Anda di halaman 1dari 4

3.

RKL
a. Pengertian RKL
RKL atau Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya pemantauan komponen
lingkungan hidup yang terkena dampak akibat rencana Usaha dan /atau kegiatan. (Peraturan
Menteri No.16 Tahun 2012).
b. Sistematika Penulisan RKL
BAB 1 Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
1.2. Maksud & Tujuan
1.3. Kebijaksanaan Pengelolaan Lingkungan
1.4. Kegunaan Pengelolaan Lingkungan
BAB 2 Pendekatan Pengelolaan Lingkungan
2.1. Pendekatan Teknologi
2.2. Pendekatan Sosial, ekonomi, dan Budaya
2.3. Pendekatan Institusi
BAB 3 Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
3.1. Tahap Konstruksi
3.2. Tahap Operasional
c. Peraturan yang mengatur
- Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No.08 Tahun 2006 tentang Pedoman
-

Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup,


Peraturan Pemerintah No.27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan
Undang-Undang No.32 Tahun 2010 tentang Perlindungan dan Pengelolaan

Lingkungan Hidup
d. Elemen-elemen penting dalam RKL
1. Dampak penting dan sumber dampak
2. Parameter yang dikelola dan tolok ukur dampak
3. Tujuan rencana pengelolaan lingkungan
4. Pengelolaan lingkungan
5. lokasi pengelolaan lingkungan
6. Periode pengelolaan lingkungan
7. Institusi pengelolaan lingkungan
8. Bentuk Pengelolaan Lingkungan
e. 3 Kelompok Bentuk Pengelolaan Lingkungan

Pendekatan teknologi
Aspek dan dampak terhadap lingkungan dan gambaran umum pendekatan teknologinya
diantaranya adalah :
- Melakukan pengolahan air limbah domestik yang banyak mengandung bahan organic
-

dan detergen sebelum memasuki badan air penerima,


Penataan dan pembuatan saluran-saluran drainase air larian permukaan di area
Kawasan Apartemen, Commersial Area, dan Condotel NEWTON (The Hybrid

City) agar tidak menggenang di jalan dan area parker.


Pendekatan Sosial, Ekonomi, dan Budaya
Prinsip pendekatan ekonomi, sosial, dan budaya yang akan dilakukan oleh pemrakarsa
kegiatan adalah memilih metode pengelolaan lingkungan yang layak, baik dari segi
kualitas maupun pembiayaan, yaitu dengan cara mengoptimasikan penggunaan alat dan
sumber daya serta potensi daerah.
Untuk turut serta meningkatkan perekonomian lokal dan menjalin hubungan sosial
budaya yang baik antara pemrakarsa dengan masyarakat sekitarnya, maka upaya yang
dilakukan diantaranya adalah dengan mengutamakan semaksimal mungkin tenaga kerja
lokal sesuai dengan tingkat ketrampilannya dalam penyerapan tenaga kerja yang
dibutuhkan.
Oleh karena pengelolaan lingkungan tidak saja terbatas pada tapak proyek tetapi juga
pada daerah sekitarnya, dan juga memerlukan biaya yang cukup besar, maka pemrakarsa
kegiatan jika merasa perlu akan memohon bantuan pada instansi terkait baik tingkat
pusat maupun daerah yang berupa, misalnya bantuan pengaturan pemngamanan arus lalu

lintas daerah sekitar tapak proyek.


Pendekatan Institusi
Secara umum pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang akan dilakukan berdasarkan
pendekatan institusi adalah berupa :
-

Secara aktif mengadakan kontak denganberbagai instansi terkait di lingkungan


pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) untuk mendapat informasi tentang

hal-hal yang menyangkut masalah lingkungan dan kebijaksanaannya.


Mengadakan komunikasi aktif dengan masyarakat di daerah wilayah dampak melalui
lembaga masyarakat yang ada (LSM) untuk mengetahui tanggapannya tentang upaya-

upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh pemrakarsa kegiatan.


Menyampaikan dokumen ANDAL, RKL dan RPL dan laporan hasil kegiatan
pengelolaan serta pemantauan kepada instansi terkait dengan upaya pengelolaan
lingkungan hidup kegiatan pembangunan dan operasional Kawasan Apartemen,
Commersial Area, dan Condotel NEWTON (The Hybrid City.

4. RPL
a. Pengertian RPL
Menurut KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR: 45
TAHUN 2005. Rencana pemantauan lingkungan hidup (RPL) adalah upaya pemantauan
komponen lingkungan hidup yang terkena dampak besar dan penting akibat dari rencana
usaha dan/ atau kegiatan.
b. Sistematika Penulisan RPL
Sistematika penulisan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Maksud dan Tujuan
1.3 Kegunaan Pemantauan Lingkungan
BAB II RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
2.1 Tahap Konstruksi
2.2 Tahap Operasional
c. Peraturan Yang Mengatur
- Peraturan Pemerintah No.27 tahun 2012 tentang izin Lingkungan dan
- Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.08 tahun 2006 tentang Pedoman
Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.
d. Elemen-elemen penting dalam RPL berikut ,adalah:
Tahap Prakonstruksi
o Mobilisasi Tenaga Kerja dan Pengoperasian Base Camp
Peluang Kerja dan Usaha
Peningkatan Pendapatan Masyarakat
o Mobilisasi Alat dan Bahan
Terganggunya Kesehatan Masyarakat
Peningkatan Volume dan Gangguan Lalu Lintas
Kerusakan Prasarana Jalan
Penurunan Kualitas Udara
o Pematangan Lahan
Peningkatan Surface Run Off dan Debit Air Sungai
o Pekerjaan Jalan Akses
Peningkatan Volume dan Gangguan Lalu Lintas
Tahap Konstruksi
o Terganggunya Kesehatan Masyarakat
o Penurunan Kualitas Udara dan Peningkatan Intensitas Kebisingan
o Peningkatan Surface Run-Off dan Debit Air Sungai
o Peningkatan Keanekaragaman Hayati
o Timbulnya getaran / vibrasi
Tahap Operasional
o Peluang Kerja dan Usaha
o Peningkatan Volume dan Gangguan Lalu Lintas

o Penurunan Kualitas Udara


o Peningkatan Keanekaragaman Hayati
o Penurunan Kualitas Muka Air Tanah