Anda di halaman 1dari 15

UJI

PENILIKAN

RUPA

&

UJI

PEMANASAN
Makalah Praktik Analisis Jenis Tahun Ajaran 2015/2016

Oleh kelompok -1, XII-5:


Abdul Azis Murdiana
Siti Amira Septyani
Yeandri Gantrina

KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA


Pusat Pendidikan dan Pelatihan Industri
Sekolah Menengah Kejuruan SMAK
Bogor

2016

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI................................................................................................................2
PENDAHULUAN........................................................................................................3
UJI PENILIKAN RUPA.............................................................................................4
Dasar Teori.................................................................................................................4
Reaksi.........................................................................................................................4
Alat yang digunakan..................................................................................................5
Bahan yang digunakan...............................................................................................5
Bagan Kerja...............................................................................................................6
Literatur......................................................................................................................6
Hasil Pengamatan.......................................................................................................7
Pembahasan................................................................................................................7
UJI PEMANASAN......................................................................................................9
Dasar Teori.................................................................................................................9
Reaksi.........................................................................................................................9
Bagan Kerja.............................................................................................................10
Literatur....................................................................................................................10
Hasil Pengamatan.....................................................................................................11
Pembahasan..............................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................14

PENDAHULUAN
Analisis kuantitatif disebut juga analisis jenis yaitu untuk menentukan jenis
zat atau komponen bahan yang dianalisa. Mempergunakan sifat-sifat zat atau bahan,
baik sifat fisis maupun sifat kimia, untuk melakukan analisis kualitatif diperlukan
pengetahuan yang cukup mengenai sifat fisis bahan-bahan yang dianalisa.
Pengetahuan ini sangat diperlukan dalam suatu Hand Book, misalnya dalam Physical
and Chemical Data Hand Book.
Berdasarkan metodenya, analisa kualitatif dapat dikelompokkan dalam dua
kelompok. Pertama, analisis bahan berdasarkan karakterisasi fisis, yaitu penentuan
sifat fisis dan keasaman. Kedua, analisis bahan berdasarkan metode H 2S, yaitu
analisis kation dan analisis anion.
Analisis Kualitatif berdasarkan Sifat Fisis Bahan
Sebelum melakukan penentuan sifat fisis berupa penentuan titik leleh dan
bentuk Kristal untuk sampel padat dan penentuan titik didih dan indeks bias untuk
sampel cair, dilakukan terlebih dahulu analisis pendahuluan. Untuk sampel padat
analisis pendahuluan meliputi: warna, bau, bentuk, kelarutan, pemanasan dalam
tabung uji serta tes nyala. Sedangkan untuk sampel cair analisis pendahuluan
meliputi: warna, bau, kelarutan serta keasaman.
1.
2.
3.
4.
5.

Analisis Pendahuluan
Tes Kelarutan
Tes Keasaman Larutan
Pemanasan Zat pada Pipa Pijar
Tes Nyala

UJI PENILIKAN RUPA


Dasar Teori
Uji penilikan rupa pada sampel dilakukan melalui pengamatan zat, warna, bau
khas, kelarutan pelarut dalam air dan HCl. Dengan melakukan analisis penilikan rupa,
dapat diketahui jenis senyawa yang dianalisis terhadap warna sampel serta tingkat
kelarutannya dalam air atau asam kuat encer.

Reaksi
1. CuSO4 . 5 H2O CuSO4 + H2O
CuSO4 + H2O Cu(OH)2 + H2SO4
CuSO4 . 5H2O + 2HCl CuSO4 + H2SO4 + 5H2O
2. K2CrO4 + H2O larut
K2CrO4 + 4HCl CrCl2 + 2KCl + 2H2O
3. K2Cr2O7 + 2H2O H2Cr2O7 + 2KOH
K2Cr2O7 + 2HCl H2Cr2O7 + 2KCl
4. KMnO4 + H2O larut
2KMnO4 + 8HCl 2MnO2 + 2KCl + 4H2O + 3Cl2
5. NiSO4 . 7H2O NiSO4 + 7H2O
NiSO4 + 2H2O Ni(OH)2 + H2SO4
NiSO4 . 7H2O + 2HCl NiCl2 + H2SO4 + 7H2O
6. FeSO4 . 7H2O FeSO4 + 7H2O
FeSO4 + 2H2O Fe(OH)2 + H2SO4
FeSO4 . 7H2O + 2HCl FeCl2 + H2SO4 + 7H2O

7. NH4Cl + H2O larut


NH4Cl + HCl tidak bereaksi
8. FeCl3 . 6H2O FeCl3 + 6H2O
FeCl3 + 3H2O Fe(OH)3 + 3HCl
FeCl3 + HCl tidak bereaksi
9. CrCl3 . 9H2O CrCl3 + 9H2O
CrCl3 + 3H2O Cr(OH)3 + 3HCl
CrCl3 + HCl tidak bereaksi
10. CoCl2 . 6H2O CoCl2 + 6H2O
CoCl2 + 2H2O Co(OH)2 + 2HCl
CoCl2 + HCl tidak bereaksi

Alat yang digunakan


1.
2.
3.
4.

Tabung reaksi
Pipet tetes
Rak tabung
Labu semprot plastik

Bahan yang digunakan


1. CuSO4 . 5H2O
2. K2CrO4
3. K2Cr2O7
4. KMnO4
5. FeSO4 . 7H2O
6. NiSO4 . 7H2O
7. FeCl3 . 6H2O
8. CrCl3 . 9H2O
9. CoCl3 . 6H2O
10. NH4Cl

Bagan Kerja

Literatur

No

Sampel

Warna Hablur

Warna dalam Air

.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

CuSO4.5H2O
NiSO4.7H2O
FeSO4.7H2O
KMnO4
K2Cr2O7
K2CrO4
NH4Cl
CrCl3.9H2O
CoCl2.6H2O
FeCl3.6H2O

Biru
Hijau toska
Hijau
Ungu kehitaman mengkilap
Sindur
Kuning
Putih
Hijau
Merah muda
Sindur

Biru
Hijau toska
Hijau
Ungu
Sindur
Kuning
Tidak berwarna
Hijau
Merah muda
Sindur

Hasil Pengamatan

Pembahasan
Rupa dari zat harus diperhatikan dengan cermat. Jika perlu dipakai lensa atau
mikroskop. Zat tersebut dapat berupa Kristal atau amorf, bersifat magnetis, atau
memiliki bau serta warna zat yang khas. Warna larutan yang diperoleh ketika zat
dilarutkan dalam air atau asam kuat encer memberi keterangan tentang zat tersebut.
Zat tersebut harus dihancurkan menjadi bubuk halus sehingga mudah diamati.
Beberapa senyawa yang terdapat dialam, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Merah= Pb2O4, HgO, HgCl2, HgS, As2S3, dll


Ungu kemerahan= MnO4- dalam tawas krom
Merah jingga= Cr2O72Merah jambu= garam-garam dari Mn dan Co berhidrat
Kuning= CdS, SnS2, PbI2, K4[Fe(CN)6]. 3H2O
Biru= garam Co anhidrat, terusi
Hijau= FeSO4. 7H2O, Cr2O3, Cr(OH)3, dll
Hitam= PbS, CuS, CuO, HgS, MgO2, dll
Coklat= PbO2, Fe3O4, SnS, Ag3AsO4, CdO, dll
Beberapa garam sulfat dapat larut dalam air dan asam kuat encer, namun

sebagian lain seperti Hg, Br, Cr tidak dapat larut dalam air tapi larut dalammasam
kuat encer. Adapula senyawa yang tidak larut baik menggunakan air maupun asam,
yaitu karbon.

UJI PEMANASAN
Dasar Teori
Uji pemanasan merupakan analisis pendahuluan dengan memasukkan sedikit
ke sampel hablur ke dalam tabung reaksi atau pipa kapiler yang kemudian dipanaskan
diatas nyala api teklu.

Reaksi
1. CuSO4 . 5H2O

CuSO4 + 5H2O

2. ZnSO4 . 7H2O

ZnO + SO3 + 7H2O

3. CoCl2 (s)

CoCl2 (g)

4. KCl padat

KCl meleleh

5. CaCl2 . 9H2O

CaCl2 . 9H2O

6. C6H8O7(s)

9C + 8H2O + 3CO2

7. NH4Cl

NH3 + HCl

8. Na2CO3

Na2O + CO2

9. FeSO4 . 7H2O

FeSO4 . 7H2O

Alat yang digunakan


1.
2.
3.
4.

Teklu
Pipa kaca
Sudip
Gegep kayu

Bahan yang digunakan


1.
2.
3.
4.
5.

CuSO4 . 5H2O
ZnSO4 . 7H2O
CoCl2
KCl
CaCl2 . 9H2O
10

6.
7.
8.
9.

Asam sitrat
NH4Cl
Na2CO3
FeSO4 . 7H2O

Bagan Kerja

Diamati perubahan yang terjadi

Literatur
No.

Sampel

Literatur

1.

CuSO4 . 5H2O

Perubahan warna dan mengurai

2.

FeSO4 . 7H2O

Perubahan warna dan mengurai

3.

CaCl2 . 6H2O

Mencair dan mengurai tanpa perubahan warna

4.

MgSO4 . 7H2O

Mencair dan mengurai tanpa perubahan warna

5.

KOH

Mencair tanpa mengurai

6.

HgCl2

Menyublim, berwarna putih

7.

As2S3

Menyublim, berwarna kuning

8.

ZnSO4

Menyublim

9.

NH4Cl

Membebaskan gas berwarna putih dan berbau

10.

Na2CO3

Membebaskan gas tidak berwarna dan tidak

11

berbau
11.

Na2SO4

Membebaskan gas berwarna putih

Hasil Pengamatan

Pembahasan
Pemeriksaan pendahuluan didasarkan pada pemeriksaan sifat-sifat fisik
ataupun sifat kimia. Saat pemanasan sebaiknya sampel yang diuji diambil
secukupnya, sehingga tidak ada serbuk yang melekat pada dinding tabung.
12

Dipanaskannya pun harus berhati-hati, tabung harus dipegang dalam kedudukan yang
hamper horizontal. Suhu dapat dinaikkan secara berangsur-angsur dan diamati setiap
perubahan yang terjadi.
Berdasarkan sifatnya saat dipanaskan, zat terbagi dalam dua golongan besar
yaitu:
1. Zat-zat yang bentuknya berubah tetapi tidak terurai
2. Zat-zat yang terurai
Gejala-gejala yang dapat dilihat adalah:
1. Perubahan warna
Contoh garam-garam tembaga dan besi bila dipanaskan pada panas yang
cukup tinggi akan memecah dan membentuk oksida-oksida yang warnanya
coklat atau hitam. Dan juga garam-garam berhidrat akan berubah warna
karena air hablurnya lepas. Banyaknya zat yang berubah warna apabila
dipanaskan hingga sukar sekali menentukan inti yang memuaskan.
Contoh: CuSO4 . 5H2O
2. Mencair
Perubahan dari fase padat ke cair yang disertai maupun tanpa disertai
perubahan.
Contoh: KCl dan asam sitrat
Dalam hadil pengamatan didapatkan hasil bahwa KCl tidak terjadi perubahan
sama sekali, dikarenakan titik didih KCl yang tinggi. Sehingga jika KCl
meleleh diperlukan suhu yang lebih tinggi lagi.
3. Menyublim
Merupakan perubahan fase dari padat ke gas.
Contoh: ZnSO4. 7H2O
4. Membebaskan gas / uap air
Terjadi penguraian terhadap zat-zat yang dipanaskan mengeluarkan gas-gas
tertentu atau uap, seperti:
Gas tidak berwarna dan tidak berbau: CO2
Gas tidak berwarna tapi berbau: NH3, H2S

13

Gas berwarna dan berbau: I2, NO2

14

DAFTAR PUSTAKA
Sauri, Sofyan dan Farid Hardiana. 2015. Analisis Jenis. Bogor: SMK-SMAK Bogor.
Svelha. G. (Setiono dan Pudjaatmika, alih bahasa). 1985. Vogel Analisis Anorganik
Kualitatif Makro dan Semimakro edisi ke Lima Jilid II.Jakarta: PT Kalman Media
Pustaka.

15