Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gerak pada umumnya terjadi secara sadar, namun, ada pula gerak yang
terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. Impuls pada gerakan sadar melalui jalan
panjang, yaitu dari reseptor, ke saraf sensori, dibawa ke otak untuk selanjutnya
diolah oleh otak, kemudian hasil olahan oleh otak, berupa tanggapan, dibawa oleh
saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor.
Gerak refleks adalah gerak yang dihasilkan oleh jalur saraf yang paling
sederhana. Jalur saraf ini dibentuk oleh sekuen neuron sensor, interneuron, dan
neuron motor, yang mengalirkan impuls saraf untuk tipe reflek tertentu. Gerak
refleks yang paling sederhana hanya memerlukan dua tipe sel sraf yaitu neuron
sensor dan neuron motor.
Gerak refleks disebabkan oleh rangsangan tertentu yang biasanya
mengejutkan dan menyakitkan. Misalnya bila kaki menginjak paku, secara
otomatis kita akan menarik kaki dan akan berteriak. Refleks juga terjadi ketika
kita membaui makanan enak, dengan keluarnya air liur tanpa disadari.
1.2 Skenario
BERGERAK DAN MERASA
Pernahkah jari kalian tertusuk jarum atau tersulut api ?, Apakah yang terjadi pada
lengan kalian saat jari kalian menyentuh benda-benda tersebut ?, Apakah kalian
juga merasa perut keroncongan dan air liur menetes saat mencium aroma masakan
?, Coba amati gambar di bawah ini, kemudian dapatkah menghubungankan
fenomena yang kalian alami tadi dengan gambar-gambar tersebut ?.
1.3 Terminologi
1.3.1

Nyeri : pengalaman sensorik dan emosional yang tidak

menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun


potensial, atau yangdigambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut.
1.3.2

Air liur :

LBM I Bergerak Dan Merasa


Page 1

1.4 Rumusan Masalah


1.4.1

Bagaimana embriologi sistem saraf ?

1.4.2

Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem saraf ?

1.4.3

Bagaimana anatomi celah sinap ?

1.4.4

Bagaimana peran sistem saraf dalam homeostasis ?

1.4.5

Apa yang dimaksud UMN dan LMN ?

1.4.6

Bagaimana mekanisme refleks dan neuromuscular junction ?

1.4.7

Bagaimana mekanisme nyeri ?

1.4.8

Mengapa pada skenario saat tertusuk jarum atau tersulut api,

lengan merasa nyeri dan berdebar setelahnya ?


1.4.9

Mengapa pada skenario saat mencium aroma masakan, perut

merasa keroncongan dan air liur menetes ?


1.5 Tujuan Penulisan
1.5.1

Untuk mengetahui embriologi sistem saraf.

1.5.2

Untuk mengetahui anatomi dan fisiologi sistem saraf.

1.5.3

Untuk mengetahui anatomi celah sinap.

1.5.4

Untuk mengetahui peran sistem saraf dalam homeostasis.

1.5.5

Untuk mengetahui apa yang dimaksud UMN dan LMN.

1.5.6

Untuk mengetahui mekanisme refleks dan neuromuscular junction.

1.5.7

Untuk mengetahui mekanisme nyeri.

1.5.8

Untuk mengetahui mengapa pada skenario saat tertusuk jarum atau


tersulut api, lengan merasa nyeri dan berdebar setelahnya.

1.5.9

Untuk mengetahui mengapa pada skenario saat mencium aroma


masakan, perut merasa keroncongan dan air liur menetes.

1.6 Manfaat Penulisan


1.6.1

Manfaat Umum

Makalah yang penulis buat diharapkan memberikan manfaat bagi


pembaca, agar pembaca mengetahui hal-hal yang berkaitan tentang sistem
saraf.

LBM I Bergerak Dan Merasa


Page 2

1.6.2

Manfaat Khusus

Makalah yang penulis buat dapat memberikan pengetahuan kepada


pembaca khususnya mahasiswa kedokteran tentang sistem

saraf yang

merupakan pokok permasalahan pada skenario LBM I Bergerak Dan Merasa


pada modul Neuromusculuskeletal I ini.

LBM I Bergerak Dan Merasa


Page 3

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Embriologi sistem saraf ?
2.2 Anatomi dan fisiologi sistem saraf ?
2.3 Anatomi celah sinap ?
2.4 Peran sistem saraf dalam homeostasis ?
2.5 Apa yang dimaksud UMN dan LMN ?
2.6 Mekanisme refleks dan neuromuscular junction ?
2.7 Mekanisme nyeri ?
2.8 Mengapa pada skenario saat tertusuk jarum atau tersulut api, lengan
merasa nyeri dan berdebar setelahnya ?
2.9 Mengapa pada skenario saat mencium aroma masakan, perut merasa
keroncongan dan air liur menetes ?

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pada skenario, kelompok kami menyimpulkan bahwa
LBM I Bergerak Dan Merasa
Page 4

kelainan yang terdapat dan yang lebih mengarah pada skenario adalah
Rhinosinusitis, karena pada skenario, tanda dan keluhan seperti pipi kanan terasa
sakit dan berat bila menunduk, demam, serta keluar ingus berwarna kekuningan
dan berbau busuk, memiliki riwayat infeksi gigi, memiliki riwayat alergi berupa
bersin bersin bila terkena debu, ingus yang keluar encer dan bening, hidung
gatal, terasa buntu, dan pada pemeriksaan rhinoskopi anterior di dapatkan cavum
nasi menyempit, konkha nasi inferior udem dan pucat, secret mukopurulen di
meatus medius, dan rhinoskopi posterior di dapatkan post nasal drip, tes penghidu
di dapatkan hiposmia dan tes transluminasi sinus maksillaris gelap sesuai dengan
Rhinosinusitis. Rhinosinusitis adalah inflamasi mukosa sinus paranasal yang
umumnya disertai atau dipicu oleh rinitis sehingga sering disebut rhinosinusitis.
3.2 Saran
a. Bagi mahasiswa diharapkan makalah ini dapat dijadikan sebagai tolak
ukur dalam penyusunan makalah selanjutnya. Sehingga apabila terdapat
kekurangan

dalam

penyususnan

makalah

ini,

penulis

dapat

mempelajarinya lebih lanjut dan dapat dilakukan penyusunan makalah


yang lebih baik lagi.
b. Bagi mahasiswa diharapkan dapat mempelajari lebih dalam lagi tentang
sistem saraf.

DAFTAR PUSTAKA
Guyton, A.C. & Hall, J.E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. 11th ed. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.

LBM I Bergerak Dan Merasa


Page 5