan sebagai standar penyelesaian pekerjaan
bagi semua pekerja yang akan melaksanakan pekerjaan yang sama.
2.2.1 Metode Pembacaan Stopwatch
Menurut

Barnes

(1980),

metode

pembacaan

stopwatch

yang

sering

digunakan adalah:
1. Continuous Timing
Pada metode ini stopwatch dijalankan terus menerus selama pengamatan.
Stopwatch baru akan dihentikan pada saat pengamatan selesai dilakukan.
Pengamat terus melihat jalannya jarum stopwatch dan setiap awal/akhir dari
sebuah elemen kegiatan yang ada pengamat mencatat dan menuliskannya di
lembar pengamatan. Selain itu untuk mendapatkan masing-masing waktu
elemen kegiatan maka perlu dilakukan proses pengurangan.
2. Repetitive Timing
Untuk metode ini, stopwatch ini dibaca secara simultan dan angka pada
stopwatch dikembalikan ke angka nol setelah setiap proses selesai. Metode
ini dapat dilakukan pencatatan langsung tanpa perlu mengurangi waktu.
3. Accumulative Timing
Pada metode ini cara menggunakan stopwatch melibatkan dua atau lebih
stopwatch, hal ini dikarenakan metode yang digunakan yaitu ketika
stopwatch yang pertama berhenti kemudian stopwatch yang kedua mulai
dijalankan dan ketika stopwatch yang kedua berhenti maka stopwatch yang
ketiga dijalankan.
4

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

2.2.2 Langkah-Langkah Persiapan Stopwatch Time Study


Menurut Sutalaksana (1979), beberapa langkah yang perlu diperhatikan
dalam melaksanakan metode stopwatch time study adalah:
1. Penetapan tujuan pengukuran
2. Melakukan Penelitian
3. Menentukan operator
4. Menguraikan pekerjaan menjadi beberapa elemen kerja
5. Menyiapkan alat-alat pengukuran
2.2.3 Pelaksanaan Pengukuran Stopwatch Time Study
Setelah

dilakukan

langkah-langkah

persiapan

dilakukan,

kemudian

dilaksanakan pengukuran kerja. Adapun langkah-langkah yang dikerjakan selama


pengukuran waktu kerja berlangsung, yaitu (Sutalaksana, 1979):
1. Pengukuran Pendahuluan
2. Uji kecukupan data
3. Uji Kenormalan
4. Uji Keseragaman
5. Menentukan Performance Rating
6. Menentukan Allowance
7. Menghitung waktu normal, waktu baku dan output standar
2.3

Pengukuran Pendahuluan
Pengukuran

pendahuluan

dimaksudkan

untuk

mengetahui

berapa kali

pengukuran harus dilakukan untuk tingkat-tingkat ketelitian dan keyakinan yang


didapat dari hasil perhitungan waktu pengamatan. Disimbolkan dengan N.
2.4

Uji Kecukupan Data


Ada 2 faktor yang mempengaruhi kecukupan data, yaitu tingkat keyakinan

(confidence level) dan tingkat ketelitian (degree of accuracy) (Wignjosoebroto,


1995).
Uji kecukupan data dilakukan agar data yang dikumpulkan telah cukup secara
objektif dengan konsep statistik yaitu data telah sesuai dengan derajat ketelitian
dan tingkat keyakinan yang diinginkan. Uji kecukupan data dapat dihitung
dengan rumus:

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB
2
k
N x 2i ( x i)
s
N '=
xi

(2-1)
Dimana:
N = jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan
N = jumlah pengamatan yang telah dilakukan
xi

= jumlah data tiap pengukuran


2

( x i )

x 2i
k=

= kuadarat jumlah data tiap pengukuran


= penjumlahan dari kuadrat data tiap pengukuran
tingkat keyakinan

Jika tingkat keyakinan 99%, maka nilai k = 2,58 3


Jika tingkat keyakinan 95%, maka nilai k =1,96 2
Jika tingkat keyakinan 68%, maka nilai k = 1
s = degree of error (0,05)
Kesimpulan dari perhitungan yang diperoleh yaitu:
1. Apabila N N (jumlah pengamatan teoritis lebih kecil atau sama dengan
pengamatan yang telah dilakukan), maka data tersebut dinyatakan telah
mencukupi untuk tingkat keyakinan dan derajat ketelitian yang diinginkan
tersebut, sehingga data tersebut dapat diolah untuk mencari waktu baku.
2. Tetapi jika sebaliknya, dimana N > N (jumlah pengamatan teoritis lebih besar
dari jumlah pengamatan yang telah dilakukan), maka data tersebut
dinyatakan tidak cukup. Dan agar data tersebut dapat diolah untuk mencari
waktu baku, maka data pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar
atau sama dengan jumlah data pengamatan teoritis.
2.5 Performance Rating
Performance rating adalah teknik untuk menyamakan waktu hasil observasi
terhadap seorang operator dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dengan waktu
yang diperlukan oleh operator normal dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut
(Niebel, 1999). Tujuan performance rating adalah untuk menormalkan kembali
waktu yang diukur.
Salah satu metode dalam menentukan performance rating adalah metode
yang dikembangkan oleh Westinghouse Electric Corporation pada tahun 1927.
Metode ini mempertimbangkan empat faktor dalam mengevaluasi performance
(kinerja) operator yaitu keterampilan (skill), usaha (effort), kondisi (condition) dan
konsistensi (consistency).

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

Tabel 2.1 Westinghouse Rating System


SKILL
EFFORT
+0,1 A
+0,1
A1
5
1
3
Superskill
Excessive
+0,1 A
+0,1
A2
3
2
2
+0,1 B
+0,1
B1
1
1
0
Excellent
Excellent
+0,0 B
+0,0
B2
8
2
8
+0,0 C
+0,0
C1
6
1
5
Good
Good
+0,0 C
+0,0
C2
3
2
2
0,00 D
Average
0,00
D
Average
E
-0,04 E1
0,05 1
Fair
Fair
E
-0,08 E2
0,10 2
F
-0,12 F1
0,16 1
Poor
Poor
F
-0,17 F2
0,22 2
CONDITION
CONSISTENCY
+0,0
+0,0
A
Ideal
A
Ideal
6
4
+0,0
+0,0
B
Excellent
B
Excellent
4
3
+0,0
+0,0
C
Good
C
Good
2
1
0,00 D
Average
0,00
D
Average
E
Fair
-0,02
E
Fair
0,03
F
Poor
-0,04
F
Poor
0,07

Untuk keperluan penyesuaian keterampilan (skill) dibagi menjadi enam kelas


dengan ciri-ciri dari setiap kelas seperti yang dikemukakan berikut ini:
1. Super Skill:

a.

Secara bawaan cocok sekali dengan pekerjaannya

b. Bekerja dengan sempurna


c. Tampak seperti telah terlatih dengan sangat baik
d. Gerakan-gerakannya halus tetapi sangat cepat sehingga
sulit untuk diikuti
e. Kadang-kadang terkesan tidak berbeda dengan gerakangerakan mesin
f.

Perpindahan

dari

satu

elemen

pekerjaan

ke

elemen

lainnyatidak terlampau terlihat karena lancarnya


g. Tidak

terkesan

merencanakan

adanya
dan

gerakan-gerakan

merencanakan

berpikir

tentang

apa

dan
yang

dikerjakan (sudah sangat otomatis)

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

h. Secara

umum

dapat

dikatakan

bahwa

pekerjaan

bersangkutan adalah pekerjaan yang baik


2. Excellent Skill:

a.

Percaya pada diri sendiri

b. Tampak cocok dengan pekerjaannya


c. Terlihat telah terlatih baik
d. Bekerjanya

teliti

dengan

tidak

banyak

melakukan

pengukuran-pengukuran atau pemeriksaan-pemeriksaan


e. Gerakan-gerakan kerja beserta urutan-urutannya dijalankan
tanpa kesalahan
f. Menggunakan peralatan dengan baik
g. Bekerjanya cepat tanpa mengorbankan mutu
h. Bekerjanya cepat tetapi halus
3. Good Skill:

i.

Bekerja berirama dan terkoordinasi

a.

Kualitas hasil baik

b. Bekerjanya tampak lebih baik dari pada kebanyakan


pekerjaan pada umumnya
c. Dapat memberikann petunjuk-petunjuk pada pekerja lain
yang keterampilannya lebih rendah
d. Tampak jelas sebagai kerja yang cakap
e. Tidak memerlukan banyak pengawasan
f. Tiada keragu-raguan
g. Bekerjanya stabil
h. Gerakannya-gerakannya terkoordinasi dengan baik
i.
4. Average Skill: a.

Gerakan-gerakannya cepat
Tampak adanya kepercayaan pada diri sendiri

b. Gerakannya cepat tetapi tidak lambat


c. Terlihatnya ada pekerjaan-pekerjaan yang perencana
d. Tampak sebagai pekerja yang cakap
e. Gerakan-gerakannya

cukup

menunjukan

tidak

adanya

keragu-raguan
f. Mengkoordinasikan tangan dan pikiran dengan cukup baik
g. Tampak cukup terlatih dan karenanya mengetahui seluk
beluk pekerjaannya
h. Bekerjanya cukup teliti
5. Fair Skill:

i.

Secara keseluruhan cukup memuaskan

a.

Tampak terlatih tetapi belum cukup baik

b. Mengenal peralatan dan lingkuan secukupnya

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

c. Terlihat

adanya

perencanaan-perencanaan

sebelum

melakukan gerakan
d. Tidak mempunyai kepercayaan diri yang cukup
e. Tampaknya seperti tidak cocok dengan pekerjaannya tetapi
telah ditempatkan dipekerjaan itu sejak lama
f. Mengetahui apa yang dilakukan dan harus dilakukan tetapi
tampak selalu tidak yakin
g. Sebagian

waktu

terbuang

karena

kesalahan-kesalahan

sendiri
h. Jika tidak bekerja sungguh-sungguh outputnya akan sangat
rendah
i.

Biasanya tidak ragu-ragu dalam menjalankan gerakangerakanya

6. Poor Skill:

a.

Tidak bisa mengkoordinasikan tangan dan pikiran

b. Gerakan-gerakannya kaku
c. Kelihatan ketidakyakinannya pada urutan-urutan gerakan
d. Seperti

yang

tidak

terlatih

untuk

pekerjaan

yang

bersangkutan
e. Tidak terlihat adanya kecocokan dengan pekerjaannya
f. Ragu-ragu dalam menjalankan gerakan-gerakan kerja
g. Sering melakukan kesalahan-kesalahan
h. Tidak adanya kepercayaan pada diri sendiri
i.

Tidak bisa mengambil inisiatif sendiri

Untuk usaha (effort) dalam metode Westinghouse juga dibagi kedalam kelaskelas dengan ciri masing-masing. Yang dimaksud dengan usaha disini adalah
kesungguhan yang ditunjukan atau diberikan operator ketikan melakukan
pekerjaannya. Berikut ini ada enam kelas usaha dengan ciri-cirinya:
1. Excessive Effort: a.

Kecepatan sangat berlebihan

b. Usahanya

sangat

besungguh-sungguh

tetapi

dapat

membahayakan kesehatannya
c. Kecepatan yang ditimbulkannya tidak dapat dipertahankan
sepanjang hari kerja
2. Excellent Effort:

a.

Jelas terlihat kecepatan kerjannya yang tinggi

b. Gerakan-gerakan

lebih

ekonomis

dari

pada

operator-

operator biasa
c. Penuh perhatian pada pekerjaannya
d. Banyak memberi saran-saran
e. Menerima saran-saran dan petunjuk dengan senang
9

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

f. Percaya pada kebaikan maksud pengukuran waktu


g. Tidak dapat bertahan lebih dari beberapa hari
h. Bangga atas kelebihannya
i.

Gerakan-gerakan yang salah terjadi sangat jarang sekali

j.

Bekerja sitematis

k. Karena lancarnya, perpindahan dari satu elemen ke elemen


lainnya tidak terlihat
3. Good Effort:

a.

Bekerja berirama

b. Saat-saat menganggur sangat sedikit, bahkan kadangkadang tidak ada


c. Penuh perhatian pada pekerjaan
d. Senang pada pekerjaannya
e. Kecepatannya baik dan dapat dipertahankan sepanjang
hari
f. Percaya pada kebaikan maksut pengukuran waktu
g. Menerima

saran-saran

dan

petunjuk-petunjuk

dengan

senang
h. Dapat memberikan saran-saran untuk perbaikan kerja
i.

Tempat kerjanya diatur dengan baik dan rapi

j.

Menggunakan alat-alat yang tepat dengan baik

k. Memelihara dengan baik kondisi peralatan


4. Average Effort:

a.

Tidak sebaik good, tetapi lebih baik dari poor

b. Bekerja dengan stabil


c. Menerima saran-saran tetapi tidak melaksanakannya
d. Set up dilakukan dengan baik
e. Melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan
5. Fair Effort:

a.

Saran-saran yang baik diterima dengan kesal

b. Kadang-kadang perhatian tidak ditujukan pada pekerjaanya


c. Kurang sungguh-sungguh
d. Tidak mengeluarkan tenaga dengan secukupnya
e. Terjadi sedikit penyimpangan dari cara kerja baku
f. Alat-alat yang dipakainya tidak selalu yang terbaik
g. Terlihat adanya kecenderungan kurang perhatian pada
pekerjaanya
h. Terlampau hati-hati

6. Poor Effort:

i.

Sistematika kerjanya sedang-sedang aja

j.

Gerakan-gerakan tidak terencana

a.

Banyak membuang-buang waktu


10

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

b. Tidak memperhatikan adanya minat bekerja


c. Tidak mau menerima saran-saran
d. Tampak malas dan lambat bekerja
e. Melakukan

gerakan-gerakan

yang

tidak

perlu

untuk

mengambil alat-alat dan bahan-bahan


f. Tempat kerjanya tidak diatur rapi
g. Tidak perduli pada cocok/baik tidaknya peralatan yang
dipakai
h. Mengubah-ubah tata letak tempat kerja yang telah diatur
i.
2.6

Set up kerjanya terlihat tidak baik

Allowance

Kelonggaran (Allowance) adalah sejumlah waktu yang harus ditambahkan


dalam waktu baku untuk mengantisipasi terhadap kebutuhan-kebutuhan waktu
guna melepaskan lelah (fatique), kebutuhan-kebutuhan yang bersifat pribadi
(personal needs) dan kondisikondisi menunggu atau menganggur baik yang bisa
dihindarkan ataupun tidak bisa dihindarkan (avoidable or unavoidable delays)
(Adi, 2009).
Dalam menghitung waktu baku perlu memasukkan allowance ke dalam
perhitungannya, allowance dalam waktu kerja dibedakan menjadi tiga macam,
yaitu:
1. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi (personal allowance)
Kelonggaran waktu yang diberikan untuk personal needs ditujukan untuk
kebutuhan yang bersifat pribadi seperti untuk makan, minum, ke kamar
mandi, dan lain-lain. Kelonggaran ini biasanya berkisar antara 02,5 % untuk
pria dan 2-5 % untuk wanita.
2. Kelonggaran untuk melepaskan lelah (fatique allowance)
Kelonggaran ini diberikan untuk pekerja mengembalikan kondisi akibat
kelelahan dalam bekerja baik kelelahan fisik dan mental.
Menurut Sutalaksana (1979) nilai allowance ini dipengaruhi oleh tujuh faktor
antara lain:
a. Tenaga yang dikeluarkan

No
1
2
3

Tabel 2.2 Allowance Faktor Tenaga yang Dikeluarkan


Kelonggaran
Ekuivalen
(%)
Tenaga yang
Contoh Pekerjaan
Beban
Dikeluarkan
Wanit
(kg)
Pria
a
Dapat
Tanpa
Bekerja dimeja, duduk
0-6
diabaikan
beban
Sangat ringan Bekerja dimeja, berdiri
0-2,25
6-7,5
Ringan
Menyekop, ringan
2,25-9
7,57,5-16

11

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

Sedang

Berat

Sangat berat
Luar biasa
berat

Mencangkul
Mengayuh palu yang
berat
Memanggul beban
Memanggul karung
berat

9-18

12
12-19

16-30

19-27

19-30

27-50

30-50

Diatas 50

50-100

b. Sikap kerja
Tabel 2.3 Allowance Faktor Sikap Kerja
No
1
2
3

Sikap Kerja
Duduk
Berdiri diatas dua
kaki
Berdiri diatas satu
kaki

Berbaring

Membungkuk

Contoh Pekerjaan
Bekerja duduk, ringan
Badan tegak ditumpu dua kaki
Satu kaki mengerjakan alat
kontrol
Pada bagaian sisi, belakang atau
depan badan
Badan dibungkukana bertumpu
pada kedua kaki

Kelonggaran
(%)
0-1
1-2,5
2,5-4
2,5-4
4-10

c. Gerakan kerja
Tabel 2.4 Allowance Faktor Gerakan kerja
No

Gerakan Kerja

1
2

Normal
Agak terbatas

Sulit

4
5

Pada anggotaanggota badan


terbatas
Seluruh anggota
badan terbatas

Contoh Pekerjaan
Ayunan bebas dari palu
Ayunan terbatas dari palu
Membawa beban berat satu
tangan

Kelonggaran
(%)
0
0-5
0-5

Berkerja dengan tangan diatas


kepala

5-10

Bekerja dilorong pertambangan


yang sempit

10-15

d. Kelelahan mata

No
1
2
3
4

Tabel 2.5 Allowance Faktor Kelelahan Mata


Kelonggaran (%)
Kelelahan Mata
Contoh Pekerjaan
Pencahaya
Pencahaya
an Baik
an Buruk
Pandangan yang terputusMembawa alat ukur
0-6
putus
Pandangan yang hampir
Pekerjaan-pekerjaan
6-7,5
terus menerus
yang teliti
Pandangan terus menerus
7,5-16
Memeriksa cacat-cacat
7,5-12
dengan fokus berubah16-30
pada kain
12-19
rubah
Pandangan teus menerus
Pemeriksaan yang
19-30
30-50
dengan fokus Tetap
sangat teliti

e. Keadaan temperatur tempat kerja


Tabel 2.6 Allowance Faktor Keadaan Temperatur Tempat Kerja
No
Keadaan
Temperat
Kelonggaran (%)
Temperatur
ur ( C)
Kelelaha
Kelelaha
Tempat
n Normal
n
Kerja
Berlebih

12

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

1
2
3
4
5
6

f.

Beku
Rendah
Sedang
Normal
Tinggi
Sangat
tinggi

Dibawah 0
0-13
13-22
22-28
28-38

Diatas 10
10-0
5-0
0-5
5-40

Diatas 38

Diatas 40

an
Diatas 12
12-5
8-0
0-8
8-100
Diatas
100

Keadaan Atmosfer

No
1
2

No

Tabel 2.7 Allowance Faktor Keadaan Atmosfer


Keadaa
n
Kelonggaran
Contoh Keadaan
Atmosf
(%)
er
Ruang yang berventilasi baik,
Baik
0
udara segar
Ventilasi kurang baik, ada bauCukup
0-5
bauan (tidak berbahaya)
Tabel 2.7 Allowance Faktor Keadaan Atmosfer (Lanjutan)
Keadaa
n
Kelonggaran
Contoh Keadaan
Atmosf
(%)
er
Adanya debu-debu beracun,
Kurang
atau tidak beracun tetapi
5-10
baik
banyak
Adanya bau-bauan berbahaya
yang mengharuskan
Buruk
10-20
menggunakan alat-alat
pernapasan

g. Keadaan lingkungan
No
1
2
3
4
5
6
7

Tabel 2.8 Allowance Faktor Keadaan Lingkungan


Kelonggaran
Contoh Keadaan
(%)
Bersih, sehat, cerah dengan kebisingan
0
rendah
Siklus kerja berulang-ulang antara 5-10
0-1
detik
Siklus kerja berulang-ulang antara 0-5
1-3
detik
Sangat bising
0-5
Jika faktor-faktor yang berpengaruh
0-5
dapat menurunkan kualitas
Terasa adanya getaran lantai
5-10
Keadaan-keadaan yang luar biasa
5-15
(bunyi, kebersihan , dll)

3. Kelonggaran untuk hambatan tak terhindari (unavoidable delay allowance)


Kelonggaran ini diberikan untuk elemem-elemen usaha yang berhenti karena
hal-hal yang tidak dapat terhindarkan.
2.7

Waktu Normal

13

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

Waktu normal (normal time) adalah waktu yang diperlukan untuk seorang
operator yang terlatih yang memiliki keterampilan rata-rata untuk melaksanakan
suatu aktivitas dibawah kondisi dan tempo kerja normal (Adi, 2009).
Waktu normal adalah waktu siklus yang telah dikalikan dengan penyesuaian
si operator (Yuliarto, 2009). Rumus untuk menghitung waktu normal adalah
sebagai berikut.
Tn = Tobs x PR
(2-3)
Dimana:
Tn = waktu normal
Tobs = waktu pengamatan rata-rata
PR = Rating Performance
2.8

Waktu Baku

Waktu baku adalah waktu yang dibutuhkan oleh seorang pekerja yang
memiliki tingkat kemampuan rata-rata untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
(Wignjosoebroto, 1995).
Menurut Wignjosoebroto (1995) manfaat dari menghitung waktu baku ini
adalah:
1. Untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja
2. Untuk menentukan standar biaya dalam mempersiapkan anggaran
3. Untuk menentukan pemanfaatan mesin, jumlah mesin yang dapat
dioperasikan seorang operator dan membantu dalam menyeimbangkan
lintasan produksi
4. Perencanaan sistem pemberian bonus dan intensif bagi karyawan
5. Indikasi keluaran (output) yang mampu dihasilkan oleh seorang pekerja
Rumus untuk menghitung waktu normal adalah sebagai berikut.
Ts = Tn (1 + Apfd)
(2-4)
Dimana:
Ts = waktu baku
Tn = waktu normal
Apfd = Allowance
2.9

Output Standar

Output standar adalah jumlah barang yang dihasilkan oleh seorang pekerja
dalam satuan waktu tertentu.

14

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

Setelah mengetahui waktu baku maka output standar dapat dihitung


menggunakan rumus sebagai berikut.

Os

1
Ts
(2-5)

Dimana:
Os = Output Standard
Ts = waktu baku

15

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1

Diagram Alir Praktikum

Berikut adalah diagram alir penelitian.

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian

16

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

3.2 Alat Penelitian


Alat yang digunakan dalam penelitian adalah:
1. Stopwatch
2. Lembar penulisan pengamatan
3. Alat tulis
3.3

Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi masalah sesuai dengan studi kasus.


2. Melakukan peninjauan kajian pustaka.
3. Mendefinisikan pekerjaan yang akan diukur waktu bakunya dan memilih
operator.
4. Membagi operasi pekerjaan kedalam elemen-elemen kegiatan yang sesuai
dengan aturan yang ada.
5. Mengamati, mengukur dan mencatat waktu dari setiap elemen-elemen
kegiatan kerja yang dilakuan oleh operator.
6. Menguji kecukupan, kenormalan dan keseragaman data.
7. Menentukan rating performance dari operator.
8. Menghitung waktu normal.
9.

Menentukan allowance dari operator.

10.Menghitung waktu baku dan output standar dari operator.


11.Membuat kesimpulan dan saran perbaikan.

17

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
.1 Pengumpulan Data
Studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah analisa
waktu baku pada penjual minuman CokelatKlasik menggunakan metode
stopwatch time study. Operator yan dipilih telah memiliki pengalaman bekerja
selama satu tahun, sehingga memenuhi asumsi bekerja secara normal karena
menguasai cara atau metode kerja yang ditetapkan secara standar serta
memiliki pengetahuan, keterampilan dan pengalaman pekerjaan yang cukup.
Pembagian

pekerjaan

ke

dalam

elemen-elemen

kegiatan

dan

waktu

pengamatan dari setiap elemen kegiatan yang telah diukur menggunakan


stopwatch dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut. Pengamatan awal dilakukan
sebanyak 10 kali pengamatan.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Tabel 4.1 Data Elemen Kegiatan dan Waktu Pengamatan


Waktu Pengamatan (detik)
Elemen Kegiatan
1
2
3
4
5
6
7
8
11, 13, 14,
12,
12,
13, 14,
Menyiapkan blender
12,4
3
8
2
9
2
9
1
Mengambil bubuk
3,8
4,2 2,9 3,2
3,4
2,6
4 ,4 4 ,1
coklat dan variasi rasa
Membuka bungkus
bubuk coklat dan
3,6
3,4 3,7 4,1
3,2
2,9
3 ,3 4 ,2
variasi rasa
Menuangkan bubuk
coklat dan variasi rasa
4,4
3,9 3,2 4,8
4,1
4,6
5 ,2 3 ,6
ke blender
Menambahkan air dan
10,
10,
9,3
8,7
9,7 9,1
8,4
8 ,5
es ke blender
2
7
Menambahkan susu
10, 11, 10,
11, 12,
kental manis ke
9,8
9,2
9,7
9
2
4
3
6
blender
Menjalankan blender
2,1
2,9 3,2 2,4
2,8
1,9
3 ,2 2 ,6
Menyiapkan gelas
6,7
5,8 5,3 4,7
6,2
6,8
5 ,5 5 ,1
plastik
Menuangkan minuman
12,
10,
11,
10, 11,
dari blender ke gelas
8,9
9,5
9,2
6
8
3
4
9
plastik
Menambahkan parutan
10, 12, 10,
11,
11,
10,
11,9
9 ,8
coklat ke minuman
3
6
7
2
7
1
Memasang tutup dan
sedotan pada gelas
6,3
5,8 5,2 6,7
6,1
6,9
5 ,1 6 ,8
plastik
Mem-packing dengan
7,8
7,0 6,2 6,4
5,2
8,1
8 ,4 7 ,5
kantong plastik

9
13,
7

10
12,
6

3,5

2,7

2,2

3,1

3,8

3,3

9,8

11,
3

13,
9

10,
7

3,5

3,4

4,5

6,1

12,
8

8,3

12,
2

12,
8

7,2

5,3

6,8

9,3

4.2 Pengujian Data


Data yang telah diperoleh kemudian di lakukan uji kecukupan data,
kenormalan data dan keseragaman data.

18

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

4.2.1 Uji Kecukupan Data


Uji kecukupan data dilakukan agar data yang dikumpulkan telah cukup secara
objektif dengan konsep statistik yaitu data telah sesuai dengan derajat ketelitian
dan tingkat keyakinan yang diinginkan. Berikut merupakan uji kecukupan data
pada tiap-tiap elemen kegiatan.
1. Elemen kegiatan 1 (menyiapkan blender)
xi
xi2

Tabel 4.2 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 1


11,3
13,8
14,2
12,9
12,2
13,9
14,1
127,6 190,4 201,6 166,4 148,8 193,2 198,8
9
4
4
1
4
1
1

12,4
153,7
6

x i=

( x i )

131,1

x 2i

17.187,21

13,7
187,6
9

12,6
158,7
6

= 1.727,25,

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
'
N=
xi

2
( 10 x 1.727,25 )17187,21
0,05
'
N=
131,1

N ' =8,50

40 85,29
131,1

9 pengamatan

Karena N N (9 10), maka data tersebut dinyatakan telah mencukupi


untuk tingkat keyakinan 95%.
2. Elemen kegiatan 2 (mengambil bubuk coklat dan variasi rasa)
xi
xi2

Tabel 4.3 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 2


4,2
2,9
3,2
3,4
2,6
4,4
4,1
17,64
8,41
10,24 11,56
6,76
19,36 16,81

3,8
14,44

x i=

( x i )

34,8

x 2i

= 1.211,04

3,5
12,25

2,7
7,29

= 124,76

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

2
( 10 x 124,76 ) 1.211,04
0,05
'
N=
34,8

N ' =7,95

40 6,02

34,8

9 pengamatan

Karena N N (9 10), maka data tersebut dinyatakan telah mencukupi


untuk tingkat keyakinan 95%.
3. Elemen kegiatan 3 (membuka bungkus bubuk coklat dan variasi rasa)
Tabel 4.4 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 3

19

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

3,6

xi
xi

3,4
11,5
6

12,96

x i=

3,7

4,1

13,69

16,81

3 ,2
10,2
4
2

( x i )

33,7

2 ,9

3 ,3
10,8
9

8,41

4 ,2

2 ,2

3 ,1

17,64

4,84

9,61

= 1.135,69

2
i

= 116,65

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
'
N=
xi

2
( 10 x 116,65 )1.135,69
0,05
'
N=
33,7

'

40 30,81

34,8

41 pengamatan

N =40,70

Karena N > N (41 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
4. Elemen kegiatan 4 (menuangkan bubuk coklat dan variasi rasa ke blender)
xi
xi2

Tabel 4.5 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 4


3,9
3,2
4,8
4 ,1
4 ,6
5 ,2
3 ,6

4,4

15,2
1

19,36

x i=

10,24

16,8
1

23,04
2

( x i )

40,9

21,1
6

27,0
4

12,96

= 1.672,81

2
i

3 ,8

3 ,3

14,4
4

10,89

= 171,15

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

2
( 10 x 171,15 )1.672,81
0,05
'
N=
40,9

N ' =37,01

40 6,22
40,9

38 pengamatan

Karena N > N (38 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
5. Elemen kegiatan 5 (menambahkan air dan es ke blender)
xi
xi2

9,3

86,49

Tabel 4.6 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 5


8,7
10,2
9,7
9 ,1
8 ,4
10,7
8 ,5

75,6
9

x i=

95,7

104,0
4

82,8
1

94,09
2

( x i )

70,5
6

114,
49

= 9.158,49

72,25

x 2i

9 ,8
96,0
4

11,3
127,6
9

= 924,15

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:

20

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB
2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

2
( 10 x 924,15 )9.158,49
0,05
'
N=
95,7

N ' =14,50

40 83,01
95,7

15 pengamatan

Karena N > N (15 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
6. Elemen kegiatan 6 (menambahkan susu kental manis ke blender)
Tabel 4.7 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 6
10,9
11,2
10,4
9 ,2
9 ,7
11,3
12,6

9,8

xi
xi2

118,
81

96,04

125,4
4

108,1
6

84,6
4
2

( x i )

x i= 109,7

94,0
9

127,
69

158,7
6

x 2i

12.034,09

13,9
193,
21

10,7
114,4
9

= 1.221,33

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
'
N=
xi

2
( 10 x 1.221,33 )12.034,33
0,05
'
N=
109,7

N ' =23,79

40 178,97

109,7

24 pengamatan

Karena N > N (24 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
7. Elemen kegiatan 7 (menjalankan blender)
2,1

xi
xi

Tabel 4.8 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 8


2,9
3,2
2,4
2 ,8
1 ,9
3 ,2
2 ,6

4,41

8,41

x i=

10,24

5,76

7,84
2

( x i )

28

3,61

10,2
4

= 784

6,76

2
i

3 ,5
12,2
5

3 ,4

11,56

= 81,08

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

21

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

2
( 10 x 81,8 )784
0,05
'
N=
28

'

40 34

109,7

49 pengamatan

N =48,57

Karena N > N (49 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
8. Elemen kegiatan 8 (menyiapkan gelas plastik)
6,7

xi
xi

Tabel 4.9 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 8


5,8
5,3
4,7
6 ,2
6 ,8
5 ,5
5 ,1

33,6
4

44,89

x i=

28,09

38,4
4

22,09
2

( x i )

56,7

46,2
4

30,2
5

4 ,5
20,2
5

26,01

= 3.214,89

2
i

6 ,1

37,21

= 327,11

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

2
( 10 x 327,11 ) 3.214,89
0,05
'
N=
56,7

N ' =27,97

40 56,21

56,7

28 pengamatan

Karena N > N (28 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
9. Elemen kegiatan 9 (menuangkan minuman dari blender ke gelas plastik)
8,9

xi
xi2

79,21

Tabel 4.10 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 9


12,6
9,5
10,8
11,3
9 ,2
10,4
11,9

12,8

8 ,3

158,
76

163,
84

68,89

x i=

90,25

116,6
4

127,
69
2

( x i )

105,7

84,6
4

108,
16

141,6
1

x 2i

11.172,49

= 1.139,69

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

2
( 10 x 1.139,69 )11.172,49
0,05
'
N=
105,7

'

N =32,14

40 224,41
105,7

33 pengamatan

22

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

Karena N > N (33 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
10.Elemen kegiatan 10 (menambahkan parutan coklat ke minuman)
xi
xi2

Tabel 4.11 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 10


10,3
12,6
10,7
11,2
11,7
10,1
9 ,8

11,9
141,6
1

106,
09

158,7
6

114,4
9

125,
44

136,
89

x i=

( x i )

113,3

102,
01

96,04

x 2i

12.836,89

12,2
148,
84

12,8
163,8
4

= 1.294,01

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

2
( 10 x 1.294,01 )12.836,89
0,05
'
N=
113,3

N ' =14,78

40 103,21

105,7

15 pengamatan

Karena N > N (15 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
11.Elemen kegiatan 11 (memasang tutup dan sedotan pada gelas plastik)
xi
xi2

Tabel 4.12 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 11


5,8
5,2
6,7
6 ,1
6 ,9
5 ,1
6 ,8

6,3

33,6
4

39,69

x i=

27,04

37,2
1

44,89
2

( x i )

61,4

47,6
1

26,0
1

46,24

= 3.769,96

2
i

7 ,2

5 ,3

51,8
4

28,09

= 382,26

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

2
( 10 x 382,26 ) 3.769,96
0,05
'
N=
61,4

N ' =22,34

40 52,64
61,4

23 pengamatan

Karena N > N (23 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
12.Elemen kegiatan 12 (memasang tutup dan sedotan pada gelas plastik)

23

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

xi

Tabel 4.13 Data Waktu Pengamatan Elemen Kegiatan 12


7,0
6,2
6,4
5 ,2
8 ,1
8 ,4
7 ,5

7,8

xi
2

60,84

49

x i=

38,44

27,0
4

40,96
2

( x i )

72,7

65,6
1

70,5
6

6 ,8
46,2
4

56,25

= 5.285,29

2
i

9 ,3

86,49

= 541,43

Jumlah pengamatan yang seharusnya dilakukan adalah:


2
k
N x 2i ( x i )
s
N '=
xi

2
( 10 x 541,43 )5.285,29
0,05
'
N=
72,7

N ' =39,05

40 129,01

72,7

40 pengamatan

Karena N > N (40 > 10), maka data tersebut dinyatakan tidak cukup. Data
pengamatan harus ditambah lagi sampai lebih besar atau sama dengan
jumlah data pengamatan teoritis.
4.2.1.1

Menambah Jumlah Data Pengamatan

Berikut merupakan waktu pengamata setelah dilakukan pemambahan data


pengamatan pada tiap-tiap elemen kerja.
Tabel 4.14 Penambahan Jumlah Data Pengamatan
No

Elemen Kegiatan

Menyiapkan blender

Mengambil bubuk
coklat dan variasi rasa

Membuka bungkus
bubuk coklat dan
variasi rasa

Menuangkan bubuk
coklat dan variasi rasa
ke blender

Menambahkan air dan


es ke blender

Menambahkan susu
kental manis ke
blender

12,4

11,
3

13,
8

14,
2

12,
9

12,
2

13,
9

14,
1

13,
7

12,
6

13,11

3,8

4,2

2,9

3,2

3,4

2,6

4,4

4,1

3,5

2,7

3,48

3,6
2,3
3,5
2,7
3,1
4,4
3,8
3,2
4,8

3,4
2,7
2,9
3,9

3,7
3,5
2,4
3,3

4,1
3,0
3,6
3,7

3,2
3,1
2,5
3,8

2,9
2,8
4.1
3,1

3,3
3,8
2,9
3,6

4,2
3,1
4.1
3,5

2,2
3,2
3.8
2,6

3,1
3,5
2,3
4,0

3,9
3,2
4,7
3,7

4,8
4,7
5,2
3,5

4,1
4,3
3,9
5,0

4,6
3,2
3,3
4,0

3,8
5,0
4,9

3,3
4,6
3,4

8,7

9,7

9,1

8,4

5,2
4,5
4.6
3,3
10,
7

3,6
4,9
4,1
5,1

9,3

8,5

9,8

11,
3

11,1

8,7

9,4

10,
1

9,8

10,
9

12,
6

13,
9

13,2

9,9

3,2
3,4
3,5
3,9
10,
2
10,
4
11,
2
10,
8
12,
7
3,2
2,8
3.5

9,7

9,5

2,6
3,4
3,0

3,5
3,1
3,2

10,1
7

Menjalankan blender

RataRata

Waktu Pengamatan (detik)

2,1
2,6
2,6

11,
4
2,9
2,1
2,0

10,
4
11,
3

9,2

9,7

10,
6

13,
4

11,
3
12,
3

2,8
3,3
2,9

1,9
2,2
2,9

3,2
2,1
2,1

10,
7
10,
9

3,27

4,12

9.69

11,05

9,6
2,4
3,0
2,2

3,4
3,5
2,5

24

2,78

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

3,2
3,4
6,7
5,9
6,8

Menyiapkan gelas
plastic

8,9
9

Menuangkan minuman
dari blender ke gelas
plastic

12,7
10,1
11,8

10

Menambahkan parutan
coklat ke minuman

11,9
10,0

2,1
2,6
5,8
5,4
6,0
12,
6

3,0
3,2
5,3
5,7
5,6

9,0

8,8

11,
3
8,5
10,
3
12,
6

10,
4
9,7
12,
6
12,
4

9,5

2,4
2,8
4,7
5,2
6,1
10,
8
12,
5
11,
5

2,4
3,1
6,2
5,5
5,8
11,
3
11,
8
10,
7

2,6
3,4
6,8
6,1
6,4

10,
7
10,
5

11,
2
11,
7

11,
7

9,2
12,
1
8,7

2,7
2,2
5,5
6,3
5,9
10,
4
11,
0
10,
9
10,
1

2,9
2,8
5,1
5,9
5,2
11,
9

2,9
3,5
4,5
6,0

1,9

12,
8

8,3

9,0

9,7

9,2

9,1

9,8

9,2

9,8

12,
2

12,
8

6,1
6,6

5,83

10,40

11,37

Tabel 4.14 Penambahan Jumlah Data Pengamatan (Lanjutan)


No

Elemen Kegiatan

11

Memasang tutup dan


sedotan pada gelas
plastic

12

RataRata

Waktu Pengamatan (detik)

Mem-packing dengan
kantong plastic

6 ,3
6,5
6,0
7 ,8
7,1
6,6
8,8

5 ,8
6,9
7,1
7 ,0
7,8
6,0
8,1

5 ,2
6,4
5,3
6 ,2
7,3
5,6
7,5

6,7
5,5

6,1
6,3

6,9
5,9

5 ,1
5,6

6 ,8
6,6

7,2
7,0

5 ,3
6,8

9,1
7,6
6,8
8,2

5,2
9,3
5,7
6,9

8,1
6,8
8,0
8,3

8 ,4
5,9
8,2
5,4

7 ,5
5,4
7,2
6,9

6,8
6,9
6,3
6,0

9 ,3
5,5
6,7
5,3

6,23

7,09
88,4
2

Total

4.2.2 Uji Keseragaman Data


Uji keseragaman data dilakukan untuk mengetahui data hasil pengamat
bersifat homogen dan diperoleh dari populai yang sama. Data dikatakan seragam
atau homogen apabila nilainya berada diantara BKA dan BKB. Berikut merupakan
uji keseragaman data pada tiap-tiap elemen kegiatan.
Di ketahui:
k=2
s=

( x i x )2
n1

BKA =

+ ks

BKB =

ks

Perhitung
an
Rata-Rata

1
13,1
1

0,97

BKA

15,0

2
3,4
8
0,6
4
4,7

Tabel 4.15 Keseragaman Data


Elemen Kegiatan
3
4
5
6
7
8
3,2 4,1
11,0 2,7 5,8
9.69
7
2
5
8
3
0,5 0,6
0,4 0,5
0,93 1,34
5
7
9
9
4,3 5,4 11,5 13,3 3,7 7,0

9
10,4
0

10
11,3
7

1,38

1,06

13,1

13,4

11
6,2
3
0,6
6
7,5

12
7,0
9
1,1
5
9,3

25

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

BKB
Kesimpul
an

5
11,1
7

6
2,2

OK

OK

7
2,1
7

6
2,7
8

OK

OK

7,83

8,37

1,8

OK

OK

OK

1
4,6
5

7,64

9,25

OK

OK

OK

5
4,9
1

OK

OK

4.3 Menentukan Rating Performance


Penentuan

rating

performance

dari

operator

menggunakan

metode

Westinghouse diperoleh hasil sebagai berikut.


Tabel 4.16 Rating Performance Operator
Kelas
Kod Nilai
e
Excellent Skill B2
+0,08
Good Effort
C1
+0,05
Good
C
+0,02
Condition
Good
C
+0,01
Consistency
Total
+0,16

Penetapan performance rating tersebut, berdasarkan pertimbangan:


1. Excellent skill (B2):a. Percaya pada diri sendiri
b. Terlihat telah terlatih dengan baik
c. Gerakan kerjanya beserta urutan-urutannya dijalankan
tanpa kesalahan
d. Tampak cocok dengan pekerjaannya
2. Good effort (C1):

a. Bekerja berirama
b. Kecepatan baik dan dapat dipertahankan sepanjang
hari
c. Waktu untuk menganggur sangat sedikit

3. Good condition (C)


Operator bekerja pada kondisi lingkungan kerja yang baik, penerangan cukup,
kebisingan di bawah nilai ambang batas dan pada suhu kerja yang normal.
4. Good consistency (C)
Operator bekerja secara konsisten, yaitu rata-rata waktu pengukuran hampir
sama dari setiap langkah kerja yang dilaksanakan.
4.4 Menghitung Waktu Normal
Waktu normal dapat dihitung sebagai berikut.
Tn = Tobs x PR
Tn = 88,42 x (1+0,16)
Tn = 88,42 x 1,16
Tn = 102,57 detik = 1,71 menit

26

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

4.5 Menentukan Allowance


Penentuan allowance dari operator diperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 4.17 Allowance Operator
Jenis Allowance

Personal allowance
Fatique allowance
Unavoidable
allowance

delay

Faktor

Kelonggaran
(%)

Pekerja
wanita
Sikap kerja
Gerakan Kerja

1,5
2

Alat

Total

6,5

Penetapan performance rating tersebut, berdasarkan pertimbangan:


1. Personal allowance untuk pekerja wanita adalah 2-5%
2. Sikap kerja dengan posisi bekerja berdiri diatas dua kaki memiliki allowance
sebesar 1-2,5%
3. Gerakan kerja dengan gerakan yang agak terbatas memiliki allowance
sebesar 0-5%
4.6 Menghitung Waktu Baku
Waktu baku dapat dihitung sebagai berikut.
Ts = Tn (1 + Apfd)
Ts = 102,57 (1 + 6,5%)
Ts = 102,57 (1,065)
Ts = 109,24 detik = 1,82 menit
Output standar dapat dihitung sebagai berikut.

Os

1
Ts

Os

1
1,82

Os

= 0,55 unit/menit

27

STOPWATCH TIME STUDY


ANALISIS DAN PENGUKURAN KERJA TEKNIK INDUSTRI FTUB

BAB V
PENUTUP
5.1

Kesimpulan

Berikut merupakan kesimpulan dari penelitian menggunakan stopwatch time


study.
1. Dari hasil uji kecukupan data dapat diketahui jumlah pengamatan yang
seharusnya dilakukan untuk elemen kerja 1 sebanyak 9 pengamatan, elemen
kerja 2 sebanyak 9 pengamatan, elemen kerja 3 sebanyak 41 pengamatan,
elemen kerja 4 sebanyak

38 pengamatan, elemen kerja 5 sebanyak 15

pengamatan, elemen kerja 6 sebanyak 24 pengamatan, elemen kerja 7


sebanyak 49 pengamatan, elemen kerja 8 sebanyak 28 pengamatan, elemen
kerja 9

sebanyak

33 pengamatan, elemen kerja 10 sebanyak 15

pengamatan, elemen kerja 11 sebanyak 23 pengamatan dan elemen kerja 12


sebanyak 40 pengamatan sehingga dilakukan penambahan data pengamatan
studi kasus. Dari hasil uji keseragaman data diketahui bahwa data hasil
pengamatan tiap-tiap elemen kegiatan homogen atau seragam.
2. Dari hasil analisa penentuan rating performance dari operator menggunakan
metode Westinghouse diperoleh rating performance dari operator sebesar
116%.
3. Dari hasil analisa penentuan allowance dari operator untuk menyelesaikan
pekerjaan sesuai studi kasus diperoleh allowance sebesar 6,5%.
4. Dari hasil perhitungan diperoleh waktu normal seorang operator untuk
menyelesaikan pekerjaan sesuai studi kasus sebesar 1,71 menit, waktu baku
sebesar 1,82 menit dan output standar sebesar 0,55 unit/menit.
5.2

Saran

1. Mempebanyak

jumlah

pengamatan

diawal,

agar

dapat

mendekati

perhitungan jumlah pengamatan teoritis.


2. Ada baiknya jika lebih teliti lagi saat proses pengamatan

berlangsung

sehingga pencatatan waktu menggunakan stopwatch dapat lebih akurat.


3. Sebaiknya dilakukan penelitian mengenai uji time and motion study yang
lebih lanjut karena penelitian ini masih bersifat penelitian pendahuluan.

28