Anda di halaman 1dari 60

INSTRUKSI PEMELIHARAAN TRANSFOMATOR 52 MVA DAN CIRCUIT

BREAKER DI PLTA SINGKARAK

LAPORAN KERJA MAGANG

Disusun Oleh:

SILVIA MADORA

(2011-11-174)

FITRI ANGGELA BUDIMAN

(2011-11-190)

PROGRAM PENDIDIKAN SARJANA STRATA SATU


TEKNIK ELEKTRO
JAKARTA, 2015

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA MAGANG
DI
PT.PLN (PERSERO) KITLUR SUMBAGSEL
SEKTOR BUKITINGGI
UNIT PLTA SINGKARAK
(23 FEBRUARI2015 23 MEI 2015)

Menyetujui

PEMBIMBING MAGANG

(Ir. Djoko Susanto, MT)

Mengetahui

Kajur S1 Teknik Elektro

Sekjur S1 Teknik Elektro

(Ir. Djoko Prayoto, MT)

(Syarif Hidayat, S.Si, MT)

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN KERJA MAGANG
DI
PT.PLN (PERSERO) KITLUR SUMBAGSEL
SEKTOR BUKITINGGI
UNIT PLTA SINGKARAK
(23 FEBRUARI2015 23 MEI 2015)

Menyetujui

Pembimbing Lapangan I

Pembimbing Lapangan II

(RENDRA ADI KUSUMA)

(AKMAL BASRI)

Mengetahui
Manager PLTA Singkarak

(IQBAL ABDI PUTRA)

UCAPAN TERIMA KASIH

Dengan selesainya Laporan Magang ini, penulis mengucapkan syukur kepada Tuhan
Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat-NYA sehingga penyusun dapat menyelesaikan
Laporan Magang yang diajukan untuk memenuhi persyaratan Skripsi pada program pendidikan
Strata Satu (S1) pada Jurusan Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknik PLN. Dengan ini saya
menyampaikan banyak terima kasih kepada :
1. Bapak Iqbal Abdi Putra selaku Manajer PT. PLN (Persero) KIT SUMBAGSEL Sektor
Pengendalian Bukittinggi PLTA Singkarak, yang telah berkenan mengijikan kami untuk
Magang di perusahaannya.
2. Bapak Rendra Adi Kusuma selaku Supervisor Area Pelaksana Pemeliharaan PLTA
Singkarak yang telah berkenan mengjinkan kami untuk masuk dalam team
pemeliharaan agar kami dapat di kuliah dengan kenyataan di lapangan.
3. Bapak Akmal Basri selaku pembimbing lapangan beserta team pemeliharaan yaitu mas
Billy, mas Huda, mas Ritno, mas Gery, mas Agung, dan mas Ramadhan serta semua
staf dan pegawai yang bekerja di PLTA Singkarak yang banyak memberikan
pengalaman kerjanya dan memberikan kita ilmu yang tidak kami dapatkan di bangku
kuliah.

Jakarta, 18 mei 2015

SILVIA MADORA

FITRI ANGGELA BUDIMAN

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan
karunia-NYA, sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Magang di PT PLN (PERSERO)
Pembangkitan Sumbagsel Sektor Bukittinggi Unit PLTA Singkarak dengan judul INSTRUKSI
PEMELIHARAAN

TRANSFOMATOR

52

MVA DAN

CIRCUIT

BREAKER

DI

PLTA

SINGKARAK .
Laporan Kerja Magang ini disusun berdasarkan pelaksanaan kerja magang yang penulis
lakukan di PLTA Singkarak pada tanggal 23 Februari 2015 23 Mei 2015. Laporan Magang ini
merupakan prasyarat untuk melengkapi pendidikan S1 di STT-PLN Jakarta.
Dengan selesainya Laporan Magang ini, penyusun menyampaikan terima kasih kepada :
1) Dr. Ir. Supriadi Legino sebagai Ketua STT-PLN Jakarta.
2) Ir. Djoko Prayoto sebagai ketua Jurusan S1 Teknik Elektro
3) Ir. Djoko Susanto sebagai dosen pembimbing kami dalam menyelesaikan Laporan
Magang ini.
4) Bapak Iqbal Abdi Putra selaku Manager PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagsel
Sektor Bukittinggi Unit PLTA Singkaralk
5) Orang Tua, saudara, dan teman-teman yang telah memberikan doa dan dukungannya
dalam penyelesaian Laporan Magang ini.
Penyusun menyadari bahwa penyusunan Laporan Magang ini masih banyak kekurangan dan
kesalahan. Demi kesempurnaan Laporan Magang ini kritik, dan saran dari semua pihak sangat
penyusun harapkan.
Demikian laporan ini disusun, dengan harapan Laporan Magang ini akan bermanfaat bagi kita
semua.
Jakarta,18 Mei 2015

SILVIA MADORA

FITRI ANGGELA BUDIMAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
PT. PLN (Persero) saat ini adalah perusahaan berskala internasioal yang memiliki

cabang dan anak perusahaan yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. PT. PLN (Persero)
memiliki pembangkitan yang juga tersebar diseluruh Indonesia yang salah satunya adalah PT.
PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
PT. PLN (Persero) Pembangkit Sumatera Bagaian Selatan bediri pada tahun 1997 dan
merupakan penggabungan pembangkit dan penyaluran atau lebih di kenal dengan nama
KITLUR SBS. Kemudian pada tahun 2004, KITLUR dibagi menjadi 2 yaitu pembangkitan yang
berganti nama menjadi KIT KBS dan penyaluran yang berganti nama menjadi P3BS. KIT BS
ini mempunyai kapasitas daya terpasang 1700 MW dan kapasitas daya mampu sebesar 1300
MW,serta mempunyai manajemen untuk meningkatkan pendapatan efisiensi dan juga untuk
menekan biaya produksi yaitu:
1. Sektor Pembangkitan Bandar Lampung (SBDL)
2. Sektor Pembangkitan Tarahan (STAR)
3. Sektor Pembangkitan Keramasan (SKRM)
4. Sektor Pembangkitan Bukit Asam (SBAM)
5. Sektor Pembangkitan Bengkulu (SBKL)
6. Sektor Pembangkitan Bukittinggi (SBKT)
7. Sektor Pembangkitan Ombilin (SOMB)
8. Sektor Pembangkitan Jambi (SJMB)
9. Sektor Pembangkitan Teluk Siri (STIR)
Sektor Pembangkitan Bukittinggi (SBKT) melakukan pengolahan operation dan
maintenance seluruh unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di wilayah provinsi Sumatera
Barat. Sektor pembangkitan Bukittinggi ini telah meraih sertifikat ISO9001 (Sistem Keselamatan
dan Kesehatan Kerja) serta memperoleh penghargaan Zero Accident Award (ZAA).
PLTA Singkarak merupakan satu dari tiga Pusat Listrik yang berada dibawah koordinasi
PLN

Sektor

Pengendalian

Pembangkitan

Bukittinggi.Selain

PLTA

Singkarak,

sector

Pembangkitan Bukittinggi juga memiliki dua PLTA lainnya yaitu PLTA Maninjau dengan daya
yang terpasang 68 MW (Mega watt) atau setara dengan 68.000 kW dengan 4 unit turbin dan 4
generator yang mulai beroperasi pada tahun 1984. PLTA Batang Agam dengan daya yang

terpasang 10,5 MW (Mega Watt) atau setara dengan 10.500 kW dengan 3 turbin dan 3
generator tang mulai beroperasi pada tahun 1976, dan PLTA Batang Agam ini merupakan salah
satu PLTA yang tertua yang ada di provinsi Sumatera Barat ini.
PLTA Singkarak ini terletak di Desa Asam Pulau, Kecamatan 2 x 11 Kayu Tanam
Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Proyek pembangunan PLTA Singkarak dimulai
sejak tahun 1992 dan mulai beroperasi secara komersil pada April 1998, bertujuan untuk
menunjang kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Sumatera Barat dan Riau (Sumatera bagian
Tengah) dan mengurangi ketergantungan akan pembangkit yang menggunakan bahan bakar
minyak.
PLTA Singkarak mempunyai 4 (empat) unit pembangkit masing-masing berkapasitas
43,75 MW atau total 175 MW, dengan desain kapasitas produksi tahunan (firm energy)
mencapai

756 GWh per tahun. Pengoperasian PLTA Singkarak memanfaatkan potensi air

Danau Singkarak melalui intake Malalo, yang kemudian dialirkan melalui terowongan utama /
headrace tunnel sepanjang 16,5 km. Selain memanfaatkan potensi air dari Danau Singkarak,
juga memanfaatkan potensi air dari Sungai Batang Buluh yang dialirkan melalui diversion tunnel
yang dihubungkan dengan headrace tunnel untuk memutar turbin generator di powerhouse.
Energi listrik yang dihasilkan generator disalurkan melalui main transformer 52 MVA (10,5/150
kV) dan kabel 150 kV ke switchyard PLTA Singkarak untuk dialirkan ke Sistem Interkoneksi
Sumatera.
1.2.

Tujuan
Pelaksanaan Kerja Praktek ini secara umum bertujuan untuk mengenalkan penulis

kepada dunia kerja yang ada di perusahaan dan menambah ilmu sekaligus mengaplikasikan
teori yang diperoleh dari bangku kuliah terhadap kenyataan yang ada di lapangan.
Secara khusus kerja praktek ini bertujuan :
1.2.1.

Bagi Mahasiswa
a. Memperoleh wawasan tentang dunia kerja di perusahaan khususnya di PT PLN
(Persero) Sektor Pembangkitan Bukittinggi PLTA Singkarak 175 MW;
b. Mendapatkan pengalaman dalam menghadapi dan menganalisis dalam rangka
menyelesaikan permasalahan yang terjadi berdasarkan teori-teori yang telah
diperoleh dari bangku kuliah
c. Sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam rangka mengambil Tugas
Akhir dalam menyelesaikan studi sarjana.

d. Menyusun daftar peralatan yang digunakan untuk keperluan identifikasi


gangguan
e. Melakukan identifikasi penyebab gangguan pemutus tegangan unit #3 di
1.2.2.

1.2.3.

1.3.

switchyard.
Bagi Institusi Pendidikan
a. Membangun kerja sama antara pihak institusi dengan dunia industry
b. Mendapatkan umpan balik terhadap pengembangan proses pengajaran dalam
rangka pencocokan kebutuhan antara output dunia pendidikan dan dunia kerja.
Bagi Perusahaan
a. Membuat suatu standar pemeliharaan untuk PMT dan Trafo
b. Menjaga hubungan baik dengan institusi pendidikan
c. Sebagai bukti partisipasi dalam pengembangan dunia pendidikan di Indonesia.
Batasan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam laporan kerja praktek ini adalah mengenai

maintenance pemutus tenaga dan transfomator di switchyard pada Sistem Jaringan Kelistrikan
PLTA Singkarak 175 MW Sektor Pembangkit Bukittinggi.
1.4.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek


Kerja Praktek dilaksanakan pada tanggal 23 Februari s/d 22 Mei 2015 di PT PLN

(Persero) Sektor Pembangkitan Pengendalian Bukittinggi PLTA Singkarak, Asam Pulau Kab.
Padang Pariaman.

1.5.

Metode Pengumpulan Data


Penulis mendapatkan data dan informasi sebagai bahan penyusunan laporan ini melalui

beberapa cara :
a. Pengamatan langsung ke lapangan terhadap bidang yang penulis geluti selama kerja
praktek ini.
b. Wawancara dan diskusi dengan pihak - pihak yang terkait dengan bidang yang penulis
geluti untuk mendapatkan data dan informasi.
c. Mengumpulkan referensi tentang sistem pemutus tenaga dan transfomator
1.6.

Sistematika Penulisan Laporan


BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, tujuan, waktu dan tempat
pelaksanaan, batasan masalah, dan sistematika penyusunan laporan.
BAB II TINJAUAN UMUM PT. PLN (PERSERO) SEKTOR BUKITTINGGI
Berisikan tentang sejarah berdiri, struktur organisasi, peralatan utama, serta
sistem

pengoperasian

PLTA pada

PT.

PLN

(Persero)

Sektor

Pengendalian

Pembangkitan Bukittinggi.
BAB III PEMELIHARAAN PMT DAN TRANSFOMATOR DISWITCHYARD
Berisikan tentang teori-teori mengenai alat pemutus tegangan PMT dan
transfomator .
BAB IV PEMELIHARAAN PMT DAN TRANSFORMATOR UTAMA DI PLTA
SINGKARAK 175 MW
Berisikan mengenai peralatan yang akan diidentifikasi, metoda yang digunakan,
hasil dan pembahasan identifikasi peralatan di switchyard PLTA Singkarak 175 MW
untuk mengetahui adanya penyebab gangguan pada peralatan yang menganggu
keandalan pemutus tenaga.
BAB V PENUTUP
Pada bab ini berisikan kesimpulan dan saran dari pembahasan penulis.

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

2.1.Latar Belakang dan Sejarah PLTA Singkarak


Di Indonesia, perusahaan listrik pertama kali tahun 1942 dikelola oleh perusahaan asing
Belanda bernama N.V Amien, Ogem dan Obro. Pada tahun 1945 dibentuklahJawatan dan Gas
di bawah naungan Departemen Perusahaan Umum melalui Surat Keputusan Presiden

No.I/1945. Barulah pada tahun 1950 dibentuk Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang bertugas
untuk mendistribusikan tenaga listrik di bawah pengawasan Departemen Perusahaan Umum.
Pada tahun 1958 melalui UU No.86/1958 pemerintah mensosialisasikan semua
perusahaan milik Belanda. Tanggal 16 Juli 1958 berdasarkan SK menteri PU dan Tenaga Kerja
No.E15 II/4/14 dibentuklah Dewan Direktur Bidang Listrik.Pada tahun 1968, PLN berpisah dari
Departemen Perusahaan Umum ke Departemen Perindustrian Dasar dan Tenaga Listrik di
bawah Direktur Jenderal Listrik.
Tahun 1969 sampai sekarang PLN dinyatakan sebagai Perum Listrik Negara PP
No.18/1972. Setelah itu PLN dinaungi oleh Departemen Pertambangan dan Energi.
Berdasarkan PP tersebut PLN disahkan dari Perum menjadi Persero melalui SK Menteri
Pertambangan dan Energi No.456/702/MPE/1993 yang ditetapkan tanggal 17 Desember 1993.
Sejalan dengan bertambahnya kebutuhan energi listrik di Indonesia PLN mulai
membangun berbagai macam pembangkit listrik di wilayah Indonesia untuk memenuhi
kebutuhan listrik tersebut. Adapun pembangkit tenaga listrik yang dibangun oleh PLN seperti
pembangkit listrik tenaga air, tenaga uap, tenaga gas, dan pembangkit tenaga lainnya.
Daerah yang keadaannya sangat potensial dengan adanya sungai dan danau
dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh PLN dengan membangun PLTA. PLTA merupakan
pembangkit listrik yang biaya operasionalnya sangat murah dibandingkan dengan pembangkit
lainnya di Indonesia, terutama di Sumatera yang banyak terdapat sungai dan danau. Di
Sumatera Barat terdapat tiga PLTA yang memanfaatkan aliran sungai dan danau, yaitu :
- PLTA Singkarak, memanfaatkan air Danau Singkarak.
- PLTA Maninjau, memanfaatkan air Danau Maninjau.
- PLTA Batang Agam, memanfaatkan air Sungai Batang Agam.
PLTA Singkarak terletak di desa Asam Pulau Kecamatan Perwakilan 2x11 Enam
Lingkung Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. PLTA ini memproduksi tenaga listrik
sebesar 175 MW atau desain rata-rata produksi 986 GWh/Tahun, dengan energi aktif 756
GWh/Tahun, yang memanfaatkan air danau Singkarak sebagai energi penggerak turbin. Air
danau dialirkan melalui sebuah terowongan dengan diameter 5 m sepanjang 16,5 km yang
melintasi Bukit Barisan.

PLTA Singkarak menggunakan jaringan transmisi 150 kV yang sudah terinterkoneksi


dengan pusat pembangkit lainnya serta gardu induk pada sistem kelistrikan Sumatera Barat,
sehingga pengoperasian tenaga listrik akan lebih efisien dan mempunyai kehandalan yang lebih
tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan akan pemerataan suplai tenaga listrik serta peningkatan
mutu dan keandalan energi di wilayah Sumatera Barat, PT.PLN (Persero) saat ini telah
melaksanakan pusat-pusat pembangkit yaitu :

PLTA Singkarak 175 MW.


PLTA Maninjau 68 MW.
PLTA Batang Agam 10,5 MW.
PLTU Ombilin 200 MW.
PLTG Pauh Limo 43 MW.
PLTU Teluk Siri 125 MW

2.2. Visi dan Misi PT. PLN (Persero)


Visi Perusahaan :
Menjadikan Perusahaan Pembangkit Terkemuka dan Unggul di Indonesia dengan
Kinerja Kelas Dunia Dengan Bertumpu Pada Potensi Insani.
Misi Perusahaan :
1. Menjalankan usaha pembangkitan energi listrik yang efisien, andal dan berwawasan
lingkungan
2. Menerapkan tata kelola pembangkit kelas dunia yang didukung oleh sdm
berpengalaman dan berpengetahuan
3. Menjadikan budaya perusahaan sebagai tuntutan didalam pelaksanaan tugas dan
tanggung jawab

2.3. Struktur Organisasi


PLTA Singkarak memiliki beberapa seksi/bagian yang dipimpin oleh supervisor yang
bertanggung jawab kepada PLTA serta masing-masing seksi/bagian memiliki beberapa tugas
dan tanggung jawab yang dikelola oleh beberapa pegawai. Setiap pegawai memiliki tugas
sesuai dengan bagian masing-masing.
Supervisor PLTA Singkarak tersebut adalah :

a. Supervisor Operasi shift A, B, C dan D.


b. Supervisor Pemeliharaan.
c. Supervisor Lingkungan, K2 dan Administrasi.
2.4. Data Teknis PLTA Singkarak
a. Danau Singkarak
Luas Daerah Curah Hujan
Luas Danau
Elevasi Air Tertinggi
Elevasi Air Terendah
Air Masuk
b.

: 1.076 Km2
: 112 Km2
: 363,50 mdpl
: 359,50 mdpl
: Sungai Sumani, Sungai Buluh, Sungai Sumpur

Kapasitas Pembangkit
Kapasitas Terpasang
Debit Andalan
Debit Rata-rata
Debit Rata-rata Buluh Intake
Elevasi Tertinggi Untuk Operasi
Elevasi Terendah Untuk Operasi
Tinggi Jatuh Efektif
Debit Maksimum Operasi
Saluran Pelimpah
Energi Rata-rata Tahunan
Energi Andalan (Firm Energy)

: 175 MW
: 36,2 m3/detik
: 47,1 m3/detik
: 3,4 m3/detik
: 365,50 mdpl
: 359,50 mdpl
: 275 m
: 77 m3/detik
: 61,50 mdpl
: 986 GWh/Tahun
: 756 GWh/Tahun

c. Bendungan Ombilin (OmbilinWeir)


Tipe
Tinggi
Lebar Masing-masing
Skin Plate Radius

: Radial Gate (4 unit)


: 3,65 m
: 8,5 m
:6m

d. Peralatan Penyaluran Air


Pintu pengambilan air (Singkarak Intake). Pintu pengambilan air adalah fasilitas
yang berfungsi untuk air kerja terowongan tekan. Bangunan ini berhubungan dengan
pintu masuk (Intake Gate) yang dilengkapi dengan Screen Loss yang berfungsi untuk
mencegah masuknya benda asing ke dalam terowongan.
e. Terowongan Tekan (Head Race Tunnel)

Terowongan tekan adalah pipa beton yang menembus perut bukit yang digunakan
untuk mengalirkan air intake ke tangki pendatar (Surge Tank) dengan spesifikasi
sebagai berikut :
Diameter
Panjang
Kemiringan
f.

: 5,0 m
: 16,5 m
: 50

Terowongan Tekanan Terbuka (Sani River Crossing)


Terowongan tekanan terbuka adalah pipa baja yang membentang sepanjang
52,5 m antara dua bukit yang berada di atas Sungai Sani.
Diameter
Panjang

: 3,5 m
: 52,5 m

g. Buluh Diversion
Pintu penangkap Air Buluh (Buluh Intake) yang berfungsi untuk menambah debit
air pada pipa head race tunnel.
h. Kolam Penampang Pasir (Sand Trap)
Panjang
Lebar
Buluh Diversion Tunner
i.

: 50 m
: 2x3,55 m
: 660 m

Tangki Pendatar Air (Surge Chamber)


1. Bagian Bawah (Lower Chamber)
Bagian bawah berfungsi untuk mendapatkan kapasitas penyimpanan air yang lebih
besar.
Diameter : 8,5 m
Panjang : 65 m
2. Bagian Atas (Upper Chamber)

Dibuat lebih tinggi dari permukaan air danau agar pada saat beban rendah, air tidak
melimpah keluar tangki pendatar.
Lebar
: 8,7 m
Tinggi
: 9,2 m
Panjang : 150 m
3. Bagian Tegak (Vertical Surge Shaff)
Bagian tegak merupakan suatu ruangan yang berfungsi untuk melepaskan tekanan
udara akibat dari awater hammer.
Diameter : 4,1 m
Tinggi
: 103 m
4. Pipa Pesat (Pressure Shaft/Penstock)
Pipa pesat merupakan suatu pipa yang berfungsi untuk merubah energi tinggi
permukaan air menjadi tekanan pada sudu-sudu turbin melalui pipa bercabang
(Manifold).

j.

Manifold
Pada PLTA Singkarak mempunyai 4 unit pembangkit, oleh karena itu air yang
datang

ke pipa pesat

mempunyai

(penstock) harus dibagi 4, yang mana masing-masing

tekanan yang sama. Pembagian tekanan disebut Manifold. Pada PLTA

Singkarak mempunyai 4 unit pembangkit, oleh karena itu air yang datang ke pipa pesat
(penstock) harus dibagi 4, yang mana masing-masing mempunyai tekanan yang sama.
Pembagian tekanan disebut Manifold.
k. Gedung Pembangkit (Power House)
Type
Panjang
Lebar
Tinggi
l.

: Under Ground
: 94 m
: 25 m
: 37 m

Terowongan Kabel (Cable Tunnel)


Panjang

: 95 m

m. Terowongan Masuk (Acces Tunnel)


Diameter
Panjang

:6m
: 850 m

n. Cable Way Tunnel

Panjang
Ukuran

: 1130 m
: 2,4 m

o. Terowongan Pembuangan Air Turbin (Tailrace Tunnel)


Tipe terowongan muka air bebas (Free Flow Tunnel)
Diameter
: 5,75 m
Panjang
: 1,80 m
p. Saluran Pembuangan Air Turbin Terbuka (Tailrace Outlet)
Tipe
Panjang

: Saluran terbuka
: 52 m

q. Turbin
Tipe
: Vertical Francis Turbine
Kapasitas Terpasang : 4x43,75 MW
Putaran/menit
: 500 rpm
r. Generator
Tipe
Kapasitas

: 3 Phase ac
: 4x52 MVA

s. Main Transformator
Tipe
Kapasitas
Tegangan
t.

: KD 05 200/170
: 4 x 52 MVA
: 10,5/150 kV

Jaringan Transmisi 150 kV


Panjang
Sirkuit/Tegangan

: 45 km
: Double/150 kV

u. Sistem Pembangkitan Listrik


a. Generator
Data teknis generator
Merk
: ELIN
Tahun
: 1994
Kapasitas
: 52000 kVA
Tegangan
: 10500 Volt
Frekuensi
: 50 Hz

Faktor Daya
Kecepatan Putaran
Arus
Berat
Tipe

: 0,85
: 500 rpm
: 2859 Ampere
: 240.000 kg
: Ssv 400/12-165

b. Sistem Penguatan Generator (Eksitasi)


Peralatan pendukung eksitasi antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.

Trafo eksitasi
Auto Voltage Regulator (AVR)
Rectifier
Carbon Brush
Slip Ring

c. Transformator Utama (Main Transformator)


PLTA Singkarak menggunakan 4 unit transformator utama.
Data teknis :
Rating Tegangan Output
: 150 kV
Kapasitas
: 52 MVA
Frekuensi
: 50 Hz
Sistem Pendingin
: OFWN
d. Transformator Excitasi (Excitation Transformator)
Transformator ini berfungsi untuk menurunkan tegangan dan memberikan
penguatan medan ke generator melalui Excitation Cubicle. Pada PLTA Singkarak
terdapat unit transformator eksitasi mempunyai data teknis sebagai berikut :
Rating Tegangan Input
Rating Tegangan Output
Kapasitas
Frekuensi
Sistem Pendingin

: 10,5 kV
: 255 Volt
: 400 kVA
: 50 Hz
: AN

e. Transformator Pemakaian Sendiri (Auxillary Transformator)


Transformator ini digunakan untuk keperluan pengoperasian PLTA Singkarak,Trafo
Auxillary PLTA Singkarak antara lain :
1. Transformator 250 kVA 10,5/0,4 kV untuk pemakaian sendiri sebanyak 4 unit,
dimana 1 unit untuk 1 generator.

2. Transformator 800 kVA 20/0,4 kV untuk pemakaian sendiri yang terdiri dari 4
unit, 2 unit untuk di Control Building dan 2 Unit di Power House.
3. Transformator 100 kVA 20/0,4 kV terdapat di Water Teatment Package Unit and
Portable Water Supplies, Main Storage Tank dan di Valve Chamber.
4. Transformator 75kVA 20/0,400 kV terdapat di Ombilin Weir dan di Singkarak
Intake
5. Transformator 5 MVA 150/20 kV merupakan trafo tipe outdoor yang terdapat di
Singkarak Switchyard
f. Emergency Power Supply
Emergency Power Supply adalah pembangkit energi listrik untuk keperluan darurat,
seperti pada pengoperasian switch bila terjadi gangguan, pengoperasian pintu air,dan
lain-lain.
1) Dua unit di Buluh Diversion dengan kapasitas 6 kVA,400/230 V dan 30 kVA 400230 V.
2) Dua unit di Singkarak Control Building dengan kapasitas 700 kVA.
3) Satu unit di Ombilin Weir dengan kapasitas 60 kVA,400/230V.
4) Satu unit di Singkarak Intake dengan kapasitas 60 kVA,400/230 V.
g. Swicth Gear
Switch Gear berfungsi untuk melindungi peralatan yang dihubungkan ke satuan
listrik.

Komponen utama adalah saklar,pemutus rangkaian (circuit breaker),pemisah

(disconnecting switch) yang dilengkapi dengan panel-panel, meter pengukuran, busbar,


trafo arus, trafo tegangan Pada PLTA Singkarak digunakan jenis tertutup untuk
penggunaan di dalam ruangan.
1)
2)
3)
4)
5)

Switchgear 20 kV di Control Building


Switchgear 20 kV di Power House Cavern
Switchgear 20 kV di Water Treatment Package
Switchgear 20 kV di Main Stroge
Switchgear 20 kV di Valve Chamber

h. Switchyard
Switchyard

merupakan

hubungan

antara

konduktor

tegangan

keluar

transformator dengan transmisi. Switchyard terdiri dari panel - panel kontrol, busbar,
transformator

step down 5 MVA 150/20 kV untuk pemakaian sendiri, transformator

tegangan dan arus, arresteroutgoing feeder ke gardu induk dan incoming ( 4 unit

generator ) dan 4 outgoing (2 ke Lubuk Alung dan 2 ke Padang Panjang) melalui


overheadline .Selain itu ada 2 feeder lagi yaitu satu feeder digunakan untuk pemakaian
sendiri, menggunakan transformator 5 MVA 150/20 kV yang akan disalurkan ke
switchyard 20 kV yang di Control Building dan satu feeder lagi untuk bus couple yang
menghubungkan bus A dan bus B dalam Singkarak switchyard. Tegangan 150 kV di
transmisikan ke gardu induk Lubuk Alung dengan sistem double feeder sepanjang 11
km.

Gambar 1 Layout Gardu Induk Singkarak


i. Control Building
Adalah tempat melakukan pegontrolan, pengoperasian, dan pengamanan dari
panel-panel serta peralatan listrik. Selain itu pada Control Building juga dilakukan:
1) Sistem pemakaian sendiri
2) Pegontrolan pendistribusian tenaga listrik
3) Pemutusan dan penyambungan pada switchgear 20 kV dan 150 kV
4) Pengontolan dan monitoring relai-relai proteksi, monitoring pembukaan dan
penutupan pintu-pintu air untuk start dan stopturbin atau generator.
5) Pengontrolan dan pengawasan pengoperasian unit pembangkit, penyaluran, dan
lain-lain.Pada bangunan kontrol ini terdapat feeder-feeder sebagai berikut :

20 kV Water Treament package unit , Main Stroge, Valve Chamber, dan

portable water supplies.


20 kV line Desa Asam Pulau untuk incoming
20 kV Power House Cavern
2 feeder ke unit transformator 800 kVA, 20/0,400 kV
1 feeder dari transformator 5 MVA,150/20 kV

j. Busbar
Sebuah konduktor yang pada dasarnya memiliki tegangan yang sama, membentuk
terminal dan pengumpan. Pada PLTA Singkarak terdapat 3 jenis busbar sebagai berikut:
1) Busbar tegangan rendah 400/230 V ac, 110 V dc dan 24 V dc.
2) Busbar tegangan menengah 20 kV.
3) Busbar tegangan tinggi 150 kV.
k. Lighting Arrester
Lighting Arrester adalah alat proteksi untuk peralatan listrik terhadap tegangan
lebih yang di sebabkan oleh petir dan surja hubung (switching surge) yang
bersifat sebagai bypass disekitar isolasi yang membentuk jalan dan mudah dialiri
arus kilat ke sistem pentanahan sehingga tidak menimbulkan tegangan lebih yang
tinggi dan tidak merusak isolasi dari peralatan listrik.
l.

Pemutus Tengangan/PMT (Circuit Breaker)


PMT

berfungsi

untuk

memutus

dan

menghubungkan

tenaga

listrik dalam

keadaan berbeban. Jenis pemutus yang di gunakan di PLTA Singkarak Switchyard


adalah pemutus dengan media gas SF6.
m. Pemisah/PMS (Disconnecting switch)
PMS berfungsi untuk memisah atau menghubungkan peralatan listrik dalam
keadaan tidak berbeban.

n. Transformator Tengangan (Potensial Transformator/PT)

Berfungsi untuk menurunkan tengangan tinggi ke tengangan rendah yang


diperlukan untuk alat- alat ukur (pengukuran) dan alat- alat pengaman (proteksi)
dipasang secara paralel pada jaringan.
o. Transformator Arus (Current Tranformer/CT)
Berfungsi untuk menurunkan tengangan tinggi ke arus rendah yang di perlukan
untuk alat ukur dan pengaman, di pasang secara seri pada jaringan.
p. Earth Switch
Berfungsi untuk mengamankan pada saat mengerjakan pada instalasi. Misalnya
pada saat melaksanakan Annual Inspection, semua peralatan yang berada di
switchyard di pasang ground dengan menghidupkan Earth Swicth. Earth Switch hanya
dapat diaktifkan secara manual elektrik di lokasi Earth Swicth.
q. Power Line Carrier
Sistem telekomunikasi dengan pembawa saluran tenaga, dimana arus pembawa
(carrier current) ditumpangkan pada saluran tenaga.
r. Relay Proteksi
Komponen yang dirancangkan ketika terjadi efek listrik, magnetik, atau efek
termal ketika diberi daya akan menyebabkan perubahan mendadak pada suatu rangkain
listrik.
Jenis-jenis relay pada PLTA Singkarak:
1. Diferensial relay (pada generator dan trafo)
2. Reverse Power Relay
3. Excitasi over Current Relay
4. Thermal Overload Relay
5. Over Current Relay (pada generator dan trafo)
6. Stator interturn Relay
7. Generator Over Current Relay
8. Low Voltage Relay
9. Generator Frekuensi Relay
10. Over Voltage Relay
11. Stator Earth Fault Relay
12. Negative Phase Sequence Relay
13. Rotor Earth Fault Relay
14. Shaft Current Relay

s. Baterai
PLTA Singkarak menggunakan baterai untuk membangkitkan magnet pada rotor.
Tengangan baterai yang digunakan adalah 24 V dan 110 V. Pada gardu induk dari pusat
pembangkit baterai berfungsi untuk:
1)
2)
3)
4)

Sumber tegangan untuk peralatan kontrol.


Sumber tegangan untuk penerangan darurat (melalui inverter)
Sumber tegangan untuk proteksi.
Sumber tegangan eksitasi mula saat generator di operasikan /penggerak mula).

t. Inverter
Inverter statis untuk mengubah masukan dc menjadi keluaran ac.
u. Carbon Brush
Dalam pengoperasiannya untuk keperluan eksitasi, carbon brush akan
bergesekan dengan slip ring.
v. Cubicles ( Lemari Hubung)
Merupakan lemari hubung yang terdiri dari peralatan-peralatan bertegangan, yang
mana penggunaan cubicle antara lain:
1)
2)
3)
4)

Peralatan eksitasi
Relay-relay
Peralatan control
Saklar

w. Gantry Tower
Merupakan menara yang berfungsi sebagai terminal, terminal input berupa kabel
150 kV dan output berupa kawat transmisi 150 kV.
x. Switch Board
Switchboard

merupakan panel kontrol yang berfungsi untuk pengaturan

turbin, exciter generator dan transformator secara manual

y. Single Line Diagram

Gambar 2 Single Line Diagram

BAB III
TRANSFORMATOR DAN PMT
3.1 Transformator
Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan
tegangan bolak-balik (AC).Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan
pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (sekunder) yang bertindak
sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.
Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak
daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa
ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator
menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.
1. Inti Besi
Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi,magnetik yang ditimbulkan
oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis
yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh
Eddy Current.

2. Kumparan Transformator
Kumparan transformator adalah beberapa lilitan kawat berisolasi yang
membentuk suatu kumparan atau gulungan. Kumparan tersebut terdiri dari kumparan
primer dan kumparan sekunder yang diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap
antar kumparan dengan isolasi padat seperti karton, pertinak dan lain-lain. Kumparan
tersebut sebagai alat transformasi tegangan dan arus.

3. Minyak Transformator
Minyak

transformator

merupakan

salah

satu

bahan

isolasi

cair

yang

dipergunakan sebagai isolasi dan pendingin pada transformator. Sebagai bagian dari

bahan isolasi, minyak harus memiliki kemampuan untuk menahan tegangan tembus,
sedangkan sebagai pendingin minyak transformator harus mampu meredam panas
yang ditimbulkan, sehingga dengan kedua kemampuan ini maka minyak diharapkan
akan mampu melindungi transformator dari gangguan.

4. Bushing
Hubungan antara kumparan transformator dengan jaringan luar melalui sebuah
bushing yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator. Bushing sekaligus
berfungsi

sebagai

penyekat/isolator

antara

konduktor

tersebut

dengan

tangki

transformator. Pada bushing dilengkapi fasilitas untuk pengujian kondisi bushing yang
sering disebut center tap.

5. Tangki Konservator
Tangki Konservator berfungsi untuk menampung minyak cadangan dan
uap/udara akibat pemanasan trafo karena arus beban. Diantara tangki dan trafo
dipasangkan relay bucholzt yang akan meyerap gas produksi akibat kerusakan minyak .
Untuk menjaga agar minyak tidak terkontaminasi dengan air, ujung masuk saluran udara
melalui saluran pelepasan/venting dilengkapi media penyerap uap air pada udara,
sering disebut dengan silica gel dan dia tidak keluar mencemari udara disekitarnya.

Gambar 3 Tangki konservator PLTA Singkarak

6. Peralatan Bantu Pendinginan Transformator


Pada inti besi dan kumparan kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi
tembaga. Maka panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan, ini akan
merusak isolasi, maka untuk mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan tersebut
transformator perlu dilengkapi dengan alat atau sistem pendingin untuk menyalurkan
panas keluar transformator, media yang dipakai pada sistem pendingin dapat berupa:
Udara/gas, Minyak dan Air.

Gambar 4 Pendingin Transformator

7. Tap Changer
Tap changer adalah alat perubah perbandingan transformasi untuk mendapatkan
tegangan operasi sekunder yang lebih baik (diinginkan) dari tegangan jaringan / primer
yang berubah-ubah.Kualitas operasi tenaga listrik jika tegangan nominalnya sesuai
ketentuan, tapi pada saat operasi dapat saja terjadi penurunan tegangan sehingga
kualitasnya menurun, untuk itu perlu alat pengatur tegangan agar tegangan selalu pada
kondisi terbaik, konstan dan berkelanjutan.

Gambar 5 Tap Changer PLTA Singkarak


Untuk itu trafo dirancang sedemikian rupa sehingga perubahan tegangan pada
sisi masuk/input tidak mengakibatkan perubahan tegangan pada sisi keluar/output,
dengan kata lain tegangan di sisi keluar/output-nya tetap. Alat ini disebut sebagai
sadapan pengatur tegangan tanpa terjadi pemutusan beban, biasa disebut On Load
Tap Changer (OLTC). Pada umumnya OLTC tersambung pada sisi primer dan
jumlahnya tergantung pada perancangan dan perubahan sistem tegangan pada
jaringan.
Ada dua cara kerja tap changer:
a) Mengubah tap dalam keadaan trafo tanpa beban. Tap changer yang hanya bisa
beroperasi untuk memindahkan tap transformator dalam keadaan transformator
tidak berbeban , disebut Off Load Tap Changer dan hanya dapat di operasikan
manual.
b) Mengubah tap dalam keadaan trafo berbeban.Tap changer yang dapat
beroperasi untuk memindahkan tap transformator, dalam keadaan transformator

berbeban, disebut On Load Tap Changer (OLTC) dan dapat dioperasikan


secara manual atau otomatis .
Transformator yang terpasang di gardu induk pada umum nya menggunakan
tap changer yang dapat di operasikan dalam keadaan trafo berbeban dan dipasang di
sisi primer.Sedangkan transformator penaik tegangan di pembangkit atau pada trafo
kapasitas kecil, umum nya menggunakan tap changer yang di operasikan hanya pada
saat trafo tenaga tanpa beban.
OLTC terdiri dari :

Selector Switch
Diverter Switch
Transisi Resistor
Untuk mengisolasi dari bodi trafo (tanah) dan meredam panas pada saat proses
perpindahan tap, maka OLTC direndam di dalamminyakisolasi yang biasa nya terpisah
dengan minyak isolasi utama trafo (ada beberapa trafo yang kompartemennya menjadi
satu dengan main tank).

3.2. Sakelar Pemutus Tenaga (PMT)/Circuit Breaker


Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker adalah suatu peralatan pemutus
rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan
menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, baik pada
kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal.
Pada waktu pemutusan atau penghubungan suatu rangkaian sistem tenaga listrik maka
pada PMT akan terjadi busur api, hal tersebut terjadi karena pada saat kontak PMT
dipisahkan, beda potensial diantara kontak akan menimbulkan medan elektrik diantara
kontak tersebut, seperti ditunjukkan pada gambar 6.

Gambar 6 Sakelar Pemutus Tenaga (PMT)/Circuit Breaker

Arus yang sebelumnya mengalir pada kontak akan memanaskan kontak dan
menghasilkan emisi thermis pada permukaan kontak. Sedangkan medan elektrik
menimbulkan emisi medan tinggi pada kontak katoda (K). Kedua emisi ini menghasilkan
elektron bebas yang sangat banyak dan bergerak menuju kontak anoda (A). elektronelektron ini membentur molekul netral media isolasi dikawasan positif, benturan-benturan ini
akan menimbulkan proses ionisasi. Dengan demikian, jumlah elektron bebas yang menuju
anoda akan semakin bertambah dan muncul ion positif hasil ionisasi yang bergerak menuju
katoda, perpindahan elektron bebas ke anoda menimbulkan arus dan memanaskan kontak
anoda.
Ion positif yang tiba di kontak katoda akan menimbulkan dua efek yang berbeda. Jika
kontak terbuat dari bahan yang titik leburnya tinggi, misalnya tungsten atau karbon, maka
ion positif akan menimbulkan pemanasan di katoda. Akibatnya, emisi thermis semakin
meningkat. Jika kontak terbuat dari bahan yang titik leburnya rendah, misal tembaga, ion
positif akan menimbulkan emisi medan tinggi. Hasil emisi thermis ini dan emisi medan tinggi
akan melanggengkan proses ionisasi, sehingga perpindahan muatan antar kontak terus
berlangsung dan inilah yang disebut busur api.
Untuk memadamkan busur api tersebut perlu dilakukan usaha-usaha yang dapat
menimbulkan proses deinisasi, antara lain dengan cara sebagai berikut :

1. Meniupkan udara ke sela kontak, sehingga partikel-partikel hasil ionisasi dijauhkan dari
sela kontak.
2. Menyemburkan minyak isolasi kebusur api untuk memberi peluang yang lebih besar
bagi proses rekombinasi.
3. Memotong busur api dengan tabir isolasi atau tabir logam, sehingga memberi peluang
yang lebih besar bagi proses rekombinasi.
4. Membuat medium pemisah kontak dari gas elektronegatif, sehinga elektron-elektron
bebas tertangkap oleh molekul netral gas tersebut.
Jika pengurangan partikel bermuatan karena proses deionisasi lebih banyak daripada
penambahan muatan karena proses ionisasi, maka busur api padam. Ketika busur api
padam, di sela kontak akan tetap ada terpaan medan elektrik. Jika suatu saat terjadi
terpaan medan elektrik yang lebih besar daripada kekuatan dielektrik media isolasi kontak,
maka busur api akan terjadi lagi.

Gambar 7 PMT PLTA Singkarak


3.1.1 Klasifikasi Circuit Breaker
Jenis-jenis PMT berdasarkan media insolator dan material dieletriknya, adalah terbagi
menjadi empat jenis, yaitu: sakelar PMT udara hembus, sakelar PMT vakum dan sakelar
dengan gas SF6.
1. Sakelar PMT Minyak
Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 10 kA dan pada rangkain
bertegangan sampai 500 kV. Pada saat kontak dipisahkan, busur api akan terjadi
didalam minyak, sehingga minyak menguap dan menimbulkan gelembung gas yang
menyelubungi busur api, karena panas yang ditimbulkan busur api, minyak mengalami
dekomposisi dan menghasilkan gas hydrogen yang bersifat menghambat produksi

pasangan ion. Oleh karena itu, pemadaman busur api tergantung pada pemanjangan
dan pendinginan busur api dan juga tergantung pada jenis gas hasil dekomposisi
minyak.

Gambar 8 Pemadamam busur api pada pemutus daya minyak


Gas yang ditimbul karena dekomposisi minyak menimbulkan tekanan terhadap minyak,
sehingga minyak terdorong ke bawah melalui leher bilik. Di leher bilik, minyak ini
melakukan kontak yang intim dengan busur api. Hal ini akan menimbulkan pendinginan
busur api, mendorong proses rekombinasi dan menjauhkan partikel bermuatan dari
lintasan busur api.
Minyak yang berada diantara kontak sangat efektif memutuskan arus. Kelemahannya
adalah minyak mudah terbakar dan kekentalan minyak memperlambat pemisahan
kontak, sehingga tidak cocok untuk sistem yang membutuhkan pemutusan arus yang
cepat.
Sakelar PMT minyak terbagi menjadi menjadi 2 jenis, yaitu :
a. Sakelar PMT dengan banyak menggunakan minyak (Bulk Oil Circuit Breaker), pada
tipe ini minyak berfungsi sebagai peredam loncatan bunga api listrik selama terjadi
pemutus kontak dan sebagai isolator antara bagian-bagian yang bertegangan
dengan badan, jenis PMT ini juga ada yang dilengkapi dengan alat pembatas busur
api listrik.
b. Sakelar PMT dengan sedikit menggunakan minyak (Low Oil Content Circuit
Breaker), pada tipe ini minyak hanya dipergunakan sebagai peredam loncatan
bunga api listrik, sedangkan sebagai porselen atau material isolasi dari jenis
organik.
2. Sakelar PMT Udar Hembus (Air Blast Circuit Breaker)
Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40 kA dan pada
rangkaian bertegangan sampai 765 kV. PMT udara hembus dirancang untuk mengatasi
kelemahan pada PMT minyak, yaitu dengan membuat media isolator kontak dari bahan

yang tidak mudah terbakar dan tidak menghalangi pemisahan kontak, sehingga
pemisahan kontak dapat dilaksanakan dalam waktu yang sangat cepat. Saat busur api
timbul, udara tekanan tinggi dihembuskan ke busur api melalui nozzle pada kontak
pemisah dan ionisasi media diantara kontak dipadamkan oleh hembusan udara tekanan
tinggi itu dan juga menyingkirkan partikel-partikel bermuatan dari sela kontak, udara ini
juga berfungsi untuk mencegah restriking voltage (tegangan pukul ulang).

Gambar 9 pemadaman busur api pada pemutus daya udara hembus


Kontak pemutus ditempatkan didalam isolator, dan juga katup hembusan udara. Pada
sakelar PMT kapasitas kecil, isolator ini merupakan satu kesatuan dengan PMT, tetapi
untuk kapasitas besar tidak demikian halnya.
3. Sakelar PMT vakum (Vacuum Circuit Breaker)
Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus rangkaian bertegangan sampai 38 KV,
pada PMT vakum, kontak ditempatkan pada suatu bilik vakum. Untuk mencegah udara
masuk kedalam bilik, bilik ini harus ditutup rapat dan kontak bergeraknya diikat ketat
dengan perapat logam.

Gambar 10 Kontak pemutus daya vakum


Jika kontak dibuka, maka pada katoda kontak terjadi emisi thermis dan medan tegangan
yang tinggi yang memproduksi electron-elektron bebas. Elektron hasil emisi ini bergerak
menuju anoda, electron bebas ini tidak bertemu dengan molekul udara sehingga tidak
terjadi proses ionisasi. Akibatnya, tidak ada penambahan elektron bebas yang
mengawali pembentukan busur api. Dengan kata lain, busur api dapat dipadamkan.
4. Sakelar PMT Gas SF6 (SF 6 Circuit Breaker)
Sakelar PMT ini dapat digunakan untuk memutus arus arus sampai 40 kA dan pada
rangkaian bertegangan sampai 765 kV. Media gas yang digunakan pada tipe ini adalah
gas SF6 (Sulphur hexafluoride). Sifat gas SF6 murni adalah tidak barwarna, tidak
berbau, tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Pada suhu diatas 150 C

, gas SF6

mempunyai sifat tidak merusak metal, plastik dan bemacam bahan yang umumnya
digunakan dalam pemutus tenaga tegangan tinggi.
Sebagai isolasi listrik, gas SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang yang tinggi (2,35
kali udara) dan kekuatan dielektrik ini bertambah dengan pertambahan tekanan. Sifat
lain dari gas SF6 ialah mampu mengembalikan kekuatan dielektrik yang cepat, tidak
terjadi busur api dan tidak menimbulkan bunyi pada saat pemutus tenaga menutup atau
membuka.
Selama pengisian, gas SF6 akan menjadi dingin jika keluar dari tangki penyimpanan
dan akan panas kembali jika dipompakan untuk pengisian kedalam bagian/ruang
pemutus tenaga. Oleh karena itu gas SF6 perlu diadakan pengaturan tekanannya
beberapa jam setelah pengisian, pada saat gas SF6 pada suhu lingkungan.

Gambar 11 Batas tekanan gas SF6 pada pemutus tenaga, pada suhu 20 C

tekanan atmosphir 760 mmHg.


Sakelar PMT SF6 ada 2 tipe, yaitu :
a. PMT Tipe Tekanan Tunggal (Single Pressure Type), PMT SF6 tipe ini diisi dengan
gas SF6 dengan tekanan kira-kira 5 Kg/cm 2. Selama pemisahan kontak-kontak, gas

SF6 ditekan kedalam suatu tabung yang menempel pada kontak bergerak. Pada
waktu pemutusan kontak terjadi, gas SF6 ditekan melalui nozzle dan tiupan ini yang
mematikan busur api.
b. PMT Tipe Tekanan Ganda (Double Presure Type), PMT tipe ini sudah tidak
diproduksi lagi.Pada tipe ini, gas dari sistem tekanan tinggi dialirkan melalui nozzle
ke gas sistem tekanan rendah selama pemutusan busur api. Pada sistem gas
tekanan tinggi, tekanan gas SF6 kurang lebih 12 Kg/cm2 dan pada sistem gas
tekanan rendah, tekanan gas SF6 kurang lebih 2 Kg/cm2. Gas pada sistem tekanan
rendah kemudian dipompakan kembali ke sistem tekanan tinggi.

BAB IV
PEMELIHARAAN TRANSFORMATOR 52 MVA DAN PMT

4.1 Pemeliharaan Transformator 52 MVA


4.1.1 umum
Secara deskripsi, petunjuk operasi dan pemeliharaan, pada item peralatan khusus, yang
terkandung dalam publikasi standar pembuatan. Publikasi ini harus menjadi referensi untuk
cara inspeksi, pemeliharaan dan pemeriksaan.
Inspeksi rutin dan pemeliharaan :
a. Pembersihan

b. Pengecatan
c. Pengisian bahan yang habis terpakai
d. Pengecekkan tanda-tanda kesalahan/kerusakan atau korosi
Harus dilakukan secara teratur untuk memastikan operasi bebas masalah dan untuk
memperpanjang masa kerja peralatan. Hanya disarankan minyak pelumas harus
digunakan.
Silahkan mengacu pada As Built Drawings untuk:
a.
b.
c.
d.
e.

Insulators
Pekerjaan baja
Sistem pembumian
susunan
Material

Penemuan kesalahan
System penemuan kesalahan dilakukan dengan mengacu pada panel alarm Annunciator
dan As Bulit Drawings.

4.1.2 Data Pengecekan


Transformator 52 MVA
Item

Periode

Tugas

Catatan/referensi

Berikut ini rekomendasi periode dan pengecekkan, sebenarnya


periode akan ditentukan oleh kondisi lokal yang berlaku

Section 1.2
Pengoperasian
pemeliharaan
52 MVA

Umum

Tahunan

Pengecekkan level minyak

3 tahun

Mengambil contoh minyak

3 tahun

Melakukan pemurnian minyak

Bulanan

Memeriksa

warna

gel

silika

di

breather
Bulanan

Memeriksa instrumen pelindung dan

dan
trafo

pengawas
3 bulan

Memeriksa hand drive dan control


cabinet

Bulanan

Memeriksa temperature minyak

Bulanan

Memeriksa pemeliharaan peralatan


dan bushings untuk kebersihan.
Bersihkan seperlunya

Bulanan

Umumnya memeriksa kekentalan


minyak trafo

3 bulan

Umumnya memeriksa cat,


memperbaiki seperlunya

3 bulan

Umumnya memeriksa bagian logam


yang tidak dica, diberi minyak
seperlunya

Tap Changer

Setiap 6

Servis rutin yang diperlukan

tahun
atau
60.000
operasi
Buchholz

Tahunan

Relay

Pengecekkan:
Kontak
Aksi pengapung
Kekentalan minyak
Air bleeding
Level minyak

Indikator level Tahunan


oli

Pengecekkan:
Kontak
pengapung

Connecting link
Sight gauge
Level minyak
Kalibrasi dan pengaturan
Tank,

Setiap

Conservator,

bulan

Pengecekkan kekentalan minyak

Piping, Valves
Tank,

Bulanan

Pengecekkan air bleeding

Radiators,
Piping
Thermometer

Setiap

oli

tahun

Pengecekkan:
Kontak
Drag pointer
Kalibrasi dan penyetelan
Level minyak di kantong

Indikator

Setiap

temperature

tahun

belitan

Pengecekkan:
Trafo arus
Level minyak di kantong

Pemeliharaan

Bulanan

Pengecekkan level minyak

peralatan dan
Bushing

GIS Surge Arrester Type AZ-041


Item

Periode

Tugas

Catatan/referensi

Surge Arrester

Setiap 5 tahun

Pengecekkan:

Bagian 1.3

Kelembapan gas

Publikasi HAWA

Type AZ01

490413 halaman 6
Ketinggian-

8 tahun

kecepatan
hubungan
pembumian

Memeriksa:

Bagian 1.3

Motor

Publikasi 1HDG 118


472/C

Transmisi
Kontak bantu
2000 operasi
tutup/buka

Memeriksa:
Motor
Transmisi
Kontak bantu
Kontak utama

Mengganti jaringan uap SF6


2 penutup
operasi di
tegangan

Mengganti kontak utama


Mengganti jaringan uap SF6

beroperasi
Oil Treatment Plant Tipe VH 061
Item

Periode

Tugas

Catatan/referensi

Interval harian dan mingguan hanya perkiraan dan dapat bervariasi sesuai dengan metode
operasi (minyak baru, minyak lama, kisaran suhu, dll) dan durasi operasi
Pompa vakum

Harian

Cek level minyak

Penyaringan kasar

Mingguan

pembersihan

Setiap 6 bulan

Uji fungsional
Memeriksa tekanan
pada manometer
yaitu sekitar 5 bar

Bagian 1.4
Oil treatment plant
Instructions
Part A pages 31 to 34

Katup pengaman

Uji fungsional
Memeriksa

katup

pengaman

terbuka

sekitar 8 bar
Pengaman
thermostat

Uji fungsional
Memeriksa
Pemanasan
switches off sekitar
100 C
Pemanasan
switches on sekitar
50 C
Uji fungsional
Memeriksa
Level

minyak

tangki

gass

di
tidak

harus naik
Uji

cek fungsional

level minyak
Penguji vakum

Memeriksa
kenaikkan

tekanan

pada vakum meter


dalam

jam=

maksimum 5 mbar
Pemeriksa mekanik

Memeriksa semua
pemasangan sekrup

apakah sudah erat

4.1.3

Pemasangan Dan Intruksi Perawatan Pada Transformator Bushing Tipe GOB

A. Servis Dan Perawatan


1. Perawatan
Transformator Bushing Tipe GOB tidak memerlukan perawatan khusus. Pada
bushing yang memiliki kaca monitor minyak, disarankan untuk melakukan
pengecekan berkala pada kaca monitor yang ada pada turbin.
2. Pengecekan dan Pengaturan level pelumas
Pada bushing yang tidak memiliki kaca monitor pelumas, pengecekan bisa dilakukan
melalui salah satu dari dua buah lubang pengisi yang ada pada bagian atas tabung.
Tongkat kayu yang kering dan bersih boleh digunakan. Pada bagian dalam lubang
tersebut terdapat sebuah plug karet. Plug ini di tekan dan kita bisa mengecek level
pelumas. Untuk mendapatkan hasil yang lebih pasti, pengecekan bisa dilakukan
pada kedua tabung dan kemudian dicari nilai-rata-rata pada kedua tabung. Jika level
minyak terlalu banyak, bisa dilakukan pengurangan dan apabila terlalu kering
sebaiknya dibersihkan dulu dan sebelum diisi sebaiknya disemprotkan dulu
transformer minyak kering. Pelumas hanya boleh ditambahkan apabila tangki
bersuhu sekitar 5o-35o celcius. Disarankan agar menganti karet plug penutup dengan
plug yang baru setelah dilakukan pengecekan.karet plug harus terpasang kuat kirakira 20 Nm.
3. Pengukuran Kapasitansi dan faktor disipasi.

Jika mau, pengukuran kapasitansi dan faktor disipasi (tan ) dapat dilakukan. Hal
ini bisa dilakukan tanpa mengeluarkan bushing dari trafo karena bushing
memiliki keran tes yang terisolasi dan terpisah dari trafo,

Keran uji pengiriman diuji dengan 2 kV selama satu menit. Namun, pengukuran
kapasitansi dan faktor disipasi harus dilakukan pada tegangan tidak lebih tinggi

dari 500 V.
Daya pada mesin Transformator dan terminal bushing harus dimatikan dan

terputus selama pengukuran ini.


Adapter 2643 762-A harus digunakan untuk alat uji koneksi sementara.
Keran sirkuit harus tertutup selama masa servis. Perlu diperiksa bahwa kontak
(3) sudah dicabut dari kontak (7) sebelum baut dibuka.

Faktor disipasi akan bervariasi sesuai dengan suhu bushing, dan angka yang
dihasilkan harus dikalikan dengan faktor koreksi (multiplier) yang diberikan sebelum
dibandingkan dengan nilai-nilai sebelumnya .
B. Instruksi Pemasangan.
1. Packing.
Bushing biasanya dikirim dari ABB di dalam kotak kayu lapis. Sebagai penyangga
bushing, di dalam kotak terdapat blok plastik seluler dan papan serat. Kotak ditandai
dengan "Top End", dan harus diangkat dalam posisi vertikal untuk penyimpanan
dalam waktu lama.
2. Transportasi dan penyimpanan.
Bushing dapat diangkut dan disimpan secara horizontal hingga 6 bulan. Untuk
menyimpan lebih dari 6 bulan dianjurkan untuk menaikkan bushing menjadi posisi
vertikal dengan ujung Top End diletakkan di bagian atas. Bushing yang telah
disimpan horizontal itu harus dibangkitkan dengan top up selama setidaknya 12 jam
sebelum service voltage diterapkan dan 24 jam sebelum uji voltage diterapkan. Jika
bushing tidak sengaja tersimpan pada posisi horizontal lebih dari setahun maka
posisinya harus dirubah menjadi posisi vertikal minimal satu minggu sebelum
digunakan.
Pada waktu penerimaan, bushing harus diperiksa dengan teliti karena berkaitan
dengan kerusakan barang sewaktu transaksi. Perhatikan bahwa bushing telah rutin
diuji dengan bagian bawah yang direndam dengan minyak pelumas. Pelumnas
mungkin akan tertinggal terutama pada bukaan sempit antara porselen dan logam.
Jika kebocoran terjadi, bushing harus dibersihkan beberapa kali dengan pelarut
sebelum pengecekan ketat yang baru dilakukan.

3. Pengangkutan.
Bushing tidak bisa diangkat secara manual. Tali atau kain pengangkat dapat
digunakan dalam mengangkat atau memindahkan bushing. Pada prosesnya, tali
atau kain tersebut dibalutkan disekeliling lubang insulator udara. Berhati-hatilah
dengan bagian bawah epoxy dan bagian penahannya sewaktu memindahkan
bushing.

4. Pemasangan pada transformator.


Bagian pelumas dan bagian tengah tabung utama harus dibersihkan dengan teliti.
kabel atau kawat tipis yang terhubung pada pemutar M8 akan ditarik melalui tabung
bushing utama. pelat penutup pembukaan pada bagian atas trafo bushing harus
dibuka.
5. Gulungan Kabel.
Gulungan kabel yang tersisa atau yang ada pada terminal brazing, biasanya diikat
ke pelat penutup, ditarik keluar tanpa loop. Bushing diangkat ke atas pembukaan.
Kabel ini bisa ditarik dan diikat melalui lubang pada terminal M8. Kabel utama ditarik
melalui bushing selama penurunan bushing ke transformator. Bushing tetap berada
pada posisi yang fix. Pin pengunci dimasukkan sesuai dengan gambar 5.
6. Konduktor Padat.
Bagian dalam dari konduktor padat biasanya diikat ke plat penutup pada
transformator. Bagian luar dikirim bersama dengan bushing. Kabel yang bisa ditarik
diikat ke lubang M8 di ujung atas konduktor. Konduktor sebagian dimasukkan ke
dalam tabung pusat bushing. Bushing diangkat di atas pembukaan. Konduktor padat
disambung sesuai dengan Gambar 6 untuk 800 A dan menurut Gambar 7 sebanyak
1250 A. Dengan kabel yang bisa ditarik terpasang kuat bushing diturunkan ke
transformator. Bushing memiliki ukuran yang pas dengan bagian penutup. Pin
pengunci di masukkan sesuai dengan Gambar 5. Jika diperlukan, tabung konduktor

harus diputar searah jarum jam. Memutarnya ke arah yang berlawanan mungkin
akan melonggarkan tegangannya dari 800 A.
7. Slot Terminal Luar.
Dalam rangka memberikan tekanan yang benar dan kontak resistansi rendah, kawat
terminal dalam harus diminyaki misalnya dengan Vaseline, lapisan oksidan pada
terminal harus dikeluarkan dari bushing. Hal ini penting untuk melumasi mur
sebelum memasukkannya ke dalam alur. Kencangkan sekrup pada bagian luar kirakira 60-80 Nm (45-60 kaki-pon), lihat gambar 5.
Sebelum dihubungkan dengan klem konduktor, kancing aluminium terminal luar
harus dibaluti dengam kawat, disikat dan diminyaki dengan senyawa kontak atau
Vaseline. Beban mekanis yang diizinkan pada terminal luar ditunjukkan pada tabel 2.
8. Tes Kepadatan
Karena terminal atas sering terletak di atas permukaan minyak dari sistem ekspansi
transformator, kebocoran serius biasanya terjadi pada saat ini, karena air bisa
masuk langsung ke dalam transformator yang terisolasi, yang disebabkn oleh
adanya vakum dan tekanan yang berlebihan. Beberapa metode yang berbeda dapat
digunakan dan kita bisa melihat petunjuk yang diberikan oleh perusahaan yang
bertanggung jawab.
Salah satu metode yang mungkin adalah metode gas tracer:
o

Letakkan gas pelacak ke dalam tabung utama sebelum pemasangan stud


terminal luar. Minyak pada trafo harus berada di atas bagian terbawah

bushing tetapi dibawah flang bushing.


tingkatkan tekanan di dalam tabung utama dengan menambahkan minyak

sebanyak mungkin.
o cari dengan detektor gas untuk kebocoran gas pada ruang gasket.
9. Pengukuran Kapasitansi
Setelah pemasangan pengukuran kapasitansi sangat dianjurkan. Alat pengukur
dihubungkan antara terminal luar dan keran tes.
4.1.4

Cara Pengoperasian pada minyak trafo dan air cooler


1. Model operasi

Pelumas mengalir di sekitar/bagian luar tabung cooler. Air pendingin mengalir


melewati bagian tabung pada titik-titik tertentu.
2. Cara kerja
Buka ventilasi TN 51, ubah frekuensi pelumas menjadi size 12. Buka pompa
pelumas bagian dalam dan tunggu hingga pelumas sampai ke bagian ventilasi.
Tutup ventilasi tersebut dan buka pompa air. Air secara otomatis mengalir melalui
ventilasi cooler.
3. Perawatan
Ketika mesin cooler sudah bekerja, bagian pelumas harus terbuka

supaya bisa melepaskan udara yang sudah terkumpul sebelumnya.


Tulisan yang akan muncul pada thermometer raksa harus selalu dicek.
Volume aliran air harus segera ditingkatkan apabila suhu pelumas

meningkat dan harus dikurangi jika terjadi penurunan suhu.


Tekanan minimum pada pompa minyak/pelumas harus selalu lebih tinggi
daripada tekanan air maksimal pada mesin cooler. Perbedan tekanan ini

bisa dilihat dengan membandingkan data pada kedua jarum control.


Jika perbedaan tekanan yang muncul pada cooler menunjukkan
terjadinya penurunan yang sangat drastis, itu berarti mesin cooler dalam
keadaan kotor dan perlu dibersihkan terutama pada tabung dan pompa

air pendingin.
4. Pembersihan
a. membersihkan bagian air pendingin (bagian dalam tabung)
buka penutup dan bersihkan bagian penutup yang terhubung dengan tabung
air. Gunakan alat pembersih khusus atau nilon untuk membersihkan bagian
dalam tabung. Kemudian cuci dengan air.
Catatan: piranti tidak terbuat dari bahan-bahan yang ekras dan runcing yang
bias menyebabkan kerusakan pada dinding tabung.
Kita bisa menambahkan peralatan pembersih tabung khusus. Noda bisa
dihilangkan dari tabung dengan mengeluarkannya melalui bagian bawah
saluran air. Ketika mengganti penutup dan bagian penutup pada lubang
pembersih harus tertutup dengan baik dan padat. Tekanannya harus
diperkuat untuk dengan diameter penutup yang sesuai.

b. Ruang pelumas
Ruang pelumas pada cooler tidak gampang kotor. Akan tetapi, kadangkadang perlu dibersihkan. ruang pelumas tersebut bisa dibersihkan dengan
mensirkulasi filter kering dengan pelumas yang baru.
5. Mematikan
Cooler bisa dimatikan dengan menutup saluran air, mematikan pompa sirkulasi
pelumas, dan menutup pompa minyak dengan benar. Tergantung pada kualitas
air pendingin yang digunakan, sangat disarankan untuk menyusun saluransaluran flow tertentu bahkan ketika sistem dalam keadaan mati untuk
menghindari terjadinya pembengkakan. Jika hal itu terjadi dan temperature
menurun hingga dibawah titik beku, air yang ada di dalam mesin cooler harus
segera dikosongkan dengan membuka penutup ada bagian bawah cleaning
cover.
4.1.5 Pengawasan trafo dan reaktor
A. Umum
Untuk menghindrari kesalahan dan gangguan, perlu harus direncanakan dan
dilaksanakan pengawasan secara teratur dan kontrol trafo dan komponen-komponennya.
Frekuensi dan tingkat pengawasan dan kontrol tersebut tergantung pada cuaca, kondisi
lingkungan

dan

kondisi

layanan

dan

lain-lain.

Untuk

petunjuk

tertentut

rafo

sebaiknyaberdasarkan pengalaman dari pemasangan trafo.


Program pengawasan dan pemeliharaan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
Trafo cadangan juga harus diawasi dan dipelihara sesuai dengan jadwal yang sama seperti
trafo yang diservis.
B. Perawatan Umum.
a. kotoran, debu
Permukaan luar trafo harus diperiksa secara teratur, dan ketika dibersihkan dari
debu, serangga, daun dan udara kotor lainnya.
b. kemungkinan kebocoran minyak

Setelah daya trafo,


c. karatan, memperbaiki cat
pemeriksaan dari perawatan rutin diluar permukaaan trafo harus dilakukan. Mungkin
dengan cara menghapus karat dengan cara melakukan pengecatan seperti semula.

4.2 Pemeliharaan PMT (Circuit Breaker)


4.2.1 SF6-Circuit Breaker Type LTB 123-170 D1 Breaker Pole
A. Umum
Cara operasi dan pemeliharaan terdiri dari beberapa bagian yang melengkapi satu sama
lainnya.
-

Circuit breaker
Tiang circuit breaker
Mekanisme operasi hydraulic spring
Density montitor
Cara perawatan dan penyimpanan

Publikasi DESAN 1003 92 E


Publikasi DESAN 1004 92 E
Publikasi DESAN 1005 92 E
Publikasi DESAN 1007 92 E
Publikasi DESAN 1006 92 E

1. Peraturan Keselamatan
Ketika bekerja pada circuit breaker tegangan tinggi terdapat resiko yang harus
dipertimbangkan seperti dibawah ini dan penangan keselamatan yang harus diambil.
No

Resiko

Penanganan

1.

Bekerja disamping

Memutuskan dan membumikan dekat tempat bekerja. Jika

tegangan tinggi

pekerjaan harus dilakukan di dekat

Bekerja pada

Pekerjaan harus mengikuti arah dari ahli kondisi untuk

tangga dan balkon

keselamatan dan kesehatan kerja.

Bekerja dengan

Memutuskan kontrol tegangan dan jika perlu pemanas

tegangan rendah

tegangan juga.

2.

3.

baik tegangan ac
telah mempunyai
alat perangkat
operasi

4.

Bekerja pada

Pada isolator atau bagian tegangan tinggi pemutus sirkuit, dan

isolator porselen

transfortasi dan pembongkaran tiang pemutus dari frame tidak

bertekanan normal

boleh dilakukan sampai gas telah dikosongkan hingga

hingga 0.7 Mpa.

bertekanan 0,125 Mpa mutlak. Sebelum dibuka, gas harus

Kerusakkan

benar-benar harus dikosongkan dan diturunkan menjadi

porselen dapat

setara dengan tekanan atmosfer.

menyebabkan
porselen pecah.
5.

Pengisian gas dan tiga operasi pertama harus dilakukan dari


tempat yang terlindung.

Bekerja dengan SF6

SF6 yang belum digunakan tidak beracun, berbau dan

jangan letakkan di

berwarna. SF6 lebih berat daripada udara dan dengan massa

tempat rendah

yang berat ini, SF6 yang terletak di tempat yang rendah

dimana kebocoran

gampang beraksi dengan kabel, tangki,dll.

SF6 meningkat

Oleh karena itu, tempat dimana terdapat banyak SF6 resiko


yang mengakibatkan kita bisa mati lemas lebih tinggi karena
rendahnya kadar oksigen.

6.

Bekerja

Pekerjaan ini membutuhkan perlindungan maksimum. Masker

menggunakan

yang bisa melindungi keseluruhan wajah, mantel yang benar-

dekomposisi dari

benar tertutup, dan sarung tangan pelindung dari plastik atau

SF6

karet. Mengosongkan gas dari sirkuit yang telah dimatikan


akan berhubungan dengan perlengkapan perawatan tabung
gas. Dalam hal ini termasuk membersihkan sisa-sisa gas dari
tabung dan tanah. Dalam dekomposisi ini juga terdapat
nitrogen yang digunakan untuk merekondisikan tabung.
Residu yang dibentuk pada circuit breaker disedot melalui
vacuum cleaner berpori-pori kecil.
Semua residu dikumpulkan dalam sebuah bejana dan
termasuk kedalam kategori limbah kimia berdasarkan regulasi
masing-masing wilayah.
Sarung tangan pelindung dan kantong pembersih harus
dibersihkan dengan sangat hati-hati dengan menggunakan air

dalam jumlah yang besar.

C. Fungsi
Sirkuit breaker tipe LTB-D1 beroperasi dengan sistem ledakan sendiri. Artinya energi
besar yang dihasilkan sirkuit ini dihasilkan sendiri oleh sirkuitnya. Piston kompresor juga
tersedia jika terjadi penurunan tegangan.
Sirkuit breaker memiliki dua buah kontak path yang berbeda untuk menghentikan aliran
tegangan dan memotong aliran sirkuit.
Kedua flang konektor, konektor atas dan bawah, di desain dengan tegangan tinggi.
Semua tipe sirkuit didesain dengan tanpa harus membuka tiang breaker.
D. Inspeksi
Untuk penggunaan dalam waktu lama sirkuit breaker harus diinspeksi secara bekala.
1. Inspeksi pendek (5 tahun sekali)
- insulator porslen untuk membersihkan noda.
- metal bagian luar untuk mmbersihkan karatan.
- Penghubung tekanan.
Masukan hasilnya ke bagian appendik.
a) Insulator Porselen
Cek level kebersihan insulator poselen dan kerusakannya.

Jika diperlukan,

bersihkan insulator dari noda dan garam dengan metode perawatan standar.
Perhatikan regulasi keselamatan: semua sirkuit harus dimatikan pada waktu
operasi.
b) Metal Bagian Luar
Cek karatan yang terjadi pada metal. Bersihkan dan perbaiki cat mantel
pembungkus jika perlu.
c) Penghubung Tekanan

Periksa penghubung tekanan apakah ada sekrup yang hilang, atau longgar.
Masa jenis dan tekanan gas SF6
monitor uji detensi secara terus menerus memonitor masa jenis gas. Jika terjadi
kebocoran, monitor akan memberikan sinyal replenish insulating gas. Jika
kebocoran ini terus terjadi monitor akan mengunci sirkuit breaker dan membuka
sirkuit kontrol. Apabila monitor mendeksi masa jenis gas rendah Karena terjadi
pengisian dan perubahan tekanan sewaktu pengisian, cek seting pada monitor atau
pada bagian operasi.
Setting pada monitor uji densitas bisa diperiksa dengan bantuan alat uji monitor.
Hubungkan monitor uji dengan sirkuit gas utama sebanyak 0.5 mm diapragm pada
bagian block connector. Untuk membuatnya bekerja, SF6 dalam jumlah kecil perlu
dilepaskan ke udara.
Prosedur:

Hubungkan alat uji ke monitor.


Hubungkan monitor densitas 11-12 dan 21-22.
Buka baut ventilasi dan baca tekanan pada alat uji ketika lampu menyala.
Tutup baut ventilasi.
Rekam nilai yang muncul pada alat uji.
Cabut koneksi antara alat uji dengan sirkuit.
Nyalakan kembali sikuit dan monitor uji masa jenis.

Penambahan gas:
Jika tekanan gas menurun, tambahkan gas dan hubungkan dengan
konektor pengisian.
Pertahankan suhu gas.
Nilai temperatur yang disarankan, lihat DESAN 1003 92E.
d) Material Yang Dibutuhkan
Brush metal
Kain pembersih
Tool kit ordinary (10-300 Nm)
Cat
Monitor uji densitas
Lampu uji
2. Inspeksi besar (15 tahun sekali)
Inspeksi besar mencakup:

Semua spesifikasi pada inspeksi jangka pendek.


Uji kelembaban SF6
Pengukuran jalur utama
Pengukuran kontak dengan melakukan sistem rotasi.

Uji Kelembaban
Masing-masing sirkuit breaker termasuk filter pengering disdain menjadi

-150C.

kadar kelembaban bisa dicek semala operasi berlangsung.


Perhatikan keselamatan.
Catatan: jangan ambil sampel gas apabila suhu

+250C. Ini bisa membuat titik

embun lebih tinggi daripada -150C. jika prlu terapkan faktor koreksi.

Pengukuran Jalur Utama.


- Cek flang bagian atas dan bawah.
- Arus uji minimum 200 A DC.
-

Voltase menurun

8 mV pada tegangan 200 A DC sebanyak 145kV cb,

9,2mV pada 200 A DC untuk 170 kV cb.

Hambatan

200 A DC 170kV cb.


Jika hambatannya sangat tinggi, kelebihan beban pada sirkuit breaker akan

40 micro-ohms pada 145kV cb,

46 micro-ohms pada

dijelaskan pada sesi 7.


Pemakaian Kontak.
Ganti kontak yang sekarang terpakai setelah:
Kira-kira 5000 operasi close-up.
Bersihkan keduapuluh sirkuit dengan arus kira-kira 40 kA.
Diasumsikan bahwa jumlah sirkuit yang dibersihkan pada masing-masing tiang
breaker mencapai 1/3 dari jumlah keseluruhan sirkuit. Jika ada tiang yang
mengalami gangguan aliran sirkuit pendek lebih sering, perawatan sirkuit yang
dilakukan tidak boleh lebih dari dua puluh kali.

Material yang diperlukan.

Sama dengan material pada inspeksi jangka pendek.


Alat uji titik embun.
Alat uji resistan dengan tengangan DC.
D. Perawatan
1. Alasan dalam melakukan pembongkaran dan perawatan
Terjadi kesalahan dan penurunan fungsi. Dalam melakukan inspeksi berkala biasanya
hanya dilakukan pengecekan, pembersihan, dan penguatan pemasangan mur secara
sederhana tanpa melakukan pengecekan secara utuh. Dalam hal ini, perawatan khusus
dan pembongkaran perlu dilakukan apabila diperlukan. Pembongkaran tidah harus
dilakukan segera, tetapi bisa direncanakan dan ditangguhkan sampai batas waktu
tertentu.
Jika terjadi kesalahan dan penurunan fungsi yang membahayakan perbaikan harus
segera dilakukan.
Sebelum dilakukan perbaikan, perhatikan dan lakukan analisis bagian-bagian mana yang
perlu dirawat terlebih dahulu.
2. Tabel analisis penurunan fungsi dan kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi,
No

Tipe kesalahan

Alasan yang

Cara penanganan yang

memungkikan

disarankan

Massa jenis gas terlalu

Kesalahan pada

Cek level alarm pada monitor

rendah

monitor uji densitas

uji densitas

Alarm dari Fill insulating

Kebocoran gas

Cek kapan terakhir kali gas

SF6 gas

diisi. Bila perlu, temukan


dimana kebocoran terjadi dan
tertutup
Ada pelat yang pecah

Periksa penyebab terjadinya

atau rusak

peningkatan tekanan. Jika


busur internal terlibat, tiang
breaker harus diganti
seutuhnya.

Embun SF6 terlalu

Terjadi kesalahan

Ulang lagi pada suhu yang

banyak

karena peningkatan

lebih rendah.

suhu sewaktu
melakukan uji coba.
Media peresap tidak

Ganti media. Vakuasi tiang

bekerja

breaker, isi dengan SF6 yang


baru (dari botol)

Hambatan pada sirkuit

Kelebihan

Bongkar

tiang

utama terlalu tinggi

temperature, terjadi

bersihkan

dan

lumasi

proses oksidan

permukaan

yang

terlihat.

(kontak dengan udara

Pererat

luar), ada sambungan

resistan.

baut.

breaker,

Ulangi

uji

yang longgar.
Kontak hangus

Ganti dengan yang baru

(rusak)
3. Merombak tiang breaker
Persiapan:
o

Sebelum pembongkaran sirkuit breaker, baca instruksi ini dan ikuti btahapan-

tahapan berikut.
Kami menyarankan untuk menggunakan regulasi keamanan dan mengikuti petunjuk
penanganan gas.

PERHATIAN
Tempatkan sirkuit breakr dengan posisi terbuka, dalam keadaan mati, dan tidak
bersentuhan dengan tanah sebelum memulai pembongkaran.
CATATAN:

Membongkar dan memasang kembali unit-unit pada sirkuit breaker tidak boleh

dilakukan sewaktu hujan, atau ketika kelembaban embun mencapai 80%.


Untuk melakukan pembongkaran dalam waktu singkat, pastikan semua peralatan

yang diperlukan dan spare part telah tersdia sebelum memulai pembongkaran.
Sebelum membongkar sirkuit beraker, periksa dulu nilai-nilai fungsional yang
digunakan setelah pembongkaran dilakukan.

1. Memasang kembali tiang breaker


Deskripsi umumnya lihat brosur no. DESAN 1003 93E, bagian 7.1 sampai 7.1.3.
2. Membuka tiang breaker
Persiapan:
Tempatkan tiang breaker pada penyangga, misalnya sirkuit breaker stand atau
frame pendek di lantai
Untuk menghindari kontak terlalu lama dengan udara yang membuatnya
berembun dan berdebu, pemasangan dan pembersihan sirkuit harus segera
dilakukan dan tidak boleh ditunda-tunda.
PERHATIAN
Selama membersihkan harus menggunakan pakaian pelindung dan sarung tangan.
Ketika

membuka

tiang

breaker,

dan

apabila

terdapat

dedak

residu,

harus

menggunakan masker pelindung yang dilengkapi dengan filter anti debu dan gas asam.
Ketika tiang breaker telah berhasil dibuka, dekomposi dalam bentuk dedak/debu harus
dibersihkan biasanya dengan menggunakan vacuum claner dan harus berhati-hati
mmbersihkan komponen-komponen yang dibongkar. Lakukan perawatan khusus pada
permukaan bagian dalam yang tersegel. Gunakan kain membersih embun yang
dilengkapi dengan pelarut.
CATATAN
Jika pembongkaran memakan waktu yang lama (lebih dari satu hari) komponenkomponen yang sudah di bersihkan harus terlindung dari debu dengan menyimpannya
dalam kantong plastik. Indungin insolator yang sudah bersih dengan mengegel nya
dengan kantong plastik film berlapis-lapis.
Instruksi cara membuka tiang breaker (gambar E)
1. Putar lengan pembuka E-13 berlawanan arah jarumjam sampai terlepas.
Longgarkan baut penghubung E-16 dan angkat dudukan breaker setinggi 120
mm hingga pin e-8 bisa dubuka.

2. Angkat keseluruhan dudukan breaker dan tempatkan flang penghubung bagian


bawah di atas dua buah balok kayu agar bisa membua baut yang menghadap
ke bawah.
3. Buka penutup E-1 dan keluarkan bejana E-3 untuk dikuras dan dikeluarkan
semua residu kimia yang tersisa.
4. Lepaskan bagian flang penutup E-2 dengan penangkap aliran E-4.
5. Buka sekrup E-18 dari flang penghubung bagian bawah E-17 dan pindahkan
dengan hati-hati dari dudukan breaker E-5.
6. Bersihkan permukaan bagian dalam dudukan breaker.
7. Longgarkan insulator E-10 dari E-12. Hati-hati, jangan sampai mengganggu
insulator E-9. Bersihkan bagian dalam dan permukaan yang terlihat.
8. Hanya jiksa insulator E-9 mengalami kerusakan dan perlu diganti baru insulator
tersebut dikeluarkan dari pin E-11. Cara lainnya adalah dengan dilonggarkan
baut E-14.
CATATAN
Jangan lupa memberikan tanda pada masing-masing baut yang sudah dibuka
dan jangan sampai tertukar.
Jika ada bagian yang tidak rusak, biarkan bagian itu berada atau terhubung
dengan breaker.
Bersihkan keseluruhan operasi dan tutup dengan plastik film.
Komponen utama tiang breaker sekarang sudah bisa di akses untuk
dibersihkan, diinspeksi, atau diganti jika terjadi kerusakan atau hangus.
3. Penggatian Kontak
Pengumpul Tegangan Bagian Atas
Kendurkan baut F-3 dan pindahkan pengumpul arus dari tiang F-2.
CATATAN:
Perlakukan permukaan kontak berdasarkan instruksi berikut.
o

Lempeng Tembaga.
Lempeng tembaga harus dibersihkan dan bebas oksidan. Bila perlu, bersihkan
dengan kain atau brush kawat. Setelah dibersihkan selelu singkirkan debu dan
partikel-partikel yang lepas.

Lempeng Alumunium.

Gosok lempeng alumunium dengan brush kawat atau amplas. Segera bersihkan
permukaan dari partikel-partikel yang terlepas dan debu dengan menggunakan
kain lap kering. Lapisi dengan Shell Alvania Grease R2 (HAGT 556 460
R1/Tabung 250 g). Pelapisan ini dilakukan setelah 5 menit dibersihkan, dan
harus dipindahkan setelah 15 menit.
CATATAN:
Perekat hanya boleh digunkan untuk menghubungkan sendi yang fix dan tidak
boleh digunakan pada sambungan yang bisa dibuka-sambung.

Auto-puffer
Angkat auto-puffer F-5 dari arus minimum pada kolektor F-7. Ganti dengan AutoPuffer seutuhnya.
CATATAN:

Perlakukan permukaan kontak sesuai instruksi berikut.


Pelat perak bergerak pada permukaan kontak.
Gosok dengan Scotch Brite dan bersihkan dengan kain lap.

Pelumas: cairan yang digunakan Fombin OT20 digunakan untuk melumuri


seluruh permukaan tetapi dilakukan secara terpisah pada permukaan kontak
bergerak dan prmukaan kontak fix. Bersihkan semua pelumas yang yang tumpah.
Pengumpul Arus Bagian Bawah
Hanya kontak tipis F-8 yang prlu diganti jika pelat peraknya hangus. Angkat bagian
pinggir kontak dari tatakannya.
CATATAN:
perlakukan kontak ini seperti Auto-Puffer.

Jika baut F-11 mengendur, permukaan kontak antara pengumpul arus bawah F7 dan flang pengubung F-10 harus diperlakukan seperti sirkuit pengumpul arus

bagian atas.
Letakkan kedua kontak F-8 yang baru dengan per helicnya saling terkait satu
sama lain.

Ganti plastik flour-etana F-9 jika plastik tersebut rusak.


Tekan auto-puffer yang baru ke dalam sirkuit arus bagian bawah.

CATATAN:
pastikan plastik flouretana F-9 dan ujung kontak (f-8) terhubung.
Kontak sekarang sudah bisa digunakan pada unit breaker. Jangan menggantinya
dengan tergesa-gesa, kontak yang sudah dibersihkan dan dilumasi harus
dibungkus dengan plastik film agar terlindungi.
4. Pemasangan tiang breaker
segel statis
Berhubungan dengan pemasangan, membersihkan, dan melakukan mengecekan
pada keseluruhan permukaan segel. Tidak boleh ada goresan di sekitar O-ring atau
keseluruhan permukaan segel. Bersihkan goresan kecil dengan menggunakan
amplas. Selalu gosok mengikuti alur segel bukan berlawanan arah.
CATATAN:

Ketika memasang kembali sirkuit breaker, ganti semua pakingnya.


Lumasi semua permukaan segel dan O-ring secara terpisah

dengan

menggosokkan Mobil grease 28 (GON 598 000 P11) untuk membuatnya lebih
mudah terpasang dan melindunginya dari karatan.
CATATAN:

Tidak boleh ada pelumas yang berserakan yang mungkin akan menetes ke

penghubung antar flang di dalam tiang breaker.


Bungkus keseluruhan flang bagian luar dan O-ring dengan Mobil grease 28

(GON 598 000 P11) untuk mlindunginya dari karatan.


Segel dinamis
bersihkan dan periksa permukaan segel. Tidak boleh ada goresan apapun disekitar
garis segel. Lumasi dengan Mobil grease 28 (GON 598 000 P11).
Pemasangan dengan urutan terbalik seperti pafa gambar D:

1. Mulai pemasangan dengan mengpaskan insulator K-5 ke K-3. Cara lainnya, atur
sekrup

K-30

yang

berubah

fungsi

sebagai

pengunci

ktika

melakukan

pembongkaran. Pasangkan ring pengunci dan purkuar dangan obeng 100 Nm.
2. Letkkan O-ring k-21 dan K-22 pada K-2.
3. Angkat insulator pembantu K-4. Pastikan untuk tidak menghancurkan insulator K-5
yang sedang beroperasi. Berikan tegangan pada insulator pembantu K-2.
4. Letakkan penggumpul arus bagian bawah K-8 yang terhubung dengan fang K-7 di
atas dua buah balok kayu. Pasang O-ring K-25 dan K-26 pada segl flang K-7.
5. Angkat dudukan breaker K-10 dan pastikan bagian ujung porselen tidak
mengalami kontak langsung dengan baut sirkuit. putar baut K-29 dengan
menggunakan tangan.
6. Cek pengumpul arus bagian atas pada layar selama +/- 1 mm.
7. Letakkan O-ring K-25 dan k-26 pada posisi awak di bawah flang K-12. Keduanya
akan secara otomatis terpasang selama proses pemasangan.
8. Turunkan arus bagian atas K-11. Bagian tengah mulut pipa tidak boleh menghadap
ke plastic flouretana. Jarak antara pengumpul arus atsa dan dinding insulator tidak
boleh lebih kurang dari 20 mm. atur dengan memindahkan posisi flang K-7 dan K12 yang terhubung dngan dudukan breaker K-10. Kemudian pererat pemasangan
kedua baut K-29 dengan menggunakan obeng 22.5 Nm dan baut pada flang K-20
dengan obeng 79 Nm.
9. Untuk menghindari terjadi kontaminasi interior dan proses oksidasi pada kontak,
segera segel dan isi gas setelah pemasangan.
10. Letakkan O-ring K-23 dan K-24 pada posisinya.
11. Keluarkan pelindung menyerap gas K-13 yang baru dari kotak dan masukkan.
12. Pasang penutup K-14 segera dengan baut K-17.
13. Angkat unit breaker segera. Tarik dengan puffer k-31 untuk menguatkan posisinya.
14. Letakkan O-ring K-21 dan K-22 pada dposisinya dibawah flang K-7.
15. Hubungkan penarik puffer dengan insulator yang beroprasi dengan menggunakan
pin K-6. Turunkan unit breaker dengan hati-hati untuk mensuport insulator dan
kaitkan dengan sektup K-19 menggunakan obeng 79 Nm.
16. Isi tiang breaker dengan SF6 dan tutup rapat.
17. Turunkan tekanan pada tiang breaker menjadi 0.125 MPa mutlak sebelum
dipindahkan ke tempat pemasangan.
5. Pemasangan kembali tiang breaker
(lihat publikasi DESAN 1003 92 E, bagian 7.1.4)
6. Material yang diperlukan
Peralatan

Tool kit biasa dengan obeng (10-300 Nm)


Rol pengukur (tape)
Crane, ketinggian 6 m.
Sling pengangkat.

Perlengkapan yang digunakan untuk mengevakuai, membersihkan, mengompres, dan


menyimpan SF6.
Air sabun, untuk menemukan kebocoran (metode alternative)
Perlengkapan keamanan pribadi
Masker yang menutupi keseluruhan wajah.
Suit tertutup seluruh badan.
Sarung tangan plastik dan karet.
Peralatan pembersihan

Vacum cleaner berpori kecil dengan mikro filter.


Brush kawat, ampelas, dan Scotch Brite.
Pelarut
Kain lap
Plastic film, kantong plastik untuk melindungi dari embun dan debu sebelum

dilakukan pemasangan.
Kontainer untuk sampah dan residu.

Pelumas
Pelumas yang digunakan berdasarkan DESAN 1003 92 E Tabel 11.2

Untuk kontak yang bergerak: Fomblin ) F20, GON 598 000 P11
Untuk O-ring dan flang: Mobil grease F28 1292, GON 598 000 P8
Untuk bola bantaran dan O-ring: Mobil grease 28, GON 598 000 P11
Untuk keseluruhan dudukan breaker dan terminal eksternal: Alvania Grease R2,

HAGT 556 460 R1


Untuk anti karat: lapisan cat GON 598 010 P159 (RAL 7033)
Peralatan untuk melakukan testing
Alat uji titik embun.
Alat pengontor variabel tegangan (Voltmeter waktu)
Ammter.
Stop Watch
Penguji hambatan dengan tenaga DC (Resistan meter DC)
7. Waktu yang dibutuhkan
Persiapan dan pengosongan gas

1 jam

Perombakan, pembongkaran dan pemasangan kembali


Pengisian gas
Pengujian
Total

4 jam
2 jam
1 jam
8 jam

E. Spare Part
Spar part standar pada dudukan breaker:

Pengumpul tegangan atas


Auto-puffer
elemen kontak
plastic flouretana
setir pengunci
bejana penampung media penyerap
kit gasket lengkap untuk tiang breaker.

Spare part paket: liat GPFL 043305 R..


R1: Insualtor pada dudukan breaker.
LTB 72-145 D1 dan LTB 170 170 D1
R2: Insulator pendukung
LTB 72 D1, LTB 145 D1, LTB 170 D1
R3: set Gasket untuk tiang breaker.
R4: Set Kontak LTB 72-145 D1
R5: Set Kontak LTB 170 D1
R6: Pelindung SF6
Apendik
- Daftar untuk inspeksi pendek
- Daftar untuk inspeksi panjang
- Paket spare part
- Perlengkapan monitor uji densitas
- Perlengkapan tambahan Gas SF6
4.2.2 SF-6 Circuit Breaker Density Monitor Type ELK WT
A. Umum
Monitor densitas tipe 8720 dan 8730 memonitor densitas gas dari gas SF6 terisolasi
dan luar cirkuit breaker.
1. Kevalidan

Cara operasi mengacu pada monitor densitas 2,3 atau 4 cirkuit dalam dan luar.
Double (2 kontak)
Triple (3 kontak)
Quadruple (4 kontak)
2. Tipe Design

: 8720.20.2000
: 8730.20.2000
: 8740.20.2000

B. Konstruksi
Densitas monitor terdiri dari:
-

Tekanan koneksi
Meteran
Dasar pelat
Pelindung
Papan interface dengan saklar mikro
Kelenjer kabel
Penghubung
Cincin penyegel
Pintu luar kap (hanya digunakan untuk pintu luar)

(D33106)
(D34186)
(E01006)
(K70754)
(32)

C. Fungsi
Monitor densitas memonitor densitas gas. Ketika densitas turun dibawah nilai
yang disesuaikan (peringatan, alarm, pemblokiran ) kontak saklar mikro, yang
independen satu sama lain. Densitas gas instalasi SF6 dipantau dibandingkan dengan
densitas gas yang sama dalam jarak dekat.
D. Pemeliharaan
Untuk pemeliharaan (inspeksi) pada monitor densitas tidak perlu mengambil
peralatan atau bagian dari instalasi luar dari servis. Bagaimanapun, ketika pekerjaan di
luat ruangan circuit breaker masing-masing cara keselamatan untuk pekerjaan instalasi.

BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN
Pemeliharaan (maintenance) peralatan pada trafo 52 MVA maupun circuit breaker (PMT) harus
mengikuti petunjuk pemeliharaan yang sudah ditentukan agar tidak terjadinya kesalahan.
Dengan itu dilakukan pemeliharaan secara rutin seperti :
Trafo :

Pemeliharaan hariaan: contohnya Cek level minyak pada pompa vakum


Pemeliharan mingguan : contohnya Air Bleeding pada Tank, Radiato,r piping
Pemeliharaan bulanan : contohnya Pengecekkan level minyak
Pemeliharaan tahunan : contohnya Pengecekkan:Kontak,Aksi pengapung,Kekentalan
minyak ,Air bleeding,Level minyak pada Buchholz relay .

PMT :

Pemeliharaan hariaan : Contohnya Pengecekkan conter motor PMT


Pemeliharaan Mingguan : Pengecekkan Level Minyak Hidroulik