Anda di halaman 1dari 61

LAPORAN MAGANG

MEKANISME PENGHAPUSAN KENDARAAN OPERASIONAL


DINAS BANGUNAN GEDUNG DAN ASET DAERAH
KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015

Disusun untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Ahli Madya

Dosen pembimbing :
1. Anisa Nurpita, SE., M.Ec. Dev
2. Ir. Dwi Ariyani H, MPA

Oleh:
Ciciek Adhias Putri
13/344584/SV/03099

PROGRAM STUDI EKONOMIKA TERAPAN


DEPARTEMEN EKONOMIKA DAN BISNIS
SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2016

HALAMAN PERSETUJUAN

Nama

: Ciciek Adhias Putri

NIM

: 13/344584/SV/03099

Program Studi

: Ekonomika Terapan

Judul

: Mekanisme penghapusan kendaraan operasional Dinas


Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta
tahun 2015

Tempat Magang

: Kantor Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah


Kota Yogyakarta

Menyetujui
Dosen Pembimbing Magang

Dosen Pembimbing Lapangan

Anisa Nurpita, SE., M.Ec. Dev

Ir. Dwi Ariyani H, MPA

Mengetahui
Ketua Program Studi Ekonomika Terapan

Dra. Wahyu Hidayati, M.Si

ii

UNIVERSITAS GADJAH MADA


DEPARTEMEN EKONOMIKA DAN BISNIS, SEKOLAH VOKASI
PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN PELAKSANAAN MAGANG

Dengan ini saya menyatakan bahwa laporan pelaksanaan magang dengan judul:
Mekanisme Penghapusan Kendaraan Operasional
Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta tahun 2015
adalah hasil karya saya pribadi.
Dengan ini saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa tidak terdapat
keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara
menyalin atau meniru dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol yang
menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain, yang saya
akui seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau
keseluruhan tulisan yang saya salin, tiru, atau yang saya ambil dari penulis
aslinya.
Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak, dengan
ini saya menyatakan menarik laporan magang yang terbukti bahwa saya ternyata
melakukan tindakan menyalin atau meniru tulisan orang lain yang seolah-olah
adalah hasil pemikiran saya sendiri, berarti saya bersedia untuk melepaskan
semua hak yang telah diberikan oleh Univeritas Gadjah Mada.
Yogyakarta, Februari 2016
Pembuat pernyataan

Ciciek Adhias Putri


Mengetahui:
Dosen Pembimbing Magang

Ketua Prodi Ekonomika Terapan

Anisa Nurpita, SE., M.Ec. Dev

Dra. Wahyu Hidayati, M.Si

iii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah,
dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan laporan kegiatan magang pada
Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta. Laporan magang ini
disusun untuk memperoleh gelar Ahli Madya Program Studi Ekonomika Terapan
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada. Dalam penyusunan laporan ini,
tentunya tidak lepas dari bantuan, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak
sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan sebaik mungkin. Oleh karena itu,
dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Dra. Wahyu Hidayati, M.Si., selaku Ketua Program Studi Ekonomika
Terapan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada.
2. Ibu Anisa Nurpita, SE., M.Ec. Dev, selaku dosen pembimbing magang
yang selalu bersedia untuk meluangkan waktu untuk berdiskusi dan
memberikan masukan atas segala ilmu pengetahuan yang diberikan
sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik.
3. Ibu Ir. Dwi Ariyani H, MPA, selaku dosen pembimbing lapangan yang
senantiasa bersedia membantu segala sesuatu yang berhubungan dengan
perpindahan

tempat

maupun

informasi

yang

dibutuhkan

untuk

menyelesaikan laporan ini.


4. Bapak Drs. Andhy Sasongko Budi Santoso, selaku Kepala Bidang
Inventarisasi Barang Daerah yang telah memberikan kesempatan untuk
mengetahui dan belajar secara langsung mengenai proses inventarisasi dan
proses penghapusan sampai kegiatan lelang terlaksana.

iv

5. Bapak Agus Tri Haryono, S.T., M.T, selaku Kepala Bidang Bangunan
Gedung dan Perlengkapan yang telah memberikan kesempatan untuk
meyerap ilmu yang diperoleh dari setiap kegiatan yang berhubungan
dengan kegiatan pembangunan dan rehabilitasi bangunan dari berbagai
pekerjaan di lingkungan pemerintah kota Yogyakarta.
6. Ibu Irma, selaku staf bidang Bangunan Gedung dan Perlengkapan yang
senantiasa bersedia meluangkan waktu dan tenaganya untuk memberikan
ilmunya tentang bagaimana cara membuat dokumen yang berkaitan
dengan pembangunan bangunan gedung di kota Yogyakarta.
7. Seluruh pegawai di Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota
Yogyakarta, khususnya di Bidang Inventarisasi Barang Daerah dan Bidang
Bangunan Gedung & Perlengkapan yang bersedia memberikan ilmu dan
pengalaman yang sangat berharga sebagai aplikasi ilmu yang telah
diperoleh di bangku kuliah.
8. Bapak Agus Sudarmadi dan Ibu Budhi Sri Hartatik selaku kedua orang tua
saya yang selalu bekerja keras, mendukung, dan mendoakan saya untuk
keberhasilan dan kesuksesan baik dunia dan akhirat, Amin.
9. Kepada semua dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis yang telah
mendidik dan membagi ilmunya yang InsyaAllah akan berguna untuk
kedepannya.
10. Teman-teman seperjuangan di tempat magang yang saling mendukung,
menyemangati, dan memberi bantuan satu sama lain.

11. Teman-teman seangkatan konsentrasi Penilaian Properti yang telah


menjadi keluarga baru yang saling membatu dan mendukung.
12. Teman-teman seluruh angkatan dan Program Studi di Departemen
Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada yang
saling memberikan manfaat satu sama lain serta sukses untuk kita semua.
13. Pihak-pihak lainnya yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu.
Terimakasih atas segala bantuan yang diberikan baik secara langsung
maupun tidak langsung sehingga penulis menyelesaikan laporan magang
ini.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa laporan magang ini tidak terlepas dari
segala kekurangan yang ada. Oleh karena itu, penulis memohon maaf dan
mengharapkan segala bentuk kritik dan saran yang membangun untuk
penyempurnaan penulisan ke depannya. Semoga laporan magang ini dapat
bermanfaat bagi pengembangan ilmu kedepannya dan para pembacanya.

Yogyakarta, Februari 2016

Ciciek Adhias Putri

vi

DAFTAR ISI

LAPORAN MAGANG ............................................................................................ i


HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................................ ii
PERNYATAAN KEASLIAN LAPORAN PELAKSANAAN MAGANG .......... iii
KATA PENGANTAR ........................................................................................... iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL .................................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR .............................................................................................. x
DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... xi
DAFTAR ISTILAH .............................................................................................. xii
INTISARI............................................................................................................. xiii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1

Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2

Rumusan Masalah .................................................................................... 3

1.3

Tujuan Magang......................................................................................... 3

1.4

Manfaat Magang....................................................................................... 3

BAB II GAMBARAN UMUM............................................................................... 5


2.1

Profil DBGAD .......................................................................................... 5

2.2

Visi dan Misi ............................................................................................ 5

2.3

Tugas dan Fungsi DBGAD ...................................................................... 6

2.4

Fungsi Organisasi ..................................................................................... 7

2.5

Struktur dan Badan Organisasi ............................................................... 24

BAB III PELAKSANAAN MAGANG ................................................................ 26


3.1

Waktu Kegiatan Magang ........................................................................ 26

3.2

Lokasi Kegiatan Magang........................................................................ 26

3.3

Bentuk Kegiatan Magang ....................................................................... 27

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ........................................................ 30


4.1

Analisis Deskriptif .................................................................................. 30

4.2

Pembahasan ............................................................................................ 30

4.2.1

Dasar penghapusan.......................................................................... 30

4.2.2

Objek penghapusan ......................................................................... 31

4.2.3

Tugas dan Susunan Personalia Panitia penghapusan ...................... 32

4.2.4

Dasar Hukum .................................................................................. 33

vii

4.2.5

Mekanisme Penghapusan ................................................................ 34

4.2.6

Pelaksanaan penghapusan Barang Milik Daerah ............................ 35

4.2.7

Hasil Pelelangan .............................................................................. 36

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................ 37


5.1

Kesimpulan ............................................................................................. 37

5.2

Saran ....................................................................................................... 38

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 40


LAMPIRAN .......................................................................................................... 41

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 4. 1 Objek Pengahapusan Kendaraan Operasional Dinas Kota Yogyakarta ........... 31


Tabel 4. 2 Panitia Penghapusan Kendaraan Operasional Dinas Kota Yogyakarta ............ 33

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota
Yogyakarta ....................................................................................... 25
Gambar 3.1 Peta Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah .............................. 26

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. 1 Kendaraan Bermotor Yang Dihapus Tahun 2015 ......................... 42


Lampiran 1. 2 Berita Acara Penetapan Harga Limit Kendaraan .......................... 43
Lampiran 1. 3 Surat Keputusan Walikota Yogyakarta No 63 Tahun 2015 .......... 44
Lampiran 1. 4 Surat Permohonan Lelang Kendaraan Bermotor ........................... 45
Lampiran 1. 5 Surat Penetapan Jadwal Lelang ..................................................... 46
Lampiran 1. 6 Bahan Jumpa Pers Lelang Kendaraan ........................................... 47
Lampiran 1. 7 Surat Hasil Laporan Pelaksanaan Lelang Kendaraan .................... 48

xi

DAFTAR ISTILAH

BMD
Dalbang
DBGAD
DED
DPDPK
HPS
KAK
KPKNL
MK
Musrembang
PIH
RAB
RKBMD
RKS
RPP
SIMBADA
SKPD
SPK
TAP
ULP

: Barang Milik Daerah


: Pengendalian Bangunan
: Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah
: Detail engineering Design
: Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuanga
: Harga Perkiraan Sendiri
: Kerangka Acuan Kegiatan
: Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
: Manajemen Konstruksi
: Musyawaran Perencanaan Pembangunan
: Pasar Ikan Higienis
: Rencana Anggaran Biaya
: Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah
: Rencana Kerja dan Syarat-Syarat
: Rencana Pelaksanaan Pengadaan
: Sistem Infoemasi Manajemen Barang Daerah
: Satuan Kerja Perangkat Daerah
: Surat Perintah Kerja
: Tidak Ada Penawar
: Unit Layanan Pengadaan

xii

INTISARI

Penghapusan merupakan salah satu tahapan dalam pengelolaan Barang Milik


Daerah (BMD). Dalam laporan ini dijelaskan mengenai mekanisme penghapusan
BMD khususnya kendaraan operasional dinas Kota Yogyakarta. Keadaan secara
fisik kurang baik dan secara ekonomis masa pemkaaiaan sudah habis menjadi
faktor dilakukannya kegiatan penghapusan. Mekanisme penghapusan BMD sering
kali dipandang rumit dan memakan waktu lama. Namun dalam laporan ini
dijelaskan bahwa pemerintah Kota Yogyakarta khususnya di Dinas Bangunan
Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) menggunakan dasar hukum Permendagri No
17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah.
Kegitan penghapusan dilakukan dengan cara penjualan atau lelang yang
dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).
Hasil dari kegiatan lelang sebesar 333.438.000,- (Tiga ratus tiga puluh tiga juta
empat ratus tiga puluh delapan ribu rupiah) dan sepenuhnya masuk ke kas daerah
Kota Yogyakarta.
Kata kunci: mekanisme, penghapusan, Barang Milik Daerah.

xiii

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi saat ini,
peralatan

sebagai

sarana

pendukung

sangat

penting

dalam

proses

penyelenggaraan kegiatan administrasi kantor pemerintahan daerah. Ditinjau


dari sudut perkembangan teknologi di berbagai bidang yang saat ini sangat
pesat, sehingga pemerintah diharapakan dapat mengelola aset dengan sebaikbaiknya di berbagai bidang khususnya pada penataan aset atau barang di
instansi masing-masing.
Di samping penggunaan teknologi untuk penataan aset pemerintah, di
tambah semakin meningkatnya volume dan jenis kegiatan maka diperlukan
sistem tata tertib administrasi yang baik agar dapat berjalan secara efektif dan
efisien. Dalam meningkatkan tata tertib administrasi, maka perlu dibuat suatu
aturan dalam pemerintahan yang berkaitan dengan penertiban administrasi
dan juga penataan aset yang baik dalam struktur pemerintahan, baik pusat
maupun daerah.
Pengelolaan aset atau barang milik daerah sebagaimana dimaksud
dalam pasal 1 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang
Pengelolaan

Barang

Milik

Daerah,

bukan

semata

hanya

masalah

administratif, tetapi lebih menekankan pengelolaan barang milik daerah yang


harus mengedepankan prinsip-prinsip peningkatan efisiensi dan keefektifan
serta menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, pengelolaan barang milik
daerah harus dilaksanakan atas dasar asas fungsional, kepastian hukum,

transparansi, efisiensi, akuntabel dan kepastian nilai. Pengelolaan aset yang


tidak berjalan dengan baik, akan memberi dampak pada melemahnya
pencapaian PAD serta kinerja laporan keuangan daerah. Secara umum
terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi hampir semua pemerintah
daerah terkait dengan pengelolaan aset daerah, seperti inventarisasi,
penilaian, penatatausahaan dan pelaporan yang belum efektif. Di samping itu,
pembukuan penambahan aset, dan pemanfaatan juga belum optimal, serta
masih rendahnya kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
Penambahan maupun pengurangan aset daerah seringkali tidak diikuti
dengan pengadministrasian aset dengan baik, karena berbagai alasan, seperti
masalah keterbatasan SDM, serta hilangnya dokumen-dokumen penting
akibat seringnya mutasi pejabat/staf. Selain itu, belum dilaksanakannya
sensus barang, juga berpengaruh terhadap penilaian aset daerah untuk
penyajian neraca laporan keuangan pemerintah daerah.
Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah melakukan kegiatan
penghapusan berupa lelang berupa objek kendaraan operasional di
lingkungan Dinas Kota Yogyakarta selama tahun 2015. Kendaraan
operasional yang diusulkan tersebut dinilai bahwa secara fisik dan umur
ekonomis sudah tidak sesuai atau layak untuk dioperasikan, sehingga untuk
menjadikan kendaraan operasional tersebut agar lebih bermanfaat dan
menguntungkan maka pihak Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas
Bangunan Gedung dan Aset Daerah melakukan penghapusan aset.
Pengelolaan aset tersebut dilakukan dengan cara penghapusan melalui

kegiatan lelang terhadap masyarakat secara umum agar lebih efekktif dan
dapat menambah pendapatan kas daerah Kota Yogyakarta.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah sebagai
berikut:
Bagaimana mekanisme kegiatan penghapusan kendaraan operasional
yang dilakukan oleh bidang inventarisasi dinas Bangunan Gedung dan Aset
Daerah Kota Yogyakarta pada tahun 2015?.

1.3 Tujuan Magang


1.

Mengetahui mekanisme penghapusan Barang Milik Daerah (BMD)


khusunya kendaraan operasioanal bidang inventarisasi Dinas Bangunan
Gedung dan Aset Daerah kota Yogyakarta tahun 2015.

2.

Mengetahui permasalahan yang ditimbulkan oleh kegiatan penghapusan


kendaraan operasional Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah kota
Yogyakarta tahun 2015.

1.4 Manfaat Magang


Manfaat dari kegiatan magang ini diantaranya:
1.

Bagi mahasiswa, kegiatan magang ini akan memberikan pengalaman


kerja

dengan

kondisi

yang

sebenarnya

di

lapangan

dengan

mengaplikasikan teori yang telah didapat di bangku perkuliahan terutama


dalam hal penghapusan barang daerah. Serta pengalaman yang luar biasa
3

ketika bersosialisasi dengan para pengawai dinas tersebut dari berbagai


kalangan usia, pengetahuan, dan pengalamannya.
2.

Bagi Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas


Gadjah Mada, magang bermanfaat untuk memberikan lulusan mahasiswa
yang sudah dibekali pengalaman kerja dan siap terjun ke dunia kerja.
Serta sebagai mitra kerjasama yang baik dengan pihak instansi.

3.

Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta, akan


menjadi lebih ringan dengan adanya tambahan tenaga kerja dari program
magang tersebut.

4.

Bagi civitas pendidikan, sebagai bahan pedoman untuk penelitian


selanjutnya.

BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1 Profil DBGAD


Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Yogyakarta
sebagai bagian dari unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Lokasi DBGAD berada di komplek Balai Kota Yogyakarta Jl Kenari No. 56
Yogyakarta. Dalam melaksanakan tugas, pokok, dan fungsi nya terdiri dari
tiga bidang yaitu, Bidang Pemaanfaatan, Bidang Bangunan Gedung &
Perlengkapan, dan Bidang Inventarisasi. Dalam menyusun Renstra SKPD,
guna lebih meningkatkan keterpaduan dan keselarasan antar programprogram dilingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta, difokuskan pada bidang
kewenangan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Adapun program
yang disusun menurut kewenangan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah
Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian
dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

2.2 Visi dan Misi


2.2.1 Visi
Melihat hasil analisa internal dan eksternal, kondisi umum daerah,
serta sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Bangunan Gedung dan
Aset Daerah Kota Yogyakarta sebagaimana diatur dalam peraturan
Daerah Kota Yogyakarta Nomor 89 tahun 2008 tentang Susunan

Organisasi dan Tata Kerja Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah
maka visi Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta
adalah:
Terwujudnya sarana prasarana kerja yang representatif sesuai
dengan standar dan terciptanya pengelolaan aset yang tertib,
transparan, optimal dan akuntabel.
2.2.2 Misi
Dalam mewujudkan visi tersebut akan ditempuh melalui 2 (dua) misi:
1. Melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan bangunan gedung
sesuai standar teknis dan kebutuhan.
2. Melaksanakan pengadaan dan pengelolaan barang daerah.

2.3 Tugas dan Fungsi DBGAD


2.3.1 Tugas
Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta adalah
unsur

penunjang

Pemerintah

Kota

Yogyakarta

di

bidang

pembangunan gedung dan perlengkapan, inventarisasi barang daerah


serta pemanfaatan dan penilaian ekonomis barang daerah.
2.3.2 Fungsi
1. Melaksanakan analisa kebutuhan barang.
2. Melaksanakan pengadaan sesuai dengan kebutuhan kewenangan
daerah.
3. Menyelenggarakan urusan bangunan gedung dan perlengkapan.

4. Melaksanakan pemanfaatan dan penilaian ekonomis barang daerah.


5. Melaksanakan pembinaan pengelolaan barang daerah.
6. Melaksanakan penghapusan barang daerah.
7. Melaksanakan pengawasan dan pengendalian teknis pengelolaan
barang daerah.
8. Melaksanakan ketatausahaan dinas.
2.4 Fungsi Organisasi
A. Sekretariat
1. Menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan,
peraturan, perundang-undangan dan kebijakan teknis yang berkaitan
dengan urusan umum, kepegawaian, keuangan, administrasi data dan
pelaporan.
2. Menyelenggarakan

upaya

pemecahan

masalah

urusan

umum,

kepegawaian, keuangan, administrasi data dan pelaporan.


3. Menyelenggarakan kebijakan, bimbingan dan pembina serta petunjuk
teknis yang berkaitan dengan urusan umum, kepegawaian, keuangan
administrasi data dan pelaporan.
4. Menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi
dan pelaporan kegiatan Sekretaris.
5. Menyelenggarakan analisis dan pengembangan kinerja Dinas.
6. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

I.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian


a. Penataalaksana Kepegawaian
1.

Membuat penjagaan / Jadwal KGB, Kenaikan pangkat dan


Pensiun.

2.

Membuat SK Kenaikan Gaji Berkala.

3.

Membuat DUK Pegawai.

4.

Membuat Data Normatif Pegawai.

5.

Membuat usulan Kenaikan Pangkat beserta kelengkapannya


untuk dikirim ke Walikota lewat BKD.

b. Pengurus Barang
1. Menginventaris barang pada masing masing ruangan.
2. Membuat Daftar Inventaris Barang.
3. Membuat Kartu Inventaris Ruangan.
4. Memberi kode barang.
5. Membuat Laporan inventarisasi dan daftar mutasi barang
setiap tiga bulanan.
c. Penyimpan Barang
1. Menyusun rencana kebutuhan barang inventaris dan pakai
habis serta rencana pemeilharaan barang inventaris berdasarkan
usulan masing masing bidang.
2. Menerima barang dengan mengecek kondisi dan jumlah barang
sesuai dengan faktur barang dan menata di gudang untuk
barang pakai habis.

3. Mencatat barang yang diterima dalam buku barang inventaris


dan barang pakai habis.
4. Menginventarisasi barang.
5. Mengadministrasikan pemeliharaan / perbaikan barang.
6. Mengusulkan penghapusan barang inventaris.
d. Caraka dan Pramu Kantor
1. Menghidangkan minuman tamu dinas.
2. Belanja bahan minuman dan makanan yang sudah jadi untuk
menjamu tamu.
3. Menghidangkan minuman dan makanan untuk tamu.
4. Membersihkan ruangan untuk dapur.
5. Mengantar surat/naskah dinas lainnya dan melaporkan
hasilnya.
II. Kepala Sub Bagian Keuangan
a. Bendahara Pengeluaran
1.

Mengelola file dokumen RKA, DPA, RKA, Perubahan, DPA


untuk penyusunan dokumen perencanaan anggaran baik
berdasarkan pentahapan APBD Peraturan Walikota maupun
Peraturan Daerah.

2.

Membantu proses penysunan anggaran dalam Rencana


Kegiatan Anggaran (RKA).

3.

Membantu

proses

Anggaran (DPA).

penyusunan

Dokumen

Pelaksanaan

4.

Membantu proses penyusunan Rencana Kerja Anggaran


Perubahan & Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran
dengan proses pentahapan sebagaimana tersebut diatas.

5.

Membuat & menyusun Surat Permintaan Pembayaran (SPP)


baik UP/LS/GU sesuai formulir yang telah ditentukan.

6.

Membuat dan menyusun Surat Perintah Membayar (SPM)


baik UP/LS/GU sesuai formulir yang telah ditentukan.

b. Kasir Pembayar
1. Melaksanakan dan melaporkan transaksi pembayaran kepada
bendahara.
2. Menyimpan

uang

yang dikelolanya

menurut

Peraturan

PerundangUndangan yang berlaku.


3. Membuat buku register transaksi pengeluaran.
4. Mencatat secara tertib seluruh transaksi pengeluaran.
5. Membuat Laporan Fungsional.
c. Pelaksana Akuntansi dan Pelaporan
1. Menyiapkan

bahan

laporan

keuangan

dari

bendahara

pengeluaran dan bendahara penerimaan.


2. Menyusun jurnal penerimaan kas pada bendahara penerimaan.
3. Menyusun jurnal pengeluaran kas pada bendahara penerimaan.
4. Menyusun jurnal penerimaan kas pada bendahara pengeluaran.
5. Menyusun jurnal pengeluaran kas pada bendahara pengeluaran.
Menyusun buku besar pendapatan

10

6. Menyusun Buku Besar pengeluaran.


7. Menysusun Neraca.
8. Menyusun Laporan Realisasi Anggaran.
9. Menyusun Laporan semester.
d. Pengurusan Gaji
1. Mengirimkan peremajaan data pegawai untuk gaji bulan
selanjtunya agar diketahui perubahan gaji sebelum di
laksanakan pencetakan Daftar Gaji oleh DPDPK.
2. Membuat data file SPP Gaji dan menyusun dokumen
kelengkapan sesuai dengan format yang telah ditentukan.
3. Membuat konsep SPP Gaji dan menyusun dokumen-dokumen
kelengkapan SPP Gaji dengan memberikan pengantar untuk
dikirimkan ke DPDPK.
4. Membuat konsep SPP Rapelan Gaji dan Menyusun dokumen
kelengkapan SPP rapelan Gaji memberikan pengantar untuk
dikirim ke DPDPK.
5. Membuat konsep Surat Perintah Membayar (SPM) Gaji
Sesuai dengan SPP Gaji yang diajukan.
6. Membuat daftar potongan gaji masing-masing pegawai untuk
dikirimkan ke BPD Senopati sehingga dapat diketahui gaji
bersih yang tercantum di SIMPEDA masing-masing pegawai.
e. Verifikator SPJ
1. Menguji SPJ Pengeluaran beserta Kelengkapannya.

11

2. Meregister SPJ Pengeluaran yang disampaikan oleh Bendahara


Pengeluaran dalam register pengeluaran.
3. Meregister SPJ Pengeluaran yang disahkan oleh Pengguna
Anggaran ke dalam register Pengesahan SPJ Pengeluaran.
4. Meregister SPJ Pengeluaran yang ditolak oleh Pengguna
Anggaran ke dalam Penolakan SPJ Pengeluaran.
5. Membuat Pengesahan SPJ Pengeluaran.
f. Verifikator SPP dan Pembuat SPM
1. Meneliti kelengkapan SPP-LS pengadaan barang & jasa yang
disampaikan oleh bendahara pengeluaran & diketahui oleh
Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK).
2. Meneliti kelengkapan SPP UP SPP GU, SPP TU, dan
SPP LS gaji dan tunjangan PNS.
3. Melakukan verifikasi Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
sesuai dengan persyaratan & jenis kelengkapan berkas yang
diajukan SPPnya.
4. Menyiapkan SPM sesuai dengan SPP yang diajukan.
5. Melakukan verifikasi harian atas penerimaan.
6. Melakukan verifikasi dan akuntansi
III. Kepala Sub Bagian Administrasi Data dan Pelaporan
a. Pengumpul dan Pengolah Data
1. Mengkompilasi rencana anggaran sesuai program dan kegiatan.

12

2. Mengumpulkan, mengkompilasi

bahan perencanaan dan

evaluasi.
3. Menyusun rencana strategik instansi Rencana Kerja Tahunan.
4. Menyusun laporan pengendalian program dan kegiatan.
5. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan.
6. Menyusun laporan kinerja kegiatan.

B. Bidang Bangunan Gedung dan Perlengkapan


Bidang Bangunan Gedung dan Perlengakapan terdiri dari:
1. Kepala Seksi Perencanaan dan Pengadaan Bangunan
a. Penatalaksanaan Pembangunan Gedung.
b. Penelaah Teknis Pembangunan Gedung.
2. Kepala Seksi Perencanaan dan Pengadaan Perlengkapan
a. Penatalaksana Pengadaan Perlengkapan.
b. Analisis Kebutuhan dan Pengadaan Perlengkapan.
Tugas pokok bidang bangunan yaitu:
1. Menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan,
peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan teknis yang
berkaitan dengan perencanaan Bangunan Gedung dan Perlengkapan.
2. Menyelenggarakan upaya pemecahan masalah yang berkaitan dengan
perenacanaan Bangunan Gedung dan Perlengkapan.
3. Menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, evaluasi,
dan pelaporan kegiatan bidang.

13

4. Menyelenggarakan perencanaan teknis dan pembangunan gedung.


5. Menyelenggarakan perencanaan teknis dan pengadaan perlengkapan.
6. Menyelenggarakan analisis dan pengembangan kinerja bidang.
7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
a. Penatalaksanaan Pembangunan Gedung
1. Mengumpulkan, mengolah data-data dan informasi kebutuhan
pengadaan pengingkatan pengembangan adan rehabilitasi total
bangunan gedung pemerintah beserta utilitasnya (mekanikal,
elektrikal,

IT,

Tata

Suara,Tata

Cahaya

dan

sebagainya

berdasarkan surat masuk maupun keluhan warga masyarakat


melalui UPIK, obrolan Walikota serta Walikota menyapa.
2. Merekap hasil penelitian RKBMD dan Musrembang.
3. Melaksanakan survey dan pengukuran.
4. Penggambaran dan perhitungan RAB
5. Menyusun paket-paket pengadaan berdasarkan ketersediaan
anggaran.
b. Penelaah Teknis Pembangunan Gedung
1. Menganalisa, merekap, dan mengkompilasi data RKBMD dan
Musrembang menjadi DKMBMD (dipindah ke seksi perencanaan
teknis dan pengadaan perlengkapan).
2. Menyusun Analisa Harga Satuan bedasarkan harga standart yang
berlaku.

14

3. Menyusun standart kebutuhan perencanaan bangunan gedung


kantor dan fasilitas lainnya.
4. Menganalisa, merekap, dan mengkompilasi data RKBMD dan
Musrenbang menjadi DKMBMD (dipindah ke seksi perencanaan
teknis dan pengadaan perlengkapan).
5. Menyusun Analisa Harga Satuan bedasarkan harga standart yang
berlaku.
6. Menyusun standart kebutuhan perencanaan bangunan gedung
kantor dan fasilitas lainnya.
7. Menganalisa, merekap, dan mengkompilasi data RKBMD dan
Musrenbang menjadi DKMBMD (dipindah ke seksi perencanaan
teknis dan pengadaan perlengkapan).
c. Analisis Kebutuhan dan Pengadaan Perlengkapan
1. Mengumpulkan, mengolah data dan informasi, menginventarisasi
permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan serta
melaksanakan pemecahan permasalahan yang berkaitan dengan
perencanaan teknis dan pengadaan perlengkapan.
2. Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi,
dan melaporkan kegiatan seksi.
3. Menyiapkan bahan kebijakan, bimbingan dan pembinaan serta
petunjuk teknis yang berkaitan dengan perencanaan teknis adan
pengadaan perlengkapan.

15

4. Merencanakan dan menganalisa pengembangan perlengkapan


sesuai dengan perkemabangan teknologi.
5. Merencanakan analisa dan pengkajian perlengkapan sesuai
dengan perkembangan desain sarana kantor.
6. Melakukan

analisa

pemanfaatan

teknologi

bahan

untuk

perencanaan pengadaan perlengkapan.


7. Menyusun

bahan,

mengkoordinasikan

dan

melaksanakan

penyusunan analisa kebutuhan perlengkapan unit kerja.


d. Penatalaksanaan Pengadaan Perlengkapan
1. Menyusun dokumen perencanaan perlengkapan.
2. Menyusun estimasi biaya dan pengadaan perlengkapan.
3. Melaksanakan survei yang berkaitan dengan kebutuhan data
untuk penyusunan pengadaan perlengkapan.
4. Melaksanakan examinasi Rencana Kebutuhan Perlengkapan.
5. Melaksanakan pengadaan perlengkapan.
6. Melaksanakan pengawasan adan pelaporan terhadap pelaksanaan
pengadaan perlengkapan.
7. Melakukan pembinaan dalam perencanaan dan pengadaan
perlengkapan.

16

C. Bidang Inventaris Barang Daerah


Bidang Inventarisasi Barang Daerah terdiri dari:
1. Kepala Seksi Inventarisasi Tanah dan Bangunan
a. Penatalaksana Pengamanan, Penghapusan Tanah dan Bangunan,
dan Operator SIMBADA.
b. Penatalaksana Inventarisasi Tanah dan Bangunan.
2. Kepala Seksi Inventarisasi Perlengkapan
a. Penatalaksana Inventarisasi Perlengkapan.
b. Operator SIMBADA.
c. Penatalaksana Penghapusan Perlengkapan.
Tugas pokok bidang inventarisasi yaitu:
1. Menyelenggarakan pegumpulan data, informasi,

permasalahan,

peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan teknis yang


berkaitan dengan inventarisasi barang daerah.
2. Menyelenggarakan upaya pemeacahan masalah yang berkaitan dengan
inventarisasi barang daerah.
3. Menyelenggarakan

perencanaan,

pelaksanaan,

pengendalian

inventarisasi barang daerah, evaluasi dan pelaporan kegiatan bidang.


4. Menyelenggarakan inventarisasi tanah dan bangunan.
5. Menyelenggarakan inventarisasi perlengkapan..
6. Menyelenggarakan taksiran harga barang daerah sebagai bahan neraca
daerah.

17

a. Penatalaksana inventarisasi perlengkapan


1. Membuat rekap laporan barang seluruh SKPD.
2. Memonitor BMD dan mengecek ahasil di SIMBADA.
3. Menyiapkan adan mengkoordinasikan pengurus barang dalam
rangka sensus barang daerah pembekalan sensus barang.
4. Validasi data dan kompilasi data sensus barang.
5. Melayani konsultasi pengurus barang dalam rangka sensus
barang.
b. Operator SIMBADA
1. Menghimpun data peralatan dan mesin serta aset tetap lainnya
yang dikirim oleh instansi/ unit kerja.
2. Mencocokan data peralatan dan mesin serta aset tetap.
3. Mencocokan data peralatan dan mesin serta aset tetap lainnya
ayang ada dengan data perubahan barang/mutasi barang
(penambahan dan penghapusan), (verifikasi, rekonsiliasi).
4. Mengentry mutasi data peralatan dan meisn serta aset tetap
lainnya.
5. Mengkompilasi data mesin peralatan serta aset tetap lainnya.
6. Menyajikan data mesin serta aset tetap lainnya hasil sensus
sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan hasil pemutakhiran
data.

18

c. Penatalaksana Penghapusan Perlengkapan


1. Melakukan

pemeriksaan

dan

penelitian

terhadap

status

kepemilikan peralatan dan mesin serta aset tetap lainnya di


bawah pengelolaan pemerintah Kota Yogyakarta berdasarkan
surat/dokumen dan data atas informasi pendukung lainnya.
2. Melaksanakan proses penghapusan barang bergerak milik
Pemerintah Kota Yogyakarta dengan menyiapkan bahan,
mengkoordinasikan, menghitung/

mentaksasi

harga dasar

penjualan.
3. Menyusun draft Keputusan Walikota tenatang penghapusan
barang bergerak.
4. Memproses persetujuan DPRD untuk penghapusan dengan
harga perolehan > SM.
5. Melaksanakan

penarikan

barang

dari

instansi

untuk

dikumpulkan di gudang DBGAD.


d. Penatalaksana

Pengamanan,

Penghapusan

Tanah

dan

Bangunan, dan Operator SIMBADA


1. Melakukan

pemeriksaan

dan

penelitian

terhadap

status

kepemilikan peralatan dan mesin serta aset tetap kepemilikan


peralatan dan mesin serta aset tetap lainnya di bawah
pengelolaan

pemerintah

Kota

Yogyakarta

berdasarkan

surat/dokumen dan data atas informasi pendukung lainnya.

19

2. Melaksanakan proses penghapusan barang tidak bergerak milik


Pemerintah Kota Yogyakarta dengan menyiapkan bahan,
mengkoordinasikan,

menghitung

/meraksasi

harga

dasar

penjualan.
3. Melaksanakan taksasi harga barang bergerak yang akan dihapus.
4. Menyusun draft Keputusan Walikota tentang penghapusan
barang bergerak.
5. Memproses persetujuan DPRD untuk

bangunan dengan

membuat surat ke DPRD, rapat-rapat koordinasi dan peninjauan


lapangan.
D. Bidang Pemanfaatan
Bidang Inventarisasi Barang Daerah terdiri dari:
1. Kepala Seksi Pemanfaatan dan Barang Daerah
a. Penelaah Pemanfaatan Barang dan Gedung.
b. Penatalaksana Distribusi Barang dan Peruntukan Gedung.
c. Pengelola Gudang Persediaan Dinas.
2. Kepala Seksi Penilaian Ekonomis Barang Daerah
a. Penilaian Ekonomis Barang Daerah.
b. Menghimpun dan Pengolah DKBMD.
c. Penelaah Standar Pemakaian Barang .

20

Tugas pokok bidang pemanfaatan yaitu:


1. Menyelenggarakan pengumpulan data, informasi, permasalahan,
peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan teknis yang
berkaitan dengan pemanfaatan barang daerah.
2. Menyelenggarakan upaya pemecahan masalah yang berkaitan
pemanfaatan barang daerah.
3. Menyelenggarakan

perencanaan,

pelaksanaan,

pengendalian,

evaluasi, dan pelaporan kegiatan Bidang.


4. Menyelenggarakan pemanfaatan barang daerah.
5. Menyelenggarakan penilaian ekonomis barang daerah.
6. Menyelenggarakan analisis dan pengembangan kinerja bidang.
7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.
a. Penelaah Pemanfaatan Barang dan Gedung
1. Mengumpulkan, mengolah data dan informasi, mengidentifikasi,
menginventarisasi permasalahan-permasalahan dan melaksnakan
pemecahan

permasalahan

serta

menyajikan

data

yang

berhubungan dengan pemanfaatan barang daerah.


2. Merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi,
dan melaporkan kegiatan dan anggaran Sub Bidang.
3. Melaksanakan fasilitas yang berkaitan dengan distribusi dan
pemanfaatan ruang.
4. Melaksanakan sistem dn pengelolaan gudang persediaan barang

21

b. Penilaian Ekonomis Barang


1. Mengumpulkan, mengolah data dan informasi, mengidentifikasi,
permasalahan serta melaksanakan pemecahan permasalahan
yang berkaitan dengan penilaian ekonomis barang daerah.
2. Merencanakan. Melaksanakan, mengendalikan, mengevaluasi
dan melaporkan kegiatan seksi.
3. Menyiapkan bahan kebijakan dan petunjuk teknis yang
berkaitan dengan penilaian ekonomis barang daerah.
4. Malaksanakan kajian fungsi ekonomis barang daerah untuk
penghapusan.
5. Melaksanakan evaluasi barang daerah pada masing-masing
Satuan Kerja Perangkat Daerah.
c. Penatalaksanaan Distribusi Barang dan Peruntukan Gedung
1. Menyiapkan bahan dan mengkoordinasikan distribusi barang
dan penataan gedung/ ruang.
2. Melaksanakan distribusi barang dan penataan gedung bagi unit
pemakai (Pemerintah dan non Pemerintah) sesuai kebutuhan/
usulan.
d. Pengelola Gudang Persediaan Dinas
1. Menerima, mencatat dan membukukan barang yang masuk di
gudang.
2. Mencatat dan membukukan barang yang keluar dari gudang.

22

3. Melakukan pemantauan terhadap semua obyek barang daerah


terkait dengan pemanfaatan.
e. Menghimpun dan Pengolah DKBMD
1. Mengumpulkan bahan, mengkoordinasikan dan menyusun
kebutuhan

Milik

Daerah

(DKBMD)

sesuai

Anggaran

Pendapatan dan Belanja Milik Daerah Kota Yogyakarta.


2. Mengumpulkan, menganalisis usulan kebutuhan barang dari
SKPD/Unit Kerja untuk tahun berikutnya.
3. Membahas prioritas usulan kebutuhan barang dari SKPD.
4. Membahas Hasil Prioritas menjadi Rencana Kebutuhan Barang
Milik Daerah Hasil Konsultasi.
5. Menyusun RKBMD

berdasarkan hasil konsultasi dan

kesepakan bersama.
f. Penelaah Standar Pemakaian Barang
1. Mengindentifikasi barang daerah yang layak dipakai dan tidak
layak pakai.
2. Membuat standar kebutuhan gedung fdan perlengkapan untuk
masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah.
3. Membuat standar pemakaian barang daerah.
4. Melaksanakan analisis dan pengembangan kinerja seksi.

23

2.5 Struktur dan Badan Organisasi


Struktur organisasi Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah terdiri dari:
a. Kepala Dinas,
b. Sekretariat, terdiri dari:
1). Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian.
2). Sub. Bagian Keuangan.
3). Sub. Bagian Administrasi Data dan Pelaporan.
c. Bidang Bangunan Gedung dan Perlengkapan, terdiri dari:
1). Seksi Perencanaan Teknis dan Pembangunan Gedung.
2). Seksi Perencanaan Teknis dan Pengadaan Perlengkapan.
d. Bidang Inventarisasi Barang Daerah, terdiri dari:
1). Seksi Inventarisasi Tanah dan Bangunan.
2). Seksi Inventarisasi Perlengkapan.
e. Bidang Pemanfaatan dan Penilaian Ekonomis Barang Dearah, terdiri
dari:
1). Seksi Pemanfaatan Barang Daerah.
2). Seksi Penilaian Ekonomis Barang Daerah.

24

Gambar 2. 1 Struktur Organisasi Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota Yogyakarta

25

BAB III
PELAKSANAAN MAGANG

4.1 Waktu Kegiatan Magang


Kegiatan magang dilaksanakan selama 320 jam atau 2 bulan kerja, yaitu pada
tanggal 11 Januari sampai 11 Maret 2016 dengan lama kerja 5 hari per
minggu. Dalam kegiatan magang tersebut dilaksanakan dengan total waktu
320 jam dengan 8 jam kerja dari hari senin-kamis dan 7 jam kerja di hari
jumat.
4.2 Lokasi Kegiatan Magang
Magang atau kerja praktek dilaksanakan di Dinas Bangunan Gedung dan Aset
Daerah Kota Yogyakarta dengan alamat di Jalan Kenari No 56 di komplek
Balaikota Yogyakarta.
Gambar 3. 1 Peta Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah

Sumber: www.google.co.id

26

4.3 Bentuk Kegiatan Magang


Magang dilaksanakan di dua bidang yaitu Bidang Inventarisasi Aset dan
Bidang Bangunan Gedung.
4.3.1

Bidang Inventarisasi
Bidang pekerjaan dan uraian tugas :
1. Membantu persiapan rapat rekonsiliasi barang inventarisasi SDN
wilayah Barat.
2. Notulensi rapat telaah pegawai dari dinas sosial, tenaga kerja, dan
transmigrasi tentang penghapusan BMD yang telah diserahkan ke
Inspektorat.
3. Mencatat hasil monitoring rekapitulasi barang inventarisasi
semester 1 pada SKPD kecamatan di kota Yogyakarta.
4. Membantu persiapan rapat koordinasi persiapan lelang kendaraan
yang akan dihapus tahun 2015.
5. Membuat bahan jumpa pers penghapusan kendaraan tahun 2015.
6. Membantu persiapan lelang di gudang roda dua dan roda empat.
7. Membantu proses pelaksanaan lelang di Gedung PIH (Pasar Ikan
Higenis) sebagai notulen bagi pemenang lelang.
8. Mengakumulasi data tanda terima pemenang lelang kendaran
bermotor tahun 2015.
9. Membantu proses pengambilan barang lelang bagi yang menang
dan pengembalian uang bagi yang kalah saat lelang.

27

4.3.2

Bidang Bangunan Gedung dan Perlengkapan


Bidang pekerjaan dan uraian tugas:
1. Mengikuti rapat mengenai progres kinerja proyek di akhir periode
oleh karyawan di DBGAD.
2. Merekap file tentang job description pegawai DBGAD khususnya
di bidang bangunan gedung dan perlengkapan dengan merubah
dari format lama ke format baru.
3. Melakukan pengecekan lapangan mengenai progres pengerjaan
rehabilitasi pembangunan di pasar Karangwaru.
4. Melakukan pengelompokan hasil produk DED di tahun 2015
meliputi SPK, RAB, Laporan pendahuluan, Lapoaran Antara,
Laporan Akhir, gambar bangunan A3.
5. Mengarsipkan dokumen laporan DED semua kegiatan di tahun
2015 ke pola penyimpanan baru.
6. Melakukan pengeditan Kerangka Acuan Kerja (KAK) SMP
wilayah timur kota Yogyakarta.
7. Mengecek kelengkapan dokumen hasil pekerjaan di tahun 2015
setelah diperiksa oleh BPK.
8. Membuat dan merevsi KAK Manajemen Konstruksi (MK) dan
review pengawasan kegiatan pembangunan Blok H Rumah Sakit
Jogja tahap III.
9. Membuat RAB pelaksanaan review dan pengawasan serta MK
kegiatan pengembangan rumah sakit Jogja untuk pekerjaan

28

review dan pengawasan berkala pembangunan gedung Blok H


rumah sakit Jogja.
10. Membuat

surat

permohonan

kepada

direktur

politeknik

Universitas Negeri Semarang.


11. Membuat dan merevisi tatakala pekerjaan pembangunan gedung
Blok H rumah sakit Jogaja tahap III.
12. Membuat dan merevisi tatakala rehabilitasi pembangunan gedung
untuk SMP wilayah timur kota Yogyakarta.
13. Membuat Rencana Pelaksanaan Pengadaan (RPP) sementara
untuk pemabangunan gedung blok H rumah sakit Jogja.
14. Membuat notulensi rapat untuk pekerjaan pembangunan gedung
blok H rumah sakit Jogja.

29

BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Analisis Deskriptif


Barang Milik Daerah (BMD) merupakan salah satu unsur penting dalam
rangka menyelenggarakan pemerintahan dan pelayanan masyarakat harus
dikelola dengan baik dan benar. Dalam masalah ini, dibahas mengenai salah
satu tahapan dari pengelolaan BMD yaitu tentang tahap penghapusan.
Tahapan tersebut difokuskan pada objek kendaraan operasional dilingkungan
Dinas Kota Yogyakarta selama tahun 2015. Kendaraan operasional yang
diusulkan tersebut dinilai bahwa secara fisik dan umur ekonomis sudah tidak
sesuai atau layak untuk dioperasikan. Maka dari itu, untuk efisiensi anggaran
pihak Pemerintah Kota Yogyakarta khususnya Dinas Bangunan Gedung dan
Aset Daerah melakukan tahapan penghapusan kendaraan operasional dalam
bentuk penjualan lelang guna menambah pendapatan kas daerah Kota
Yogyakarta.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Dasar penghapusan
Pada prinsipnya semua barang milik daerah khususnya barang bergerak
berupa kendaraan operasional berdasarkan pertimbangan atau alasanalasan sebagai berikut:

30

1. Pertimbangan Teknis antara lain :


a. Secara fisik barang tidak dapat digunakan karena rusak dan tidak
ekonomis bila diperbaiki.
b. Secara teknis tidak dapat digunakan lagi akibat modernisasi.
c. Telah melampaui batas waktu kegunaannya.
d. Karena penggunaan menagalami perubahan dasar spesifikasi dan
sebagainya.
e. Selisih kurang dalam timbangan/ ukuran disebabkan penggunaan/
susut dalam penyimpanan.
2. Pertimbangan ekonomis, antara lain :
a. Untuk optimalisasi barang milik daerah yang berlebih atau idle.
b. Secara ekonomis lebih menyuntungkan bagi daerah apabila
dihapus, karena biaya operasional dan pemeliharaannya lebih besar
daripada manfaat yang diperoleh.

4.2.2 Objek penghapusan


Kendaraan operasional kota Yogyakarta yang dihapuskan berjumlah 54
unit kendaraan yang terdiri dari:
Tabel 4. 1 Objek Pengahapusan Kendaraan Operasional Dinas Kota Yogyakarta
No
Jenis Kendaraan
1
Kendaraan Roda 2
2
Kendaran Roda 3
3
Kendaraan Roda 4
4
Kendaraam Roda 6
5
Alat Berat (Track Loader)
Sumber: Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah

31

Jumlah (Unit)
37
9
6
1
1

4.2.3

Tugas dan Susunan Personalia Panitia penghapusan

4.2.3.1 Tugas Panitia Penghapusan


1. Meneliti barang-barang yang rusak dan sudah tidak efisien lagi
untuk kepentingan dinas, baik dari segi administrasi status
kepemilikan, penggunaan, pemeliharaan, penyimpanan, maupun
kepentingan lain yang dipandang perlu.
2. Menilai dan menaksir harga-harga yang dihapus dari Daftar
Inventaris Barang khususnya barang yang masih mempunyai
nilai guna maupun nilai ekonomis.
3. Melakukan proses penghapusan barang, dan menindaklanjuti,
baik dengan cara pelelangan, penjualan, pemusnahan maupun
dihibahkan berdasarkan peraturan perundang-undangan ayang
berlaku.
4. Membuat Berita Acara pelaksanaan tugas tersebut angka 1, 2,
dan 3 diatas serta melaporkannya kepada Walikota Yogyakarta.

32

4.2.3.2 Susunan Personalia Panitia Penghapusan


Tabel 4. 2 Panitia Penghapusan Kendaraan Operasional Dinas Kota Yogyakarta
No

Nama

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

Haryadi Suyuti
Dra. RR. Titik S
Dra. MK Pontjosiwi
Ir. Hari Setyowacono
Wasesa, SH
Basuki Hari Saksono
Drs. Kadri Renggono
Wirawan Hario
Sri Widowati
Drs. Andhy Sasongko
Sarmin
Ir. Dyah Windyanarti
Joko Budi Prasetyo
Sumedi
Suharno

Jabatan
dalam Tim
Pembina 1
Penasehat
Ketua
Sekretaris
Anggota

Jabatan dalam Instansi

Walikota Yogyakarta
Sekretaris Daerah
Asisten Administrasi Umum Setda
Ka. DBGAD Kota Yk
Ka. Dalbang
Ka. Bag Hukum Setda
Ka. DPDPK
Ka. Dinas Perhub
Sekretaris DBGAD
Ka. Bid Inventarisasi
Ka. Bid Pemanfaatan
KaSie Inventarisasi Perlengkapan
KaSie Inventarisasi Tanah dan Bangunan
Staf Dinas BAGASDA
Staf Dinas BAGASDA
Ka.Su.Bag Perundang-undangan pada
16 Syahrudin Alwi E
Bagian Hukum Setda Kota Yk
Sumber: Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah

4.2.4

Dasar Hukum
Penghapusan kendaraan operasional pemerintah kota Yogyakarta yang
diakukan oleh Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah berpedoman
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2007. Dasar
hukum tersebut menjadi pedoman dan landasan untuk efisiensi
pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) salah satunya yaitu tentang
penghapusan.

33

4.2.5

Mekanisme Penghapusan
Proses penghapusan barang milik daerah dilakukan berdasarkan dasar
hukum yang dipakai, antara lain :
1. Kepala Daerah membentuk Panitia Penghapusan Barang Milik
Daerah yang susunan personilnya terdiri dari unsur teknis terkait.
2. Tugas Panitia Penghapusan meneliti barang yang rusak, dokumen
kepemilikan,

administrasi,

penggunaan,

pembiayaan,

pemeliharaan/ perbaikan maupun data lainnya yang dipandang


perlu.
3. Hasil penelitian tersebut dituangkan dalam bentuk Berita Acara
dengan melampirkan data kerusakan, laporan hilang dari
kepolisian, surat keterangan sebab kematian dan lain-lain.
4. Selanjutnya Pengelola mengajukan permohonan persetujuan
kepada Kepala Daerah mengenai rencana penghapusan barang
dimaksud dengan melampirkan Berita Acara hasil peneltian Panitia
Penghapusan.
5. Setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah, penghapusan
ditetapkan dengan Surat Keputusan Pengelola atas nama Kepala
Daerah, juga menetapkan cara penjualan dengan cara lelang umum
melalui Kantor Lelang Negara atau lelang terbatas dan/atau
disumbangkan / dihibahkan atau dimusnahkan.
6. Apabila akan dilakukan lelang terbatas, Kepala Daerah membentuk
Panitia Pelelangan terbatas untuk melaksanakan penjualan/

34

pelelangan terhadap barang yang telah dihapuskan dari Daftar


Inventaris Barang Milik Daerah.
7. Khusus penghapusan untuk barang bergerak karena rusak berat dan
tidak dapat dipergunakan lagi seperti, dalam kasus ini tentang
kendaraan operasional dinas kota Yogyakarta seperti kendaraan
roda 2, roda 3, roda 4, roda 6, dan alat berat yang ditetapkan
penghapusannya oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan
Kepala Daerah.

4.2.6

Pelaksanaan penghapusan Barang Milik Daerah


Penghapusan Barang Milik Daerah (BMD) yang mempunyai nilai
ekonomis yang pelaksanaanya dapat dilakukan dengan beberapa cara,
seperti: penjualan, pelelangan, disumbangkan atau dihibahkan, dan guna
susun. Dalam proses penghapusan mengenai kendaraan operasional dinas
kota Yoogyakarta dilakukan melalui pelelangan. Pelelangan dilakuakn
melalui KPKNL kota Yogyakarta melalui panitia pelelangan terbatas
atau penjualan barang yang dibentuk dengan keputusan Kepala Daerah
dan hasil pelelangan tersebut sepenuhnya disetor ke Kas Daerah.
Kendaraan Dinas Operasional yang dapat dijual/dilelang adalah
kendaraan dinas operasional yang umur penggunaannya ditetapkan
Kepala Daerah dan pelaksanaannya penjualan melalui pelelangan umum
(Kantor Lelang Negara). Pelelangan kendaraan dinas operasional dapat

35

dilakukan, setelah terlebih dahulu diproses penghapusannya dari daftar


inventaris.
4.2.7

Hasil Pelelangan
Kegiatan Pengahapusan kendaraan operasional dilakukan dengan
cara penjualan melalui Lelang. Pelaksanaan lelang kendaraan bermotor
milik/kekayaan Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2015 telah
dilaksanakan pada Hari Selasa, tanggal 24 November 2015 bertempat di
Gedung PIH (Pasar Ikan Higienis) Jl. Tegalturi No.2 Giwangan
Yogyakarta. Dilaksanakan secara lisan dan terbuka untuk umum dengan
perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)
Yogyakarta yang diikuti oleh 121 peserta lelang/penawar.
Kendaraan yang dijual/ dilelang berjumlah 50 unit kendaraan,
terdiri dari 37 unit roda dua, 9 unit roda tiga, 6 unit roda empat, 1 unit
roda enam, dan 1 unit alat berat dengan total harga limit Rp.
179.797.000,-.
Setelah melalui proses lelang 50 unit kendaraan tersebut terjual 48
unit dan 2 unit TAP (Tidak Ada Penawar) dengan hasil lelang Rp.
333.438.000,- (Tiga ratus tiga puluh tiga juta empat ratus tiga puluh
delapan ribu rupiah) sehingga terjadi kenaikan sebesar 86,52% dari harga
limit. Selanjutnya semua hasil lelang disetorkan ke Kas Daerah sebagai
pendapatan daerah.

36

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

1.1 Kesimpulan
Penghapusan

merupakan bagian dari pengelolaan

Barang Milik

Daerah (BMD) di Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah Kota


Yogyakarta. Mekanisme yang dilakukan untuk melakukan penghapusan
BMD berdasarkan Permendagri No 17 tahun 2007. Penghapusan untuk
kendaraan operasional Dinas Kota Yogyakarta dilakukan dengan cara lelang
yang sebelumnya dilakukan penilaian terlebih dahulu. Penilaian kendaraan
dilakukan dengan bantuan Dinas Perhubungan untuk menilai uji kondisi
secara fisik dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset untuk
menilai harga kendaraan berdasarkan harga limit. Hasil dari kegiatan
penghapusan kendaraan operasional Dinas Kota Yogyakarta yang dilakukan
dengan cara penjualan berupa kegiatan lelang oleh Kantor Pelayanan
Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sepenuhnya masuk di kas daerah
Kota Yogyakarta sebesar 333.438.000,- (Tiga ratus tiga puluh tiga juta empat
ratus tiga puluh delapan ribu rupiah).
Kegiatan penghapusan dengan cara lelang yang telah dilaksanakan
oleh Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah kota Yogyakarta berdasarkan
analisi ditemukan permasalahan yaitu tentang tata cara pengambilan
kendaraan. Kendaraan dapat diambil ketika peserta lelang yang telah
dinyatakan sebagai pemenang saat lelang dan dapat mengambil barang

37

tersebut dengan melunasinya terlebih dahulu. Namun, dalam proses


pengambilan kendaraan tidak dilakukan pengamanan yang baik sehingga
dikhawatirkan para pemenang mengambil kendaraan yang bukan miliknya

1.2 Saran
1. Kegiatan penghapusan kendaraan operasional dinas Kota Yogyakarta
yang telah dilakukan pada tahun 2015 menggunakan

dasar hukum

Permendagri No 17 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan


Barang Milik Daerah. Namun, dalam kurun waktu ini sudah terbit
beberapa dasar hukum yang mengatur tentang pengelolaan BMD
khususnya penghapusan. Dasar hukum tersebut seperti PMK No
246/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Penggunaan Barang Milik Daerah
dan Peraturan Pemerintah No 27 tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang
Milik Daerah. Sehingga dengan adanya hal tersebut dapat menjadi
pedoman dalam pengelolaan BMD dengan dasar hukum yang lebih
update.
2. Dalam proses penghapusan diperlukan perubahan status terhadap Barang
Milik Daerah (BMD) di Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah
(SIMBADA). Sehingga hal tersebut diharapkan dapat dilakukan
pengecekan data secara berkala. Selain itu, Mengenai tata cara
pengambilan kendaraan bagi pemenang kegiatan lelang. Dalam proses
pengambilan kendaraan tidak dilakukan pengamanan yang baik. Maka
dari itu, diharapakan untuk kegiatan lelang di tahun berikutnya dapat

38

dilakukan pengawasan atau pendampingan yang lebih ketat agar tidak


terjadi tindak kecurangan.

39

DAFTAR PUSTAKA
Berita Acara penetapan harga limit kendaraan yang dijual atau dilelang secara
umum sebagai dasar harga penjualan kendaraan milik Pemerintah Kota
Yogyakarta.
Keputusan Kepala Dinas Bangunan Gedung Dan Aset Daerah Kota Yogyakarta
Nomor 188/ 2048 / 2015 Tentang Revisi Rencana Strategis Satuan Kerja
Perangkat Daerah (Renstra Skpd) Dinas Bangunan Gedung Dan Aset Daerah
Kota Yogyakarta Tahun 2012 2016.
Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 47 Tahun 2012 Tentang Fungsi, Rincian
Tugas Dan Tata Kerja Dinas Bangunan Gedung Dan Aset Daerah Kota
Yogyakarta.
Permendagri No 17 tahun 2007 Tentang Teknis Pengelolaan Barang Milik Daerah
(BMD).
SK Walikota Yogyakarta No 63 tahun 2015 Tentang Pembentukan panitia
penghapusan barang bergerak milik/kekayaan pemerintah kota Yogyakarta
tahun 2015.
Subiantoro, Heri. 2015. Sistem dan Prosedur Penghapusan Barang Milik Negara
(Bmn) Berupa Kendaraan Tahun 2012 Menurut Peraturan Menteri Keuangan
Nomor 50/Pmk.06/2014 Di Pusdiklat Migas Cepu Jawa Tengah. Yogyakarta :
UGM

40

LAMPIRAN

41

LAMPIRAN 1. 1 Kendaraan Bermotor yang Dihapus Tahun 2015

42

LAMPIRAN 1. 2 Berita Acara Penetapan Harga Limit Kendaraan


yang Dijual/Dilelang Secara Umum sebagai Dasar Harga Penjualan
Kendaraan Milik Pemerintah Kota Yogyakarta

43

LAMPIRAN 1. 3 Surat Keputusan Walikota Yogyakarta No 63 Tahun 2015


Tentang Pembentukan Panitia Penghapusan Barang Bergerak
Milik/Kekayaan Pemerintah Kota Yogyakarta Tahun 2015

44

LAMPIRAN 1. 4 Surat Permohonan Lelang Kendaraan Bermotor


Kepada (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang) KPKNL

45

LAMPIRAN 1. 5 Surat Penetapan Jadwal Lelang


Oleh (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang) KPKNL

46

LAMPIRAN 1. 6 Bahan Jumpa Pers Lelang Kendaraan

47

LAMPIRAN 1. 7 Surat Hasil Laporan Pelaksanaan Lelang Kendaraan


Kepada Walikota Yogyakarta

48