Anda di halaman 1dari 6

Teori Test piece

Landasan Teori

Uji tarik adalah suatu metode yang digunakan untuk menguji kekuatan
suatu bahan/material dengan cara memberikan beban gaya yang sesumbu
[Askeland, 1985]. Hasil yang didapatkan dari pengujian tarik sangat penting untuk
rekayasa teknik dan desain produk karena mengahsilkan data kekuatan material.
Pengujian uji tarik digunakan untuk mengukur ketahanan suatu material terhadap
gaya statis yang diberikan secara lambat.
benda yang di uji tarik diberi pembebanan pada kedua arah sumbunya.
Pemberian beban pada kedua arah sumbunya diberi beban yang sama besarnya.
Pengujian tarik adalah dasar dari pengujian mekanik yang dipergunakan pada
material.

Dimana

spesimen

pembebanan uniaxial sehingga

uji

yang

spesimen

telah
uji

distandarisasi,

mengalami

dilakukan

peregangan

dan

bertambah panjang hingga akhirnya patah. Pengujian tarik relatif sederhana,


murah dan sangat terstandarisasi dibanding pengujian lain. Hal-hal yang perlu
diperhatikan agar penguijian menghasilkan nilai yang valid adalah;
bentuk dan dimensi spesimen uji, pemilihan grips dan lain-lain.
1.

Bentuk dan Dimensi Spesimen uji

Spesimen uji harus memenuhi standar dan spesifikasi dari ASTM E8 atau D638.
Bentuk dari spesimen penting karena kita harus menghindari terjadinya patah atau
retak pada daerah grip atau yang lainnya. Jadi standarisasi dari bentuk spesimen
uji dimaksudkan agar retak dan patahan terjadi di daerah gage length.
1.

b.

Grip and Face Selection

Face dan grip adalah faktor penting. Dengan pemilihan setting yang tidak tepat,
spesimen uji akan terjadi slip atau bahkan pecah dalam daerah grip (jaw break).
Ini akan menghasilkan hasil yang tidak valid. Face harus selalu tertutupi di

seluruh permukaan yang kontak dengan grip. Agar spesimen uji tidak bergesekan
langsung dengan face.
Beban yang diberikan pada bahan yang di uji ditransmisikan pada pegangan bahan
yang di uji. Dimensi dan ukuran pada benda uji disesuaikan dengan estndar baku
pengujian.
Sifat sifat bahan teknik perlu diketahui secara baik karena bahan tersebut
dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dalam berbagai keadaan. Sifat
bahan yang diinginkan sangat banyak, antara lain : sifat mekanik ,sifat termal,sifat
kimia , sifat fisik , sifat listrik, sifat teknologi, dan masih banyak lagi. Pada
tinjauan kekakuan bahan .
Deformasi bahan yang disebabkan oleh benda tarik adalah dasar pengujian
dan kajian mengenai kekakuan bahahan.hal ini disebabkan oleh beberapa alasan :
1.

Mudah dilakukan

2.

Menghasilkan tegangan merata pada penampang

3.

Kebanyakan bahan lebih mudah dilakukan uji tarik dari pad uji tekan ,.
Misalnya, sehingga dalam pengujian bahan teknik ,kekuatan paling sering
dinyakatan dengan uji tarik.
uji tarik dilakukan di laboratorium menggunakan beberapa mesin dari mesin uji.
Benda di baca dari jarum penunjuk dan layar dijital. Beberapa mesin uji dapat
membaca dan mencatat data secara otomatis dan menggambarnya dalam kertas
plot,tengangan yang diperoleh dengan membagi beban dengan luas penampang
awal spesimen.
Diagram Tegangan- regangan
Jika suatu benda ditarik maka akan mundur terhadap hubungan antara
pertambahan panjang dengan gaya yang diberikan . jika gaya diberikan dalam
satuan luas disebut dengan tegangan dan pertambahan panjang disebut regangan
maka hubungan ini dinyatakan dengan grafik tegangan dan regangan.
Dimana

dan t =

Batas proporsional merupakan dari titik yang disebut batas proporsional masih
merupakan garis lurus , pada daerah ini masih berlaku hukum hooke,bahwa
tegangan sebanding dengan tegangan.
Batas elastis ,merupakan batas tengan dimana bahan tiidak kembali lagi kebentuk
semula apabila dilepas tetapi akan terjadi deformasi tetap yang disebut permanen
set,nilai batas proporsional hampir sama .
Titik mulur merupakan titik dimana bahan memangjang mulur tanpa pertambahan
beban.
Kekuatan maksimum titik ini merupakan ordinat tertinggi dari kurva teganganregangan yang menunjukan kekuatan tarik (tensile strength) bahan.
Kekuatan patah merupakan patahan akibat terjadi bertambahnya beban mencapai
beben patahsehingga beban meregang dengan sangat cepat dan secara simultan
luas penampang bertambah kecil.
2.2 Sifat Sifat Mekanis Bahan
Sebagaimana yang dinyatakan sebelumnya nilai tegangan di peroleh dari
uji tarik adalah seperti yang diterangkan di atas. Nilai nilai ini mendefinisiakan
sifat mekanis yang sangat berguna dakam penerapan kekeuatan bahan.
Ada beberapa sifat mekanis bahan lain yang dapat menjelaskan bagaimana bahan
merespons benda yang bekerja dalam deformasiyang terjadi:
1.

Kekeakuan(stiffness) adalah sifat bahan mampu meregang pada tegangan tinggi


tanpa diikuti regangan yang besar.

2.

Kekuatan(strength)sifat bahan yang ditentukan oleh tegangan paling besar


material mampu regang sebelum rusak.

3.

Elastisitas (elasticity) sifat material yang dapat kembali kebentuk semula setlah
beban dihilangkan.

4.

Keuletan( ductility) adalah sifat bahan yang mampu deformasi terhadap beben
tarik sebelum benar-benar patah.

5.

Kegetasan(brittleness) menunjukan tidak adanya deformasiplastis sebelum


rusak.

6.

Kelunakan (malleability)sifat bahan yang mengalami deformasi plastis terhadap


beben tekan yang bekerja sebelum benar-benar patah.

7.

Ketangguhan(toughness) ifat material yang mampu menahan beban impak


tinggi atau beban kejutan.

8.

Kelenturan (resilience)sifat material yang mampu menerima beban impak tinggi


tanpa menimbulkan tegangan lebih pada batas elastis.

Maksud dan Tujuan


Tujuan dari pembuatan laporan ini adalah :
1.

Mampu menggunakan atau mengoperasikan mesin bubut dalam pembuatan

test piece.
2.

Mengetahui cara membuat ulir dengan mesin bubut.

Manfaat
1. Menciptakan mahasiswa yang mempunyai keterampilan dalam kerja
bubut.
2. Mahasiswa mampu membuat specimen uji yang baik.
3. Mahasiswa dapat mengetahui standar specimen uji yang baik.
4. Mahasiswa dapat mengetahui teori-teori tentang jenis jenis bahan uji.

Rumusan masalah
Suatu logam mempunyai sifat-sifat tertentu yang dibedakan atas sifat fisik,
mekanik,thermal, dan korosif. Salah satu yang penting dari sifat tersebut adalah

sifat mekanik. Sifat mekanik terdiri dari keuletan, kekerasan, kekuatan, dan
ketangguhan. Sifat mekanik merupakan salah satu acuan untuk melakukan proses
selanjutnya terhadap suatu material, contohnya untuk dibentuk dan dilakukan
proses permesinan. Untuk mengetahui sifat mekanik pada suatu logam harus
dilakukan pengujian terhadap logam tersebut. Salah satu pengujian yang
dilakukan adalah pengujian tarik. Untuk itu dibutuh kan specimen uji ( test piece )

Alat dan Bahan


1.Alat-alat kerja
a)
b)
c)
d)

Mesin bubut
Gerinda
Sumber arus
Jangka sorong

2. Bahan
a) besi

prosedur kerja
1. potong bahan dengan mesin gerinda
2. hidupkan mesin bubut
a) Siapkan peralatan dan perlegkapan yang akan digunakan
b) Cek kondisi / kesiapan mesin
c) Masukkan sumber utama arus
d) Atur putaran spindel yang akan digunakan sesuaikan dengan material
yang digunakan (ditentukan melalui perhitungan atau tabel cutting
speed)
e) Pasang senter putar pada kepala lepas
f) Pasang pahat dengan ujung sayat setinggi ujung senter
g) Pasang / cekam benda kerja

h) Dekatkan pahat pada ujung benda kerja yang akan disayat


i) Hidupkan mesin dengan tombol / saklar pengendali dan Lakukan
penyayatan