Anda di halaman 1dari 13

EKSPERIMEN 4

KARAKTERISTIK PENGALIRAN
DI ATAS PENAMPANG 1/2 LINGKARAN
Hari dan Tanggal Percobaan : Senin, 08 Desember 2014
Lokasi Percobaan
: Laboratorium Hidrolika Fakultas Teknik UMSU
1. TUJUAN PERCOBAAN
Menyelidiki hubungan antara ketinggian muka air di atas tepi ambang dan
debit pengaliran yang melalui vee notch.
Menentukan koefisien debit pengaliran yang melalui tampang setengah
lingkaran.
2. PERALATAN
a. Hydraulic Bench
b. Hook and Point Gauge
c. Lingkaran Notch
d. Stopwatch
e. Jangka Sorong

3. DASAR TEORI
Besarnya aliran dalam suatu aliran dapat dihitung dengan berbagai
cara. Untuk pada sungai-sungai kecil dan alur-alur buatan dapat dengan
mudah diukur dengan penggunaan bendung atau juga tabung jenis venture.

Pengukuran ini dapat dilakukan dengan menggunakan model di


laboratorium. Yang hasil pengukuran tersebut menunjukkan hubungan antara
tinggi energi dan debit.
Untuk mendapatkan hasil yang teliti perlu diperhatikan hal-hal seperti
permukaan bendung bahagian hulu yang harus vertical dan tegak lurus
terhadap .alurnya, ketinggian H yang harus diukur cukup jauh dari hulu
bending. Ini menghindari pengaruh kelengkungan permukaan air di dekat
bending tersebut.
Rumus baku unutk aliran di atas bending lingkaran adalah sebagai
berikut :

Dimana : Q
Cd
H
g

=
=
=
=

debit pengaliran
koefisien debit
tinggi air di atas bahagian bawah Notch
percepatan gravitasi

4. APLIKASI
Weir adalah sebuah obstruksi yang dilalui cairan di dalam sebuah aliran
terbuka. Aplikasinya banyak dipakai pada sistem pengolahan limbah, irigasi dan
saluran pembuangan limbah. Pengukuran dapat dilakukan dengan mengukur
kecepatan aliran dengan satuan yang umum yaitu gallon per menit (gpm) menjadi
gallon per hari. Laju alir sebagai fungsi dari ketinggian head di atas cekung weir
dan lebar bukaan (notch).
Secara umum ada empat bentuk weir notch yaitu segiempat (rectangular),
segitiga ( V-notch), setengah lingkaran dan trapesium (cipoletti). Weir segiempat
merupakan salah satu bentuk weir yang sudah lama digunakan karena bentuknya
sederhana, konstruksinya mudah dan akurat. Weir segiempat mempunyai
jangkauan kapasitas yang lebih besar dan praktis dibandingkan dengan bentuk
weir lainya. Weir trapesium merupakan bentuk weir yang cukup banyak
digunakan. Aliran fluida proposional dengan lebar dibawah cekungan weir
trapesium
Weir hanya dapat digunakan apabila liquida mengalir dalam channel
terbuka, tidak dapat digunakan untuk liquida dalam pipa. Perhitungan pada aliran
terbuka lebih rumit dari pada aliran dalam pipa dikarenakan:

Bentuk penampang yang tidak teratur (terutama sungai)

Sulit menentukan kekasaran (sungai berbatu sedangkan pipa


tembaga licin)

Kesulitan pengumpula data di lapangan

5. PROSEDUR
a. Menyiapkan peralatan seperti terlihat paa gambar di atas.
b. Mengalirkan air ke dalam saluran sampai air mengalir di atas pelat peluap.
c. Menutup Control Valve dan membiarkan air menjadi stabil.
d. Mengatur Vernier Height Gauge ke suatu batas bacaan dengan
menggunakan pencak Hook.
e. Mengalirkan air ke dalam saluran dan mengatur Flow Control Valve untuk
mendapatkan tinggi H yang diinginkan, diawali dengan 10 mm dan
menaikkan secara bertahap setiap 3 mm.
f. Mengukur debit air yang mengalir dengan membaca volume pada
volumetric tank dan waktu dengan menggunakan stopwatch setelah ujung
Hook tepat berada pada permukaan air yang diinginkan dan aliran telah
stabil.
g. Mengisikan hasil pembacaaan dan pengukuran tersebut pada lemabar data.

6. HASIL DAN PERHITUNGAN


Melalui praktikum di dapatkan data :
Percobaan 1:
V =2 L
t = 12.33 det
H = 10 mm
B = 30 mm
g = 9,81 m/s2 = 9810 mm/s2
r = 3,15 cm = 315 mm
Maka :

Log Q = log
= 5,210
Log H = log 10
=1

Percobaan 2:
V =2 L
t = 5,26 det
H = 13 mm
B = 30 mm
g = 9,81 m/s2 = 9810 mm/s2
r = 3,15 cm = 315 mm
Maka :

Log Q = log
= 5,580
Log H = log 13
= 1,114

Percobaan 3:
V =2 L
t = 4,78 det
H = 16 mm
B = 30 mm
g = 9,81 m/s2 = 9810 mm/s2
r = 3,15 cm = 315 mm
Maka :

Log Q = log
= 5,622
Log H = log 16
= 1,204

Percobaan 4:
V =2 L
t = 4,44 det
H = 19 mm
B = 30 mm
g = 9,81 m/s2 = 9810 mm/s2
r = 3,15 cm = 315 mm
Maka :

Log Q = log
= 5,654
Log H = log 19
= 1,279

Percobaan 5:
V =2 L
t = 3,23 det
H = 22 mm
B = 30 mm
g = 9,81 m/s2 = 9810 mm/s2
r = 3,15 cm = 315 mm
Maka :

Log Q = log
= 5,792
Log H = log 22
= 1,342

Percobaan 6:
V =2 L
t = 2,69 det
H = 25 mm
B = 30 mm
g = 9,81 m/s2 = 9810 mm/s2
Maka :

Log Q = log
= 5,871
Log H = log 25
= 1,398

7. KESIMPULAN
1. Harga Cd pada percobaan tidak konstan.
2. Estimasi harga rata-rata dari Cd adalah 0,973.
3. Harga Cd tidak konstan karena kurang teliti dalam pembacaan alat.
4. Semakin tinggi nilai ketinggian air diatas permukaan semakin besar pula
debit Q2/5.
5. Semakin besar log H maka log Q semakin besar.
8. SARAN
1. Sebaiknya dalam melaksanakan praktikum harus dilakukan dengan hatihati dan teliti agar data yang diperoleh lebih akurat dan tepat.
2. Demi kenyamanan dalam melaksanakan praktikum, diharapkan agar
laboratorium dibuat tempat tersendiri atau tidak bercampur dengan
laboratorium yang lain.
3. Diharapkan agar listrik di laboratorium di perbaiki agar tidak padam pada
saat praktikum berlangsung.

9. ALAT DAN BAHAN

Hydraulic Bench

Hook and Point Gauge

Penampang Lingkaran

Volume Meter
Stopwacth

GAMBAR ALAT TRAPEZOIDAL NOTCH

Beri Nilai