Anda di halaman 1dari 3

VERTIGO

A. DEFINISI
Vertigo merupakan suatu gangguan keseimbangan yang dinyatakan sebagai
pusing, pening, rasa berputar-putar, sempoyongan, rasa seperti melayang atau
merasakan badan atau dunia sekelilingnya berputar-putar.1
B. EPIDEMIOLOGI
Vertigo terjadi pada sekitar 32% kasus, dan sampai dengan 56,4% pada
populasi orang tua. Sebagian besar (hampir 50%) diketahui sebagai paroxysmal
vertigoyang disertai dengan gejala-gejala migren (pucat, mual, fonofobia, dan
fotofobia).2
C. ETIOLOGI
Beberapa penyebab dari vertigo antara lain yaitu, mabuk, adanya infeksi
telinga, peradangan saraf vestibuler, kelainan neurologis seperti tumor otak, sklerosis
multiple, gangguan fungsi otak sementara oleh karena TIA (Transient Ischemic
Attack), post trauma, penyakit menierre, labirintis, neuritis iskemik, beberapa obat
ototoksik dapat menyebabkan vertigo yang disertai tinitus dan hilangnya
pendengaran.5,6,7
D. KLASIFIKASI
Vertigo dapat diklasifikasikan menjadi 2 yaitu, vestibuler dan non vestibuler.
Vertigo vestibuler merupakan vertigo yang paling sering terjadi yang terdiri dari
vertigo central dan vertigo perifer. Vertigo non vestibuler terdiri dari kelainan
reffraksi, endokrin, polineuropati, dan hipoksia otak diffuse. 2,5,7,9
E. PATOFISIOLOGI
Penyebab vertigo adalah abnormalitas dari organ-organ vestibuler, visual,
ataupun sistem propioseptif. Labirin (organ untuk ekuilibrium) terdiri atas 3 kanalis
semisirkularis, yang berhubungan dengan rangsangan akselerasi angular, serta
utrikulus dan sakulus, yang berkaitan dengan rangsangan gravitasi dan akselerasi
vertikal. Rangsangan berjalan melalui nervus vestibularis menuju nucleus
vestibularis di batang otak, lalu menuju fasikulus medialis (bagian kranial muskulus
okulomotorius), kemudian meninggalkan traktus vestibulospinalis (rangsangan
eksitasi terhadap otot-otot ekstensor kepala, ekstremitas, dan punggung untuk
mempertahankan posisi tegak tubuh). Selanjutnya, serebelum menerima impuls
aferen dan berfungsi sebagai pusat untuk integrasi antara respons okulovestibuler dan
postur tubuh. 9,10

F. PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan neurologic meliputi :
-

pemeriksaan nervus cranialis untuk mencari tanda paralisis nervus, tuli sensorineural,
nistagmus.2
Gait test
1. Rombergs sign
2. Heel-to- toe walking test
3. Unterberger's stepping test
4. Past-pointing test (Uji Tunjuk Barany)

5. Dix-Hallpike manoeuvre
6. Tes Kalori
G. DIAGNOSIS
Diagnosis ditegakkan dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Sekitar 20
sampai 40% pasien dapat didiagnosis segera setelah anamnesis dan pemeriksaan
fisik.1,4
H. DIAGNOSIS BANDING
Mnires disease, labyrinthitis, labyrinthine trauma, acoustic neuroma, acute
cochleo-vestibular dysfunction.4,6
I. TATALAKSANA
Dengan pemberian obat-obatan seperti antihistamin (betahistin), antagonis
kalsium (Cinnarizine), fenotiazine, obat penenang (diazepam), dan anti kolinergik
(skopolamin). Dengan terapi fisik : berdiri tegak dengan mata dibuka, kemudian
dengan mata ditutup, olahraga yang menggerakkan kepala (gerakan rotasi, fleksi,
ekstensi, gerak miring), dari sikap duduk disuruh berdiri dengan mata terbuka,
kemudian dengan mata tertutup.8,9
J. KOMPLIKASI
Cedera fisik dan kelemahan otot. 10

DAFTAR PUSTAKA

1. Sura, DJ, Newell, S. 2010. Vertigo- Diagnosis and management in primary care,
BJMP 2010;3(4):a351
2. Lempert, T, Neuhauser, H. 2011. Epidemiology of vertigo, migraine and vestibular
migraine in Journal Nerology 2011:25:333-338
3. Labuguen, RH. 2006. Initial Evaluation of Vertigo ini Journal American Family
Physician January 15, 2010 Volume 73, Number 2
4. Marril KA. Central Vertigo [Internet]. WebMD LLC. 21 Januari 2012. Diunduh
tanggal 8 April 2011. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/794789clinical#a0217
5. Turner, B, Lewis, NE. 2010. Symposium Neurology :Systematic Approach that
Needed for establish of Vetigo. The Practitioner September 2010 - 254 (1732): 19-23.
6. Mark, A. 2008. Symposium on Clinical Emergencies: Vertigo Clinical Assesment and
Diagnosis. British Journal of Hospital Medicine, June 2008, Vol 69, No 6
7. Kovar, M, Jepson, T, Jones, S. 2011. Diagnosing and Treating: Benign Paroxysmal
Positional Vertigo in Journal Gerontological of Nursing. December:2006
8. Swartz, R, Longwell, P. 2013. Treatment of Vertigo in Journal of American Family
Physician March 15,2005:71:6.
9. Chain, TC.2010. Practical Neurology 3rd edition: Approach to the Patient with
Dizziness and Vertigo. Illnois:wolter kluwerlippincot William and wilkins)
10. Antunes MB. CNS Causes of Vertigo [Internet]. WebMD LLC. 10 September 2011.
Diunduh tanggal 8 juni 2015. Diunduh dari
http://emedicine.medscape.com/article/884048-overview#a0104