Anda di halaman 1dari 10

Evaluasi Daya Kekuatan Berbeda dari Penambahan Dua Lensa Multifocal

Intraocular yang Berbeda


Tujuan. Untuk membandingkan penglihatan jarak dekat, dan jarak menengah dan
kualitas penglihatan, saat lensa refractive rotational multifocal intraocular dengan
3,0 dioptri atau lensa diffractive multifocal intraocular dengan 2,5 dioptri
penambahan dekat, ditanamkan.
Metode. Ditinjau 41 mata dari 41 pasien denga rotasional 3,0 dioptri IOL dan 30
mata dari 30 pasien dengan diffractive 2,5 dioptri IOL ditanamkan setelah operasi
katarak. Visus yang tidak dikoreksi dan dikoreksi, ketajaman penglihatan jarak
menengah, dekat ketajaman penglihatan dekat, dan kepuasan pasien dievaluasi 6
bulan kemudian.
Hasil. Jarak ketajaman penglihatan yang dikoreksi dan tidak dikoreksi adalah
sama antara kedua kelompok (masing-masing = 0.50 dan = 0,509.). ketajaman
penglihatan jarak menengah yang tidak dikoreksi dan dikoreksi dan tajam
penglihata dekat hasilnya baik dalam kelompok yang di implan lensa intraokular
+2,5 penglihatan dekat (masing-masing = 0.049, = 0,005, dan = 0,001) Dan
ketajaman penglihatan dekat yang tidak dikoreksi lebih baik di kelompok yang di
implan lensa intraokular +3,0 penglihatan dekat ( = 0,001). Kepuasan pasien dari
kedua kelompok adalah serupa.
Kesimpulan. Penambahan 2,5 dioptri dekat bisa menjadi pilihan yang lebih baik
pada pasien yang lebih muda dengan kebutuhan penglihatan jarak yang lebih jauh
dan penglihatan yang menengah (mengemudi, kegiatan di luar ruangan),

sedangkan + 3,0 dioptri harus dipertimbangkan untuk pasien dengan koreksi


penglihatan yang lebih dekat (membaca).
1. Pendahuluan
Multifocal lensa intraokular (IOL) dirancang untuk memperbaiki penglihatan
jarak jauh dan dekat, dan efektivitas mereka dalam mencapai ini telah ditunjukkan
sebelumnya.[1] Kebanyakan IOL multifokal desainnya adalah refraktif atau
diffractive. Berbeda dengan IOL refraktif, IOL diffractive berdiri sendiri dari
diameter pupil dan memberikan penglihatan dekat lebih baik tetapi menunjukkan
lebih banyak gangguan penglihatan malam [2]. Desain klasik dapat menyebabkan
efek samping, termasuk hilangnya sensitivitas kontras
dan ketidakpuasan pasien

[3]

, halo dan dysphotopsia,

[4, 5]

. Karena sukses dengan IOL ini membutuhkan

motivasi pasien yang tinggi, desain yang inovatif telah dikembangkan dalam
upaya untuk mengatasi efek samping.
IOL multifokal didasarkan pada prinsip optik yang menciptakan dua
potongan fokus, satu untuk penglihatan jarak jauh dan lainnya untuk penglihatan
dekat [6, 7]. AcrySof IQ ReSTOR (Alcon Laboratories, Inc., Fort Worth, TX, USA)
IOL menggabungkan zona diffractive apodized (untuk jarak jauh dan dekat atau
menengah) dan zona refraktif (untuk penglihatan jarak jauh) untuk meningkatkan
ketajaman penglihatan di beberapa jarak dan cahaya langsung untuk focal point
dekat atau jauh, sesuai dengan kondisi pencahayaan dan diameter pupil[7,

8]

ReSTOR +3,0 D dan +2,5 D multifokal IOL menyediakan penglihatan dekat,


menengah, dan jauh yang efektif, dengan ReSTOR +2,5 D IOL memiliki titik

fokus dekat yang bergeser ke arah jarak menengah dan menunjukkan silau dan
dysphotopsia yang lebih rendah [6-8].
IOL jenis baru, yang bernama multifokal Lentis Mplus LS-313 (Oculentis
GmbH), memiliki desain rotasi asimetris dengan sektoral-tertanam di dekat zona.
IOL juga membagi gambar menjadi dua potongan fokus

[9]

. Secara teoritis, lebih

sedikit efek samping optik dari IOL baru ini harus diharapkan karena tidak ada
segmen cincin di optik untuk refraksi atau difraksi dan tertanam di dekat sektor
yang mencerminkan gambar samping yang tidak diinginkan jauh dari retina [10].
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan membandingkan
hasil visual yang dicapai pada pasien, di antaranya rotasi multifokal (Lentis Mplus
MF30) dan multifokal diffractive (AcrySof ReSTOR) lensa intraokular yang
ditanamkan setelah operasi katarak. Untuk menghindari kebingungan, kelompok
AcrySof SV25TO akan dinamakan sebagai kelompok ReSTOR dan kelompok
Lentis-313 MF30 akan dinamakan sebagai kelompok Oculentis.
2. Metode
Penelitian retrospektif ini berpegang pada Deklarasi Helsinki. Informed consent
telah diperoleh dari semua pasien yang terdaftar antara Januari 2010 dan Januari
2012. Penelitian kohort terdiri dari pasien ametropic presbyopic yang memiliki
katarak atau bukan kandidat yang cocok untuk koreksi penglihatan dengan laser.
41 mata dari 41 pasien dengan rotasional +3,0 D dekat penambagan IOL yang
ditanamkan dan 30 mata dari 30 pasien yang menjalani operasi katarak
fakoemulsifikasi yang dipasang diffractive +2,5 D IOL didaftarkan ke dalam

penelitian. Pemilihan IOL tergantung pada usia dan status psikososial dan fisik
pasien. Ini berarti bahwa pada pasien yang pekerja aktif dan memiliki hobi diluar
ruangan penambahan +2,5 D lebih disukai.
Kriteria eksklusi adalah riwayat glaukoma atau ablasio retina, penyakit
kornea, pembedahan kornea, peradangan mata, penyakit neuroophthalmic,
degenerasi makula atau retinopati, dan keratometric silinder yang lebih besar dari
1,00 diopter (D). Dimasukkannya pasien amblyopia dibatasi untuk orang-orang
dengan corrected distance visual acuity (CDVA) sebsar 6/9 atau lebih baik pada
mata amblyopia dan 6/6 atau lebih baik dari mata ebelahnya.
2.1. Penilaian pasien. Semua pasien menjalani pemeriksaan pra operasi yang
diantaranya adalah autorefraksi dan tonometri (Topcon Co, Ltd), topografi kornea
(Pentacam, Oculus, Inc.), uncorrected distance visual acuity (UDVA), CDVA,
uncorrected near visual acuity (UNVA), jumlah sel endotel (mikroskop specular
SP2000P, Topcon Europe BV), biometri (IOLMaster, Carl Zeiss Meditec AG),
refraksi subjektif dan cycloplegic, evaluasi slit-lamp, dan funduskopi. Ketajaman
penglihatan diukur pada jarak penglihatan jauh dan penglihatan dekat dengan
Snellen chart dan dikonversi ke nilai logMAR. Data (axial length (AL),
kedalaman bilik mata depan, dan keratometry) dari IOLMaster digunakan untuk
perhitungan IOL. Semua mata ditargetkan untuk emmetropia. Uncorrected near
visual acuity dan corrected distance viual acuity (UDVA dan CDVA), uncorrected
intermediate visual acuity dan distance-corrected intermeiate visual acuity (UIVA
dan CIVA), uncorrrected near visual acuity dan distance-corrected near visua
acuity (UNVA dan CNVA), dan kepuasan pasien dievaluasi 6 bulan kemudian.

Jenis IOL di acak, namun kebutuhan visual dari pasien dipertimbangkan.


Kepuasan pasien dievaluasi dengan kuesioner. Pnambahan penglihatan jarak dekat
adalah +1,0 pada pasien ReSTOR, yang membutuhkan bantuan untuk membaca.
Tidak ada penglihatan dekat tambahan yang diperlukan dalam kelompok
Oculentis.
2.2. Lensa intraokular. Dua IOL yang berbeda, multifokal Lentis Mplus LS313MF30 (Oculentis GmbH) dengan +3,0 D koreksi penglihatan dekat dan
AcrySof IQ ReSTOR SV25T0 (Alcon Laboratories, Inc., Fort Worth, TX, USA)
dengan +2,5 D koreksi penglhatan dekat, digunakan .
2.3. Teknik bedah. Operasi telah dilakukan oleh dua ahli bedah (Mehmet Soyler
dan Ugur Unsal). Pupil di dilatasi dengan cyclopentolate. Oxybuprocaine 1,0%
dan tetracaine 1,0% merupakan tetes anestesi lokal yang dipakai.
Ekstraksi lensa dilakukan dengan menggunakan teknik fakoemulsifikasi
standar melalui sayatan 2,2 mm. Semua sayatan dibuat pada meridian kornea
tercuram untuk menetralisir astigmatisme kornea. Setelah fakoemulsifikasi, Mplus
IOL yang dapat dilipat dimasukkan dalam kantong kapsuler melalui sayatan
kornea berkuran 2,75 mm menggunakan Viscoject 2.2 injector (Viscoject 2.2,
Cartridge-Set LP604240M, Oculentis GmbH) atau injektor Monarch IOL
digunakan untuk menanamkan AcrySof IQ ReSTOR IOL . Operasi di mata kedua
biasanya dilakukan 1 minggu kemudian. Pasca operasi, pasien diinstruksikan
untuk memberikan 1 tetes moksifloksasin 0,5% (Vigamox) 4 kali sehari selama 2

minggu, 1 tetes deksametason 0,1% (Maxidex) 4 kali sehari selama 2 minggu, dan
1 tetes ketorolac trometamol 0,5% (Acular) 4 kali sehari selama 1 bulan.
2.4. Analisis statistik. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan software
RPenelitiano versi 0.98.501 via R language. Variabel diselidiki menggunakan
metode visual (histogram, probabilitas plot) dan metode analisis (uji
KolmogorovSmirnov / Shapiro-Wilk) untuk menentukan apakah atau tidak
mereka didistribusikan secara normal. Analisis deskriptif disajikan dengan
menggunakan mean dan standar deviasi untuk variabel yang terdistribusi secara
normal (pra operasi dan pasca operasi UDVA, CDVA, UIVA, CIVA, UNVA, dan
CNVA). Variabel menunjukkan distribusi normal (> 0,05), sehingga sebuah -test
independen digunakan untuk membandingkan variabel kontinu antar kelompok.
Sebuah nilai <0,05 dianggap signifikan secara statistik.
3. Hasil
Kelompok yang ditanam oculentis terdiri dari 41 mata dari 41 pasien. kohort
terdiri dari 20 laki-laki (48,78%) dan 21 perempuan (51,22%). Usia rata-rata
pasien pada saat operasi adalah 59,4 7,9 (20 sampai 84 tahun). Kekuatan ratarata IOL implan adalah 22,5 5,0 D (kisaran 6,0-34,5 D).
Kelompok yang diimplan ReSTOR terdiri dari 30 mata dari 30 pasien.
kohort terdiri 16 laki-laki (53,44%) dan 14 perempuan (46,66%). Usia rata-rata
pasien pada saat operasi adalah 56,4 8,3 (21-77 tahun). Kekuatan rata-rata IOL
implan adalah 22,0 4,5 D (kisaran 7,0-33,5 D).

Nilai

refraktif pra operasi dan UCVA tidak berbeda antara kedua

kelompok (masing-masing = 0,251 dan = 0,322.). Skor CDVA dan UDVA


tidak berbeda antara kedua kelompok (masing-masing = 0.50 dan = 0,509.).
Nilai UIVA, CIVA, dan CNVA pasca operasi lebih baik pada pasien
ReSTOR (masing-masing = 0.049, = 0,005, dan = 0,001), Sedangkan skor
UNVA lebih baik pada kelompok Oculentis ( = 0,001) .
Secara umum, kepuasan dari subyek dari kedua kelompok adalah serupa.
Kedua kelompok menyatakan bahwa mereka akan merekomendasikan prosedur
ini kepada orang lain dengan persentase yang tinggi (99%). Keluhan silau dan
halo adalah 9,9% pada kelompok Oculentis dan 10,4% pada kelompok ReSTOR.
Hasilnya dirangkum dalam Tabel 1.
4. Diskusi
Kebutuhan

visual pasien katarak adalah berbeda. Kebutuhan

ini

tergantung pada usia, kesibukan, status sosial budaya, dan hobi. Menemukan IOL
yang nyaman dapat menjadi tantangan pada pasien dengan harapan yang tinggi
[11]. Penelitian ini menunjukkan bahwa, untuk penglihatan monokular dan
binokular, CIVA dan UIVA secara signifikan lebih baik pada pasien dengan
multifokal IOL diffractive dengan kekuatan penambahan +2,5 D, sedangkan
UNVA lebih baik dengan penambahan +3,0 D.
Mengenai penglihatan dekat, Oculentis dalam penelitian ini memberikan
rata-rata CNVA sebesar 0.098 (logMAR), yang dalam kisaran nilai yang

dilaporkan oleh Schmickler dkk. dan Garc'a-Domene dkk. [12, 13]. Alio dkk.
melaporkan penglihata jarak dekat lebih baik dengan Oculentis dibandingkan IOL
akomodatif [14].
ReSTOR diffractive IOL dengan penambahan +2,5 hanyalah dirancang
untuk orang-orang yang lebih aktif dalam kehidupan kerja dan terutama
mengemudi dengan kemampuan untuk membaca. Orang-orang ini lebih
bergantung pada jarak dan ketajaman penglihatan menengah [15]. Di sisi lain,
jumlah koreksi ini bisa membawa kesulitan dalam penglihatan jarak dekat, yang
lebih diperlukan untuk membaca. Kami mengamati dalam penelitian kami IVA
yang lebih baik pada pasien dalam kelompok ReSTOR. Selain itu, nilai CNVA
lebih baik dengan ReSTOR. Kami mengamati tidak ada gangguan pada pasien
dengan koreksi penglihatan dekat +1,00 D. Sebuah meta-analisis mendalam
tentang IOL multifokal dilakukan oleh Cochener dkk. membandingkan literatur
tentang berbagai jenis IOL multifokal yang dipublikasikan sejak tahun 2000.
Penelitian ini menemukan mean UDVA dari semua IOL multifokal adalah 0,093
logMAR. Ketika menganalisis berbagai jenis IOL multifokal, mean UDVA adalah
0,105 logMAR untuk IOL diffractive, 0,085 logMAR untuk IOL refraktif, dan
0.067 logMAR ketika ReSTOR IOL (Alcon Laboratories, Inc.) dianalisis secara
terpisah [16].
Penelitian sebelumnya membandingkan kinerja Lentis Mplus IOL dengan
beberapa IOL multifokal yang umum digunakan. Alio dkk. membandingkan
Lentis Mplus LS-312 MF30 'dengan Acri.Lisa 366D (Zeiss) diffractive IOL.
Penglihatan menengah dan sensitivitas kontras yang lebih baik dengan Lentis

Mplus. Namun, Acri.Lisa memberikan jarak yang lebih baik dan hasil penglihatan
dekat [17]. Van der Linden dkk. membandingkan Lentis Mplus LS-312 MF30
dengan ReSTOR SN6AD1 IOL 8 (+3,0 D). Mereka menemukan bahwa IOL
mencapai penglihatan jarak jauh yang sebanding, sedangkan ReSTOR
memberikan tajam penglihatan dekat yang lebih baik [18]. ReSTOR SN6AD1
IOL memiliki tambahan dekat +3,0 D. Oleh karena itu penglihatan jarak dekat
yang lebih baik dapat diharapkan. Sebuah perbandingan yang sama dari Lentis
Mplus dan ReSTOR IOL dilakukan oleh Alfonso dkk. dan Alio dkk. Kedua
'penelitian menemukan bahwa penglihatan dekat lebih baik dengan ReSTOR IOL.
Penglihatan menengah lebih baik dengan Lentis Mplus dalam sebuah penelitian
dan tidak berbeda dari yang dengan ReSTOR IOL dalam penelitian lain [17, 19].
Keuntungan utama dari desain asimetris dari Lentis Mplus IOL
dibandingkan IOL multifokal tradisional secara rotasional simetris adalah
kehadiran hanya 1 zona transisi antara zona penglihatan jarak jauh aspheric dan
zona penglihatan dekat berbentuk sektor inferior. Teknologi ini harus dalam teori
mengurangi sumber hamburan dan penyimpangan, meminimalkan halo dan silau,
dan meningkatkan sensitivitas kontras [19].
Sepengetahuan kita, ini adalah penelitian pertama dalam literatur di mana
penambahan +2,50 dan +3,0 IOL multifokal dibandingkan. Kepuasan pasien
dalam kelompok kami adalah tinggi dan serupa. Keluhan Silau dan halo dapat
ditoleransi. Para pasien ReSTOR yang membutuhkan penambahan +1,0 untuk
penglihatan dekat adalah tidak bahagia, karena mereka melaporkan bahwa mereka
menggunakan kacamata ini hanya untuk situasi khusus seperti membaca atau

menjahit. ReSTOR IOL cukup untuk lebih rutin kegiatan dekat seperti membaca
koran atau bekerja dengan komputer. Pendapat kami adalah bahwa pilihan pasien
yang benar di sini merupakan faktor kunci untuk kebahagiaan kedua kelompok
pasien.
Kesimpulannya, kami percaya bahwa pemilihan pasien yang benar dan
keputusan IOL adalah faktor kunci dalam operasi katarak yang sukses.
Penambahan Alcon ReSTOR +2,5 bisa menjadi pilihan yang lebih baik pada
pasien yang lebih muda dengan jarak yang lebih jauh dan kebutuhan penglihatan
menengah. Namun, Oculentis bisa dipertimbangkan untuk pasien yang lebih
tertarik untuk membaca dengan gaya hidup yang lebih nonaktif. Penyelidikan
lebih lanjut untuk lensa intraokular yang ideal masih ada dan tampaknya itu akan
memakan beberapa waktu untuk menciptakan sebuah ideal.