Anda di halaman 1dari 34

ANALISA EKSERGI PADA STEAM POWER PLANT UNTUK BATUBARA

Disusun oleh :
Kelompok 4

Achmad Algan

(061340411638)

Devi Purnama Sari

(061340411642)

Kelas : 6 EG B

Dosen Pembimbing : Imaniah Sriwijayasih, S.ST.,M.T.

PROGRAM STUDI TEKNIK ENERGI


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
PALEMBANG
2016

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat allah S.W.T karena berkat
taufik dan hidayah-Nya yang diberikan kepada penyusun, sehingga penyusun dapat
menyelesaikan makalah ini sebagai salah satu tugas mata kuliah Energi dan Eksergi
dimana selama pembuatan makalah ini penyusun mendapatkan bimbingan dan
arahan serta bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat berjalan dengan baik.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Ibu Imaniah selaku dosen
pembimbing mata kuliah Energi dan Eksergi. Tidak lupa penyusun juga
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik yang langsung maupun tidak
langsung telah membantu penyusunan

makalah

ini. Penyusun menyadari

sepenuhnya bahwa makalah ini masih kurang sempurna.


Penyusun berharap agar makalah ini dapat memberikan pelajaran untuk
meningkatkan kwalitas di masa yang akan datang. Semoga allah SWT selalu
memberikan Rahmat-Nya. Aamiin.

Palembang, April 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN COVER
KATA PENGANTAR..................................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................................ii
DAFTAR GAMBAR.................................................................................................iii
DAFTAR TABEL.......................................................................................................iv
BAB 1 PENDAHULUAN.........................................................................................1
1.1. Latar Belakang.........................................................................................1
1.2. Rumusan Masalah...................................................................................2
1.3. Tujuan......................................................................................................2
BAB 2 LANDASAN TEORI....................................................................................3
2.1. Eksergi.....................................................................................................3
2.1.1. Definisi eksergi..............................................................................3
2.1.2. Dead State......................................................................................4
2.1.3. Aspek Eksergi................................................................................4
2.1.4. Analisis Eksergi.............................................................................5
BAB 3 HASIL DAN PEMBAHASAN....................................................................8
3.1. Power Plant Steam...................................................................................8
3.2. Analisa Eksergi Tiap Komponen Pada Power Plant..............................17
3.3. Perhitungan............................................................................................21
3.4. Perhitungan efisiensi exergy dan exergy destruction (jurnal)...............22
3.5. Perhitungan efisiensi exergy dan exergy destruction (excel)................23
3.6. Perbandingan dalam bentuk grafik........................................................24
BAB 4 KESIMPULAN...........................................................................................26
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................27
LAMPIRAN..............................................................................................................28

DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Skema diagram power plant................................................................................8
Gambar 3.2 Air Fan.................................................................................................................9
Gambar 3.3 Air Preheater......................................................................................................10
Gambar 3.4 Boiler.................................................................................................................11
Gambar 3.5 Turbin................................................................................................................12
Gambar 3.6 Deaerator...........................................................................................................13
Gambar 3.7 Eksergi pada Boiler............................................................................................17
Gambar 3.8 Eksergi pada Steam Turbine..............................................................................17
Gambar 3.9 Eksergi pada Air Fan.........................................................................................18
Gambar 3.10 Eksergi pada Air Preheater...............................................................................18
Gambar 3.11 Ekesergi pada Condenser.................................................................................18
Gambar 3.12 Eksergi pada Feed Water Heater 1...................................................................19
Gambar 3.13 Eksergi pada Deaerator....................................................................................19
Gambar 3.14 Eksergi pada P1...............................................................................................19
Gambar 3.15 Eksergi pada P2...............................................................................................20
Gambar 3.16 Grafik Efisiensi Exergy Tiap Komponen pada Power Plant (Jurnal)...............24
Gambar 3.17 Grafik Efisiensi Exergy Tiap Komponen pada Power Plant (excel).................24
Gambar 3.18 Pie chart Exergy Destruction Tiap Komponen pada Power Plant (jurnal)........25
Gambar 3.19 Pie chart Exergy Destruction Tiap Komponen pada Power Plant (excel)........25

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Kondisi Operasi Power Plant........................................................................9


Tabel 3.2 Exergy analysis pada Temperatur (To)=298k.............................................21
Tabel 3.3 Analisa Eksergi Jurnal.................................................................................22
Tabel 3.4 Analisa Eksergi (Excel)...............................................................................23

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Keharusan untuk mengontrol emisi-emisi gas rumah

kaca, gas-gas

polutan dan zat-zat lainya di atmosfir akan menyebabkan sorotan pada efisiensi
semua proses konversi energi dan aplikasinya semakin bertambah, khususnya
pada sistem pembangkit tenaga. Di sisi lain, saat ini beberapa sumber energi
yang diketahui persediannya semakin menipis. Oleh karena itu, isu-isu yang
berhubungan dengan pemanfaatan sumber daya alam secara efisien, termasuk
energi, menjadi sangat penting. Untuk alasan ini, pada tahun belakangan ini
analisis eksergi banyak menarik perhatian para ilmuan dan perancang sistem.
Ada beberapa yang mencurahkan studi-studinya pada analisis eksergi
komponen dan peningkatan efisiensi.
Pembangkit Listrik Tenaga Uap adalah jenis pembangkit listrik tenaga
thermal yang banyak digunakan di Indonesia karena penggunaanya yang
praktis dan bahan bakarnya mudah didapat sehingga pembangkit jenis ini
menjadi

pilihan

utama.

Pembangkit

listrik

yang

ekonomis

dengan

menggunakan bahan bakar fosil kini telah menjadi tantangan terbesar bagi
industri pembangkit listrik. Terus meningkatnya harga bahan bakar fosil
dikarenakan terbatasnya sumber daya menjadi faktor utama dari peningkatan
biaya untuk operasional pembangkit listrik.
Analisa energi dan exergi berdasarkan hukum pertama dan kedua
termodinamikam

digunakan

untuk

menganalisa

system

thermal

dari

pembangkit ini. Hal ini dapat diaplikasikan pada pembangkit listrik thermal
untuk mengidentifikasi sumber ketidakefisienan, menentukan
lokasinya dan besarnya kerugian exergi yang terjadi. Selain itu,
hal lain yang perlu diperhatikan adalah menentukan kondisi
kerja pembangkit yang paling optimal agar dapat mencapai
nilai efisiensi paling tinggi.

1.2. Rumusan Masalah


Perumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Apa saja data-data yang diperlukan dalam analisis eksergi ?
2. Berapa besar variabel-variabel eksergi setiap komponen pada sistem
PLTU bahan bakar batubara ?
3. Bagaimana efisiensi eksergi pada komponen sistem PLTU bahan bakar
batubara ?

1.3.

Tujuan
Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
1. Mengetahui data-data yang diperlukan untuk analisis eksergi.
2. Menghitung besar varibel-variabel eksergi setiap komponen pada sistem
PLTU bahan bakar batubara.
3. Menghitung efisiensi eksegi pada komponen sistem PLTU bahan bakar
batubara.

BAB 2
LANDASAN TEORI

Eksergi
1

Definisi eksergi
Dasar dari analisis eksergi pertama kali dikenalkan oleh Carnot

pada tahun 1824 dan Clausius pada tahun 1865. Penelitian menggunakan
analisis eksergi itu sendiri telah dilakukan pada akhir abad ke-18. Pada tahun
1889 Gouy meneliti tentang konsep eksergi dari useable energi (energi
yang berguna) untuk sistem tertutup. Dalam konsep ini juga dinyatakan bahwa
energi yang hilang selama proses sama dengan perubahan entropi proses itu.
Kemudian konsep ini terus dikembangkan melalui penelitian-penelitian
selanjutnya. Baru pada tahun 1939 Bosjankovic mulai mengembangkannya
dengan mempublikasikan dua paper yang mengembangkan konsep Hukum
Kedua Termodinamika. Paper ini menjadi begitu penting bagi perkembangan
konsep eksergi. Penggunaan kata exergy itu sendiri dikenalkan pertama kali
oleh Bosjankovic pada tahun 1960, Trepp pada tahun 1961, dan Baehr tahun
1962, dan sejak itu exergy mulai dikenalkan sebagai work capacity atau
available work (Basri, 2011).
Metode analisis eksergi (analisis kemanfaatan) sangat tepat digunakan
untuk mendorong tercapainya penggunaan sumber daya energi dengan lebih
efektif, karena eksergi memungkinkan untuk menentukan lokasi, penyebab,
dan besar sebenarnya dari kerugian dan pemborosan suatu sistem termal.
Dengan demikian eksergi dapat digunakan dalam sistem baru yang lebih
efeisien dan dapat meningkatkan efisiensi dari sistem yang sudah ada.
Hukum kedua termodinamika menyatakan bahwa selain memiliki
kuantitas, energi juga memiliki kualitas, dan suatu proses yang riil akan
berlangsung pada arah kualitas energi yang semakin menurun. Jadi walaupun
tidak ada kuantitas energi yang hilang, kualitas energi selalu berkurang selama
proses. Besaran dari kualitas energi ini disebut eksergi.
3

2.1.1. Dead State


Ketika tekanan, temperatur, komposisi, kecepatan, atau elevasi dari
sebuah sistem berbeda dari lingkungan, maka ada kesempatan untuk
melakukan kerja. Bila kemudian sistem berubah kondisi menuju kondisi
lingkungan, maka kesempatan kerja tersebut berkurang. Dan kesempatan itu
akan hilang sama sekali ketika satu sama lain relatif berada pada kondisi
kestimbangan (equilibrium). Kondisi dari sistem ini disebut dead state. Pada
dead state, kondisi kesetimbangan mekanik, termal, dan kimia anatara sistem
dan lingkungan terpenuhi (Bejan, 1996).
2.1.2. Aspek Eksergi
Beberapa aspek penting dari konsep eksergi adalah sebagai beriku
(Moran, 2006) :
a. Eksergi adalah ukuran tingkat menjauhnya keadaan sistem dari
keadaan lingkungan. Oleh karena itu eksergi merupakan atribut dari sistem
dan lingkungan bersama. Namun, setelah lingkungan ditentukan, suatu
nilai dapat ditentukan untuk eksergi dalam hal nilai properti untuk sistem
saja, jadi eksergi dapat dianggap sebagai properti dari sistem.
b. Nilai eksergi tidak bisa bernilai negatif. Karena jika sistem berada
pada keadaan lain selain keadaan mati, sistem akan dapat mengubah
kondisi secara spontan menuju ke keadaan mati. Kecenderungan ini terjadi
jika keadaan mati tercapai dan tidak diperlukan kerja untuk melakukan
perubahan spontan. Oleh karena itu, setiap perubahan keadaan sistem ke
keadaan mati dapat dicapai dengan sedikitnya zero work, dan dengan
demikian kerja maksimal (eksergi) tidak dapat bernilai negatif.
c. Eksergi tidak dapat dikekalkan tetapi dihancurkan oleh irreversibilitas.
Sebuah batas adalah jika seluruh eksergi dimusnahkan, seperti yang akan
terjadi jika sistem yang diizinkan untuk mengalami perubahan spontan ke
keadaan mati dengan tidak ada kemampuan untuk memperoleh kerja.
Potensi untuk mengembangkan kerja yang ada awalnya akan benar-benar
terbuang dalam proses spontan tersebut.

d. Eksergi dilihat sebagai kerja teoritis maksimum yang diperoleh dari suatu
sistem kombinasi ditambah lingkungan sebagai suatu sistem yang bergerak
dari keadaan menuju ke keadaan mati (kesetimbangan). Atau, eksergi
dapat dianggap sebagai kerja teoritis minimum yang diperlukan untuk
membawa sistem dari keadaan mati (kesetimbangan) menuju ke keadaan
lain.
2.1.3. Analisis Eksergi
a. Komponen eksergi
Eksergi total suatu sistem dapat dibagi menjadi empat komponen
yaitu (Bejan, 1996) :
PH
KN
PT
CH
E=E
+E
+E +E

(2.1)

Dimana:
E
E
E
E

PH

: Eksergi fisik

KN

: Eksergi kinetik

PT

: Eksergi potensial

CH

: Eksergi kimia

Walaupun eksergi merupakan sebuah sifat yang ektensif, kerap kali


eksergi bekerja

berdasarkan unit massa. Dan eksergi spesifik

total

berdasarkan unit massa dapat ditulis sebagai (Bejan, 1996):


e= e

PH

KN
PT CH
+e
+ e +e

(2.2)

dengan
e

KN

= V2

(2.3)

PT

= gz

(2.4)

dimana V dan z menunjukan kecepatan dan elevasi relatif terhadap


koordinat di dalam lingkungan. Dengan menelaah dalam sistem yang diam
relatif terhadap lingkungan (e

KN

PT
= e
= 0), eksergi fisik adalah kerja

berguna teoritis maksimum yang dapat diperoleh sewaktu sistem berlalu dari
status mulanya dimana temperatur T dan takanan P ke status mati diamana
temperatur To dan tekanan Po.
e

PH

= (hi ho) + To (si so)

(2.5)

Sedangakan eksergi kimia dimana penggunaan istilih kimia di sini


tidak berarti sebuah reaksi kimia melainkan komponen yang tertaut dengan
deviasi komposisi kimia sebuah sistem dari komposisi kimia terhadap
lingkungan. Laju eksergi kimia dapat dtulis dengan persamaan berikut (Bejan,
1996) :

Dimana

merupakan eksergi kimia standar, dimana tabel eksergi

kimia molar standar tersedia pada beberapa literatur yaitu salah satunya
dari Tabel C.1 dan C.2 dalam buku Thermal Design and Optimation oleh
Adrian Bejan.
b. Balans eksergi
Balans laju eksergi untuk sistem kogenerasi dapat ditulis dengan
persamaan (Bejan, 1996):
E i = Ee + ED

(2.7)

Dimana Ei adalah laju pemasukan eksergi i


laju keluaran eksergi e

dan Ee adalah

. Sedangkan ED menunjukan laju destruksi

(pemusnahan) eksergi.
c. Destruksi eksergi

Destruksi eksergi secara umum dapat ditulis dengan persamaan (Bejan,


1996) :

Sehingga rasio destruksi eksergi yang merupakan perbandingan laju


destruksi eksergi di dalam komponen sebuah sistem terhadap laju eksergi dari
bahan bakar yang diberikan ke seluruh sistem

dapat dirumuskan

dengan (Bejan, 1996) :

d. Efisiensi eksergetik
Efisiensi eksergetik (efisiensi hukum kedua, efektivitas, atau efisiensi
rasional) memberi sebuah ukuran sebenarnya dari kinerja sebuah sistem energi
dari

sudut

pandang

termodinamika.

Dalam

mendefinisikan

efisiensi

eksergetik perlu diidentifikasi anatara produk dengan bahan bakar dari sistem
termodinamika yang dianalisis. Produk mempresentasikan hasil yang
diproduksi oleh sistem. Sedangkan bahan bakar mempresentasikan berbagai
sumber daya yang dihabiskan oleh produk. Efisiensi eksergetik adalah rasio
dari produk terhadap bahan bakar yang dapat dituliskan dengan persamaan
(Bejan, 1996) :

dimana merupakan Efisiensi eksergeti, EF

merupakan bahan bakar

yang disuplai, EP merupakan produk yang dbangkitkan.

BAB 3
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.

Power Plant Steam


Untuk mempelajari skema power plant dibutuhkan sebelumnya adalah
analisa eksergi pada plant. Diagram dibawah ini menunjukkan skema dari
power plant dengan komponen penting yang telah dianalisa pada projek ini.
Dengan aliran yang telah dinomeri berguna untuk dipelajari pada projek ini.
Parameter penting seperti temperatur, tekanan, laju alir massa yang dinomeri
telah diperoleh untuk perthiutngan dari projek ini. Skema menujukkan tentang
sebuah power plant unit dengan 250 MW.
1

Diagram Alir Power Plant

Gambar 3.1 Skema diagram power plant

3.1.1. Data Kondisi Operasi


Adapun kondisi operasi pada sistem ditunjukkan pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.1 Kondisi Operasi Power Plant
Operating condition

Value

Turbine power output


Main steam pressure
Main steam temperature
Main steam flow rate
Reheat steam pressure
Reheat temperature
Reheat steam flow rate
Condenser pressure
Low pressure pre-heater number
High pressure pre-heater number
Boiler efficiency

250 MW
147.10 bar
0
540 C
790.0 tonnes/hour
38 bar
0
540 C
682.62 tonnes/hour
0.0932 bar
4
2
86.38%

3.1.2. Deskripsi dan Spesifikasi Power Plant


1. Air Fan
Alat yang berupa fan (kipas) ini berfungsi untuk memasukkan udara
pembakaran secara paksa ke dalam furnace, terpasang pada bagian ujung
saluran air intake boiler dan digerakkan oleh motor listrik.

Gambar 3.2 Air Fan

10

Spesifikasi :
Type

: AP1- 18/11 (AP Axial profile fan, 1)

Number of stage

: 18

Tip dia of impeller in decimeter : 11


Hub dia ofimpeller in decimeter)
No. per Boiler

: Two

2. Air Preheater
Fungsi dari pemanas awal udara adalah untuk memanaskan udara
sebelum memasuki tungku pembakaran. dimana panas diambil dari gas buang
hasil pembakaran sebelum masuk ke cerobong (stack). Dengan pemanfaatan
gas buang ini, maka dapat menghemat biaya bahan bakar sehingga bisa
meningkatkan efisiensi pembakaran.

Gambar 3.3 Air Preheater


Spesifikasi :
Make

: BHEL

Type

: Ljungstrom Trisector (Regenerative)

Air heater size

: 27.5 VI-80 TM 2000 (2300)

No. of Air Preheater

: 2 per Boiler

Total Heating Surface

: 20280 m2

11

3. Boiler
Boiler merupakan suatu alat untuk menghasilkan uap pada tekanan dan
temperatur tinggi (superheated vapor). Perubahan dari fase cair menjadi uap
dilakukan dengan memanfaatkan energi panas yang didapatkan dari
pembakaran bahan bakar.

Gambar 3.4 Boiler


Spesifikasi :
Manufacturer

: M/s. BHEL (C.E.Design.)

Type

: Natural circulation, Water

tube, Tangential firing, Dry, Radiant Reheat, Single drum, Top


Supported, Bare tube Economiser, Balanced draft furnace.
Type of Firing

: Tilting Tangential.

Minimum load at which steam generator : 30%


can be operated continuously with complete flame, stability without oil
support (%MCR)

12

4. Turbin
Turbin adalah suatu perangkat yang mengkonversikan energi uap yang
bertemperatur tinggi dan tekanan tinggi menjadi energi mekanik (putaran).
Ekspansi uap yang dihasilkan tergantung dari sudu-sudu (nozzle) pengarah dan
sudu-sudu putar. Ukuran nozzle pengarah dan nozzle putar adalah sebagai
pengatur distribusi tekanan dan kecepatan uap yang masuk ke Turbin. Turbin
uap berkapasitas besar memiliki lebih dari satu silinder cashing.
Macam-macam silinder casing pada Turbin :

Cross Compound

Dimana HP (High Pressure) dan LP (Low Pressure) turbinnya terpisah


dan masing-masing dikopel dengan satu generator.

Tandem Compound
Dimana HP dan IP (Intermediet Pressure) turbinnya terpisah dengan LP
Turbin tetapi masih dalam satu poros.

Gambar 3.5 Turbin


Konstruksi :
Three cylinder reheat condensing turbine
Single flow HP Turbine with 24 reaction stages : Make: BHEL, Tiruchy
Single flow IP Turbine with 16 reaction stages : Make: BHEL, Tiruchy

13

Double flow LP Turbine with 8 reaction stages per flow : Make: BHEL
Tiruchy
2 Main Stop and Control valves

: Make: BHEL, Tiruchy

2 Reheat Stop and Control valves

: Make: BHEL, Tiruchy

1 Swing Check valve in Cold Reheat line

: Make: BHEL, Tiruchy

2 Bypass Stop and Control valves

:Make:CCI , Switzerland

5. Deaerator
Berfungsi untuk menyerap atau menghilangkan gas gas yang
terkandung pada air pengisi Boiler, terutama gas O 2, karena gas ini akan
menimbulkan korosi. Gas gas lain yang cukup berbahya adalah karbon
dioksida (CO2).
Prinsip kerjanya air yang masih mengandung O 2 dan CO2 disemprotkan
ke Steam Daerator, sehingga gas-gas tersebut diserap secara thermis dan
dikeluarkan melalui valve pelepas udara/gas. Selain itu Daerator juga dapat
menaikkan temperatur air pengisi Boiler (sampai 162 0C).
Penempatan

posisi

Daerator

yang

tinggi

memungkinkan

pemberian suction heat yang cukup untuk Feed Water Pump. Dari Daerator air
akan dipompa dengan feed water pump, yang tenaganya dari extraction HP dan
IP Turbin disebut Turbine Driven Pump, dimana kapasitas pompa 100%
menuju Feed Water Heater 1 dan 2 akan menuju terus ke Boiler.

Gambar 3.6 Deaerator


Spesifikasi :

14

Type

: Horizontal spray cum Tray type

Design Pressure (ata)

: 8 & FV

Hydrotest Pressure (ata)

: 10.4

Storage tank Design Temperatuer

: 250C

Heater design temperature

: 350C

Hydrotest temperature

: Ambient

Operating Pressure (ata)

: 6.04

Operating Temperature C

: 158.3 C

No. of trays

: 280

No Of Spray nozzle

: 52

6. Feed Water Heater


Terdapat 6 Feed Water Heater, yaitu:
a. Feed Water Heater 1 dan 2
Fungsinya untuk memanaskan air yang akan masuk ke Boiler, untuk FW
Heater 1 dan 2 panas yang digunakan berasal dari extration HP
Turbine sedangkan untuk FW Heater 2 panas yang digunakan berasal dari
extration IP Turbine.
b. Feed Water Heater 3, 4, dan 5
Fungsinya untuk memanaskan air sebelum air memasuki Daerator. Panas
yang digunakan berasal dari extration LP Turbine.
d. Feed Water heater 6
Terletak dibagian bawah Condensor, fungsinya untuk memanaskan air
yang keluar dari Condensor. Panas yang digunakan berasal dari extration LP
Turbine.
Spesifikasi :

15

Pipe Size (DIA X th)

: 16 X 0.889

Type

: shell and tube U Bend Tubes

Position

: Horizontal

Total tube Surface Area

: 460 Sq. M

No. of water pass

: Two

No. of Tubes

: 498

7. Kondenser
Setelah LP Turbin diputar steam kemudian steam akan mengalir menuju
Condenser untuk didinginkan dan berubah menjadi air.
Spesifikasi :
Manufacturer

: BHEL, Hardwar

Type and Number of Pass

: Surface type / 2 - Pass

Design condition

: 250 MW, CW Inlet Temp. 31.2 0C.

Cooling water flow


Water Velocity
Total head drop across condenser
( CW inlet flange to CW outlet flange ) : 31700 M3 / hr.
No. of Passes

:2

Arrangement with respect to turbine


Axis

: Perpendicular

8. Boiler Feed Pump


Pompa ini berfung meningkatkan tekanan air umpan menuju boiler untuk
mendorong air umpan ke dalam boiler.
Spesifikasi :

16

Make / Model

: VOITH, Germany, R16K.1

Manufacturer

: BHEL, Hyderabad

Model Number and No. of Pumps

: FK6D30 / 3 Nos.

Casing outer, type

: Barrel type

Casing inner, type

: Radially split type

Casing design pressure (ata) and minimum wall thickness (mm) : 292/62
Booster / Main Pump flow

: 458540 Kg/hr. ( 505 m3 / hr.)

Design inlet conditions


Suction Temperature

: 159.2 Deg. C

Suction pressure ( Booster / Main pump )

: 7.204 atm

9. Condensate extraction pump


Pompa ini berfungsi mengekstrak kondensat dari sistem kondensor dan
mendorong cairan ke dalam sirkuit pemanas air umpan.
Spesifikasi :
Manufacturer

: BHEL, Hyderabad

Model Number and No. of Pumps

: EN6J40 / 500, 2 Nos.

Number of stages

: 6 ( Six )

Type of first stage impeller

: Double suction, radial

Impeller diameter

: 388 mm (OD)

Suction specific speed (US Units)

: 11080

Design pressure of bowl and discharge


Components

: 39 ata

Inlet Temperature

: 44.4 Deg. C

Discharge pressure

: 24.3 ata
17

3.2.

Analisa Eksergi Tiap Komponen Pada Power Plant


1. Boiler

boiler=ms(h
-h1)+mr(h4-

h3)/(mf) LHV
Gambar
Eksergi pada Boiler
2. Steam turbine

Gambar 3.8 Eksergi pada Steam Turbine

18

3.7

3. Air fan

Gambar
Eksergi
pada Air
Fan

3.9

4. Air preheater

Gambar
3.10
Air

Eksergi pada
Preheater
5.
5.
r

19

Condense

Gambar 3.11
Ekesergi
pada Condenser
6.

Feed water heater1

Gambar 3.12 Eksergi pada


Feed Water Heater 1
7. Deaerator

Gambar
3.1
8.

Condenser pump P1

Gambar 3.14 Eksergi pada P1


9. Circulation pump

20

3 Eksergi
pada Deaerator

Gambar 3.15 Eksergi pada P2

21

3.3.

Perhitungan
Berikut tabel eksergi analysis dari Steam Power Plant.
Tabel 3.2 Exergy analysis pada Temperatur (To)=298k.

22

3.4.

Perhitungan efisiensi exergy dan exergy destruction (jurnal)


Tabel 3.3 Analisa Eksergi Jurnal

23

3.5.

Perhitungan efisiensi exergy dan exergy destruction (excel)


Tabel 3.4 Analisa Eksergi (Excel)
Komponen

E in

E out

Ed

% Ed

% total Ed

air fan

1,286211111

391,1462769

910

520,1399342

42,84176547

0,022109215

air preheater

25307,60952

14072,2125

11235,39702

54,90674533

0,477574964

boiler

1555156,228

575486,8255

1976

981645,4029

22,27170889

41,72609714

steam turbine

550570,3622

282264,3402

250000

18306,02204

93,17718555

0,778120951

condenser

20886,26628

15196,34788

59,811

5749,729404

72,75760862

0,244399624

FWH 6

4535,437409

2473,190022

2062,247387

17,55950544

0,087658471

FWH 5

4702,990633

4675,749582

27,24105051

68,75438606

0,001157916

FWH 4

9292,901916

8686,180493

606,7214228

86,81452988

0,025789472

FWH 3

15704,58021

12727,58683

2976,993384

50,46172972

0,126540923

deaerator

24005,08497

21075,27392

2929,811053

87,79503986

0,124535377

FWH 2

37931,73897

3657,865791

34273,87318

74,58700829

1,456854947

FWH 1

62439,51638

60622,20234

1817,314036

91,42711685

0,077247264

Condense pump
(P1)
Circulation pump
(P2)

1054,618517

1615,347409

772

211,2711084

72,63327612

0,008980349

21075,27392

25899,58584

3270

-1554,311917

-147,5324745

-0,066068022

24

3.6.

Perbandingan dalam bentuk grafik

Gambar 3.16 Grafik Efisiensi Exergy Tiap Komponen pada Power Plant
(Jurnal)
160
140
120
100
80
60
40

% Ed

20
0

Gambar 3.17 Grafik Efisiensi Exergy Tiap Komponen pada Power Plant (excel)

25

Gambar 3.18 Pie chart Exergy Destruction Tiap Komponen pada Power Plant
(jurnal)

air fan
air preheater
boiler
steam turbine
condenser
FWH 6
FWH 5
FWH 4
FWH 3
deaerator
FWH 2
FWH 1
Condense pump (P1)
Circulation pump (P2)

Gambar 3.19 Pie chart Exergy Destruction Tiap Komponen pada Power Plant
(excel)

26

BAB 4
KESIMPULAN
Boiler adalah lokasi dimana paling banyak eksergi yang dihancurkan pada
plant

terjadi

dan

dibutuhkan

perhatian

maksimal

pada

operasi

untuk

mengoptimasikan penggunaan energi dari bahan bakar.


Boiler adalah lokasi dimana paling banyak eksergi yang dihancurkan pada
plant

terjadi

dan

dibutuhkan

perhatian

maksimal

pada

operasi

untuk

mengoptimasikan penggunaan energi dari bahan bakar.


Nilai minus yang didapat pada circulation pump (P2) karena perbedaan data
yang digunakan. Pada jurnal angka Eout tidak sesuai dengan data pengamatannya
dan W pada P2 yang digunakan juga berbeda dari rumus yang ada. Tetapi pada excel
sesuai dengan data-data yang ada.

27

DAFTAR PUSTAKA
Sanyal, S., dkk. A Project report On Exergy Analysis Of Steam Power Plant For
Different Grades Of Coal. Raipur : National Institute of Technology.
NN.

2010.

Sistem

PLTU

Berbahan

Bakar

Gasoil,

(Online)

(https://chekaproject.wordpress.com/2010/05/25/sistem-pltu-berbahan-bakargasoil/).
Angel. PLTU Paiton, (Online) (http://paitonipmomi.angelfire.com/dasar1.htm).

28

LAMPIRAN
Pertanyaan :
(Penanya : Dea Anggraeni) Mengapa harus dilakukan pemanasan berulang dengan
feed water heater pada sistem PLTU bahan bakar batubara tersebut ?
Jawaban :
Untuk mengurangi beban kerja pada boiler sehingga meningkatkan efisiensi boiler
dengan memanfaatkan panas yang keluar dari turbin untuk digunakan pada masingmasing feed water heater.

29