Anda di halaman 1dari 2

Beberapa desain thermal yang harus dipertimbangkan ketika mendesain tube didalam shell and

tube heat exchanger antara lain:


1. Tube diameter, mengunakan tube berdiameter kecil membuat perpindahan panas antara
kedua fluida lebih maksimum dan ekonomis. Namun, perpindahan panas lebih cepat dan
menyulitkan dalam menentuan ukuran diameter, ruang yang tersedia, dan sifat gangguan
dari cairan.
2. Ketebalan tube, ketebalan di dinding biasanya ditentukan untuk memastikan:
Adanya ruang yang cukup untuk korosi
Getaran aliran-induksi memiliki ketahanan
Kekuatan axial
Ketersediaan suku cadang
Kekuatan hoop (untuk menahan tekanan tube internal)
Kekuatan tekuk (untuk menahan overpressure di shell)
3. Panjang tube, penukar panas biasanya lebih murah ketika memiliki diameter shell yang
lebih kecil dan panjang tube. Jadi, biasanya ada tujuan yang di inginkan dalam
melakukan proses perpindahan panas selama tidak melebihi daripada kapasitas produksi.
4. Desain buffle, buffle digunakan dalam shell dan tube heat exchanger untuk
mengkontakkan fluida yang melewati bundel tube. Fluida mengalir tegak lurus ke shell
dan menahan bundel, mencegah tube kendur dan vibrasi. Penyekat yang sering digunakan
adalah penyekat segmental. Buffle segmental setengah lingkaran yang berorientasi pada
180o ke buffle berdekatan dengan cairan yang mengalir keatas dan ke bawah antara
bundel tube.
Adapun penyebab dari kebocoran tube antara lain, yaitu:
a. Korosi selama operasi, baik dinding tube bagian dalam maupun dinding tube bagian luar.
b. Erosi atau pengikisan oleh aliran fluida.
Korosi merupakan proses perkaratan material yang disebabkan oleh reaksi antara
material bahan secara kimia maupun elektrokimia dengan lingkungan. Dalam hal ini, material
tube yang digunakan di Deethanizer Reboiler (E-5606) adalah jenis carbon steel (SA 214).
Korosi yang terjadi pada sistem tubing di Deethanizer Reboiler (E-5606) disebabkan
oleh 2 hal, yaitu:
a. Pengaruh Suhu
Suhu mempengaruhi kecepatan reaksi redoks pada peristiwa korosi. Secara umum, semakin
tinggi suhu maka semakin cepat terjadinya korosi. Hal ini disebabkan meningkatnya suhu
akibat dari proses perpindahan panas yang secara terus menerus terjadi di Deethanizer

Reboiler (E-5606), sehingga meningkatnya energi kinetik partikel yang dilanjutkan dengan
tumbukan efektif pada reaksi redoks semakin besar, dan laju korosi pada material tube juga
semakin meningkat. Jadi, dengan beroperasinya Deethanizer Reboiler (E-5606) secara terusmenerus sebagai alat penukar panas, maka korosi di tubing-tubing alat Deethanizer Reboiler
(E-5606) tidak dapat terhindarkan. Karena material tube yang digunakan carbon steel (SA
214) yang sifatnya kurang mampu menahan korosi yang terjadi dibandingkan apabila
material tube yang digunakan adalah Stainless Steel (Muslim M. Ali, 2015).