Anda di halaman 1dari 10

ANATOMI

DAN
PATOLOGI PANGGUL

Disusun oleh :
Debora Christiani
01-161

Bagian Obstetri dan Ginekologi


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia
Periode 27 November- 17 Februari 2007

BAB I
PENDAHULUAN
Persalinan ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu

power, passage dan

passanger dengan adanya keseimbangan atau kesesuaian antara faktor-faktor


tersebut, persalinan normal dapat berlangsung.Dalam hal ini yang akan dibahas
adalah passage,atau jalan lahir,yaitu panggul.

Panggul membentuk cincin tulang yang digunakan untuk memindahkan berat


badan ke ekstremitas bawah, tetapi pada wanita mempunyai bentuk panggul
khas untuk menyesuaikan diri terhadap kemampuan reproduksinya.

Panggul terdiri atas bagian keras yang terdiri atas tulang dan bagian yang lunak
yang dibentuk oleh otot-otot dan ligamentum. Panggul dibagi menjadi bagian
atas yang lebar (pelvis mayor) yang menjadi penyangga isi perut dan bagian
bawah (pelvis minor) yang berperan penting dalam membentuk jalan lahir dan
dalam melahirkan anak. 3
Panggul diklasifikasikan menjadi 4 bentuk, yaitu panggul Ginekoid yang
ditemukan pada hamper 50% wanita, panggul Android, panggul Antropoid, dan
panggul Platipeloid. Klasifikasi bentuk panggul ini penting untuk membantu
dokter dalam memahami mekanisme pada panggul yang berbentuk normal atau
abnormal. 2

BAB II
ANATOMI PANGGUL
Pada suatu persalinan, panggul turut berpengaruh dalam menentukan kemajuan
persalinan, oleh sebab itu, pengetahuan mengenai anatomi dari panggul wanita
sangat penting untuk dipelajari dalam mekanisme dari suatu persalinan.

Panggul terdiri atas bagian keras yang terdiri atas tulang dan bagian yang lunak
yang dibentuk oleh otot-otot dan ligamenta. Panggul bagian keras yang terdiri
dari tulang membentuk suatu corong terdiri dari bagian atas yang lebar (pelvis
mayor) yang menjadi penyangga isi perut sedangkan bagian bawah (pelvis
minor) menjadi wadah alat kandungan dan menentukan bentuk jalan lahir.

3,4

BAGIAN KERAS PANGGUL


Tulang panggul terdiri atas 4 buah tulang yaitu 2 tulang pangkal paha (ossa
coxae), 1 tulang selangkang (os. Sacrum), 1 tulang tungging (os.cocygeus). 1
Panggul kecil merupakan bagian yang berperan penting dalam melahirkan anak.
Panggul ini terdiri dari 4 bidang yaitu 2,3

1. bidang pintu atas panggul


2. bidang pintu tengah panggul
3. bidang pintu bawah panggul
4. bidang dengan dimensi panggul terbesar

1. Bidang Pintu Atas Panggul


Pintu atas panggul (pintu superior) merupakan batas atas dari panggul kecil.
Batas-batas pintu atas panggul:
Anterior

: Rami horizontal tulang-tulang pubis dan simpisis pubis

Posterior

: Promontorium dan ala sacrum

Lateral

: Linea terminalis

Empat diameter pintu atas panggul:


1.

Diameter anteroposterior yang penting secara obstetrik adalah jarak


terpendek antara promontorium sakrum dan simpisis pubis dan disebut
sebagai konjugata obstetris. Konjugata obtetris tidak dapat diukur secara
langsung dengan pemeriksaan jari. Untuk tujuan klinis cukup memperkirakan
panjangnya konjugata obtetris tersebut secara tidak langsung dengan
mengukur jarak dari tepi bawah simfisis ke promontorium sakrum yaitu
konjugata diagonalis dan mengurangi 1,5 2 cm dari hasil ini, sesuai dengan
tinggi dan kemiringan simpisis pubis.

2.

Diameter transversal tegak lurus dengan konjugata obstetris dan


mencerminkan jarak terbesar antara linea terminalis pada kedua sisi.
Diameter transversal merupakan diameter terpanjang dari pintu atas panggul.

3. Dua diameter obliq terbentang dari salah satu sendi sakroiliaka hingga ke
eminentia iliopektinea di sisi panggul lainnya. 2,3,5
2. Bidang Pintu Tengah Pangul
Pintu tengah panggul merupakan bidang dengan ukuran-ukuran terkecil. Bidang
ini terdapat setinggi spina ischiadica dan memotong sacrum lebih kurang 1
sampai 2 cm, di atas sacrum. Bidang ini paling sulit penilaiannya dalam ilmu
kebidanan karena ukurannya paling kecil dan sulit mengukurnya, sehingga
memerlukan pengukuran secara rontgenologi. Pintu tengah panggul mempunyai
makna khusus setelah engagement kepala janin pada partus macet.

2,5

3. Bidang Pintu Bawah Panggul


Pintu bawah panggul merupakan pintu keluar panggul yang dimulai dari bidang
dengan dimensi terkecil sampai pintu keluar anatomik. Pintu bawah panggul
terdiri dari dua daerah yang kurang lebih berbentuk segitiga dengan dasar yang
sama, yaitu garis yang menghubungkan kedua tuber ischiadicum kiri dan kanan.
Puncak dari segitiga yang belakang adalah ujung os sakrum, dan batas-batas
lateralnya

adalah ligamentum sakroiskiadika dan tuberositas iskii. Segitiga

anterior dibentuk oleh tuberositas iskii.2,3,5


Tiga diameter pintu bawah panggul biasanya disebut sebagai: diameter
anteroposterior, transversal, dan segitiga posterior. Diameter anteroposterior
terbentang dari tepi bawah simphisis pubis sampai ke ujung sakrum. Diameter
transversal adalah jarak antara tepi-tepi dalam tuberositas ischii. Diameter
sagital posterior terbentang dari ujung sakrum ke perpotongan tegak lurus
dengan suatu garis antara kedua tuberositas ischii.

BAGIAN LUNAK PANGGUL


Dasar panggul terdiri dari jaringan lunak yang menutupi pintu bawah panggul,
dan dilalui oleh saluran uretra, vagina, dan rektum. Sebagian besar dari dasar
panggul terdiri dari otot-otot levator ani yang bermula dari bagian belakang pubis,
arcus tendeneus fascia panggul dan bagian dalam spina ischiadica, untuk
kemudian berpegang pada dinding vagina, perineum, saluran anal dan batas
samping koksigis. Musculus Levator ani terdiri dari Musculus Puborektalis,
Pubococsigeus, dan iliocogsigeus. Pemekaran jalan lahir pada persalinan kala II
meregangkan dan kadang-kadang merobekkan serabut-serabut ototnya. Jika
kerusakannya banyak, dapat terjadi prolapsus genitalis.

BIDANG HODGE
Bidang Hodge berguna untuk menentukan seberapa jauhnya bagian depan janin
itu turun ke dalam rongga panggul, maka Hodge telah menentukan beberpa
bidang khayalan dalam panggul : 2,3,5
HI

: Sama dengan pintu atas panggul

H II

: Sejajar dengan H I melalui pinggir bawah symphysis

H III

: Sejajar dengan H I melalui spinae ischiadicae

H IV

: Sejajar dengan H I melalui ujung os coccygis

BENTUK PANGGUL
Selain dari ukuran-ukuran panggul, bentuk panggul pun menentukan ramalan
persalinan. Caldwell-Moloy membagi 4 bentuk dasar panggul berdasarkan
bentuk segmen posterior dan anterior dari pintu atas panggul. Segmen posterior
adalah bagian yang terdapat di sebelah belakang dari diameter transversa pintu

atas panggul, sedangkan segmen anterior adalah bagian yang terdapat di


sebelah depan dari garis tersebut. 4 bentuk dasar panggul tersebut adalah :

2,3,5,7

1.Panggul Gynecoid
2.Panggul Android
3.Panggul Anthropoid
4.Panggul Platypelloid

Panggul Gynecoid:

Bentuk panggul ini merupakan bentuk yang khas bagi wanita, ditemukan
hampir 50% pada wanita.

Diameter sagitalis posterior

hanya sedikit lebih pendek dari diameter

sagitalis anterior.

Batas samping segmen posterior membulat dan segmen anterior juga


membulat dan luas.

Diameter transvarsa kira-kira sama panjangnya dengan diameter


anteroposterior hingga bentuk pintu atas panggul mendekati bentuk
lingkaran.

Dinding samping panggul lurus, spina ischiadica tidak menonjol, diameter


inter spinalis 10 cm atau lebih.

Incisura sejajar dengan symphisis dengan konkavitas yang normal.

Arcus pubis luas.

Panggul Android:

Diameter sagitalis posterior jauh lebih pendek

dari diameter sagitalis

anterior .

Batas samping segmen posterior tidak membulat dan membentuk sudut


yang runcing dengan pinggir samping segmen anterior.

Segmen anterior sempit dan berbentuk segitiga.

Dinding samping panggul convergent, spina ischiadica menonjol, arcus


pubis sempit.

Incisura ischiadica sempit dan dalam.

Sacrum letaknya ke depan, hingga diameter antero posterior sempit pada


pintu atas panggul maupun pada pintu bawah panggul.

Bentuk sacrum lurus, kurang melengkung, sedangkan ujungnya menonjol


ke depan.

Panggul Anthropoid:

Diameter anteroposterior dari pintu atas panggul lebih besar dari diameter
transversa hingga bentuk pintu atas panggu lonjong ke depan.

Bentuk segmen anterior sempit dan runcing.

Incisura ischiadica mayor luas.

Dinding samping konvergen, sacrum letaknya agak ke belakang, hingga


ukuran anteroposterior besar pada semua bidang panggul.

Sacrum biasanya mempunyai 6 ruas, hingga panggul anthropoid lebih


dalam dari panggul-panggul lain.

Panggul Platypelloid:

Bentuk ini sebenarnya adalah bentuk panggul gynecoid yang picak ;


diameter antero posterior kecil dan diameter transversa biasa.

Segmen anterior lebar

Sacrum melengkung

Incisura ischiadica lebar

DAFTAR PUSTAKA

1. Cuningham F Garry : Obstetri William Vol 1, edisi 21, Jakarta, 2006,


EGC ; 55-65, 273-286.
2. Sumapraja Sudraji : Persalinan Normal, cetakan ke-6, Jakarta,2005, FK
UI ; 1-8,42-55.
3. Winknjosastro Hanifa : Ilmu Kebidanan edisi 1, Jakarta,2000, Yayasan
Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo ;29-36.
4. Winknjosastro Hanifa : Ilmu Bedah Kebidanan edisi 1, Jakarta,2000,
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo ;
5.

Mochtar Rustam : Sinopsis Obstetri, edisi 2, Jakarta 1998, EGC ;94-100

10