Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN AMBULATOIR

INDO LIVESTOCK 2016


Jumat, 29 Juli 2016

Efficacy of A Mycotoxin Deactivator to Ameliorate The Toxicity of


A Combination of Mycotoxins
Radka Borutova, DVM, PhD
(Bussines Development Manager, Nutriad International, Belgium)

Disusun oleh;
Citra Ayu Lestari

B94154205

Dosen Penanggung Jawab:


Prof Drh Bambang Pontjo Priosoeryanto, MS, PhD, APVet

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER HEWAN


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2016

Mycotoxin Deactivator to Ameliorate The Toxicity of A Combination


of Mycotoxins
Radka Borutova, DVM, PhD
(Bussines Development Manager, Nutriad International, Belgium)

Mikotoksin adalah produk metabolik sekunder dari cendawan (fungus)


yang sangat toksik. Mikotoksin umumnya dihasilkan oleh spesies Fusarium,
Aspergillus, dan Penicillium dan ditemukan pada bahan pakan seperti biji-bijian.
Mikotoksin dapat menyebabkan efek toksik yang berbeda-beda pada hewan
yang

disebut

mikotoksikosis.

Efek

mikotoksin

bervariasi,

dari

immune

suppression, efek estrogenik atau efek neurotoksik, bahkan kematian pada


kasus yang berat.
Sensitivitas terhadap mikotoksin berbeda pada setiap spesies unggas.
Sensitivitas unggas terhadap efek mikotoksin dipengaruhi faktor-faktor, seperti
faktor mikotoksin (jenis mikotoksin yang dikonsumsi, tingkat dan durasi asupan),
faktor hewan (jenis kelamin, umur, jenis unggas, status kesehatan, status imun,
status nutrisi), dan faktor lingkungan (manajemen kandang, kebersihan, suhu,
kelembaban).
Mikotoksikosis pada unggas dianggap sebagai salah satu masalah
penting dalam industri perunggasan. Pakan yang terkontaminasi mikotoksin
dapat menyebabkan sel-sel epitel usus rusak akibat aktivitas mikotoksin.
Keadaan tersebut dapat menyebabkan kerugian yang besar, tidak hanya dari sisi
produktivitas, tetapi juga sebagai agen imunosupresif yang meningkatkan
kerentanan unggas terhadap penyakit dan kematian.
Salah satu jenis mikotoksin yang sering ditemukan adalah jenis
deoxynivalenol (DON) atau toksin T-2 (trichothecene) dapat memengaruhi sel
yang aktif membelah diri seperti pada sel-sel epitel yang melapisi saluran
pencernaan. Saluran pencernaan sangat sensitif terhadap trichothecene yang
menginduksi apoptosis, terutama pada mukosa lambung, epitel granular
lambung, dan sel epitel kripta usus (Hazel dan Patel 2004).
Antonissen

et

al.

(2012)

mengemukakan

bahwa

pakan

yang

terkontaminasi deoxynivalenol (DON) dalam konsentrasi rendah (tingkat

kontaminasi maksimal 5 ppm untuk broiler) merupakan faktor predisposisi untuk


enteritis nekrotik (NE). Studi oleh Girgis et al. (2010) melaporkan bahwa
kombinasi DON, zearalenon (ZEN), dan fumonisins dapat mengganggu induksi
respon imun terhadap Eimeria. Selain itu, kontaminasi mikotoksin pada pakan
broiler dapat menurunkan efektivitas pengobatan anti-koksidia dengan lasalocid
(Oswald et al. 2005).
Kekebalan yang diperoleh melalui vaksinasi juga dapat terganggu oleh
keberadaan mikotoksin. Rocha et al. (2005) menyebutkan bahwa mikotoksikosis
mungkin menjadi penyebab kegagalan vaksinasi terhadap virus Avian Influenza.
Mikotoksin yang menginduksi imunosupresi dapat berupa supresi aktivitas sel
limfosit T atau sel limfosit B serta gangguan fungsi makrofag atau neutrofil
(Shivachandra et al. 2003).
Mikotoksin mengurangi level antibodi setelah infeksi atau vaksinasi serta
mengurangi aktivitas sel fagosit. Imunosupresi akibat mikotoksin dapat
menurunkan resistensi terhadap penyakit, reaktivasi infeksi kronis, serta
menurunkan efikasi vaksin (Somvanshi dan Mohanty 1991). Kehadiran
mikotoksin dalam pakan unggas dapat menyebabkan gangguan terhadap
kekebalan dari vaksin serta peningkatan terjadinya penyakit seperti penyakit
bursal menular virus (IBDV) atau adenovirus (Varga dan Vnyi 1992; Wu dan
Munkvold 2008).
Bahan imbuhan pakan (Feed additive) dengan efek anti-mikotoksik
selektif yang diaktifkan di dalam tubuh hewan dapat dijadikan solusi untuk
mikotoksikosis pada semua hewan. Produk Toxy-Nil dan Unike Plus
merupakan produk yang bekerja sebagai mycotoxin deactivator yang diproduksi
oleh Nutriad, menggunakan bahan aktif bentonit yang berpotensi mengurangi
kontaminasi mikotoksin pada pakan unggas, babi dan ruminansia yang dianggap
telah memenuhi persyaratan yang ketat dari European Commission. Produk
tersebut memiliki sifat mengikat mikotoksin, stabil pada tingkat pH yang berbeda,
termostabil pada kondisi pelet, efektif pada konsentrasi rendah, serta memiliki
aktivitas terbatas terhadap pengikatan vitamin, mikro dan makro-nutrisi dan
dalam pakan.
Produk Toxy-Nil berfokus pada inaktivasi mikotoksin dengan cara
mengikat dan menonaktifkan mikotoksin. Adapun Unike Plus bekerja dengan

cara mengikat dan menginaktivasi mikotoksin serta mengurangi efek merugikan


dari mikotoksin pada hewan dengan perlindungan organ, stimulasi sistem
kekebalan tubuh, dan antioksidan.
Secara alami, bakteri, khamir, dan protozoa dalam saluran pencernaan
memiliki kemampuan untuk melakukan inaktivasi mikotoksin menjadi metabolit
tidak toksik atau kurang toksik. Mycotoxin deactivator tersebut mendukung
inaktivasi mikotoksin alami, sehingga dapat bekerja bersama untuk memberikan
pertahanan terhadap berbagai mikotoksin dalam saluran pencernaan.

Referensi
Girgis G, Barta J, Brash M, Smith T. 2010. Morphologic changes in the intestine
of broiler breeder pullets fed diets naturally contaminated with fusarium
mycotoxins with or without coccidial challenge. Journal of Avian Diseases.
54: 6773.
Hazel CM dan Patel S. 2004. Influence of processing on trichothecene levels.
Toxicology. 153: 5159.
Hegazy AM, Abdallah FM, Abd-El Samie LK, Nazim AA. 2011. The relation
between some immunosuppressive agents and widespread nature of
highly pathogenic avian influenza (HPAI) post vaccination. Journal of
American Science. 7(9).
Oswald IP, Marin DE, Bouhet S, Pinton P, Taranu I, Accensi F. 2005.
Immunotoxicological risk of mycotoxins for domestic animals. Journal of
Food Additives and Contaminants. 22: 354360.
Rocha O, Ansari K, Doohan FM. 2005. Effects of trichothecene mycotoxins on
eukaryotic cells. Journal of Food Additives and Contaminants. 22: 369
378.
Shivachandra SB, Sah RL, Singh SD, Kataria JM, Manimaran K. 2003.
Immunosuppression in broiler chicks fed aflatoxin and inoculated with fowl
adenovirus

serotype-4

(FAV-4)

associated

with

syndrome. Journal of Veterinary Research. 27: 3951.

hydropericardium

Somvanshi R,

Mohanty GC. 1991. Pathological studies on aflatoxicosis,

infectious bursal disease and their interactions in chickens. Indian Journal


of Veterinary Pathology. 15: 1016.
Varga I, Vnyi A. 1992. Interaction of T-2 fusariotoxin with anticoccidial efficacy of
lasalocid in chickens. International Journal of Parasitology. 22: 523525.
Wu F, Munkvold GP. 2008. Mycotoxins in ethanol co-products: modeling
economic impacts on the livestock industry and management strategies.
Journal of Agricultural and Food Chemistry. 56: 3900-3911.