Anda di halaman 1dari 46

Kasus 3

KEHAMILAN
Konsep
a. Definisi Kehamilan
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterin mulai sejak konsepsi
dan berakhir sampai permulaan persalinan (Manuaba, I.B.G, 1998). Kehamilan dimulai dari
proses pembuahan (konsepsi) sampai sebelum janin lahir (Judi J.E, 2002).
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyimpulkan bahwa
kehamilan merupakan proses yang berawal dari sel telur yang sudah matang dan keluar melalui
saluran telur sehingga bersatu dengan sperma dan membentuk pertumbuhan sel baru. Proses
pertumbuhan ini berlangsung hingga menjadi bayi yang dilahirkan.
Pengertian kehamilan menurut para ahli bahwa kehamilan merupakan proses ketika sel
sperma dapat menembus ovum dan menimbulkan konsepsi hingga menghasilkan pembuahan
terhadap sel telur. Proses kehamilan berlangsung hingga janin lahir, terhitung sejak menstruasi
terakhir pada kehamilan normal. Dalam hitungan hari dinyatakan selama 280 hari, atau hitungan
bulan adalah 9 bulan.
Masa kehamilan adalah suatu hasil dari konsepsi yang terjadi antara spermatozoa dan
ovum dan menimbulkan nidasi dari hasil konsepsi tersebut. Secara normal, masa kehamilan
memiliki jangka waktu 280 hari atau 9 bulan lebih 7 hari. Namun, beberapa wanita mungkin
memiliki jangka waktu masa kehamilan yang lebih atau kurang terhitung sejak masa pembuahan
(ovulasi) hingga proses kelahiran (partus).
Kehamilan tidak diinginkan

adalah suatu kondisi dimana pasangan (laki-laki dan

perempuan) tidak menginginkan terjadinya kelahiran sebagai akibat kehamilan. Terjadinya


kehamilan di sini dapat diakibatkan oleh perilaku atau hubungan seksual yang disengaja maupun
tidak disengaja seperti perkosaan. Banyak kejadian yang menunjukkan orang yang tidak
bertanggung jawab atas kejadian ini.
b. Proses Terjadinya Kehamilan
Proses terjadinya kehamilan diawali dari proses fertilisasi dimana proses ini ditandai
dengan keberhasilan spermatozoa menembus membrane sel ovum dengan cara merusak korona
radiate dan zona pelusida dengan hialuronidase (enzim yang dapat melarutkan senyawa

hialuronid pada korona radiate) dan akrosin( protease yang dapat menghancurkan glikoprotein
pada zona pelusida). DNA dari spermatozoa akan dilepaskan dari kepala, dan memicu
pembelahan miosis akhir pada kromosom wanita. Dibentuklah dua set kromosom wanita, satu set
akan dibuang sebagai badan polar dan set lainnya akan bergabung dengan kromosom pria
sehingga akan membentuk set kromosom (46) yang lengkap, materi inilah yang disebut sebagai
zigot.
Zigot ini akan terus berjalan ke dalam tuba fallopi selama 3-5 hari, selama periode ini akan
terjadi pembelahan sel secara mitosis (2,4,8,16,32, dst) dan kelompok sel ini belum
berdiferensiasi ,bentuknya bertumpuk-tumpuk menyerupai buah beri bentuk sel tersebut disebut
morula. Seiring dengan perkembangan pembelahan sel, massa sel yang belum berdiferensiasi ini
akan membentuk rongga yang berisi cairan yang disebut blastosis. Lapisan luar dari sel blastosis
disebut trofoblas. Trofoblas mempunyai kemampuan menghancurkan dan mencairkan jaringan
menemukan lapisan Endometrium. Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan ke arah
endometrium yang berfungsi sebagai kait. Sel-sel trofoblas juga mensekresikan enzim proteolitik
yang berfungsi untuk mencerna serta mencairkan sel-sel endometrium. Cairan dan nutrien
tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif oleh sel-sel trofoblas agar zigot
berkembang lebih lanjut. Kemudian, trofoblas beserta sel-sel lain di bawahnya akan membelah
(berproliferasi) dengan cepat membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan.
Pembelahan hingga terbentuk blastula ini terjadi di oviduk dan berlangsung selama 5 hari.
Selanjutnya blastula akan mengalir ke dalam uterus. Setelah memasuki uterus, mula-mula
blastosis terapung-apung di dalam lumen uteus. Kemudian, 6-7 hari setelah fertilisasi embryo
akan mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap
selanjutnya. Peristiwa terpautnya antara embryo pada endometrium uterus disebut implantasi
atau nidasi. Implantasi ini telah lengkap pada 12 hari.
Setelah implantasi selesai maka tahap selanjutnya adalah Grastulasi. Gastrula berlangsung
pada hari ke 15. Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah
semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrulasi ini
menghasilkan 3 lapisan lembaga yaitu laisan endoderm di sebelah dalam, mesoderm disebelah
tengah dan ectoderm di sebelah luar.

Tahap selanjutnya disebut organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh


pada makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari masing-masing
lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula.
1. Lapisan ectoderm akan berdiferensiasi membentuk cor (jantung), otak (system saraf),
kulit (integument), rambut dan alat indra
2. Lapisan mesoderm akan berdiferensiasi membentuk otot, rangka, alat reproduksi (testis
atau ovarium), vascular dan ginjal
3. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan,
dan alat respirasi seperti pulmo.
c. Perkembangan Janin
Minggu ke-1
Minggu ini sebenarnya masih periode menstruasi, bahkan pembuahan pun belum terjadi. Sebab
tanggal perkiraan kelahiran bayi dihitung berdasarkan hari pertama haid terakhir. Proses
pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada
calon bayi dalam rahim. Saat ini janin sudah memiliki segala bekal genetik, sebuah kombinasi
unik berupa 46 jenis kromosom manusia. Selama masa ini, yang dibutuhkan hanyalah nutrisi
(melalui ibu) dan oksigen.
Minggu ke-2
Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12
jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium.
Minggu ke-3
Sampai usia kehamilan 3 minggu, mungkin belum sadar jika sedang mengandung. Sel telur yang
telah membelah menjadi ratusan akan menempel pada dinding rahim disebut blastosit.
Ukurannya sangat kecil, berdiameter 0,1-0,2 mm.
Minggu ke-4
Kini, calon bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic
Gonadotropin - hcG), sehingga apabila dilakukan test kehamilan, hasilnya positif. Janin mulai
membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta
jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung).
Minggu ke-5

Terbentuk 3 lapisan yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm. Ektoderm adalah lapisan yang
paling atas yang akan membentuk sistem saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk
otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan mesoderm berada pada lapisan tengah yang
akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan endoderm
yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing.
Minggu ke-6
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf
sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski belum terdengar, jantung bayi mulai berdetak
pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang
akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak.
Minggu ke-7
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji
kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil.
Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang
terdapat di dalam paru-paru
Minggu ke-8
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi, ujung hidung dan
kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi, saluran yang menghubungkan
paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan semakin membesar dan ia memiliki
siku. Terjadi pembentukan lubang hidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan
berada dibawah membran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun
belum sempurna.
Minggu ke-9
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan
tangan mulai tampak. Janin mulai bergerak. Dengan Doppler, bisa didengar detak jantungnya.
Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya sekitar 4 gram.
Minggu ke-10
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat
dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Janin mulai tampak seperti
manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.
Minggu ke-11

Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai
tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan,
termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah bisa dirasakan
ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar, memanjang, bergelung,
atau jumpalitan.
Minggu ke-12
Bentuk wajah lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil terpisah
penuh. Usus telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume darah ibu, detak
jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya 14 gram.
Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Janin membesar beberapa millimeter setiap
hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak mata.
Minggu ke-13
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen, nutrisi dan
pembuangan sampah bayi. Kelopak mata merapat untuk melindungi mata yang sedang
berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram. Kepala membesar dengan
lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran
kepala.
Minggu ke-14
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya semakin
panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan melindungi kulit
mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang dan ovarium turun
dari rongga perut menuju panggul. Detak jantung mulai menguat tetapi kulit belum tebal karena
belum ada lapisan lemak.
Minggu ke-15
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika janin perempuan,
ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih sangat tipis
sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan panjang 113
mm. janin sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari. Kelopak matanya
masih tertutup.
Minggu ke-16

Janin telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta, telah mempunyai
tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan ini sistem
peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. Janin mulai bergerak Semakin
banyak kalsium yang disimpan dalam tulang seiring dengan perkembangan kerangka. ukuran
116 mm dan beratnya 80 gram.
Minggu ke-17
Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram. Lapisan lemak cokelat mulai berkembang, untuk
menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Rambut, kening, bulu mata, mulai tumbuh dan garis kulit
pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah mulai terbentuk
Minggu ke-18
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini, bisa terkejut bila
mendengar suara keras. Mata berkembang sehingga akan mengetahui adanya cahaya jika Anda
menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan beratnya 140 gram.
Minggu ke-19
Tubuh janin diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka.
Otak telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar seperti
menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
Minggu ke-20
Beratnya mencapai 260 gram dan panjangnya 14-16 cm. Dibawah lapisan vernix, kulit bayi
mulai membuat lapisan dermis, epidermis dan subkutan. kuku tumbuh pada minggu ini. Terjadi
proses penyempurnaan paru-paru dan sistem pernafasan. Pigmen kulit mulai terlihat.
Minggu ke-21
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula dari
cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi semakin
pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm.
Minggu ke-22
Setiap minggu, wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh
semakin proporsional
Minggu ke-23
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga tampak
keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Janin mulai

menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki secara teratur. Beratnya hampir 450
gram. Tangan dan kaki telah terbentuk dengan sempurna, jari juga terbentuk sempurna.
Minggu ke-24
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski masih menerima oksigen dari plasenta. Untuk
persiapan hidup di luar rahim, paru-paru mulai menghasilkan surfaktan yang menjaga kantung
udara tetap mengembang. Kulit mulai menebal.
Minggu ke-25
Mulai latihan bernafas. Ia menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang
tertelan terlalu banyak, janin akan cegukan. Tulang semakin mengeras dan semakin kuat. Saluran
darah di paru-paru sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut sudah mulai membentuk
dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman sudah semakin membaik karena
di minggu ini bagian hidung (nostrils) sudah mulai berfungsi. Berat sudah mencapai 650-670
gram dengan tinggi badan 34-37 cm.
Minggu ke-26
Sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk. Aktifitas
otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah berfungsi, dapat
mulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk memberi cahaya lebih disekitar
perut, mungkin akan dirasakan anggukan kepala si kecil. Berat badan sudah mencapai 750-780
gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.
Minggu ke-27
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus
dimatangkan. Namun jika lahir, memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra perasa mulai
terbentuk. Sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang mengelilinginya. Berat
umum 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38 cm.
Minggu ke-28
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak semakin berkembang dan meluas.
Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh. Lemak dalam badan
mulai bertambah. Walaupun geraka sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin
bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut
ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna.

Minggu ke-29
Kelenjar adrenalin mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon ini akan
menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum (air susu yang
pertama kali keluar saat menyusui). Sensitifitas semakin jelas, sudah bisa mengidentifikasi
perubahan suara, cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak sudah bisa mengendalikan nafas dan
mengatur suhu badan. Postur sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat badannya
1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.
Minggu ke-30
Lemak dan berat badan terus bertambah sehingga bobotnya sekarang sekitar 1400 gram dan
panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa Mata sudah mulai
bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai belajar untuk membuka dan menutup
matanya. Saat ini waktu yang terbaik untuk menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter
tersebut maka mata sudah bisa mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar. Cairan ketuban
(amniotic fluid) di rahim semakin berkurang. Air mata mulai diproduksi. Berat badan 1510-1550
gram, dengan tinggi 39-40 cm.
Minggu ke-31
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan. Aliran darah di plasenta memungkinkan
menghasilkan air seni. Janin berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di dalam air ketuban.
Perkembangan fisik sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat badan yang akan
bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah dibawah jaringan kulitnya. Tulang
pada tubuh sudah mulai mengeras, berkembang dan mulai memadat dengan zat-zat penting
seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan perkembangan fisiknya, pada fase ini
perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan sangat pesat dengan menghasilkan
bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, akan bergerak. Berat badan 1550-1560 gram
dengan tinggi 41-43 cm.
Minggu ke-32
Jari tangan dan kaki telah tumbuh sempurna, begitu pula dengan bulu mata, alis dan rambut di
kepala yang semakin jelas. Lanugo yang menutupi tubuh mulai rontok tetapi sebagian masih ada
di bahu dan punggung saat dilahirkan. Dengan berat 1800 gram dan panjang 29 cm, kemampuan
untuk bertahan hidup di luar rahim sudah lebih baik apabila di dilahirkan pada minggu ini. Kulit
semakin merah, kelopak matanya juga telah terbuka dan sistem pendengaran telah terbentuk

dengan sempurna. Kuku dari jari mungil tangan dan kaki sudah lengkap dan sempurna.
Rambutnya pun semakin banyak dan semakin panjang.
Minggu ke-33
Memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak semakin pesat berkembang dan
mulai bisa berkoordinasi antara lain, sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan.
Walaupun tulang-tulang sudah semakin mengeras tetapi otot-otot belum benar-benar bersatu.
Sudah bisa mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila lakilaki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan 1800-1900 gram,
dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.
Minggu ke-34
Berada di pintu rahim. Sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk dan tidur,
juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh ibu sedang mengirimkan antibodi melalui darah
ke dalam darah janin yang berfungsi sebagai sistem kekebalan tubuhnya dan proses ini akan
tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat ibu mulai menyusui. Berat badan 2000-2010
gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.
Minggu ke-35
Pendengaran sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh sudah mulai memadat pada
bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan kehangatan pada
tubuhnya. Apabila laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan 2300-2350
gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.
Minggu ke-36
Kulit sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai mengisi
bagian lengan dan betis. Ginjal sudah bekerja dengan baik dan livernya pun telah memproduksi
kotoran. Saat ini paru-paru sudah bekerja baik. Berat badan 2400-2450 gram, dengan tinggi
badan 47-48 cm.
Minggu ke-37
Kepala turun ke ruang pelvik. Bentuk semakin membulat dan kulitnya menjadi merah jambu.
Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5 cm. Kuku terbentuk dengan sempurna. Sudah
bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Pada saat ini sedang belajar untuk mengenal aktifitas
harian, selain itu juga sedang belajar untuk melakukan pernafasan walaupun pernafasannya

masih dilakukan di dalam air. Berat badan di minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49
cm
Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 :
Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan
Manifestasi Klinis Kehamilan
1. Tanda-tanda tidak pasti (presumptive sign)
Tanda-tanda tidak pasti menurut S Ibrahim (1993) adalah sebagai berikut:
a. Tidak Datang Bulan (Amenorrhoe)
Semua wanita hamil akan mengalami amenorrhoe, tetapi amenorrhoe ini terjadi pula
pada keadaan yang lain, misalnya : pergantian lingkungan, gangguan emosi, penyakit
khronis, seperti : tuberculosa,anemia, gangguan pekerjaan ovarium/ endocrine secretie,
juga dipengaruhi perubahan iklim. Terkadang pada kehamilan terjadi pengeluaran darah
sedikit yang disangka menstruasi.Perdarahan ini disebabkan karena implantasi dari ovum
ke dalam deciduas.
b. Perubahan buah dada
Setiap wanita hamil akan mengalami perubahan buah dada. Tetapi bisa juga perubahan
buah dada disebabkan oleh tumor/cyste
c. Perasaan mual di waktu pagi (morning sickness)
Sebagian wanita hamil kira-kira 50 % atau lebih,menderita perasaan mual di waktu pagi
terutama pada kehamilan pertama kali. Namun keadaan seperti ini bisa terjadi pada
penyakit lain, seperti hepatitis, malaria ulcus ventricule
d. Sering buang air kemih
Umumnya pada bulan ke dua kehamilan, wanita itu akan sering buang air kemih,
berhubung uterus yang membesar dan akan keuar dari PAP yang menekan kandung
kemih. Keadaan ini tidak menjadi tanda pasti sebab dapat juga dikarenakan ada
gangguan pada kandung kemih yang menyebabkan volume menjadi lebih kecil dan
menimbulkan rangsangan untuk buang air kemih, misalnya tumor dan penyakit lain.
e. Pergerakan janin yang pertama (Quickening)
Pada kehamilan terjadi antara kehamilan 16-20 minggu. Ini belum menjadi tanda pasti

karena perasaan ini adalah subyektif yang dirasakan ibu sendiri. Wanita yang sangat
menginginkan hamil akan merasakan adanya quickening, walaupun sebenarnya tidak ada.
Daapat pula disebabkan karena gas di dalam pencernaan.
f. Membesarnya Perut
Pada kehamilan, perut makin lama makin besar teruitama setelah kehamilan 5 bulan,
tetapi membesarnya perut bisa juga disebabkan oleh ascites, ovarial cyste tumor.
2. Tanda-tanda kemungkinan
Tanda-tanda kemungkinan menurut Winkjosastro (2007), adalah sebagai berikut :
a. Tanda Hegar : Segmen bawah rahim melunak
b. Tanda chadwick : Perubahan warna vulva/vagina menjadi kebiruan
c. Tanda Piscasek : Adanya benjolan asimetris pada uterus.

Uterus membesar ke salah

satu jurusan hingga menonjol jelas ke jurusan pembesaran tersebut.


d. Tanda Braxton Hicks : Bila uterus dirangsang mudah berkontraksi. Tanda ini khas untuk
uterus dalam masa hamil. Pada keadaan uterus yang

membesar tetapi tidak ada

kehamilan, misalnya pada mioma uteri, tanda Braxton hicks tidak ditemukan.
e. Suhu basal : jika sesudah ovulasi tetap tinggi terus antar 32,5 sampai 37,8 adalah salah
satu tanda akan 5 bahaya kehamilan. Serimg dipakai dalam pemeriksaan kemandulan.
f. Periksa HCG (Human chorionic gonadotropin)
g. Dengan tes kehamilan tertentu air kencing pagi hari ini dapat membantu membuat
diagnosis kehamilan sedini-dininya.
3. Tanda-tanda pasti
Tanda-tanda pasti menurut Winkjosastro (2007) adalah sebagai berikut :
a. Dapat diraba dan kemudian dikenal bagian-bagian janin
b. Dapat dicatat dan didengar bunyi DJJ (denyut jantung janin)
c. Dapat dirasakan gerakan janin
d. Pada pemeriksaan dengan sinar rontgen tampak kerangka janin
e. Dengan USG dapat diketahui pertumbuhan janin
Perubahan Anatomi dan Fisiologi Wanita Hamil
1. Uterus
Uterus bertambah besar dari beratnya 30 gr menjadi 1000 gr dengan ukuran panjang

32 cm, lebar 24 cm, dan ukuran muka belakang 22 cm. Pembesaran ini disebabkan oleh
hypertrofi dari otot-otot rahim (Sastrawinata, 1983).
Tinggi Fundus Uteri 12 minggu diatas simphisis, 16 minggu antara pusat dan symphisis,
20 minggu di pinggir bawah pusat, 24 minggu di pinggir atas pusat, 28 minggu 3 jari di atas
pusat, 32 minggu pertengahan pusat dan proxesus xipoideus, 40 minggu kembali 3 jari di bawah
prossesus xipoideus (Winkjosastro, 2007).
2. Serviks Uteri
Serviks uteri karena hormon estrogen mengalami hipervaskularisasi maka konsistensi
serviks menjadi lunak, kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan mengeluarkan
sekresi lebih banyak. (Winkjosastro, 2007).
3. Vulva dan vagina
Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah,
agak kebiruan (lividae) disebut tanda Chadwick. (Winkjosastro, 2007).
Getah dalam vagina biasanya bertambah dalam kehamilan, reaksi asam ph 3,5-6,0
reaksi asam ini mempunyai sifat bakterisida (Sastrawinata,1983).
4. Ovarium
Pada permulaan kehamilan

masih terdapat korpus luteum gravidarum sampai

terbentuknya placenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu, kemudian mengecil setelah


placenta terbentuk. (Winkjosastro, 2007).
5. Payudara/mammae
Perubahan payudara pada kehamilan pertama terasa nyeri Karena terdapat timbunan
air dan garam yang mendesak saraf sensorik. Pembuluh darah makin tampak sebagai tanda
persiapan pembentukan ASI. (Manuaba, 1998).
Puting susu biasanya membesar dan lebih tua warnanya dan biasanya mengeluarkan
colostrums.

Areola

Mammae

melebar

lebih

tua

warnanya, pembesaran buah dada

disebabkan hipertrofi dari alveoli. (Sastrawinata, 1983).


6. Sirkulasi Darah
Volume darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester
pertama. Volume darah akan bertambah banyak, kira-kira 25 %, dengan puncaknya pada
kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung yang meningkat 30%. Akibat hemodilusi yang
mulai jelas pada kehamilan 4 bulan, ibu yang menderita penyakit jantung dapat jatuh dalam

keadaan dekompensatio cordis. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat mendekati
kelahiran.
Gambaran protein dalam serum berubah, jumlah protein, albumin dan gamaglobulin
menurun dalam triwulan pertama dan meningkat secara bertahap pada akhir kehamilan.
Hematokrit cenderung menurun karena kenaikan relative volume plasma darah. Jumlah
eritrosit cenderung meningkat untuk memenuhi kebutuhan transport oksigen yang sangat
diperlukan selama kehamilan. Konsentrasi Hb terlihat menurun, walaupun sebenarnya lebih
besar dibandingkan Hb pada orang yang tidak hamil. Anemia fisiologis ini disebabkan oleh
volume plasma yang meningkat. Dalam kehamilan, leukosit meningkat sampai 10.000/cc,
begitu pula dengan produksi trombosit.
Tekanan darah arteri cenderung menurun terutama selama trimester kedua, dan
kemudian akan naik lagi seperti pada pra-hamil. Tekanan vena dalam batas-batas normal pada
ekstremitas atas dan bawah, cenderung naik setelah trimester pertama. Nadi biasanya naik,
nilai rata-ratanya 84 kali per menit.
Pompa jantung mulai naik kira-kira 30% setelah kehamilan tiga bulan dan menurun lagi
pada minggu-minggu terakhir kehamilan. Elektrokardiogram kadangkala memperlihatkan
deviasi aksis ke kiri. (Rustam Mochtar, 1998)
Batas batas fisiologis menurut Sastrawinata (1983) adalah:
a. Hb 10 gr %
b. Erytrosit 3,5/mm3
c. Leukosit 8000-10000/mm33
7. Sistem Respirasi
Pada kehamilan 32 minggu terdapat keluhan sesak dan nafas pendek. Hal ini disebabkan
uterus yang membesar menekan diafragma. Wanita hamil selalu bernafas lebih dalam dan
lebih menonjol/pernapasan dada (thoracic bhreating). Sejalan dengan peretumbuhan janin dan
mendorong diafragma keatas, bentuk dan ukuran rongga dada berubah tetapi tidak
membuatnya lebih kecil. Kapasitas paru terhadap udara inspirasi tetap sam seperti sebelum
hamil atau mungkin berubah dengan berarati. Kecepatan pernapasan dan kapasitas vital
tidak berubah. Volume tidal, volume ventilator permenit, dan ambilan oksigen
meningkat. Karena bentuk dfari rongga torak berubah dan karena bernapas lebih cepat, sekitar
60% wanita hamil mengeluh sesak napas.

8. Membran Mukosa
Walaupun penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, bengkak seperti alergi pada
membran mukosa merupakan hal umum pada kehamilan. Hal ini menyebabkan gejala serak,
hidung tersumbat, dispnea, sakit tenggorokan, perdarahan hidung, hilangnya perasa indra
penciuman. Obat-obat yang dapat menyusutkan baik lokal atau sistemik mungkin diresepkan
untuk mengurangi gejala, yang akan menghilang setelah melahirkan.
9. Tractus Digestivus
Akibat hormon estrogen yang meningkat menyebabkan tonus otot tractus digestivus
menurun sehingga motilitas tractus digestivus juga berkurang, makanan lebih lama di
dalam lambung dan apa yang dicerna, lama dalam usus. Hal ini baik untuk reabsorbsi tetapi
akan menimbulakan obstipasi. Sistem gastrointestinal terpengaruh dalam beberap hal
karena kehamilan. Tingginya kadar progesteron mengganggu keseimbangan cairan tubuh,
meningkatkan kolesterol dalam darah, dan melambatkan kontraksi otot-otot polos. Sekresi
saliva menjadi lebih asam dan lebih banyak, dan asam lambung menurun. Perbesaran
uterus lebih menekan diafragma, lambung dan intestin.
Pada bulan-bulan awal masa kehamilan , sepertiga wanita mengalami mual dan
muntah.

Sebagaimana

kehamilan

berlanjut,

penurunan

asam lambung, melambatkan

pengosongan lambung dan menyebabkan kembung. Menurunnya gerakan peristaltik tidak


saja menyebabkan mual tetapi juga konstipasi,lebih banyak feces terdapat dalam usus, lebih
banyak air yang diserap akan semakin keras jadinya.knstipasi juga disebabkan oleh tekanan
uterus pada usus bagian bawah pada awal masa kehamilan dan kembali pada masa akhir
kehamilan.
Gigi

berlubang

terjadi

lebih

mudah

pada

saliva

yang

bersifat

asam selama

kehamilan dan membutuhkan perawatan yang baik untuk mencegah karies gigi. Pada bulanbulan terakhir, nyeri ulu hati dan regurgitasi (pencernaan asam) merupakan ketidaknyamanan
yang disebabkan tekanan ke atas dari perbesaran uterus, pelebaran pembuluh darah rektum
(hemoroid) dapat terjadi.
10. Tractus Urinarius
Pada bulan pertama kehamilan kandung tertekan oleh uterus yang mulai membesar,
sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila
uterus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan bila kepala janin mulai turun ke

bawah PAP keluhan sering kencing timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan lagi
Disamping itu terjadi poli uria disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal
pada kehamilan sehingga filtrasi di glomerulus meningkat sampai 69 %. Di bawah keadaan
yang normal, peningkatan kegiatan penyaringan darah bagi ibu dan janinyang tumbuh tidak
membuatginjal dan ureter bekerja keras. Keduanya menjadi dilatasi karena peristaltik uretra
menurun. Sebagai akibat, gerakan urine ke kandung kemih lebih lambat. Stasis urine ini
meningkatkan kemungkinan pielonefritis.
Pada awal kehamilan, suplai darah ke kandung kemih meningkat, dan perbesaran uterus
menekan kandung kemih. faktor-faktor tersebut menyebabkan meningkatnya

berkemih.

Mendekati kelahiran janin turun lebih rendah ke pelvis,lebih menekan lagi kandung kemih
dan semakin menigkatkan berkemih. Walaupun gejala ini sangat tidak menyenangkan.
11. Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat tertentu, pigmentasi ini
pengaruh dari melanophore stimulating hormone (MSH), kadang pada daerah dahi, pipi,
hidung, dikenal sebagai gravidarum, di areola mammae, di perut juga terdapat striae (lividae).
Sebagaimana janin tumbuh, uterus membesar, menonjol keluar. Hal ini menyebabkan
tonjolan da kemudian membusung. Serabut-serabut elastic dari lapisan kulit terdalam terpisah
dan putus karena regangan. Tanda regangan yang dibentuk disebut striae gravidarum. Terlihat
pada abdomen dan bokong terjadi pada 50% wanita hamil dan menghilang menjadi bayangan
yang lebih terang setelah melahirkan. Wanita mungkin mengalai pruritus (rasa gatal)
sebagai akibat

regangan

tersebut.

Penyembuhan

sementara

dapat

dicapai

dengan

menggunakan lotion agak hangat.


Pengumpulan

pigmen

sementara

mungkin

terlihat

pada bagian

tubuh tertentu,

tergantung pada warna kulit yang dimiliki. Linea nigra atau garis gelap mengikuti midline
abdomen. Cholasma atau topeng kehamilan, terlihat seperti bintik-bintik hitam pada wajah.
Areola sekitar putting membesar dan warnanya menjadi lebih gelap. Semua area yang
mengalami peningkatan pigmentasi akan menghilang setelah melahirkan.
Selain itu, kelenjar sebasea atau keringat menjadi lebih aktif selama masa
kehamilan.sebagai akibatnya, wanita hamil mungkin mengalami gangguan bau badan, banyak
mengeluarkan

keringat

merapikan rambutnya.

yang

membasahi

pakaiannya,

dan berminyak, sulit untuk

12. Sistem Muskuloskeletal


Gigi, tulang dan persendian
Selama masa kehamilan wanita membutuhkan kira-kira sepertiga lebih banyak kalsium
dan fosfor. Dengan diit yang seimbang kebutuhan tersebut terpenuhi dengan baik. Karies
gigi tidak disebabkan oleh dekalsifikasi, sejak kalsium gigi telah dibentuk. Terdapat bukti
bahwa saliva yang asam pada saat hamil membantu aktivitas penghancuran bakteri email
yang menyebabkan karies.
Dilain pihak, sendi pelvik pada saat kehamilan sedikit dapat bergerak. Postur tubuh
wanita secara bertahap mengalami perubahan karena janin membesar dalam abdomen.
Untuk mengkompensasi penambahan berat ini, bahu lebih tertarik kebelakang dan tulang
belakang lebih melekung, sendi tulang belakang lebih lentur, dapat menyebabkan nyeri
punggung pada beberapa wanita. Penggunaan bantal untuk menyokong punggung mungkin
dianjurkan untuk kasusu ini.
Otot
Kram otot-otot tungkai dan kaki merupakan masalah umum selama kehamilan.
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi mungkin berhubungan dengan metabolisme kalsium dan
fosfor, kurangnya drainase sisa metabolisme otot atau postur yang tidak seimbang. Kram
biasanya terjadi setelah berdiri sepanjang hari dan pada malam hari setelah tubuh istirahat.
Szedikit gerakan dan penggunaan kompres hangat dapat sedikit membantgu. Aktivitas seharihari yang sedang dan lebih banyak waktu untuk istirahat dengan kaki dinaikan merupakan cara
yang pada umumnya berhasil untuk mengurangi ketidaknyamanan ini.
13. Sistem persarafan
Saraf perifer
Tidak terjadi perubahan saraf yang normal selama kehamilan. Terkadang gejala timbul
karena melemahnya persendian, seperti yang telah dijelaskan tentang perubahan tulang dan
sendi pada kehamilan. Kadan-kadang perubahan postur pada kehamilan dapat menyebabkan
acrodysesthesia, atau numbness, tingling, dan kaku pada semua bagian lengan, tangan, atau
jari-jari. Hal ini sepenuhnya

merupakan

masalah

mekanis

dan

dapat

dihilangkan

dengan menyokong bahu dengan bantal pada malam hari dan menjaga postur tubuh yang
baik selama siang hari.
Otak

Walaupun jaringan otak kemungkinan tiadak mengalami perubahan, efek psikologis


mungkin saja dapat terjadi. Swing mood lebih umum terjadi. Terkadang wanita tidak
menerima kehamilannya, dan mungkin terjadi psikosis.
14. Sistem endokrin
Kelenjar dari

system endokrin menghasilkan

bahan-bahan

kimia

yang

mempengaruhi seluruh tubuh. Selama masa kehamilan banyak perubahan pada kelenjar ini.
a. Kelenjar tiroid
Selama masa kehamilan, basal metabolic rate (BMR) meningkat hampir 20% dan kelenjar
tiroid membesar, tetapi jumlah hormon yang dihasilkan tetap sama. Ukurannya meningkat
karena pertumbuhan sel-sel acinar, dan meningkatnya metabolic rate disebabkan karena
oksigen yang digunakan lebih banyak.
b. Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid ukuranya meningkat selama kehamilan, terutama minggu ke 15-30
ketika

kebutuhan

kalsium

janin

lebih

besar.

Hormon

paratiroid penting

untuk

mempertahankan kecukupan kalsium di dalam darah, tanpa hormon tersebut metabolisme


tulang dan otot terganggu.
c. Pankreas
Insulin dihasilkan oleh sekelompok sel-sel kecil yang disebut pulau langerhans
yang terjadi di seluruh jaringan pankreas selama kehamilan. Selama masa kehamilan selsel ini tumbuh dan menghasilkan lebih banyak insulin untuk memenuhi kebutuhan yang
meningkat. Walaupun dengan demikian, karena keterbatasan penyimpanan glikogen, waniata
sehat yang hamil kurang mampu mengatasi jumlah gula yang lebih
beberapa

dari

kehamilan

mereka

mengeluarkannya

merupakan

hal

kedalam

yang riskan

urin.
dan

Bagi

banyak, sehingga

ibu

yang diabetes,

membutuhkan

pengawasan

medis yang berkelanjutan.


d. Kelenjar Pituitari
Lobus anterior dari kelenjar pituitari mengalami sedikit pembesaran selama kehamilan
dan terus menghasilkan semua hormon tropik, tetapi dengan jumlah yang sedikit berbeda.
FSH ditekan oleh Chorionic gonadotropin yang dikasilkan dalam plasenta.
pertumbuhan berkurang dan hormonn melanotropik meningkat, menyebabkan

Hormon
pigmentasi

puting susu, wajah dan abdomen. Pembentukan prolaktin meningkat dan berlanjut setelah

persalinan selama menyusui.


e. Kelenjar Adrenal
Ukuran kelenjar adrenal meningkat selama kehamilan terutam bagian kortikal yang
membentuk kortin. Jumlah ion natrium dan kalium dalam aliran darah diatur oleh kortin.
Bagian medula dari kelenjar adrenal mensekresi epineprin, hormon yang sangat penting.
Kehamilan yang tidak mengubah ukuran atau fungsi bagian medula.
15. Metabolisme dalam kehamilan
Umumnya kehamilan mempunyai efek pada metabolisme, karena itu wanita hamil
perlu mendapatkan makanan yang bergizi dan dalam keadaan sehat.
a. Pada wanita hamil, basal metabolic rate (BMR) meningkat 15-20 % pada triwulan
terakhir, sistem endokrin juga meninggi.
b. Keseimbangan asam alkali mengalami penurunan konsentrasi.
c. Kadar alkalin fosfatase meningkat 4 kali lipat yang dimulai pada kehamilan 4 bulan
d. Berat badan wanita hamil akan naik kira-kira diantara 6,5-16,5 kg. Kenaikan berat
badan ini terjadi terutama dalam kehamilan 20 minggu terakhir, hal ini disebabkan
oleh : hasil konsepsi (fetus, placenta, liquor amnii), dari ibu (uterus, mammae,
volume darah, lemak ,protein, retensi air yang meningkat).
16. Peningkatan berat badan
Wanita yang mempunyai berat badan kurang atau yang mengandung lebih dari satu
bayi, berat badannya harus meningkat lebih banyak selama kehamilan.

Bagi yang

kelebihan berat badan harus menghindari diit yang berlebihan dan penurunan berat badan
yang drastis dapat menyebabkan ketosis dan membahayakan janin.
Secara normal, berat badan yang didapat adalah sebagai berikut :

Trimester pertama 2- 4 pon

Trimester kedua 12-15 pon

Trimester ketiga 8-10 pon


Secara umum, diit bebas, seimbang dengan jumlah cairan yang cukup sangat

dianjurkan. Pengawasan berat badan dengan ketat tidak lagi dianjurkan karena ibu yang
mengalami

peningkatan

berat

badan kurang

dari 20

pon memiliki lebih banyak

melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Anjuran terakhir untuk rata-rata

wanita harus meningkatkan berat badannya lebih dari 25 pon dan kurang dari 40 pon selama
kehamilan.

Perubahan Psikologis Wanita Hamil


Kehamilan adalah saat-saat krisis saat terjadinya gangguan, perubahan identitas dan peran
bagi setiap orang : ibu, bapak, dan anggota keluarga. Ketika wanita pertama kali mengetahui
dirinya hamil mungkin ia merasa syok dan menyangkal. Walaupun kehamilan tersebut
direncanakan. Terjadinya syok disebabkan karena kehamilan diikuti oleh rasa bingung dan
preoccupation dengan masalah yang mengganggu. Tiap wanita membayangkan tentang
kehamilan dalam pikiran-pikirannya sendiri tentang seperti apa wanita hamil dan seorang
ibu. Ia membentuk bayangan ini

dari

ibunya

sendiri,

pengalaman

hidupnya,

dan

kebudayaan tempat ia dibesarkan. Persepsi ini mempengaruhi bagaimana ia berespon


terhadap kehamilan. Beberapa wanita berpikir kehamilan sebagai cara untuk melestrarikan
alam, penghargaan, atau emansipasi dari kontrol parental.
Kehamilan merupakan sebagian proses dari kehidupan seorang wanita dimana
proses ini akan menyebabkan adanya peruibahan pada ibu tersebut, perubahan yang
terjadi meliputi fisik, mental dan sosialnya. Adapun perubahan psikologis secara umum pada
wanita hamil diantaranya:
1. Semua perubahan fisik akan mempunyai dampak terhadap psikososial, sebagai contoh
perubahan sistem pencernaan adanya mual

dan mutah dapat menimbulkan

perasaan menganggu orang lain,ia merasa stress dan kotor bagi dirinya selanjutnya ia
selalu berusaha tidak mengikuti kegiatan-kegiatan dan menarik diri dari lingkungan
sosialnya.
2. Kehamilan

menyebabkan perubahan

body image maupun perubahan hubungan

sosial, serta perubahan peran dalam keluarga.


3. Perubahan berupa ambivalen merupakan perubahan emosi, yaitu keadaan mempunyai
perasaan yang bertentangan, hal ini dipengaruhi oleh faktor: ekonomi keluarga, pekerjaan,
rencana hamil, takut akan perubahan peran, takut

tentang kehamilan dan persalinan itu

sendiri.
Ambivalen dapat dinyatakan oleh ibu atau ditekan sendiri juga timbul keadaan menolak

kehamilannya, depresi, enek, muntah atau keluhan-keluhan somatic lainnya.


4. Perubahan

Emosi, adanya perasaan

menerima kehamilan akan timbul pada

trimester ke 2.
5. Merasa selalu ingin sendiri, pada saat ini ibu memberikan perhatian untuk merencanakan,
menyesuaikan serta mempersiapkan untuk kelahiran anaknya.
6. Emosi yang labil, selama kehamilan keadaan emosi ibu akan selalu berubah-ubah
mulai dari perasaan tenang sampai perasaan sedih
7. Gambaran tubuh (Body Image)
Gambaran tubuh merupakan bagaimana kita mengartikan gambaran tubuh kita,
kehamilan akan menghasilkan perubahan pada tubuh ibu mengakibatkan gangguan
pada

susunan

tubuh

dalam

waktu

relative

pendek

serta

dapat menyebabkan

perubahan terhadap gambaran tubuh ibu hamil.Pada trimester ke 2, ibu mulai sadar
adanya perubahan pada tubuhnya, pada trimester ke 3 kesadaran akan adanya
perubahan semakin meningkat.
Selain perubahan psikologis secara umum, terdapat perubahan psikologis yang biasanya
dirasakan

pada

setiap

trimester

yang

dilalui

ibu

hamil, diantaranya adalah sebagai

berikut:
1. Trimester Pertama (1 sampai 3 bulan)
Sebagian besar wanita mengalami kegembiraan tertentu karena mereka telah dapat
menyesuaikan diri dengan rencana membentuk hidup baru. Karena tubuh

dan

emosi

seluruhnya berhubungan, perubahan fisik dapat mempengaruhi emosi. Calon ibu tidak
merasa

sehat

benar

dan umumnya mengalami depresi. Calon bapak mungkin ada yang

memandang wanita hamil dengan kekaguman dan menghindari hubungan seksual karena takut
melukai bayinya. Sebagian justru ada pria yang gairah seksualnya meningkat pada wanita
hamil.

Namun

sebagian

besar

wanita

ada

yang merasa

syock

dan

menyangkal

kehamilannya jika kehamilannya belum diinginkan.


2. Trimester Kedua (4 sampai 6 bulan)
Biasanya
menerima

pada

waktu

kehamilannya

dan

ini

perasaan
dia

lebih

menggunakan

menyenangkan.
pikiran

Wanita hamil telah

dan energinya yang lebih

konstruktif. Dalam trimester ini wanita hamil dapat merasakan gerakan janinnya pertama kali

yang dapat menyebabkan calon ibu memiliki dorongan psikologis yang besar.
3. Trimester ketiga (7 sampai 9 bulan)
Trimester ketiga ditandai dengan kegembiraan emosi

karena kelahiran bayi. Namun

terdapat juga periode tidak semangat dan depresi, karena ketidaknyamanan bertambah. Reaksi
calon ibu terhadap persalinan secara umum tergantung pada persiapannya dan persepsinya
terhadap kejadian ini. Calon ibu menjadi lelah dan menunggu nampaknya terlalu lama.
Sekitar dua minggu sebelum melahirkan sebagian wanita mulai mengalami rasa senang.
Reaksi calon ibu terhadap persalinan ini secara umum tergantung pada persiapannya dan
persepsinya terhadap kejadian ini. Kerjasama yang khusus selama peristiwa ini akan
dibicarakan dalam hubungannya dengan asuhan keperawatan yang diberikan kepadanya.
Perasaan

sangat gembira yang dialami ibu seminggu sebelum persalinan mencapai

klimaksnya sekitar 24 jam setelah persalinan. (Persis Mary Hamilton, 1995)


Periode Kehamilan
Trimester Pertama (Minggu 0 12)
1. Periode Germinal (Minggu 0 3)

Pembuahan telur oleh sperma terjadi pada minggu ke-2 dari hari pertama menstruasi
terakhir.

Telur yang sudah dibuahi sperma bergerak dari tuba fallopi dan menempel ke dinding
uterus (endometrium).

2. Periode Embrio (Minggu 3 8 )

Sistem syaraf pusat, organ-organ utama dan struktur anatomi mulai terbentuk.

Mata, mulut dan lidah terbentuk. Hati mulai memproduksi sel darah.

Janin berubah dari blastosis menjadi embrio berukuran 1,3 cm dengan kepala yang
besar

3. Periode Fetus (Minggu 9 12)

Semua organ penting terus bertumbuh dengan cepat dan saling berkait.

Aktivitas otak sangat tinggi.

Trimester kedua (Minggu 12 24)

Pada minggu ke-18 ultrasongrafi sudah bisa dilakukan untuk mengecek kesempurnaan
janin, posisi plasenta dan kemungkinan bayi kembar.

Jaringan kuku, kulit dan rambut berkembang dan mengeras pada minggu ke 20 21

Indera penglihatan dan pendengaran janin mulai berfungsi. Kelopak mata sudah dapat
membuka dan menutup.

Janin (fetus) mulai tampak sebagai sosok manusia dengan panjang 30 cm.

Trimester ketiga (24 -40)

Semua organ tumbuh sempurna

Janin menunjukkan aktivitas motorik yang terkoordinasi (nendang, nonjok) serta


periode tidur dan bangun. Masa tidurnya jauh lebih lama dibandingkan masa bangun.

Paru-paru berkembang pesat menjadi sempurna.

Pada bulan ke-9, janin mengambil posisi kepala di bawah, siap untuk dilahirkan.

Berat bayi lahir berkisar antara 3 -3,5 kg dengan panjang 50 cm.

Pemeriksaan Diagnostik
Menurut Reeder dkk (2011) Uji laboratorium selama kehamilan adalah:
Uji

Sumber Spesimen

Tujuan

URINE
1) Urinalisis

Gula

Albumin

Mikroskopik

Urine tampung bersih

Gula (glikosuria)_mendeteksi diabetes


Albumi

(proteinurea)

mendeteksi

preeklampsia, stress/tekanan ginjal,


atau masalah ginjal.
Jumlah sel darah merah, sel darah putih,
sel

epitel,

sedimen/endapan,

mikroorganisme_mendeteksi
penyakit ginjal, ISK

2) Kultur urine

Urine tampung bersih

Mendiagnosa ISK, sering dilakukan


secara rutin pada semua wanita

hamil; dilakukan jika ada gejala


berkemih

yang

mengidentifikasi

mikroorganisme.
DARAH
1) Hitung Darah Lengkap

Darah vena

Htdan Hb_mendeteksi anemia.


SDP dgn/dlff._mengidentifikasi proses
infeksi;deteksi

diskrasia

darah,

defisiensi asam folat.


Serum

Trombosit_mengkaji

mekanisme

pembekuan darah.
2) Uji serologi untuk sifilis

Darah vena

Mendeteksi sifilis (jika positif harus


dikonfirmasi dengan FTA-ABS)

3) Faktor Rh dan Gol.Darah

Darah vena

Menentukan golongan darah dan faktor


Rh (positif atau negatif); golongan
darah sangat penting jika terjadi
perdarahan; faktor Rh mengingatkan
tenaga

kesehatan

kemungkinan

terhadap
penyakit

inkompatibilitas pada janin.


4) Titer Rh

Darah vena

Dilakukan jika Ibu Rh negatif dan ayah


Rh positif untuk menguji bahaya
terhadap janin.

5) Antibodi Rubella

Serum

Menentukan apakah ibu sebelumnya


telah terpajan rubella dan telah
membentuk antibodi ( yaitu, kebal
atau tidak)

6) -fetoprotein (AFP)

Darah vena

Mendeteksi defek tuba neural antara


kehamilan minggu ke-15 dan 20

7) Glukosa (Gula Darah)

Darah

Mendeteksi diabetes dalam kehamilan


(jika

meningkat,

dilakukan

toleransi glukosa 3 jam)

uji

8) Elektroforesis

Serum

hemoglobin

Mendiagnosis
(misalnya,

hemoglobinopati
anemia

sel

fungsi

ginjal

sabit,

talasemis)
9) BUN, Kreatinin, protein Serum
total, elektrolit
10) Antigen

hepatitis

Mengevaluasi

dan

mendiagnosis penyakit ginjal.


B Serum

Infeksi virus hepatitis B

(HbsAg)
11) Pengujian kadar antibodi
HIV

(ELISA-enzym

linked

immunosorbent

Infeksi HIV

assay)
SERVIKS/VAGINA
1) Streptokokus beta

Rabas serviks

Mendiagnosis infeksi streptokokus beta;


sering kali dilakukan secara rutin
karena

banyak

wanita

tidak

mengalami gejala.
2) Kultur gonorea

Rabas serviks

Mendiagnosis
dilakukan

gonorea;
secara

sering
rutin

kali

karena

gonorea sering tidak bergejala pada


wanita.
3) Pap smear

Serviks, vagina

Mendeteksi

neoplasia

intraepitel

serviks, herpes simpleks tipe 2.


4) Kultur chlamydia

Rabas serviks

Mendiagnosis Chlamydia trachomatis;


sering kali dilakukan secara rutin
karena

infeksi

mungkin

tidak

bergejala dan sering kali terjadi


bersamaan dengan infeksi gonorea.
5) Kultur herpes simpleks

Lesi kulit

Mendiagnosis herpes simpleks jika lesi


terdapat pada vulva, labia, bokong.

LAIN-LAIN
1) Skin test

Diaplikasikan ke kulit

Mendeteksi wanita yang beresiko tinggi


mengalami tuberkulosis.

2) EKG

Jantung, paru

Mengevaluasi fungsi jantung dan paru.

3) Ultrasonografi

Isi uterus

Mengevaluasi usia kehamilan, posisi


janin,

kehamila

plasenta,

retardasi

kembar,

lokasi

pertumbuhan,

abnormalitas janin.
4) Pengambilan sampel villi Vili plasenta

Mendeteksi gangguan kromosom janin,

korionik
5) Amniosentesis

beberapa gangguan metabolik.


Cairan

Mendeteksi gangguan kromosom janin,

ketuban/amnion

beberapa gangguan metabolik.

Penatalaksanaan
Penatalaksaan pada wanita hamil menurut Reeder dkk (2011), yaitu:
1. Pemeliharaan Kesehatan Umum Pada Kehamilan
a. Pekerjaan
Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang bekerja pada pekerjaan kasar yang berat
mempunyai insidensi lebih tinggi memiliki janin prematur atau yang kecil masa
kehamilan dibanding dengan pekerja kantor atau ibu rumah tangga. Ini mungkin
disebabkan oleh penurunan aliran darah uteroplasenta karena diakibatkan oleh faktor
sosioekonomi; wanita miskin jarang menjadi pekerja kantor. Wanita yang dalam
pekerjaannya perlu berdiri dalam waktu lama, berungkali membungkuk dan menekuk,
menaiki tangga atau tanjakan, dan mengangkat benda berat mengalami lebih banyak
infark plasenta, abortus spontan, dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Edukasi dan
konseling oleh perawat membantu wanita membuat keputusan berdasarkan informasi
tentang resiko dan keuntungan melanjutkan pekerjaannya di lingkungan yang berpotensi
membahayakan.

b. Perjalanan

Perjalanan tidak meningkatkan risiko abortus atau persalinan prematur jika tidak ada
komplikasi kehamilan atau masalah medis. Wanita hamil disarankan untuk menghindari
perjalanan yang dapat menyebabkan kelelahan berat atau stress.
c. Perjalanan Udara
Untuk perjalanan jarak jauh, terbang direkomendasikan. Detektor logam yang
digunakan oleh satuan pengaman Bandar udara tidak membahayakan janin. Duduk di
kursi pesawat dalam periode waktu yang lama menyebabkan kelelahan, ketidaknyaman,
dan dapat meningkatkan risiko trombosis vena. Wanita hamill perlu berjalan di sekitar
pesawat selama 15 menit setiap jam. Kelembapan yang rendah di kabin pesawat
(kelembapan sekitar 8%) meningkatkan kehilangan cairan; wanita hamil harus
meminum air secukupnya selama penerbangan untuk mencegah dehidrasi. Penerbangan
dengan

larangan

merokok

direkomendasikan

untuk menghindari

peningkatan

karboksihemoglobin.
d. Perjalanan Dengan Mobil
Periode istirahat 15 menit harus diambil minimal setiap 2 jam untuk menghindari
kelelahan dan meningkatkan sirkulasi dengan memberikan kesempatan untuk
mereggangkan badan dan berjalan. Wanita hamil harus memakai sabuk pengaman.

e. Imunisasi Selama Kehamilan


Sesuai aturan, yang terbaik adalah menghindari imunisasi selama kehamilan. Beberapa
faktor turut dipertimbangkan dalam membuat keputusan tentang mengimunisasi
sesorang wanita hamil melawan penyakit infeksi, termasuk kemungkinan pajanan
penyakit, akibat pada wanita dan janinnya jikan penyakit diidap, kerentanan terhadap
penyakit, dan risiko imunisasi terhadap janin. Imunoglobulin, toksoid, dan vaksin yang
dimatikan atau dinonaktifkan adalah aman selama kehamilan. Vaksin yang dibuat dari
orgasnisme hidup tidak boleh diberikan selama kehamilan kecuali jika risiko pajanan
dan penyakit secara jelas lebih berat dibandingkan risiko vaksin itu sendiri

f. Perawatan Gigi
Perawatan gigi yang baik penting selama kehamilan. Gigi harus disikat paling sedikit
dua kali sehari.

2. Penatalaksanaan untuk Ketidaknyamanan Minor


Pencegahan

Pengobatan Alami

Obat-Obatan Yang
Tidak Boleh
Digunakan

Mual dan muntah

Makan

makanan

buah-buahan

dan Makan roti kering atau biskuit.


tinggi Minum sedikit air soda.

Antihistamin (terdapat
dalam sebagian besar

protein dan minum jus Lakukan jalan santai di udara obat antimual)
buah untuk menghindari
segar.
hipoglikemia.

Memakan makanan kecil


beberapa kali sehari.

Hindari

makanan

yang

digoreng.

Bangun dari tempat tidur


secara perlahan, hindari
gerakan mendadak.

Makan roti kering atau


biskuit sebelum bangun
dari tempat tisur (tetap di
tempat tidur).

Makan yogurt atau minum


susu pada malam hari atau
sebelum

bangun

tempat tidur.
Sakit kepala

dari

Dapatkan cukup tidur di Letakkan sebuah washlap dingin Analgesik narkotik


malam hari dan cukup

yang basah pada kening dan Aspirin,

istirahat di siang hari.

belakang leher (beberapa orang Percogesic,

Jangan

pergi

dalam

memilih

periode

lama

tanpa

hangat).

menggunakan

Excedrin,
Cope

air Advil.

makan.

Pijat leher, kedua bahu, wajah,

Minum banyak cairan.

kulit kepala, kening.

Hindari hal-hal yang turut Lakukan jalan santai di udara


menyebabkan sakit kepala

segar.

(misalnya, mata tegang, Lakukan mandi air hangat.


ruangan

sumpek,

asap Temukan tempat yang tenang dan

rokok, lingkungan yang


sibuk).
Kesulitan tidur

relaks.
Lakukan meditasi atau yoga.

Olahraga setiap hari

Mandi air hangat sebelum

tidak

tidur.

berbaring

Minum air hangat dengan

mengistirahatkan tubuh.

Relaks dan jangan khawatir tentng


tidur;
di

tempat

bahkan

(Sleep-Eze, Nytol,

tidur

Sominex, Compoz,
dll).

lemon atau susu hangt Baca sebentar.

Sedatif

sebelum tidur.

Penenang

Jangan makan porsi yang


besar

dalam

2-3

jam

sebelum tidur.

bisa

Alat bantu tidur

Kurangi kebisingan dan


cahaya.

Lakukan latihan relaksasi.

Gunakan bantal di bawah


lutut,
perut.

punggung,

atau

Hindari kafein.

Hidung

tersumbat

dan Hirup uap dari pancuran panas, Antihistamin

alergi

humidifier.

(pada

sebagian besar obat

Hindari alergen.

Allerest,
Jangan meroko; hindari Gunakan tetes hidung yang terdiri Coricidin,
Dristan, dll).
ruangan
penuh
asap
dari garam-air (1/4 sendok teh

Minum banyak cairan.

rokok.

pilek-Contac,

garam dalam 1 cangkir air


hangat).
Letakkan kompres handuk air
hangat, lembab pada sinus, pijat
sinus.

Nyeri ulu hati

Hindari

makanan

diketahui

yang Sisip sedikit air

menyebabkan Sisip sedikit minuman berkarbon

masalah lambung.

Duduk tegak

Hindari

Relaks dan napas dalam selama

makanan

berminyak,

yang

digoreng.

Hindari

beberapa menit.

Antasid

berabahan

dasar

natrium

(Misalnya:

Maalox,

Alka-Seltzer,

Fizrin,

Soda Mint, soda kue).

Gunakan antasid berbahan dasar


makanan

yang

alumunium.

sangat berbumbu.

Makan makanan ringan


beberapa kali setiap hari.

Hindari kopi dan rokok.

Gunakan pakaian longgar


di pinggang

Minum 6-8 gelas air setiap

hari.
Keletihan

Dapatkan

tidur

dan

Sediakan waktu untuk istirahat Kafein

(misalnya:

istirahat yang cukup.

Lakukan tidur siang.

Atur

irama

saat tubuh membutuhkannnya.

sehari-hari

Duduk dengan kaki diangkat cola, pil agar tetap


kapanpun jika memungkinkan.

kehidupan

terjaga).
Amfetamin.

untuk

memberikan

kopi, teh, minuman

istirahat

ekstra.

Makan

makanan

yang

seimbang.

Lakukan olahraga secara

teratur.
Kram kaki

Dapatkan cukup kalsium

Duduk, luruskan kaki, dorong

Quinine

(susu, sayuran berwarna

atau tarik ibu jari kaki ke arah

Relaksan otot

hijau gelap, suplemen).

lutut.

Lakukan olahraga secara

Pijat otot-otot yang kram.

teratur.

Berjalan

Pertahankan kaki dalam


keadaan hangat.

berkeliling

jika

memungkinkan.

Rendam kaki yang kram dalam

Mandi dengan air hangat

air

sebelum tidur.

bentalan pemanas.

hangat

atau

gunakan

Jangan mendorong ibu jari


kaki

ketika

melakukan

peregangan.
Konstipasi

Minum banyak air (6-8

Minum

gelas air setiap hari).

sangat dingin pada lambung bukan

Lakukan olahraga secara

yang kosong.

panas

atau Laksatif

lain

yang

menambah

volume feses (paling

Memakan sayuran segar,

menghindari
Gunakan laksatif penambah baik
volume feses (bulk-producing semua laksatif; paling

roti gandum utuh dan

laxatives)

teratur.

cairan

sereal,

bubur

gandum,

(misalnya, tidak gunakan hanya


dua kali seminggu;
Metamucil, Effersyllium).

beras merah.

menggunakan terlalu

Peringatan- apel segar dan

banyak

kopi

menyebabkan

meningkatkan

konstipasi.

konstipasi

Kunyah makanan secara

berat).

laksatif
lebih

menyuluruh.

Lakukan

kebiasaaan

defekasi yang baik (jangan


memaksa
defekasi

defekasi;
jika

terdapat

desakan; luangkan waktu


untuk defekasi; naikkan
kaki pada bangku untuk
mengurangi ketegangan.
Varises vena

Lakukan olahraga secara

Berbaring

dengan

kaki Tidak ada medikasi.

teratur

ditinggikan

beberapa

kali

dengan

kaki

Hindari

Berbaring

mengikat (terutama kaos

bersandar di dinding.

stoking

setinggi

pendukung

yang elastis (pakai sebelum

Pakai kaus kaki panjang

menaikkan kaki).

mendukung

saat

berdiri atau berjalan dalam


waktu yang lama.
Hindari duduk atau berdiri
terlalu lama.

Pakai kaus kaki

lutut).
yang

sehari.

pakaian yang ketat atau


kaki,

penggunaan

Pakai
telapak

sepatu
yang

dengan
berisi

bantalan untuk meredam

kejutan.
Hemoroid

Cegah

dan

konstipasi

selama

Ikuti kebiasaan defekasi

sampai empat kali per hari.

Jangan

duduk

Lakukan

latihan

H,

Americaine, Anusol)

Berikan kompres laruta jus


kompres

dengan

semcam

kemiri yag tua atau keriput.

Kegel

secara teratur.

menit

lemon atau cuka, gunakan

dalam

waktu lama di toilet.

15-20

tiga (sediaan

mengejan selama defekasi


yag baik.

Duduk dalam bak air hangat Krim anestesi lokal

Gunakan laksatif penambah


volume

feses

mempertahankan

untuk
kelunakan

feses.
Nyeri punggung

Pertahankan postur yang

Lakukan

baik.

(terutama

Tekuk

lutut

pranatal Analgesik

senam

memiringkan Aspirin, Ibuprofen

panggul dan tekukan lutut-

saat

mengangkat.

dada).

Pakai sepatu pendukung

Berikan sesuatu yang panas di

yang bertumit rendah.

punggung bawah.

Lakukan olahraga secara

Lakukan

teratur.

punggung.

Lakukan senam pranatal

Istirahatkan punggung.

gosok

atau

pijat

atau yoga.

Pertahankan pertambahan

BB yang normal.
Edema

Makan

makanan

tinggi

Duduk pada bak mandi berisi Diuretik (pil air yang

protein.

air hangat atau panas selama diresepkan dan dibeli

Hindari makanan berkadar

20-30 menit.

garam tinggi.

Berbaring atau duduk dengan

bebas).

Hindari
ketat

pakaian

dan

Istirahat

dan

dinaikkan

sebanyak

mungkin.

mengontriksi

tungkai.

kaki

yang

naikkan

tungkai dua sampai tiga

Hindari makanan tinggi garam.


Konsumsi

makanan

tinggi

protein.

kali selama 20 menit.


3. Penggunaan Obat Selama Kehamilan
Semua medikasi harus dihindari atau diminimalkan selama kehamilan. Tidak ada medikasi
(yang diresepkan atau dibeli bebas) yang boleh dikonsumsi tanpa pengetahuan dan
persetujuan dari pemberi pelayanan kesehatan. Karena cepatnya pembentukan sistem organ
janin dan perkembangan fungsi selular, trimester pertama terutama merupakan waktu yang
rentan. Bagaimanapun, pencernaan obat pada waktu kapanpun selama kehamilan dapat
berpotensi merusak janin. Dampat sebuah obat pada perkembangan janin dapat berkisar
dari efek yang tidak dapat diukur sampai toksisitas hebat yang diketahui dapat membunuh
embrio (abortus). Obat yang dosisnya mendekati

dosis mematikan (subletal) dapat

menyebabkan defek anatomi yang menyolok atau menyebabkan defisit metabolik atau
fungsional yang permanen.
Asuhan Keperawatan
a. Pengkajian
a) Identitas klien: nama, umur, agama, suku/bangsa, pendidikan, pekerjaan, alamat
b) Identitas Penanggung Jawab: nama, umur, hub. dg klien, agam, suku/bangsa,
pendidikan, pekerjaan, alamat
c) Keluhan utama
d) Riwayat menstruasi: menarche, lamanya, jarak/interval/siklus,
e) Riwayat kehamilan sekarang: HPHT, gerakan janin, tanda-tanda bahaya atau penyulit,
obat-obatan/jamu yang dikonsumsi, kekhawatiran khusus
f) Riwayat kesehatan keluarga: keturunan kembar, penyakit menular atau turunan
g) Riwayat kesehatan yang lalu
h) Riwayat psikososial spiritual

Bahasa yang digunakan

Keadaan emosional (kooperatif, bingung, hiperaktif, depresi, dll)

Hubungan dengan keluarga

Hubungan dengan orang lain

Proses berpikir (terarah, bingung, ilusi, halusinasi)

Ibadah/spiritual

Dukungan keluarga

Pengambilan keputusan dalam keluarga

Beban kerja dan kegiatan sehari-hari

i) Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
TTV
Kepala
Leher
Dada
Abdomen
Panggul
Genitourinaria
Vulva/vagina
Ektremitas atas dan bawah
j) Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium

Radiologi

k) Dasar Pengetahuan
Pengetahuan

Fungsi seksual

Reproduksi

Kehamilan dan kelahiran

Anatomi dan fisiologi kehamilan, persalinan dan pelahiran, dan pascapartum

Obat-obatan dan anastesia

Teknik pernapasan dan relaksasi

Tumbuh kembang bayi


-

Kebutuhan nutrisi

Tahapan perkembangan

Petunjuk perilaku

Keterampilan menjadi orang tua


-

Memandikan

Memakaikan popok

Memberikan makan

Komunikasi ibu-bayi
Keluarga berencana

Sikap dan Perasaan

Berbagai persiapan untuk bayi baru lahir

Tingkat minat dalam mempelajari tentang bayinya

Strategi dan teknik disiplin

Interaksi ibu bayi (selama pemberian makan dan perawatannya)

Masalah yang Lazim Muncul pada Trimester Kehamilan


TM I
1. Perubahan payudara, sensasi baru : nyeri, kesemutan
Pendidikan untuk merawat diri :

Bra dan bantalan yang dapat menyerap keluaran dari payudara dan yang menyokong
payudara

Bersihkan dengan air hangat dan pertahankan tetap kering

2. Ingin berkemih dan peningkatan frekuensi berkemih


Pendidikan untuk merawat diri :

Kegels exercise

Membatasi minum saat akan tidur

Gunakan underwear yang menyerap/pad perineal

Segera ke pelayanan kesehatan jika terasa nyeri atau merasa terbakar

3. Mual muntah, morning sickness terjadi 50-75% pada ibu hamil, dimulai pada minggu I atau
II /IV disertai rasa tidak enak dimulut
Pendidikan untuk merawat diri:

Cegah pengosongan atau terlalu penuh di

lambung

Pertahankan postur yang baik

Hentikan merokok

Makan KH saat terbangun lalu minum teh panas

Tetap di tempat tidur sampai terasa nyaman

Hindari minum susu atau kopi yang sangat pekat

Anjurkan makan dalam porsi kecil tapi sering

Hindari bau-bauan yang menyengat, gorenggorengan,

pedas, berlemak atau bergas

Lapor ke pelayanan kesehatan, jika terjadi

muntah-muntah

4. Ptyalism
Pendidikan untuk merawat diri :

Anjurkan untuk oral hygiene

Kunyah permen karet

Beri dukungan

5. Psychososial dynamic, tersinggung, perasaan tidak menentu


Pendidikan untuk merawat diri :

Diperlukan dukungan baik dari ibu maupun pasangannya

Kedua pasangan butuh keyakinan bahwa kehamilan cukup menarik

Tingkatkan komunikasi antar mereka dan keluarga

TM II
1. Hiperpigmentasi, jerawat, kulit berminyak
Pendidikan untuk merawat diri :

Tidak dapat dicegah, biasanya kembali ke semula pada masa nifas

Ibu dan keluarga perlu diyakinkan

2. Spider nevy di area leher, dada, muka dan tangan


Pendidikan untuk merawat diri :

Tidak dapat dicegah

Yakinkan kondisi tersebut akan menghilang secara bertahap pasca persalinan

3. Kemerahan pada telapak tangan terjadi pada 50% ibu hamil, mungkin bersamaan dengan
spider nevy
Pendidikan untuk merawat diri :

Tidak dapat dicegah

Yakinkan kondisi tersebut akan menghilang dalam waktu 1 minggu setelah


melahirkan

4. Pruritus (non inflamatory)


Pendidikan untuk merawat diri :

Upayakan kuku jari pendek, bersih

Tidak dapat dicegah, symptomatic

Distraksi

Turunkan penggunaan sabun mandi atau ganti sabun

Buka baju dan gunakan lotion atau minyak

5. Palpitasi
Pendidikan untuk merawat diri :

Tidak bisa dicegah dan yakinkan ibu

Rujuk jika terjadi gejala cardiac dekompensasi

6. Supine hypotension
Pendidikan untuk merawat diri : Miring atau setengah duduk dengan kaki sedikit Fleksi
7. Lemah dan syncope
Pendidikan untuk merawat diri :

Olah raga sedang

Nafas dalam

Menggerakkan kaki

Cegah perubahan posisi yang tiba-tiba

Hindari area panas dan padat

Lakukan pergerakan perlahan dan bertahap

Upayakan lingkungan dingin

Cegah hipoglikemi

8. Ngidam makanan
Pendidikan untuk merawat diri :

Tidak dapat dicegah

Puaskan ngidamnya kecuali bila terjadi gangguan keseimbangan nutrisi

Laporkan ngidam yang tidak biasa ke petugas kesehatan

9. Hearthburn (pyrosis / asam di tenggorokan)


Pendidikan untuk merawat diri :

Batasi/hindari makanan yang dapat menimbulkan gas dan makanan berlemak dan
makan banyak

Pertahankan postur tubuh yang baik

Minum susu, teh panas, mengunyah permen karet

Pemberian antasid antara waktu makan

10. Konstipasi
Pendidikan untuk merawat diri :

Hidrasi 6 gelas perhari

Diet berserat

Olah raga sedang

Menjadwalkan waktu buang air

Gunakan teknik relaksasi dan nafas dalam

Jangan gunakan pelembut feces

11. Flatulence with bloating and belching


Pendidikan untuk merawat diri :

Kunyah makanan secara lambat sampai lembut

Cegah makan makanan mengandung gas, makanan berlemak, makan porsi banyak

Anjurkan olah raga

Pertahankan pola buang air

12. Varices pada kaki, vulva, anal (hemorhoid)

Pendidikan untuk merawat diri :

Cegah terjadi kegemukan

Hindari berdiri atau duduk terlalu lama, pakaian yang ketat

Hindari konstipasi dan mengedan yang kuat saat BAB

Lakukan olah raga sedang

Istirahat dengan kaki dan panggul ditinggikan

13. Leukorrhea
Pendidikan untuk merawat diri :

Tidak dapat dicegah

Jangan sering douching dan gunakan pad perineal

Rujuk jika mengalami gatal, bau menyengat atau perubahan warna

14. Sakit Kepala


Pendidikan untuk merawat diri :

Dukungan emosional dan relaksasi

Rujuk jika berlanjut setelah dikaji PIH

15. Kesemutan dan rasa baal


Pendidikan untuk merawat diri :

Tidak dapat dicegah

Tinggikan tangan yang terkena dan pemijatan bisa menolong

Squating (menarik kaki ke dada)

16. Nyeri sekitar ligamen


Pendidikan untuk merawat diri :

Tidak dapat dicegah dan istirahat

Gerakan yang baik tidak menyebabkan ligamen terlalu teregang

17. Nyeri persendian, nyeri punggung, pergerakan sendi berlebihan


Pendidikan untuk merawat diri :

Postur yang baik dan mekanisme tubuh

Cegah kelelahan dan gunakan sepatu hak rendah

Relaksasi

Kasur agak keras

Kompres hangat / dingin dan massase punggung

Istirahat

Yakinkan kondisi tersebut akan hilang 6-8 minggu setelah bersalin

TM III
1. Sesak nafas dan nafas pendek
Pendidikan Merawat Diri :

Postur tubuh yang baik

Tidur dengan ekstra bantal

Berhenti merokok

Cegah lambung terlalu penuh

Rujuk jika terjadi asma

2. Insomnia
Pendidikan Merawat Diri :

Relaksasi

Massase punggung/effleurage

Minum susu hangat

Mandi dengan air hangat

Beri bantalan pada bagian tubuh yang menyokong

3. Respon Psychososial (perasaan tidak menentu, campur aduk, kecemasan yang


meningkat)
Pendidikan Merawat Diri :

Yakinkan dan beri dukungan dari lingkungan dan perawat

Komunikasi di tingkatkan dengan pasangan, keluarga dan yang lainnya

4. Radang gusi (hyperemia, hypertrophy, perdarahan, nyeri)


Pendidikan Merawat Diri :

Diet seimbang antara protein dan buah-buahan

segar serta sayuran

Menyikat gigi dengan hati-hati

Menjaga hygiene mulut

Cegah infeksi

5. Ketidaknyamanan pada perineum

Pendidikan Merawat Diri :

Istirahat dan relaksasi

Postur tubuh yang baik

Rujuk jika terjadi nyeri hebat

6. Kontraksi Braxton Hicks


Pendidikan Merawat Diri :

Istirahat, rubah posisi, latihan teknik bernafas saat kontraksi

7. Kram Kaki
Pendidikan Merawat Diri :

Cek adanya sumbatan aliran darah dengan Homans Sign

Jika ada kram otot lakukan massase dan kompres hangat

Dorsofleksikan bagian yang terkena sampai otot tidak tegang

Hindari berdiri pada permukaan yang dingin

Suplemen kalsium

8. Edema kaki
Pendidikan Merawat Diri :

Intake cairan adekuat

Memakai stocking sebelum aktivitas

Istirahat dengan kaki dan panggul dinaikkan

Olah raga ringan

Rujuk jika edema meluas

A. Peran Perawat
1. Care provider
Memberikan asuhan keperawatan pada remaja yang hamil sesuai dengan usia dan KDM
yang harus terpenuhi.
2. Educator
Memberikan pendkes seputar kehamilan.
a. Persiapan Persalinan
b. Nutrisi pada Ibu Hamil

1. Energi
Energi yang dibutuhkan sepanjang hamil kurang lebih 80.000 kalori. 300 kalori
ebih banyak dibutuhkan selama trimester kedua dan ketiga untuk wanita engan
berat standar terhadap tinggi. Sumber mdrat, lemak, protein.akanan : karbohi
2. Protein
Direkomendaskan asupannya 60 gram setiap harinya
3. Cairan
Jumlah cairan yang direkomendasikan 1500-2000 ml. Air dan jus buah disarankan,
minuman yang mengandung kafein, kola, sakarin, dan aspartam sebaiknya
dihindari.
4. Vitamin larut lemak
Terdapat peningkatan kebutuhan vitamin A, D, E, K. Pada masa prenatal yang biasa
diresepkan mengandung 8000-10.000 IU.
5. Vitamin Larut Air
Vitamin B dan C sangat diperlukan. Asupan harian yang direkomendasikan 70 mg
(1 gelas jus jeruk).
6. Besi

Jumlah besi yang dibutuhka untuk kehamilan tunggal yang normal dalah sekitar
1000 mg. 300 mg untuk pertumbuhan janin da plasenta, 450 mg untuk peningkatan
masa sel darah merah ibu, 240 untuk kehilangan basal.
7. Kalsium
Janin mengonsumsi sekitar 250-300 mg kalsium tiap harinya dari ibu. Asupan
kalsium yang direkomendasikan adalah 1200 mg/hari (1600 mg pada ibu remaja).
8. Seng
Asupan sekitar 15 mg/hari. Sumbernya bisa berasal dari daging, kerang, roti
gandum uth/sereal. Alasannya karena seng komponen berbagai sistem enzim.
Alasannya untuk komponen berbagai sistem enzim.
9. Natrium
Asupannya sekitar 2-3 gram/hari.
10. Magnesium
Asupan 320. Sumber makanan : kcang-kacangan, kaxang polong, coklat, daging,
dan padi-padian. Alasannya untuk terlibat dalam metabolidme energi dan protein,
pertumbuhan jaringan dan kerja otot.
11. Selenium
Asupan 75 mg. Sumber makanan : makanan laut, daging, kacang-kacangan dan
padi-padian. Alsannya sebagai antioksidan.

c. Latihan untuk Ibu Hamil


d. Stimulasi Janin Selama Kehamilan
1. Stimulasi suara

1) Memperkenalkan diri
2) Membacakan cerita
3) Memperdengarkan suara musik
2. Stimulasi dengan gerakan tangan
1) Membelai
2) Mengusap
3) Menepuk
4) Menekan
5) Mengguncang
Langkah pertama, ketahui posisi punggung dan pantat janin. Kemudian
letakkan kedua tangan pada kedua sisi perut tempat dimana punggung dan pantat
janin berada. Selanjutnya, gerakkan tangan ke atas dan dan biarkan perut kembali ke
posisi semula setelah mengangkatnya. Peganglah perut dengan erat namun jangan
mengguncangkan terlalu keras.
3. Kolabolator
Berkolaborasi dengan pertugas kesehatan lainnya untuk proses penyembuhan.
4. Konselor
Memberikan bimbingan dan motivasi pada remaja yang hamil dan keluarga tentang
masalah psikologis yang dilaminya.

B. Legal Etik

Otonomi (Autonomy)
Menghargai hak-hak remaja hamil dalam mengambil keputusan. Karena klien masih
remaja, perawat memberikan konseling pada remaja hamil supaya membantu dia dalam
mengambil keputusan. Ketika remaja hamil sudah mengambil keputusan, dan ibu nya pun
sudah menyetujui, perawat harus menghargainya.

Berbuat Baik ( Beneficience)


Melakukan hal yang terbaik yang bisa dilakukan perawat untuk membantu klien.

Keadilan (Justice)
Tidak membeda-bedakan

Tidak Merugikan (Nonmal eficience)


Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya atau cedera fisik dan psikologis pada klien.

Kejujuran (Veracity)
Menyampaikan kebenaran atau hal-hal yang benar dan tidak menipu pada klien dan
ibunya.

Karahasiaan ( Confidentiality)
Menjaga rahasia klien. Klien merupaka remaja yang hamil tanpa menikah, barangkali saja
orang lain selain keluarga terdekat saja yang mengetahui dia hamil. Perawat harus pandai
menjaga informasi yang didapat.

DAFTAR PUSTAKA
Reeder, Sharon J. 2011. Keperawatan Maternitas: Kesehatan Wanita, Bayi, dan Keluarga Vol.1
Edisi 18. Jakarta: EGC.
Reeder, Sharon J. 2011. Keperawatan Maternitas: Kesehatan Wanita, Bayi, dan Keluarga Vol.2
Edisi 18. Jakarta: EGC.
Carpenito, Lynda Juall. 2009. Diagnosa Keperawatan: Aplikasi pada Praktik Klinis. Jakarta:
EGC.
Brooker, Chris. (2008). Ensiklopedia keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Hidayati, Ratna. (2009). Asuhan keperawatan pada kehamilan fisiologis dan patologis. Jakarta :
Salemba Medika.
Sastra, Winata, Sulaiman. (1983). Obstetri fisiologi. Bandung : Percetakan Eleman
-

. Mitos-Mitos Seputar Kehamilan. http://bidanku.com/index.php?/mitos-mitos-

seputar-kehamilan diakses tanggal 17 Mei 2013.


-

. 9 Mitos Ajaib Seputar Kehamilan.

http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/kehamilan/Psikologi/9.mitos.ajaib.seputar.kehamilan/0
01/007/891/1/1 diakses tanggal 17 Mei 2013.