Anda di halaman 1dari 8

TUGAS PKN

ASAS DAN STELSEL


KEWARGANEGARAAN

Disusun Oleh :

DEA RAHMA WAHIDA


Kelas : X MM

SMK PEMDES UJUNGBATU


KABUPATEN ROKAN HULU
TAHUN PELAJARAN 2016

ASAS DAN STELSEL KEWARGANEGARAAN

Merupakan

hak

setiap

negara

untuk

menentukan siapa saja yang dapat menjadi


warga negaranya. Penentuan kewarganegaraan
hampir tidak ada batasan, sekalipun demikian
suatu negara harus menghormati prinsip-prinsip
hukum internasional tentang kewarganegaraan.
Prinsip tersebut menyatakan bahwa :
1.

Suatu negara berhak menetukan siapa

dapat memperoleh kewarganegaraan dan


siapa

yang

dapat

kehilangan

kewarganegaraan
2.
Suatunegara tidak dapat mencampuri
peruaturan kewarganegaraan lain.
3.
Seseorang dianggap menajdi anggota
suatu negara (kewarganegaraan) harus ada
ikatan tertentu

A. Asas kewarganegaraan

Asas kewarganegaraan yaitu dasar bagi


suatu negara induk untuk menentukan siapa
yang menjadi warga negara.
Ada dua asas menentukan kewarganegaraan
yaitu :
1.
Asas lus Soli
Asas lus Soli adalah asas yang menetapkan
status kewarganegaraan seseorang menurut
wilayah negara tempat dilahirkan
2.
Asas lus Sanguinis
Asas sanginis adalah asas yang menetapkan
stautus

kewarganegaraan

seseorang

berdasarkan kewarganegaraan orang tuanya


tanpa memandang dimana dia dilahirkan
Kondisi

status

bipatride

tidak

dapat

dihindari, misalnya warga negara indonesia


yang lahir di negara berdasarkan lus soli, orang
tuanya menyatakan mempertahankan status
kewarganegaraan

anak

tersebut

sehingga

sampai usia 18 tahun atau sudah menikah anak

tersebut

dapat

memiliki

kewarganegaraan

ganda.
B. Stelsel Kewarganegaraan
Ada dua stelsel yaitu :
a.Stelsel aktif
Yaitu stelsel untuk menjadi warga suatu
negara

seseorang

harus

melakukan

tindakan-tindakan hukum secara aktif


b.
Stelsel Pasif
Yaitu seseorang dengan sendirinya dianggap
sebagai warga negara tanpa melakukan
suatu tidakan hukum

C. Masalah Kewarganegaraan
Masalah kewarganegaraan terjadi apabila dua
negara menganut asas kewarganegaraan yang
berbeda. Perbedaan penerapan asas tersebut
kemungkinan

akan

menimbulkan

kewarganegaraan yaitu :
a.Dwikewarganegaraan (bipatride)

masalah

Bipatride

terjadi

apabila

seorang

warga

negara suatu negara yang menganut asas


lus sanguinis melahirkan anak di negara
yang menganut lus soli
b.
Tidak
mempunyai
(apatride)
Apatride
warganegara

terjadi
dari

kewarganegaraan
apabila

suatu

seorang

negara

yang

menganut asas lus soli melahirkan anak di


negara yang menganuat lus sanguinis
c.Multipatride
Multipatride terjadi jika seorang
berkewarganegaraan

menikah

pria

dengan

seseorang wanita yang berwarganegaraan


B, negara A dan Negara B menganut lus
Sanguinis. Lalu mereka pindah ke negara C
yang menganut lus soli dan melahirkan
disana maka anak tersebut akan memiliki 3
kewarganegaraan.

D.

Pengertian

(Naturalisasi)

Pewarganegaraan

Walaupun tidak dapat memenuhi prinsip lus


sanguinis

dan

memperoleh

lus

soli,

orang

kewarganegaraan

dapat

juga

dengan

jalan

pewarganegaraan atau naturalisasi


Di

Indonesia

syarat-syarat

dan

prosedur

pewarganegaraan ini diatur dalam Undangundang

No.

62

tahun

1958

tentang

kewarganegaraan Republik Indonesia, bawha


yang memperoleh kewarganegaraan Republik
Indonesia yaitu :
1.

Mereka Warga negara menurut undang-

undang/peraturan/perjanjian yang terlebih


dahulu telah berlaku (berlaku surut)
2.
Kelahiran asas (lus soli)
3.
Adopsi
melalui
pengadilan

negeri

(menyakut anak asing di bawah 5 tahun)


4.
Anak-anak di luar perkawinan dari
seorang wanita indonesia
5.
Pewarganegaraan (Naturalisasi)
6.
Setiap orang asing kawin dengan
seorang laki-laki Indonesia

7.

Anak-anak

yang

belum

berumur

18

tahun atau belum kawin mengikuti ayah


atau ibunya (asas lus sanguinis)
8.
Anak asing dan tidak mempunyai
hubungan hukum dengan ayah dan ibunya
yang orang asing itu dapat menjadi warga
negara Republik Indonesia setelah berumur
21

tahun

atau

sudah

menikah

melalui

pernyataan.
Naturalisasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
1.
Naturalisasi biasa
Warga asing yang
permohonan

dengan

akan

mengajukan

inaturalisasi

biasa

harus memenuhi persyaratan berikut :


a.Telah berusia 21 tahun
b. Lahir di wilayah Republik Indonesia atau
bertempat tinggal paling akhir 5 tahun
berturut-turut

atau

10

tahun

tidak

berturut-turut
c.Apabila ia seorang pria sudah kawin maka
ia

perlu

istrinya

mendapat

persetujuan

dari

d. Dapat

berbahasa

mempunyai

Indonesia

pengetahuan

dan
sejarah

Indonesia serta tidak pernah dihukum


karena

melakukan

kejahatan

merugikan negara republik Indonesia


e.Dalam keadaan sehat jasmania

dan
dan

rohaniah
f. Bersedia membayar kepada kas negara
sejumlah uang antara Rp. 500,00 sampai
Rp. 1.000,00 tergantung penghasilan tetap
g. Mempunyai penghasilan tetap
h. Tidak empunyai kewarganegaraan yang
lain