Anda di halaman 1dari 4

2

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN


CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)

A. CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)


I. Pengertian
Istilah penyakit ginjal kronis atau CKD saat ini menjadi terminologi yang sering
digunakan untuk menggambarkan suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan
fungsi ginjal menahun, berlangsung progresif dan cukup lanjut (Suyono & Waspadji,
2001). Dahulu sindrom ini dikenal dengan istilah gagal ginjal kronik (ggk) atau chronic
Renal failure (CRF). Penyakit ginjal kronis merupakan kegagalan fungsi ginjal (unit
nefron) yang berlangsung perlahan-lahan karena penyebab berlangsung lama dan
menetap yang mengakibatkan penumpukan sisa metabolit (toksik uremik) sehingga
ginjal tidak dapat memenuhi kebutuhan biasa lagi dan menimbulkan gejala sakit
(Hudak & Gallo, 1996).
Long (1996:368) mengemukakan bahwa penyakit ginjal kronik adalah ginjal sudah
tidak mampu lagi mempertahankan lingkungan internal yang konsisten dengan
kehidupan dan pemulihan fungsi sudah tidak dimulai. Gagal ginjal kronik merupakan
penurunan faal ginjal yang menahun yang umumnya irreversibel dan cukup lanjut
(Suparman, 1990): 349). Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan penyakit ginjal
yang progresif dan lambat biasanya berlangsung dalam beberapa tahun (Wilson,
1995:812). Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa penyakit ginjal
kronis adalah kegagalan fungsi ginjal (unit nefron) atau penurunan faal ginjal yang
menahun dimana ginjal tidak mampu lagi mempertahankan lingkungan internalnya
yang berlangsung akibat dari perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat

dalam jangka waktu lama dan menetap sehingga mengakibatkan penumpukan sisa
metabolik (toksik uremik) dan pada akhirnya ginjal tidak mampu memenuhi kebutuhan
dan memulihkan fungsinya lagi sehingga menimbulkan respon sakit.
2. Klasifikasi
Menurut derajatnya yang ditetapkan berdasarkan laju filtrasi glomerulus CKD
diklasifikasikan menjadi :

Derajat

Penjelasan

LFG
(ml/menit)

Rencana Tata Laksana


Komplikasi
Terapi penyakit dasar, kondisi

Kerusakan ginjal dengan

> 90

LFG normal

morbid, evaluasi pemburukan


fungsi

ginjal,

memperkecil

risiko kardiovaskuler

II

Kerusakan ginjal dengan

60 - 89

LFG ringan

III

Penurunan LFG sedang

30 - 59

Menghambat

perburukan

Tekanan

darah

fungsi ginjal

meningkat

Evaluasi dan terapi komplikasi

- Hyperfosfatemia

mulai

- Hypokalsemia
- Anemia
- Hyperparatyroid
- Hypertensi
- Hyperhomosisteinemia
- Asidosis Metabolik

IV

Penurunan LFG berat

15 - 29

Persiapan

untuk

pengganti ginjal

terapi

- Malnutrisi
- Cenderung Hyperkalemia
- Dislipidemia

Gagal ginjal

< 15

Terapi pengganti ginjal

- Gagal jantung
- Uremia

Sumber : Ilmu Penyakit Dalam, Suparman (2007).

3. Etiologi

Etiologi penyakit ginjal kronis terdiri dari beberapa klasifikasi penyakit. Berikut ini tabel
yang menjelaskan etiologi penyakit ginjal kronis :
Tabel Klasifikasi sebab-sebab Penyakit Ginjal Kronik
Klasifikasi Penyakit
Infeksi
Penyakit Peradangan
Penyakit vaskular Hipertensif

Penyakit
Pielonefritis kronis
Glomerulonefritis
Nefrosklerosis benigna
Nefrosklerosis maligna

Gangguan jaringan penyambung

Stenosis arteri renalis


Lupus Eritematosus Sistemik
Oliartritis Nodusa

Gangguan kongenital dan herediter

Sklerosis sistemik progresif


Penyakit ginjal polikistik

Penyakit Metabolik

Asidosis tubulus ginjal


Diabetes Mellitus
Gout
Hyperparatiroidisme

Nefropati toksik

Amiloidosis
Penyalahgunaan analgesik

Nefropati Obstruktif

Nefropati Timbal
Saluran kemih bagian atas : kalkuli, neoplasma,
fibrosis
Saluran kemih bagian bawah : hipertrofi prostat,
striktur uretra, anomali kongenital pada leher
kandung kemih dan uretra

Bicnat

PATOFISIOLOGI DAN KONSEP MAP

renal blood flow


Penyakit ginjal primer
Kerusakan oleh penyakit
lain, obstruksi aliran urin
Penatalksanaan
penyakit dasar

BUN

Asidosis Metabolik

Transplantasi
Ginjal

Filtrasi glomerulus

Creatinin
serum

Hypertrofi nefron yang


tersisa

Dilute
Polyuri

Tidak mampu
memekatkan urine

kehilangan
Na mll urin

Hiponatremi

kehilangan
fgs ekskresi

Kehilangan fgs nefron


lebih lanjut

Kehilangan fgs non


eksretori ginjal

Dialisis

Libido
Gangguan reproduksi

Gangguan fgs imune

Infertil
Gg. Penyembuhan luka
Infeksi

Me produksi Lipid

Atherosklerosis lanjut

Gg. kerja insulin

Kadar glukosa darah

Kegagalan produksi
Eritropeitin

Pucat anemis

Kegagalan mengubah
bentuk inaktif calcium

Osteodystrofi

Hypokalsemia